1 Juni 2K5…

Product_thumb_1

Masih ingat topik lalu tentang siklus? ;) Ga terasa uda tanggal 1 lagi! Bulan baru, uda Juni, bulan ke-6 of 12 bulan, tahun 2005! Cepet banget!! Padahal rasanya baru kemarin taon baruan (walopun di rumah aja), tau2 uda pertengahan taon! 6 purnama berlalu! 6 kali pula bulan dalam bentuk sabitnya yang menyerupai bentuk tandan yang tua (kaya pisang gitu! ;p) tetap setia kembali muncul (walo masih malu2) membawa cercah cahaya harapan baru dalam pekat malam yang bagai tak berkesudahan. Mungkin men-temen masih sempat alami dan amati, kadang dalam sunyi malam, kepingin keluar menatap langit tanpa awan melihat bintang, purnama benderang, bulan. Indah nian. Tatapannya menyejukkan. (Gelar tikar di halaman, rebahan sambil gitaran, kadang Kido bisa sampe ketiduran ^^;) Lakukan ini setiap malam selama sebulan, maka temuan apa yang didapatkan? ;p Apa?! Ga ngaruh? Si “dia” tetap ga mau kembali ke pelukan walo berlalu sebulan? Hehe, mang ga jodoh kaleee! ^^; Bukan itu! Apa? Betul! Bentuk bulan memang selalu berubah! Kata kuncinya “BERUBAH!!” ;)

Numazawashigemimooncyclejapan3900109_1

Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga (setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua. (Q.S. Yaasiin: 39)

Siklus. Bulan yang berubah-ubah bentuk. Kalo awal bulan, kaya hari geenee (tar malem liat dech kalo ga percaya) bentuknya persis seperti disebut ayat di atas, bulan sabit, seperti “tandan yang tua” (pisang kepok? Jadi laper… ^^;) Semakin bertambah hari, yang di atas diistilahkan dengan “menempati manzilah (tempat)”, maksudnya tanggal tertentu, bulan terus berubah bentuk, mengembung hingga menjadi purnama, sekitar tanggal 15-an penuh bercahaya! Men-temen dari Binus nech, biasanya ngerayain tiap tanggal 15 ya? ^^; Perayaan Purnama, Sin Cia, ehh salah? Apa dach namanya?… ;p Lalu kembali cuil demi cuil bulan tersabit, sehingga pada akhir bulan, sang bulan (begubed amat ngomongnya! ^^;) kelihatan seperti tangkai tandan kering melengkung, hingga malam-malam tanpa ada bulan! End of cycle… Bener banget! But! Namanya juga siklus. Bulan tak pernah benar2 menghilang. Meski sang waktu terus saja berlalu, bulan, patuh pada siklus, datang lagi mengintip tuk menjumpai…

Akhir 1 bulan tak terputus disambung awal bulan lainnya. Bulan berputar. Bumi juga berputar. Jagad raya, semesta terus bergerak. Alam kosmos mengembang, matahari, bintang2, berotasi, berevolusi. Planet dalam tata surya, tak terkecuali bumi, juga pengawal setia, bulan, satelit alami, semua patuh beredar dalam garis tak bergaris, tak berani (tak kuasa sesungguhnya) melanggar nature’s law, hukum-hukum alam, sunatullah, ketentuan digariskan Tuhan, batas2, tepian yang tak bertepi, bergerak dengan teratur, mempertahankan kesetimbangan inersia tanpa henti saling pengaruhi, tarik tolak gravitasi, jarak terukur tidak terlalu dekat tak pula terlalu jauh, semasih terus bergerak, tanpa ada yang berhenti, tidak break barang sedetik, tak mungkin tanpa izin-Nya keluar dari lintasan, tergelincir, apalagi mau mangkir? Sistematis, teliti, cermat, dan rapi! Alam yang luasnya se-Semesta ini!! Menakjubkan? Mengagumkan? Mencengangkan? “Tangan” Siapa bermain? Bagai memegang kendali, utas2 temali tak teramati mata setelanjang ini?…

Mungkin QT tak akan tahu jawabnya, nalar manusia terbatas, walau seisi semesta bisa “masuk” di otak manusia (karena QT bisa memikirkan seluas itu), namun pencipta semesta ini berikut isinya tentu jauh lebih besar daripada semuanya! Logikanya, kapasitas daya tampung otak QT akan overload jika mencoba tuk memikirkan eksistensi-Nya! Jangankan lancang merancang wujud Dzat-Nya, mengenal nama-Nya saja QT tidak akan tahu. Lantas akankah QT asal saja memberi nama? Pada Tuhan yang telah menciptakan QT jauh sebelum QT punya nama? Maka jika Ia tidak “memperkenalkan” diri-Nya kepada QT makhluk-Nya, otak manusia yang lebih canggih dari ribuan komputer “merger”, berkecepatan prosesor terpesat, berkemampuan latest upgrade abad ini, tetap tidak akan mungkin mampu untuk menjangkau-Nya… So, gimana donk? Disini fungsi Kitab Suci mulai berbicara…

Iqra! Bacalah! Ayat pertama yang diturunkan di dalam Al-Qur’an, Kitab Suci umat Islam. (With do respect 2 non-muslim, Kido: “Muslim-glasses mode on”! B-) NT juga boleh ikutan “begaye” n pake kacamata yang disuka koq! ;p No ofNs, stay calm, just B “cool”! ^^;v Namanya juga belajar…) Kembali tentang “Bacalah!”. Mengapa justru itu yang jadi perintah pertama? QT disuruh membaca! Baca apa? Bukan sekedar membaca Kitab Suci, tapi lebih jauh, QT seharusnya, dengan anugerah yang diberikan kepada QT, otak yang sehebat ini, bisa “membaca” pula tanda2 pada berbagai ciptaan-Nya di langit dan muka bumi, dan bukan hanya di muka, tapi juga di perut hingga menyelam dasar laut! Bahkan segala yang ada pada diri QT ini, tangan, kaki, mata, kuping, hidung, bibir, mulut, perut, kuku, rambut, dari alis sampai kumis, bulu ini bulu itu, hingga (malu2) “itu” (!) ^^; semua punya faedah, bermanfaat, punya fungsi masing2, tak tercipta sia2! Bahkan jika QT mau “membaca” diri sendiri, jika QT memang jujur, harus mengakui bahwa semua ini adalah bukti ke-maestro-an-Nya yang tak mungkin terbantahkan.

QT liat mobil2 yang lalu lalang di jalan. Darimana QT tau, itu Mercy, ini Volvo? Apa bedanya Karimun sama Visto? Avanza dari Xenia? Dari bentuknya? Logonya? Kalo nggak ada logo? QT masih bisa mengenali model mobil yang dipakai Taxi saat ini adalah… Hehe, tau laah! ^^; Tar ada yang protes lagi?! ;p Tapi pada dasarnya QT bisa mengenali sejumlah mobil berasal dari satu pabrik yang sama, karena tanda2nya! Juga keseragamannya! =) Liat bentuk Atoz! Walau beda2 warna catnya (si H kuning, si I silver, ehm2 ^^; Siapa tuww? ;p Go Get Freedom!! =D) tapi dari keseragaman bentuknya QT tau keduanya satu pabrik! Sama2 produk Atoz. Cetakannya sama karena “pencipta”-nya juga sama. Satu pabrik. Produk Hyundai. Manusia juga sama… QT liat dari zaman Adam Malik sampai zaman Adam-nya Sheila On 7 ^^; Atau lebih jauh lagi, Adam Smith? Bryan Adams? Addams Family? ^^; Jauh! Kurang jauh lagi, lebih jauuuuuuuh… Paling jauh! Dari zaman Nabi Adam, manusia pertama yang diciptakan oleh Tuhan (lho, taunya darimana? Khan belum ada akte kelahirannya? Ya tau donk! Khan Tuhan yang kasih tau! Gini2 “baca” juga lho! ;p), hingga beranak-pinak, cucu cicit canggah berkecambah terus menyebar benih cikal-bakal bersuku2 dan berbangsa2 manusia keturunan hasil kolaborasi Adam dan Hawa… ^^; Ada Batak, ada Sunda, ada Jawa, Ambon, Bugis, dan banyak lagi yang lainnyaaa… (Koq jadi Rhoma Irama? ^^;) Mulai dari kulit hitam, lalu sedikit berwarna, gelap kecoklat2an, sawo mentah, sawo matang, sawo busuk ^^; hingga ada kulit merah, kulit kuning, kulit duren, kulit jeruk ^^; sampai kulit putih pucat kurang darah, coba QT perhatikan! “S’gala perbeee-daaaan ituuuu…” (Uhuk2, koq berasa Ari Lasso?”) … Tak membuat QT jauh!! Apanya yang gak berubah?! Apanya yang bikin QT tetap sama, sehingga dikenali baik oleh QT sendiri maupun oleh makhluk lain sebagai homo sapiens, (bukan sapi homo, tapi) spesies manusia…

Ajaib! Betapa benih kacang yang dilemparkan begitu saja dapat tumbuh berkecambah jadi kacang. Benih tomat tumbuh tomat. Biji salak tumbuh salak. Biji nangka tumbuh nangka. Bijiii… Eh, ;p Nuthfah (istilah keren dari – maaf – mani manusia) setelah bercampur ovum dalam rahim wanita dan berproses kurang lebih sembilan bulan, tiba saat untuk di-launch dan dilepas ke “pasaran”, produknya ga salah bentuk, jika benih yang ditanam itu benih manusia, maka jadinya pun akan manusia! Bukan kambing, atau kucing, atau ular, atau monster campuran manusia bersayap dan berekor, misal! ^^; ß kebanyakan nonton Kamen Rider jadi yaa, gitu deeech! ;p Manusia yang tercipta juga selalu seragam. Tangan dua. Kaki dua. Masing2 jari lima. Mata dua. Kuping dua. Hidung satu. Bibir dua. Mulut satu. Artinya diciptakan untuk lebih banyak melihat dan mendengar daripada berbicara. Selain itu juga “produk” bernama “manusia” dari masa ke masa hanya di-“release” dua jenis: type “Man” dan type “Woman”. Ga ada mix! ^^; Produk standarnya begitu. Cewek kaya segitiga. Cowok juga tapi bentuk segitiga yang dibalik. Cewek lebar di pinggul, cowok lebih bidang dadanya. Cewek kaya gitar Spanyol, cowok kaya… Macem2 sich, dari gitar listrik, gitar Soneta-nya Bang Rhoma, sampe gitar bolong di kost Ricky dulu waktu di STAN, hehehehe… ;p

Semua artinya apa? Artinya manusia pun adalah produk ciptaan, dimana pabrik atau yang menciptakan hanya satu! Begitu juga makhluk lainnya, seragam dengan yang sejenisnya, sehingga QT kenal beragam spesies hayati, ribuan yang QT kenal dan mungkin masih lebih jutaan lagi yang harus dipelajari! Kalo di industri mobil mungkin ketat persaingan. Masing2 produsen mengunggulkan produk ciptaan. Tapi makhluk2 yang QT jumpai, pada semuanya ditemukan tanda2 “stempel” yang seragam! Artinya walau berbeda macam ragam, tapi sebenarnya semua diciptakan oleh satu pencipta. Seperti produk Toyota yang bermacam ragam, mulai Innova, Kijang, Altis, Avanza, yang masing2 diciptakan untuk segmen pangsa pasar yang berbeda, walau demikian semuanya sama2 buatan Toyota. Alam semesta dan segala isinya juga sama. Walau berbeda bentuk ragam ciptanya, tapi sebenarnya semua diciptakan oleh satu pencipta, yang tentunya sungguh agung tak terkira jika mampu mencipta rangkai mahakarya sedemikian rupa, pantaslah jika QT sebut Ia Maha Pencipta. Tunggu dulu! Sampai sini mungkin temen2 tanya, darimana bisa bilang semua diciptakan oleh Sang Pencipta yang sama? Seperti logo Toyota yang menandai mobil2 olahan kreasinya, maka Sang Pencipta Yang Maha Kuasa Menciptakan ini juga punya “stempel” pada karya ciptaan-Nya. “Stempel” yang seperti apa?

Masih ingat zamannya QT SMA? Uda belajar DNA?! ;) Bisa panjang jelasinnya, sepanjang untai rantai helix dan double helix yang melilitinya. Tapi intinya di dalam tiap sel dari milyaran yang membentuk tubuh QT, terdapat source code dasar, kode instruksi yang khusus untuk masing2 sel menjalankan fungsi masing2! Sel2 yang bertugas memperbanyak diri, membentuk jaringan, menyebar nutrisi, memproduksi darah, melawan penyusup kuman, bakteri, virus, spam, junk mail, worm, Trojan, apa sech? ^^; Masing2 punya job description, masing2 punya fungsi tersendiri yang satu dengan lainnya bersinergi hingga dari awal mula percampuran sel sperma dengan sel telur terjadilah proses pembuahan yang terus-menerus membentuk janin, dan seterusnya sampai jadi bayi manusia! Gak berhenti, terus bertumbuh besar, berkembang dan makin dewasa, sepanjang hayat manusia sel2 dalam tubuh terus bekerja bahkan tanpa QT sadari, apalagi diinstruksi! Siapa yang memberi komando kepada mereka? Mengapa mereka patuh? Tak sekalipun terlintas tuk membangkang? Mana mungkin, sel bukan makhluk berakal! Bahkan otak terbentuk dari kumpulan milyaran sel! Baru otak! Belum organ2 tubuh yang lainnya. Jantung, hati, limfa, hingga darah yang terus beredar dalam tubuh, semua terbentuk dari kumpulan sel yang senantiasa memperbanyak diri! Adakah QT yang mengatur semua? NGGAK MUNGKIIIIN!! T___T Tentu ada kekuatan “penggerak” luar biasa, yang mampu memerintahkan prajurit di tubuh QT untuk bekerja dan melayani QT! Maka sungguh naïf jika QT masih memungkiri bahwa bahkan diri ini sendiri pun bukan QT yang miliki! QT cuma “dipinjamkan”! Diberi hak guna pakai sampai saat ditentukan, akan diambil kembali, ditarik dari peredaran ketika mulai usang!

Dnathumb_1 Kembali soal DNA. Sel2 bergerak mengikuti instruksi yang khusus bagi dirinya. Blue print, atau source code dari instruksi2 tersebut telah tercetak di dalam DNA! Bayangkan seberapa kecil sel itu? Untuk melihatnya saja harus menggunakan mikroskop dengan perbesaran puluhan mikron? Padahal nich, menurut para ilmuwan terdapat 3 milyar kode kimia dalam DNA yang harus dipecahkan! Setiap sel manusia merupakan sebuah ensiklopedia yang memuat informasi 1 juta halaman! Setiap individu manusia memiliki informasi berbeda2, yang jika tiap orang terdiri dari 100 triliunan sel, artinya terdapat 100 triliun perpustakaan yang sama! Sebuah gambaran yang teramat sulit dipercaya: 100 triliun x sejuta buku ilmu pengetahuan! Isinya lebih banyak dari butir pasir yang ada di dunia! Sistem hitungan ini teramat kompleks. Semua makhluk hidup di planet ini telah diciptakan menurut paparan kode yang ditulis dalam bahasa “pemrograman” yang sama, bahasa DNA! Gosh!! Siapa gerangan Sang Programmer-nya?!

Sekarang bayangkan seorang programmer. Untuk membuat perintah sederhana, misal mencetak, “Hello World” (jadi inget kelas Java! ^^;) seperti apa syntaxnya? Simpel, pake BASIC aja…

10 CLS

20 PRINT “Hello World”

30 END

Misal! ^^; Diperlukan 3 baris instruksi, 1 untuk membersihkan layar, 2 mencetak dan 3 untuk selesai. Hanya untuk mencetak “Hello World” saja. Bayangkan situs BCA! Demikian interaktif, klik sana-sini link sono-situ, canggih, okeh, keren! Kebayang gak baris instruksi untuk hanya sekedar menampilkan halaman utama saja? Kira2 kalo pake <HTML> perlu baris instruksi berapa ratus? Kalo dicetak di kertas, makan berapa lembar tuch? Itu baru halaman pertama aja! Kalo gak percaya coba buka Internet Explorer, dan ketik pada address bar alamat situs, lalu setelah tampil, coba klik pada menu View, dan pilih Source. Akan tampil barisan instruksi yang baru ngeliatnya aja dah bikin mabok! ^^; Itu baru tampilan homepage (halaman depan) aja! ^^; Belum hyperlink yang lain! (BTW, begini cara Kido belajar otodidak tentang Script HTML! ^^;v)

Sekarang bayangkan seperti apa kode instruksi untuk sel menjalankan fungsi2nya? Ribuan? Jutaan baris? Kalo dicetak di kertas, butuh berapa rim kertas yang kalo digelar di jalan panjangnya bisa berkilometer saking jauhnya! Seperti itu DNA!! Kumpulan instruksi2 yang compact, sudah siap Released Version! Tanpa celah, tanpa cacat! (Kecuali memang atas kehendak-Nya, yang tentu ada hikmahnya!) Dan hebatnya, semua informasi sepanjang itu dirangkum di-burn dalam kepingan yang jauh lebih mikroskopis dari ukuran CD, Flashdisk, atau Memory Card! Kepingan sel! The tiniest possible disk! Gileee! Keluaran mana tuch?! Ga ada yang nandingin, Cuma Yang Maha Cerdas, Yang Maha Bijaksana, Yang Maha Kuasa saja yang punya kemampuan sampai sehebat itu! Bill Gates? Microsoft? Ga da apa2nya! GOD Who Createth! The Ultimate!! ;) Shall of No Doubt…

QT adalah ciptaan. Makhluk artinya adalah segala yang diciptakan. QT ini makhluk Tuhan. Dan Dialah Sang Khalik, Pencipta makhluk. Dia menciptakan QT. Tapi siapakah “Dia”?! QT ga mungkin kenal orang kalo belum kenalan. Karena itu, kembali lagi, jawabnya: “Bacalah!” Karena lewat ayat2 pada kitab suci-Nya, Tuhan telah memperkenalkan diri-Nya! =) NT baca blog ini, NT kenali penulisnya. Setidaknya jika NT kritis NT pasti akan mencari tahu siapa penulisnya. Belum kenal? (Gubrak dech!) Heee, perkenalkan! ^^;v (Kido introducing himself!) Baca buku Harry Potter, terpatri sebuah nama, J.K. Rowling. Buku yang dibaca Cinta, Dian Sastro, Ada Apa Dengan Cinta, “Aku”, karya Syumandjaya. Trilogi The Lord of The Ring! Siapa sich yang ga kesengsem gantengnya Orlando Bloom? (Kido nggak! ^^; ß kalo iya bisa gawat!! ;p) Kesuksesannya bermula dari novel yang tidak begitu laku karya J.R.R. Tolkien 100 tahun yang lalu! Siapa nyana seabad setelah ditulis novelnya diangkat ke layar kaca dan menjadi Box Office?

Star Wars III dah keluar di bioskop! Dari trilogi pertama (episode IV-VI di zaman baheula: “A New Hope”, “The Empire Strikes Back”, dan “Return of The Jedi” – 77, 80, 83), sampai prekuelnya, Episode I: “The Phantom Menace” (99), Episode II: “Attack of the Clones” (02) dan yang terakhir, yang baru aja di-release (05) episode III: “Revenge of the Sith”… Saga futuristik ini, aneh kalo sampe sekarang QT masih belum familiar dengan satu nama yakni George Lucas! The movie’s master director, Bapak Star Wars. Film punya sutradara. Buku ada pengarangnya. Mobil, motor juga gitu! Ga bisa JRENGGG! Jadi, n jalan sendiri! Pasti ada perakitnya. Oke, pabrik ^^; Tapi pasti ada perancang awalnya! The Inventor!… Lalu bumi? Juga bulan? Siapa yang menciptakan? AY, NT, QT pade? Made in mana keluaran? Jika tak diberitahu, mungkin QT takkan tahu! Karena itu “Bacalah!”… Tuhan “introducing” Himself! Lho, dimana? Jawabnya ada tertera, seandainya saja QT mau baca… =)

Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak (penuh hikmah). Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui. (Q.S. Yunus: 5)

ALLAH, yang tidak menciptakan melainkan dengan hak (penuh hikmah). Dia menyebut “diri-Nya” dengan ALLAH. Dan Dia menyatakan bahwa apa-apa yang diciptakan-Nya selalu penuh dengan hikmah, tanda2 yang hanya bisa dibaca oleh orang2 “yang mengetahui”, yang berpengetahuan, yang berakal, yang berarti bukan cuma punya akal tapi juga mau “memakai” akalnya! Pake akal donk, Maan! Otak loe tuch, loe taruh dimane?! :p Contoh hikmah? Adalah menarik bagaimana ilustrasi yang digunakan-Nya. Matahari yang “bersinar” dan bulan yang “bercahaya”. Ini bukan masalah beda redaksi terjemahan, tapi memang asli dari “sononya” ada maksudnya dibedakan! Matahari bersinar, karena memang ia memancarkan sendiri sinarnya, hasil reaksi fusi dan fisi nuklir yang dahsyat dalam dirinya, gumpalan gas sangat panas, puluhan ribuan derajat Celcius! Bagai siklus, reaksi terus terjadi, memperbarui energi, tanpa henti memproduksi, panas itulah yang ditransformasikan dalam gelombang cahaya yang merambat menyebar ke segala arah, terpancar, ia bersinar! Sementara bulan memang “bercahaya”, karena ia tak memancarkan sinar, hanya “memantulkan” berkas sinar yang datang padanya! Subhanallah! Luputkah QT “membaca”?!

Zaman segitu, Jahiliyyah di Arab, zaman kebodohan (sebelum Islam), orang2 menyanjung anak laki2 dan mengubur hidup2 anak2 perempuan; apa mungkin seorang Muhammad yang ummi, ga bisa baca tulis, bisa tahu sekelumit dari rahasia langit, walau hanya sekedar perbedaan “bersinar” dengan “bercahaya”? Padahal pengetahuan tentang itu baru dalam paruh awal abad terakhir saja, seratusan tahun yang lalu, diketahui, terbukti! Al-Qur’an telah turun 14 abad yang silam, lebih kurang 1400 tahun yang lampau, sekitar tahun 571 Masehi! Dan redaksinya pun tak pernah berubah hingga kini. Dua kata bersinonim tapi berlainan makna, matahari selalu dipadankan dengan “bersinar”, bulan dengan “bercahaya”. Keduanya memang beda! Bukan hanya redaksi, susunan kata, tapi bahkan susunan hurufnya pun tidak berubah! Tak bergeser sehurufpun! Hingga kalo ada yang mencoba mengacak2 pasti segera ketahuan! Lho gimana caranya tuch? Percaya ga? Sebenernya susunan huruf2, ayat2, surat2 dalam Al-Qur’an diturunkan dengan pola yang sedemikian rupa! Itulah mengapa surat pembukanya Al-Fatihah, bukan Al-Alaq yang notabene ayat pertamanya, Iqra, adalah wahyu yang turun di kali pertama! Bukan urut berdasarkan diwahyukan, tapi disusun sesuai pattern yang ditentukan-Nya, yang rahasia lautan hikmahnya hanya Dia Yang Maha Tahu dan hanya sedikit sekali yang QT ketahui. Kalo dalam pemrograman, bisa dibilang Al-Qur’an ada kode enkripsinya! Nach lho, gimana caranya? Ini bahasan menarik yang bisa berbusa2, ga kan cukup dibahas dalam posting blog, kalo mau tau lebih detil dan belajar yang lebih seksama coba cari n baca buku “Matematika Alam Semesta”, Arifin Muftie, Kodetifikasi Bilangan Prima dalam Al-Qur’an! =)

Akan halnya manzilah2 (tempat2/ bentuk2) bulan, dalam hubungannya dengan pengetahuan tentang bilangan tahun serta perhitungan waktu, sebagaimana bunyi ayat di atas, maka QT mungkin akan bertanya2, adakah Muhammad seorang astronom yang lebih hebat dari Galileo Galilei yang lahir seribu tahun setelahnya (1564-1642)? QT tau Galileo-lah yang mengklaim bahwa bumi itu bulat (menentang khalayak umum yang percaya bahwa bumi itu datar) dan mengusung paham heliosentris (matahari adalah pusat tata surya) yang digaungkan Nicolaus Copernicus (1473-1543), menggeser dogma sebelumnya yang geosentrik (bumi pusat dan yang lain mengelilinginya). Padahal Nabi Muhammad telah lahir 1000 tahun terlebih dulu dari keduanya. Jika Muhammad yang menemukan dan mengungkap fakta hebat ini (yang QT anut luas sampai sekarang bahwa bumi memang bulat dan mengelilingi matahari sebagai pusat di tata surya) maka wajar jika QT berkata Al-Qur’an mungkin adalah hasil karyanya. Tapi nyatanya Muhammad hanyalah seorang ummi, buta huruf, tidak bisa baca tulis. Dan hingga 1000 tahun kemudian manusia masih percaya bahwa bumi itu datar dan saat sampai di ujung dunia manusia akan jatuh ke kehampaan abadi! ^^; Ngarang kaleee…

Setiap kepingan zaman selalu memunculkan orang yang akan menorehkan nama dengan tinta emas, atau dengan tinta darah. Setiap potong episode punya aktor tersendiri dengan peran masing2. Demikian pula halnya, Copernicus, Galileo, ditakdirkan mencetuskan teori Heliosentris yang didukung bukti bumi itu bulat dan berputar mengitari matahari. Walau kebenaran tentang hal itu telah lebih 1000 tahun sebelumnya dibacakan di Al-Qur’an, Muhammad bukan penemu, ia hanya menerima “bacaan” wahyu Tuhannya, yang dituntun oleh malaikat Jibril agar Nabi mengikuti apa yang dibacakannya, yakni firman Tuhan di dalam Al-Qur’an. Demikianlah cara “turun” Al-Qur’an. Muhammad hanya “membaca”, mengulang2 semua sampai hafal. Karena di zaman itu sedikit sekali orang yang mampu baca dan tulis. Maka tak mungkin Al-Qur’an adalah hasil karya cipta Muhammad, seorang manusia, yang ummi pula! Pasti ada yang telah memberitahu, mengajarkan kepadanya. Dan sudah sampaikah QT pada keyakinan bahwa yang mampu mengajarkannya hanya ALLAH, dengan perantara malaikat Jibril melalui firman-Nya dalam Al-Qur’an?


“Tidaklah mungkin Al Quran ini dibuat oleh selain Allah; akan tetapi (Al Quran itu) membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya dan menjelaskan hukum-hukum yang telah ditetapkannya, tidak ada keraguan di dalamnya, (diturunkan) dari Tuhan semesta alam.” (Q.S. Yunus: 37)

Demi bintang ketika terbenam.

kawanmu (Muhammad) tidak sesat dan tidak pula keliru.

dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al-Quran) menurut kemauan hawa nafsunya.

Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).

yang diajarkan kepadanya oleh (Jibril) yang sangat kuat.

yang mempunyai akal yang cerdas; dan (Jibril itu) menampakkan diri dengan rupa yang asli.
sedang dia berada di ufuk yang tinggi.

Kemudian dia mendekat, lalu bertambah dekat lagi

maka jadilah dia dekat (pada Muhammad sejarak) dua ujung busur panah atau lebih dekat (lagi).

Lalu dia menyampaikan kepada hambaNya (Muhammad) apa yang telah Allah wahyukan.

Hatinya tidak mendustakan apa yang telah dilihatnya

Maka apakah kaum (musyrik Makkah) hendak membantahnya tentang apa yang telah dilihatnya?

(Q.S. An-Najm: 1-12)

Allah sendiri yang menyatakan bahwa tak mungkin Al-Qur’an dibuat oleh yang selain-Nya. Ayat lanjutan di atas adalah gambaran kejadian turunnya wahyu pertama Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW. Sejak kecil, bahkan jauh sebelum menjadi Rasul, Muhammad sudah terkenal luas di kalangan Jahiliyyah Arab sebagai orang berkepribadian lurus menawan, benar2 terpuji, berbeda dari orang2 kebanyakan, dan selalu berkata jujur dan benar, sehingga diberi gelaran Al-Amin, yang artinya Terpercaya! Maka jika ia saja sudah membenarkan dengan hati dan juga matanya, apakah kaum musyrikin Mekkah masih tak percaya? =)

Sekali lagi bantahan langsung dari Allah telah menjawabnya. Al-Qur’an turun untuk membenarkan kitab2 yang sebelumnya! Membenarkan, bisa berarti mengakui kebenaran, atau meluruskan yang salah, melenceng, keliru, jadi benar! ;) Artinya menyempurnakan. Bukankah yang datang belakangan itu menyempurnakan yang datang terdahulu? =) Maka benarlah bahwa Al-Qur’an itu bukan karangan Muhammad. Ia bukanlah penyair, juga bukan tukang sihir. Ia juga bukanlah ahli sejarah, apalagi fasih kitab2 suci terdahulu? Tidak. Dia hanya seorang “utusan”, Rasul, hanya menyampaikan apa yang Tuhan wahyukan. Ucapannya tidak lain hanyalah yang diwahyukan, bukan berdasarkan redaksi sendiri menurut hawa nafsunya, diucapkan persis seperti yang telah diajarkan kepadanya, tanpa mengurangi tidak pula melebih2kan… Maka Al-Qur’an, tak ada keraguan di dalamnya. Ia adalah buatan Tuhannya alam semesta, sebagai petunjuk untuk menjelaskan aturan2 Tuhan, demi sebesar manfaat kembali kepada QT, jika mau mengikuti perintah-Nya, menjauhi larangan-Nya, senantiasa percaya, berbaik sangka pada-Nya…

Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu wahyu (Al Quran) dengan perintah Kami. Sebelumnya kamu tidaklah mengetahui apakah Al Kitab (Al Quran) dan tidak pula mengetahui apakah iman itu, tetapi Kami menjadikan Al Quran itu cahaya, yang Kami tunjuki dengan dia siapa yang kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. Dan sesungguhnya kamu benar- benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus.
(Yaitu) jalan Allah yang kepunyaan-Nya segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Ingatlah, bahwa kepada Allah-lah kembali semua urusan. (Q.S. Asy Syuura: 52-53)

Kembali ke “Jalan lurus” =) Ingat bahasan di posting sebelumnya? ;) Kalo belum, bolehlah dibaca lagi ^^; Nach, sebelum QT tutup, lihatlah, kembali QT temui kata “cahaya”… =) Menarik gak? Kenapa Allah memilih redaksi kata “cahaya”, bukan “sinar”, tuk menggambarkan Al-Qur’an? Karena seperti bulan, Al-Qur’an adalah cermin, yang fungsinya merefleksi, memantulkan sinar yang datang padanya. Sementara sinar itu, sumber segala cahaya, tentu tak lain hanya Dialah, ALLAH… Nach, Al-Qur’an, dengan QT membacanya, QT akan dapat melihat “pantulan” kebenaran yang “dipancarkan” melalui tuntunan ajaran-Nya. QT juga akan dijatuhi “cahaya” Al-Qur’an, yang Insya Allah dengan izin-Nya dapat menerangi, membimbing QT keluar dari kesesatan dalam kegelapan, sebagai petunjuk untuk mencapai jalan yang lurus, jalan Allah, menuju tempat kembali yang terakhir, di sisi-Nya… Kembali seperti cermin, Al-Qur’an hanya memaparkan keadaan yang memang sebenarnya, tidak dusta, tidak kamuflase, tidak menjilat, tidak mengada2, tidak cembung, tidak cekung, lurus!! Karena memang ia memandu ke jalan yang lurus. Tinggal bagaimana QT… Maukah bercermin kepada Al-Qur’an, atau masih malu2 atau ragu, atau bahkan malah enggan?! Terserah QT aja sich… Uda pada gede2, konsekuensinya tanggung sendiri yeee? ^^;

Sesungguhnya kamu hanya memberi peringatan kepada orang-orang yang mau mengikuti peringatan dan yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pemurah walaupun dia tidak melihatnya. Maka berilah mereka kabar gembira dengan ampunan dan pahala yang mulia.

(Q.S. Yaasiin: 11)