Memahami Diri Melalui Bening Hati #1 ^^;
Uncategorized December 7th, 2005
Ini adalah kisah Zen… Nan-in, seorang guru Jepang selama masa Meiji (1868-1912), yach sezaman ama Kenshin Himura dech ^^; (Oroo?! @~*) kedatangan dosen universitas ternama yang ingin belajar tentang pencerahan alias Zen. Nan-in mempersilakan tamunya duduk, lalu ia hidangkan teh. Tamu menyambut hormat saat Nan-in menuangkan teh ke dalam cangkir hingga penuh… Namun ia masih terus menuang!… Dosen tersebut memandang tumpahan teh sampai akhirnya ia tak tahan untuk tak komentar, "Sudah penuh! Tumpah! Tidak muat lagi!…"
Dengan bijak Nan-in berkata, "Begitu pulalah Zen. Anda persis sama dengan cangkir ini. Anda penuh dengan gagasan dan spekulasi yang datang dari ANDA sendiri. Bagaimana SAYA bisa menunjukkan pada Anda tentang Zen jika ANDA tidak mengosongkan cangkir (pikiran) terlebih dahulu?…"
Ini adalah simulasi saat Pelatihan Manajemen Qolbu kemarin… Serupa kasus di atas, di tangan kanan pemateri ada sebuah botol berisi air mineral, di tangan kirinya ada gelas kosong… Peragaan pertama. Gelas diangkat lebih tinggi dari Botol. Apakah air akan terisi? Tentu tidak mungkin, malahan tumpah ke lantai. Peragaan kedua. Gelas sejajar dengan Botol. Apakah dapat dituang? Masih belum! Peragaan ketiga. Gelas merendah dari Botol. Maka air bening jernih sejuk segar mulai mengalir tertuang memenuhi gelas yang tadinya kosong hingga penuh! =)
Kunci sukses belajar adalah harus rendah hati. Dalam Islam diistilahkan Tawadlu. Rendah hati. Hanya hati yang merendah yang Insya 4JJI siap dan sanggup untuk menerima pelajaran. Dan hendaknya dalam menerima pelajaran jangan melihat siapa yang mengatakan, tapi apa yang dikatakan. Insya 4JJI QT akan mudah menyerap ilmunya.
Ketika QT tersesat di pelosok kampung mengarah ke hutan, sementara satu2nya orang yang ada hanya anak kecil gembala dari desa setempat, jika QT tanyakan arah ke kota, anak itu menunjukkan. Walau hanya anak kecil, apakah Anda akan sangsi atau coba percaya?! Kunci membuka gerbang ilmu hanya dengan bertanya. Karenanya kesampingkanlah prasangka. Hanya hati yang bersih yang bisa memilah dengan jernih dan menerima ilmu seperti cangkir kisah Zen. Walau hanya anak kecil, jika memang benar serta bermanfaat apa yang disampaikannya, terimalah. Insya 4JJI, itulah ilmu bagimu =)
Manusia adalah makhluk Allah yang dikaruniai berbagai potensi, yakni potensi fisik, akal dan hati (qolbu). Saat QT lahir, AY, NT, n bayi lainnya pada dasarnya punya potensi sama. Namun seiring bertambah usia, dewasa, tambah pengalaman, pengetahuan, keterampilan yang berbeda2, tiap pribadi berkembang sesuai kebiasaan masing2. QT yang biasa menulis dengan tangan kanan, tentu akan sulit n harus pake konsentrasi lebih, nulis dengan tangan kiri. Itu karena potensi fisik QT membiasakan memakai tangan kanan. Begitu juga otak, semakin diasah berpikir makin tajam. Ilmu SMP tentu lebih tinggi dari di SD. SMA lebih sulit dari SMP. Universitas butuh upaya lebih jauh lagi. Begitulah seterusnya.
Tapi sadarkah QT, sebagaimana QT melatih potensi fisik serta akal QT sehingga QT dewasa, adakah QT juga kerap teratur melatih potensi hati (qolbu) QT?…
Padahal Qolbu dari akar katanya Qolb artinya yang mudah berbolak-balik. Secara jasmani, Qolb itu Kabidun, dalam ilmu kedokteran QT kenal dengan jantung (bukan hati!), pusat dari kehidupan. Tapi secara ruhani, Qolbu adalah Fuadun, kekuatan ruhani yang mampu mengendalikan perilaku, dimana niat bersemayam.
Seiring QT berjalan, terpaan angin cobaan hembusan godaan kerap menempel lekat di hati. Tanpa QT sadari, terbentuk pola, bercak noda dan dosa, kotor hati QT kian hari kian menjadi, yang QT anggap biasa, lantaran kebiasaan…
Hati2 dengan Hati! =)
Hati ada yang sehat, sakit, dan mati! Jika penyakit2 hati mulai menghinggapi, waspadalah!! T___T Hanya hati yang bersih yang bisa menerima ilmu, membedakan yang benar dengan yang salah. Bagaimana kiat mengetahuinya?
Ikuti Wisata Hati! Dhooh iklan euyy! ;p Ga koq, ikuti terus di BB ini, Insya 4JJI…
Kido Kamen =)