3) HOPE…
Uncategorized March 28th, 2006Fajar menjelang. Setidaknya itu yang bisa kubaca dari guratan jingga di atas hitam nun jauh tinggi di sana, mengintip dari celah sempit bibir jurang yang dalam, tempat ku terpuruk di sini, persis lagu Kla Project… ^^;
Kulewatkan malam dengan tetesan-tetesan dingin sejuk segar air yang merembes satu-satu lemah dari celah karang dan jatuh di ceruk bebatuan, tak jauh dari tempat aku terkulai. Aku beringsut menafikan sakit remuk tubuhku, menggeleser sedapat mungkin di tanah, merangkak, menggapai harapan, jawaban dahaga yang tak lagi bisa tertunda…
Tes… Glek…
Aaahhhssshh…
Lamaaaa…
Harus sabar memang…
Tes… Glek…
Uwaaaaa… ^^;
Begitulah…
—
Rupanya karena kemarin pingsan, aku tak sempat bersua sapa mentari. Tapi lain pagi ini. Walau dari celah kecil, tapi ternyata selarik cahaya lembut menyeruak perlahan kendati tetap tak mencapai ke dasar. Setidaknya jadi perlambang harapan.
Aku harus keluar dari sini, aku bertekad!
Keluar dari jurang kehampaan akibat penderitaanku yang mendalam. Terjerumus oleh perasaan sendiri, buah rasa bersalah, menyisakan nyeri, sepi. Kesengsaraan abadi. Tapi aku sadar bahwa aku telah dengan sadar memakan racun bunga cinta, agar ia mau melupakanku. Agar aku juga bisa melupakannya… Kendati aku justru kian hari makin teringat kepadanya! Dan saat itu racun aktif bekerja. Acap aku mengingatnya!! @~*
Pedih, seperti namanya, racun bunga cinta, menorehkan luka kian dalam menghunjam di sanubari. Walau mungkin ia tak lagi peduli, ia bahkan mungkin takkan pernah tahu, demi dia, aku telan bulat2 pahit ini. Tapi apalah artinya itu kini…
Cinta, apakah memang selalu menyedihkan? Seperti mawar merah berduri? Indah! Tapi menyakitkan! Jika kau tak tahu bagaimana cara menggenggamnya…
Seperti menggenggam hati. Hingga kini aku tak mengerti. Apa yang membuat ia memutuskan untuk pergi? Pergi setelah hatiku ia curi?!
Karena itulah aku tak boleh tetap di sini! Sudah kuputuskan! Aku harus bertahan dan tetap hidup! Aku harus keluar dari tempat ini untuk mencari gadis itu, untuk mencari jawabnya! Dan untuk meminta hatiku kembali! ^^; Hoeee maliiiiing! ;p Jelita, kembalikan hatiku padaku! Kalo U ga mau jangan dibuang donk! Khan kasihan, bisa gw kasih ke CW yang laen! ;p Kepastian akan penantian sia-sia ini…
Tapi untuk itu pertama yang harus kulakukan adalah memulihkan kondisiku dulu. Dan bisa dibilang aku tidak dalam kondisi bagus saat ini. Well, I M truly a mess! ^^; Dan ternyata sinyal handphone gak bisa ketangkep di bawah sini, Damn!! Ga bisa minta tolong donk!
BLETAK! (Agaaiinn???) @~*
Oh ya, ceritanya di masa lalu ya? ^^; Zaman Yo Ko mana mungkin ada handphone? ;p
—
Hari ke-7. Setelah bertahan hidup hanya dari tetesan air rembesan di tebing, serta mengunyah daun-daun liar yang tumbuh di sekitar tubuhku terbaring bersandar di dinding tebing, selama itu pula aku terus mengolah inti prana di dalam tubuhku. Pernafasan teratur yang diajarkan oleh guruku, bibi guru, hmm… Dia…
HUEEEKKHHH!! @_@~ Aku muntah darah lagi!
CUT!!! X-(
… ???!
(Hoiii sutradara! Apa ga ada efek yang bagusan kalo racun bunga cinta bekerja selain dari muntah lagi dan muntah lagi?!!)
(Mmmm… Sebentar, saya pikirkan dulu ya?! ^^;)
Tak lama potongan tangan mengambang itu muncul lagi, TRING!!…
NICH!… PLAK!! @~* Dan langsung menghilang…
—
Siang itu, saat tengah duduk bersila bermeditasi sambil memulihkan tenaga dalamku, lamat2 di kejauhan, di tengah tebing, aku seperti melihat gurat2 yang tidak biasa. Tunggu dulu! Apa itu? Kumemicingkan mataku. Menjadi setajam elang! Sayang, sayapku patah tak bisa terbang! T__T Tapi guratan2 di dinding tebing di tengah tinggi jurang itu kian meyakinkan bagiku bahwa itu bukan gurat2 alami, yang terukir oleh erosi dan waktu. itu adalah guratan huruf2 yang dibuat manusia!
Ya, benar! Tak salah lagi! Sebentuk alur goresan kaligrafi, terukir di tebing! HEBAT!! Siapapun yang menorehkannya di situ pasti punya tenaga dalam yang luar biasa! Mengukir di atas karang! Lebih hebat lagi letak goresan2 yang tertutup lumut itu adalah di tengah2 dari jarak tinggi mulut jurang hingga dasar dimana aku terkulai tanpa daya! Gin kang (ilmu meringankan tubuh) orang itu juga pasti tiada tandingnya! Aku jadi penasaran, siapa dan dimanakah orang itu kini berada? Dan apa kira2 yang ditulisnya di sana? Mudah2an ada petunjuk, setidaknya secercah harapan untukku dapat keluar dari sini dan kembali menghirup udara alam bebas nun di luar sana!
—
Lewat 2 hari, kondisi tubuhku bisa dibilang sudah berangsur pulih, walau masih cukup lemah untuk berdiri apalagi berjalan.
Status check…
NRG level…
15% Stored…
Lumayanlah… ^^;
Oya, kini aku sudah bisa menggerakkan tangan dan kakiku, walau belum bertenaga. Jurus dasar warisan perguruan Kuburan Kuno memang hebat! Dasar jurang ini yang dinginnya mendekati minus 30 derajat Celcius (Brrrr! Hahhh! Masa?! Dingin banget donk? Hiiiyyy, mungkin ga ya? ^^;) mengingatkanku pada balok es raksasa, buatan nenek guru di tempat berlatih dulu, waktu di Kuburan Kuno. Hawa dingin yang disalurkan dengan tenaga dalam memulihkan kondisiku lebih cepat, karena dasar ilmu perguruan Kuburan Kuno adalah IM yang lembut, bukan YANG yang mengandalkan tenaga keras. Dalam tempo 10 hari ini aku sudah mengalami kemajuan berarti, setidaknya sudah terhindar dari terancam bahaya cacat lumpuh seumur hidup! Sambil menyalurkan tenaga dalam ke segenap penjuru raga dan membentuk dinding prana yang menyelimuti serta menghangatkan tubuh, lamunanku lagi2 melayang kembali pada gadis itu…
Bibi Guru… ^^;
Tiba2 seluruh tubuhku ada yang menggelitiki! HUAHUAHUAHUAHUA =D AMPYUUUNN! GELIIIII!!! WOIIII!! WOIIIII!! HUAHUAHUAHUA!! AMPYUUUNNN!! SIAPA NIYYY??? =D
(Hoshh… Hoshhh… Lemassshh!… Kurang ajarrrr!! ^^;)
BLETAK!! @~* Aku lempar script ke sutradara! Ide gila apaan nich?!! X-(
(Lho tadi katanya minta ganti efek kalo racun bunga cintanya bekerja? Tadi udah saya ramu pil bunga cinta yang menimbulkan efek geli di seluruh tubuh, ya yang kamu minum sebelum syuting tadi, ternyata efektif khan?! ;p)
Dasar Sutradara Gemblung!! X-( Ga da yang lebih kreatif lagi apa???
—
Dan agaknya hari ini aku masih harus menyimpan asaku, untuk dapat memanjat tebing dan membaca apa yang terukir di atas dinding. Prioritas utamaku adalah memulihkan dulu kondisi terbaikku, sambil memikirkan cara untuk keluar dari jurang yang konon berada di lembah Putus Cinta ini… ^^;
Heran, kok Yo Ko ga pernah kejeblos di bawah sini ya? NFR missed N episode!!
N gimana caranya sutradara, cameramen, lighting technician, dan para kru lainnya bisa2nya ikutan gw jatuh sampe ke bawah, coba??!
CAH GENDHENG!! Sapa sich yang bikin cerita??? =D Wakakaka…
—
Will I FR g@ outta hereeeee???? T______T
—
NFR lose hope! Jangan berhenti berharap! Karena jagoan QT masih akan kembali lagi, besok dech, udah sore nech! Gw khan dah mo pulang, plis dech!! ^^; Tar dilanjut lagi Jeq!
So stick around n watch 4 Updated Blog sign of me in FS Friend Tracker! ;p Huehue…
2 B Kontinyut, OK Jo?!