Memahami Diri Melalui Bening Hati #2 ^^;
Uncategorized December 7th, 2005Masihkah Anda pegang cangkir di tangan? =) Mudah2an masih ingat kisah Zen, kosongkan pikiran, sudah siap menerima ilmu? He4 ;p Gw bukan guru kalee! QT semua sama2 belajar. Moga2 bermanfaat…
Saya punya 3 gelas. Gelas pertama berisi air putih, bening, jernih. Anda lihat? Baik. Gelas yang kedua saya tuangkan air teh kecoklatan. Adapun gelas ketiga, saya isi dengan kopi hitam pekat, gelasnya pun gelas kotor. QT punya 3 gelas. QT mau ngapain nich?
Jika saya mulai menaburkan pasir ke dalam gelas pertama. NT di hadapan saya tentu dapat melihat butir2nya melayang lalu tenggelam perlahan ke dasar gelas berisi air yang bening. Yach, bisa ngebayangin khan?… ^^; OK, pasir kelihatan. Bagaimana dengan jarum? Kelihatan. Paku? Juga. QT sepakat, semua bisa lihat?
QT beralih ke gelas yang kedua. Masukkan pasir, bertabur melarut perlahan2. Sebagian kelihatan, semakin ke dasar mulai agak keruh. Bagaimana dengan jarum? Samar2 kelihatan. Paku? Masih kelihatan… Kini gelas yang ketiga, yang berisi kopi pekat! Dapatkah NT melihat pasir yang melayang tenggelam di kopi?! Lantun Padi sich, “Bayangkanlah!” ^^; He3 ga keliatan? OK, gimana jarum? Sama ya, ga keliatan? Coba paku?… Masih nggak keliatan?!
Begitu juga hati QT, Kawanku… =)
Hati yang bening, bersih, jernih adalah hati yang sehat alias Qolbun Salim, yakni hati yang selamat. Hati yang keruh seperti gelas berisi air teh, mungkin ia masih dapat melihat dosa2 besar dan sadar itu dosa, tapi acapkali dosa2 kecil QT pandang remeh dan anggap biasa, akhirnya kebiasaan, padahal lama2 numpuk jadinya besar juga! Seperti pasir yang lebih remeh daripada jarum atau paku. Kalau tidak hati2 lama2 hati QT bisa berganti seperti gelas yang berisi kopi. Dosa dianggap biasa! Na’udzubillahi min dzalik. Hati2 dengan Hati, Saudaraku… (Kok jadi ngomong gaya AA Gym gini? ^^;)
Bagaimana QT tahu tanda2 kalau hati mulai sakit? Tanda2 penyakit hati, mari tanyakan ke diri sendiri. Jika QT mulai kehilangan cinta yang tulus, muncul iri, dendam, dengki, hati2!; kehilangan ketentraman serta ketenangan diri, hati selalu gelisah; mata ini seperti mata di hati mulai keras dan sulit untuk terharu; kehilangan kekhusyuan beribadah; mulai malas beramal, enggan sedekah; gemar melakukan dosa; Halah!! ^^; Awas! Tanda2… T___T
Hanya dengan QT jujur dan rendah hati mengakui kekurangan di diri, QT dapat memahami betapa potensi hati yang mudah berbolak-balik dapat dahsyat mempengaruhi ke arah positif atau negatif. Maka benarlah Rasulullah Muhammad SAW yang bersabda, bahwa di dalam diri manusia terdapat segumpal daging. Jika baik daging itu maka baiklah seluruh tubuhnya, jika buruk daging itu maka buruk pulalah seluruh tubuhnya, ketahuilah daging itulah Hati!
Hati seumpama Raja. Adapun akal dan seluruh tubuh ini adalah pasukannya. Niat yang bersemayam di hati bagai titah Raja, QT laksanakan dalam bentuk perilaku QT. Maka Hati QT-lah yang menentukan mulia atau hinanya perilaku, berguna atau sia2 QT hidup di dunia.
Sebagaimana namanya, Hati atau Qolbu amat berpotensi bolak-balik. Karenanya perlu latihan untuk mengelola agar potensi yang muncul adalah perilaku baik! Senantiasa yang baik… Agar niat yang ada di dalam Qolbu bisa dikelola maka perlu Manajemen Qolbu…
Wehehehe, ini bukan lagi iklan! ^^; Tapi memang sejujurnya, QT perlu… =)
Semoga dengan memahami potensi yang ada dalam diri QT sebagai manusia, terutama potensi ruhani yakni hati QT, QT dapat memahami potensi diri berikut sifat baik buruk yang QT miliki. Dan dengan memahami penyakit2 hati semoga QT mampu dan berkeinginan untuk membersihkan hati, sebagai proses awal memakna ulang hidup QT…
Kebahagiaan hidup tidak didapat dari materi seperti harta, pangkat, jabatan, apapun yang dimiliki; namun hidup hanya akan bermakna dengan kebersihan di hati. Kunci kebahagiaan hidup ada pada ketenangan di hati, yang muncul dari hati yang bening, sehat, jernih, bersih…
Siap membersihkan hati? ^^;
Kido Kamen =)
