De Ja Vu…
Uncategorized March 21st, 2006Ada yang berbeda, ada banyak perubahan, setelah hampir satu tahun aku tak kembali ke tempat itu, ke sana, kampus masa mudaku, tempat terajut jalinan kisah kasih nan berliku, penuh suka, canda tawa, sarat duka, Tapak Duka Nestapa… Huehue, Yo Ko banget! ^^;
Yang paling menonjol adalah adanya gedung 5 lantai atau lebih Travel n Tours di sudut pertigaan jalan Syahdan dan Kebon Jeruk Raya, walaah!! Dulu masih belum ada! Kaya legenda Bandung Bandawasa aja, bikin 1000 candi buat Loro Jonggrang dalam 1 malam! Tau2 dah berdiri dengan megah! ^^; Mencolok sekali, kontras dengan lingkungan di sekitarnya, NEway…
11 Maret 2K6… Abis jemput AD pulang co-ass dari RSUD Bekasi, my Cs, cousin, Mom n me mampir ke kampus Anggrek Binus. Was 1st time I FR returned dR Cns… Dunno! Rasanya berabad lalu! ^^; Oh, kenapa? Ceritanya waktu itu kebetulan my Dad nitip ambil fotocopy n jilid buku di Liebra, tempat langganan sebelah Kampus Syahdan, bahan buat mengajar semester depan, Public Finance, jadi mampir sekalian ke Binus dech… Setelah sekian lama…
So, round 2 noon, we h@ lunch @ Food Court Kampus Anggrek. Tukang Soto Semarang langgananku di pojok kanan food court ternyata udah ga dagang! Ku tanya tukang teh botol, ternyata Tikno n d’gang udah pada pulang kampung! ^^; Untung Chicken Katsu masih ada, dah lama gak makan! ^^; Shortly Z, after lunch, I left my Mom, Cs n cousin chuckled @ food court watchin’ students wanderin’ around during breaktime, meanwhile aku mulai menyusuri lagi jejak-jejak bisu penuh kenangan di masa silam, setapak demi setapak, menembus kabut yang berangsur memudar, perlahan kilasan itu memutar balik kian jelas di dalam ingatanku…
Masa lalu…
De Ja Vu…
—
March 2K3, 3 tahun lalu… 1 minggu setelah ulang tahunku, 23 Februari, aku masuk rumah sakit, operasi usus buntu. Setelah hampir seminggu istirahat, Kamis itu, kembali seperti biasa, bercanda dengan teman2 kampus yang gokilnya ga karuan, Mas Wahyudi, Agung, Cindar, n William. Dari food court kami naik lift bersama ke lantai 6, Agung naik lagi ke lantai 7, berbeda kelas, aku, Mas Yudi, William n Cindar melangkah ke ruang 607, laboratorium komputer untuk mata kuliah Pengolahan Data Terdistribusi, I missed 1st class last week coz of d’surgery, maka masih setengah tertawa-tawa n bercanda kami memasuki kelas, aku dengan langkah ringan, waktu itu sudah hampir jam 6 sore, kelas mulai jam 5.20 sampai jam 7 malam, tanpa beban aku mengetuk, membuka pintu dan melangkah masuk, dan saat itulah…
Untuk pertama kali, aku terhenti… Terpana, saat ku melihatnya…
—
Maybe it’s intuition
but some things you just don’t question
Like in your eyes, I see my future in an instant
And there it goes, I think I found my best friend
I know that it might sound more than a little
crazy but I believe…
I knew I loved you before I met you
I think I dreamed you into life
I knew I loved you before I met you
I have been waiting all my life…
—
BGM: Savage Garden – I Knew I Loved You (B4 I M@ U) ^^;
—
Aku terus berjalan, keluar gerbang Anggrek, menyeberangi jalan Kebun Jeruk Raya yang selalu macet saat jam pergantian kelas seperti ini. Saat tiba di pertigaan Syahdan lagi2 ku terperangah… Holy! Udah ada bangunan permanen menjulang di sana! Tours n Travel, Wiyata kalo ga salah, dhuh, lupa lagi namanya! ^^; Udah berapa tahun ya ga lewat sini? Sigh! Time really does fly fast…
Sepanjang menyusuri jalur Syahdan di siang yang seterik itu, lagi2 lamunanku melayang ke malam2 panjang penuh kesan, malam itu, awal April 2K3, menjelang akhir kelas PDT. “Dia”, yang mampu membuatku menghentikan langkahku saat pertama ku melihatnya, terpesona oleh sosoknya yang, unik, menurutku! ^^; Tahu sendiri, Binus gitu lhoh!
Di tengah kerumunan mahasiswi2 yang berkeliaran modis dan penuh gaya, seolah saling berlomba memamerkan kecantikan, walaupun buah polesan, tampil glamor menyilaukan, di situ… Di ruang 607 Kampus Anggrek, di atas telundakan yang sedikit lebih tinggi dari lantai kelas, di depan meja dosen… Sesosok gadis lugu dan sederhana, benar-benar sederhana, rambutnya hanya diikat kuncir kuda, tanpa riasan, baju kotak-kotak warna maroon dimasukkan rapi ke dalam rok biru tinggi selutut, sepatu keds! ^^; Benar-benar kontras, dan perpaduan yang unik! Heheh, no offense, tapi waktu itu kesan pertama, U begitu… Unik!!… ^^; Siapa gerangan dia? Sedang berdiri mengabsen, lho? Jadi ini aslabnya?! ^^; Yang bakal mengajar kelasku selama ½ semester ini? Dan saat ia menyebut namaku, Dhimas Wisnu Mahendra, saat aku baru menaruh tas hendak duduk di pertemuan pertama, eh, pertemuan kedua, kelas maksudnya, tapi “pertama” untuk aku dan dia
Aku melempar senyum sambil melambai mengacungkan tangan kananku padanya, dan ia balas tersenyum, sempurna…
Sejak saat itu, hari2ku berbunga2, acap hari Kamis tiba! ^^;
—
29.500 rupiah! Aku merogoh selembar 50 ribuan dari dompetku, saat tukang fotocopy di Liebra menyerahkan master dan hasil fotokopi buku Public Finance pesanan ayahku. Tukang fotokopi kembali dengan membawa uang kembalian, selembar 20 ribuan, seribuan, dan sekeping uang 500, lho?! Kelebihan seribu! Gpp Mas, khan langganan! ;p Hehe dasar, bisa aja! ^^;
Aku kembali meninggalkan Liebra, menuju Anggrek. Saat melewati kampus Syahdan, aku tergelitik, dan akhirnya berbelok sebentar… Maka aku pun memasuki gerbang pintu keluar, tiba di depan pelataran dekat tempat ATM, aku berhenti dan mendongak ke atas, lantai 2, ah yaa, ruangan itu, juga salah satu yang menyimpan banyak kesan bagiku. Di sana dulu, aku sering usai shalat Maghrib, berdiri sendiri betah berlama2 berteman angin malam, melamun sambil melihat orang2 di bawah yang lalu lalang waktu hendak makan malam, sementara yang di dalam ruangan itu pun tak kunjung keluar, entah berapa kali sudah aku mengangkat tangan kananku dan melirik jam, ya ya, jam 7 malam lebih sedikit, sebentar lagi dia pasti keluar, dan saat ia keluar, ia pasti melihatku, dan yach, mungkin saat itu aku bisa mengajaknya makan malam… ^^; (Yang sayangnya, setelah ia keluar, aku jadi terlalu speechless untuk sekedar menjawab senyum hangat sapanya, dan setelah basa-basi tanpa hasil, aku harus merelakan dR goes d@ girl wavin’ me bye n went out 4 dinner w/ R friends, w/o got d’chNs 2 ask R 2 come w/ me 4 dinner, C h@ left me alone, again, 4 many times… ^^;) Heheheh, aneh ya?! Aku sendiri ga ngerti kenapa aku yang serame n heboh ini jika sedang bersama teman2ku, bisa tiba2 menjadi pemalu dan selalu salah tingkah jika berjumpa dengannya?! ^^; Apa mungkin… Ini… CINTA?! ^^;
Pintu terbuka! Brak! Aku terkesiap! Tapi lalu kembali kecewa. Ternyata bukan dia. Sepasang aslab keluar dari ruangan, menatapku penuh tanya, aku melempar pandanganku jauh entah ke mana, menerawang awang2, lalu mereka berlalu, jam ½ 8, apakah mungkin ia tidak masuk kerja hari ini?! Apa mungkin dia sakit? T__T Dan hatiku pun serasa ikut2an teriris…
1 bulan setelah aku menyelesaikan lab PDT, masa2 indah di kelas, di mana ia mengajar di depan, dan aku dengan tenang terus memperhatikan, bukan pelajarannya sich ^^; Tapi mempelajari gerak-geriknya! Aku tersenyum, tercekat, gadis ini begitu polos, tapi juga “berisi”! Jujur, aku belum pernah menjumpai gadis yang secerdas ini! Semua gesture-nya begitu efektif! Bahkan dari sorot matanya sejak pertama kali aku bisa mengatakan, mata itu “berbicara” jauh lebih banyak dari pembawaannya yang tenang dan pendiam. Namun sosok dingin itu bisa tiba2 jauh jadi hangat saat melempar senyuman, senyum yang tulus, dan aku yakin pasti meluluhkan setiap yang melihatnya, bukan cuma aku! NGAKU GA LOE PADA!!! ;p Wekekeke…
Kembali ke siang itu… Aku naik ke lantai 1, melewati ruang dosen dan mahasiswa yang menggerombol duduk di depan. Aku naik tangga lagi, ke lantai 2, memutar ke bangunan yang agak tersembunyi dari keramaian orang, di satu sudut, dimana aku di malam2 sepi biasa bercengkerama dengan bulan, berdua saja…
Di tempat yang sama, di sana, siang itu aku kembali berdiri, tuk ke sekian kali…
Tersenyum aku mengenang masa2 itu lagi…
—
25 Agustus 2K3, ia berulang tahun. Sejak jauh hari aku telah mencari tahu, bahkan hingga nekad menerobos n mengutak-atik website Bluejackets – ini adalah organisasi asisten lab di Binus – hingga meng-crack dan berhasil menyusup ke forum khusus para aslab, ikutan ngobrol di forum n menebar pesan2 rahasia yang hanya bisa dimengerti olehnya, under d’nick I created myself named as:
“KIDO KAMEN” =) Kido from Kid, yang artinya anak kecil. Harusnya sich jadi Kiddo, tapi anak kecil 1 ini ceritanya cadel! Wakakaka =D It’s 4 simplicity re-Zn!
Kamen=Topeng! Jadi Kido Kamen = Anak Kecil Bertopeng! Hahaha =D (Guess now U know where d@ Km from?! ;p)
Kebetulan waktu itu website Bluejack masih banyak kelemahan, jadi bisa dengan mudah dijebol masuk bahkan oleh amatir sepertiku, hehehehe ;p Dari sana aku tahu data singkat para aslab, tanggal ulang tahun, tentu saja “Dia” yang kucari! Oh, jadi sebentar lagi!
25 Agustus, sejak pagi aku sudah berdiri di depan ruangan itu. Ruangan berlabel “IT-Operation” yang jadi seruangan dengan ATL. Yup! So U figured, dari sanalah aku beri dia nama “Sum1 in IT-Op”!
Tak lama setelah kelas PDT berakhir, ia tak lagi mengajar sebagai asisten, tapi bekerja di IT-Operation sebagai staff. Aku semakin kagum saja padanya. Maka, seperti biasa, pagi itu pun aku hanya berani berdiri di luar saja, menanti, dan berharap suatu saat ia keluar; atau jika baru datang, maka bertemu denganku. Seperti malam2 yang telah lalu, hanya dengan melihatnya pada hari itu saja, hati ini sudah tenteram rasanya! (Masih ABG banget ya? ^^;) Namun pagi hari itu, kakiku lebih gemetar daripada biasanya. Jam ½ 8, aku masih mondar-mandir ragu2, tapi akhirnya aku beranikan diri mengetuk pintu dan masuk (karena aku juga harus segera berangkat ke kantor! Tak bisa menunggu lebih lama ^^;) Hanya ada 1 aslab pria di sana! Aku bertanya, ternyata “dia” masih belum datang. Maka aku putuskan untuk menunggunya, telepon kantor dan bilang ada perlu sehingga datang terlambat, hehehe, ada hal yang lebih mendesak, hal penting untuk kuungkap padanya… Ingin aku katakan… Kalau aku… ^^;
½ 9, dhuh, kok masih belum datang juga yaa?! Jangan2 hari ini dia lagi ga bertugas? ^^; Aku memasukkan lagi bungkusan dalam genggaman ke dalam tas. Haruskah pergi sekarang? Aku memutuskan untuk tetap menunggu, hingga tak lama, 15 menit kemudian…
Sesosok gadis rambut kuncir kuda, segar berseri (karena habis mandi ^^;) masih setia mengenakan baju kotak-kotak warna maroon itu, rok biru selutut, sepatu keds putih, dengan langkah cepat, tegas tapi mantap, (C S always focused like d@! Sumthin’ I F learned from R! What I liked from R…) menaiki tangga menuju ke ruang IT-Operation, aku bersembunyi di balik tembok, hahaha =D Bingung! Debar jantungku berdegup makin cepat… Akhirnya saat ia tiba aku berpura2 sedang melempar pandanganku jauh ke luar, ia sedikit terkejut melihat aku di sana, tapi lalu menyapaku, “Hai!” Lhoo? Hai! =) Aku menoleh ^^; Lagi ngapain? (Bingung lagi jawabnya! ^^;) Akhirnya kalimat itu meluncur begitu saja. “Nunggu kamu!” ^^; Hah?! Kenapa? Maka aku buka retsleting tasku (tas lho! Tas!! Walaa!! ;p BLETAK3!! @~* Wekekeke ;p), keluarkan dan sodorkan bungkusan isi kado yang aku bungkus sendiri itu, dan kuulurkan tanganku…
“Selamat Ulang Tahun yach!”… ^^;
Ia terdiam sejenak, lalu tertawa! =D Apaan2 sich? Pakai begini? Nggak usah repot2 laa! Thank U, but U shouldn’t do this… Gpp kok, pengen aja! ^^; Berulang kali ia menolak halus, tapi aku tetap tak bergeming terus memaksanya. Akhirnya dengan menghela nafas ia menerima… (Dhuh, senangnya! ^^;v) Hffff… Sambil masih menjabat tanganku (d@ nice firmly warm hand) ia berkata, tapi cukup sekali ini aja ya?! ^^; Hehehe ;p Emang kenapa?! Kalo U lagi2…
“UGH! GW GI-GIT NANTI!!!…” =D
DZIGGH!! @~* Wakakaka =D Mauuuuu!! ^^; Huehuehue =D
U don’t know how much I’m flattered 2 hear d@ words… ^^; So unique! So sweet, surprisin’!! Y@ was so nice… =) Maka setelah berbincang sejenak (lagi2 aku tak sanggup meluncurkan ke-3 kata yang ajaib itu, AAARGGHH!!! @~* Kenapa ga bisaaaa??? Oh well, mungkin aku takkan pernah bisa!! T______T) ia pun tersenyum tulus, lalu pamit kepadaku… So we waved bye, smile, C Z take care n nice days, my Is followed R until C vanished n gone behind d’door…
dN I ran fast S I could! Shouted out loud down d’stairways, “I’M SO HAPPYYYYY!!!” ^___________________^;v Wakakaka =D
N d’rest remained history…
—
Entah…
Mungkin sudah 5-10 menit aku berdiri mematung di situ… Di depan ruang IT-Op, yang sekarang sudah sejak lama ditinggalkan oleh “penghuninya”, yeah, d@ sum1 in IT-Op… Dia udah pindah kerja! Udah sejak lulus dari Binus, heyy! C’s no longer dR!!!
Tenggorokanku tercekat… Memang benar. Dia sudah tidak di IT-Op lagi, gotta face it! dR’s no longer… No more: “Sum1 in IT-Op”!! Yeow! WAKE UP, MAAN!! C world around U! REALIZE! Sekarang semuanya sudah berubah!… Tak ada yang tersisa, tak ada yang benar2 sama seperti dulu lagi…
Masa2 kuliah di Binus telah lama usai…
Teman2ku pun telah entah dimana sekarang…
Dan gadis itu…
Ia pun kini telah jauh pergi…
Dan akankah kau tetap terus menunggunya di sini?!
—
Dan aku yang masih berdiri di sana, menghela panjang nafasku…
Untuk sejenak aku merasa senasib dengan Yo Ko! Berdiri, sendiri, mematung di tebing curam jurang, di Lembah Putus Cinta. Saat senja hampir tiba, akhir masa perjanjian. Hari ini, akhir masa penantian! Mengharap Siauw Liong Lie 1 saat kembali sesuai janji, setelah 16 tahun lamanya Yo Ko berjuang untuk bertahan hidup, dengan 1 pengharapan, 1 saat akan bertemu kembali, selama itu Yo Ko terus setia dan menanti…
Aku memang bukan Yo Ko, tapi salahkah jika aku masih tetap berharap, suatu hari ia mungkin kembali?…
—
Jam 3 sore…
Hari terus bergulir…
Hembus angin semilir…
Aku pun tersenyum lirih…
WAKE UP, D1MMY!!… =)
C’s GONE!…
—
Yach, semuanya kini telah berakhir…
Semuanya tinggal mimpi…
Ada perasaan hampa…
Sedikit perih di sana…
Relung yang mulai lupa rasanya luka, karena pedihnya sudah terlampau sering mendera…
Agaknya kini semua telah tidak lagi sama, saat berdiri di sana…
Tapi memang itulah kenyataannya…
Ia memang telah pergi…
Dan aku harus sadar, bangkit sekarang! Harus menyadari bahwa ia memang bukan untukku, aku bukan untuknya! Dan sudah saatnya menyudahi penantian sia-sia ini. Aku bukan Yo Ko. Dan dia juga bukan Siauw Liong Lie. Jika dia tak kembali, maka aku harus tetap terus hidup! Untuk teruskan langkahku! Mulai melangkah lagi… Lanjutkan pencarianku…
Hingga mungkin 1 hari nanti akan aku temukan cintaku yang sejati…
Sampai nanti…
Mungkin nanti…
—
Namun untuk saat ini…
Jika mungkin bukan untuknya, maka aku bersulang untuk kesendirianku!
Dan kedukaan Yo Ko pun tercurahkan dalam pelampiasan kesendirian, menekuni lara, menguasai tahap sempurna dari makna kehilangan yang mendalam, kepedihan tak terperikan, sakit di hati yang tak terkatakan, hingga akhirnya sanggup melahirkan jurus sakti pamungkas yang sanggup menggetarkan dan menggegerkan jagad persilatan…
“Tapak Duka Nestapa”…
Dan inilah Tapak Duka Nestapaku…
Kupersembahkan tulisan ini untuk gadis bermarga Kwee, secerdas Oey Yong, sedingin n secantik Siauw Liong Lie, dari trilogi Pendekar Rajawali! ^^;
Hmm, ini contoh aja lho! ;p Aslinya sich masih lebih banyak lagi! Sampel buat isi novelnya, bagus ga?!
Heheh, jadi U yakin nich, ga boleh pake nama U wat tokoh peran utama wanitanya?! ;p Wakakaka…
Just a promise I m8 2 U…
F 2 fulfill… =)
dN I shall leave… (T____T)
Tha?!…
U take care… ^^;v
—
Dan saat akhirnya sore itu dengan langkah gontai aku meninggalkan ruang IT-Op yang menyimpan kenangan bisu, kisah sedih masa lalu, sayup2 lamat2 terdengar lagu ciptaan Koes Plus yang dinyanyikan ulang oleh Ruth Sahanaya, dari suara radio di kejauhan, seolah mengantar kepergianku…
Pergi tuk meninggalkanmu…
R U O K?!…
Sure U don’t 1 2 come with me?!… ;p
dN 4give me…
Aku pergi…
T________T
—
BGM: Koes Plus/ Ruth Sahanaya – Andaikan Kau Datang
—
Terlalu indah dilupakan,
Terlalu pedih dikenangkan,
Setelah aku jauh berjalan,
Dan kau kutinggalkan…
Betapa hatiku bersedih,
Mengenang kasih dan sayangmu,
Setulus pesanmu kepadaku,
Engkau kan menunggu…
Andaikan kau datang kembali,
Jawaban apa yang kan ku beri,
Adakah jalan yang kau temui,
Untuk kita kembali lagi…
Bersinarlah bulan purnama,
Seindah serta tulus cintanya,
Bersinarlah terus sampai nanti,
Lagu ini,
Kuakhiri…
—
KIDO KAMEN =)
