2) AWAKENED…
Uncategorized March 28th, 2006(PS: Ds is FICTION, OK?! ;p Well, part of way I V-l is true, but l@’s g@ thru!! ^^;v Things R g@in’ cooler, so just READ ON will ya?! B-) Continue Jo!)
—
3 mentari dan 3 purnama sudah aku terkulai pingsan. Selama itu jaringan kulitku tetap tak mampu merasakan hangat sentuhan mentari, karena kecil sekali kemungkinan cahayanya sanggup masuk dan menerobos jauh dalam kepekatan hingga dasar jurang kehampaan dan penderitaan tempat jasadku terbujur terkapar dalam diam…
Tanda2 kehidupan yang pertama justru datang dari gerak peristaltik di perutku. Keroncongan. Kukuruyuk. Rasa lapar men-trigger jantungku yang tertidur mati suri jadi terkesiap!!… Mulai berdetak lagi… Dag-dug… Dag-dug… Dag-dug… Mengirim sinyal ke portal syaraf yang diterima dan diteruskan ke system pusat cerebral di otak belakangku…
LOGGED ON!
Standing By…
Transferring data…
LOADING…
1%…. 2%…. 3%….
Mataku terbuka. Gelap. Ku mengerjap-ngerjap. Setelah mataku mulai terbiasa dalam gelap, otakku pun mengirim pesan, memory yang lamat2 di-rewind dan di-playback, hanya gambar hitam putih, klasik buram, silent mode on. Lambat laun aku mulai ingat lagi kejadian semuanya. Dimana aku berada. Mengapa aku di sini. Dan betapa tubuhku lemah lunglai dan tak berdaya. Tapi otakku telah berfungsi lagi…
7%…. 8%….
ALERT!
No Power or Battery Low!! @~* GUBRAK!!
Sapa suruh masuk jurang ga bawa charger?
(SAPA JUGA yang mau masuk jurang?!! X-( Bocah Gemblung!!)
BEEP… BEEP… BEEP…
Reducing… 6%… 5%…
Ah, celaka! Kepalaku masih sakit! Pusing sekali rasanya! Benturan keras 3 hari yang lalu bukan hanya menghempaskan tubuhku hingga remuk, tapi juga membenturkan kepalaku dengan keras ke lantai dingin dasar jurang, entah, mungkin kalau bukan karena kepalaku yang keras (another way 2 say, aku yang “keras kepala” ^^;) barangkali batok kelapa eh kepala ini sudah pecah dan isinya tertumpah ruah berceceran berhamburan ke segala penjuru, hiiiyy sadis ahhh!! @_@ Entah gimana caranya, kepala ini ternyata di luar memar dan darah segar yang telah mengering dan membeku, hanya menyisakan benjol2 saja! Bertingkat, dan tak beraturan! Hohoho =D Persis kepala Shinchan saat dijitak Misae, ups, BLETAK!! Mamaaaa! ^^;
Sumtimes it helps 2 B stubborn?! ;p (Hehehe, d@’s another case! ^^;)
BLINK… BLINK… ALERT!!
Ur NRG Remains 1%, Please Recharge!!
Meaning: gw mesti MAKANNN!! Laper beraaaattttzzzz!!! @~*
Ada yang inget nomor delivery order Hokhokben? ^^;
Tes!… Tuk!
Lamat2 aku mendengar suara!
Pssst!! Diam!…
…….???
…. @_@
Tes!… Tuk!… Yak! Benar! Tak salah lagi! Itu jelas suara tetesan air!
HOREEEE!! AIIIIIIRRRR!! YUPPIEEEEEE!!! ^_________^;v
Seketika harapanku timbul!… Air yang jatuh di ceruk bebatuan. Tak jauh dari sini. Gelap, tapi aku sanggup meraba ikuti suara. Aku mencoba menggerakkan tubuhku. Oh tidak, sakit semua! (Efek: Kretek!! ^^; Patah, halah! @~*) Aku bahkan tak sanggup mengangkat sebelah tanganku! Aku lupa! Aku lumpuh. Lemah, lunglai kini. Tidak bertenaga. Seperti baju usang yang tak terpakai lagi lalu dicampakkan begitu saja.
Untuk pertama kalinya dalam hidup aku merasa begitu sendirian… Kesepian… Ketakutan…
Tapi rasa inginku jauh lebih besar dari ketakutanku! Kebutuhan yang mendasar! Basic need! Primitive instinct! Urgent desire! Primal rage yang mendesak minta untuk dipenuhi: RASA LAPARRRRR!!!
AAUUUUUUMMMMM!!!!
… ???!
NO! d@’s not sound of d’Mammoth!!
……
Tyrannosaurus neither!! ^^;
Aku mencoba tetap tenang. Mengumpulkan kesadaran dan keberanianku. Aku ingat jurus pernafasan yang diajarkan oleh guruku. 1/1 tergambar langkah2 di benakku. Seraya berbaring aku mencoba menarik nafas, memusatkannya di pusar. Ilmu menghimpun inti prana di pusat kehidupan. Huuupp… (Tahan!) Fyuuhh… Hisapppphh… Hembussssh… Huuffffhhh… Perutku berangsur2 mulai terasa hangat. Ini adalah ilmu dasar dari perguruan Kuburan Kuno! Jurus Hati Gadis Suci!
Bibi… Dimana kau kini? T__T
BLETAK!!! @~*
Apaan sich?!
Sesaat aku teringat pada Bibi Guruku, Siauw Liong Lie? Hehe, bukan, tapi mirip! ^^; Dan saat itu juga racun bunga cinta bekerja! HUEEEKKHHH!!! Aku muntah darah! @_@~ Celaka! Aku lupa! Aku tak boleh teringat lagi padanya, atau racun ini akan kian menggerogotiku!!
Tapi bagaimana mungkin aku bisa melupakan dia? Gadis itu… Bibi… ^^;
BLETAK!! @~* Aduh!
BLETAK!! BLETAK!! @~* APAAN LAGI SICH??! X-(
Tiba2 sepotong tangan mengambang muncul menyodorkan kertas… ^^;
(What theee…??! @_@)
Gusar, kusambar! (Lho! Heyy! Khan lumpuh?!)
Turn light on please!
Cesss!!
Tangan itu menyodorkan batang korek menyala!
Y, Thank U!… ^^;v Kubaca dengan cepat isi kertas, mmm-nymm-nymm-nymm… PLAK!! @~*
Tangan itu mengeplak kepalaku! HEYYY!! X-(
Setan Gendheng! Bocah Gemblung! Ngajak gelut?!! Kira gw takut APA?!! X-(
Tangan itu hanya menunjuk ke kertas dalam genggamanku…
—
Oh, maaf! Salah naskah ya?! ^^; huehue (wajah memerah tersipu), abis berasa Yo Ko sich! ;p Wakakaka… =D
Krucuuuk!!… @~* Perutku berbunyi lagi…
—
(Dan penulis pun tak kuasa menahan rasa lapar, gile jam 3 sore nech! Gw makan dulu ya, Nasi Goreng Kampung menunggu, tar lanjut lagi, insya 4JJI, stay tune Jo! =D)
(Bersambung lagi, hihihi ^^;)