5) SEARCH…
Uncategorized March 28th, 2006Hari ke-16.
Dear Diary… ^^;
—
Pagi ini aku bangun kesiangan, gak siang2 amat sich, tapi ternyata mentari telah bangun lebih dulu dari aku, makanya, kesiangan khan? ^^; Setelah senam2 kecil, stretch, tu-wa-tu-wa, udah jangan lama2 nanti cepet tu-wa! @~* Melakukan peregangan, melemaskan otot2, kretek2, huuppp… Fyuuhhh…
Aku siap mencoba lagi hari ini, targetku mencapai mulut gua di tengah2 tinggi jurang! Posisiku saat ini adalah di tengah2 jarak ke atas ke gua dan ke bawah ke dasar jurang menjulang. Aku mengumpulkan tenaga dalamku. Aku tahu resikonya, kalau gagal dalam lompatan pertama, kemungkinan aku akan terperosok kembali ke dasar jurang dan mengulangi semua dari awal! Maka dari tempat landai yang hanya berukuran 2×1 meter ini (persis kuburan aja! ^^; Hush!) aku mulai mengambil ancang2… Hmmmhh… Pusatkan tenaga di tantian! Kuda2…
Hiyaaaaa!!
Jurus Elang Terbaaaang!… ^_________^;v
(Ga ada bagusnya!)(Iya, ga aneh! Elang khan emang bisa terbang!)(Kalo kucing terbang, itu baru hebat!)(Ato anak ayam!)
ZRUUAAKKKK… @~*
Konsentrasiku terganggu oleh komentar pembaca, aku meluncur jatuh dengan derasnya!!
WUAAAAAAA… T____T
TEPPPP!!!
Ngeeekkk…
Gdebugh!!… @~*
Fyuuhhh… =U
HOEEEYYY!! Berisikkkk!!! X-(
Untung saja aku sempat berpegang bergelantungan di akar rambat yang kuat! Tubuhku menghempas dengan keras ke dinding tebing, wadaow! Sakit euyy! @~* Tapi kutahan, aku merayap, memanjat, ke tempatku semula, hufffhh… Dasar! Hampir saja!
Aku berlutut bersangga lengan dan mengatur nafas, KQ-ku masih gemetar…
Tapi aku telah membulatkan tekad!
Aku kembali berdiri…
Pasang kuda2 lagi…
Pssst! Diem ya! ^^;
Kali ini…
Pasti bisa!!
Huuuppp…
Hiyaaaaa!! =D
Tap-tap-tap-tap! Aku menggunakan jurus ilmu meringankan tubuh, melangkah ringan menyentuh tebing curam, tap-tap! Menanjak vertikal dengan ujung jemari KQ-ku yang menari lincah! Tap-tap-tap, ups?!…
Aku kehabisan nafas, wuaaaa!! @~@ Klitik3… Merosot deras ke bawah! Hfffff… Cepat ambil nafas lagi! Wooooo… Dziiiinggg…
Tap! DAKKK!! Kumenjejak!…
Lalu salto! Tuiinnnggg…
Tanganku menggapai meraih dalam slow motion…
Seperti Michael Jordan waktu mau Slam Dunk!
Laluuuu…
JLEPPP… Ughhh!!!…
Telapak tangan kananku berhasil memegang bibir bawah gua! Uaaahhhh!!!…
Otot lenganku menegang menahan beban berat badanku! Kubertahan!! Uuurrghhh… Dengan susah payah, tangan kiriku membantu memompa mengangkat tubuh, uuughh… Ayo, dikit lagi… Uhhh… Ahhh… Beringsut, perlahan naik…
Akhirnya…
JRENGGG!!!… ^_______^;v
Berhasill!! =D Berhasilll!! =D Berhasilll!! =D
—
Mulut gua itu dipenuhi sulur yang merambat dengan lebat, hingga hampir tertutup dengan sempurna! Tapi untung lekuk ceruk tebing ini masih meninggalkan bentuk mulut gua, dengan sedikit menyibak aku pun berhasil masuk ke dalamnya…
Plakplakplakplakplak!!…
Ribuan kelelawar seketika bertebaran berkelepak pesat dan menabrakku auw-auw-auw, menghambur keluar…!!
Lalu sepi…
Karena aku sudah menghabiskan 2 macam bantuan, phone a friend (sayang HP ga dapet sinyal), ask the audience (waktu itu minta korek api buat baca script ^^;) peluangku tinggal 50-50, simpan buat nanti! Sama kaya peluang yang 50-50 (Bacanya yang keren donk ach! Fifty-fifty gitu… Jangan gocap-gocap!! ^^;) either maju atau mundur, there’s no way back 4 me, maka nekad aja, maju terusssss!! Pantang mundur! (Mundur jatuh lagi, atuh! ^^;)
Maka dalam gelap aku meraba2… (Aiihh… Jangan pegang2…) ^^; Apaan siyy?
Makin jauh ke dalam gua… Pekat… Ku tak dapat melihat… Hanya mengandalkan indera ke-6 (kaya Saint Seiya aja! ^^;) aku perlahan terus melangkah jauh, makin dalam…
Melewati stalagtit dan stalagmit… Gua ini semakin dalam ternyata semakin luas! Makin tinggi! Heran juga! Siapa yang bangun ya? ^^; Bisa ada rongga sebesar ini di perut bumi?! Di sini? Di tebing jurang?…
—
Tiba2 langkah KQ-ku terantuk sesuatu…
Klotak…
Glundung!…
Aku meraba2 mencari sumber suara yang aku tendang…
Apaan nich? WAKS!
Tengkorak!! @~*
DHUENNKKK…
(Pake efek donk, biar lebih dramatis! ^^;)
Jantungku serasa hampir copot, untung buru2 dipegangin! Setelah mengembalikan jantung kembali ke letaknya semula ^^; aku menenangkan diri, kembali meraba2… Tak jauh di sekitarku berserakan tulang2, dari debu dan tingkat kerapuhannya, aku bisa memprediksi tulang itu berasal dari satu tubuh yang sudah menjadi tulang belulang sejak lama, mungkin hampir seratus tahun yang lalu! Oh, kebetulan hobi baca buku detektif, jadi dikit banyak bisa forensik laah! Sayang ga bawa peralatan buat uji karbon C-14! ^^;
Aku mengembalikan batok kepala tengkorak yang terpental ketendang kembali ke tempatnya semula, mbah maaf mbah, ga sengaja! ^^; Kutinggalkan tengkorak yang malang itu, kembali berjalan dan meraba dalam kegelapan…
—
Tiba2 kuterdiam…
Kubuka pendengaranku lebih tajam…
Lamat2, sayup2, aku seperti mendengar suara rintihan dari kejauhan…
Merinding nich!… @_@
Kuperjelas lagi…
Alunan melodi teratur yang menyerupai rintihan lirih, namanya juga rintihan, kalo jeritan ga mungkin lirih! Protes aja! @~*
Seperti…
Suara…
Angin!!…
Ya, itu pasti angin! Tunggu dulu!…
Kalau begitu… Suatu tempat di sekitar ini… Jika angin bisa lewat… Itu pasti ada celah!…
Dan itu berarti…
Hohoho… ;p
Aku menari2 dalam gelap…
Ada jalan keluar, Maaann!! ^__________^;v
BLETAK!! @~*
Aku ja’im lagi…
—
Kuikuti arah datangnya suara, makin lama makin dekat, suara itu terdengar makin jelas, memang benar, suara desisan angin… Hingga aku tiba ke tempat cerukan yang menjorok ke dalam, aku terus mengikuti masuk ke dalam, makin lama makin sempit, tapi suara itu semakin jelas…
Aku percepat langkahku…
GUBRAK!! @~* Aku tersandung, tengkorak lagi???…
(Bukan Mas, maaf tadi tripod, property! Camera-nya jatuh! Retake lagi ya?! ^^;)
Eeeennn… Action!! @~*
—
Ku tiba di jalan buntu!!
…
APAAA???…
Ceruk kecil itu ternyata berujung jalan buntu!
Hanya ada ruangan sebesar kamar di situ. Suara angin ternyata berasal dari celah terbuka di langit2 gua… Mungkin gua ini pernah terbelah oleh gempa bumi (atau ya, oleh bagian property pembuat film 1 ini ^^;) sehingga retak dan meninggalkan celah yang menembus sampai bawah… Tapi bagaimana mungkin? Gua yang pertama kali kumasuki tingginya adalah 1/2 dari keseluruhan tinggi jurang, atau kalau digambarkan dengan tubuh manusia, kira2 aku baru sampai pinggang!
Sum things may NFR B explained…
Oh well, the truth is out there khan? X-Files banget! ^^;
Aku hampir saja putus asa, lemas, mulai hilang harapan…
Aku jatuh terduduk…
Ku bersandar di sudut ceruk…
Merenungi nasib…
Nasib…
Akankah aku berakhir sama seperti tengkorak tak bernama yang kepalanya copot kutendang waktu kesandung di luar sana? ^^;
Tidakkah lebih baik aku kembali ke luar gua dan terjun bebas ke dasar jurang, barangkali suatu hari helikopter tim SAR akan lewat dan melihat bibir jurang, mungkin ischyenk meneleskop ke bawah dan menemukan aku melambai lemah menanti pertolongan? ^^;
Atau yach…
Mungkin hanya tengkorakku yang ditemukan terbujur kaku masih menggapai2? ^^;
—
Kejam banget sich yang bikin ceritanya, woiiiI!! Jangan panjang2 donk! Sengsara tak berkesudahan, kapan dapat Nikmatnya?! ^^;
(Ini bukan cerita Midun! Lu salah Production House!)
—
Malam itu aku memutuskan untuk beristirahat di situ. Lelah karena menguras tenaga dalam untuk dapat mencapai tempat ini, lebih lelah lagi memutar pikiran, memecahkan teka-teki misteri yang memusingkan, akhir semuanya ini, sebentar saja aku sudah tersungkur, terlelap, lalu tertidur…
Dan mendengkur… ^^;
(Woooii!! Gw ga pernah ngorok! @~* Sirik aja Sutradara! ;p)
(Lu mau dapet gaji ga?)
Lalu aku pun mendengkur… @~*
Zzzz… Fiuwww…
Zzzzzzz… Fiuuww… ^^;
(Awas kalo gw dah keluar dari sini!! >;p~)
—
(Mamet tidur!
Lagi2 bersambung lagi, hehehe ;p)