Lg pgn nyanyi aja ^^;

Uncategorized No Comments »
Wat…
Yg merasa AJD ^^;
Wo Hau Siang Ni… ;)
Ni Ai Wo Ma? ;p
HOME
(Michael Buble)
Another summer day
Is come and gone away
In Paris and Rome
But I wanna go home
Mmmmmmmm
Maybe surrounded by
A million people I
Still feel all alone
I just wanna go home
Oh I miss you, you know
And I’ve been keeping all the letters
That I wrote to you
That each one a line or two
I’m fine baby, how are you??
Well I would send them but I know
That it’s just not enough
My words were cold and flat
And you deserve more than that
Another aeroplane
Another sunny place
I’m lucky I know
But I wanna go home
Mmmm, I’ve got to go home
Let me go home
I’m just too far from where you are
I wanna come home
And I feel just like I’m living
Someone else’s life
It’s like I just stepped outside
When everything was going right
And I know just why you could not
Come along with me
But this was not your dream
But you’ve always believed in me
Another winter day
Has come and gone away
And even Paris and Rome
And I wanna go home
Let me go home
And I’m surrounded by
A million people I
I still feel alone
Oh, let me go home
Oh, I miss you, you know
Let me go home
I’ve had my run
Baby, I’m done
I gotta go home
Let me go home
It will all be alright
I’ll be home tonight
I’m coming back home

TAKDIR & MELAWAN TAKDIR (Another Story: BOM BALI!!!) #4

Uncategorized No Comments »

Jum’at pagi, 30 September 2K5…

1 day b4… Ga ada tanda2 apa2 selain dari perasaan sambil lalu, kenapa hari2 ini rasanya tenang tapi mencekam ya? Angin bagai berhenti tak berhembus walau sekedar bisik lirih. Ah, mungkin cuma feeling Kido aja ya? ^^; Tapi konon kabarnya sebelum ada peristiwa2 menggemparkan biasanya ada “tanda2” tertentu di alam, nature can feel, well ga tau juga! Mungkin ya cuma feeling Kido sich! ^^;

NEway, pagi ini jadwalnya anter Papa ketemu Rektor UnRam sementara Kido, Mama n AD foto2 seru depan kampus =D Biasa dech! ^^;v Alhamdulillah urusan Papa ga sampai 1 jam dah selesai, jadi officially his task is over! ^______^;v Kami ga sabar ingin segera kembali ke Bali! Lho koq buru2 amat? Iya! Abis waktu cuti udah habis ^^; Senin uda harus masuk! Jadi ga ada waktu lagi, hiks! Sayang sebenernya, tapi toh yang dituju udah ketemu, katanya ke Lombok harus ke Senggigi! Well, udah tuch! ^^;v Hehehehe… Alhamdulillah! Gitu donk! ;)

Cuma Mama pikir, ya biasa dech pikiran ibu2 gitu ^^; denger dari temen2, mereka bilang Lombok terkenal dengan mutiara! Bener juga! @ least kalo bisa bawa oleh2 1 butir, wat kenang2an sendiri aja, waaahh! Kido ga gitu ngerti dech, urusan CW itu mah! Hahahaha =D Menurut petugas hotel, tempat untuk membeli mutiara yang asli tuww di Sekarbela! Cuma kalo mo liat peternakannya, cara nelayan setempat mendapatkan mutiara sampai diasah n siap tuk dijual, harus pergi ke Sekotong! Waduh, ga ada waktu euyy! May be next time? ;) Sementara masih ada sisa waktu sedikit, kami putuskan ke Sekarbela aja dech! Dengan diantara Mas Doyo, petugas Hotel Pusaka, kami pun meluncurlah ke Sekarbela! Oya, baca Sekarbele! Le e pepet! ^^; Sama seperti Kuta dibaca Kute, suksma suksme… O gitu ye? ^^;

Sampai Sekarbele udah jam 11, Mama n AD Kido liat2 di sepanjang jalan terhampar toko2 mutiara, Kido, Papa n Mas Doyo mencari masjid terdekat! Lho ngapain? Shalat Jum’at, Maaan!! ;p Oiya! Ni khan Jum’at! ^^; Untung inget! Jam 1 selesai shalat, ada yang unik! Ternyata di sana perempuan juga pada ngikut shalat lho! Kalo di Jakarta khan cowok aja yang shalat Jum’at! Uda gitu sebagian besar toko2 mutiara tutup waktu shalat! Oya, memang Mataram itu mayoritas muslim, n agamanya cukup kuat! Alhamdulillah! Jadi ga serasa di tempat asing. Pulang shalat Jum’at, Mama n AD masih sibuk liat2 (heran dech! CW koq pada betah sich? QT yang baru dateng aja dah bosen lagi! ;p) singkatnya akhirnya beli barang 1-2 butir, yach yang murah2 aja, sekedar kenang2an ^^; Kido beli imitasi mutiara berwarna merah delima, lho wat apa? Pinjem lem besi, ditempel di belakang, di logo Jazz! Wat ganti titik di huruf J yang hilang! Wakakaka =D Oya! Ini hasil pengamatan aja, tapi survey membuktikan, mobil Jazz keluaran baru, 2K5, yang plat rata2 valid sampe 08.10 (Agustus 2010), 6 dari 7 mobil, dalam 3 hari hasil pengamatan, pasti dah hilang titik di huruf J-nya! Wakaka =D (Detective mode on!!) Tapi tidak untuk yang keluar 2004! Wahh produk gagal donk?! Input aja, kali ada yang kerja di Honda! ;p Gimana tuww? Ini khan namanya kelemahan sistem? Wong massal koq, bukan 1-2 aja! ;) Detektif kumat gini dech! ^^;

NEway, singkat cerita, jam 2, setelah kembali ke hotel, pamitan dengan Mas Doyo n Mbak Ida sang resepsionis hotel, foto bareng n tuker alamat (lagi! ^^;v Love 2 make friends!!! =D) akhirnya kami meninggalkan Mataram, berjalan perlahan detik demi detik yang terasa berjalan begitu lambat bagaikan dalam slow motion, entah karena kami enggan dan telah jatuh cinta dengan kota kecil ini, atau karena kami tak tahu kejutan apa yang menyambut kami begitu kembali menginjakkan kaki di Bali…

Jum’at sore, 30 September 2K5…

Wat yang udah mulai ngantuk, di sini cerita mulai naik klimaks lho, jadi boleh cuci muka lagi dech! =D Hehehehe… Sorry! But gotta tell it all! ;) 4 U’ll know Y! =)

Jam 3 kurang, Alhamdulillah kami sampai di Lembar, setelah membeli tiket Ferry wat nyebrang ke Bali, gak menunggu lama ferry datang dan kami diangkut bersama puluhan orang lain yang sama2 gak menentu arah dan takdir apa yang akan menghampiri di Bali. Semoga Allah melindungi kami di perjalanan. Alhamdulillah, awalnya baik2 saja. Karena di lantai 2 penuh, kami naik ke deck atas! Wahh sepi euyy! Luas banget! Tapi karena panas terik saat mentari bergulir ke barat, ga banyak yang mau “dipanggang” di atas! ^^; Untung di belakang ruang nahkoda ada beberapa bangku yang terhalang dinding ruang jadi ga silau, kami mengambil tempat duduk di situ. Berkenalan dengan seorang pemuda tinggi besar, tampangnya lumayan sangar hiiyyy, tapi lirik, bacaannya Malcolm X? Wahh muslim niyy, n @ least terpelajar, gaya mahasiswa gitu lhoh! ;p So QT kenalan! Awalnya biasa dech, Mama yang SKSD! ^^; (Mungkin Kido nurun Mama ya begitu? ;p) Akhirnya kami kenalan, namanya Mas Toni, mahasiswa (tuch khan?) Udayana jurusan Teknik Elektro, udah lulus taon 2003, sekarang kerja buka servis HP di Mataram, tapi keluarga di Bali. Ga lama seorang Bapak yang tadi hanya tiduran di sebelah Mas Toni pun bangun dan ikut ngobrol bercanda sama QT2, namanya Pak Sofyan, lirik (detective mode ^^;) wat bantalnya tas laptop? Bukan orang sembarangan nich! ;) Ternyata benar, dia adalah panitera di Pengadilan Tinggi Agama di Denpasar. Asyik ngobrol, tak lupa menawarkan snack yang kami bawa ke kapal, cerita panjang lebar, jadi berteman. Sementara Kido n AD sesekali jepret sana n sini (narcist? Teteeuph!! ^^;) Jam ½ 5, Mas Toni pamit shalat Ashar, tak lama Kido, AD n Mama menyusul. Mas Toni selesai shalat kembali bergabung dengan Papa n Pak Sofyan yang asyik bicarakan banyak hal. Kido ga khawatir, hanya koq waktu shalat HP terus bergetar n berbunyi. Tapi karena lagi shalat, walo jadi ga konsen, ya ga bisa Kido angkat. Ga lama mati, ganti ke HP Mama. Ada apa nich? Begitu selesai shalat dilihat, lho, koq Papa? Ada apa? Belum ada firasat apa2 waktu itu, dengan santainya kami meninggalkan musholla naik ke lantai 3. Saat itu, DEGGH! Walo belum kepikir apa2, tapi Papa koq tiduran tertelungkup? Setengah berlari Kido menghampiri, ternyata Papa udah meringis mengerang menahan sakit, keliatan sekali teramat kesakitan! Ya Allah! Papa kenapa? AD pun langsung memeriksa kondisi Papa, katanya tadi masih biasa tidak ada apa2, tapi tiba2 saja seperti disambar angin dingin n punggung ditusuk, lalu ototnya tertarik! Kejang otot! Kido kerja cepat, lari bolak-balik ke mobil di lantai dasar, lompat tangga, naik lagi, ambil teh celup, ke kabin, pinjam gelas juga minta air panas, seduh teh, kembali lagi, sementara Papa dipapah Mas Toni dan Pak Sofyan ke Musholla. Sempat jadi perhatian banyak orang, tapi mereka hanya menatap penuh tanda tanya. Yang pasti Mama udah nangis melulu! Tapi Kido n AD bertahan coba tetap tenang, karena kalo kami juga panik, maka Mama pasti akan bertambah kalut! Dengan ketenangan yang luar biasa, AD Kido (bisa juga ternyata yach? ^^;) memeriksa seksama penyakit Papa, dengan teliti mendiagnosa, awalnya kami kira ginjalnya, tapi saat dites kaki ditekuk ditekankan ke dada, koq nggak sakit? Biasanya kalo ginjal pasti sakit! Jadi mungkin bukan, kami sedikit bernafas lega! Repot juga kalo ginjal pecah sementara kami terjebak di atas laut, masih 4 jam lagi dari daratan! Ya Allah, kenapa ini?!

Waktu rasanya berjalan sangat lambat, bahkan seakan berhenti. Detik demi detik bagai selamanya! Dhuh, kapan sampai di darat? Kido sampe bolak-balik ke kabin nahkoda tanya apa ada dokter di kapal? Ga ada! Berapa jam lagi sampe? Tenang aja, mungkin cuma mabok laut! Sambil setengah mencibir, huh! Kido ga ambil pusing, walo sempet gondok juga, jelas bukan mabok laut! There must be something with my Dad, but I could not explain just what… AD Kido pun terlihat sedikit mengernyit, agaknya dia juga udah merasa ada yang ga wajar, tapi sebagai dokter, tindakannya tetap berdasarkan rasionalitas dan fakta medis, dan secara medis Papa masih normal! Bahkan tidak kelihatan seperti orang yang sakit, padahal Papa itu paling ga tahan rasa sakit, nyeri sedikit saja bibirnya bisa langsung ungu, tapi kemarin tetap terlihat segar, walau saat kulitnya dipegang terasa dingin, n sakit ketika disentuh! Pak Sofyan dan Mas Toni hanya saling bertukar pandang. Tak lama seorang anak buah kapal, masih muda seumuran Kido mungkin, masuk dan memberi obat, katanya untuk obat maag nyeri lambung. Kami berterima kasih, tapi Pak Sofyan memberi isyarat dengan matanya. Bukannya tidak menghargai niat baik n pertolongan orang, tapi tetap kami harus waspada, katanya, memang benar juga! Kalo narkoba gimana? Wuahh! Ibu makin ketakutan. Untung Pak Sofyan yang kebapakan sangat tenang, setelah membasahi tangan dengan air dan membungkus obat dengan tissue, Pak Sofyan berlagak ke jendela melihat laut, lalu tangannya menjuntai keluar dan diam2 melepas obat yang ga jelas itu ke laut. Yach kalo memang narkoba, paling yang tripping ikan2 di laut! ^^; Kami hanya memberi terapi medis seadanya, tapi ABK itu kembali lagi, kali ini bawa koyo! ^^; Aduh, dasar orang baik! Ga lama ada juga pemuda yang kasihan pada Papa lalu memijati. Tampak serius sekali komat-kamit, wahh, punya “sesuatu” nich? Soalnya keliatan sekali, Papa yang tadinya meringis2 merintih perlahan mulai diam berangsur tenang, bahkan hampir bisa tidur, kelak Papa cerita bahwa tangan pemuda itu terasa dingin sekali saat mengusap pinggang n perut Papa, karena itu Papa tak lagi merasakan nyeri, Wallahu a’lam! Dunia ini luas, kejadian bermacam2 bisa saja terjadi khan? Selain itu juga ada Bapak cukup tua, usai shalat Maghrib, oya! Waktu itu sudah masuk waktu Maghrib, tiba2 saja langsung duduk di hadapan Papa, mengangkat tangan, tepekur khidmat berdo’a wat Papa! Alhamdulillah, ya Allah, terima kasih, walau tak saling kenal, tapi ternyata banyak orang baik di jalan yang berniat baik tuk menolong dengan cara masing-masing! Memang QT manusia ga bisa hidup sendiri, QT saling membutuhkan, n QT diajarkan untuk saling tolong-menolong. Sungguh indah! Petang itu sisa perjalanan dilewati dengan menghitung detik demi detik yang bagai jam demi jam, hingga akhirnya sinar lampu kelap-kelip tampak di kejauhan, Alhamdulillah daratan sudah terlihat, kurang dari 1 jam kami akan mendarat di pelabuhan. Pak Sofyan dan Mas Toni menenangkan Mama yang masih sesekali sesunggukan (sempat 2 jam tiduran karena merasa mual mabuk laut) Kido dan AD tak henti berdo’a sambil terus memijati Mama dan Papa bergantian. Ya, kami harus kuat! Karena kalau kami lemah, siapa lagi yang menolong mereka? Alhamdulillah, Allah memberi kami kekuatan!

Ketika akhirnya bel kapal bergaung pertanda siap berlabuh, kami tak putus memuji syukur ke hadlirat Allah SWT! Pak Sofyan dan Mas Toni sepakat akan mengantar kami menuju ke rumah sakit, tadinya kami minta ke RS terdekat saja, tapi mereka khawatir penanganan tak memadai, jadi mereka akan menuntun Kido yang menyetir hingga tiba di Denpasar! Berhubung mereka penduduk Denpasar, mereka tahu jalan pintas lewat By Pass sehingga makan waktu lebih singkat! Alhamdulillah, ini juga salah satu pertolongan Allah lewat hamba-Nya.

Anjungan kapal terbuka. Pak Sofyan dan Kido memapah Papa sampai ke mobil, Mas Toni mengambil motor, janji ketemu di luar. Saat itu Kido melihat suami istri bersama anaknya, wajahnya familiar, ah!! Mbak Hasnah! AD Kido setengah berteriak memanggil, mereka menengok, juga terkejut! Oya lom sempet cerita! Saat berangkat dari Padangbai ke Lembar, kami sempat berkenalan dengan suami istri yang beranak laki2 tapi (maaf) punya cacat, tangannya kecil sebelah. Kasihan sekali. Tapi cara mereka mendidik anak dengan kasih sayang sungguh tabah, anak itu diperlakukan tak ubahnya anak normal yang lain, tangannya yang mungil sebelah pun tetap difungsikan, untuk menerima apel yang Mama sodorkan, berterima kasih. Sungguh mengharukan. Saat berangkat kami sempat tukar alamat, suami mbak Hasnah asli orang Lombok tapi keluarga mereka menetap di Denpasar. Gak disangka, kami kembali bertemu, pada kapal, bahkan waktu yang sama saat kembali! Mereka pun mendoakan kesembuhan Papa Kido n keselamatan pergi sampai pulang. Saat akan meluncur terlebih dulu, mbak Hasnah setengah teriak berjanji akan telpon ke Jakarta setelah tiba di rumah! Alhamdulillah, sahabat baru lagi! ^^;v Kami sering sekali bertemu orang seperjalanan yang menjadi sahabat, bahkan seperti saudara. Tak terkecuali mereka ini. Kembali lagi, Pak Sofyan bersama kami sampai ke tempat parkir di pelabuhan, dimana dia meninggalkan mobil dinas L-300-nya setiap kali akan menyebrang ke Lombok. Keluarganya di Lombok, tapi ia sendiri asli orang Bali n bertugas di Bali. Begitulah, 2 jam terasa singkat saat Pak Sofyan n Mas Toni beriring mengawal kami menyusuri jalan malam yang sepi. Sesekali Pak Sofyan menelepon memantau, kami jawab masih di belakang. Ia pun melaju lagi. Kalau kami sudah tak terlihat karena terhalang truk-truk yang berjalan lambat, Mas Toni memperlambat laju motornya menunggui, setelah kami menyalip, ia pun mengejar lagi. Begitulah seterusnya. Alhamdulillah sepanjang jalan kami tak henti bersyukur, entah bagaimana membalasnya. Biar Allah yang membalas! Akhirnya jam 10 malam kami memasuki Kota Denpasar, langsung menuju Rumah Sakit Sanglah, masuk UGD! Yup! RS Sanglah yang tempat merawat ratusan korban Bom Bali 3 tahun lalu… Persis semalam sebelum kami tahu tempat itu akan kembali dibanjiri korban Bom Bali episode 2 tepat keesokan malam…

Image39

.

.

.

.

.

.

(Makin seru!! Tapi bersambung dulu ya? ^^; Tararengkyu!!)

(Newly Added: February 22, 2K7)

WEKKKSSS!! @~* Setelah lebih setahun, ternyata sambungan cerita ini belum ada ya? ^^; Huehuehue ma’aaapphhh!! =D

Yo wis! Karena ini Special Edition, menyongsong Ulang Tahun Blog "Kido’s Morphin’ Time!! ^^;v" yang ke-2!! =D Dibikin epilognya dech! =D Tapi di comment aja gpp ya? Biar ga bingung yang bacanya, masih nyambung, tnx 4 re-Dn, so NEway, here it is dN…

THE EPILOGUE!!

TAKDIR & MELAWAN TAKDIR (Another Story: BOM BALI!!!) #5

Sabtu pagi, 1 Oktober 2K5…

Dini hari… Kira2 jam 1 malam, dokter memutuskan Papa gpp, sudah lebih kuat dan hanya diberikan vitamin, lalu kami boleh pulang. Maka, lagi2 berkat bantuan Mas Toni dan Pak Sofyan, kami dicarikan hotel terdekat yang tak terlalu mahal, dan ternyata masih milik salah seorang teman dari Pak Sofyan, Alhamdulillah! Jam 2 kami tiba di hotel, lalu setelah berbincang sebentar dan sempat berfoto bersama dengan Mas Toni dan Pak Sofyan, mereka lalu pamitan dan kami beristirahat… Malam terasa panjang bagi kami yang kelelahan, padahal fajar baru hampir tiba saat akhirnya kami bisa tidur pulas…

Siang itu kami bangun kesiangan semuanya! ^^; Buru2 shalat Subuh, lalu mandi, Papa udah sedikit lebih segar walau masih terlihat pucat. Kami hanya berjalan beberapa gang dari hotel untuk mencari sarapan, nasi pincuk tradisional, enak juga! ;p Lalu kembali ke hotel, Mas Toni sudah menanti…

Rencana awalnya Mas Toni mau menjadi guide bagi kami hari itu keliling Bali, tapi karena kondisi Papa lemas, tapi juga karena itu hari2 terakhir di Bali, sayang juga sudah sampai Bali kalau tidak sempat kemana2, maka dengan terpaksa diputuskan, hanya Mama, AD n Kido yang di-guide-i Mas Toni, sementara Papa beristirahat memulihkan kondisi kembali ke hotel…

Singkat cerita, pagi itu pun kami menyusuri Bali dan naik ke Utara, melewati Pasar Seni Sukawati, mampir sebentar di Tabanan beli bedcover buat sepupu dan buat dipakai sendiri ^^; Melihat kerajinan perak, lalu lanjut menanjak ke Bedugul! Melewati beberapa prosesi bakar babi warga setempat ^^; Terus nanjak, hingga akhirnya tepat tengah hari lebih sedikit, saat matahari mulai tergelincir ke Barat, kami tiba di Danau Beratan, Bedugul! Itu lho, yang ada di duit 50ribuan! ^^; Di Masjid di puncak danau, kami shalat dan istirahat sejenak, menikmati pemandangan indah yang Subhanallah! =) Foto2, jelas itu! ^^; Mengagumi karya elok sekaligus kebesaran pencipta-Nya! =)

Akhirnya, sore hari setelah makan di Restoran yang menyajikan masakan khas NTB, Ayam Taliwang, dan bertemu dengan sepasang turis asing dari Rusia, Boris & Sabine, foto lagi! ^^; kami pun turun gunung dan kembali ke hotel, sekitar jam 3 Papa telepon, laporan, udah mandi! =D Wekss!! Dan mengajak kami segera pulang untuk kemudian bersama2 menghabiskan waktu melihat sunset dan makan malam di… Pantai KUTA!!! =)

Tak ada yang mengira detik2 menjelang petang akan menjadi detik2 yang menggetarkan dan mengguncang batin, barangkali pada saat yang sama, di suatu tempat tak jauh dari kami, sekelompok orang tengah mempersiapkan diri untuk menjalankan aksinya yang akan kembali menggemparkan dunia menjelang malam nanti…

Sedikit terkejut waktu Papa bilang udah mandi, tampaknya Papa pun antusias ingin menghabiskan hari terakhir kami di Bali di tempat yang selama di Bali kali ini belum sempat didatangi, dan memang sepantasnya yang terbaik datang terakhir…

Pantai Kuta…

Sampai di hotel menjelang Maghrib, tidak cukup waktu untuk mengejar lihat sunset ke Kuta, walau jarak ke Kuta hanya sekitar 2 km, tapi kami belum shalat Ashar…

Ba’da Shalat, semua bersiap2, saat itu terbersit pikiran, ahhh… Ke Kuta bisa agak malam, toh saat kami pertama kali datang ke Bali, Oktober 2002, sebulan setelah Bom Bali pertama, kami pun sudah sempat melihat sunset, maka saat itu kami sepakat untuk lebih mementingkan bersilaturahmi ke tempat keluarga Mas Toni serta Pak Sofyan! Karena kami belum sempat bertemu langsung dan berterima kasih atas pertolongan dari mereka! Tentunya tak pantas jika setelah seharian Mas Toni mengantarkan kami, kami tidak menyempatkan untuk sowan dan bertandang ke rumah orang tuanya, maka rencana sedikit diubah…

Menjelang Maghrib kami tiba di tempat Pak Haji Thoyyib (bukan Bang Thoyyib yang entuuu!! ^^;) ayah dari Mas Toni yang ternyata adalah ulama setempat yang disegani, salah seorang pengurus PP Muhammadiyah di Denpasar! =)

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Kami pun disambut dengan peluk hangat oleh keluarganya, sebentar saja kami sudah jadi akrab. Ibu dari Mas Toni adalah asli Denpasar yang dulu beragama Hindu, sementara ayahnya merantau dari Lombok, NTB, dan setelah menikah ibunya menjadi Muslim, Alhamdulillah! Kakak Mas Toni namanya Mbak Ida, dan adiknya yang bungsu dipanggil Binti. Kami bercakap banyak dalam suasana yang akrab penuh kekeluargaan. Saat adzan Maghrib berkumandang, Pak Thoyyib mengundang kami bersama shalat Maghrib berjama’ah di Masjid tak jauh dari rumahnya…

Singkatnya, ba’da Maghrib, setelah dijamu makan malam, kami pun berpamitan karena berencana mengunjungi rumah Pak Sofyan sekalian. Mas Toni mengantar kami. Rumahnya tak jauh, hanya berjarak sekitar 1 km. Pak Sofyan yang bekerja di Pengadilan Agama Denpasar menyambut kami di rumah dinasnya yang sederhana tapi cukup luas. Kami berbincang sejenak, saat tiba2 jalan raya tak jauh di depan rumah Pak Sofyan menjadi ramai oleh sirine ambulans yang lalu lalang hingga kami jadi tersadar, pasti ada yang tak beres…!!

Tiba2 bude Min dari Tangerang menelepon HP Mama, suaranya terdengar begitu cemas, katanya BOM kembali mengguncang BALI!! ASTAGHFIRULLAHAL ‘ADZIMM!! Terkesiap kami semua terpaku! Pak Sofyan segera menghubungi temannya, Wakapolda Denpasar…

Hening… Saat Pak Sofyan hanya mengangguk2 sementara suara di ujung telepon memberitahu… Akhirnya keheningan pecah, dengan Pak Sofyan, lamat2, berbicara perlahan dan lirih tapi tegas…

"Ternyata memang benar… Bali… Kembali diguncang Bom!…"

Saat itu sirine semakin kencang mengaung. Kami gemetar dan bergidik. Kami bergegas pamit pada Pak Sofyan yang mengiring kepergian kami sekeluarga dengan do’a, dan Mas Toni mengantar kembali ke hotel. Sampai hotel buru2 kami menyalakan TV, Mas Toni pulang ke rumah. Saat itulah di semua channel tersiar tayangan langsung headline news yang tak putus2, berita demi berita perkembangan per detik menyiarkan tragedi bom yang mengguncang, kali ini, sasarannya adalah Cafe di Jimbaran! Cafe Menega, Raja, serta Kuta Square!

Spontan kami bersujud syukur dalam kondisi takut serta cemas, bersyukur karena kami batal makan malam di Kuta, jika jadi siapa yang tahu barangkali kami benar2 berada di tempat kejadian saat bom meledak, bahkan amat sangat mungkin turut serta menjadi korban, na’udzubillahi min dzalik! Semoga kami terhindar dari kematian dengan cara buruk! T__T Alhamdulillah tak putus2nya kami ucapkan dalam saling berpelukan di kamar hotel itu di depan TV! Berkat mengutamakan silaturahmi dan do’a dari teman2 semua kami masih selamat terhindar dari marabahaya serta malapetaka mengerikan…

Saat itu Kido belum tahu kalau sahabat Kido yang lain, Bom2 Febri, teman di SMU 65 dulu, justru benar2 tengah berada di tempat bom biadab itu diledakkan!! T__T (Baca kisahnya di blog setelah ini: Tragedi Bom Bali II! 1st Person View!!) Turut berduka cita, rombongannya harus kehilangan banyak teman yang tewas di tempat atau saat ditemukan di RS Sanglah… Bom2 selamat, hanya terluka luar, tapi luka di dalam hatinya tentu menyisakan pedih yang tak terlupakan…

Teroris memang Keji! Kejam! Biadab!! Kido mengutuk perlakuan dzalim yang sewenang2 tak menghargai nyawa ratusan orang yang menjadi korban suatu keyakinan yang salah kaprah dan parahnya mengatasnamakan agama yang justru mengajarkan kedamaian pada sesama, yang semestinya mencontohkan Islam sebagai agama rahmatan lil ‘alamiin, rahmat bagi seisi alam semesta…

Ada kekhawatiran juga saat itu, buru2 mengunci pintu kamar, takut2, jangan2 pelakunya melarikan diri dan bersembunyi hingga ke hotel di tempat kami menginap? ^^; Tak putus2nya berdo’a, saat itu HP sudah tidak bisa berfungsi, kemana2 tak bisa dihubungi, keluar ataupun masuk! Aku teringat sahabatku Mas Agus di Denpasar, kukirim SMS, pesannya tertahan, begitu juga Mbak Ayu, semua teman2 yang pernah sama2 bekerja di KPGWN KP DJP dan saat itu pindah ke Denpasar… Selain itu aku juga mengabari sahabat2ku, ZEI WAITTO, ZEI BURAKKU, juga tentu saja… Sum1 in IT-Op… ^^:

Setelah situasi mencekam yang cukup lama, selama mata kami terus memelototi layar TV yang menyiarkan langsung dari tempat kejadian, dan baris berjalan di bawah yang terus menyiarkan kabar baru, akhirnya sekitar jam 2 malam, HP mulai bisa berfungsi, 1 demi 1 pesan pun terkirim, dan beberapa sudah mulai menjawab…

Dalam kekalutan dan ketegangan kami melepas penat pada malam itu setelah segera bersiap mengepak pakaian dan bawaan untuk keesokan paginya, pagi2 sekali, harus langsung kembali dan meninggalkan Pulau Dewata yang tengah diamuk sang Angkara Murka…

Demikianlah, keesokan paginya, jam 6 kami sudah check out, pamit pada Mas Toni dan Pak Sofyan lewat telepon, kami langsung melintasi jalan kota yang lengang, tanpa melihat belakang, terus melaju kencang ke arah Barat, meninggalkan Denpasar, terus ke Barat, hingga tiba di Negara jam 11, untuk langsung menyeberang, Gilimanuk ke Ketapang…

Alhamdulillah…

Demikianlah singkat rangkuman kisah perjalanan kami ke Lombok dan Bali yang meninggalkan bekas kesan mendalam, tidak saja karena indah pesona alamnya, tapi juga karena begitu dekatnya kami dengan kematian, jika Tuhan berkehendak, tidak ada yang tak mungkin…

Kami hanya bersyukur, dan meresapi, makna hadits yang menyatakan bahwa kekuatan do’a sanggup mengubah takdir, dan silaturahmi memperpanjang umur, mungkin dari sudut pandang ini bisa jadi benar! =) Alhamdulillah! Alhamdulillahi rabbil ‘aalamiin…

With deepest condolence n heartfelt sympathy 2 all d’victims of 2nd Bali Bomb Blast!! May Rest In Peace… T___T

Kido Kamen =)

TAKDIR & MELAWAN TAKDIR (Another Story: BOM BALI!!!) #3

Uncategorized No Comments »

Wahh koq ceritanya malah jadi panjang ya? ^^; NEway, oya ada yg kelewat! Waktu numpang shalat Ashar di apotek di Ungaran, QT waktu itu belum sadar hingga saat tiba di rumah Bude di Ngawi… Sebelum tidur, pas mau shalat Isya’ di-Jama’ Takhir ma Maghrib, walah!… Tas sarung n mukena dimana?! ^^; Ga taunya ketinggalan! WUAAA!! Bukan masalah isinya sich, sebenernya kalo emang harus hilang ya nggak apa, mungkin emang dah waktunya ^^; kalo pun toh ada maling yg ambil mudah2an jadi tobat (habis isinya peralatan shalat sich, hi4 ^^;) tapi sekedar memastikan apa benar ketinggalan di sana, untung dari bon resep beli obat ada nomor telpon apotek, malam itu juga telpon konfirmasi, ternyata benar, disana! ^^; Sebenarnya pengen ditinggal aja gpp, siapa tahu ada yang lebih bermanfaat menggunakan, ga ada yang penting koq, tapi yach, mungkin jalannya silaturahmi, bisa jadi teman baru, ya bolehlah kalo sempat insya 4JJI QT ambil pas pulangnya, kalo nggak ya diikhlasin aja wat taroh di mesjid or apa terserah aja, gitu khan? ;) Toh dari Ngawi, saat di Pasuruan QT udah mampir pasar beli sarung n mukena lagi wat shalat di jalan! =) So lanjut cerita lagi…

Rabu pagi, 28 September 2K5…

Malam sempat berunding, gimana baiknya? Tadinya rencana Papa aja yang sendiri pergi untuk dinas menyebrang ke Mataram, QT muter2 Bali… Tapi ga seru juga khan? Masa mencar2 gitu? Dah gitu QT masih khawatirin kondisi Papa, lagian tanggung khan, udah tinggal nyebrang, kapan lagi donk ke Lombok? ;) Katanya virgin nature lhoh! =P~ Hayo! Itu virgin apa? ;p BLETAK!! @~* Ihiks… But NEway, it’s 1 4 All n All 4 1!! ^^; So kemana2 harus bersama tak terpisahkan! Akhirnya diputuskan pergi semua! Setelah sarapan n ambil ATM ^^; ß gila! Ongkos PP Ferry, hampir sejuta sendiri! ^^; Lesson: Next time kalo mo pergi jalan2, pelajari dulu segala kemungkinan termasuk expense-nya, jangan cuma modal nekad, pengen aja! ^^;v Hihihihi…

NEway, pagi sebelum nyebrang pulau, kami telpon Eyang Alit n akhirnya ketemu di Nusa Dua! Wahh mulai lagi dech, tangis2annya ^^; Oh, Kido sich ama AD udah asyik foto2 sana-sini! (Narcist mode on!!) Naik ke pulau Selatan di Nusa Dua, ada pura kecil di sana, pemandangannya wiiiyyy indah banget!! ^^;v Sampe puas dech pokoknya! Eyang, Papa n Mama juga menyusul setelah mereka ngobrol banyak, terutama Mama… Acara kangen2an ditutup dengan makan bersama di RM Khas Banyuwangi ga jauh di luar Nusa Dua. Saat akan berpamitan Eyang Alit menyarankan untuk saat itu juga, mumpung hari masih siang, segera berangkat menyebrang ke Lombok, karena kalau sore dikhawatirkan laut pasang, debur ombak jadi kencang, n QT (terutama Mama) yang ga biasa naik ferry bisa mabok laut ^^; Bener juga! So QT pamitan, n langsung tancap gas ke Padangbai. Tak lupa Kido telpon Mas Agus (halo Mas!! Aku lagi ada di Bali nich! Tapi sorry hari ini ga sempet mampir ketemu, Bapak dinas ke Mataram, kejar waktu! Nanti aja Insya 4JJI pulangnya aku mampir yo! Matur nuwun! ^^;) Menanti saat QT bertemu lagi! =) Oya, Mas Agus tuww dulu juga di Kepegawaian Kantor Pusat sebelum “hijrah” ke Bali, jadi anggota Subag Alumni QT yang di sana! ^^; Hehehehe… Matur suksma Mas! C U ya!

Shortly Z, setelah 5 jam perjalanan melelahkan di atas ferry (koq ga sampe2 ya? @_@) dari Padangbai, Bali, Alhamdulillah kami berlabuh di Lembar, Mataram! =) ½ jam sampe kota udah malam, muter2 cari hotel, di luar dugaan, mana2 penuh! Akhirnya kami dapat tempat di Hotel Pusaka. Alhamdulillah, malam itu sampai di tempat tujuan. Oh, jadi ini Mataram?! ^^;v

Kamis pagi, 29 September 2K5…

Pagi ini, sesuai rencana kami mengantar Papa dulu ke kantor Bapeda, QT drop terus QT muter2 kota Mataram. Ga banyak tempat yang bisa dikunjungi, karena kotanya kecil ^^; Tapi sangat nyaman, orang2 di sini ramah2 banget dech! QT tanya jalan aja, ditunjukin sampe detil! ^^; (Belok kiri, lampu merah belok kanan, LOLOS aja! ß lurus jadi lolos? ;p) Malah mau dianterin sampe tempat! Halah! Makasih Mas! But ga usah ngerepotin! ^^; Siang itu waktu habis wat sightseeing di mal setempat, kecil sich, cuma ada Mataram Mal n yang baru yakni Citra. Gilee nemu KFC aja uda seneng kayanya! ^^; Trus Papa telpon minta dijemput, jam 1 ketemu, langsung dianter ke Universitas Mataram, tapi muter2 cari lokasinya ga ketemu, waktu habis di jalan, jam 2 pas sampe, rektor n dekan2 uda pulang, ya udah, berarti besok baru bisa, gpp sich… Balik hotel, shalat Dzuhur, tanggung tunggu sampai Ashar sekalian, ½ 4 QT jalan lagi dech, destination: SURE! SENGGIGI!! ^________^;v

Jam 4 sore sampe di Pelabuhan sebelum masuk Senggigi, QT mampir makan dulu di Rumah Makan Ananda, khas NTB! Pernah denger Ayam Taliwang? Pelecing Kangkung? Beberok? Selamat mencicipi! ^^; Hihihihi… Gile! Pedessshhh!!! Ssshh aaahhhh!! Sssshh aaaahh! Namanya juga di Lombok! Lombok gitu lhoh! Ga pedes bukan di Lombok namanya! ^^; Huehue, tapi herannya ga kapok, malah jadi pengen nambah trus, trus, trus lagi! Mama malah sampe nanya resep n cara bikinnya! ^^; Akhirnya malah keasyikan ngobrol ama yang punya rumah makan, cerita punya cerita, mulai dari nenek mereka pernah di Surabaya kebawa bus sampe Madiun hahaha =D Ups, sampe yang ga taunya suami kakak yang punya rumah makan malah kerja di Jakarta, di Pancoran! Wahh, akhirnya jadi tukeran alamat! Nambah sodara lagi dech! ^^;v Hehehehe… Silaturahmi NFR dies! Kebiasaan di jalan ^^; WUAAA! Lupa! Hampir sunset! QT buru2 pamit abis makan, tapi pesen lagi bungkus wat pulangnya! ^^; Kido tancap gas memasuki kawasan wisata Pantai Senggigi!

MASYA ALLAH!! Indah nian!! ^______^;v Jalan dari batu karang berliku2 sementara debur ombak menghempas pantai kemilau bagai kristal terkena pantulan sinar mentari senja, indah! Sungguh indah!! Di banyak tempat kami minggir berhenti tuk sekedar foto2, wuaahh! Pokoknya seru dech! Akhirnya saat matahari terbenam, kami telah berada di satu tempat yang banyak dipilih orang yang mau melihat sunset, sambil makan jagung bakar manis pedas ditemani Teh Botol, di kafe berjejer di atas lereng bukit karang  menghadap ke barat, dengan samudera luas di bawah yang sejauh mata memandang! Indah! Sungguh! Masya Allah! Alhamdulillah, terima kasih Tuhan, Kau berikan kesempatan kami menikmati indah ciptaan-Mu! Maha Karya-Mu yang agung! Rasanya like a dream comes true!!… ^^;v Tentu aja lebih romantis kalo bersama orang yang QT cinta, gitu khan? ;p Uhuk2, sayang orangnya ga ada! Ihik! I mean belom ada! Hahahaha bikin gossip aja nech! Well, next time may be… Just U n me?! ;) Hueee! Puasa woiiii! Huehuehue =D Apaan siyy?? ;p

Maghrib, kembali kami ke rumah makan. Setelah 1 pengalaman yang mungkin hanya sekali seumur hidup (waaaa mau lagi donk!) abis jauh sich! Hihihi… ;p Gile! Jalan darat aja perlu 4 hari untuk menikmati sekian detik keajaiban senja! Tapi ga nyesel sich! Emang indah! Masya Allah! Ga henti2nya memuji Tuhan dech! ;) Setelah menumpang shalat, tukar telpon dan alamat, kami pun berpamit pergi dengan diiring doa moga selamat. Alhamdulillah, mungkin itu juga ya? Kumpulan do’a2 yang kami peroleh dari orang lain sepanjang jalan, hikmahnya baru kelak kami rasakan…

But d’story still continues…

(2 B Kontinyut lagi dech! ^^; Ga bosen khan? ;p)

TAKDIR & MELAWAN TAKDIR (Another Story: BOM BALI!!!) #2

Uncategorized No Comments »

Senin malam, 26 September 2K5…

Singkat perjalanan, kami kemalaman ^^; Beruntung kami ingat punya saudara di Surabaya. Eyang alit, hitungannya adik bungsu dari nenek pihak ibu, tapi umurnya hampir sebaya ibu ^^; Maklum orang zaman dulu! ;p Jam 8 setelah salah jalan mo masuk Tol Gempol malah nyasar ke By Pass, sampe juga, Surabaya =) Mampir ke gedung JTV (J-ne opo? J*nc*k TV? ;p Hehe guyon yo Dab! ^^; Itu kata “paman”ku koq! ;p Anak dari eyang alit, sebaya dengan Kido, tapi tetap aja itungan jadi paman ^^;) biasa, gesek ATM! ;p Wat cadangan pegang cash di perjalanan =)

BTW, Jazz ternyata emang irit lho! 1:20! 1 liter utk 20 km! Alhamdulillah banget, ga salah strategi waktu dulu mo beli =) Oh, masih nyicil koq! Hi2, gaji PNS gitu lhoh! ;p Patungan Kido ma Papa ^^; Alhamdulillah, kalo dinekadin bisa juga sich! ^^; Bukan wat sombong2an, khan udah ada Ceria? Semata alasan memang kebutuhan! Karena mobilitas Papa yang tinggi, cari data sana-sini, belum ngajar di banyak universitas, wuihhh ga abis pikir gimana jaga stamina ya? Tapi untung Papa rajin olahraga, minimal treadmill yap pagi ^^; Jadi malu nich! SEMANGAT!! CIA YOU 2x!! ^_____^;v Masih muda harusnya lebih produktif khan? He3, NEway back 2 d’re-Zn, on other hand, adik Kido sebentar lagi udah mulai praktik di rumah sakit, tentu ga mungkin selalu bisa diantar dan jemput kalo QT cuma punya 1 mobil, belum kalo dia harus pulang malam (atau pagi ^^;) ga kebayang dech! Makanya… Atas pertimbangan “kebutuhan” itu jadi beli mobil lagi! Ini bukan mubadzir lho! Apalagi korupsi? Waaa… Gini2 khan Intra-preneur gitu lhoh! ;) NEway lagi, karena 1 Oktober BBM naik lagi, yach, bisa dibilang beli Jazz pilihan bijaksana, lumayan ekonomis, tapi tetap memuaskan koq ;) QT baru 2x isi bensin lho! Itu juga QT sengaja ga nunggu meteran mentok habis, tapi baru setengah udah di isi! Jaga2, soalnya dimana2 kata berita BBM lagi antri. (Tapi kenyataannya di jalan yang kami temui ga gitu tuch? ;p Provokasi media aja kali, gede2in! He3 politis juga! Ga tau dech!)

So NEway, malam itu ternyata 1 jam habis untuk muter2 Surabaya, waks! Koq nyasar?! ^^; Akhirnya dipandu “tante” yang sebaya ma adikku lewat HP, dijemput di depan FK Universitas, aduh, lupa namanya ^^; Surabaya dech pokoknya! ;p (detective lagi ga konsen! Uda ngantuk! ^^;) Lagi2, kangen2an ga puas akhirnya ga tidur2 ngobrol sampe larut malam, ketawa-ketiwi cekakakan, berbagi cerita, so much 2 tell, so little time, sigh, so tired, akhirnya habis makan malam, shalat Isya’ dijama’ dengan Maghrib, mandi, tidurrrrr… Sampe pagiiii!! =D

Selasa pagi, 27 September 2K5…

Oya lupa bilang! Eyang alit laki2 lagi ga di rumah, ternyata lagi dapet tugas ke Bali! Wahh koq kebetulan gini?! Maka QT telpon2an n janjian ketemu kalo uda sampe Bali! Biasa, silaturahmi! ^^; Setelah sarapan kenyang (lagi2 tempe goreng! Heran dech! Tuhan ya yang ngasih ilham pada mereka bikin tempe buat nemenin Kido di perjalanan? =) Alhamdulillah, terima kasih Tuhan! ^^;v Tau aja yang kumau! He4 jadi enak! ^^;) Eyang alit laki2 kerjanya memang supir truk, tapi karena sudah terkenal jujur, langganannya banyak n dimana2, kali ini dia mengangkut sound system besar untuk acara pejabat tinggi 1 minggu, menginap di Nusa Dua, he3 dia ketawa-ketiwi waktu di telpon, pejabat penting katanya! Nginep aja di Grand Hyatt! ^^; Tapi jangan salah! Walau pekerjaan sederhana, dia bisa membiayai sedikit demi sedikit, menyicil rumah, beli tanah, menguliahkan anak laki2nya, “paman” Kido, Teknik Elektro, menjelang sidang skripsi! Prinsip hidup eyang alit, JUJUR itu nomor satu!! Sabar, banyak mengalah, serta tak pernah sakit hati walau apa kata orang! Kedua eyang suami istri punya sifat sama, karena itu keluarga mereka tetap harmonis dan rukun walau hidup seadanya! =) Satu lagi pelajaran bisa dipetik disana…

NEway, habis sarapan kami pamit melanjutkan perjalanan, tak lupa teriring do’a selamat sepanjang jalan. Wahh, dikumpulin banyak nich? ;) Alhamdulillah, itu yang QT perlu! =) Shortly Z, jam 2 siang uda sampe Banyuwangi, setelah shalat Dzuhur dijama’ taqdim (dikumpulkan di muka, dikerjakan di 1 waktu) dengan Ashar, Bismillah, kami menjelang Ashar tiba di Ketapang, antri tidak pake lama, ferry datang! Alhamdulillah, membawa kami menyeberangi pulau Jawa ke Bali, tuju Gilimanuk… Oya, sebelum kenaikan harga BBM, harga tiket nyebrang ke Bali 1 mobil isi 4 orang kurang lebih Rp.64.000,- gitu dech! ^^; Lama penyeberangan 30 menit, plus bongkar muat isi kapal, ngeluarin mobil, 45 sampe 1 jam gitu dech! ^^; Sampe Gilimanuk uda masuk Isya’, ½ 8 malam, hah? Koq lama? Oya lupa! Perbedaan waktu di Jawa dan Bali udah ada ½ jam, 20 menit-an lah 2 B precise ^^; Pantes koq rasanya lama? Yach ga dapet shalat Maghrib dech! Untung Tuhan Maha Mengerti kesulitan umat-Nya, diberi kemudahan (rukhshah) diperbolehkan untuk mengumpulkan 2 shalat pada 1 waktu bagi yang sedang di perjalanan, Dzuhur dengan Ashar, Maghrib dengan Isya’. Gimana ga kurang sayang QT coba?! Indahnya ajaran Islam ^^; Tuhan begitu toleran, kenapa manusia malah nggak ya?! =( Uda gitu, ngeyel lagi? ^^; Hayo, sapa tuww? ;p Yg merasa AJD! =D

Back 2 journey, Kido nyetir lagi, sampe di Denpasar jam 9, lewat GKN di Renon (Woiii Mas Agus! Sampeyan ra nginep kantor tah? He3 ;p) bablas lewat Hayam Wuruk, lupa2 inget dulu waktu pertama ke Bali (3 taon lalu, 2002, tepatnya sebulan setelah Bom Bali yang pertama! Inget banget, lha wong QT foto di puing2 depan Paddy’s Club koq, lom lagi dibersihin, karangan2 bunga juga masih berserakan, aih aih, apa sich maunya? Mereka yang ngebom?!! Ga ngerti dech! ISLAM adalah agama damai, ga ada dalam ajaran Islam mengajarkan kebencian, kekerasan, apalagi pake cara2 barbar, brutal, teror, keji n gak berperikemanusiaan!!!) dulu pernah ada yang kasih tau, sapa ya, lupa ^^; katanya di Hayam Wuruk ada Wisma Keuangan, jadi kalo pegawai Depkeu mo nginep di situ, tinggal tunjukin Karpeg, atawa namecard or nametag lah ^^; Dapet discount!! Lumayan lho! Perjalanan masih panjang ;p Tapi perut juga dah mulai nyanyi ngedangdut yang ga jelas gitu ^^; Akhirnya cari rumah makan terdekat, makan masakan Padang dech! Lumayan wat ganjel perut, Alhamdulillah, kembali cari tempat yang dituju. Sempet muter2 bingung, jam 11 malam ga terasa, wahh udah malem ya? T___T Alhamdulillah ketemu! Tapi sayang, udah penuh! GUBRAK!! @~* Sempet kepikiran, apa dilaju aja ya? Tanya ke pemilik wisma, katanya perjalanan nyebrang dari Bali ke Lombok makan waktu 3x lebih lama! Tepatnya 4-5 jam! WUAAA!! Malah ga kebayang sebelumnya! QT modal nekad aja ^^; Biayanya juga bisa sampe 400-500 ribu! GUBRAK lagi!! @~* Gimana nich? Bukan masalah uangnya (cieee, abis? ^^;) Kalo dilaju, toh malem uda di kapal, tidur 3-4 jam dah lumayan, sampe Lombok uda pagi, lumayan khan? Ayah Kido bisa langsung pergi kerja. Karena hitungannya harusnya mulai dinas hari ini tapi gpp katanya, cuma setelah dipikir2 lagi, kayanya mending nggak dech! Percuma, secepet2nya sampe, kalo badan kecapekan, ga akan banyak manfaatnya. Mending malam ini QT tidur di Bali AJD. Akhirnya cari penginapan terdekat, eh ga nyangka ketemu penginapan yang dulu banget QT pernah nginep di situ juga, di Wisma Batik WinotoSastro, wahh! Koq bisa gitu ya? ;p

NEway, jam 12 malem, huaahhh… Rembulan mulai menguap, saatnya tarik selimut! Selamat tidur men-temen… ^^;

(2 B Kontinyut lagi ya? ;p)

TAKDIR & MELAWAN TAKDIR (Another Story: BOM BALI!!!) #1

Uncategorized No Comments »

Lho? Apa seeh? ^^; Emangnya takdir Tuhan bisa dilawan? BISA!! Nach lho!! ^^; Sakti banget! Jangan sok jagoan loe! Mimpi kali yee! Mana mungkin?! Mungkin aja! Bukan berarti mo ngelawan Tuhan lho, tapi memang sudah ada sarananya, yang diberikan oleh Tuhan sendiri! Karena sifat Maha Pengasih lagi Penyayang-Nya. Menghindari takdir buruk, menuju pada takdir yang lebih baik, insya 4JJI, itu BISA!! ;) Ah masa sich? Pake apa? Jawabannya dengan DO’A! =)

Trus kalo ditanya, jika umur QT sudah ditetapkan-Nya, adakah yang bisa bikin umur QT tambah panjang? (Ga tau arti harfiah apa konotasi lho ya? ^^;) Ada juga!! Jawabnya: SILATURAHMI. Menyambung yang putus, menjalin yang baru, mengekalkan yang sudah ada menjadi lebih akrab, antara lain kuncinya!

Kisah Kido berikut adalah salah satu bukti KEKUATAN DO’A & SILATURAHMI…

Sebenarnya ini hanya akan jadi cerita yang disimpan sendiri saja ^^; Tapi berhubung udah banyak yang tahu n nanyain (tnx 2 testinya Mas Agus ha4 ketauan dech! ;p Suksma Mas! ^^;v) dengan sedikit menghela nafas berat (coz kinda hard 2 remember all d’way all over again) BISMILLAH… Ini adalah kisah perjalanan Kido selama cuti seminggu yang sarat berwarna-warni, campuran gado-gado tugas dinas dan rekreasi, kekuatan do’a dan silaturahmi, perjumpaan dengan macam ragam orang, watak, sifat, nasib, takdir, hingga ditutup secara dramatis lagi bombastis, dengan epilog BOM BALI!!… T___T

(DAMN CURSED BOMBER!!! TERKUTUK PARA BIADAB!!!) X-(

Not of my habitual 2 scold, but I HAVE 2 say 2day! They 2k innocent lives from friends of my friend 2!! With deepest condolence 2 Bali Blast Victims, SPCLE 2 friends of Bom2/ Febri/ Pejantan Tambun of PT C.I.F Transportasi who lost 5 out of 30 friends, died……….

They were THERE! Precisely @ Menega Café, Jimbaran, Bali, Oktober 1st 2K5… Shall this NFR happen again!! T____T Bom, B STRONG BRO!! We ALL HURT! U’re NOT ALONE!! STAND STILL WITH US…

Ini bukan fiksi, ini kisah nyata, bukan eksploitasi gugah emosi, tapi hanya memaparkan keadaan sesungguhnya, walau versi yang Kido alami pribadi mungkin tak sedramatis (juga tragis) yang sohib Kido sendiri, Febri n his friends, alami, tak pula sekomersil kisah sinetron, tapi semoga semua yang terjadi dapat dipetik hikmahnya, Insya 4JJI…

Ds is d’story entitled: “KEKUATAN DO’A & SILATURAHMI”…

Here’s my story…

Sebelumnya maaf kalo jadi bosan, kisah ini sengaja disusun urut kronologis, karena satu alasan yang saling jalin-menjalin, yang akan Kido ungkap di akhir kisah, Insya 4JJI. Tapi kalo mo bacanya lompat2 boleh aja! ^^; Feel free 2 read! NEway tnx, enjoy reading…

Bermula dari tugas dinas luar ayah Kido (di rumah panggil Papa ^^;), a researcher, untuk bertemu dengan Kepala BAPEDA n Rektor Universitas Mataram, di Mataram, yup, Nusa Tenggara Barat… Time setting: last 2 weeks, 1 week b4 we left. Saat itu kebetulan ayah Kido memang sedikit tidak fit. Sempat masuk rumah sakit. Karenanya kami sedikit khawatir. Terlintaslah gagasan untuk bersama menyertai sekalian pulang kampung menjelang bulan puasa. Satu kebetulan juga adik Kido sedang libur menunggu siklus co-ass yang menurut prediksi akan dimulai bulan Oktober. Hitung punya hitung, kami sepakat sekalian saja, berhubung kalau adik mulai tugas sudah susah untuk rekreasi bareng keluarga, n belum tentu pula Lebaran tahun ini pulang kampung lagi, ya sudah, akhirnya Kido mengalah, ajukan cuti 1 minggu!… ^^;

Mulai dech, yup, ngayal mode on! ^^;v Rencananya kami ingin puas2in jalan2 sepanjang perjalanan, jalan darat, yup, I’m drivin’, sekalian test drive, he2 ;p ZEI MOBILE!!! ^^;v Niatnya sich pengen mampir Borobudur, Parang Tritis, gitu2, santai aja, dimana ketemu malam QT cari penginapan, ga ngoyo koq, baru setelah pulang kampung ke Ngawi, ketemu sodara bersilaturahmi, kami langsung bablas nyebrang pulau Bali – Jelas! Jalan2 lagiiiii!! ^^;v – ubek2 Pulau Dewata baru lanjut ke Lombok! Ke Pantai Senggigi!! WUIIIIIII… ^_______^;v

Jum’at malam, 23 September 2K5…

We’ve done packing. Kido juga uda dapet izin cuti. Tapi tensi ayah Kido naik lagi. Agaknya terlalu lelah, menjelang berangkat DL masih harus selesaikan pekerjaan kantor n bimbingan skripsi mahasiswa (he also teaches ^^; BZ eh?), tadinya rencana Sabtu habis Subuh berangkat, kami putuskan ditunda sambil melihat perkembangan.

Sabtu malam, 24 September 2K5…

Setelah siangnya membaik, tak dinyana malam kondisi Papa buruk lagi, kami sampai membawa ke Rumah Sakit Bhakti Asih di Ciledug. Jam 1 malam baru pulang, dapat obat, masih ada yang kurang, harus cari di apotik, mungkin nanti di sepanjang perjalanan. Alhamdulillah setelah minum obat, kondisi ayah berangsur tenang membaik. Rencana sudah mantap. Besok pagi, Insya 4JJI, kami meluncur, berangkat…

Minggu pagi, 25 September 2K5…

Bismillah… Tepat jam 5 ba’da Subuh, selagi mentari belum lagi menggeliat bangun, kami diam2 meluncur perlahan. Tapi ga perlahan juga sich, lha wong begitu ketemu jalan tol Kido melesat, average rate 120 km/jam!! Wekekeke, biz enak sich ^^; Jazz gitu lhoh!! ;) Uhuk2, NEway jam 7 pagi udah keluar Cikampek. Belok kiri, arah Subang bablas terus, Pamanukan, Indramayu, jam 11 dah Cirebon, perbatasan Jabar-Jateng! Masuk Brebes, Tegal, Pemalang (Wien! Lewat kotamu lho! ^^;v) Pekalongan, nahh di sini kami mampir…

Ada sodara lama dah ga ketemu, tiba2 aja 2 hari menjelang berangkat ujug2 ga da angin ga da badai topan ^^; telpon! Yo wis, janji sekalian ditengokin! Mas S, sebut aja gitu, 11 tahun menikah masih harus sabar belum dikaruniai putera. Ndilalah, belum lama ada tetangga yang terhitung miskin papa, istrinya meninggal habis melahirkan puteranya yang kelima! Inisiatif, disamping untuk membantu meringankan beban kehidupannya, memang sudah lama keluarga Mas S mengidam punya momongan. Akhirnya disepakati dengan ikhlas anak itu dijadikan anak angkat, dicurahkan kasih sayang… Singkat kata, ketemu, tapi Mas S sudah harus dinas lagi ke Surabaya sejak malam, karena memang rencananya kami berangkat Sabtu, jadi ga ketemu Mas S, tapi uda silaturahmi kangen2an ma keluarganya. Shalat Dzuhur n dijamu makan siang sampai kenyang (wuaaa ada sayur lodeh tempe goreng! Udah dech! Favorit Kido! Koq tau sich? ^^;) Alhamdulillah, banyak cerita mengharukan di sana, tapi kami harus melanjutkan perjalanan lagi, so we wave goodbye, continue d’journey…

Jam 2 left Pekalongan, jam 5 masuk Semarang. Kebetulan ketemu Kimia Farma, uda menjelang Ungaran, mampir beli obat Papa, sekalian numpang untuk shalat Ashar. 5.30, sebenarnya tanggung pengen Maghrib sekalian, tapi kami putuskan dilaju saja, nanti Maghrib-nya dijama’ (dikumpulkan) takhir (di akhir) bersama shalat Isya’, demi efisiensi waktu di jalan. Jam 8 masuk Solo. Salatiga udah lewat (bubay Roniiiii! ^^;v) Palur Coret, he2 Ocvan! ;p Mampir mal opo jenenge? Yang deket Muhammadiyah? Halah! Solo emang ada mal yang lain? ;p Wekekeke… Cari makan! ^^; Cuma dapet fried chicken, Alhamdulillah! Sampe situ mulai ngantuk ^^; Akhirnya setelah dipaksa, sisa perjalanan digantikan menyetir Papa, malu juga! ;p Tapi daripada kenapa2? Emang perjanjian QT 3 jam sekali ganti, cuma Kido mana tega? Jadi 6 jam pertama, Kido nyetir, abis break di Pekalongan, nyetir lagi! ^^; Tapi memang daya tahan manusia terbatas ya? ;) Tuhan aja tahu itu, makanya dibikinin stasiun waktu, untuk QT istirahat, shalat dulu =)

NEway, sempet mampir makan Sate di Banaran, setelah Sragen (n Masaran! Anung? Lewat! Wakakaka =D) menjelang masuk hutan menembus perbatasan Jateng-Jatim, Alas Banjarejo… Wiss bablas dech! Tau2 bangun2 jam 10 uda sampe depan rumah bude W, waks! Uda sampe???! =D Alhamdulillah… Lumayan cepet, mungkin karena di awal Kido ngebut he3, akhirnya tepar juga, terima kasih yaa Allah, selamat di perjalanan…

Senin pagi, 26 September 2K5…

Pagi2 abis mandi n sarapan (wuaaa! Pecel Madiun yang terkenal itu lho! =D Sama tempe goreng! Lagi2 ;p Protein lho!! Gizi tinggi! ^^;v) Bude W mampir ke pasar beli kembang, lalu kami nyekar (ziarah) ke makam… Pertama makam Almarhum Om M, suami Bude W yang meninggal tahun lalu… Setelah itu kami harus ke lain desa, jadi kami pamit sekalian, melanjutkan perjalanan, tak lupa terima kasih serta saling mendoakan, menuju Desa Geneng, tempat nenek dan kakek dari pihak Bapak dimakamkan. Silaturahmi ke sodara2 dari Bapak, terus lanjut lagi ke Desa Keniten (tau ga Mel? ;p Dari Magetan ga jauh lho! He3), dimana nenek dan kakek Kido dari pihak Ibu dimakamkan… Eyang, cucumu datang nich… ^^; Setelah itu kami mampir silaturahmi lagi ke sodara2 yang ada di desa situ, terhitung ponakan dan cucu ponakan kakek-nenek. Wahh! Ramai! =) Semua terkejut gembira, ga sangka kami datang, mulailah berbagi cerita! Dik K, sepupu jauhku, saat ini ternyata kreatif jadi wiraswasta, bisnis berjualan kacang sederhana, tapi biar gitu cerdas mempekerjakan warga setempat untuk membantu membungkus, dia yang menjual. Pasarannya tembus 7 kecamatan lho! Ga nyangka! Padahal tadinya kerja di PT Bla3, perusahaan cukup ternama, sudah jadi asisten manajer walo masih muda, tapi karena ada indikasi korupsi di perusahaan, serta paksaan atasan untuk tutup mulut n ikut terlibat, sepupu Kido ga tahan n memilih tuk keluar! Satu sikap yang patut QT hargai bukan? BAGUS!! Itu baru sepupuku!!! ;) Proud of U Bro! Saat di sana kami juga diperlihatkan kakek2 serta nenek2, masih sodara jauh juga, dengan berbagai kondisi berbeda, dari yang masih bugar n bisa baca koran tanpa kacamata (padahal ikut berjuang zaman Jepang, pengagum setia PNI Bung Karno, masih tetap semangat euyy! 45!! ^^;v) hingga yang sudah lumpuh, hanya berbaring setiap hari mengharap pertolongan orang lain, disuapi untuk makan, buang air besar dan kecil di tempat, terenyuh sekali kami melihatnya, manusiawi jika terulur ingin membantu meringankan penderitaan. Ada juga yang mengeluh sakit ini sakit itu! Diabetes sampe jantung! Lho! Khan ada dokter! ;p EHM!! ^^;

Baru calon… ^^; Ga tau juga kenapa, adikku suka kemana2 bawa alat2 kedokteran! Mungkin panggilan jiwa ya? ;) Minimal tensimeter dan alat wat tes gula darah. Katanya zaman sekarang penyakit yang umum untuk orang2 tua, itu!! ;p He2, puschyink kali mikirin BBM segala krisis yang nggak abis2… Akhirnya kami ketahan di sana sampai jam 3 sore! Wuaaaa! =O Tapi gpp, karena senang aja, melihat banyak tetangga sodara jadi ikut berbondong2, antri minta diperiksa dokter Krishna ^^; He4, yach, ilmu itu baru bermanfaat kalau sudah diamalkan, khan? ;) Ikhlas aja dengan senang hati, itung2 amal, Insya 4JJI berkah, Amiin…

Wadhuh! Begitu kami mau berangkat, sontak oleh2 banyak disematkan! ^^; Kacang, cemilan, buah, wahh, gimana mo bawanya nich? Yang pasti makanan penuh n terjamin! He3 =D Alhamdulillah! N yang terpenting semua mendoakan keselamatan kami di perjalanan, dari pergi sampai pulang. Hikmahnya baru kelak kami rasakan kemudian…

(Bersambung ya? ^^;)


Theme & Icons by N.Design Studio.
Entries RSS Comments RSS Log in