Alumni Ramadhan #2

Uncategorized No Comments »

(sambungan…)

Hikmah dan Manfaat Puasa

            Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar. Allahu Akbar Wa lillahil hamdu.” Ibadah puasa diwajibkan Allah karena mengandung begitu banyak hikmah. Bagian kedua tulisan ini coba mengupas sekelumit kulit, sedikit, yang ringan saja. Bak kopi panas pahit disajikan pagi buta, cukup menggugah, membelalakkan mata. Kalau kurang manis yaa… Silakan sendiri tambah gula! ^^;

            Ada pendapat sebagian ulama bahwa puasa pada dasarnya terdiri dari 3 tingkatan: puasa orang biasa, puasa orang istimewa, dan puasa orang teristimewa. Puasa orang biasa ialah puasa orang awam yang menjaga perut dan bawah perut dari syahwat yang tak terkendali. Puasa orang istimewa adalah puasa orang saleh, yang tak hanya menahan lapar dan dahaga tapi juga berusaha mencegah seluruh inderanya dari melakukan perbuatan dosa. Adapun puasa orang teristimewa adalah juga puasa hati dari keinginan rendah pikiran duniawi, mencegah sama sekali dari memikirkan selain Allah. Yang bisa mencapai level ini adalah para Nabi dan shiddiqin. Lepas dari golongan mana kita merasa (ukur sendiri), idealnya sich puasa seorang mukmin dapat membuahkan perubahan, perbaikan dalam diri: mengunci lisan, memperbanyak dzikir, menundukkan pandangan, membuka mata hati, mengendalikan nafsu, menghidupkan nurani, kepekaan, melembutkan perasaan, melunakkan jiwa, menanamkan kesabaran, membangkitkan kesadaran, meluhurkan budi pekerti, menajamkan akal dan panca indera, mengembangkan rasa ingin tahu, mendorong kemauan keras untuk belajar, senantiasa haus akan ilmu pengetahuan, menumbuhkan kedisiplinan, menegakkan keadilan, membakar giat semangat berbuat baik, menggairahkan etos kerja, meredam amarah, menyemai suburkan kasih sayang, membuahkan kejujuran, melahirkan ikhlas, ketulusan, membuka cakrawala pikiran, menyehatkan jasmani, menenteramkan ruhani, meneguhkan keimanan, temukan kesejatian diri sebagai manusia seutuhnya dan memahami manisnya hikmah yang tersembunyi di balik perintah; tetes-tetes air di lautan yang berlimpah!

Ilmu kedokteran dewasa ini telah pula membuktikan secara medis-ilmiah manfaat puasa bagi kesehatan. Bermasalah dengan kesehatan? Semoga yang berikut ini sedikitnya menyalakan cercah harapan. Berdasarkan penelitian, saat kita puasa di dalam tubuh terjadi reaksi pembersihan racun, kotoran dan ampas, penyelarasan sistem kerja tubuh, serta relaksasi yang menenangkan pikiran, mendamaikan hati dan meredam tekanan stress. Memberi kesempatan istirahat bagi alat pencernaan, menambah jumlah sel darah putih, meningkatkan stamina dan daya tahan tubuh, menyeimbangkan kadar asam dan basa dalam tubuh, memperbaiki fungsi hormon yang diperlukan dalam berbagai proses fisiologis dan biokimia tubuh, meremajakan sel-sel tubuh, menajamkan panca indera, serta (ehm…) meningkatkan fungsi organ reproduksi. Penting. Untuk eksistensi. ^^; Selain itu puasa juga efektif membantu mengatasi berbagai penyakit di antaranya: pengerasan dan penyempitan pembuluh darah, hipertensi, kanker hati, kanker lambung, diabetes, hepatitis, pendarahan otak, epilepsi, sukar tidur, intelegensia berkurang, segala macam radang, nyeri saraf, nyeri sendi, TBC, bronkitis kronis, asma, flu, ginjal, batu empedu, beri-beri, disentri, trigliserida, malaria, stroke, rematik, maag, sembelit, kolesterol tinggi, ambeien, radang ovarium dan saluran indung telur, tumor leher rahim, pusing, biduran, eksim, kesemutan, menghilangkan kebiasaan ngompol anak, bahkan jerawat dan flek hitam pada wajah! (Dari berbagai sumber) ^^; Eh, bener lho! Gak percaya? Coba saja konsultasi dengan Bu Dokter di klinik, nanti…

Orang yang terbiasa berpuasa juga staminanya terbukti lebih kuat, stabil, giat beraktivitas dan selalu semangat! Koq bisa? Karena sudah terlatih! Dia punya standar daya tahan yang lebih besar dari orang kebanyakan. Bak di film Kungfu Shaolin, siapa rajin berlatih memanggul dua talang penuh air bolak-balik kuil dan sungai tiap hari, otot-otot di tubuhnya tanpa disadari semakin kuat, kekar, terlatih. Lama-lama pekerjaan seberat itu bisa ia lakukan dengan langkah ringan dan hati lapang sambil bernyanyi, bukan tak mungkin ilmu ringan tubuhnya cepat meningkat pesat sekali, hehehe ;D Terlalu banyak nonton Jet Lee! ^^; Kembali lagi, secara mental juga banyak nilai positif yang diperoleh dengan berpuasa. Bisa sebutkan beberapa di antaranya? Apa ya? Puasa membentuk kepribadian, menjadikan kita lebih dewasa, lebih sabar, lapang dada, cermat, berhati-hati, obyektif, peka, perasa, lembut hati, tak mudah cemas, tak tergesa-gesa, tidak egois, fokus terarah, banyak bersyukur, tidak sombong, tidak pelit, tak suka mengeluh, tak mudah marah, mandiri, disiplin, gigih, tegar, berani, bertekad kuat, selalu tersenyum, suka menolong, rendah hati, berprestasi, ikhlas, jujur, apalagi kira-kira? Banyak khan! Koq jujur? Iya donk! Karena orang berpuasa, yang tahu benar dirinya puasa atau tidak khan hanya dia serta Tuhannya? Di depan orang bisa saja pura-pura sedang puasa, saat tak ada yang menyaksikan diam-diam cicip makan atau curi-curi minum, barang 1-2 teguk. Tapi karena ia merasa, sadar pula, bahwa Allah Maha Melihat, akhirnya jadi malu sendiri, teruskan lagi puasanya seraya berjanji tak mengulangi.

Puasa menggembleng mental. Jadi tempe berlapis baja? Oh bukan, dari tempe menjadi baja! ^^; Tidak mudah lemah, tidak gampang berputus asa. Karena kita percaya di balik kesusahan ada kemudahan. Dan sesungguhnya sesudah kesusahan ada kemudahan. Di balik setiap perintah Allah ada hikmah kebaikan yang mungkin belum kita sadari saat ini, tapi coba kita renungi, mari resapi, gunakan kelebihan yang tak dianugerahkan pada makhluk lain kecuali kita untuk mengerti. Bukankah Allah senantiasa menuntun kita menggunakan akal? Maka apakah kita tidak memahami? Ini sekedar kontemplasi, tak sedikitpun terbersit niat menggurui (hwalah, memang saya ini siapalah? ^^;) seperti AA Gym menilai AA Gym, paling tahu kapasitas pribadi, karena itu rasanya jauh dan malu sekali, senantiasa berharap memperbaiki.

Ramadhan adalah satu kesempatan yang sangat baik untuk kita memahami, mengenali, mengembangkan potensi diri. Setiap kita sungguh unik, begitu berharga. Temukan mutiaranya. Asah sampai tajam. Tingkatkan terus kualitas. Tampilkan kilau dalam bentuk perbuatan. Pancarkan indah melalui akhlak yang mulia. Sebarkan cahayanya seperti sang surya membagi sinarnya, merata menghangatkan semua di bumi. Laksana lebah yang diwahyukan Tuhan untuk membuat sarang di bukit-bukit, pohon-pohon kayu, dan tempat-tempat yang dibuat manusia, menempuh jalan Tuhannya, memberi manfaat dengan menghasilkan madu sebagai obat yang menyembuhkan bagi manusia. Ya, ma-nu-si-a! Lebah membuat madu tidak untuk dinikmati sendiri, “jalan Tuhannya” menghendaki lebah memberi manfaat untuk kita. Dan lebah tak pernah sekalipun mempertanyakan apalagi menolak perintah Tuhannya! Maka jikalau boleh bertanya, adakah manfaat yang sudah kita, manusia, berikan kepada penghuni bumi seisinya yang kepadanya kita dipercayakan Tuhan untuk mengelola? (Kalau tidak terpaksa mengatakan, berapa banyak lagi kerusakan di muka bumi yang masih akan kita perluas demi ambisi, nafsu, keserakahan?) Sudahkah kita cukup bermanfaat bagi lingkungan sekitar saja? Bagi orang lain? Sesama spesies manusia?

Puasa mendidik manusia. Bukan sekedar mengekang hawa nafsu, mengatur pola makan, minum dan “itu”, puasa juga melatih kepekaan pribadi dan sosial. Bahkan sebenarnya semua ibadah yang diperintahkan Allah berdimensi ritual dan sosial yang seimbang, seperti perintah mendirikan shalat yang biasanya selalu disandingkan dengan menunaikan zakat. Hablumminallah diimplementasikan secara riil dalam hablumminannaas. Buat apa bergelar Haji kalau tega menyumpal telinga pura-pura tak mendengar tangis lapar anak tetangga sayup-sayup di malam buta? Sama saja dengan ungkapan: buat apa tekun shalat kalau masih rajin maksiat?

Di bulan Ramadhan, aspek sosial puasa diaplikasikan secara langsung oleh umat Islam, berbondong penuhi kewajiban menyucikan harta dan jiwa mereka yakni dengan membayar zakat (fitrah), pungutan sosial yang — mengutip bebas untaian kaya hikmah Bapak M. Quraish Shihab dalam buku “Lentera Hati” — dikeluarkan dengan sikap istiqamah sehingga tidak terjadi kecurangan baik dalam perhitungan, pemilihan dan pembagiannya; bergegas pengeluarannya (tidak menunda hingga berlalu batas waktu, yakni sebelum shalat Idul Fitri); yang akan dibagikan dengan cara mempermudah jalan penerimaannya, diberikan kepada yang benar-benar berhak untuk menerima, yakni (Q.S. At-Taubah: 60): orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, mu’allaf (orang yang baru masuk Islam) yang dibujuk (dirangkul) hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah (fii sabiilillah) serta orang-orang yang sedang dalam perjalanan (ibnussabiil). Pemberian zakat hendaknya jangan sampai menghilangkan air muka (menyebabkan malu) penerimanya, begitu pula sebaliknya, tak menyebabkan terjadi barisan pamer kemiskinan lantaran zakat yang terkumpul ditahan-tahan tak lekas dibagikan. Dengan zakat dibayarkan, kesenjangan antara si kaya dan si miskin jadi terjembatani, menghilangkan dengki, menumbuhkan kasih sayang, menghapus keresahan, melahirkan kesucian jiwa serta ketenangan batin bagi si penerima maupun pemberi zakatnya. Demikian mulia ajaran Islam, adakah kita pernah sejenak sekedar merenunginya? Dalam peristiwa Isra’ Mi’raj yang telah sama pula kita yakini kebenarannya, Nabi Muhammad saw. pun terlebih dahulu menempuh perjalanan horizontal, transit, dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha, maknawi perbaiki dulu hubungan dengan sesama manusia. Barulah setelahnya Allah berkenan “memperjalankan” beliau naik ke langit, vertikal, ke Sidratul Muntaha untuk menemui Tuhannya. Jadi bagaimana puasa kita? Apakah sudah berdampak pada sekelilingnya? Bolehlah kita berkaca lagi, rapikan lipatan dan kerah baju, berdiri dan bersihkan pangkuan dari sisa-sisa remah roti, lalu mulailah ambil sapu dan pengki, bersihkan lingkungan diawali diri sendiri.

Jujur saja, seberapa concern-kah selama ini kita memperhatikan masyarakat, dalam skala kecil, mereka yang terlibat di lingkungan kerja kita? Cleaning service yang setia. Datang sebelum kita datang, bekerja melebihi lama kita kerja, baru pulang setelah kita pulang, terkadang malah kita minta tunggu lembur sampai larut malam. Padahal anak-istri berharap sang ayah-suami bisa pulang cepat buka bersama setiap senja, ternyata atasan yang tidak peka bahkan “mewajibkan” ia tetap puasa hingga malam tiba! Entah lupa atau pura-pura lupa, jumlah bento Hoka Hoka dibanding dengan mulut yang ada saat dihitung selisih jumlah, tebak siapa akhirnya mengalah? Yang dimintai tolong pergi beli makan! Begitu pula petugas satpam yang berjaga 24 jam. Terbayang? Penyusup masuk meletakkan bom yang di-set meledak tepat saat kita masuk kantor esok pagi? Apa jadinya jika tak ada mereka yang mengamankan? Oh, mudah sekali jika Allah menghendaki! Maka pernahkah terucap sekali saja ungkapan terima kasih, minimal senyum tulus yang lahir dari lubuk hati? Saat menyeberangi jembatan, jangankan niat bersedekah pada pengemis pucat kelaparan, melirik saja rasanya menjijikkan, palingkan muka dan busungkan dada. Padahal kalau si miskin mulai berdo’a, awas, hati-hati saja! Merasa terhina, teraniaya, tangisnya berubah jadi supata! Tak ada hijab antara ia dengan Tuhannya, Allah kabulkan, balaskan sakit hatinya!

Manusia-manusia yang terbiasa makan enak sampai kenyang, atau meski enak tapi dibuang (gak diabisin? Sayang2 ^^;), either steak or hamburger, di McD atau di Sizzler, sekedar ngopi sambil ngeceng, puluhan ribu melayang enteng. (Maklum dech: Starbucks, Neng! ^^;) Dengan berpuasa mereka jadi diingatkan, bahkan langsung merasakan (!), betapa di luar sana masih banyak saudaranya yang kesusahan berpanas hujan, mengais sampah mencari makan, kumpulkan keping logam ratusan, perut melilit, mulut meringis, menahan perih, kelaparan. Tidak enak khan? Karena itu beruntunglah kita yang berada dalam posisi yang memberi makan, bukan yang diberi makan. Puasa mendidik kita makan dan minum jangan berlebihan, juga melatih kita jadi pribadi yang lebih toleran, memiliki kebersamaan di masyarakat dengan ikut memperhatikan kebutuhan pihak lain yang juga perlu pemenuhan. Puasa menyadarkan kita: ternyata lapar memang perih, haus itu sungguh membuat letih, tapi siksa Tuhan jauh lebih pedih! Karena itu mari kita segera bertaubat, meminta maaf, mohon ampunan. Dan tak ada saat yang lebih tepat, kini ketika momentumnya bersama kita, selain di bulan penuh berkah, kaya rahmat, berlimpah ampunan. Ramadhan sisa berapa malam?

Laksana sarjana baru diwisuda, tidak berarti perannya berakhir saat tak lagi jadi mahasiswa. Justru peran yang jauh lebih besar menanti mereka di dunia kerja. Begitu pula manusia yang berpuasa. Lepas Ramadhan tak lantas boleh kendur semangat, melemah motivasi, memudar bahkan hilang gairah kerja, pertahankan! Segigih mahasiswa yang mempertahankan disertasi saat bergelut di sidang skripsi! Buktikan kita sebagai “alumni” pesantren Ramadhan memang qualified, layak untuk diluluskan setelah melalui liku perjuangan yang tak ringan! Terus melangkah! Jangan ada kata menyerah! Sesekali mungkin kita terperosok, tapi seorang Abraham Lincoln cukup berkata, “Saya hanya tergelincir, bukan jatuh”, untuk bangkit kembali dan mengejar ketinggalan. Target penerimaan idealnya memang tercapai, effort by effort maksimal sudah dikerahkan, namun bila pencapaian kurang sempurna, atau bahkan tak tercapai pada akhirnya, hendaknya kita realistis dan jangan kecewa. Kita semata terus berusaha, dan setiap usaha sekecil apapun tetap saja ada nilainya! Karena itu sebenarnya tidak ada istilah rugi, selalu bersyukur, tersenyumlah, tetap optimis! Daripada sia-sia buang waktu merenungi kegagalan lebih baik mengupayakan langkah lain yang kita bisa untuk mencari dan menemukan jalan alternatif menuju kesuksesan!

Barangkali ada baiknya jika kita, siapapun orangnya, kapanpun, dimanapun dan dalam peran (baca: jabatan) apapun saat ini dipercayakan, hendaknya selalu berpegang pada perintah Allah yang satu ini: “Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain, dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.” (Q.S. Al-Insyirah: 7-8) Dengan kata lain: bekerja harus produktif, efektif dan efisien. Tak ada jalan pintas untuk mencapai tujuan. Semua melingkari gunung, menanjaki jalan berkelok, setapak demi setapak. Mewujudkan impian harus bangun tidur! Berhentilah mengejar kupu-kupu! Mulailah menggali emas! Putuskan untuk melangkah, saat ini juga! Perjalanan sejauh ribuan mil tetap saja harus dimulai dengan 1 langkah awal. Permulaan yang baik sudah bagus, tapi menyelesaikan apa yang kita mulai adalah jauh lebih penting. Dengan teguh berprinsip “every stone is a stepping stone”, setiap batu yang kita pijak jadikan itu batu loncatan, jangan dianggap batu sandungan, semoga kita dapat terus termotivasi, tetap gigih mencoba, berusaha. Bang Iwan bilang: “Hadapi saja!”

Besar harapan yang ditumpukan, selama kita tak henti upaya dan tak putus berdo’a, percaya? Insya Allah, kita bisa! Hidup ini tempatnya keletihan, kepayahan. Kalau mau enak, ke surga saja! Tapi mau ke surga juga harus bekerja keras, kumpul bekal amal kebaikan sebanyak-banyaknya saat hidup di dunia, supaya saat ditimbang di neraca Hari Pengadilan beratnya bisa melebihi timbunan gunung dosa. Kurangi tumpukan dosa, bagaimana caranya? Salah satunya, ya benar, adalah dengan berpuasa. Bukankah kita hafal atau at least pernah dengar Nabi saw. bersabda, “Barangsiapa berpuasa Ramadhan dengan keimanan dan keikhlasan, maka diampunilah dosa-dosanya yang telah lalu”? Karena itu tak usah gelisah, harusnya susah sudah biasa. Seorang bayi yang baru lahir pun sudah tahu bakal hidup susah, barangkali karena itu ya ia berpikir: lebih baik menangis dulu, baru tertawa kemudian?!! ^^; Seperti Bon Jovi yang tetap energik dan optimis meski usia tak lagi muda, masih ingat lagunya? “Hey, Man! I’m alive, I’m takin’ each day and nite @ a time, I’m V-lin’ like a Monday but someday I’ll B Saturday nite!” Prinsipnya, bekerja saja dulu, kalau sudah saatnya pasti akan menuai hasilnya. Kalau sudah terbiasa kita akan menikmati asyiknya bekerja, seperti penemu terkenal Thomas Alva Edison yang memegang hak paten lebih dari 2000 penemuan, ketika ia berkata, “Saya tidak pernah bekerja seharipun dalam hidup saya. Semuanya adalah keasyikan.” Jadi mari kita hadapi dan nikmati, lalu selesaikan 1 demi 1 (1 @ a time) tanggung jawab yang diamanatkan. Berikan sentuhan pada tiap upaya terbaik yang bisa kita persembahkan! Satu lagi indikasi bahwa puasa kita sudah berhasil, punya arti, bernilai manfaat dan bermakna penuh kesan! Tak perlu risau apalagi gusar dengan penilaian orang lain, yang penting kita sudah melakukan apa yang seharusnya dilakukan! Penilaian itu hanya dari Allah, tidak butuh dari makhluk-Nya! Inilah yang disebut ikhlas, niat lillahi Ta’ala. Sebelum kita mulai bekerja atau melakukan apapun juga, ingatlah selalu Rasul anjurkan, hendaknya awali dengan basmalah: Bismillaahirrahmaanirrahiim… Dengan menyebut nama Allah, bukan agungkan nama Dirjen! Tak memuji Kepala Kanwil, atau merayu calon mertua, apalagi sembah berhala! Bukan supaya dilihat atasan, agar disegani rekan sekerja, atau dikagumi oleh bawahan. Tak sedang mengamankan DP3, apalagi terpaksa, daripada kena SP-3?

Semoga Ramadhan meninggalkan kesan yang mendalam, terukir di sanubari, terpatri dalam jiwa, membekas tak lekas pudar, secemerlang kening yang enggan melepas sujud. Semoga tetap rajin bangun malam yang tak sekedar melepas hajat ke kamar kecil lalu kembali tidur lagi. Oh Tahajjud, Witir, Fajar; duhai Dhuha, Rawatib-ku; tadarrus dan tadabbur Qur’an moga jadi kebiasaan; rajin shaum Senin-Kamis biar jadi kecintaan; dzikir lisan diikuti kalbu seiring desah hembusan nafas; dzikir akal serta amal selama hayat di kandung badan; tiada hari tanpa sedekah, tebar salam dan senyuman; jalin ukhuwah, persahabatan, silaturrahim jangan tinggalkan. Niat tulus ikhlas, bekerja sungguh-sungguh, berdo’a sepenuh hati, dan tawakkal berkeyakinan. Semoga Allah memelihara…

Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar. Allahu Akbar Wa Lillahil Hamdu.” Menurut Rasulullah saw. ada 2 kegembiraan bagi orang yang berpuasa, 1 pada saat ia berbuka, dan 1 lagi pada saat nanti ia bertemu dengan Tuhannya. “Hai manusia, sesungguhnya kamu telah bekerja dengan sungguh-sungguh menuju Tuhanmu, maka pasti kamu akan menemui-Nya.” (Q.S. Al-Insyiqaq: 6) Ini sekali-kali bukan khutbah Idul Fitri, juga sama sekali bukan kurang ajar mengajari, apalagi hwalah, numpang tenar dan cari sensasi? ^^; Ya Allah, to-long! Faghfirlii… Semoga ibadah puasa kita diterima disisi-Nya dan kita semua termasuk yang Allah janjikan beroleh rahmat dan ampunan-Nya serta dijauhkan dari siksa api neraka. Insya Allah, Amiin… Yang benar datangnya dari Allah, segala kesalahan bermuara pada diri yang ringkih ini. Selamat Hari Raya Idul Fitri. Minal ‘Aidin Wal Faizin. Mohon maaf lahir dan batin… ;)

Penulis adalah pegawai Bagian Kepegawaian KPDJP diperbantukan pada JICA (Japan International Cooperation Agency) Expert Office

Catatan Kido:

Tulisan ini pernah dimuat di majalah Berita Pajak edisi Lebaran dech pokoknya, taon lalu kalo ga salah ^^; Wuaaa ga sempet dicari lagi! ;p Ini aja buru2 copy paste lagi koq! Besok cuti wakaka! =D F nice long holidayyyyy!! ^________^;v Huehuehue, oh pada masuk ya? ;p Xiaaannnnnn ^^; Wakakaka =D C U again! Sekedar wat bacaan while I’m not around! ;) Sekalian menyambut bulan puasa…

Kalo Kido banyak salah, tulus Kido mohon maaf ya! ^^;v Kido juga uda maafin men-temen koq! SEMUANYA!! Tnx yaa! Sampe ketemu Ramadhan… Insya 4JJI… =)

KIDO KAMEN =)

Alumni Ramadhan #1

Uncategorized No Comments »

“ALUMNI” RAMADHAN: SEKEDAR RENUNGAN

Oleh: Dhimas Wisnu Mahendra

Hikmah di Balik Perintah

Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar. Laa ilaaha ilallahu Allahu Akbar. Allahu Akbar Wa lillahil hamdu”. Gema takbir membahana begitu syahdu menyentuh kalbu. Membekaskan kesan penuh makna yang, tak terkatakan, jauh lebih mendalam dibandingkan, katakanlah, nuansa kebanggaan dalam gaung “Godeamus Igitur” yang cukup menggetarkan dan sempat bikin mbrebes (menitikkan air mata). Detik-detik menjelang wisuda, getir dan manis roman perjuangan semasa bergumul di universitas kembali terlintas. Kini semua jerih usai tuntas terbayar lunas. Alhamdulillah! Lulus wuooiiii!!!… :D Lantunan pujian hari kemenangan di hari yang fitri ini pun sekali lagi tulus mengagungkan kebesaran asma Allah sebagai ungkapan rasa syukur kita setelah selama 1 bulan penuh berhasil melampaui berbagai gemblengan, uji ketabahan dan kesabaran dengan berpuasa, latihan khusus yang dipersiapkan Allah untuk manusia-manusia pilihan dan istimewa yang “terpanggil” untuk mengikuti “diklat” Ramadhan.

Hai orang-orang yang beriman…” Yang nggak beriman nggakHai”! Lhoo? Jangan tersinggung, ini bukan canda, karena memang seruan Allah hanya bagi yang “merasa”. Bukankah tidak diserukan: “Hai orang Islam” atau “Hai manusia”? Walaupun Anda Islam, tentupun manusia, kalau memang merasa beriman pantasnya nggak perlu pake nggerundel, ikhlas saja sukacita menjalankan ibadah puasa sebagai 1 kewajiban yang kita yakini sepenuhnya bahwa tujuan diwajibkannya adalah untuk kebaikan kita juga. Anda percaya? Puasa bukan ajang penyiksaan, tak pula hendak memberatkan. Bukankah Allah tidak menyebutkan: “Aku wajibkan kamu berpuasa”? Tapi telah dengan teliti memilih redaksi yang bernada pasif: “diwajibkan”, tanpa subyek? Artinya apa? Allah tak menghendaki kita mengerjakan perintah-Nya atas dasar keterpaksaan atau merasa terbebani. Mengapa tak menyebut subyek? Implisit tersirat makna, di samping Allah memerintah hamba-Nya, bisa jadi kita sendiri yang nantinya dengan sadar “mewajibkan” masing-masing diri untuk gemar berpuasa, setelah tahu betapa besar manfaatnya bagi lahir dan batin kita. Benar! Masih belum percaya?

Ramadhan oh Ramadhan, 11 bulan dirindukan, kembalimu dinantikan. Hadirmu disambut penuh harapan, damaimu menenteramkan, dalam hati bersemayam. Sejurus jenak kangen baru terobati, sepeminuman teh rasanya belum habis dinikmati, begitu cepatkah kini Engkau harus beranjak lagi? ;( Ramadhan datang, Ramadhan pergi. Bak ksatria pengembara, melanglang buana kemana suka, langkahkan kaki tebarkan rahmat cinta, kebaikan, berkah karunia, kedamaian bagi semesta. Beruntung mereka yang sempat bertemu hangat sapanya, serta merugilah yang menyia-nyiakan singkat dan langka pertemuan dengannya tanpa beroleh hikmah sesuatu apa selain dari lapar dahaga. Kini tiba saatnya wisuda. Semoga kita tak hanya lulus dengan IP sekedarnya, tapi sukses summa cum laude sabet predikat sarjana “muttaqiin”. Insya Allah, Amiin

Puasa, dari kata shiyam, artinya “menahan diri”. Manusia, kita tahu, sulit sekali bisa lepas dari kebiasaan. Sebelas bulan kita terbuai dilenakan, bergelimang kemaksiatan berbungkus indah pelangi kemasan sehingga timbul keraguan bahkan kecenderungan mencampuradukkan yang halal dengan yang haram. Seperti garam lebur dalam masakan, budaya konsumtif materialistik begitu mudah larut. Deras menerus mengaliri pembuluh darah kita, menembus dan membius sistem imun di dalam tubuh sehingga semakin lama kian sulit dibedakan yang mana racun dan mana nutrisi. Menyatu jadi bagian hidup, santapan sehari-hari… Dengan kita tekun mengikuti latihan pengendalian diri yang intensif dan kontinyu, berpuasa sebulan lamanya, berusaha mengekang hawa nafsu, menahan diri dari mengikuti kebiasaan buruk yang dengan atau tanpa kita sadari telah mengkristal jadi hobi; kita bulatkan azam (tekad) dengan penuh kesadaran, berusaha mendekonstruksi gaya hidup dan budaya lama yang menyajikan kenikmatan semu sesaat tapi mengorbankan investasi jangka panjang. Setelah pilar-pilar keropos diruntuhkan, dimulailah fase pembentukan ulang, rekonstruksi kebiasaan baru yang lebih kokoh dan bernafas Islami, terarah, terkendali, bermaslahat dan diberkahi.

Ramadhan, dari akar kata yang berarti “membakar” atau “mengasah”, hadir sebagai tanda seru, peringatan: bagi yang lalai dan tengah lupa jangan terlena berlama-lama, yang tersesat supaya cepat mencari jalan untuk selamat, yang kebingungan agar tak hanya diam terpaku di persimpangan, dan yang terperosok agar segera merangkak keluar dari kubangan. Kembali temukan titian, jalan lurus yang terbentang lagi diridhoi Tuhan. Ramadhan pula kabar gembira: bagi yang bersabar menanti datangnya, senantiasa berharap diberi kesempatan untuk menjumpai lagi wajah lembut penuh kasihnya, membakar dosa-dosa, mengasah ketajaman spiritual, mematangkan stabilitas mental, menempa ketahanan fisik, membasuh bening jiwa, meluruhkan segala noda, sucikan diri dan bersihkan hati dengan taubat dan munajat, mohon anugerah dan jaminan keselamatan di sisi-Nya, dimasukkan dalam golongan “orang-orang yang bertakwa”, harapan kita semua? Insya Allah, Amiin...

Seperti telur dan anak ayam. Penggemblengan puasa tak ubahnya kehidupan di dalam telur. Proses pembentukan janin, persiapan fisik hingga penguatan mental, supaya si anak ayam memperoleh bekal kekuatan yang cukup untuk menggedor, meretakkan hingga meruntuhkan dinding-dinding kulit telur yang menghalangi dirinya dengan dunia luar, yang tak lagi merupakan lautan cairan putih dan kuning telur melainkan udara bebas yang bisa puas dihirupnya. Tidak terkaget-kaget dengan perubahan cara bernafas (baca: hidup), tegar bertahan dari terpaan angin jahat dengan bulu-bulu hangat yang cukup lebat (yang tumbuh menebal seiring proses selama “puasa” di dalam telur), merentangkan sayap gagah berani serta penuh percaya diri seolah menyatakan kesiapannya menjalani fase kehidupan, kali ini “yang sesungguhnya”. Demikianlah kiasan puasa — meminjam perspektif “seekor” ayam: mempersiapkan manusia jadi “manusia”.

Lebih konkrit lagi, seperti ulat dalam kepompong. Saat ulat diilhamkan Tuhan memasuki kepompongnya, ia harus mengorbankan segala indah dan nikmat cita gemerlap dunia, meninggalkan kehidupan suka ria alam bebas, memasuki sempitnya lorong, kegelapan sempurna dalam kepompong, diwajibkan puasa pula! Kesian dech loe! Tapi tanpa membantah (tak seperti segolongan “makhluk berakal” yang memandang diri begitu mulia, meski diciptakan dari nuthfah yang hina tapi sungguh amat nyata pembangkangannya) ulat tunduk dan tanpa keraguan mematuhi titah Penciptanya. Meski kian lemah keadaannya, berangsur kehilangan daya di dalam pekat, kesunyian dan kesendirian yang bagai tanpa akhir, ia hanya pasrah dan tawakkal pada kehendak Tuhannya, senantiasa berbaik sangka bahwa Dia tidak mungkin menyia-nyiakan pengorbanan kepatuhannya. Lalu apa balasannya? Look! Up above!… ^^; Tuhan Maha Pengasih kepada para hamba-Nya yang sungguh-sungguh menjalankan segala perintah dan menjauhi larangan-Nya. Ulat yang berasal dari tanah kotor berlumpur, karena ikhlas berpuasa (benar-benar puasa lho! Coba buka lagi catatan IPA-nya! ;P) diangkat derajatnya oleh Allah yang ridho padanya, dijadikan makhluk cantik bersayap indah, terbang lincah kesana kemari, menghiasi dan “menghuni langit”, bersyukur girang tak henti menari, sebagai kupu-kupu!

Bagaimana manusia? Apakah kita lazim mempertanyakan alasan di balik tiap perintah-Nya? Seolah kita tak jua percaya bahwa apapun yang diperintahkan Tuhan sesungguhnya adalah demi kebaikan dan kelak pada kita kembali berpulang? Ragu manfaatnya? Beranggapan Tuhan kejam? Otoriter? Diktator? Tirani? Memaksakan kehendak? Ketika pertama kali dilahirkan ke dunia apakah kita mempertanyakan mengapa dilahirkan oleh ibu A bukan B? Mengapa dari etnis C bukan J? Berjenis kelamin P bukan L? Apakah kita lantas memrotes Tuhan yang seolah tak memberi hak untuk memilih? Jadi NT KG terime?

Anak ayam berbisik pada kupu-kupu: “Memang manusia itu makhluk yang teramat sedikit bersyukur, ya Pu? Bukankah Tuhan telah menjadikan bumi sebagai tempat menetap dan langit sebagai atap, menundukkan untuk kepentingan manusia semua yang di langit dan di bumi dan menyempurnakan untuk mereka nikmat-Nya lahir dan batin? Dialah Yang menciptakan, menyempurnakan kejadian, menjadikan susunan tubuh manusia seimbang, membentuk dan membaguskan rupa mereka sebagai makhluk yang telah diciptakan dengan bentuk sebaik-baiknya. Maka jika mereka menghitung-hitung nikmat Tuhannya niscaya mereka tak akan sanggup menghitungnya. Sungguh Tuhan Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Dia bahkan, dengan segala besar hikmah-Nya, memilih makhluk yang gemar merusak dan menumpahkan darah ini (yang menjadi alasan malaikat sampai memberanikan diri mohon interupsi) sebagai “khalifah” yang akan mengelola dan memakmurkan bumi! Bahkan gunung pun bergetar hebat saking takutnya, rasa tak kuasa menanggung berat beban amanat. Manusia memang kuat! Wow! Hebat!!”

Kupu-kupu menggeleng perlahan, “Tapi, Yam? Kenapa saya jadi bertanya-tanya yaa? Sebenarnya mana yang lebih bodoh? Hewan seperti kita yang tak diberi akal pikiran, atau mereka yang dengan segala kebijaksanaan yang tak kita miliki masih berani mendebat perintah Tuhannya yang sungguhpun adalah demi kebaikan mereka? Bukankah ketika seorang ayah manusia melarang buah hatinya yang masih balita dari merengek-rengek minta dibelikan es, larangan sang ayah itu lantaran ia sayang pada anaknya? Karena tahu es hanya membuat pilek, tidak ingin  anaknya sakit. Tapi si anak yang tak mau mengerti justru menangis kian menjadi, tak sadar bahwa larangan ayahnya adalah demi kebaikannya. Begitu pula ketika ibunya memerintahkan untuk belajar. Bersungut-sungut, si anak tetap enggan beringsut, emoh tinggalkan layar TV-nya. Padahal ingin sang ibu belahan jiwanya bisa jadi pijar di pucuk kebanggaan, sarat dengan prestasi, yang terbaik di kelasnya. Mengapa manusia belum juga meresapi makna takwa yang mereka sendiri beri definisi ‘mematuhi segala perintah-Nya, menjauhi larangan-Nya’? Lidah manusia sungguh lihai bersilat kata.” Ayam terdiam. Ia tak pernah berpikir sedemikian jauh. Sebenarnya ia memang tak pernah berpikir. Ia, seperti kupu-kupu, hanya mengikuti naluri alamiahnya sebagai hewan yang tak punya akal. Lain halnya dengan manusia… Alow? Manusia???

            Lebaran mudik? Naik kereta api? Rebutan tiket, berjubel dan berhimpit, tak dapat tempat duduk, sengsara nich yee? :P C’est la vie! That’s life, Maan! Sesungguhnya kita pun tengah melakukan perjalanan, di dalam gerbong kehidupan dunia yang fana dan penuh kesengsaraan, melaju cepat berpacu kilat atas rel waktu, menuju stasiun pemberhentian terakhir yakni kematian, gerbang mencapai tempat tujuan yakni keabadian, kehidupan hakiki, akhirat nanti. Idul Fitri bersama keluarga, merayakan di kampung halaman, sungguh menyentuh jadi idaman. Kita semua ingin pulang. Kita semua akan “pulang”. Tapi pulang seperti apa yang kita harapkan?

Dalam gerbong kehidupan dunia berjubel manusia berebut kursi, mengincar tempat duduk ruangan eksekutif, jika perlu menduduki posisi strategis, kursi masinis, bermanis-manis sampai mengemis. Lucu? Padahal jabatan hanya seragam, seperti yang dikenakan kondektur dan masinis, suatu saat pasti dilepas jua. Memang enak pakai seragam? Demi lancarnya perjalanan, untuk kebaikan bersama, penumpang yang lain memang mesti setuju dan mematuhi, tunjukkan karcis saat diminta, pasrah ikuti kemana masinis membawa KA. Tapi jika masinis seenaknya arahkan kereta bukan ke tujuan semula, penumpang semua pasti marah padanya. Seharusnya berlebaran di Purwokerto, malah terdampar di Purwakarta! Atau masinis ugal-ugalan, bak angkutan kejar setoran, membahayakan keselamatan, baik kambing yang lagi nyebrang maupun penumpang yang kompak jantungan, lagi-lagi diserapahi! Jadi? Memang enak pakai seragam?

Ibarat sebuah panggung sandiwara. Setiap insan punya 1 peranan. Agar pementasan mendulang sukses tiap pemain harus menghayati lakon masing-masing. Yang kebagian jadi badut tak usah iri pada pangeran, dikutuk jadi nenek sihir jangan baca naskah puteri raja. Konsentrasi! Nikmati peran yang kita punya! Dan yang paling penting: perankan sebaik-baiknya! Penonton tersihir bukan oleh kostumnya, tapi terpesona kuat karakter kesungguhan pemainnya! Masyarakat dan Wajib Pajak tak peduli siapapun Kepala Kantornya, yang penting pajak yang telah mereka bayarkan tidak raib sia-sia, bisa berguna membantu negara menyejahterakan semua rakyatnya. Jajaran DJP pun saya percaya tak masalah petugas yang mana, yang jadi concern adalah semua sama bekerja keras mengejar deadline, mencapai target penerimaan, mewujudkan visi dan misi kita, yakni apaaa?! :D Waddhuhh, kereta sudah jauh berkelana, kalau arah tujuan pun sampeyan masih belum jelas, lebih baik turun saja! Ini mau ke Yogya, Mas! Kalau ke Bogor naik Pakuan, sana! ^^;

Bersambung…

Save d’Best 4 Last =)

Uncategorized No Comments »

L8ly Ds days I’ve Bn thinkin’… On Dp’r thoughts, C what I mean? =) About d’way I live my life, my love life, n d’LIFE itself ^^; So much 2 think, so many events passed me by, n I’m still HERE? G@ REAL!! Guess I gotta continue flowin’ n go on with life? Oh well… But Frythin’ turned out 2 B so complex n compliK8d I couldn’t even V-gure where 2 start, I mean 2 write… Sigh! Guess just jot down all d@ comes up in mind n l@ writin’ goes… Not ac2LE of my usual writin’ habitual d@ is structured n organized, but sumtimes we F 2 do it in a slight diffrN way, so I guess it’s OK! I’d just write n l@ river flows…

Talkin’ bout river, hmm, good 2 start with I think! =) Apa yang membedakan air di sungai dengan air di muara? =) 2-2nya sama2 air, sama2 jatuh dari langit, dari sumber yang sama yakni hujan, tapi mengapa berbeda? Jawabnya karena air di sungai TERUS MENGALIR!! =) Begitu pula hidup, QT ga hidup di alam statis, segala sesuatunya dinamis, terus bergerak, berkembang, mengalir, tidak diam seperti air di muara. Air yang tidak mengalir, suatu saat perhatikan aja, pasti berbau! Tapi coba air sungai, walau sepanjang perjalanan bergulat dengan tanah dan bergumul dengan lumpur, tetap saja airnya sejuk dan segar! Beningnya tak dapat ditipu, bahkan kekuatan alirannya walau kecil jika konstan sanggup membelah karang menghancurkan batu! Rahasianya satu: TERUS MENGALIR…

Begitu pula kehidupan manusia. Hanya manusia2 yang TERUS MENGALIR, terus bergerak, belajar, senantiasa memperbaharui dirinya, in skill, knowledge, attitude, Frythin’! Merekalah yang mampu MENERJANG berbagai perintang dan menyelusup menembus relung2 hidup yang berliku2 dengan keliatan yang teruji tahan. Merekalah pribadi2 yang kelak akan sukses dalam HIDUP, baik di dunia maupun (semoga) akhirat! Tentunya jika orientasi mereka pun menuju ke sana!

Good! Now we’re headin’ 2 next topic! On rite track, so still stick with…

Sekarang soal orientasi dalam kehidupan! Mau cerita sedikit… Beberapa, yach, bulan, tahun yang lalu… “Kesadaran” bisnis Kido baru aja mulai tumbuh ^^; Ga pungkiri, faktor lingkungan berpengaruh besar membentuk sudut pandang yang kian mengerucut mengarah satu poin. Maksudnya begini, lingkungan waktu itu yang notabene banyak bergaul dengan teman2 kampus di Binus yang mayoritas tentunya etnis Tionghoa, mengajarkan banyak hal yang bisa Kido ambil segi positifnya! =) Oya, salah satu prinsip Kido adalah “BELAJAR ITU BISA DARI MANA AJA, SIAPA AJA, N KAPAN AJA”. Jangan lihat siapa yang mengatakan, tapi dengarlah apa yang dikatakan. Kalo memang bagus, kenapa ga diambil jadikan pelajaran? ;) So fine with me! =) N I’m gr8ful 4 dose who F taught me, realize it or not! ^^;

Kembali lagi… Menarik, melihat betapa teman2 khususnya yang kuliah malam bersama Kido, rata2 sudah bekerja, dan banyak di antara mereka yang merintis usaha jadi entrepreneur… Wirausahawan, menarik! Terus terang Kido suka gagasan entrepreneur! It takes CHALLENGE, n COURAGE, S well mention RISK!! I mean, heyy, life won’t B meaningful without such rite? ;p d@’s what make d’ride full of thrill, worth 2 take! ;) So NEway, background Kido yang notabene PNS (ketauan dech ^^;) tentunya sangat berbeda dengan kemelut gelut yang dibeluti mereka (dibeluti apaan sich? ;p Istilah Kido aja, maksudnya ulet kaya belut! ^^; permainan rima kata ;p hehehehe) Tapi justru disitulah Kido merasa TERTANTANG!! =D It’s a NEW GAME!! A NEW CHALLENGE!! I M a MAN who LOVES CHALLENGE! So Kido langsung jatuh cinta di pandangan pertama! ^^;v Wekekeke kira2 begitulah…

Tapi mungkin karena naluri Piscean juga ya? =) My sensitivity level is best among all zodiacs!! =D (katanya lhoh! ^^;v) d@’s Y I Kn sNs “danger” when it approaches, yach kaya sensor laba2nya Spiderman gitu dech! ;p N itu adalah bekal yang cukup hebat dalam dunia bisnis, (katanya ini juga sich! ^^;) in2ECn!! Tinggal mengembangkan soft skills yang lainnya, business ethics, know-how 2 communik8, persu8, negoC8, S well S 2 equip my knowledge with updated basic business, financial, marketin’ management! N on Ds, I F just found perfect book 4 me 2 read Ds days: The 10-Day MBA!! A step-by-step guide to mastering the skills taught in top business schools! Yup! ;) I intended 2 take MBA 4 my next future degree, doain ya! Insya 4JJI, Amiin! Thank you =) Ya-hoo!! =D Spidey hangs on d’web!!! ^_______^;v Back 2 basic instinct (bukan “yg itu” lho! ^^;) me S a Piscean also punya sifat “mengamati” sebelum bertindak. Reaksi pertama ikan, tau khan? Kalo diserang biasanya menghindar dulu menjauh, baru dari jarak yang cukup aman dia akan melihat seberapa “besar” lawan yang dihadapinya (in most of the time, it was NFR Bn S “BIG” S it 1st Cmd! Put Ds in mind, oh yeah I lrnt! ;p) baru kemudian menyusun strategi untuk memberi GYAKKU-TEN!! STRIKE BACK!! Pukulan balik yang, kalo kata guru silat dulu, cukup sekali tapi POWERFUL!! Langsung bikin K.O. lawan!! Klepek2!! ^^; Kayanya ada yang merasa? Hehehe ;p Sorry ya Bro! ^^;v What Kn we learn from Ds? Yang pasti Kido uda belajar untuk GA PANIKAN dalam menghadapi suatu masalah! Analisa dulu SWOT lawan dan diri QT, baru tentukan langkah terbaik selanjutnya! =) Begitu khan? ^^;

So, kembali ke cerita tentang temen2 di Binus n naluri bisnisnya! Harus diakui, teman2 QT (mungkin faktor keturunan ya?) di sana punya naluri n bakat bisnis dasar yang lumayan, tinggal di asah sedikit lagi aja uda langsung “jalan” dech, lain ama (maaf niyy ;p) men-temen pribumi yang terus terang aja pola pikirnya kadang masih banyak yang kolot, konservatif banget, yang penting uda punya kerjaan, yang penting uda jadi PNS, dapet gaji, dapet pensiun, masa depan “terjamin”, uda puas! Setidaknya gitu anggapannya ^^; Padahal… Hehehe…

Ga segampang itu! Nyatanya kebutuhan hidup manusia seperti maling yang selalu selangkah lebih maju daripada polisi, juga selalu bertambah hingga sulit diimbangi dengan penghasilan QT! ^^; Disinilah gimana ke-“kreatif”-an mencari tambahan penghasilan QT diperlukan! Gaji PNS berapa sich? ;p Cuma menang prestise aja kali! ^^; Emang salahnya QT2 ini dididik untuk jadi orang yang ga bermental bersaing! Waktu di ceqola aja “budaya” bertanya susah diterapkan! Padahal kritis itu perlu juga lho! Melatih mental berani, mengasah sejauh mana pemahaman diterima. Sayangnya, yang umum dalam pandangan sebagian besar orang QT, pekerjaan yang “benar” itu adalah yang duduk2 manis dalam kantor, punya jabatan, punya kursi sendiri, tiap bulan dapat gaji, di jajaran birokrasi… Sementara pedagang, salesman, wirausaha dll. dipandang sebelah mata sebagai job “kelas dua” ^^; Padahal coba bandingin, berapa gaji PNS or Polisi? 1-2 juta? Per bulan? Sekarang berapa yang diperoleh tukang bakso per harinya? 1-2 juta juga! Per hari lho!! ;) Bahkan tukang ngamen dipinggir jalan yang cuma modal 3 tutup Teh Botol dan sepotong kayu berpaku kecrek2 coba tanya sehari dapat berapa? No wonder berapa kalipun digaruk oleh Kamtib dan ditempatkan di panti sosial diberikan keterampilan, tetap saja ujung2nya balik lagi balik lagi ngamen di perempatan! Abis enak sich! Cara instant jadi OKB! NT mau coba? ;p

Jadi masih puas n berbangga diri dengan “status” semu yang keliatan “lebih terhormat” padahal kenyataannya bikin skak mat? ;p Kalo Kido ngomong gini bukan berarti ngeremehin pekerjaan PNS or Polisi. Kerja apa aja yang penting halal dan baik Insya 4JJI berkah! =) Tapi juga itu tadi, jangan karena dari sudut “terpandang” jadi PNS udah “Wah” lantas QT jadi meng-under STm8 pekerjaan yang kesannya remeh2! All I’m tryin’ 2 say is: “EVERYTHIN’ MAY NOT BE AS IT SEEMED”… So tetap berpegang pada prinsip tawadlu, rendah hati, prinsip Kido: “HIGH PROFIT but LOW PROFILE” Wekekeke ;p Supaya ga malu kalo ternyata yang QT anggap bukan apa2 n biasa aja, ternyata LUAR BIASA!!! ^______^;v

Seperti air yang tenang menghanyutkan. Sebenarnya banyak yang bisa QT ambil pelajaran di alam. Batu karang tidak pecah oleh sekali hempasan keras gelombang tsunami! Tapi satu saat bisa retak dan hancur hanya oleh tetesan2 air yang konstan dan terus-menerus jatuh di atas titik yang sama! CONSTANT & CONTINUOUS IMPROVEMENT! STAY FOCUS!! I F lrnt! Itu kuncinya!! … =) So sekali lagi NFR Under STm8 kekuatan air yang mengalir walau wujud geraknya hanya berupa tetesan ataupun rembesan! Karena itu lebih baik daripada air berkubang yang tidak pernah kemana-mana!! Jadi kalau tiap2 diri QT adalah setetes air, NT mau jadi tetesan yang mana? ;)

Kembali ke alam nyata. Belum selesai cerita tentang naluri bisnis men-temen Binusian QT. Terus terang, dulu banyak yang tertarik mengajak Kido bergabung dalam bisnis, apapun bentuknya, mulai dari kerjasama hingga yang banyak dilakoni mahasiswa yang “belajar sambil bekerja”, yup! Multi Level Marketing… Sebelumnya maaf wat men-temen yang uda berbaik hati memberi tawaran, tapi seperti Kido dah bilang tadi, S Piscean, my nature n 1st reaction in response is 2 stay aware n stay away… @ least from a certain distance… 2 Qp N I n analyze my NME… Kido ga suka pake istilah “musuh”, mungkin “lawan” B more like it?! ;p Bukan berarti Kido langsung menolak mentah2, ga gitu khan? ;p Toh tetap Kido pelajari sistemnya, aturan mainnya, simply semuanya =) Karena bagaimanapun ini adalah hal baru yang menantang, n Kido uda bilang, YES! I LOVE CHALLENGE!!! =) Cuma tentu aja QT mentang2 uda nemuin tantangan, ga bisa langsung maen sabet, bat! Bet! Hajar blehhh! Langsung terjun nimbrung! ^^; (Maklum darah muda! ;p) Cuma kalo grabak-grubuk grusa-grusu nanti dalam pertempuran sesungguhnya, bisa2 belom dapet apa2, lebih dulu MATI KONYOL!! =D

Ya! Kido juga uda belajar, dari Kitab Sun Tzu! (Nach lho! Kebanyakan bergaul ma temen2 Chinese jadi bacaan literaturnya pun ikut2an? ;p Hehehe ga juga! Dari dulu juga uda suka ama Kwee Ceng n Yo Ko dari Legend & Return of the Condor Heroes!! ;p) Aturan dasar, rumus pertama dalam pertempuran itu apa?!

“KENALI DULU LAWANMU!!!” =)

Kalo dalam istilah kerennya, DO “SWOT” ANALYSIS!! Strength, Weakness, Opportunity & Threat, semua unsur2 yang menjadi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman harus QT analisa baik2, sebelum memutuskan mo GO or NO GO!! ^^;v Itu berlaku bukan hanya dalam bisnis, tapi dalam berbagai segi aspek kehidupan! Emang bener koq! =) Makanya Kido bilang, terlepas dari siapapun yang ngomong, kalo emang omongannya itu bener ga ada salahnya khan QT adopsi? ;) HATI2 itu PERLU…

Dan memang Kido ga langsung main tolak mentah2… Diam2 di belakang pun sebenarnya Kido uda melakukan field research, membandingkan antara MLM sejenis dengan jenis lainnya, mempelajari system serta grand design masing2, perbedaan dan apa yang menjadi UNIQUE KEY of each 1, apa yang mereka “JUAL”?! Dan apa yang bisa secara realistis QT “BELI” nantinya?! =) Mimpi boleh, tapi harus REALISTIS… Dan setelah serangkaian penelitian mendalam (cieee, biar keren gitu! ^^;) ya Kido ga akan release Evaluation Report-nya ;p tapi cukuplah prinsip hidup yang menjadi pegangan n bisik halus nurani menjadi dasar wat Kido tuk berkata, “SORRY YOU GUYZ, BUT TRULY I CAN’T GO WITH THIS”…

Tnx b4 4 Ur offerings… =)

So mungkin ada (banyak?!! ^^;) men-temen yang geregetan, UGGGH!! Ini anak, uda diterangin, disediain waktu, disabar2in, diprospek, diajarin begini n begitu, dikasih gambaran sejelas2nya, ditawarin, koq masih kekeuh juga ga mo gabung ama QT2? BEGO AMAT sich!! Yach kasarnya begitu, mungkin!… Ya ga? ^^;

Kido paling senyum aja… =)

Senyum yang menyimpan arti n misteri ^^; (cieee sinetron banget deyy!! ;p) But it’s OK! Kido maklum koq! =) Mungkin mereka pikir I couldn’t C what they could C (or so they thought! ;p) Mereka hadir menawarkan impian masa depan yang kemilau menjanjikan… Dan ga dipungkiri sebagian ada yang memang berhasil mewujudkannya, Kido salut n angkat jempol wat mereka!! =) But again, it takes more Hard Work dN just 2 Dream n wait until it all comes true…

Yang mungkin bikin mereka makin heran saat Kido katakan: TIDAK TERTARIK… Hehehehe, ini orang BEGO koq ga ketulungan??? ^^; Siapa sich yang ga mau punya duit melimpah gak pernah habis, punya rumah mewah, tanah berhektar2 dimana2, mobil berkelas minimal 2, sawah ladang menghasilkan, punya kapal pesiar, kerjanya traveling, shopping di luar negeri, membeli apapun yang bagi banyak orang mustahil tuk dibeli! Masih muda kaya raya, sudah tua foya2, hidupnya berpesta pora, matinya pun masuk surga??? ^^; Bener2 hembusan angin surgawi… Lagi2 Kido paling senyum aja… =)

Bukannya ga boleh, sah2 aja, toh mereka juga kerja keras menggapainya! Bagi Kido sepanjang niatnya benar, caranya juga dengan cara yang bisa dibenarkan, ga rugiin orang lain, ya silakan! Kido doakan semoga jadi berkah! ^^; Kido sendiri ga berhenti usaha! Siapa bilang anak muda ga boleh jadi kaya?!! BOLEH AJA!! ^^; Itu khan pilihan dari sekian banyak pilihan dalam hidup… Hanya, bicara masalah pilihan tentu harus dikembalikan kembali pada orangnya… Itu pilihan mereka, monggo aja! Kido menghargai tapi Kido juga punya PILIHAN untuk hidup Kido sendiri yang juga seharusnya mereka pun mengerti n hargai! =) BUKAN GA BISA KAYA, cuma GA GITU PENGEN AJA!!! ^^; Wekekeke (SOK BANGET SICH!!!) I F my own Re-Zn, d@’s all I Kn say now… ;)

Saat mereka berkata, “You couldn’t C what we could C”, sebenarnya dalam hati Kido bilang, “Oh yeah, I could… Problem is: U DON’T(!!) C S “FAR”… S I may C!”… =) N so I’ve Z it NEway… ^^; Hah!! =D

Bingung? =) Apa maksudnya? VISIONER! Itu yang dibutuhkan untuk bisa survive! Dalam segala hal! Orang yang punya visi bisa lebih berhasil daripada orang yang hanya go with the flow without certain direction!! Go with d’flow boleh aja, asal tau arah! Jangan sampai malah salah arah! ^^; Sepanjang QT tau where we’re headin’ 2, n d@’s X-actly what we 1, n d@ d’stream still brings us dR, fine aja 2 go with the flow… L@ d’river brings U 2 Sea… Tapi sekali lagi, bukan hanya pasrah kepada keadaan, tapi tentu harus ikut “BERENANG” ikuti arus bersama tetes2 air yang lain, rival sejati teman bersaing menuju samudera kesuksesan yang hakiki!

Kesuksesan yang hakiki, apa itu? Ada hubungannya dengan yang Kido bilang “LIHAT JAUH KE DEPAN”, “LEBIH JAUH…” Kenapa Kido tersenyum? =) Karena bukan cuma 1 dan 2 yang menawarkan impian kehidupan (gimanapun judulnya tetap “impian” khan? ;p Walo bisa diwujudkan toh harus BANGUN dulu dari tidur n mulai kerja keras menggapainya! Berhenti mengejar kupu2 dan mulai menggali emas!) tapi masalahnya apa yang mereka tawarkan itu, terus terang aja nich… Umumnya, menurut pengamatan Kido ^^; mereka posisikan sebagai TARGET!! GOALS!! Walau lidah berkata bukan, tapi sebenarnya apa sich yang mereka harapkan? Dan setelah itu semua, katakanlah, bisa sukses tercapai, apakah itu berarti misi QT hidup di dunia pun sudah selesai???… Apa hidup baru bisa dikatakan SUKSES kalau sudah MEMILIKI semuanya itu?!…

Alangkah “SEMPIT” n piciknya pikiran QT kalo ternyata “CUMA SEGITU”… ^^; Maaf2 niyy, padahal mati pun SEMUA itu ga bisa QT bawa khan?!! Apa mau lantas bangun kerajaan pribadi dalam kuburan? Tetap aja ga bisa dinikmati, lha wong dah mati??! ;p Khan buat anak n istri!! Supaya hidup mereka bahagia n gak perlu menderita! Itu bagus! Namanya tanggung jawab wat keluarga! ;) Tapi toh suatu saat mereka pun akan mati, dan tetap aja ga bisa bawa semua itu ke dalam kubur? Terus buat apa susah2 dikumpulin kalo ga dibawa??? =D

Sampai di sini, mungkin ada yang mempertanyakan kembali arti QT hidup di dunia… Uda kepikir? Lantas harus gimana? Nach, QT sampai juga di sini, siap tuk menjawab pe-er di post minggu lalu? ;) RE-ZN WE LIVE???… Here we go now!

Kalau segala sesuatu yang ada di dunia ini pastilah binasa, satu saat akan habis, punah, mati… Lantas apa arti QT hidup di dunia ini?! Apakah ada bedanya orang yang menjalani sepenuh hati, dengan yang setengah hati, dengan yang sama sekali ga punya atau ga mau pake hati??!

Kalau akhirnya SEMUA PASTI MATI??? Kalau akhirnya SEMUA PASTI MATI, buat apa susah2 kerja keras dalam hidup?! Mungkin ada yang kemudian berpikir demikian! Maaf, INI JUGA SALAH!! =) Tidak ada usaha yang sia2 dalam hidup! Apapun yang QT lakukan ada nilainya, ada manfaat serta ruginya! Juga ada pertanggungjawaban di akhirat kelak! Apa itu akhirat? Ya, tentu saja, alam tempat tinggal QT berikutnya, setelah QT tidak lagi hidup di dunia ini!! d@’s Y they named d’HEREAFTER… ;)

Kido ga gitu ngerti ajaran di agama lain, tapi sebenarnya hampir semua sama khan, percaya bahwa ada kehidupan setelah kematian??! =) @ least begitulah yang diajarkan di dalam Islam. Salah satu rukun Iman adalah percaya pada Hari Akhir… Hari dimana QT harus mempertanggungjawabkan segala sesuatu yang QT lakukan, kecil besar, bahkan perbuatan paling sepele n tak terperhatikan pun pasti ada catatannya, harus diadili dengan seadil2nya Keadilan Tuhan… Hasil pertimbangan amal perbuatan QT itulah yang kelak menentukan tempat tinggal abadi QT berikutnya yang kekal, selamanya bahagia dalam surga, atau dibenamkan dibejeg2 dicelup dijungkirbalik disiksa tanpa ampun dalam dera bakaran pedih api neraka? SELAMANYA?! Na’udzubillahi min dzalik…

Tentang ini bolehlah bahasannya lebih QT perjelas lain kesempatan. QT ga kan jauh2, sekedar memberi ilustrasi saja, bahwa dalam QT hidup pun seharusnya “PANDANGAN” QT ga hanya terbatas terkotak2 untuk kemaslahatan selama di dunia saja! Karena QT punya hidup yang jauh lebih lama bahkan tanpa akhir kelak di akhirat… Yang mana tempat kembali QT nanti akan SANGAT ditentukan oleh apa yang QT “bangun” di sini… Jika di dunia menanam keburukan, maka selamat menuai pohon siksa neraka! Jika yang ditanam biji kebaikan, walau sekecil apapun – walau hanya dengan senyum ^____^;v — pasti ada nilainya n tak kan luput dijadikan tambahan wat modal penyelamat QT, walau barangkali sekedar berupa ranting kecil namun kokoh tempat bergantung saat kobaran api panas menjilat2 dengan hebatnya dari bawah! Selamatkanlah ya Allah! Insya 4JJI…

Jawaban_2 Pernah ikut Tes IQ khan? ;) Paling nggak pernah liat ato nemu soal seperti ini donk? =) (Coba liat gambar Soal) Jika QT diminta untuk menarik garis tapi paling banyak 4 (!!) kali aja, ga boleh lebih, untuk menghubungkan setiap titik yang ada, bagaimana caranya kira2? Kaya gini?! (Gambar 1) Hmm, ketinggalan 1 tuch! ^^; Ato coba lagi! Gini???… (Gambar 2) Hehe, masih ketinggalan! Silakan coba utak-atik gimanapun caranya, kalo bisa menghubungkan semua titik hanya dengan menarik garis cukup 4 kali! Baru JAGO!! =D Hehehehe… Oh ada yang dah nemu ya? ;) OK! Ini jawabannya… (Gambar 3!)

WUAAA CURAAANG!!! Koq titiknya nambah 2?! Lho, ga ada larangan khan? Boleh gimana caranya, yang penting jumlah garis yang ditarik ga lebih 4?! Coba itung, bener ga tuch?! Ini namanya garis Imajinatif! Use Ur IMAGINATION MAAN!! =D Jangan kaku, bebaskan jalan pikirmu! Luwes aja! B flexible! Oh ternyata ada juga cara ini!! Nach, terhubung semua khan?! =)

Ini artinya apa?! O jelas, ada artinya lhoh! ^^; Balik lagi: VISIONER!! Hehehehe… Dalam hidup, QT harus punya pandangan yang positif ke depan! Ini salah satu hikmah mata QT diciptakan di muka menghadap depan! Ga ke samping, or belakang! Supaya fokus n menatap lurus jauh ke depan! Kalo perlu jauh banget! Sejauh mata memandang! (Asal realistis bisa QT capai, sah2 aja! ^^;v) itulah yang akan memacu QT memotivasi untuk dapat meraihnya! @ least we F sumthin’ 2 do rather just LIVE until we DIE! ^^; We R here on a mission, we F purpose… Tapi apakah sebatas itu saja? Hanya sekedar hidup sampai QT mati?! =) Nggak khan? ;)

Bicara masalah visi, sama seperti soal di gambar tadi, ada kalanya QT ga boleh selalu melihat dengan cara konvensional, atau melihat segala sesuatu itu hanya dari yang tampaknya aja! LOOKS Kn B DCVn U know? ;) Pandangan bisa menipu, don’t judge a book by its cover! Kadang QT keblinger sich! Yang keren berdasi yang QT hormati, yang compang-camping lusuh gak QT anggep; padahal dulu di cerita majalah Bobo pernah ada kisah, ternyata yang pake pakaian pengemis, sebenarnya adalah si bos(!!) pemilik mobil mewah yang diparkir, yang punya uang yang dipakai bayar makan malam dan menginap di hotel berbintang oleh si pria yang gagah berdasi, sekaligus yang minjemin setelan baju n dasi yang dikenakan orang yang sesungguhnya ternyata malah pengemis! Yang sengaja dibayar si orang kaya rada ischyenk ^^; untuk menjadi “dirinya”, mengetes reaksi orang seandainya ia tidak menjadi “dirinya” even 4while, ternyata orang biasanya memang hanya melihat picik sebatas “bajunya”!!…

Walo cuma dongeng anak dari Bobo, sejatinya juga bisa jadi pelajaran wat QT semua! =) Kisah ini masih melekat di benak Kido walau membacanya sudah dari ummh… Kurang lebih 20 tahun yang lalu? ^^; Hehee… Bis bagus sich! ;) Jadi lain kali hati2 dalam menilai orang lain ya! ;) Jangan langsung main vonis, tar malu sendiri lho! Hehehe… Ada yang merasa?? ;p Setiap orang punya kelebihan n kekurangan! Belajarlah memandang orang lain dengan tatapan menyelidik (ceritanya detektif!! ^^;v) mencari petunjuk apa yang kira2 tersembunyi di balik penampilannya yang mungkin seadanya?! ;) What S he “ac2LE” got?! What POTENCY he Qpt hidden 4 a re-Zn?! What is Ds Man’s HIDDEN TREASURE??!… ;) Dengan begitu QT akan belajar untuk tetap “respect” pada orang lain, no m@r howFR he looks, karena QT percaya dR is ac2LE “SUMTHIN” within Ds Man we m8 just didn’t know it dN! =)

Maka sebelum Kido terlanjur jauh mengayuh sampan ke arah yang ga jelas ^^; L@’s conclude what I meant by they “DON’T C S FAR S I MAY C” =) Perhaps they do!!!… ^^; But l@’s say from my point of view…

Yang Kido maksud tuww gini…

Memang, kebutuhan itu sesuatu yang ga bisa dihindarkan, menuntut QT penuhi! Sepanjang itu berupa “kebutuhan”, adalah WAJIB hukumnya tuk QT upayakan pemenuhannya! Apalagi kalo menyangkut tanggung jawab kepada keluarga, anak, istri, orang tua…

Namun QT juga harus belajar membedakan “kebutuhan” dari saudaranya yang serupa tapi tak sama yakni “keinginan”, uda tau khan bedanya? ^^; “Keinginan” bukanlah sesuatu yang mutlak harus dipenuhi, boleh aja, setelah “kebutuhan” QT terjawab, atau mungkin kebutuhannya belum dijawab, tapi karena uda ga bisa menahan rasa “ingin” itu, jadi QT dahulukan, ini masalah PILIHAN!! We R fully responsible 4 choices d@ we m8 in life! =) Jadi tinggal pinter2 aja ngatur, mana yang harus lebih dahulu QT upayakan? Memenuhi “kebutuhan” or ngikutin “keinginan”? ;) Kalo menurut teori Maslow dulu, kebutuhan itu sendiri berlapis tingkatannya, n pemenuhannya dimulai dari paling bawah yakni pemenuhan akan kebutuhan biologis, sandang pangan papan, n sex! ^^; Ya, itu juga suatu kebutuhan, dasar malah! ;p Kalo ga ada “itu” ga ada ELU!! ;p Wekekeke… Gw juga sich! ;p Hehehe… Ini bukan menganjurkan sex bebas lho!! ^^; Karena hawa nafsu itu seperti kuda liar! QT-lah yang harus mengendalikannya! Bukan kebalik, QT yang ditunggangi!! Gimana cara mengendalikannya? Tentu dengan beri batasan! Tanggung jawab… Bebas jangan kebablasan, boleh bebas asal siap tanggung jawab resikonya! ;p Bebas yang bertanggung jawab! ^^;v Darimana QT bisa belajar bertanggung jawab? Tentu dari didikan n ajaran orang tua n guru QT, juga dari tempaan pengalaman QT sendiri n mungkin juga QT belajar dari memperhatikan lingkungan! Seperti yang Kido bilang, belajar itu bisa dari siapa aja, kapan aja n dimana aja! =) N tentunya batasan yang paling jelas itu datang dari ajaran agama… So stick with it, berpeganglah pada tali kekang ini, Insya 4JJI QT akan sanggup mengendalikan si kuda binal n mengarahkannya ke jalan yang benar ^^; (Lho jalan yang benar buat hawa nafsu emang ada?) Oh ya benar! Tuhan uda mengajarkan, kenapa QT menikah? Untuk membedakan manusia dari binatang! Hah? Ya jelas donk! =) Binatang khan nggak perlu ijab qabul? Gak perlu ada ikatan, mo “begitu” ama siapa aja juga terserah! ^^; Ga akan ada yang nuntut? Yang penting semua “enak”! ;p Wekekeke… Apa QT mau begitu juga? NT BINATANG donk?! Hehehe… Jangan mau disamain! Makanya, tau batas lah! =) Bicara soal menikah (walau Kido belum pernah ^^; Tapi pengen khan? ;p Heee… Kaya situ nggak pengen aja! ^^;) ini pun adalah fitrah, jalan agama yang dibenarkan n direstui Tuhan untuk umat manusia. Karena Tuhan tahu manusia ga mungkin bisa menahan hawa nafsunya, n memang hawa nafsu diciptakan bukan untuk dibunuh! Tidak akan bisa! Tapi yang diminta Tuhan hanyalah “dikendalikan”. Supaya QT ga berperilaku seperti binatang! Sebab QT manusia! Oh, saya sich Alhamdulillah sampai sekarang masih manusia, bagaimana dengan Anda? :p Wehehehe…

NEway, kembali lagi, maka setelah kebutuhan dasarnya teramankan, meningkat tuntutan kebutuhan yang lainnya untuk dipenuhi. Sekarang fisiologis, psikis QT, kebutuhan dasar akan rasa aman! Seterusnya demikian, meningkat, meningkat, hingga QT juga butuh untuk diterima di lingkungan sekitarnya, yang puncaknya, menurut Maslow, jika semua kebutuhan telah terpenuhi, maka manusia juga butuh untuk mengaktualisasikan dirinya kembali dalam masyarakat! Kalo kata Audy, ARTI HADIRMU… Memberi arti hadirmu di dunia… Untuk apa?!

Sebelum Tuhan yang jawab ^^; Sudahkah QT coba cari jawabnya? =)

Kebutuhan terus bertambah bagai tak kenal batas, tapi kemampuan QT untuk memenuhi justru terbatas, begitu pula modal QT yang utama sebelum kesehatan, yakni waktu hidup QT! Satu2nya modal yang tak pernah bertambah tetapi setiap detik menerus berkurang! Problem: WE DON’T LIVE 4FR!!!… =) Question: Masih berapa lama lagi QT diberi umur hidup di dunia oleh Tuhan? Good 1, b-coz I just found out, was just last nite, jam 10 malam waktu Kido baru aja pulang sampe rumah, Kido dapati orang tua Kido ga ada di rumah, kemana?! Sedang ke R.S Husada di Tangerang, ngapain? Salah seorang putera tetangga, adik kelas Kido, teman main sejak kecil, baru saja, meninggal karena typhus!!………

Innalillahi wa inna ilaihi roji’un…

Wat men-temen dari Komplek Keuangan, telah berpulang ke Rahmatullah, Andy putera Pak Kusna, semoga arwah dan amal almarhum diterima di sisi-Nya, mohon doanya, syukron katsir, Amiin…

Innalillahi wa inna ilaihi roji’un, artinya QT semua berasal dari Allah dan QT semua pasti kembali pada-Nya. Soon or l8r… Kullu nafsin dzaa’iqatul maut! Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati! Ini sudah mutlak! PASTI!! Tinggal masalahnya, kapan?! N dimana?!…

Orang bilang, orang sukses BEGINS FROM END! Jadi dia men-set dulu goal akhirnya baru disusun langkah dan kerja keras mencapainya!… Jika QT ingin “sukses hidup” yang bukan sekedar hidup menghembuskan nafas, mendebarkan detak jantung, pun sama juga begitu… Sudahkah QT MEMULAI DARI AKHIR??! Apa sich tujuan akhir QT hidup di dunia? Kalo cuma sekedar “mati” itu sich bukan tujuan, semua juga mati! ^^; Lantas, “mati dengan enak”?! Kaya raya, ninggalin warisan berlimpah2 wat anak istri? Sementara QT “berhenti” di situ? Ga bisa nikmatin apa yang QT sepanjang hidup telah banting tulang kerja keras dengan susah payah mengumpulkan semuanya?! Apa itu bisa dibilang suatu “kesuksesan”? Sementara QT mati ga tau nantinya mo dikirim ke kenikmatan di alam surga oleh Tuhan atau dicemplungin dalem2 ke dalam neraka?!! T_____T We’d NFR know! Karenanya JANGAN MERASA AMAN DULU Sodara!! =((

Lantas apakah dengan demikian QT jadi putus semangat untuk giat bekerja n berusaha?! SALAH JUGA!! ;p Bekerja mah terus aja! Tapi ini dia… JANGAN KECELE!! JANGAN KETIPU!! N JANGAN SAMPE SALAH KUMPULIN BEKAL!!…

“SAVINGS” QT bukan apa yang bertebaran berkilauan di muka bumi ini! Karena semua itu segera QT TANGGALKAN n TINGGALKAN!! Ga ada yang bisa QT bawa ke akhirat kelak! ORANG CERDAS adalah orang yang tidak melupakan bagiannya di dunia, tapi juga “MENABUNG” untuk “biaya hidup” di kehidupan sesungguhnya nanti entah di surga atau di neraka!!

Dan bentuk “TABUNGAN” itu bukan seberapa trilyun uangmu di deposito, atau berapa kalipun kau gesek credit cardmu sampai ga laku, atau berapa banyak mobil mewah di garasimu, baik itu di rumahmu yang pertama or kelima! Itu semua BUKAN jadi ukuran! Saat QT meninggalkan hidup QT di dunia, ibarat QT pergi ke luar negeri, di negeri “luar” sana, “Rupiah” mah KAGA LAKU!! Unless… Kecuali…

QT tukarkan dengan CURRENCY lokal yang valid dipakai! Dan apakah semua kekayaan harta benda duniawi bisa MEMBELI katakanlah sekedar sepetak kavling di surga untuk menyelamatkan QT?!! BELUM TENTU!!!! Kecuali harta yang telah QT amalkan untuk jalan Allah! Yang QT sisihkan dari rezeki halal yang QT usahakan, untuk QT berikan pada orang yang tidak mampu, yang lebih membutuhkan, yang butuh uluran tangan, bantuan QT… Yang miskin, yang kelaparan, yang terlantar, yang terbuang, yang terlunta2 dan tersia2… Harta yang QT berikan pada orang lain itulah yang justru Insya 4JJI akan “DIBELI” Allah dan ditukarkan dengan harga Surga, Amin!! Itu baru dari harta, tebusan jiwa dan keimanan juga lebih dicintai Allah! Selama semua itu diniatkan untuk menggapai ridho-Nya!! Pada akhirnya semua kembali ke soal niat… Tuluskah QT meniatkan semuanya untuk-Nya?! =)

Bicara tentang CURRENCY… Jadi kalo harta2 yang dikumpulkan dengan segala daya n upaya di dunia, ditumpuk bergunung2 untuk QT pakai sendiri ternyata malah “di sana” ga bisa ditukarkan, GA LAKU, ga kepake, sewajarnya pertanyaan QT timbulkan: Kalo memang demikian, buat apa susah2 semua QT kumpulin??! =)

Disinilah Kido tersenyum, gitu lhoh! ;p

Ds is all what I meant by “FAR”… Coz we will live somewhere up dR!! =) Kalo semua yang QT kumpulkan hanya akan HABIS di dunia ini aja, apa yang uda QT sisihkan n sisakan, QT persiapkan bakal jadi “bekal” QT hidup abadi di sana?!…

GOOD DEEDS…

D@’s d’valid currency d@ worth dR! Wat ditukarkan di “Money-Changer” Allah, dengan pahala dari-Nya untuk ditambahkan ke “tabungan” QT, yang akan ditimbang beratnya sebagai kebaikan, dibandingkan dengan timbangan amal kejahatan yang QT lakukan while we live here in Ds world! Kalo QT ga banyak2 ngumpulin mata uang GOOD DEEDS ini, ato menukarkan harta yang QT miliki, ato jiwa QT, keyakinan iman QT, supaya “dibeli” Allah dengan harga surga dan jaminan tempat di sisi-Nya, maka akan SIA2 aja apapun yang QT usahakan di dunia!!!

Kaya orang jual beli Dollar aja! Harus cermat, jeli, kapan harus jual, kapan harus beli! Dan yang mana yang harus disimpan, biar “untung”… Sesungguhnya orang yang paling BERUNTUNG adalah orang yang disebutkan oleh Allah di dalam Al-Qur’an:

Aliif Laam Miim. Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa, (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka. dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Quran) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat. Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung. (Q.S. Al Baqarah: 1-5)

Aih! S if I h@ NFR read it b4! ^^;

Itulah definisi “beruntung” di pandangan Allah. Siapa yang beruntung? Orang2 yang bertaqwalah yang beruntung. Apa itu bertaqwa? Yaitu mereka yang beriman kepada yang ghaib, walaupun tak dapat melihat tapi tetap mengakui keberadaannya, seperti angin aja khan? We Kn’t C it, but we know it is THERE!! =) Yang mendirikan shalat! Bukan sekedar “mengerjakan”, tapi perhatikan dimana2 dalam Al-Qur’an istilah yang digunakan adalah Iqomah! Dirikanlah shalat! Jadikan kebiasaan, bagian hidup, kerjakan dengan benar sesuai rukunnya serta tuma’ninah, dengan tenang, ga usah terburu2. Padahal QT mo menghadap bos (or calon mertua) aja harus rapi, jaim, jaga sikap, sopan, tenang, masa ketemu ama yang BIKIN bos, calon mertua, bahkan diri QT ini, yakni Tuhan, QT malah seenaknya?! ^^; Bisa2 DIPECAT loe jadi orang! ;p wekekeke… Dan ini dia, ciri orang bertaqwa yang ketiga: Menafkahkan sebagian rezeki yang dianugerahkan Tuhan kepadanya, artinya INGAT bahwa di sebagian rezeki QT ada titipan Tuhan untuk orang2 di sekitar QT yang ga mampu, yang butuh, yang kepadanya harus QT “kembalikan” hak2 yang Tuhan titipkan pada QT untuk QT sempurnakan! Inget ga loe? Kalo inget, bagus, Tuhan kasih reward, pahala atas kebaikan QT inget jatah rezeki orang, bahkan apa yang QT berikan itu sebenarnya ga sebanding dengan BALASAN kebaikan dari Tuhan yang berlimpah2 hingga nantinya menuntun menuju Surga! Siapa sich yang ga mau? =) Terakhir, meyakini kebenaran Al-Qur’an, dan juga meyakini bahwa Kitab2 sebelumnya termasuk Zabur, Taurat, Injil, yang turun pada masanya adalah juga benar2 diturunkan oleh-Nya, sebagai petunjuk bagi manusia seiring pada zamannya, dan Al-Qur’an yang menyempurnakan, hingga akhir masa! Nach, jika masa kehidupan dunia telah usai, apa yang terjadi? Itulah saatnya QT “migrasi”, hijrah, berpindah, ke alam yang lain, alam keabadian yakni akhirat! Dan salah satu ciri orang bertaqwa yang beruntung, menurut Allah, adalah meyakini akan adanya AKHIRAT!! =) Jadi masih ga percaya??? ;)

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. (Q.S. Ali Imran: 185)

Begitulah! Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. Jadi sekali lagi, JANGAN SAMPAI KETIPU YAA!! =) HATI2… JANGAN SAMPAI SALAH PILIH “MATA UANG”… ^^;v WE DON’T LIVE 4FR IN LIFE!! =) So while U still Kn read Ds, while we’re still LIVING… DON’T WASTE TIME 4 COLLECTING WASTED THINGS WE KNOW WOULD BE USELESS!!…

Boleh punya harta banyak, asal jangan lupa pada setiap keping sen yang QT kumpulkan juga ada hak orang lain di sana, fakir miskin, anak yatim yang terlantar, tanggung jawab QT juga! Tuhan sengaja menitipkan rezeki mereka pada rezeki QT, dengan maksud mengajarkan QT tuk berbagi! Untuk saling menolong! QT menolong mereka yang membutuhkan, mereka menolong QT dengan do’a! Bukankah do’a orang2 seperti mereka lebih mudah tuk di-ijabah (dikabulkan) oleh Allah?! =) Betapa syukur mereka, mengantar QT ke surga!! Jadi apapun yang (seolah2) QT keluarkan, asal di jalan Allah, niatkan karena Allah, ga akan ada ruginya sebenarnya!! ;) Diganti SURGA gitu lhoh!! =D

So again, jangan salah pilih “TABUNGAN”!! Pilih yang bermanfaat di DUNIA “DAN” di AKHIRAT!!! =)

d@’s all I 1 2 say 4 now… Time 2 pray Dzuhur! Hope Ds Kn B beneficial 4 us, @ least bisa jadi bahan renungan QT semua… Insya 4JJI, yang benar datangnya hanya dari Allah, segala kesalahan bermuara pada diri yang lemah ini…

GOOD LUCK IN LIFE!! ^_______________^;v

KIDO KAMEN =)


Theme & Icons by N.Design Studio.
Entries RSS Comments RSS Log in