In2 d’4th Dimension… ^^;

Uncategorized 2 Comments »

Ai, dah lunch tah? =) Makan apa? Kenyang ga? Minum yang banyak! ;) Kalo udah, siap2, QT akan melanjutkan perjalanan, dah shalat khan? Udah pada siap bekal?… Masih bicara tentang WAKTU… Masih ada waktu khan? ^^; QT diskusi lagi ya…

QT mo bikin permainan kecil nich! =) Simulasi… Ambillah seekor semut. Letakkan di atas kertas. Kertas gambar yang lebar kalo ada, kalo nggak juga gpp… ^^; Nach, sekarang perhatikan, gerak-gerik semut itu. Ia akan berjalan, kesana kemari, ke kanan, kiri, maju, mundur, bergerak di atas kertas datar, kadang serong diagonal, coba, ada berapa macam gerakan yang bisa ia lakukan? Mungkin secara sederhana QT bisa katakan, semut bisa bergerak ke 8 penjuru arah mata angin, begitu khan? =)

Dari sudut pandang semut, "DUNIA" baginya adalah selembar kertas datar. Ia bisa bergerak ke kanan, kiri, depan, belakang, melintang, muter2, tapi perhatikan ini… Pernahkah ia berjalan NAIK? atau TURUN? Atau mencoba untuk MELOMPAT? MELONCAT?… Nyatanya TIDAK! =)

Mudah saja, karena kertas adalah benda datar… Tidak memungkinkan semut untuk melakukan gerakan menanjak atau turun. Bagi semut, pergerakannya terbatas gerak datar2 saja. Semut bahkan mungkin tidak mengenal atau malah tak pernah tahu bahwa selain gerakan horizontal, ada gerakan vertikal yang namanya naik atau turun atau variannya seperti melompat, dalam "dunia"-nya…

Sampai sini apa yang QT dapatkan?… "DUNIA" semut adalah dunia 2 dimensi! =) Horizontal. Hanya ada panjang serta lebar saja, tidak ada ketinggian. Berbeda dengan QT yang mengamati semut di "dunia" kertas, dari atas. Dari 1 "ketinggian" yang tertentu, ada angle, membentuk sudut, vertikal… QT mengenal ada panjang dan lebar, juga tinggi! Kombinasi gerak dalam ketiganya memungkinkan QT bergerak ke segala arah seperti ke kanan, ke kiri, depan, belakang, miring, diagonal, berputar2, juga loncat2, naik serta turun! QT bergerak dalam alam 3 dimensi yang QT sebut dimensi RUANG… =)

QT menempati ruang. Segala gerak yang QT lakukan berada di dimensi ruang. QT ada DALAM ruang… Dunia semut bisa dikatakan dimensi LUAS, hasil kali dari Panjang dengan Lebar. Nach dimensi "Luas" itu ternyata dapat QT jumpai di mana saja dalam dimensi ruang, dengan kata lain, dimensi luas berada di dalam dimensi ruang! Atau 2 dimensi ada dalam 3 dimensi…

Nach! Sekarang, pernahkah men-temen membayangkan… Bahwa dalam segala gerak hidup QT di alam ini, dari segala hukum2 alam yang mengatur dan mengikat QT dalam dimensi ruang yang 3 dimensi ini… Mungkin saja, ada jenis "gerak" lain, dari yang QT kenal sekarang ini, yang tidak umum terjadi, yang mungkin menentang hukum2 alam, gerakan yang belum pernah QT kenal sebelumnya?! Entahlah, gerakan seperti apa, mungkin "menembus"? Pindah alam? Pergeseran ke dimensi paralel, dan sejenisnya?… Ini mah ngayal aja ^^; Tapi bukannya mustahil khan?… ;)

Tidakkah QT pernah menyadari, seperti QT yang mengawasi gerak-gerik semut di "dunia"-nya yang hanya selembar kertas datar… Bukankah masuk akal jika ternyata pada saat yang sama pun, ada "kesadaran" lain, makhluk cerdas alam lain, yang berada di dimensi lebih tinggi (mungkin dimensi ke-4, 5, 6, bahkan 7! Kebayang ga? ^^;) dengan intelegensia lebih tinggi, barangkali, yang sepanjang masa terus-menerus tak henti "MENGAWASI" QT? Bagai mengawasi "semut" yang primitif? Makhluk lemah yang sayangnya, tidak seperti semut, manusia teramat pongah?!

QT barangkali seperti ikan berenang di aquarium, dan mereka memperhatikan tiap gemulai lenggak-lenggok QT, di LUAR aquarium! Tanpa QT bahkan pernah menyadari bahwa mereka memperhatikan QT, dan mereka sungguh "ADA"?! ;)

Percayakah NT bahwa makhluk halus, jin, malaikat, di samping makhluk "kasar" seperti manusia, hewan, tumbuhan, adalah makhluk2 ciptaan Tuhan pula? Yang tak dapat terlihat oleh kasat mata, mata dimensi-3, tapi mereka dapat dengan leluasa melihat (dan menertawakan) QT dari dimensi mereka?!… Mereka ada di sekitar QT, tapi QT tak mengetahui pastinya! Mereka berbagi semesta yang sama, hanya berbeda "dimensi", entah ada di dimensi ke berapa! Tapi Al-Qur’an sendiri telah jelas menyebutkan tentang keberadaannya! Maka bukan mustahil jika apa yang QT imajinasikan dengan dimensi 4 dan seterusnya, itu bisa jadi ada!

Dan yang paling tinggi dari semuanya, penggenggam semua jiwa, tentulah yang terhebat, berkuasa atas segalanya, Sang Pencipta! Tuhan Yang Maha Kuasa! Yang pengetahuan-Nya meliputi segala sesuatu! Maha Benar Allah, dengan segala Firman-Nya…

Maka pernahkah QT renungkan lalu menyadari, mungkin pada saat akan melakukan perbuatan maksiat, ketika QT pikir ga ada yang lihat, sesungguhnya jin tertawa dan malaikat mencatat! Dan jika mereka saja bisa memperhatikan setiap gerak-gerik QT, bagaimana dengan ALLAH?! Yang Mencipta semua termasuk QT?!…

Jadi kalo mo berbuat maksiat, coba cari tempat yang kira2 ga bisa dilihat sama Allah ya? Hehehe… Coba aja kalo bisa! ^^;

Begitulah perumpamaan lapisan dimensi2 di alam semesta… Mungkin rada berat untuk dinalar ya, tapi mungkin tidak juga! ^^; Karena QT memiliki perangkat alat pemroses kecerdasan yang luar biasa diciptakan untuk mengolah data2 yang bertaburan berserakan dalam alam semesta, menjadi informasi yang bermanfaat dan berguna, apa itu? Otak QT! Kemampuan otak QT milyaran kali lebih hebat dari komputer paling mutakhir buatan manusia, produk terkini Microsoft, Apple, Linux, semua pun yang mengolah asalnya dari otak pembuatnya! Jadi benar khan kalo otak sebenarnya lebih hebat dari komputer! Masih ga percaya?! ;p

NT aja barangkali yang ga pernah coba mengoptimalkannya! ^^; Menurut penelitian, manusia pada umumnya hanya menggunakan 4% dari kemampuan otaknya untuk melakukan berbagai kegiatan, umumnya rutinitas, hidupnya sehari2! Bayangkan! 4 dari 100%! What a waste of resource, huh? ;) Sayang banget!! Masih banyak yang bisa dilakukan oleh otak sebenarnya lho! Penelitian itu juga menyebutkan, QT umumnya hanya memeras otak dan mengasah lebih keras pada saat2 tertentu saja, misalnya waktu ujian, atau menghadapi kondisi yang khusus yang perlu penanganan berbeda dari biasanya, itu bisa lebih dari 4%, dengan tambahan mungkin paling banter yaach… Kira2 hanya 2% saja! Padahal seorang jenius seperti Albert Einstein dikatakan baru menggunakan otaknya antara 6-10%! Tapi lihat hasilnya! Kecemerlangan 10% saja sanggup mengguncang, menggemparkan, dan mengubah dunia!! ;)

Inilah potensi nyata otak QT! =)

Maka sungguh amat sayang jika potensi yang diberikan TUHAN kepada makhluk yang amat disayang-Nya, manusia, yang dipercaya-Nya untuk menjadi khalifah fil ‘aard, atau wakil-Nya di bumi, diberi kesempatan mengelola dan memakmurkan bumi serta seisinya dengan sebaik-baiknya, dengan dibekali "senjata" digdaya berupa akal dan hati sebagai "rem"… Lalu tidak QT gunakan untuk "bertempur" dan "berjuang", malah hanya mengandalkan senjata alam biasa saja, tentu sulit untuk QT dapat mencapai kemenangan di jalan-Nya dan menggapai ridho-Nya!

Padahal Tuhan Yang Maha Adil telah menciptakan manusia dengan dibekali alat yang seragam! Tanpa membedakan apapun suku, bangsa, bahasa, budaya, etnis, kelompok, golongan, negara, ras, dan agamanya! Tuhan tidak pilih kasih! Walau pada orang yang tak beragama sekalipun! Semua sama, adalah ciptaan-Nya! Karena QT makhluk dan Tuhan-lah pencipta QT!

Seperti produk ciptaan dari pabrik yang 1, ciptaan Tuhan, tentunya ada standarisasi produk, "bawaan" atau fitrah dasarnya adalah seragam! Kalo menurut Abraham Maslow, manusia mempunyai bawaan intrinsik, yakni cenderung kepada kebaikan! Ini adalah juga fitrah dasar dari manusia menurut hadits Rasulullah Muhammad SAW, bahwa setiap anak yang baru lahir itu bersih dan masih sesuai fitrah (nilai standar kebaikan yang jika ditarik garis lurus tentu akan mengarah dan pada akhirnya hanya menuju kepada-Nya! Tuhan Yang menciptakannya), adapun dalam perkembangannya, orang tuanyalah yang membuatnya mungkin jadi Nasrani, Yahudi, atau Majusi… Dengan kata lain, lingkungan yang membentuk kepribadian dan keyakinan seseorang sehingga dapat membawanya kian mendekat atau menjauhi dari fitrah-Nya… Tentu untuk mengukurnya kembalikan saja ke titik nol dari fitrah itu, jika yang QT lakukan adalah perbuatan baik, tentu sesuai fitrah sebagai manusia, indikatornya hati QT merasa tenteram, tenang, serta ridho atau lapang. Jika perbuatan jahat yang QT lakukan, maka gelisah yang QT rasa, itu adalah indikator telah berbuat dosa, karena hati nurani adalah alat lain yang telah Allah anugerahkan kepada manusia, untuk menjadi barometer penanda! Supaya dalam mempergunakan akalnya jangan jadi menyimpang, berlebihan, berlawanan dengan garis2 Tuhan! Maka jika hati QT mulai resah, istighfar-lah! Segeralah sadar lalu kembalilah, bertaubat, meninggalkan kejahatan, timpali dengan amalan kebaikan, agar terhapus segala kesalahan, tidak makin jauh tersesat hingga kehilangan fitrah sebagai manusia…

Semua produk Nokia tentu punya wujud fisik, fitur, software yang seragam! Berbeda dengan misal, Sony-Erricson! Namun Sony-Erricson sendiri punya standar bakunya sendiri! Tiap pabrik punya standarnya sendiri! Begitu pula "pabrik" ciptaan Tuhan! QT semua, dunia, alam semesta, dan segala isinya, punya ciri yang seragam! Sama2 makhluk Tuhan! Kalau QT perhatikan, setiap benda materi tersusun dari komponen partikel atom yang sama! Ada standarisasi bahan di sana! Begitu pula makhluk hidup! QT pernah belajar Deoxyribo Nucleid Acid alias DNA? Itu adalah blueprint, rumus dasar, script program baku, SEMUA makhluk hidup yang ada di alam semesta! Semua pasti punya rumus DNA! Walau jumlah antara 1 dan lainnya bisa berbeda2, yang menghasilkan spesies yang berbeda, tapi "bahasa pemrograman"-nya standar, tetap sama! Bahasa kasih sayang Tuhan yang ber-syntax DNA! =)

Tentunya ini dapat menjadi bahan perenungan! Jika QT 1 pabrik, tentu dalam produksi massal sebesar apapun hasilnya tetap seragam, sesuai dengan "cetakan"-Nya! Dengan kata lain, QT semua adalah produk, ciptaan, dari Sang Pencipta yang sama! Dari Pencipta yang 1! Hanya 1! Hanya ada 1 Pencipta!!

Qul Huwallahu Ahad!

Katakanlah, Dialah ALLAH yang Esa!

Allahusshamad!

Allah tempat bergantung segala sesuatu!

Lam yaalid wa lam yuulad!

Ia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan!

Wa lam yakullahu kufuan ahad!

Dan tak ada satupun yang serupa dengan-Nya!

Kalau QT adalah ciptaan Tuhan, maka dengan mengambil contoh seperti kasus handphone, tentunya QT tidak akan di-"launch" ke pasaran tanpa competitive advantage, tanpa punya nilai tambah dan keunggulan bersaing! Tentu QT akan kalah! Padahal siapa yang bisa menandingi hebat ciptaan Tuhan?!

Tentunya wajar jika setelah QT "dilepas" hidup di dunia, QT tak dilepas begitu saja! Burung diberi senjata, kepak sayap serta cakar dan paruhnya! Ular dengan otot dan racun bisanya! Harimau dengan taringnya, gajah dengan belalainya! Semut dengan gigitannya! Lebah dengan sengatannya! Musang dengan… Uh, baunyaaa! ^^;

Jika binatang saja dengan kasih sayang Allah telah diberi senjata untuk melindungi dirinya, maka QT, manusia, produk unggulan yang diluncurkan Tuhan belakangan, telah pula dimodali perlengkapan standar yang lebih hebat! Yang disertakan dalam paket untuk bekal di dalam mengarungi kehidupan (kalo pada HP, misal headset, charger) yakni AKAL serta HATI, selain TANGAN dan KQ…

QT semua di-equip dengan peralatan dasar yang sama! Udah built-in! Standar yang seragam dan tentunya pasti bermanfaat! Tuhan tidak menciptakan segala sesuatu dengan sia2, pasti ada sebab dan tujuannya! Begitu juga dengan OTAK yang mengagumkan ini! Semua QT menyimpan potensi "tidur" yang sama! Otak bagaikan gunung es! Kemampuan sesungguhnya jauh lebih besar dari yang pernah QT bayangkan! QT semua punya bekal yang sama! Yang membedakan adalah kemauan pemilik otak tersebut, apakah terdorong dan tergerak untuk mengoptimalkan kemampuannya yang luar biasa, membangunkan singa yang terlelap di dalam dirinya, menggeliat, terjaga dan bersiaga, mengaum lantang menggema, gagah, tidak pernah kenal rasa takut, menggeram, siap menerkam…

Atau NT udah cukup puas jadi macan ompong, tidur pula, biasa2 aja? =)

R U a LION or KITTEN?! ;)

KING of the JUNGLE, menjadi "RAJA" dalam 1x kesempatan hidup QT, atau jadi anak kucing yang penakut dan beringsut, surut, kecut, ga pernah kemana2?!…

It’s Ur OWN life! U DECIDE it! =)

Make MOST of it! I wish U luck…

In over all, GBU All…

Kido Kamen =)

FREEZE A Moment… =)

Uncategorized 2 Comments »

Waktu adalah dimensi ke-4, setelah panjang, lebar, tinggi (3 dimensi) yang besarannya merupakan selisih jarak antara satu titik posisi atau momen ke titik posisi atau momen yang lain, yang dihitung ke dalam satuan waktu (detik, menit, jam, hari, minggu, bulan, tahun, abad, dsb.) Waktu adalah relatif, tergantung dari siapa yang mengalami pergeseran posisi atau momen. Waktu tiap orang tak ada yang sama. Pada blog sebelumnya Kido pernah mengulas tentang perbedaan "waktu", "masa", "saat", "momen", masih ingat? ;)

Perbandingannya begini. QT tahu apapun dan siapapun di dunia ini dari yang berwujud 1, 2 dan 3 dimensi, tentu terikat pada dimensi lebih tinggi, dimensi ke-4 yakni waktu. Dimensi yang lebih rendah berada di dimensi yang lebih tinggi. Misal, QT melihat selembar kertas, pipih, saking tipisnya bisa dianggap tidak punya ketebalan. Maka dimensi yang QT lihat ada pada kertas hanyalah 2 dimensi, punya panjang serta lebar. (Lho tinggi khan ada juga?) Ya, boleh panjang dan tinggi! ^^; Tapi lebarnya jadi nggak punya khan? Atau lebar dengan tinggi, just name it! Tapi kemana pun yang ada memang hanya ada 2! Yang membuat ia menjadi benda 2 dimensi, bukan 3… Itu dari sudut pandangnya aja lho! Tentu QT tahu kertas pun benda 3 dimensi, secara fisik, tapi yach… Susah juga jelasinnya! He4 ^^;

Segala sesuatu di alam semesta ini terus bergerak. Pergerakan partikel2 atom, yang terus beresonansi dan bergetar, dalam satu mikron selisih jarak saja, sudah memiliki selisih waktu… Apalagi QT, manusia, yang terbentuk dari trilyunan tak terhitung partikel atom yang saking cepatnya bergetar menimbulkan kerapatan yang tinggi sehingga membentuk "benda padat" tubuh QT (padahal sebenarnya QT tuch "berongga" lho! Mulai dari pori2 sampai jaringan ikat sel yang terkecil!), perbedaan zat padat, cair dan gas adalah pada kerapatan! Yang diperoleh dari kecepatan getar partikel… Makanya kalo pernah nonton Star Trek dengan teknologi transporter yang mengurai partikel atom di tubuh manusia, memindahkan, dan menyusun kembali seperti sedia kala, itu bukan mustahil! Cuma memang resikonya sangat tinggi, karena mesti memperhitungkan berapa massa yang hilang pada saat pembakaran, penguraian, pemindahan, dan penyusunan kembali, energi yang terpakai, pasti amat besar sekali! Apalagi teknologi memisahkan "roh" atau jiwa, dan jasad (tanpa harus mati lho ya? ;p) dan mengembalikan hingga hidup lagi, sampai sekarang belum bisa ketemu, makanya kayanya sich repot banget dech! ^^; Tentang ini benar2 pernah dilakukan penelitian lho! Mengurai dan memindahkan lalu menyusun kembali partikel2 menjadi wujudnya yang semula! Cuma memang belum berhasil mengembalikan jasad utuh sesediakala! Hehe, jadi kalo NT mo coba di-transport terus tau2 hidung hilang, kuping hilang, ato malah berubah jadi bentuk gak normal lain, jangan salahin operator transporter ya? ;p Tentang ini ada buku bagus "Fisika Star Trek" yang benar2 membahas secara ilmiah mungkin atau tidaknya teknologi2 mutakhir yang digunakan dalam film Star Trek (phaser, photon, transporter, dll.) terwujud di dunia nyata, tinjauan dari sudut pandang Fisika! COOL! Real gr8 book! Wat yang minat… ^^;

NEway, balik lagi… Maka tubuh QT sendiri pun tanpa QT sadari, di tiap satuan waktunya melakukan getaran, pergerakan, pergeseran posisi, yang menyebabkan muncul selisih jarak yang bisa dihitung dalam satuan waktu. Nach, bicara soal waktu, bisa disimpulkan bahwa "WAKTU" adalah kumpulan atau keseluruhan dari rangkaian2 penggalan waktu yang teralami secara sekuensial (harus donk?) atau bisa bersamaan tapi tetap ukuran terjauhnya adalah jarak terjauh (atau terlama) yang ditempuh oleh setiap gerakan di dalam "kereta" waktu… Bingung ga sich? ^^; Bayanginnya gini aja… Ada gerbong kereta. Di dalamnya duduk berpuluhan penumpang. Saat kereta yang cuma satu gerbong (tanpa lokomotif dech biar gampang ngebayanginnya!) berjalan di atas rel dari stasiun A ke stasiun B, katakanlah yang berjarak 5 kilometer, dengan kecepatan 60 km/jam, QT tau rumus kecepatan adalah jarak dibagi waktu, velocity = span (distance) / time (v = s/t), maka keseluruhan "WAKTU" tempuh gerbong tunggal itu adalah t = s/v, atau 5 km : 60 km/jam = 1/12 jam, atau dalam satuan menit = 60 menit x 1/12 jam = 60/12 menit = 5 menit! ;) Ini adalah waktu total yang QT sebut "WAKTU"!

Nach sekarang QT bicara ke penggalan2 dari waktu. Ada yang di sebut masa, saat, momen, ini menurut definisi Kido lho! ^^; Selama 5 menit waktu tempuh total tersebut, di dalam gerbong, tentu manusia2 penumpang tak hanya diam saja! Ada yang berbicara dengan sebelah, bergerak menggaruk2, berjalan2 (asumsi kondektur yang minta karcis) atau hanya mengangguk2 mengantuk bahkan kedip periodik mata yang alami saja… Setiap gerakan terkecil mempunyai waktunya masing2! Waktu di dalam "WAKTU". Tapi perhatikan! Semua kegiatan yang menghasilkan waktu sendiri itu, tak melebihi "WAKTU" tempuh maksimal 5 menit, terjadi dalam perjalanan gerbong dari stasiun A hingga B!

Nach, waktu masing2 itu, penggalan dari waktu tempuh total, ada yang QT sebut masa, saat, momen, tergantung sudut pandang pemakainya ataupun yang melihatnya! Manusia hidup, hingga mati, QT sering menyebutnya "masa". Product life cycle, juga disebut "masa". Life span, adalah definisi sederhana termudah dari "MASA". Manusia lahir, hidup, lalu mati. "MASA"-nya telah habis, tapi "WAKTU" terus berjalan! Dan sepanjang "WAKTU" masih bergulir, "MASA"-"MASA" hidup manusia lain masih ada yang berjalan belum berakhir, pun "MASA" QT berakhir! Jadi waktu masing2 dari tiap pelaku gerak itu yang QT sebut dengan "MASA"…

Nach, "SAAT" lebih spesifik lagi, dan biasanya rentang waktunya lebih pendek dari "MASA". Saat aku dilahirkan, saat aku menangis, saat aku lapar, saat aku mulai belajar berjalan, saat aku mulai masuk ceqola, saat… Bisa dibilang adalah titik awal dari 1 masa… Bisa juga hanya diartikan dengan "TITIK" saja! ^^; "SAAT" itu… Hanya itu… Yang spesifik menunjuk pada suatu kejadian, yang tentu menandakan suatu awal dari pergeseran posisi, atau pergeseran itu sendiri…

Apa bedanya dengan "MOMEN"? Setiap titik bisa jadi "SAAT", tapi belum tentu itu satu "MOMEN"! ;) Momen bisa dikatakan sebagai suatu saat yang "BERNILAI"! Memiliki arti khusus, tertentu, punya makna, ada nilainya! Momen2 mengharukan, "saat" wisuda, juga "momen" wisuda! "Saat" pertama kali ku melihatnya, juga bisa dibilang "momen" pertama… Penentuan nilai momen sangat subyektif sifatnya, tergantung yang merasakan! Satu "SAAT" bisa punya arti khusus bagi si A, hingga jadi satu "MOMEN" yang spesial, tapi bagi B mungkin biasa saja, seperti "SAAT"-"SAAT" yang lain di dalam hidupnya…

Nach, sekarang QT ngomongin segala "WAKTU", "MASA", "SAAT", "MOMEN", kenapa sich? ;) Untuk "menyeragamkan" pemahaman aja sebenarnya ^^; Sebelum QT beranjak ke "MOMEN" berikutnya… Udah siap? Boleh break 1/2 menit, hela nafas, ambil minum, jalan2, stretchin’ a bit… ^^;

V-lin’ b@r? =) Good! QT mulai lagi ya… ;)

Apa yang terjadi jika QT menghentikan waktu?…

Ya, tentu "WAKTU", jam BESAR di alam semesta akan terus berdetak, bergulir, yang Kido maksud adalah waktu "QT"… ;) Pernahkah QT mencoba sejenak menghentikan segala macam aktivitas, coba menghentikan "waktu" diri QT? Ngapain? Ya, diem aja! Dan merenung… Lho, merenung pun udah makan "waktu" khan? Iya sich! ^^; Tapi itu "waktu" yang lain… ;p

Maksudnya, "jam" diri QT… Copot dulu baterainya! Mari QT hanya duduk, diam, tak bersuara, tak melakukan apa2… Atur nafas yang teratur… Relaksasi… Meditasi… Tenang… Hembuskan perlahan… Tarik dengan sewajarnya… Dengarkan detak jantung dalam dadamu… Menjauh dari bising di sekitarmu… Cukup hanya mendengar isi hatimu… Tutup mata jika perlu… Asal jangan ketiduran! ^^;

Menghentikan "waktu" diri sejenak, sepenggal saat, menyelami kembali perjalanan "WAKTU" sepanjang "masa" QT, dimana runtutan waktu QT berjalan dalamnya, coba ingat2 lagi, bayangkan, hadirkan kembali dalam ingatan QT, sejelas seperti terjadi kemarin! Apa2 saja yang sudah QT lakukan, sejauh ini? Apakah bermanfaat, atau sia2? Apakah ada artinya, ataukah hampa tanpa makna? Apakah waktu yang terus berlalu meninggalkan QT, mendekatkan QT ke akhir "masa" hidup QT, telah QT isi dengan perbuatan2 baik, bernilai, bermaslahat, ataukah QT banyak melakukan kerusakan, tindak keji, kotor, nista, gelimang dosa, "saat"nya introspeksi diri, berkaca… Bertanya lurus menghunjam dalam kalbu, dan QT jawab sendiri dengan jujur apapun yang diucap lantang oleh hati nurani, yang biasanya hanya berbisik lirih cenderung QT abaikan!

Inilah saatnya jujur pada diri… Mengakui segala kelemahan dan kekurangan, QT bagai ditampakkan semua perbuatan sepanjang "waktu" diri QT, adakah hal2 yang QT sesali, adakah yang QT syukuri? Adakah yang berlalu begitu saja tanpa arti? Sia2? Berapa banyak waktu tersia2? Hampa, kosong, tanpa makna?

Sudah saatnya QT berintrospeksi, menyadari… Menghentikan langkah sejenak, untuk meluruskan niat dan arah, mengukur jarak, strategi, sebelum melangkah lagi, kali ini dengan langkah lebih mantap serta pasti! Jelas arah dan tujuan, dan bergegas mendekat tuk menggapainya! QT tidak tahu akhir "masa" QT, bisa jadi sudah dekat, atau mungkin masih jauh… Waktu selalu relatif… Hanya orang2 yang bisa mengatur, mengolah, dan memanfaatkan waktu dirinya dengan sebaik2nya-lah, yang akan sukses saat harus mengakhiri hidupnya! Jadilah orang yang sukses! Kelola, manfaatkan waktumu sebaik2nya! Isi dengan kegiatan positif yang bermanfaat dan mendatangkan maslahat bagi umat! Hindari perbuatan keji, kotor, hina, kosong, dan sia2! Mulailah belajar dan terus belajar! Perbaiki diri, jadi pribadi yang lebih baik, mulia, menawan hati! Tingkatkan kualitas keimanan, gali potensi, luruskan niat, sempurnakan ikhtiar, dan bersandar bertawakal hanya pada-Nya semata! Bersandar kepada 4JJI, percayalah! Tidak akan pernah lelah!

Manusia selalu berlindung kepada yang kuat, yang lebih kuat darinya! Tapi di atas langit masih ada langit, di atas yang kuat masih ada yang lebih kuat! Yang kuat mengalahkan yang lemah, yang lebih kuat mengalahkan yang kuat, sudah hukum alam! Karenanya, mengapa harus berlindung kepada yang lemah, jika QT bisa bersandar kepada Yang Maha Kuat, Tuhan Yang Maha Perkasa, Maha Agung Kebesaran-Nya?!

Maka mari QT kembalikan niat ikhlas QT semata hanya mengharapkan ridho-Nya! Bukan mengharap yang lain, perhatian, kasih sayang, jika menoleh pun tidak, bukankah hati QT menjadi sakit? Karenanya, berpalinglah dari yang lain, kembali pada Allah! Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang! Yang Menyayangi umat-Nya dengan rahmat, karunia, hidayah dan inayah-Nya! Bicara tentang ridho-Nya, perumpamaan yang sederhana adalah seperti orang yang bekerja pada suatu kebun yang luas. Dunia dan seisinya QT umpamakan kebun. Allah, Tuhan, adalah pemilik kebun. Dan QT, manusia, adalah para pekerja2 yang ditugaskan mengelola kebun (dalam bahasa Al-Qur’an menjadi khalifah fil ‘aard, kepercayaan Allah untuk mengelola dan memakmurkan bumi!) yang dipekerjakan hingga satu waktu, hingga habis "masa" kerja QT, hidup di dunia…

Sebagai pekerja, tentunya jika kerja QT baik, merawat kebun, menanam sehingga menghasilkan, sang pemilik kebun pasti akan senang! Dan jika pemilik kebun telah senang, maka bukan hanya gaji pokok QT, bahkan bonus melimpah pun diberikan! Dalam realisasinya, jika QT menuruti aturan2 Allah selama hidup di bumi, dan menjalankan perintah2-Nya, tugas yang diamanatkan untuk QT selesaikan, menjauhi larangan-Nya, maka Allah pun akan "RIDHO" kepada "kerja" QT! Dilimpahkanlah bukan hanya pahala, tapi juga beroleh ampunan, rahmat, petunjuk-Nya! Bahkan di akhirat nanti, telah dijanjikan limpahan kenikmatan berada dalam surga! Inilah kiasan hidup di dunia…

Tapi jika QT bekerja asal2an saja, tidak merawat kebun yang dipercayakan kepada QT, dibiarkan saja, daunnya kering kerontang sebab tak pernah disiram, buahnya busuk2 dimakan codet, kualitas buah buruk, itu adalah perlambang buruknya perilaku dan perbuatan QT hidup di dunia! Padahal Tuhan mempersilakan QT mengambil sepuasnya dan secukupnya kebutuhan hidup QT di dunia, silakan makan buah2an segar ranum masak dalam kebun, segala kebutuhan hidupmu telah dipenuhi, tercukupi, asalkan kau tidak lalai dan lupa pada tugasmu, merawat, memakmurkan bumi, untuk engkau wariskan pada anak cucu nanti!

Jika QT bekerja dengan tidak becus dan serabutan, serampangan saja, tentu logikanya pemilik kebun akan kecewa, tidak berkenan, mungkin marah, bahkan memecat QT! Udah dipecat, nggak dapet pesangon, gaji dipotong, lebih parah lagi, nggak dibayar! Rugi berlipat2! Sengsara hidup di dunia, tersiksa api neraka di akhirat! Na’udzu billahi min dzaliik…

Beruntunglah bahwa Allah, Tuhan QT, sungguh Maha Pengasih lagi Penyayang… Kemurahan-Nya mengalahkan murka-Nya… QT masih bisa dimaafkan, diampuni, direngkuh kembali dalam curahan rahmat-Nya, jika QT mau mendekatkan diri, dan kembali kepada-Nya! Dengan apa? Tentunya dengan taubat… Jujur kepada nurani, dengan ikhlas bersimpuh dan merendahkan diri, mengakui diri ini lemah, kecil, banyak salah, kerdil, dan Allah Yang Maha Besar, Maha Benar, Maha Perkasa dan Maha Bijaksana… Air mata pun menetes, seketika wajah ini basah, mandi, mencucurkan air mata, sesunggukan dalam sujud, mengakui kesalahan, kekhilafan, kelalaian, menyadari segala kekeliruan, kedzaliman yang telah QT perbuat, barangkali QT pernah menganiaya dan menyakiti hati orang lain, atau bahkan kepada diri sendiri! Maafkanlah! Mohon ampun! Astaghfirullahal ‘adziim… Lalu dengan gelora debar di dada, gemuruh QT kelola menjadi tekad yang kuat untuk berupaya sungguh2 perbaiki diri, meninggalkan perbuatan buruk, berjanji tak akan mengulangi! Tentu jika seorang manusia, pemilik kebun, menjumpai pekerjanya menangis seperti ini, ia takkan sampai hati, mulai luluh, tak jadi marah dan memecatnya, malah memberikannya kesempatan kedua, kesempatan yang tentunya tak boleh disia2kan untuk QT buktikan, bahwa QT tak ingin mengecewakan untuk kedua kalinya! Jika manusia saja punya sifat welas asih seperti itu, apalagi TUHAN, KHAN??? YANG MAHA PENGASIH DAN MAHA PENYAYANG… ;)

Karenanya, sudahkah QT ambil "waktu" QT barang sejenak, untuk merenungkan semuanya ini?… Perjalanan hidup hingga detik ini, penggalan demi penggalan, seperti memilah track dalam DVD, terlihat jelas semua peristiwa masa lalu, apa yang QT perbuat, apa yang QT lakukan, sudahkah mendekatkan QT pada-Nya? Ataukah malah menyeret QT ke jurang kemaksiatan, membawa QT kian menjauh? Dari Tuhan? Dari Allah?… Adakah upaya QT untuk kembali pada-Nya? Untuk memperbaiki kesalahan2 yang diperbuat, meninggalkan perbuatan2 dosa, nista, mengisi sisa hidup dengan kegiatan bernilai sarat makna, sebelum tiba akhir dari kontrak kerja, "masa" QT bernyawa di dunia? Saat ajal menjemput, dicabut Malaikat Maut?…

Renungkanlah Saudaraku…

Belum tibakah waktunya?

Mari kembali pada-Nya…

Semoga tulisan sederhana ini sedikitnya bisa menggugah, sekedar percik air pagi buta, cukup untuk mengerjap2kan mata, sebelum bangun dari tidur yang panjang, untuk sadar, waktu Subuh hampir tiba! Syukur2 lalu bangun, ambil wudhu, shalat sunnah fajar, adzan berkumandang! Seruan Hayyaa ‘alaashshalaaah!… Marilah QT shalat! Bermakna kembali pada-Nya… Lalu Hayyaa ‘alal falaah! Yang berarti marilah QT menuju kemenangan! Ya, kemenangan dunia dan akhirat! Sukses hidup di dunia, dan selamat di akhirat! Maka setelah QT dengan khusyu’, tuma’ninah, menyelesaikan shalat Subuh, bersiaplah menyongsong datang sang fajar, kokok ayam pagi hari, memulai kegiatan hari baru hidup di dunia, menyambut gembira kesempatan untuk beramal shalih, menebar kebaikan, menolong pada sesama, bermanfaat dan hidup dengan terhormat bermartabat! Sebelum menutup mata untuk selama2nya…

Moga ada manfaatnya, yang benar datangnya hanya dari Allah, segala kesalahan bermuara kembali pada diri ini, kesalahan di luar dari tanggungan percetakan! ^^; Mari luruskan niat, sempurnakan ikhtiar, mulai melangkah, dan bersandar ketika lelah hanya kepada Allah! Teruskan perjalananmu! Hingga ke akhir "masa"-mu! Jadikan hidup QT yang hanya sekalinya ini bermanfaat, bermaslahat bagi umat, berguna bagi sesama, bermakna bagi dunia, bernilai di akhiratnya! Gapai SUKSES gemilang hidup di dunia, dan Insya 4JJI SELAMAT juga di akhirat nanti!

Amiin Allahuma Amiin…

(N of part 1)

Kido Kamen =)

PS: Dah pada sarapan? ;) Nc breakfast n F nc Ds yach! ^^;v

N he comes home…

Uncategorized 1 Comment »

3 kata yang berbeda, tapi homofon, sama kedengarannya ;) RELIEVE, RE-LIVE, REAL-LIVE… Bukan salah ketik seharusnya "life" lho, emang "live" koq =) Adalah 3 kondisi yang sedang Kido coba untuk alami saat ini… Pertama merasa lega, kedua mencoba untuk "hidup" lagi, dan ketiga "hidup" dengan benar2… Bismillah dan Insya 4JJI…

Udah lama ga nangis =) Hmm… Tadi waktu shalat Jum’at, tau2 aja sepanjang berdiri sejak takbiratul ihram sampai imam selesai melantunkan ayat2 panjang Al-Qur’an usai surat Al-Fatihah, tiba2 sesak di dada begitu saja pecah, dan air mata pun tumpah, perlahan, menetes basah, makin deras, mengalir, haru, dan sedih…

Haru, karena ga nyangka… Masih bisa menangis, kupikir selama ini hati ini telah mengeras… Walau tak sampai membatu… Sudah lama agaknya tidak aku baca Firman-Mu… Meresapi dan merenungkan kebenaran maknanya… Mengisi kosong di jiwa, mencari ketenangan dalam lantunnya… Mensyukuri segala nikmat dan berkah yang Kau berikan dalam tiap tetes embun, hangat terpa mentari, sapa cicit burung waktu pagi hari, gemericik air, segala nyanyian alam, yang seolah lama tak pernah lagi kudengar, terhimpit suara bising hiruk-pikuk klakson mobil ramai orang lalu-lalang, di tengah hari2 yang penuh dengan kesibukan, aku merasa kesendirian, keterasingan di keramaian, jiwa2 kesepian, hai, kemanakah hendak mencari kawan? Padahal semut dalam lubang di tanah pun tak luput Engkau berikan rezeki, anak burung yang belum bisa terbang Kau tanamkan kasih sayang pada induknya untuk mencarikan makan, bahkan harimau betina yang buas pun takkan tega menerkam buah hatinya, dan aku…? Segala nikmat yang Kau berikan padaku, nikmat sehat, nikmat keyakinan, iman, kecerdasan, kekuatan, kebagusan penampilan, kemuliaan, rezeki yang mengalir, dalam bentuk apapun, seperti air yang mengikuti apapun wujud wadahnya, sesungguhnya semua nikmat dari-Mu itu takkan sanggup aku menghitungnya… Betapa berlimpah, deras tercurah setiap saat, tapi mengapa lepas tak kurasakan? Luput dari perhatian? Apakah karena perasaanku saat ini sepenuhnya tengah tertumpah? Tercurah pada hal lain? Pikiranku terpusat, hatiku terpikat, pada sesosok makhluk cantik, indah, dalam setiap gemulai, luwes gesture, dan gerak-gerik tingkahnya, kecerdasannya, kepolosan sikapnya, matanya yang "hidup" sanggup berbicara lebih banyak dari yang ia katakan, kontras dengan pembawaan sifat diam dan dinginnya, ketika tersenyum ia terlihat begitu bening, cerah, ramah, bersahabat, hangat, panas, seperti sorot mentari yang jatuh di atas salju, melumerkan beku hati, mencairkan keraguan, menghangatkan suasana, membuatku menaruh hati padanya… Dunia dan seisinya, bahkan sampai penciptanya(!), kuabaikan, tak kuanggap, kunafikan, kutepikan, kulenakan, tampak kecil di mataku, karena di mataku hanya ada dia seorang! Sosoknya sepenuhnya sanggup membutakan hatiku, benar cinta itu buta, ia membuatku mereguk dan mabuk lupa segala2nya dalam cinta!…

Ah, kalau kusadari sekarang, betapa malunya… T__T

Padahal ga tau arti bacaannya, surat yang dibaca Imam, tapi lantunan yang syahdu dan kekuatan daya terobos dobrak ayat2 mengalirkan getar2, mengelus nurani kalbu, seperti cahaya yang menembus pekat, relung2 dalam hati dan jiwaku, hati yang tengah diliputi kesuraman dan gelap, bagai menemukan secercah pelita, jiwa yang tengah kering dan kosong bak terpuaskan rasa dahaga, seperti gelas hampa yang diisi air bening terus mengucur dituangi, naik, naik, bertambah sehingga penuh dan meluber keluar kemana2, krucuk-krucuk-krucuk-krucuk… Ada dorongan ingin meluap tumpah dari dalam, gelombang demi gelombang, naik turun, debar2 bergemuruh dalam dada, mendesak dan mendesak ingin keluar, bergerombol, bergulung2, bagai ledakan yang tak tertahankan, jebol! DHUAAARRRRRR!!!…

Lagi pengen nangis aja… Ternyata aku berhasil… ;)

Sedih, karena aku sadar, dan malu, betapa aku kala letih dan lelah, hari2 belakangan, telah salah memilih untuk bersandar!… Semula aku kira aku bisa menaruh percaya, menggantungkan harapan pada makhluk cantik itu… Sosoknya yang menggetarkan, dalam kesederhanaan yang menjadi daya tariknya, aku tahu aku bukan hendak menuhankan dia, ga ada pikiran itu!! Keyakinanku tetap mantap pada-Mu! Hanya saja… Lihatlah, ia sungguh begitu indah, istimewa, Kau menciptanya dengan sentuhan begitu sempurna di mataku… Membuatku mengharap, berdebar2, dan rela untuk bersabar, menanti, hingga ia membuka diri, dan menyambut uluran hangat tanganku… Dan aku terus menanti, mencoba untuk percaya, suatu saat akan ia sadari, ada hadirku di sini, aku menanti untuk dapat bersanding bersamanya, mendampingi hari2 di dalam suka dan duka… Bertahan untuk tetap tegar tersenyum, dalam tulus, dalam kasih, dalam rindu, dalam getir, dalam malam2 panjang, dalam tangis diam2, dalam teriakan pedih dan panjang di dalam hujan, dalam ragu, kesangsian, kesepian, penantian yang bagai tiada akhir, yang pada akhirnya dengan berat kusadari harus kusendiri yang akhiri, dengan hampa, tangan kosong, tak mendapat apa2, tanpa hasil, segala yang kuberikan, kulakukan, hanya kesia2an…

Seindah apapun ternyata ia tetaplah makhluk, ciptaan yang tak pernah bisa sempurna, sesempurnanya ia di pandanganku, mata yang kugunakan untuk menatap ini pun hanya ciptaan, yang diciptakan banyak kelemahannya… Ia, gadis itu, nyatanya pun makhluk, yang juga punya harapan, cita2, cinta, rindu, yang ia gantungkan pada seseorang, mungkin aku… Mungkin juga bukan aku… Ia pun menanti, dan suatu saat mungkin lelah, lalu menyerah… Ia makhluk yang lemah, sama saja sepertiku…

Tempatku bersandar ternyata sama seperti aku, rapuh, goyah, labil, lemah… Selemah tongkat rapuh termakan rayap, saat kutekan untuk menahan berat, ia malah menjatuhkanku tersungkur… Terima kasih Tuhan telah kau kembalikan lagi kesadaran… Bersandar kepada makhluk, menggantungkan harapan kepada sesama yang menggantung harapan, makhluk, hanya membuatku terpuruk, sia-sia belaka… Seharusnya aku cukup hanya bersandar pada-Mu! Sang Khalik, Tuhan Yang menciptakan semua makhluk dalam sebaik2 bentuk, Yang tidak membutuhkan apa2 dari makhluk-Nya, sebaliknya Kau-lah puncak dan tempat menggantungkan harapan dari para makhluk… Bersandar pada Yang Maha Kuat adalah pilihan terbaik dan bijaksana, takkan lelah, takkan goyah, pastilah kuat dan kekal, yang harus kau yakin hanya, percayalah! Bersandarlah! Dan yang terbaik pun akan segera didatangkan-Nya, Insya 4JJI…

Ku ingin kembali padamu Yaa Allah… Ampunilah… Deras tangis ini makin membanjir usai kubersujud tuk yang terakhir kali, sebelum duduk tahiyat… Kedua mataku basah terbanjiri, semenurun lereng pipiku mengalir air mata kehangatan, sehangat batu yang retak lalu pecah oleh tetes2 penyesalan yang konsisten jatuh di satu titik yang sama, bertaubat kepada-Mu, air mata mohon ampun di hatiku, hati yang semula dingin hampir mati, kini menemukan lagi resapan basah dan cinta yang sejati, kehangatan, ketenangan, ketenteraman, hanya dengan kembali kepada-Mu… Hati yang cukup lama teronggok "mati", seolah mulai berdenyut, berdetak lemah, kembali hidup lagi…

Aku merasakan kedamaian yang tiada tara… Saat ini ketenangan begitu menyelimuti… Hati ini bagai lautan yang diam dalam sunyi, tanpa angin yang menggolakkan gelombang… Tak ada gerakan alam, sungguh tenang… Usai shalat, aku bergegas kembali ke ruangan, membuka dan memilah tumpukan tinggi buku2 koleksiku, akhirnya kutemukan, buku lama yang rasanya sudah berbulan2 tidak aku sentuh, apalagi aku baca, sedikit banyak berdebu di atasnya… "Samudera Al-Fatihah", karangan H. Bey Arifin… Kubuka dan kubaca lagi surat pembuka Kitabullah itu… Kurasakan getaran yang tenang di dalam kalbuku… Seraya kubaca dan kurenungkan lagi artinya, coba resapi maknanya… Seakan ini bacaanku yang pertama kalinya…

Bismillaahirrahmaanirrahiim…

Dengan menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih (lagi) Maha Penyayang…

Aku ingin belajar lagi, dari awal! Untuk mengenal-Mu lebih dekat dan bersandar pada keyakinan pada-Mu… Saat aku goyah, lelah, lemah, beri kekuatan… Saat aku lupa, lalai, lama tersesat, hanya berputar2, kebesaran kasih dan rengkuh sayang-Mu tetap sabar menanti dan menuntun hingga ku kembali pada-Mu…

Aku ingin pulang, mengetuk pintu-Mu… Bukakan pintu hatiku dan mudahkan aku untuk menerima dan meresapi lautan ilmu, samudera hikmah, pelajaran, petunjuk-Mu…

Bersandar kepada makhluk, sia2, makhluk juga mencari tempat sandaran, tempat bergantung dan menaruh harapan. Bersandarlah pada sang Pencipta makhluk, sang Pemilik yang menggenggam tiap jiwa, pasrahkan segala keyakinanmu hanya pada-Nya, dan kau akan menemukan, betapa Ia takkan pernah meninggalkanmu dalam sia2, tak akan mengecewakan, jika engkau sungguh ingin dan mencoba untuk kembali pada-Nya…

Aku ingin pulang…

Bismillah…

Semoga dengan ini aku dapat mengikhlaskan, merelakan segala bayangan, melepasnya pergi dengan hati lapang, dan senyum tetap terkembang…

I L@ U GO… ;)

Dan semoga dalam perjalananku yang selanjutnya, akan kutemukan cinta yang sejati, yang layak kucintai sepenuh hati, dan mencintaiku sepenuh hatinya, yang tidak sampai membutakan hatiku, cinta sewajarnya saja, yang tidak mengalahkan besar cintaku kepada-Mu! Yang kucinta karena mencintai-Mu! Maafkanlah Yaa Allah, ampuni aku…

Astaghfirullahal ‘adziim…

Bismillah…

Do’akan yaa…

Aku melangkah…

Kido Kamen =)

Jurus Mabuk?… ^^;

Uncategorized 3 Comments »

Ini bukan mabuk!! Tapi nguantuuuuuuoookkkk…

PUOOOOOOOLLLLLLL!!! @________@

Heheh… Gara2 tulisan panjang beribet medley 4 edisi kemaren, ternyata nulis aja bisa nguras NRG juga! ^^; Setelah dibaca ulang, halah! Bener euyy, begubed! Gw aja puschyink sendiri, apalagi yang lain? ^^; NEway, hari ini, ga tau, seharian bawaannya ngantuuuuuuk ajahh! Rasanya pikiran lelah, badan lemes, mungkin karena kemarin terlalu keras dipaksa ngasah otak! CPU n processor di otak gw jadi panaaaas! Mana ga ada heatsink-nya! Jadi rada2 nge-hang… ^^; Atau mungkin juga karena tadi pagi gw abis sarapan minum Komix, EHM!! Rada batuk dikit, biasa dech angin malam ^^; Tapi masa sore gini masih teteeuph ngantuk juga? Emang sich efek sampingnya bikin ngantuk, apa karena tadi pagi sampai siangnya gw lawan terus, hantam jebrettt!! Dipaksain sibuk kerja, akhirnya ga nahan juga? ^^; Harusnya jam 5 sore tadi dah meluncur berangkat kuliah, ehh, ini dah mo jam 6, gw malah buka FS, ngeblog lagi! Hehe, maaf, baru bangun… ^^; DHUEENK!! GUBRAK! @~*

NEway, got new message from Dina (tnx Din!) katanya itu tulisan tentang Maslow murni karya gw sendiri apa bukan? Bukan Din =) Itu murni nyontek! Yang poin2 tentang karakteristiknya lho! Cuma sebagian diolah lagi dengan kata2 sendiri =) Di awal memang udah ditulis ngutip isi dari buku "Dialog antara Tasawuf dan Psikologi"-nya Hasyim Muhammad, kenapa ditulis ulang? Supaya lebih kredibel! Biar tambah meyakinkan! Kalo orang lain yang bilang khan jadinya obyektif, supaya lebih obyektif, sengaja dikutip seapa adanya… Tar dikira semuanya gw ngarang lagi! Heheh, walo emang biasanya tukang ngarang! Hahahaha =D Makanya gaya bertuturnya beda khan? Rada2 formal gitu? ^^; Gpplah, sekali2 ganti style, agak "serius" dikit nulisnya, cuma emang topiknya rada2 berat ya? ^^; Hmm, khan cuma memadukan "jurus" aja, jurus "khayalan" dan jurus "kenyataan", filosofi jurus Dewa Kunang2 yang kebetulan berhasil gw "gubah", dengan "jurus" hirarki kebutuhan Abraham Maslow! Hehehehe, abis nyari CW yang bisa mainin jurus Pedang Hati Gadis Suci ga nemu2 tuch! ^^; Yang gw anggap bisa (Bibi guru ;p) malah dah pergi! Uhuk2… Yaaach, batuk lagi dech! Komix? ^^; (Yang ada, gw bisa tidur di kantor sampe pagi, haaaahhh!!! @~*) NEway tnQ dah jadi pembaca setia tulisan Kido yaa! ^^;v

Emmh, nulis apalagi ya? Oya! 2 men-temen yang add Kido n baru di-approve, maaf belum sempat nyapa, Yuni, Prita, Rizky, Di-Na… Sarie, Irma, Dian, Mia… Veetha, Ayu… (Halah! Koq CW semua? ^^;) Walow2! ^^;v Apa kabar? Tnx 4 addin’, nice 2 B friends =) Insya 4JJI besok2 disapa ya? Tapi kalo mo duluan boleh aja wekekeke ;p Santai aja ama Kido! Ga gigit koq! ^^; Sekarang QT teman khan? =) Tararengkyu sebelumnya…

Juga yang message2nya lom dibales, seminggu ini jaringan di kantor rada lemot nech! Pindah dari 1 page ke lainnya leletnyaaa ampyuuun, minta maaffff! ^^; Hari ini udah agak mendingan sich, inbox dah bisa dibuka, udah bisa nampilin gambar juga, kemaren mah semua pics cuma nongol [x]! ^^; Untung blog-nya bisa jalan, ga ngeblog khan buat gw hampir kaya nggak nafassshhh ^^; hihihihi… NEway, 2 DINI… (Sekarang Din(i) lho, bukan Dina ya? ;p Eh, D-Nee dink! Ada beberapa nama Dini sich! ^^;) sorry juga baru kirim foto yang udah di-edit, udah agak terangan khan? =) Foto ketemu di Masjid At-Ta’awun Puncak, halah! Dunia sempit banget dech! ^^; Waktu 1 April, me n famz went 2 Puncak, ke Kebun Teh Agro Mas, mampir Masjid At-Ta’awun, eeehh, ga nyangka bisa ketemu ma Dini, my high school classm8, SMU 85, DINI PURNAMA, dulu bendahara kelas, anak kesayangan wali kelas III/IPA-1, Bu PURNAMA SIHOMBING, hehehe, nyambung mulu ya? ^^; Temen STAN gw ada Din, SIHOMBING juga, tapi dia Alboin! ;p NEway, Dini’s newly-weds 2 an American moslems named Daniel Hummel Yahya, alhamdulillah! Soon will go 2 Amrik ya? Bae2 di negeri orang, always take care ya Din! Qp in touch n Friends 4FR! 4JJI with U n family! Abis foto2 bareng, we waved goodbye, Dini n hubby (ciee yang bis honeymoon, wakakaka =D) return 2 Jaks, me n famz continue 2 Taman Bunga Nusantara n Kota Bunga, sampe Maghrib, abis shalat, terus pulang… Sampe rumah jam 11, huaaahhhh tepaaaarrrrr… Tapi seneng!! ^^; (Keliatan khan di foto? Hehehehe itu mah beda, narcist mah narcist aja, wakakaka =D)

Salam manis juga ditujukan buat (kaya penyiar radio aja gw! ^^;) Wah! Arnold! Mamet ya udah jadi Bapak! Sorry Man, abis foto bayinya baru keliatan! ^^; Cowok cewek? Lahir kapan? Salam buat Mbak Lytha ya! =) Moga jadi putera/i? ^^; shalih/ah, cerdas, berbakti pada orang tua, agama, nusa, dan bangsa, berguna bagi sesama, sayang n disayang ama semuanya, amiin =) Juga buat BIRAAAARRRR!! Hehe, Bilal! ;p Mamet juga Man, menempuh hidup baru! Wahhh! Lama ga online, dateng2 statusnya berubah! =) Selamat membina rumah tangga yang sakinah, mawaddah wa rahmah penuh berkah, Insya 4JJI… Salam juga buat mbaknya! Yang rukun, awet, adem, ayem, sampe tua yaa, hehee ;p Apalagi ya? ^^;

Hmm, I realized l8ly… I’ve Bn Bt ignorin’ my friends! In FS, or in real world, hiks… T__T F Bn unfair, dah lama ga nyapa keliling, ulang taon kelewat, sibuk dipusingkan urusan sendiri, ga pernah keluar2 ruangan… NFR meant 2! Honest! It’s just d@… Well, U know… Gw khan bis "kejeblos" ke dasar jurang! ^^; Hehehehe… Jurang yang gw buat sendiri, yang bikin gw terperosok jatuh dan jatuh, dibayangi perasaan bersalah dan serba salah, ga tau dech, pokoknya mah, lieeeur, ajiauw, puschyiiink!! @~* Kondisi kejiwaan yang ga sehat n sempat labil (untung nggak rada2 ^^;) pokoknya kaciauw dech!! ;p Katiwasaaan! Katiwasan! (Kata Bathara Narada ^^;)

Hingga akhirnya 1 nite gw sadari… Dalam kesendirian dan hening sepi… Menatap ke langit kosong, hampa, cerah… Tanpa bintang, tanpa ada dia lagi…

(Heyy Man! Stand up!!…) Eh, kaya ada suara? ^^; (Kn U hear me? Ds is not good!…) I know, but C… (Blame no1! It’s just not d’way it S 2 B!… Wake up yeow, Maan!! I Z g@ up!!…) Ummh, I don’t 1 2… M so weak… (Don’t B like d@!… Ds is NOT U!!… Rn’t U a "MAAAN"?!…) Lamat2 ku merenung… Yeah, I’m a MAN!… (A MAN must act like a MAN! B-F like a MAN! U R D "MAN"!!… So mustn’t act like Baby-Boy! Not Cry-Baby! U R not a BOY NEmore!…) NO! Boyz don’t cry!… Ftr all, I M a MAN now! A MAN won’t cry!… Yeah, U R rite! I won’t go down!! I won’t l@ Ds things g@ me down!! I Kn’t B BtN! Not Ds way! I’m STRONGER now!! I’m MUCH STRONGER!! Kn U HEAR MEEEEEE???

I M A MAAAANNN!!! Hiyaaaahhh… DUESSSSHHH!!…

Tinjuku menghantam kosong di udara, membelokkan aliran angin sesaat… Lalu diam… Kembali berhembus lirih dalam hening…

Jadi inget terjemahan lirik soundtrack openingnya lagu GABAN! (Lho koq Gaban? ^^;) Tnx 2 Aria n HENSHIN!! Yup! Uchuu Keiji Gyaban (Gavan Polisi Angkasa) Otoko nan daro? Guzu guzu suru na yo…

"Apa itu laki2? Adalah sikap tidak mengeluh!!"…

Aaarrgghhhh… BENAR!!… It’s S if I h@ NFR read d@ line B4! Seorang LELAKI SEJATI tidak pernah mengeluh!!… Sigh… I guess I must g@ up, I must g@ out now!… (Yeah, KELUAR!! Dari jurang! Bayang2! Berdirilah!!) Aku bangkit dari rebahan tidurku, terduduk sejenak, mengatupkan gerahamku, memicingkan mata, fokus, menembus ke depan, tajam, 1 detik… Kepal tangan, kretek, kretek, hela nafas panjang dalam… Huufffhhh… Tarik nafas lagi, huupphh… Mantapkan niat, dan… Huffffhh!!

JREEENGG!!! Kuberdiri! ^^;v (d@’s rite! Kepalkan tanganmu! Bulatkan tekad! Gelorakan kembali semangatmu!… Kobarkan nyala pelita di hatimu! Kalahkan ketakutanmu! Tepislah keraguanmu! Engkau kuat! Engkau hebat! Melangkahlah! Langkah yang tegap dan pasti! Mendakilah! Merangkak, menanjak, naik!! Hempaskanlah, sirnakan beban penghalang! Bergegaslah! Kamu bisa! Terus naik! Meloncatlah! Terbang tinggi! Up and away! Sampai puncak!! AYOOO! BANG-KIT-LAH BANG-KID-OOOOOO!!!… ^^;v)

YOOOSHH!! MORPHIN’ TIME!! Saatnya berubah…

ZEI CHANGER!! JOUCHAKU! HENSHIN!!

^______________^;v

(BGM: Opening Soundtrack — Uchuu Keiji Gavan)

Tugasku belum selesai! Belum saatnya berhenti! Dunia luar menanti! Aku harus kembali! Dengan tekad, keyakinan, serta segenap kekuatanku sendiri! Ya, kau benar! Memang benar! Aku harus bangkit dan melangkah lagi! Dan secepatnya keluar dari sini! Dan ga ada cara lain, n ga ada orang lain, yang bisa menolong gw dari kejatuhan serta kemunduran saat ini, kecuali gw sendiri yang nolong diri gw!!… It’s all up 2 myself 2 count! I’m on my OWN!! =)

Untuk keluar dari jurang gelap, selubung bayang masa lalu, yang selalu menghantui, menyimpan setumpuk getir, kisah pedih, ada manisnya juga sich ^^; Membuka mata dan hati, menguatkan sugesti, melangkah pasti! Menatap esok fajar yang akan kembali bersinar, cemerlang dan menjanjikan, menuju masa depan yang lebih cerah, menyongsong harapan bersama silau terpa hangat sapa mentari! Dengan hati luas lapang dan senyum ikhlas terkembang! Hari baru, kisah baru! Cakrawala lebih indah kan terbentang! Selama QT percaya, Insya 4JJI… =)

(Maka tersenyumlah, Kawan! It’s not d@ b@!)

Yeah, it’s not b@! ;) Pelangi masih akan selalu muncul setelah hujan mereda… Jadi masih ada kesempatan buat gw nyuri selendang bidadari yang lain kalo lagi mandi, huehuehue ;p BLETAK!! @~* Kali aja kali ini bisa buat jadi istri ^^; Hahahahah! =D

TnQ my friend!! I’m OK now… =) Doncha worry… Heyy, I M COOL! B-)

I’d B O K!! ;)

Do’ain yaa! Iya juga ya, dah lama ga nulis di Bulletin Board, "Ucap2 minggu ini", aaahhhhh… So little time, so much 2 do, Kidoooo, kemana ajaaaa? ^^;

(S newly added n edited on Thursday, 20-04-2006)

Huaaaahhhh, ga tau mo nulis apa nech, capek juga nulis yang berat2 kaya kemaren, hee, ga lagi2 dech! Soalnya kemaren tuch lagi semangat2nya! ^^; Lupa makan lupa tidur! Haahh! Dasar! Bener2 dech! 2 blog terakhir itu aja nulis sampe jam 3 sore, yaa, setelah itu baru dibuka bekal… Sarapan! ^^; Hahahaha, bener banget! Pagi ga sarapan, lunch juga kelewat, akhirnya di-jama’ (rangkap) makan sore ^^; Tapi heran, ga laper tuch? Terasanya baru setelah ngeblog sich! Wuaaaaa krucuk @~* Aduduh! Perut melilit! Hehehehe ;p

Sekarang pengen nulis yang ringan aja… Sambil berusaha melek nahan kantuk, kucek2… @_@ Sambil nunggu adzan, ups! Wahh! Pas! Maghrib dech! Masuk waktu… Allahu Akbar! Allahu Akbar! =) Yo wis, Kido pamit dulu ya, mo shalat terus berangkat kuliah! Hehe, paruh kedua trimester pertama, Budaya Organisasi, ahhh… Dah telat kelas jam pertama nech! ^^; Gpplah! B@r l8 dN NFR khan? ;) Tapi jangan diikutin ya! Hahahaha =D Abis, daripada ngantuk2 nyetir khan bahaya? Mending bablas tidur aja sekalian! ;p Bangun2 khan segeran, hehehehe… =D NEway tnx 4 re-Dn, besok dilanjutin lagi dech, Insya 4JJI, cerpenbungnya! ^^;v

Meanwhile take care yang mo pulang, Sarwani biasanya masih lembur nech? Yo Bro! Met kerja, jangan telat makan ya! =) Titi DJ, sekalian nice dinner wat semuanya! Hari ini kayanya cerah, ga kaya 4 hari kemarin, ujan deres, badai, macet dimana2, mudah2an ga da pa pa di jalan! (Kemaren how did U get home? ^^; Sorry I tried hard not 2 call, resist myself, don’t 1 2 hurt U NEmore, but U know d@ doesn’t mean I don’t care, I worried U 2 much, oh well… ^^; Guess it’s 4 both our goods! Begitu khan? Or M I wrong? ^^;) Ga kujanan khan? (Wash Ur hair, dry it, n F nice good nite rest ;p), met istirahat aja, nice sleep, sweet dreams, wat semuanya… =) (Emmh, nanti gimana pulang? Masih hobi lembur tah? Gw kul sampe jam 9, yakin ga mau dijemput?… ;p)

SIIIIIIIIIIIIIIIIIIINGGGG… (Silent)

Wakakaka =D Yang laen protes dech, lagi2 CW itu lagi!! Woooiii! Bangun woooiii!! Siapa ciiyyy? ^^; Wakakaka =D Hahahaha =D Cuma QT yang tau ya? ;) Da’ach! Always take care will ya? ;p

I’d B O K! ^______^;v Hope so do U…

Fn’t ask how U do l8ly, ni hen hao ma? ;)

Guess I’m leavin’…

Settle my mind…

No regret khan? =)

dN U take care…

I mean it…

Tha! ^^;v

Kido Kamen =)

Jurus Pemuncak…

Uncategorized No Comments »

-) Lho, kok bekal sarapannya baru dimakan sekarang?

+) He3, keasyikan ngeblog jadi lupa makan dech! ^^;

-) Wahh, menafikan deficiency motivation, mengejar B-values untuk growth, mencapai “peak experience”, tanda2 orang yang sedang mengaktualisasikan diri nech! =D

+) Hue3 =D Dasarrrrr! ;p BLETAK!! @~* Bisa aja kamu! ^^;

-) Khan udah belajar jurus sampai tahap ke-5 lho! ;) Udah siang nich Om! Katanya mo ajarin Ogi (level tertinggi) perguruan Dewa Kunang2 QT? ^^;

x) Iya Om! Yang keren yaa! Kaya “Amakakeru Ryu No Hirameki”-nya Kenshin Himura di Samurai X! Hiyaaaaattt… Keren lhoh!! ^^;v JREENGG!!

+) GUBRAK!! @~* Ihik… Iyaa! (Nymm3 ;p) Ntar dulu yaa! Tunggu matahari sampai tepat di atas kepala… (Nymm4… ;p Sebenernya sich sampe gw selesai menghabiskan sarapan, glek! ^^;) OK siaaap??! Sebelumnya coba hafalkan kembali kouw-koat (teori dasar) ke-5 level hirarki kebutuhan menurut Abraham Maslow!

y) Saya! Saya! Level 1: Kebutuhan fisiologis!

x) Level 2: Kebutuhan akan rasa aman!

+) Bagus! Terus…

w) Level 3: Kebutuhan akan cinta serta rasa memiliki!

v) Level 4: Kebutuhan pengakuan harga diri!

-) Level 5: Kebutuhan untuk mengaktualisasikan diri!

+) Bagus! Kalian memang pintar semua! Nach, sekarang bersiaplah… Pasang kuda2, hmmh… Pusatkan nafas kalian di tantian (pusar), yak! Mulai, tarik nafaaaas… Huuupp… Tahannn!!… Kido akan mengajak teman2 setelah melalui pendakian ke-5 tingkat dasar tersebut, untuk menembus tabir dan memasuki tahap pemuncak, level spiritual (cieee) yang akan setiap orang alami dengan pengalaman berbeda, tergantung pencapaian dan kesejatian diri masing2! Inilah jurus gabungan Dewa Kunang2 dengan teori hirarki kebutuhan Maslow! ^^;

y,v,w) @~* @~* @~* …

(Ds is side story of Kido’s pre-Vs VcZn… Ceritanya maju 3 taon ke depan! Kido tengah berupaya mengembangkan jurus Dewa Kunang2 gubahannya untuk dipadu dengan teori hirarki kebutuhan dari Abraham Maslow, walah! Coba dech! ^^; Kok bisa?… =O) (Ya bisa donk! Ini khan blog gw, suka2 aja! Hihihihi… ^^;)

v,w,x,y,-) @~* @~* … (muka memerah) @~* @~* @~* … (kaya kepiting rebus!)

+) Apa anaq2?! Oya lupa!! ;p HEMBUUUSSSSHHH!!! ^^;

PHEEWWWW…. FFFFFHHHH… X-(

BLETAK-BLETAK-BLETAK-BLETAK!! @~* @~* @~* @~*

Tengah hari, Kido dan murid2nya (bukan murid, sama2 belajar koq! ^^;) tampak serius, diam, berdiri dengan sikap tegak sempurna, hening tak bergerak, menatap langit, menanti matahari tiba di titik kulminasi, saat yang tepat untuk memulai gerakan menuju puncak, dengan kekuatan sendiri, tanpa bantuan kiriman SMS dari penggemar yaa! ^^;

Ah berdiri terus lama2 capek ya? Boleh duduk lagi dech! (GUBRAK!! @~*) Alrite2! ^^; Semua bersila… Kosongkan pikiran… Dengarkan… Renungi… Pelajari dan resapilah teori tahap puncak…

Jurus Dewa Kunang2…

QT mulai… ;)

Abraham Maslow, bapak psikologi humanistik dalam bukunya “Toward A Psychology of Being” (1964) mengungkapkan karakter kepribadian (identity) dari orang2 yang tengah mengalami pengalaman puncak (peak experience) antaranya tampak sebagai berikut:

a)      Seorang individu dalam pengalaman puncaknya merasakan dirinya lebih menyatu (integrated) baik dengan dirinya sendiri, lingkungan, maupun dengan alam! Ketika dilihat oleh peneliti yang mengamati kepribadiannya, ia tampak menyatu, tanpa perasaan iri hati, tak ada yang bertentangan dengan pribadinya, damai, tidak ada dendam atau dengki antara dirinya dengan yang mengamatinya, lebih terfokus pada tujuan tertentu, lebih serasi, efisien, sinergi, dan tak memiliki friksi internal…

-) Apa itu mungkin QT alami Om?

+) Mungkin saja! We’ll NFR know until we XPriNs, rite? ;) Sudah adakah dari kalian yang mencapai kondisi (state) ini? Belum pun tidak mengapa… NEway, lanjut lagi ya! Tanda2 berikutnya…

b)      Dengan karakter keluguan yang ada pada dirinya, ia menjadi lebih dapat melebur dengan dunia, dengan segala sesuatu yang secara formal bukan merupakan pribadi. Sebagai contoh, seseorang yang mencinta lebih merasa sebagai satu kesatuan daripada sebagai 2 orang pribadi yang berbeda. Seorang pencipta (creator) lebih merasa menyatu dengan apapun yang diciptakannya, musisi lebih menyatu dengan musiknya, seorang ibu lebih merasa menyatu dengan anak2nya, seorang astronom lebih menyatu dengan bintang2 yang diamatinya. Semua itu merupakan pencapaian terbesar dari “identity” (Identitas dalam mencapai Peak-Experience)

x) Berarti QT sudah sampai tahap tertinggi ya Om?!

+) Masih belum! ;) Selama masih ada identitas, berarti masih ada sifat ke-AKU-an! Itu berarti dirinya masih belum bisa lepas dari tendensi serta hasrat pribadi! Coba hilangkan ini, dan meleburlah menyelaras dengan alam, jadilah bagian dari alam, mengalir bersama air, berhembus dengan angin, tegar berdiri bagai batu karang! Lalu jatuh dan melayang dengan ringan bagai daun2 rontok berguguran… Fleksibel, namun alami… Membaca suara alam… Mendengarkan dengan hati…

y) Itu kayanya ga ada di teori Maslow ya Om?

+) Ini bagian dari filosofi jurus Dewa Kunang2 sich… ^^;

c) Seseorang yang ada pada puncak pengalaman biasanya merasakan dirinya ada di puncak kekuatannya, dengan menggunakan seluruh kapasitas yang dimiliki secara penuh! Merasakan dirinya berfungsi secara penuh (fully functioning), ia jadi merasa lebih cerdas, lebih peka, lucu, kuat, dan mulia dibanding waktu yang lain! Ia merasa ada di puncak kepribadiannya! Yang hal ini, sekali lagi, tidak hanya dirasakannya secara pribadi, namun juga dapat diamati oleh orang yang menelitinya!

d) Tidak mengalami kesukaran atau penurunan fungsi, sehingga tidak ada usaha yang terlalu keras, pemaksaan diri atau perjuangan, sebagaimana yang terjadi pada waktu yang lain. Pencapaian kekuatan dan kondisi terbaik yang ada pada dirinya seakan datang mengalir dan bergelombang hebat bergulung dengan sendirinya.  Hal ini ditunjukkan dengan keadaannya yang tampak sangat tenang, seakan2 ia sepenuhnya sadar dan mengetahui secara tepat apa yang dilakukan, serta melakukannya dengan sepenuh hati tanpa ada kesukaran, keraguan, kebohongan…

y) Hebaaat!! Koq bisa gitu ya?

x) Iya! Kaya Thio Sam Hong! Berarti dia udah sampai tahap puncak ini ya?

+) Ya! =) Kalau ditelaah dari kisahnya, sepertinya Thio Kuncu sudah menguasai tahap sempurna dari pemahaman diri, mencapai pengalaman puncak atau peak experience, maka jika benar telah ada yang pernah membuktikan dengan mengalaminya, berarti teori ini bukan cuma omong-kosong!

-) Kalau gitu jangan2 Kakek Maslow pun bisa Jurus Pemuncak?

+) Kurang lebih bisa dibilang begitu! ^^; Tapi bukan berarti bisa silat lho! Karena tiap pencapaian puncak akan mengambil wujud yang khas, yang lain dari yang lain, yang berlainan bentuk dengan yang lain, tergantung pada kesejatian diri dan identitas yang unik pencapainya. Jika benar demikian, berarti Maslow pun termasuk 1 dari sedikit orang yang mengalami sendiri.

-) Jadi, Tee-cu (murid) pun suatu hari mungkin bisa menciptakan jurus2 pamungkas Tee-cu sendiri?

+) Segalanya mungkin dalam hidup ini! Karenanya jangan putus asa, teruslah berlatih dan belajar! =)

v,w,y,x,-) SIAP MASTEEERRRR!!

+) Nyusun thesis aja belum… ^^;

e) Seorang individu dalam pengalaman puncaknya merasakan lebih dapat menjadi diri sendiri, bertanggung jawab, aktif dan kreatif dalam aktivitas serta pengamatannya. Ia merasa menjadi penentu utama dirinya sendiri. Bukan orang yang ditentukan oleh orang lain atau lingkungan, tidak berdaya, bergantung, pasif, lemah, dan mengabdi pada orang. Ia merasa menjadi tuan bagi dirinya sendiri, penuh tanggung jawab, penuh kemauan dengan kebebasan. Hal demikian juga tampak oleh orang lain yang mengamatinya, tampak lebih tegas, lebih kuat, lebih tulus, lebih menerima terhadap penghinaan, perbedaan, serta teguh pendirian. Ia seperti tidak meragukan nilai dan kemampuannya dalam melakukan apapun! Bagi orang lain ia tampak terpercaya serta tahan uji.

f) Dia terbebas dari sekat2, baik suku, etnis, bahasa, budaya, agama, atau keilmuan tertentu, rintangan2, perhatian, ketakutan, keraguan, control, keberatan, maupun kritik pribadi. Keadaan semacam ini juga mengandung nilai subyektif serta obyektif, positif juga negative. Atau setidaknya dapat dijelaskan dalam perspektif obyektif dan subyektif, yang pada intinya keduanya merupakan satu kesatuan yang saling menguatkan satu sama lain…

-) Seperti Yin dan Yang ya? =)

+) Keseimbangan, adalah kata kuncinya… ;)

g) Seorang yang mengalami pengalaman puncak, memiliki karakter yang bebas! Sehingga perilakunya menjadi lebih spontan, ekspresif, tanpa pikir panjang, terbuka, sederhana, tidak dibuat2, jujur, ikhlas, bersahaja, polos, santai, alami (tanpa ragu2, tulus hati, primitif dalam hal tertentu, lebih tidak terkontrol dan menjadi apa adanya). Karakter2 ini merupakan identitas yang autentik dari pribadi yang sedang berada pada pengalaman puncak, sehingga tentu saja sangat sulit dijelaskan secara obyektif dan rasional!

v) Aduh, Suhu! Aku ga tahan, mulai keringatan…

+) Tenang, jangan dipaksakan! Atur nafas, relaks, pencapaian tiap individu memang tak ada yang sama! Tapi sekali lagi ukuran pencapaian antara yang satu dengan yang lain pun tak sama tinggi. Ketinggiannya relatif, sejauh ia jujur dan menjadi diri sendiri, maka ia dapat dikatakan telah mencapai tahapan puncak…

w) Ini pasti filosofi Suhu Kido sendiri…

+) Gw bukan Suhu ^^; Benar, itu mah bisa2nya gw aja! Hehehehe ;p Tapi ada benernya koq! ;)

h) Sebagai akibat langsung dari wataknya yang demikian, ia menjadi lebih kreatif dalam hal2 tertentu. Kreativitas ini tidak diukur dengan kuantitas produk, atau banyaknya sesuatu yang dapat dihasilkan, namun juga bisa sedikit yang dihasilkan namun dalam segala keterbatasan potensi yang dimiliki. Banyaknya hal yang dihasilkan dengan modal terbatas itu menunjukkan seseorang memiliki daya kreativitas yang tinggi!

i) Segala sesuatu yang menjadi karakter seseorang yang mengalami pengalaman puncak menunjukkan kesatuan dan individualitas dari pribadinya. Jika masing2 orang memiliki ciri khasnya tersendiri, berbeda antara satu sama lain, maka seseorang yang ada dalam pengalaman puncak juga memiliki ciri khas yang berbeda yang lebih dibandingkan yang lain.

j) Ketika seseorang ada pada pengalaman puncak, ia benar2 ada pada dirinya yang sekarang, di saat ini, terbebas dari masa lalu, juga masa mendatang! Ia dapat melakukan konsentrasi dengan tanpa gangguan dari apapun, karena kondisi kejiwaannya yang terbebas dari bayangan2 di masa lalu dan juga dari harapan2 di masa depan…

-) Benar juga! Secara individu ia sendiri adalah pribadi yang unik, tapi dengan alami ia tak terpisahkan menjadi satu kesatuan dengan alam!

x) Kemudian perlahan ia mulai melepaskan diri dari ikatan2 yang membelenggunya, bahkan dari identitasnya sendiri!?

+) Hmm… Menarik! Mari QT coba terus mengikuti…

k) Ia lebih dibatasi oleh “hukum2” pribadinya daripada hukum2 yang ada dan berlaku pada luar dirinya. Segala aktivitas dan perilakunya lebih banyak ditentukan oleh dirinya sendiri dan bukan oleh sesuatu yang lain dari luar dirinya. Hal ini bukan berarti ia akan berhadapan dengan hukum atau norma sosial yang mengaturnya, akan tetapi, selama norma tersebut berwujud kebaikan, maka tidak akan berhadapan dengan kebaikan yang ada dalam dirinya! Sehingga segala sesuatu aturan baik yang berangkat dari dirinya sendiri maupun dari yang lain akan dapat dinikmati sebagai sesuatu yang serupa. Kondisi semacam ini bisa digambarkan dengan perasaan cinta yang dialami dua sejoli, yang dapat dinikmati sebagai satu kesatuan yang saling mengisi satu sama lain…

Satu… Sama lain…

-) Kenapa Suhu? Teringat sama gadis itu lagi? ^^;

x) Udah, lupain aja dech! =D Lepaskan ikatan batin, simpul2 relung hati, ledakkan cinta menjebol kungkungan ego, emosi, cinta sejati hanya ingin memberi, kasih sayang tulus tanpa hasrat ingin memiliki, bebaskan segala rasa, kondisi kosong dan lupa segalanya, mencapai tahap sempurna!

w) Jurus Dewa Kunang-kunaaaangggg!!! ^________^;v

+) Lho? Lho? Lho?! Koq kalian malah udah memahami esensi jurusnya duluan? ;p Pada buka contekan ya?! @~*

y) Kami sekarang mengerti, esensi dari melebur dan menyatu dengan alam…

v) Menemukan jati diri yang sejati…

+) Bagus2! Kalian semua mampu memahami esensi dan mengalami pengalaman puncak dengan mengalaminya sendiri! Terkadang QT harus mengalami sesuatu untuk mengerti! Yang terlihat seringkali tak seperti yang terlihat! Yang tidak terlihat jika mata terpejam kadang malah jadi jelas terlihat! Gunakanlah mata hati! Kunang2 seperti rembulan dalam gelap malam! Keberadaannya menjadi nyata, kehadirannya pun menjadi penuh arti, kelipnya berjasa menjadi penerang, saat dunia diredupkan, surya diselubungi, selimut malam digelar menaungi langit kelam!

-) Seperti humor 2 orang gila ya? ^^;

+) He2, benar! =) Orang gila pertama bertanya pada yang kedua, mana yang lebih penting, matahari atau rembulan? Orang gila kedua menjawab, bulan lebih penting! Karena siang hari sudah terang, jadi ga ada matahari ga masyalah! ^^; Tapi malam hari tanpa bulan tentu gelap gulita! Oh, alangkah sedihnya! Untung ada kunang2! =) Walau redup tak cemerlang, tapi ketulusannya berbagi cahaya menolong sekitarnya, tak lagi meraba dalam kegelapan! Walau telah berjasa, tapi tak pernah sombong atau tinggi hati, di siang hari ia tidur sembunyi, malam hari kembali muncul menari. Segalanya berjalan begitu alami dan mengalir bagi si kunang2. Walau hidupnya tak panjang, tapi ia sanggup menikmati hari2nya yang senantiasa diliputi gembira! Menari, riang, tertawa! Sesukanya! Tanpa beban, hanya menjadi dirinya! Dan lebih mulia lagi, dalam hidupnya yang singkat, ia tak enggan membagi cahayanya, tidak pelit atau pura2 lupa, wajar saja, berjasa tanpa pamrih pada sesama, meninggalkan arti hidupnya kala harus meninggalkan dunia…

l) Mereka yang ada dalam pengalaman puncak, tidak memiliki motivasi atau keinginan2, kebutuhan, atau harapan, utamanya yang mengarah pada hal2 yang tidak baik. Sehingga dia hanyalah dia yang asli, apa adanya, tidak ngoyo dan tidak dipengaruhi oleh kepentingan2 atau keinginan2 semu yang sesaat. Sehingga tidak ada tindakan yang menyebabkan dirinya kurang atau mundur. Maslow menggambarkan orang semacam ini menyerupai Dewa! Karena sifatnya yang tidak membutuhkan dan tidak menginginkan sesuatu, tidak memiliki kekurangan, dan merasa puas dengan segala keadaan yang ada pada dirinya! Dia melakukan segala sesuatu dengan penuh kreativitas namun tanpa keinginan atau kebutuhan yang tertentu. Dia melakukan karena sesuatu itu seharusnya dia lakukan, sebagaimana yang ada pada teori2 membahas tentang Nirwana…

-) Wahh, kalo ini kayanya impossible dech! Maslow pasti ngayal tuch! ;p

+) Ga tau juga! ^^; Kido sendiri masih jauhlah, belum mencapai tahap ini… Tapi secara kejiwaan, kondisinya yang tenang, tentunya ini udah sampai pada tahap pemuncak! Atau yang semacam itu… ^^; Tapi mungkin maksud Maslow adalah menggambarkan keadaan ideal yang bisa dicapai manusia, walau mungkin setelah mencapai tahap ini ia tidak lagi bisa dikatakan manusia, setidaknya bukan manusia biasalah… ^^; Kayanya Maslow kebanyakan baca Impeccable Twins, wakakaka =D Ehm! Uhuk… ^^;

m) Dalam komunikasi, mereka lebih puitis, mistis, dan penuh perasaan. Seakan2 hal tersebut merupakan bentuk bahasanya yang alamiah. Implikasinya berdasarkan kenyataan yang ada mereka lebih seperti seorang ahli puisi, artis, musisi, sastrawan, atau bahkan Nabi2! Yach, zaman sekarang ga ada Nabi-lah! Nabi dan Rasul penutup itu khan Nabi Muhammad SAW =) Tapi yach, Maslow… Gw paham maksud loe! ^^;

n) Orang yang ada pada pengalaman puncak merasa ada pada puncak kenikmatan, pembebas dan diliputi perasaan haru, kesempurnaan, atau perwujudan. Perasaan2 sukar untuk dilukiskan. Dunia menjadi tampak sempurna, adil, indah, antara satu bagian dengan bagian lain menjadi tampak berkaitan saling melengkapi, sinergis.

o) Melihat segala sesuatu menjadi tampak jenaka pada matanya. Memiliki kualitas humor yang baik, dan kegembiraan luar biasa! Perasaan2 semacam ini membuat sesorang yang mengalami pengalaman puncak menjadi sangat menikmati kehidupan! Merasa tidak ada problem yang sukar dipecahkan, segala sesuatu dihadapi dengan penuh perasaan riang gembira! Segala sesuatu bagi dia menjadi satu kesatuan antara keindahan, cinta, kecerdasan kreatif. Semuanya dijadikan sebagai alat untuk memadukan terjadinya dikotomi serta memecahkan persoalan yang sulit.

p) Seseorang yang sedang atau telah selesai mengalami pengalaman puncak, akan merasakan keberuntungan yang tak terduga! Karena pengalaman puncak terjadi dengan sendirinya tanpa ada perencanaan, reaksi yang timbul juga datang begitu saja tanpa diharapkan. Sebagai konsekuensinya ia akan merasakan nikmat berkelimpahan dan rasa syukur mendalam pada Tuhan (bagi orang beragama), pada orang tua, pada alam, pada manusia lain, pada dunia dan seisinya, pada segala sesuatu yang menyebabkannya mengalami dan mendapatkan keberuntungan tersebut!

Begitulah…

Bukalah mata kalian…

Apa yang kalian rasakan?

Apa yang didapatkan?…

Sekarang kerjap2lah…

Tataplah di sekitarmu…

Pengalaman puncak telah kau alami…

Saatnya kembali dari dasar lagi…

Karena segala sesuatu dalam hidup ini…

Berputar seperti siklus…

Yang bawah naik ke atas…

Yang di atas jatuh lagi…

Tapi kau yang sekarang bagaikan terlahir kembali…

Untuk menghadapi hidup dengan bekal lebih baik…

Modalmu melaju lebih mantap dengan langkah pasti…

Yakni Sejatinya Diri…

Karenanya tersenyumlah…

Gembiralah…

Dan sambutlah…

Kuucapkan selamat Nak!

Selamat datang kembali ke alam dunia nyata…

“Tahap Pemuncak Jurus Dewa Kunang2”

Gubahan:

Kido Kamen =)

The 5th Level… #2

Uncategorized No Comments »

-) Pagi Om Kido!

+) Pagi, pules bobonya?… ;)

-) Om rajin ya, pagi2 udah senam?

+) Iya donk! Men Sana in Corpore Sano! Di dalam tubuh yang sehat, terdapat jiwa yang kuat! QT harus adil, balance, jiwa dan raga sama2 dilatih! Ayo, kalian juga ikutan gerak2 badan! =)

-) Tadi udah koq, ngelilingin pyramid! ^^; Om, lanjutin donk yang kemarin, karakteristik orang2 yang teraktualisasi diri!

+) Boleh, tapi kamu dah sarapan belom? Sarapan itu penting lho! Buat NRG optimal kerja pagi sampai siang!

-) Om cerita aja! QT sambil makan, hehehe… ;p

+) OKD, mumpung masih pagi, lanjutin dikit lagi yaa, duduk melingkar, dengarkan baik2, n jangan lupa makanannya dibagi ama temen sebelahnya =)

-) O-KIDO-Q!!… ^^;v

+) Hush! Itu bagian gw! ;p

Kemarin QT sudah mencoba mengidentifikasi karakteristik unik dari orang2 yang telah teraktualisasikan dirinya, antara lain adalah ia jadi mampu melihat realitas secara lebih efisien, terbuka penerimaan terhadap diri sendiri dan orang lain, juga pada kodratnya, spontan, sederhana, alami dan wajar, serta fokus pada persoalan dan bukan membesarkan egonya. Nach, ciri khas yang lain dari orang yang self-actualized itu antaranya:

e) Memisahkan diri, butuh akan kesendirian

Masih ingat kebiasaan Nabi2 suka ber-khalwat? Menyendiri dalam gua? Pada umumnya orang yang mengaktualisasikan diri cenderung memisahkan diri, menyukai kesendirian dan kesunyian di luar rata2 orang lain. Hal ini terjadi karena mereka cenderung bertahan pada persepsinya mengenai situasi tertentu. Tidak bergantung atau terpengaruh oleh pikiran orang lain, namun hanya bersikukuh pada penafsiran yang ia anggap benar. Sikapnya yang demikian bisa jadi merenggangkan hubungannya dengan lingkungan, namun ia tak akan memperdulikan. Karena ia tidak akan goyah oleh hujatan, reaksi apapun dari orang lain. Ia bahkan merasa adem ayem (tenang dan tenteram) menghadapi ketidakramahan lingkungan. Senantiasa menjaga martabatnya, meski dalam lingkungan atau situasi yang kurang terhormat. Mungkin ini berhubungan dengan sikapnya yang lebih mementingkan persoalan daripada ego. Meskipun itu menyangkut kepentingan, keinginan, serta hasrat pribadinya. Pengaruh dari kepribadian ini adalah kemampuannya untuk melupakan apa yang dihadapinya! Ia mampu untuk tetap tidur nyenyak, makan enak, tersenyum, bahkan tertawa lebar, dengan tanpa terganggu oleh terpaan persoalan yang menerpa datang menimpanya.

Sifat otonomnya juga diwujudkan dengan cara pengambilan keputusan yang mandiri, tanpa dipengaruhi oleh kecenderungan apapun, atau oleh dorongan yang datang dari luar diri. Ia menjadi pengambil kebijakan, dan bukan hanya menjalankan kebijakan orang lain. Ia juga mampu mempertanggungjawabkan kebijakan yang diputuskannya. Kebanyakan orang tidak mampu membentuk atau memformulakan gagasan2 dan pemikirannya, bahkan cenderung menyerahkannya kepada media massa, iklan, orang tua, dan segala macamnya untuk membentuk gagasannya. Orang2 yang demikian adalah merupakan budak2 yang menyerahkan diri untuk digerakkan kemanapun oleh orang lain. Sikap semacam ini sangat bertentangan dengan sikap orang yang mengaktualisasikan diri. Sifatnya mandiri, bergerak dengan kemauan sendiri, menentukan dirinya sendiri dan bertanggung jawab atas apapun keputusan yang diambilnya.

-) Hmm, jadi punya sikap ya?

+) Iya! Dengan kata lain, harus punya “identitas”, kepribadian unik yang membedakan, tapi bukan sekedar tampil “beda” lho! ;) Tapi beda dengan prinsip! =) Lanjut lagi…

f) Otonom, kemandirian terhadap kebudayaan dan lingkungan

Orang yang mengaktualisasikan diri tidak menggantungkan dirinya pada lingkungan, namun menyandarkan seluruh motivasi atau pemenuhan kebutuhannya pada diri sendiri. Ia dapat melakukan apa saja dimana saja tanpa dipengaruhi oleh keadaan lingkungan sekitar. Ia mempercayakan segala kebutuhan dan kehendaknya pada potensi yang dimiliki dirinya. Mereka bisa belajar dimana saja dan bekerja dimana saja tanpa dibatasi oleh situasi dan kondisi yang mengelilingi. Kemandirian ini juga berarti ketahanannya terhadap segala persoalan yang mengguncangnya, tanpa perasaan frustasi apalagi sampai bunuh diri (nggak banget dech! ;p) meskipun hal ini mungkin dapat dilakukan oleh orang yang menjumpai situasi pelik sepertinya pada umumnya!

Meski demikian, sebagai individu yang punya kekurangan, dalam hal tertentu yang tidak mungkin dia dapatkan dari dirinya sendiri, ia akan tetap membutuhkan yang lain, seperti rasa kasih sayang, keamanan, dan pemenuhan kebutuhan pokok lainnya, yang hanya bisa didapatkannya dari orang lain. Seperti pohon yang memerlukan siraman air dan terpa sinar matahari. Hanya saja kebutuhan ini bukan berarti ketergantungan! Karena meski prestise, kehormatan, kasih sayang, dan keamanan diperolehnya dari orang lain, namun kepuasan dari semua itu masih amat tergantung pada dirinya sendiri. Oleh karenanya, maka kehormatan, status, prestise dan keamanan menjadi kurang penting dibandingkan dengan pertumbuhan serta perkembangan dirinya…

-) Kok kaya Om Kido aja?

+) Hah? Masa sich? ^^; Dimananya?

-) Walau ramah, banyak teman, tapi suka menyendiri, mojok aja, paling2 nulis di blog, ga ambil pusing n peduli omongan orang luar, yang penting menjadi dirinya sendiri. Om Kido juga pernah bilang belajar itu bisa dari mana aja, dari siapa aja, dimana aja, begitu khan? =D

+) Errr… Iya sich! ^^;

-) Wahh! Om Kido hebat! Udah teraktualisasikan!

+) Apanya? ^^; Belum laah! Terus belajar koq! Pssst, mo lanjutin lagi ga? =)

-) Iya iya…

g) Kesegaran dan apresiasi yang berkelanjutan

Ciri lain dari orang yang mengaktualisasikan diri adalah sifatnya yang apresiatif terhadap segala apa yang dihadapi atau ditemukan, meskipun sesuatu tersebut sudah merupakan hal biasa. Ia tidak pernah merasa bosan terhadap apa saja yang dijumpainya, meskipun itu sudah berulang2. Ia diselimuti oleh perasaan gembira, kagum, heran, dan segala sikap apresiatif yang lainnya. (Waaah cantiknyaa! ^^;) (BLETAK!! @~*) Orang semacam ini akan dapat merasakan keindahan bunga yang sekian juta kali telah ia temui, sama seperti indahnya ketika menyaksikan pertama kali! Terhadap pekerjaan yang rutin dilakukannya setiap hari ia juga merasakan gairah yang sama sebagaimana ia mengawali pekerjaannya itu. Demikian pula yang dirasakan oleh seorang suami terhadap istri, istri terhadap suami. Ia akan dapat melihat suami atau istrinya persis seperti ketika ia melihatnya pertama kali (he3, masih inget koq, depan kelas lab PDT, Ruang 607 Kampus Anggrek Binus, Kamis sore itu… ;p Ha4 =D Kidding! Take care… ^^;v) meskipun sudah berlangsung puluhan tahun lamanya… Lebih dari itu, ketika ia melakukan hubungan seksual (EHM!! Ada anak kecil di sini Om!) (Kecil juga ntar gede ;p) BLETAK!! @~* (Konteksnya belajar woiii! Jangan mikir yang aneh2, emang gitu koq, kata bukunya ^^;) kenikmatan yang ia rasakan tidak hanya ketika mencapai orgasme (orgasme apa sich?) (GUBRAK dech!! ^^;) tetapi kenikmatan dan kesenangan itu ia rasakan dalam kurun waktu yang lama, sebagaimana ia menikmati alam serta alunan musik. Mungkin hal ini adalah bagian dari berkah rasa nikmat dan kesyukurannya terhadap apa yang didapatkan, dimiliki, serta dirasakannya.

Seorang yang tidak dapat mengapresiasi segala apa yang didapatkan, atau dimiliki, akan menjadi manusia yang serakah! Dan mampu menjual harga diri dan kehormatan serta hak asasi manusia dengan sesuatu yang tak berarti. Waspadalah!! ;) Kalau dalam Islam sich ada kuncinya, yakni zuhud serta wara’, tidak merasa butuh pada dunia dan selalu merasa berkecukupan, enteng aja, nothin’ 2 lose, we can’t lose what we NFR h@ khan? NEway, umumnya manusia cenderung mengasihi dan mencintai serta menghargai orang tua, istri, suami, anak, kerabat, sahabat, orang lain, hanya setelah semua tiada!… (Telah pergi atau meninggal dunia, meninggalkan QT untuk selamanya!) Benar jika dikatakan, we NFR know what F we got, till we lose it… (U NFR lose a “friend” in me, though! So don’t hesitate 2 give a call if U miss me, will ya? ;) He4… ;p) Makanya, supaya jangan merasa demikian, hendaknya QT sadar bahwa hidup QT akan menjadi sangat jauh berarti, jika QT mampu menyadari berkah yang QT terima, selalu mensyukuri yang ada, dan tak usah dipusingkan dengan hal yang belum ada atau belum tentu pasti untuk QT, santai aja, sikap seperti ini adalah sikap yang dimiliki oleh orang yang mengaktualisasikan diri…

-) Koq bisa ya?

+) Practice makes perfect! Sikap bisa dibentuk, asalkan terus dilatih, lama2 akan terbentuk kebiasaan baru! Ga percaya? Mamet mencoba untuk membuktikannya! ;)

-) Lanjut lagi donk Om Kido! =)

+) OK, nach! Yang 1 ini adalah yang paling khusus dari kesemuanya, ini juga puncak pembahasan QT nanti, jadi buka mata dan telinga, juga hati, perhatikan baik2… =)

h) Pengalaman Puncak

Umumnya orang yang telah self-actualized, memiliki atau mengalami pengalaman puncak (peak experience) atau semacam pengalaman mistik. Pengalaman puncak merupakan puncak kesadaran seseorang dalam mana ia merasa telah menyatu dengan alam. Atau dapat juga dikatakan, pengalaman puncak adalah kesadaran akan kesatuan antara alam mikrokosmos, makrokosmos serta metakosmos! Pengalaman ini dapat diperoleh dari wujud kreativitas, pemahaman, penemuan atau perasaan telah menyatu dengan alam…

-) Wahh! Bersatu dengan alam! Kaya waktu menggubah jurus Dewa Kunang2 ya? =D

+) Hmm, ga tau juga dech ^^; Tapi coba QT baca lebih jauh ya? =)

Dikatakan oleh Maslow, bahwa pengalaman puncak tidak harus berupa pengalaman keagamaan atau spiritual, meskipun hal itu juga mungkin. Karena pengalaman ini bisa berangkat dari buku, musik, atau kegiatan2 yang bersifat intelektual. Di kala seseorang tidak lagi merasa ada batas antara dirinya dengan alam raya sekitarnya. Hal ini bisa dipengaruhi oleh segenap gagasan dan perilakunya yang bebas dan tidak lagi dibatasi atau dipengaruhi oleh lingkungan atau bahkan oleh dirinya sendiri, yang berupa kepentingan2 atau tendensi2 tertentu yang dapat menghalangi kebebasan dalam berekspresi. Sikap yang demikian inilah yang akan dapat menghantarkannya pada pengalaman puncak! Tentang pengalaman puncak ini akan QT bahas lebih spesifik pada blog berikutnya! Insya 4JJI… Sekarang lanjut dulu ya, karakteristik umum lainnya dari orang yang telah teraktualisasikan dirinya…

i) Kesadaran sosial

Kesadaran sosial ini oleh Alfred Adler diistilahkan dengan gemeinschaftsgefuhl (rasa bermasyarakat), istilah yang paling dapat mewakili perasaan orang yang mengaktualisasi diri. Sebagai manusia, ia merasakan identifikasi diri, simpati, dan kasih sayang yang mendalam, meskipun kadang2 merasa tergaanggu dengan kebiasaan, adat istiadat atau pemahaman masyarakat yang bertentangan dengan prinsip2 yang diyakininya. Seperti yang telah dibahas terdahulu, seseorang yang mengaktualisasikan diri kadang dihantui perasaan jijik, marah, kesal terhadap perilaku atau pemahaman lingkungannya. Meskipun demikian, seorang yang mengaktualisasikan diri tetap diliputi oleh perasaan iba, kasih sayang, dan selalu terdorong ingin membantu saudara2nya meskipun mereka bodoh, menyebalkan, atau bahkan jahat terhadapnya. Disini kelebihannya! Karena dengan penuh keikhlasan ia dapat dengan lapang dada memaafkan segala perilaku masyarakat yang menyakitkan atau melukainya (Yeah, I 4give U! ;) Doncha worry! Rn’t we friends? ^^;v) Dorongan untuk mengasihi dan membantu tidak akan luntur dengan kebencian yang ditujukan orang lain kepadanya. Sedikit sekali orang yang dapat memahami perasaan semacam ini, namun itulah yang terjadi pada orang yang mengaktualisasikan diri. Kalau dalam Islam, pribadi yang mulia itu yang walaupun ia berhak marah, atau pantas untuk membalas perbuatan buruk dari orang lain terhadapnya, tapi hebatnya ia justru malah memaafkannya! Kebesaran jiwa semacam inilah yang terpuji, kelak beroleh pahala yang besar untuk dirinya! Begitu pula sifat orang yang telah teraktualisasikan.

j) Hubungan interpersonal

Kecenderungan untuk melakukan hubungan yang erat dengan orang lain, adalah ciri lain dari orang yang telah mengaktualisasikan diri…

-) Wahh! Ini Om Kido banget!

+) Ah, maca ciiyy? ^^;

Meskipun karena karakter dan sikapnya yang berbeda dan bahkan mungkin bertentangan dengan kebanyakan orang, ia mungkin sulit atau hanya dapat melakukan hubungan akrab dengan orang2 yang memiliki karakter yang sama atau yang mirip dengannya (nyeleneh, aneh, nyentrik, eksentrik, dkk dech! ^^;), namun kesadaran kesetiakawanannya jauh melampaui orang2 biasa pada umumnya! Jarangnya ditemui orang yang dapat melakukan hubungan dengan banyak sahabat dan teman dekat bukan berarti tak ada sama sekali. Contoh konkritnya ada pada diri orang yang telah teraktualisasikan. Pada orang yang memiliki tingkat kesabaran luar biasa, ia dapat melakukan hubungan yang baik dengan banyak orang, bahkan dapat dikatakan hampir ke semua orang, memiliki banyak sahabat yang ia kasihi sepenuh hati, bahkan juga terhadap anak2 ia akrabi dengan penuh rasa cinta kasih dan kepekaan jiwa yang tinggi.

k) Struktur watak demokratis

Sifatnya yang demokratis ditunjukkan dengan penerimaannya terhadap semua golongan, partai, kelompok, ras, etnis, budaya, agama, status sosial. Ia tidak membedakan kaya-miskin, pintar-bodoh, cantik-jelek, tinggi-pendek, gemuk-langsing, semua tampak wajar dan sejajar di hadapannya (mo Chinese kek, Jawa kek, Japanese girl juga boleh! ^^; Kalo bisa yang long hair, chubby, oriental! Wakakaka =D BLETAK!! @~* Guess now I understN Y I could F fallen 4 R… ^^;) Ia tidak akan merasa risih atau canggung untuk berhubungan dengan orang yang berbeda status sosial maupun golongan. Bahkan ia cenderung merendahkan diri dan berusaha untuk menciduk pelajaran sebanyak2nya dari orang lain, juga berupaya memberikan pelajaran kepada orang lain. Segala potensi dan kemampuan yang dimiliki, baginya tidak berarti dibandingkan dengan kemampuan yang dimiliki oleh banyak orang lain di sekitarnya. (Fry1 S dR own story 2 tell, ain’t they? ;) Try 2 listen more w/ mouth shut =) U’ll B surprised by how much U gained afterwards!)

Orang yang mengaktualisasikan diri senantiasa menaruh hormat kepada semua orang tanpa kecuali. Penghormatan yang dilakukan semata2 karena keluhuran manusiawi yang dimiliki oleh semua orang. Ia tidak memiliki kecenderungan untuk merendahkan orang lain, meskipun terhadap seorang penjahat. Namun ia tetap memiliki kepekaan yang tinggi untuk dapat membedakan antara benar dan salah, baik ataupun buruk. Ia tetap konsisten, tidak ambivalen atau bingung menghadapi keragaman watak dan karakter seseorang yang tengah dihadapinya.

-) Wahh, pemaaf ya?

x) Ya! Juga rendah hati!

y) Tapi punya prinsip! Hebaaat!! Seperti jagoan aja! =D

+) Kalian juga bisa jadi seperti jagoan yang kalian idam2kan lho! ;) Asalkan tetap rendah hati, tidak sombong, dan terus-menerus membuka diri dan belajar, menimba pengetahuan baru, jangan lihat siapa yang mengatakan, tapi apa yang dikatakannya. Belajar itu bisa…

-,x,y) “Dari mana saja, dari siapa saja, serta kapan saja!” ^^;v

+) Yaa… Gitu dech! ^^; He3 ;p QT lanjut dikit lagi yaa? =)

l) Membedakan antara cara dan tujuan

Seorang individu yang mengaktualisasikan diri dapat membedakan secara tegas antara kebaikan dan keburukan, kebenaran dan kesalahan, dengan tanpa keraguan setitikpun kebimbangan! (Ya benar, ini sifat dasar yang harus dimiliki oleh setiap pendekar! ^^;v) Ia senantiasa konsisten dan dapat menghadapi setiap problem dengan konsistensi tinggi penuh keyakinan. Ia secara tegas dapat membedakan antara yang benar dengan yang salah, meskipun pendapatnya cenderung berbeda dengan pendapat konvensional, namun ia tetap memiliki standar etis yang jelas.

m) Rasa humor yang filosofis dan tak menimbulkan permusuhan

Rasa humor orang yang mengaktualisasikan diri tidak seperti kebanyakan orang, bahkan ia sering tidak menganggap lucu sesuatu yang orang lain menganggapnya lucu. Ia tak akan tertawa mendengarkan humor yang dapat menyakitkan hati orang lain serta menimbulkan permusuhan, merendahkan atau menertawakan kekurangan orang lain. Humor mereka lebih bersifat filosofis dan berbicara tentang realitas dengan apa adanya. Humor semacam ini seringkali tertuju pada permainan terhadap orang yang berbuat bodoh, atau lupa pada tempatnya di alam semesta, mereka yang merasa besar padahal sebenarnya kecil. Pada intinya humor ini tidak sekedar menimbulkan tawa, namun mengandung nilai atau fungsi2 tertentu. Seringkali humor orang yang teraktualisasikan dirinya mengandung nilai pendidikan yang lebih menyenangkan. Tidak mengherankan jika humor semacam ini bersifat spontan daripada direncanakan. Segala aktivitas, kesibukan, keseriusan, kebanggaan, ketergesaan, usaha, perencanaan, dan sebagainya dapat diolah menjadi humor segar yang mengasyikkan. Disamping itu ekspresi dari humor itu sendiri tidak harus berwujud kata2 yang diungkapkan, namun bisa berwujud seni, musik, lukisan, dll., yang semuanya menggambarkan hiruk-pikuknya aktivitas yang manusiawi.

n) Kreativitas

Kreativitas merupakan ciri paling umum dari orang yang mengaktualisasikan dirinya. Setiap orang yang mengaktualisasikan diri menunjukkan sikap kreatif yang polos, sebagaimana yang terjadi pada anak kecil. Sehingga makna kreatif disini tidak harus menggubah lagu, menulis buku, atau membuat sesuatu yang besar, namun diwujudkan dengan kemampuannya membuat inovasi2 sederhana. Ia melakukan kreativitasnya dengan tanpa tendensi apapun atau pengaruh dari manapun, namun semuanya dilakukan dengan penuh keluguan dan apa adanya. Pada umumnya kreativitas manusia telah dibatasi atau dibentuk oleh lingkungannya, sehingga kreativitasnya yang asli terbelenggu serta tidak dapat muncul! Namun pada diri orang yang telah teraktualisasi, kreativitas ini kelihatan ditampilkan dalam segenap perilaku dan tindakannya yang relatif spontan serta wajar. Spontanitas inilah yang telah dihambat pada diri orang lain sejak masa kanak2nya sehingga tidak dapat muncul, yang muncul justru tindakan yang telah dipengaruhi dan dibentuk oleh sesuatu di luar dirinya. Hal ini tidak berlaku bagi orang2 yang telah teraktualisasi.

Terakhir dech! ^^; Lho? Makanannya sambil dimakan donk, ayo tetangganya dikasih! =)

o) Daya tahan terhadap pengaruh kebudayaan

Karakter dasar yang dimiliki oleh orang yang mengaktualisasikan diri adalah independensinya yang luar biasa! Ia mampu bertahan pada pendirian dan keputusan2nya dengan tanpa peduli pada lingkungannya. Ia adalah pengambil keputusan yang tegas dan tak mudah goyah oleh berbagai kepentingan yang mempengaruhi. Ia juga tak terpengaruh secara ekstrim oleh kebudayaan masyarakat. Namun hal ini bukan berarti bahwa ia tidak dapat bergaul dengan lingkungan masyarakat sekitarnya, ia tetap tampil sebagaimana masyarakat pada umumnya. Hanya saja ia tetap memiliki identitas yang jelas, berbeda dengan anggota masyarakat pada umumnya…

-,x,y) “In relation go with the flow, in principle stand like a rock!”

+) He3, kalian memang pintar dan sudah belajar! =)

Nach, itu tadi beberapa di antara tanda2 yang dapat dikenali pada orang yang telah mencapai taraf aktualisasi diri! Sudahkah QT menjadi beberapa di antaranya? Atau sudah semua?! Wahh hebat! ^^;v Tapi bagaimanapun, the 5th level (tingkat kelima) atau terakhir dalam hirarki kebutuhan dari Abraham Maslow, berbeda dengan 4 strata di bawahnya. Perlakuan di level ini memang tidak melulu harus memenuhi kebutuhan pre-level dahulu yang dipengaruhi oleh deficiency motivation, tapi lebih oleh growth motivation! Jadi bisa acak aja, mana duluan yang butuh! =) Dan kebutuhan akan B-Values, demikian Maslow menyebut untuk nilai2 yang menggerakkan seseorang mengaktualisasi diri, tentu saja berbeda2 dan unik sifatnya antara orang yang satu dengan yang lain. Pada akhirnya orang yang telah melalui proses aktualisasi diri dimungkinkan mengalami kondisi puncak atau “peak experience” yang langka, yang tidak sembarang orang bisa mencapainya, kondisi yang seperti apa itu? Nach, stay tune, nanti setelah istirahat QT akan memasuki bahasan pemuncak ini… Siapkan tenaga dalam! Latihan lwee-kang, pernafasan teratur! Tariiik… Hembuuss… Tariiik… Baguuuss!! ^^;

Meanwhile take care n F nice days! Tnx 4 re-Dn, met kerja n belajar wat semuanya! Ai! Pa kabar? Dah sarapan?! ;)

Kido Kamen =)

PS: Bersambung lagi chooyy!! ^^;v

The 5th Level… #1

Uncategorized No Comments »

Setelah bersama2 mendaki piramida hirarki kebutuhan Maslow, maka kini QT tiba di lantai teratas, level kelima, tingkat puncak dari hirarki kebutuhan, yakni tataran Self-Actualization, aktualisasi diri…

Kido akan membiarkan teman2 yang kelelahan beristirahat barang sejenak, boleh minum! ;p Atau memakan bekalnya. Sambil Kido membuka peta, dan menunjukkan pada teman2 untuk dipelajari bersama, langkah panduan QT selanjutnya! Menuju titik terpuncak, stupa terbesar, perlambang pencapaian hidup QT, pengalaman yang realitasnya akan dialami secara terpisah oleh masing2, pengalaman yang berbeda untuk tiap individu, R U re-D? dN B prepared 2 reach… d’PEAK!!

Seorang individu yang telah memenuhi empat strata dasar dalam kebutuhan hidupnya yang meliputi kebutuhan fisiologis, rasa aman, mencintai dan memiliki, serta punya harga diri, maka ia akan tiba pada tingkat puncak piramida, yakni aktualisasi diri. Individu yang telah mencapai aktualisasi diri akan memiliki kepribadian yang berbeda dengan manusia pada umumnya. Karakteristik yang membedakannya bersumber dari B-values yang telah melekat pada diri dan segenap perilakunya.

-) Om Kido! Tanya! Apa itu B-values?

+) Lho, masih pada ingat khan? Apa hayoo? Baca blog sebelumnya ya? ^^;

Adapun menurut Maslow, sebagaimana dikutip dalam buku yang Kido baca kemarin, “Dialog antara Tasawuf dan Psikologi, bla3 dst.” ^^; hanya orang2 tertentu saja yang dapat mencapai kondisi self-actualized ini! Mungkin seperti pemuda Thio Kun Po waktu mengamati gerak hujan kapas yang berjatuhan, atau tahu yang digiling, gemulai indah, lembut melawan keras, lambat kuasai cepat, seketika terilhami dan menggubahnya menjadi gerakan luwes dari jurus Tai Chi! Saat mengerti esensi, maka ia pun tertawa membahana! Menggema di lembah jurang yang dikelilingi tiga puncak gunung (Sam Hong), sehingga di kemudian hari ia lebih dikenal sebagai Thio Sam Hong! ;) Atau Archimedes yang tengah telanjang dan berendam di bak mandi, usai penat memikirkan teori yang masih kusut di kepala, secara tak sengaja menemukan hukum tekanan ke atas pada air, saat menenggelamkan bebek karetnya, sontak… EUREKA!! ^^;v Saking gembiranya ia melonjak berlari berjingkrakan keluar rumah tanpa busana! =D Tingkah laku orang yang telah mencapai aktualisasi diri terkadang memang di luar dugaan, terkesan mirip anak kecil, polos, tak dibuat2, nanti akan QT temui lebih lanjut dalam pembahasan di bawah! ;)

Now, b4 hand, Kido ga bilang kalo Kido udah mengalami semua itu lho! ^^; Walau yach, beberapa ada yang sempat “teralami” saat Kido secara spontan “menggubah” jurus Dewa Kunang2 pada cerpenbung blog Kido sebelumnya! ^^; Tapi anggap aja ini permainan! =) Tebak2an, main cocok2an! Hayoo, dari karakteristik2 di bawah ini, kira2 ada gak yaa yang mirip dengan diri QT?! ;)

-) Waaahh, seru Ooom! ^^;v

+) Tuch, bener khaan?! ;p Emang asyik khaan?! =D Hahaha…

Sekedar untuk motivasi serta refleksi aja, kepastian jawaban untuk masing2 diri adalah kejujuran untuk mengakui, sudahkah QT mencapai taraf ini atau belum? Kalau sudah, sejatinya pencarian itu tak pernah berhenti, terus perbaiki diri! =) Kalau belum, tak perlu risau dan sedih, berlatihlah terus dan terus mencari, karena hakikatnya setiap individu paling tahu wujud aktualisasi dirinya yang sejati itu seperti apa. Harapan Kido, semoga apa yang terpapar di sini bisa menjadi ukuran dan acuan pembantu untuk mendorong QT agar menjadi insan pribadi yang lebih baik lagi pada kemudian hari! Insya 4JJI… ;)

Nach! Adapun karakteristik yang dapat dikenali pada diri orang2 yang teraktualisasikan dirinya antara lain, tanda2nya itu… Begini nich! ^^; Pelajari pelan2, cermati, lalu cocokkan dengan diri masing2!

Tu-wa-ga-pat-ma-nam-juh-pan-lan-luh! Hayoo! Udah belooom? ;p

a) Mampu melihat realitas secara lebih efisien

Salah satu kapasitas yang dimiliki oleh orang yang telah mengaktualisasikan diri adalah kemampuannya melihat realitas secara apa adanya, cermat dan tepat, dengan tanpa tendensi apapun! Dengan kemampuannya ini, seseorang yang telah mengaktualisasikan diri akan dengan mudah dapat mengenali kebohongan, kecurangan, serta kepalsuan yang dilakukan orang lain. Ia juga akan mampu melakukan analisis secara kritis terhadap segala persoalan kehidupan umat manusia, seperti seni, musik, ilmu pengetahuan, politik, filsafat, dan lain sebagainya. Bahkan lebih dari itu, juga mampu meramalkan kejadian2 yang akan datang dengan tepat. Ini kata Maslow sich! ^^;

Pada umumnya mereka mampu melihat kehidupan secara apa adanya, bukan menurut keinginan atau kecenderungan mereka. Tidak emosional namun obyektif terhadap hasil penelitiannya. Mereka hanya mau mendengarkan apa yang seharusnya mereka dengar, dan bukan apa yang diinginkan, dicemaskan atau ditakuti, oleh teori dan keyakinan kelompok mereka. Tidak seperti kebanyakan orang yang cenderung takut terhadap hal2 yang asing atau belum dikenal, mereka justru lebih akrab dengannya daripada terhadap apa yang telah mereka kenal sebelumnya. Mereka adalah para ilmuwan yang mampu menghasilkan dan menemukan hal2 baru dengan tanpa keraguan. Bukan ilmuwan canggung yang cenderung mengulang2 apa yang mereka telah ketahui sebelumnya. Mereka tidak akan membiarkan pengamatan mereka dipengaruhi oleh hasrat dan kecenderungan yang bersifat pribadi. Ketajaman pengamatan mereka terhadap realitas yang akan terjadi, dihasilkan dari pola pikir mereka yang menerawang jauh ke depan dengan tanpa dipengaruhi oleh kepentingan ataupun keuntungan sesaat.

-) Wahh, gw sich belum jadi penemu dech!

x) Pssst! Diem! Lanjutin donk Om!…

b) Penerimaan terhadap diri sendiri, orang lain, dan kodrat

Ciri lain orang yang teraktualisasi diri adalah sifatnya yang menerima segala apa yang ada pada dirinya dan juga pada diri orang lain apa adanya! Ia melihat orang lain seperti melihat pada dirinya sendiri dengan segala kelebihan dan keterbatasan yang dimilikinya. Sikap semacam ini membuatnya memiliki tingkat toleransi yang sangat tinggi terhadap orang lain. Di samping itu ia juga memiliki tingkat kesabaran yang luar biasa dalam menerima orang lain serta dirinya sendiri. Ia membuka diri untuk menerima masukan atau pengajaran dari orang lain, karena dia merasa tidak mengetahui segalanya dan memiliki kemampuan segalanya. Menerimanya terhadap orang lain seperti penerimaannya terhadap sifat2 dari alam. Seperti sifat air yang basah, batu yang keras, rumput yang hijau, yang adanya tidak akan dikeluhkan orang lain.

Lebih dari itu ia juga terbebas dari perasaan berdosa yang berlebihan serta perasaan malu yang tidak beralasan. (Wahh, Kido dulu masih punya ini nich, V-l guilty over… U! ^^; Maafin yaa!) Seperti anak kecil yang memandang dunia dengan mata terbuka, tanpa kritik, tanpa tuntutan, dan tanpa perasaan berdosa. Orang yang mengaktualisasikan diri melihat sifat2 manusiawi seperti kebaikan dan kejahatan sebagaimana adanya, bukan seperti apa yang diharapkan. Mereka dapat menikmati makanan jenis apapun yang biasa dimakan orang pada umumnya, tanpa perasaan enggan ataupun muak. Ia juga menikmati seks dengan tanpa beban fisiologis serta psikologis yang berarti, glek… ^^;

-) Napa Om? Mau coba ya? =D

BLETAK!! @~*

+) Sanchai! Sanchai! Halah!! @~* Jadi inget dia lagi! ;p Wakakaka…

Tidak seperti kebanyakan orang, orang yang mengaktualisasikan diri tidak memiliki perasaan jijik terhadap bau badan, kotoran, segala produk dari badan. Sikap2 apologetik seperti kemunafikan, tipu muslihat, persaingan tidak sehat, lain sebagainya, tidak terdapat pada orang yang mengaktualisasikan diri. Dengan kata lain sifat yang dianggap salah oleh orang yang sehat jiwa dan teraktualisasi adalah sifat yang sulit diperbaiki seperti kemalasan, kesembronoan, kemarahan, dan perbuatan yang menyakiti hati orang lain. Keadaan psikologis yang tidak sehat misalnya prasangka, cemburu, iri hati, tidak ada dalam kamus orang yang teraktualisasi. Seorang individu yang telah teraktualisasi akan mempersepsikan sesuatu secara kontemplatif (being-cognition) serta penuh keyakinan.

c) Spontanitas, kesederhanaan dan kewajaran

Orang yang mengaktualisasikan diri, ditandai dengan segala tindakan, perilaku, dan gagasannya yang dilakukan secara spontan, wajar, tidak dibuat2. Mereka tidak akan menyembunyikan perasaan dan pikiran. Sehingga apa saja yang dilakukan tampak tidak dibuat2 ataupun pura2. Jika ia menyadari sikapnya yang spontan, tidak konvensional, dan wajar, tidak dikehendaki oleh lingkungannya, atau bertentangan dengan apa yang secara konvensional berlaku pada masyarakat, maka ia akan cenderung menutupi dan menahan dirinya, hingga sikap tersebut terbatas hanya pada impuls. Ia akan cenderung menerima apa yang menjadi kebiasaan masyarakat dengan lapang dada, meskipun di dalam hati ia menertawakannya, hehehehe…

-) Orang aneh, ketawa sendiri! ;p

BLETAK!! @~*

+) Hihi… Maaf Dhe, spontan sich! ^^; Jkekekek…

Namun dalam kondisi dimana apa yang terjadi di lingkungan masyarakat sudah bertentangan dengan prinsip yang dianggapnya teramat penting, ia tidak segan2 menentangnya! Nach!! =) Karena kondisi dimana lingkungan atau adat istiadat dipenuhi oleh kemunafikan, kebohongan, dan kehidupan sosial yang sudah tidak konsisten, semua itu membuatnya seakan hidup bagaikan orang asing di negeri sendiri. Jiwanya terpanggil dan berontak untuk meluruskan.

-) Jadi luwes, tapi tetap punya prinsip?

+) Betul! In relation, go with the flow, in principle, stand like a rock! Sounds cool? ;)

d) Terpusat pada persoalan

Pada umumnya orang yang mengaktualisasikan diri disibukkan oleh persoalan di luar dari dirinya! Segala perilaku, pemikiran dan gagasannya terfokus pada persoalan2 yang ia anggap penting dan seharusnya memang ia lakukan. Sehingga yang meliputi seluruh perilaku, pikiran dan gagasannya bukan lagi ego tetapi persoalan yang tengah ia hadapi. Umumnya persoalan ini tidak terkait dengan dirinya atau persoalan dari diri sendiri, namun berkaitan dengan misi yang diemban atau yang jadi tanggung jawabnya. Orang yang mengaktualisasikan diri tidak lagi berpikir pada apa yang terbaik bagi dirinya, namun apa yang dibutuhkan oleh manusia pada umumnya atau bangsa khususnya. Mereka bekerja untuk suatu nilai yang luas, bukan sempit, universal, bukan partikuler, dan dalam kurun waktu panjang, bukan sesaat. Orang semacam ini memiliki cakrawala pandang yang teramat luas, hidup dalam kerangka acuan yang seluas2nya, sub specie aeternitatis…

-) Wah, keren Om! Tapi apa artinya? ^^;

+) “Dari sudut pandang keabadian”, JREEENG!! ^^;v

-) Kok tau sich?…

+) Khan tinggal nyalin! ^^;

-) GUBRAK dech!! @~*

+) Nach, sebelum QT lanjut ke ciri2 yang lain, gimana kalo break dulu, sementara Om Kido mo shalat Maghrib? ;) Tar dilanjutin lagi yaa? Oya, main kejar2an jangan di pinggir piramid, nanti jatuh ke bawah! ^^; Saling jaga ya?

-) Iya Ooomm! Hahahaha… =D

Bersambung yech… ;)

A Walk 2Wards…

Uncategorized No Comments »

Breakin’ News! =)

QT hentikan dulu pencarian Kido akan esensi perjalanan hidupnya. Kido mo share sesuatu, "temuan" lain lagi yang sedikit banyak bisa menjelaskan, alasan kenapa Kido menulis cerpenbung semi-error pada blog sebelumnya ^^; Latar belakang cerita, hingga proses "pencapaian" yang Kido alami setelah mengalami interaksi dengan kunang2 di dasar jurang, yang menghasilkan gubahan jurus Dewa Kunang2! Hohohoho ^^;v

Ada 1 buku bagus, dibeliin nyokap sepulang dari Jawa 2 bulan lalu, usai melayat paman, kakak dari ayah Kido yang meninggal, innalillahi wa inna ilaihi raji’uun… Satu fase berat yang harus dihadapi ayahku, karena persis sebulan sebelumnya, kakak tertua meninggal, tak lama menyusul kakak yang kedua… Yach, QT ga tau umur manusia khan? ;) But, it was sad moments, true, SPCLE when I saw my Dad broke down n couldn’t help but cry outloud, I felt S stabbed deep in my heart, took hours 2 made him stop shakin’ n dried up his tears, calm down finally… I did know just how he felt then, 2 lost sum1 we really love n care about… Ini juga salah satu hal yang menyadarkan Kido, betapa umur manusia bisa jadi sangat singkat, dan kematian datang sekelebat, menjemput siapa saja, orang yang QT cintai, orang yang dekat di hati, bahkan siapa yang tahu kapan giliran diri QT sendiri, lambat atau cepat, siap tidak siap…

NEway, judulnya "Dialog antara Tasawuf dan Psikologi, telaah atas pemikiran psikologi humanistik Abraham Maslow" yang ditulis Hasyim Muhammad. QT ga akan bicara soal kematian, karena di kisah blog sebelumnya, ternyata Kido masih belum boleh "mati" ^^; Malah dengan menggubah jurus Dewa Kunang2, terbetik harapan baru, untuk keluar dari jurang, untuk "hidup kembali"! Kesempatan kedua memperbaiki hidup dan kembali ke dunia nyata nun tinggi "di atas sana"…

Maka penggalan berikut yang disarikan dari buku tersebut, akan menggambarkan kira2 tentang kondisi yang kurang lebih sama dengan yang Kido rasakan, usai berhasil "mencapai" penggubahan jurus Dewa Kunang2! ^^; 1 fase yang menjelaskan, bagaimana orang2 yang telah mencapai titik "self-actualization" bisa mencapai titik puncak tertentu yang oleh Maslow disebut "Peak Experience"… What is d@? Sounds interesting? ;) Qp on re-Dn 2 find out yeow…

Masih ada yang ingat teori hirarki kebutuhan dari Abraham Maslow? Dalam bukunya “Toward Psychology of Being” (1964) Maslow menyebutkan bahwa tingkah laku manusia dapat ditelaah melalui kecenderungannya dalam memenuhi kebutuhan hidup, sehingga bermakna dan terpuaskan. Untuk itu, Maslow menempatkan motivasi dasar manusia sebagai sentral teorinya.

Manusia memiliki sifat dasar yang tidak akan pernah sepenuhnya merasa puas, karena kepuasan bagi manusia adalah bersifat sementara. Ketika suatu kebutuhan terpuaskan, maka akan muncul kebutuhan lain yang lebih tinggi nilainya, yang menuntut untuk dipuaskan, begitu seterusnya. Untuk itu Maslow memiliki gagasan, bahwa manusia dimotivasi oleh sejumlah kebutuhan dasar yang bersifat sama untuk seluruh spesies, tidak berubah, dan berasal dari sumber genetik atau naluriah. Kebutuhan dasar tersebut tersusun secara hirarkis dalam lima strata yang bersifat relatif, yaitu:

  1. Kebutuhan fisiologis (fa’ali)
  2. Kebutuhan akan keselamatan (rasa aman)
  3. Kebutuhan akan rasa cinta dan memiliki
  4. Kebutuhan akan harga diri
  5. Kebutuhan akan aktualisasi diri

Kebutuhan fisiologis (physiological needs) adalah kebutuhan yang berkaitan langsung dengan kelangsungan hidup manusia, sehingga pemuasannya tidak dapat ditunda, contohnya makan, minum, dan seks. ^^; Iya, betul! Itu penting lho! Untuk kelangsungan eksistensi manusia di dunia, cuma yang membedakan QT dengan hewan tentu saja bahwa pelampiasan nafsu seks ini haruslah terkendali, tidak langsung main hajar!! ;p Beretika, pakai norma, berharkat terhormat, mempunyai aturan susila, melalui perkawinan yang sah menurut agama maupun undang2 pemerintahan =) Tentu saja binatang gak perlu ke KUA dulu, sembarang tempat pun, asal nafsu, jadi!! ;p Kalo QT manusia, tentu gak akan berbuat se-binatang begitu khan? ;) Adapun orang yang lapar, tentu tak akan terpengaruh dengan motivasi lain sebelum kebutuhan perut telah terpuaskan. Dorongan yang kuat untuk makan dapat membuat seseorang melakukan tindakan apapun, bahkan yang tak wajar seperti membunuh, mencuri, memakan sesuatu yang tidak biasanya dimakan, pada situasi kelaparan orang dapat cenderung berbuat kejahatan, nilai2 moral manusia yang dipegang bisa jadi sirna, karena kebutuhan perut mendesak! Inilah bahaya jika kebutuhan dasar tidak terpuaskan.

NEway, jika kebutuhan dasar ini sudah terpenuhi, maka manusia akan mencari pemuasan kebutuhan tingkat berikutnya, dalam wujud the need for self-security (kebutuhan rasa aman), wujudnya bisa berupa keamanan, kemantapan, ketergantungan, perlindungan, bebas dari rasa takut, cemas dan kekalutan, kebutuhan akan struktur, ketertiban, hukum, batas2 jelas, kekuatan pada diri pelindung, dll. Pemahaman akan kebutuhan keselamatan dapat secara jelas terlihat pada perilaku anak2. Karena anak2 akan memberikan respon secara total terhadap kebutuhan keamanannya. Mereka tak akan menutupi reaksinya, tidak seperti orang dewasa yang terbiasa dan cenderung menutupi menahan diri sehingga sulit diketahui dari luar oleh orang lain. Apabila anak2 tiba2 diganggu, dilepas, melihat kilatan sinar, mendengar suara nyaring, rangsangan syaraf yang tak biasa dirasakan, mereka akan langsung bereaksi secara spontan seakan2 keselamatan mereka terancam. Seorang anak membutuhkan suasana ketertiban, keserasian, irama teratur. Keadaan tidak adil, tidak wajar atau tidak konsisten pada diri orang tua akan secara cepat mendapatkan reaksi dari sang anak. Ia akan merasa cemas, tidak aman, tak nyaman. Oleh karenanya, kehidupan keluarga yang harmonis dan normal adalah sebuah kebutuhan yang tidak dapat ditawar2 bagi seorang anak. Percekcokan, perceraian, ungkapan amarah, tekanan fisik dan kematian adalah hal yang sangat menakutkan bagi anak2. Dari pengamatan terhadap perilaku anak disimpulkan bahwa secara umum masyarakat QT lebih membutuhkan suasana tertib, teratur, taat hukum, dapat diramalkan, serasi, daripada suasana bebas, tak dapat diatur, tak disangka2, dan segala seuatu yang tak terjadi secara normal. Inilah makna dari kebutuhan akan rasa aman tersebut.

Level berikutnya, setelah kebutuhan akan rasa aman terpenuhi, seseorang merasakan dorongan untuk menjalin hubungan relasional secara efektif atau hubungan emosional dengan individu lain, baik yang berada di dalam lingkungan keluarga maupun yang dari luar. Dorongan ini terutama adalah untuk memiliki tempat di tengah2 kelompok, yang akan menekan sedemikian rupa sehingga ia akan berupaya semaksimal mungkin untuk mendapatkan perasaan saling mencintai serta rasa saling memiliki (need for love and belongingness). Seorang individu akan ditimpa perasaan keterasingan dan kesepian yang luar biasa ketika ia jauh terpisah dari keluarga, teman, kelompok, atau pasangan hidup. Misalnya orang yang sedang berada di perantauan. Dalam keterasingannya, ia akan terdorong untuk secepatnya mendapat relasi2 baru, atau masuk dalam 1 kelompok di perantauan, hingga ia mendapatkan perasaan saling cinta dan memiliki di antara mereka. Kebutuhan akan rasa cinta sangat vital bagi pertumbuhan dan perkembangan kemampuan seseorang, yang jika tidak terpenuhi atau terhambat maka akan dapat menimbulkan salah penyesuaian. Gejala haus cinta sama seperti orang yang kekurangan vitamin atau kurang gizi, tergolong defisiensi. Perasaan saling percaya dengan hubungan sehat penuh kasih adalah bagian perasaan cinta sesungguhnya. Tanpa adanya perasaan saling percaya, hubungan cinta seseorang akan menjadi rapuh, rusak. Kebutuhan cinta yang mendalam adalah meliputi cinta yang memberi serta cinta yang menerima. Sebagian besar dari QT, rasanya pasti pernah mengalami indahnya jatuh cinta, atau betapa pedihnya patah hati ^^; Tidak perlu malu, itu adalah hal wajar dan sangat alami, karena QT semua ingin dapat dicintai, sebagai kebutuhan mendasar dalam hidup ini. Karenanya perlu diperhatikan agar QT tidak salah penyesuaian, pahami dulu hakikat arti cinta. Maslow sepakat dengan Karl Roger yang mendefinisikan cinta sebagai “keadaan dimengerti secara mendalam dan menerima dengan sepenuh hati”. Sekali lagi, ditinjau dari konsep motivasi dan hirarki kebutuhan, keadaan itulah yang ingin QT dapatkan dalam hubungan QT saling mencintai. Sudahkah QT dimengerti mendalam dan menerima apapun keadaannya dengan sepenuh hati? ;) Don’t ask me! Silakan dijawab sendiri… ;p

Kebutuhan lebih tinggi berikutnya, menurut Maslow adalah kebutuhan akan harga diri, the need for self-esteem. Kebutuhan ini berasal dari dua hal: Pertama, keinginan akan kekuatan, prestasi, kecukupan, keunggulan, kemampuan, dan percaya diri; Kedua, nama baik, gengsi, prestise, status, ketenaran dan kemuliaan, dominasi, pengakuan, perhatian, arti penting, martabat, atau apresiasi. Kategori pertama berasal dari diri sendiri, dan yang kedua dari orang lain. Seseorang yang memiliki harga diri memadai akan memiliki kepercayaan diri yang tinggi, lebih produktif. Sementara orang yang kurang memiliki harga diri akan diliputi rasa rendah diri dan rasa tak berdaya, yang berakibat pada keputusasaan dan ditampakkan dalam perilaku neurotik. Bagi Maslow, harga diri yang stabil dan paling sehat tumbuh dari penghargaan yang wajar dari orang lain, bukan karena nama harum, kemasyhuran, dan sanjungan kosong.

Nach, QT sekarang sudah selangkah lebih dekat ke topik utama dalam blog kali ini! ^^; Masih pengen terus baca tah? ;) Emangnya dah pada lunch? Kido belum sich, tapi gpp, sedikit lagi dech, NEway, tnQ 4 re-Dn… =)

Meskipun seorang individu telah dapat memenuhi kebutuhan2 baik fisiologis, rasa aman, cinta dan memiliki, serta rasa harga diri, nyatanya ia masih akan diliputi oleh perasaan gelisah serta tidak puas! Ketidakpuasan ini berasal dari dorongan dirinya yang terdalam, karena merasa ada kualitas atau potensi yang ada pada dirinya belum teraktualisasikan! Seorang yang memiliki potensi sebagai penyair akan diliputi perasaan tidak puas tatkala belum menuliskan atau mengumandangkan bait2 syairnya. Seorang musisi belum akan merasa tenteram sebelum mengalunkan nada2nya. Begitu pula seorang rohaniwan belum akan merasa tenang jika belum menyebarkan dakwahnya, begitulah seterusnya.

Pada intinya seorang individu pada akhirnya akan dituntut untuk jujur terhadap segala potensi dan sifat yang melekat di dalam dirinya. Ia termotivasi untuk menjadi dirinya sendiri, tanpa pengaruh maupun tendensi apapun dari luar diri. Ia hanya ingin menjadi dirinya. Kecenderungan ini dapat diwujudkan dengan kehendak untuk menjadi semakin istimewa, menjadi apa saja sesuai kemampuannya. Untuk itu aktualisasi diri pada bentuknya berbeda antara satu orang dengan lainnya.

Ya benar, kebutuhan tertinggi manusia menurut Maslow adalah dorongan untuk mengaktualisasikan dirinya! Dorongan untuk aktualisasi diri tidak sama dengan dorongan untuk menonjolkan diri, atau keinginan untuk mendapatkan prestise atau gengsi, karena jika demikian, sebenarnya dia belum mencapai tingkat aktualisasi diri! Ia masih dipengaruhi oleh sesuatu dari luar atau tendensi tertentu! Aktualisasi diri dilakukan tanpa tendensi apapun. Ia hanya ingin menjadi dirinya, bukan yang lain! Meskipun hal ini bisa diawali atau didasari dari pemenuhan kebutuhan pada tingkat di bawahnya.

Diakui oleh Maslow bahwa untuk mencapai tingkat aktualisasi diri, seseorang akan dihadapkan pada banyak hambatan, internal maupun eksternal. Hambatan internal, yakni yang berasal dari diri sendiri, antara lain berupa ketidaktahuan akan potensi diri sendiri, keraguan, dan juga perasaan takut untuk mengungkapkan potensi yang dimiliki, sehingga potensi tersebut seterusnya terpendam dan tidak tercuatkan. Hambatan eksternal dapat berasal dari budaya masyarakat yang kurang mendukung terhadap upaya aktualisasi terhadap potensi yang dimiliki seseorang karena perbedaan karakter di masyarakat.

Abraham Maslow mendasarkan teorinya tentang aktualisasi diri pada sebuah asumsi dasar, bahwa manusia pada hakikatnya memiliki nilai intrinsik berupa kebaikan. Dari sinilah manusia memiliki peluang untuk dapat mengembangkan dirinya. Perkembangan yang baik sangat ditentukan oleh kemampuan manusia untuk mencapai tingkat aktualisasi diri. Berbeda dengan kebutuhan2 sebelumnya yang didorong oleh kebutuhan dasar (basic needs), aktualisasi diri dimotivasi oleh kebutuhan yang bernilai tinggi, yang diistilahkan Metamotivation atau B-Values (Being Values). Menurut Maslow, kebutuhan manusia didorong oleh 2 bentuk motivasi, yakni motivasi kekurangan (deficiency motivation) dan motif pertumbuhan (growth motivation). Motif kekurangan ditujukan untuk mengatasi ketegangan2 organismik yang disebabkan oleh “kekurangan” seperti lapar (kurang makan), haus (kurang minum), takut (kurang rasa aman), dsb. Nach, Metamotivation yang antara lain berupa nilai2 kebenaran, kebaikan, keindahan, sifat hidup, individualitas, kesempurnaan, sifat penting, kepenuhan, keadilan, ketertiban, kesederhanaan, sifat kaya, sifat penuh permainan, sifat mencukupi diri, sifat tanpa usaha, sifat penuh makna, serta banyak jenis yang lainnya, semua inilah yang tergolong motif perkembangan; yang walau berbeda dengan basic needs, tapi jika tidak terpenuhi atau terhambat akan mengakibatkan suatu kondisi yang diberi istilah Metapathology, yang wujudnya bisa berupa disintegrasi, keputusasaan, tak bisa bekerja atau melakukan apa2, kehilangan motivasi, tenaga, selera, semangat, emosi, berhenti berjuang, kelelahan, ketidaklengkapan, kemarahan, sinisme, ketidakpercayaan, pelanggaran hukum, sama sekali mementingkan diri sendiri, egoisme tinggi, menjadi robot, depresi, kegelisahan, ketegangan, kejanggalan, kecanggungan, kekakuan, terlalu kompleks, kekacauan, kebingungan, kehilangan orientasi, kekasaran, rasa suram, kebencian, penolakan, kejijikan, kepercayaan hanya pada diri dan untuk diri sendiri, perasaan diri yang berubah2 atau cenderung anonim, kacau balau tak menentu, skeptisme, tanggung jawab dibebankan ke orang lain, dan masih banyak lagi sifat lainnya yang tentunya amat sangat menyedihkan dan berbahaya jika sampai harus QT alami dan miliki.

Beberapa metapathology di atas sejujurnya pernah Kido alami, sebagai respon negatif akibat kehilangan seseorang yang, yach, memang cukup berarti… Dalam arti orang yang Kido cintai ^^; dan bukan berupa cinta pada bagian keluarga atau sanak kerabat, tapi pada orang lain di luar lingkungan keluarga QT, cinta antara dua hati dan jiwa yang berbeda, terlalu jauh berbeda sebenarnya! ^^; Tapi tulus dan mendalam, begitulah yang setidaknya dari Kido rasakan, satu bentuk cinta yang kata Thio Bu Ki “telah tercetak di jantung dan terukir di tulang…” ^^; Cinta sejati? He3 ga tau dech, udah ga bisa berkata2 lagi, won’t change a thing, so I guess same with U, ehmm, no comment dech!! ;p

Lho? Sik3! Tapi bukannya kebutuhan akan cinta dan memiliki itu hirarki yang nomor 3? Bukankah setelah QT memasuki hirarki ke-5 yang tertinggi dalam teori Maslow, berarti kebutuhan akan cinta selayaknya telah terpuaskan, terpenuhi?!

Nach, disinilah uniknya memasuki fase tertinggi yakni pemenuhan metamotivasi untuk mengaktualisasikan diri =) Dalam metamotivasi tidak lagi dikenal ada hirarki, setiap nilai yang ingin dicapai amat bergantung pada kebutuhan personal yang tentu berbeda dalam diri tiap orang. Karena itulah, wujud aktualisasi diri tiap orang pun tidak ada yang sama!

Dalam proses pertumbuhannya, manusia dihadapkan pada dua pilihan bebas (free choices) yakni pilihan untuk maju (progressive choice) atau mundur (regressive choice), yang akan mengarahkan manusia menuju kemajuan atau kemunduran. Pilihan2 maju dan mundur yang dibuat manusia adalah ukuran yang menentukan arah perjalanan hidupnya, semakin banyak manusia menentukan pilihan untuk maju, akan semakin mendekatkannya pada aktualisasi diri. Sebaliknya, pilihan mundur hanya akan membuatnya semakin jauh dari fase pemenuhan kebutuhannya yang paling tinggi. Dengan demikian dapat dijelaskan mengapa walaupun kebutuhan dasar masih belum terpenuhi, dalam keadaan mendesak, memaksa, seseorang bisa pula tergerak untuk memenuhi lebih dulu metamotivasinya! Bahkan seorang yang teramat butuh mengaktualisasi diri bisa sampai lupa makan lupa minum, berhari2 tak tidur, karena ingin segera dapat menghasilkan suatu karya bernilai tinggi yang dapat memuaskan kebutuhannya akan pencurahan ekspresi potensi dalam diri yang terpendam!

Seperti Cheung Kwan Bo di Tai Chi Master (yang diperankan Alex Man pada serial TV-nya, dulu banget diputer di RCTI ^^;) alias Thio Kun Po, atau namanya yang terkenal, Thio Sam Hong, pencipta Thay-Kek Kun (Tai Chi Cuan), dalam sejarah! Dat Mo yang mencipta Kungfu, Buddha Gautama dengan pencerahan Boddhidharma, atau Beethoven dengan komposisinya, Shakespeare dengan karyanya, Leonardo Da Vinci dengan lukisan Monalisa, Thomas Alva Edison dengan ribuan penemuan, Galileo dengan Heliosentris yang kontroversial dan ditentang gereja, atau Albert Einstein dengan Relativitas-nya, dan tentu saja bagi umat Islam, Nabi Muhammad, dengan kebersahajaannya dan akhlak terpuji serta mulia, mampu mengubah sejarah wajah kelam peradaban manusia dengan menebarkan salam perdamaian! Semua orang besar pada zamannya yang meninggalkan buah2 karya yang monumental, karya cipta sedemikian biasanya hanya dapat diciptakan oleh orang yang mengenali potensi dirinya, melakukan perenungan mendalam, pencarian sejati dalam relung diri, seperti Buddha yang bermeditasi di bawah pohon Boddhi, atau Nabi2 dalam Islam yang memang gemar ber-khalwat, menyendiri dalam gua, ditempa dengan kesabaran, hai! Mungkin karena itu ya, semua Nabi2 pada masa mudanya selalu jadi gembala?! Karena mereka dipersiapkan untuk membimbing umat manusia kembali pada-Nya, untuk mengenali Tuhan yang telah menciptakan QT semua, melalui langkah2 perenungan hasil karya masterpiece-Nya, segala keindahan yang serasi dan seimbang tanpa cela tiada tara di dunia, Tuhan yang hanya 1-1nya yang pantas disembah, namun sebagian besar dari QT mungkin lalai atau lupa! Atau malah belum tahu? Haree genee?!! T_T Hanya manusia yang mampu mengenali dirinya, mampu mengenal Tuhannya! Hai, manusia… Lamat2, dah mulai inget belum?! ;)

NEway, pencarian jati diri itu sebegitu rumitnya, namun bagi orang yang telah mampu mengaktualisasi diri, mengenali potensinya, memahami kelebihan serta kekurangan dan segala keterbatasannya, kesadarannya menuntunnya untuk terus mencari hingga tiba pada titik tertentu dan menemukan “sesuatu”! Temuan yang berciri unik dan khas bercita rasa personal, citra simbolis, wujud sejati dirinya! Mencapai tingkatan yang sulit untuk orang biasa, tak jarang teramat baik, begitu tinggi serta luhur berbudi, hingga dapat dikatakan telah mencapai fase puncak pencapaian atau telah mengalami apa yang oleh Maslow diistilahkan dengan “Peak Experience”…

Luar biasa!! Namun memang, begitulah adanya… =)

Nach, tema tentang “Peak Experience” inilah sebenarnya yang ingin Kido angkat, untuk menjelaskan tentang kondisi kejiwaan yang Kido alami (cieee ^^;) setelah melalui tahap2 perenungan, pengapresiasian, hingga peleburan, bersatu diri menyelaras dengan alam, menciptakan kondisi ideal bagi jiwa raga hingga dapat (ceritanya ;p) menggubah jurus yang dahsyat, gubahan Kido sendiri, yang sesuai dengan kondisi dan cita rasa Kido saat ini, itu tadi…

Jurus Dewa Kunang2! ^^; Berikut filosofinya… ;)

Stay stick with me, l@’s g@ it Oooonn!! ^^;v

Kido Kamen =)

Euh, krucuk… Udah jam 3 lewat nich, break dulu gpp ya? Lom makan chyaank… ^^; Tar lanjutin lagi, oche? ;) Tararengkyu, n semoga bermanfaat… =)

9) ESSENCE…

Uncategorized 2 Comments »

Pagi baru… =)

Hari ini aku memandang dunia dengan cara pandang yang berbeda dari sebelumnya. Ekstasi kegembiraan yang meluap karena berhasil menggubah jurus Dewa Kunang2 kemarin masih terasa mengalir bersama hawa prana menyelimuti tubuh hangat, senyum lebar terkembang menyambut sapa matahari. Harapan menyingsing bersama sang fajar.

Aku tahu…

Waktunya sebentar lagi. Agaknya aku memang tak ditakdirkan berakhir di sini. Dengan ilmu meringankan tubuh yang kukembangkan bersama jurus kunang2, ada kemungkinan aku bisa melompat dan menanjak keluar dari tebing yang tingginya bagaikan menyentuh kaki langit itu, walau tentu dengan tenaga yang tak mungkin sedikit. Tetapi harapan itu tetap ada, seiring cemas jika itu semua hanya mimpi. Tapi harap2 cemas berarti harapku lebih besar dari kecemasan, karenanya aku menguatkan tekad dan semangat. Aku pasti bisa keluar naik ke atas sana!

Namun ada perasaan sedih, ketika harus meninggalkan tempat ini, dasar jurang yang bagai surga kecil ini, setelah hampir satu bulan lamanya terperosok di dalamnya, hampir putus harapan untuk bisa memanjat tebing curam tinggi… Ahh, setelah aku pikir2 lagi, ada berat yang menggayut, bisikan lirih yang merajuk aku agar tetap tinggal di sini. Tak perlu lagi kembali ke dunia fana yang melelahkan dan menyedihkan. Cukup bermandi telaga, bercengkerama dengan kupu2 di siang hari, dan kunang2 di keremangan malam.

Cukup lama silih berganti gambaran2 itu berkelebat di dalam kepalaku. Aku tahu. Aku gembira di sini. Tapi walau di luar mungkin pedih telah menanti, ada dorongan kuat untuk kembali. Tak peduli betapapun akan aku tersakiti, aku merasa aku yang sekarang sudah berbeda dari aku sebelumnya. Aku sekarang sudah jauh lebih kuat, lebih dewasa, lebih bijak, lebih bisa menahan diri berbesar hati. Sejak aku banyak merenung di sini, aku menyadari dalam banyak hal, ada kalanya aku yang benar, sering pula kesalahan2 bodoh aku lakukan. Aku sadar semua itu proses, untuk mendewasakan diri. Dan aku bersyukur aku diberi kesempatan untuk merenungi semua. Dan semoga dapat memperbaikinya.

Mengingat hal itu, aku menjadi semakin mantap. Aku bagai tengah terlahir kembali. Dan aku mendapatkan kesempatan kedua untuk menjalani hidup dengan cara baruku yang lebih baik lagi. Akankah aku sia2kan kesempatan ini? Tugasku belum selesai. Begitu banyak kesalahan yang harus dibetulkan. Salah paham diluruskan. Kekecewaan yang harus diobati, tidak diulangi lagi. Maaf yang belum sempat aku ucapkan. Senyum yang ingin aku kembangkan lagi. Ikhlas di hati, menerima keadaan dengan apa adanya, dan terus melanjutkan langkah dengan senyum lebar dan hati lapang…

Aku belajar esensi dari jurus kunang2…

Di siang hari aku lelah mengejar kupu2, menyelam dalam telaga, berjemur di atas batu. Saat aku rebah dan malam menurunkan tirainya, seketika pandanganku berangsur lamur memudar, sejauh mata memandang hanya gelap yang kutatap lamat2. Aku memejamkan mata. Diam. Lama. Sunyi. Sepi. Kupikir semuanya telah pergi meninggalkanku. Matahari ternyata hanya bertahan sampai senja. Kupu2? Entah dimana kau kini. Di saat seperti ini, teman sejati hanya sebuah atribut nama yang kutempelkan pada sayap kupu2, namun ia telah berkepak menjauh turut membawanya pergi. Kucoba gantungkan pada matahari, tapi matahari menariknya serta, turun sembunyi hilang di balik tebing curam tinggi, menanggalkan harapanku, meninggalkanku senyap bersama mimpi, dan tidak kembali lagi. Teman sejati hanya harapan kosong, ilusi, bualan mimpi, adanya hampa belaka. Sejatinya aku selalu sendiri…

Sigh… Aku menghela nafas…

Manusia lahir, hidup, lalu mati. Walau selama hidup berinteraksi dengan manusia, alam, makhluk lain, pada hakikatnya manusia tetaplah sendiri. Baik, buruk, sebab, akibat, karma, petaka, bahagia, semua adalah buah dari perbuatan manusia hidup di dunia. Tidak ada yang menanggungnya melainkan diri kita sendiri. Bagian dari perjalanan hidup, sarat cobaan, ujian, tempa tangguh kekuatan, ingatlah bahwa esensi perjalanan adalah terus berjalan! Maka teruslah melangkah! Dalam perjalanan panjang, teman datang dan pergi silih berganti. Semua, seperti kita, punya misi, jalan hidup yang harus mereka dan kita lalui. Dan jalan yang ditempuh tiap orang tak mesti sama. Karenanya sejak senyuman pertama, jabat tangan perkenalan berlanjut persahabatan, hingga lambai sampai jumpa, atau ketika harus mengucapkan selamat jalan, sampai selamat tinggal dan berpisahan, seharusnya disikapi dengan wajar, dan diresapi bahwa suatu saat akhirnya pasti terjadi. Biarkanlah mengalir apa adanya. Mungkin sakit tak terperi, tapi jika kita sadar bahwa esensi persahabatan kekal dan abadi, maka keyakinan itu akan memberi kekuatan dan dorongan untuk kita melanjutkan langkah, berjalan lagi, menyongsong kisah baru dengan senyum lebar terkembang, melepaskan kisah lama, simpan di dalam kenangan, dan terus merangsek maju dengan tekad bulat serta hati lapang… Hingga tiba di tujuan. Akhir dari perjalanan. Akhir dari hidup. Saat kematian menjelang. Saat berpulang. Pada akhirnya kitapun meninggalkan semuanya. Dunia, harta, tahta, wanita, cinta… Tak ada yang kita bawa. Hanya pundi2 amal kebaikan dan timbunan dosa2 kejahatan yang kita pikul, turut mengubur jasad kita yang terbujur kaku dalam tanah. Kembali sendiri lagi. Dalam sesak tak bernafas, di pekat gulita sunyi. Angin kering hembus lirih dalam sepi. Hakikatnya kita selalu sendiri…

Dulu mungkin aku tak akan bertahan, tapi kini aku tidak lagi begitu peduli. Pengalaman “hampir mati” telah mendekatkanku pada kesadaran akan mengerikannya kematian, dan betapa pantas kita menghargai tiap detik2 hembus nafas debar dada detak jantung alir darah dalam tiap sendi kehidupan! Bersyukurlah… Selagi masih bernyawa, bahwa kita masih punya kesempatan! Jalanilah kebaikan, perbanyaklah kebajikan! Tebarkan salam kedamaian di sepanjang perjalanan yang lama dan jauh namun ternyata hanya sependek tarikan sisa nafas terhembus, melangkah di muka bumi! Waktu kita sangat singkat, tugas kita masih banyak! Jangan sedih dan kalah oleh penderitaan kecil, pedih duka lara hati, anggap biasa, sudahlah, tak mengapa! Maafkanlah dan ikhlaskan! Lapang dan berbesar jiwa! Lepaskanlah! Biarkan dia menjemput kebahagiaannya, berbahagialah untuknya! Iringi kepergiannya, kenanglah kebaikannya! Dan jangan engkau khawatir, karena masih banyak kebahagiaan untukmu terserak dalam bentuk lain, berlimpah reguk telaga menanti untuk diciduk sepuasnya untuk menghapus dahaga, kebahagiaan sesungguhnya banyak bertebaran, ada di sekitar kita! Cara termudah meraih bahagia adalah dengan membagi kebahagiaan dengan orang lain! Karenanya berbagilah! Jangan pelit dengan senyum! Buat mereka bahagia! Tersenyumlah! Tertawalah! Lepas saja! Bergembira! Wakakaka =D Biarkan senyum mereka terkembang membalasmu lalu sapalah dengan ramah! Bisa jadi itulah awal kisah baru penghapus duka luka kisah lama! Cerialah! Gembiralah! Menari bersuka ria! Wahahaha =D Bertepuk tangan menyanyi dan tertawa terbahak2 bersama! Wakakaka =D

Kunang2 muncul satu2 dalam kegelapan. Tergoda oleh tawa, turut bersuka membagi redup nyalanya! Kelip demi kelip kecil, tetapi semakin lama makin banyak! Gelap jadi benderang, walaupun samar, tapi kehangatannya terasakan begitu tulus! Mereka semua datang menyambutmu! Mereka ingin berteman dan bermain bersamamu! Kunang2 berputar2 menari! Suaranya kecil nyaris tak terdengar, tapi dengung nyanyian kawanan kunang2 bergema di dasar jurang ini, nyanyian kebersamaan, saling berpegangan tangan, mereka berbahagia. Kau lihatlah! =) Ternyata kau tak benar2 sendiri! Kunang2 bagai sahabat sejati. Saat siang, kau cenderung mengabaikan, bahkan tidak menyadari hadirnya sama sekali. Karena terpesona keanggunan indah elok gemulai tari kupu2, engkau sibuk mengejarnya, lari kesana kemari. Sementara kunang2 terdiam bersembunyi di balik daun. Tapi kunang2 tetap menemani. Walau bisu tanpa kata, tubuhnya ada disini. Saat malam menghampiri, kala larut telah sepi, dan kau merasa ditinggalkan sendiri, kupu2, bahkan bulan, bersembunyi, kunang2 hadir menawarkan ketulusan hangat pertemanan! Dalam bayangmu kunang2 menjelma, jadi sosok manusia! Sahabat yang bagai lama tidak jumpa. Seolah terasa dekat, sangat akrab, walau baru saja engkau mengenalnya! Sekumpulan kunang2 di tengah malam menjelma bagai Pinokio jadi manusia! Cinderella jadi puteri hingga datangnya pagi! Tunggu apalagi kawan?! =D Nyalakanlah api unggun! Bersama gemeretak ranting kering kayu terbakar, ditingkahi gemericik deras air terjun di atas bebatuan tenggelam di telaga, menari bersama2! Wiiiiiiyyy…. HAHH!! ^^;v Berjingkrak berputar2, melolong bersahut2an, bagai sekumpulan serigala yang lapar, auuuuuuwww… Wahahahah! =D Menikmati malam panjang selagi bersama kawan2 bersuka ria berpesta pora! Malam pun enggan bergulir menikmati indahnya kebersamaan. Hingga kau merasa kaki tak sanggup lagi berdiri, dan kantuk menggelayuti, jelang pagi, keajaiban hampir habis bersama butir kuarsa tersisa di jam pasir, kebahagiaan menjelang berakhir, tapi engkau tak peduli! Karena kau sudah puas! Kalian semua lelah, terjatuh, berjatuhan, lalu ambruk, tepar, terkapar! Dan tak bersuara lagi! Hahahaha =D Desau angin dingin tertawa ngeri dalam nuansa menggidikkan, meninggalkan kesunyian, melengking di kejauhan, semakin lama menjauh hilang dalam kegelapan…

HUAAHAHAHAHAHAHAAA… =D

Tesss…

Tetes embun dingin sejuk menyapaku dengan lembut. Ah, selamat pagi, Kawan! =)

Kukerjap2 mataku, masih ngantuk, oaahhhmm… Merem lagi aahh… ^^; Nymm-nymm-nymm…

Tesss…

Embun kembali perlahan menggugahku. Ya ya ya, udah bangun kok… ;p Tetes embun pagi hari… Pagi ini… Aku duduk, mengucek2 mataku. Ini nyata. Bukan mimpi… Hatiku terasa damai. Sesejuk dan lembut tenang embun pagi. Tanpa sadar senyum menghias bibirku. Ischyenk, kusentil perlahan ujung daun, tesss… Setetes jatuh di telapak tangan. Hmm… Coba kau rasakanlah… Nikmatilah… Resapi tiap tetesnya… Hayati dinginnya, dan coba maknai hakikatnya. Walau aku sadar pagi ini kusendiri lagi, tapi kebersamaan sejenak yang aku alami, bersama sahabat2ku kunang2 kecil yang tidak berumur panjang, hanya sepenggalan malam, namun indahnya persahabatan sesaat itu berkesan panjang, kekal selalu kukenang, lebih panjang dari umur kunang2 yang memang tak pernah panjang… Dalam hidupnya yang singkat, kunang2 ternyata tak lupa untuk hidup dengan bahagia! Dalam kelemahan dan segala keterbatasannya, ia tahu caranya menjalani dan menikmati hidupnya yang singkat dengan bahagia! Dan lebih mulia lagi, dengan senang hati kunang2 membagi pula kebahagiaan dan cahaya hangat bersama kita!

Aku belajar dari kunang2, terima kasih Sahabatku…

Aku yang sekarang telah mulai bisa menyelami. Biar apa adanya aku jalani. Yang terjadi memang harusnya terjadi. Yang sudah biarlah. Esensinya yang aku resapi. Hikmah yang aku senyumi. Jika masih tersisa nafasku untuk hari ini, akan kuhembus lega, sambut gembira. Sisa hari kujalani dengan langkah mantap pasti. Apapun yang kan terjadi, tetap akan kunikmati. Menjadi sendiri itu tidak jelek. Kadang aku merasakan kebebasan tanpa ada yang mengekang, bebas untuk menjadi siapapun yang aku mau, tapi yang terbebas memang hanya dengan menjadi diri sendiri. Tak apa kok! Aku sudah amat puas! Bebas! Lepas!!… Berkelana bersama angin, loncat dari satu daun menotol ke daun yang lain, terbang kemana suka dan bergembira. Tidak jelek2 amat. Sahabat datang dan pergi. Jika sahabat datang, akan kusambut ia dengan tangan terbuka, lapang dan senang hati. Jika ada saatnya ku berjalan seorang diri, kenyang berbekal kenangan, manis walau tanpa gula, akan tetap kujalani dengan hati yang berseri, tak ada teman pun jadi…

Aku terus melangkah dan berkelana…

Tapi mungkin itu nanti! Karena saat kesadaran kembali, ternyata aku masih lelap di sini. Terperangkap dalam jurang dalam sepi. Ahh! =D Memang tak mungkin juga selamanya ku disini. Aku harus berusaha keluar, memang ditakdirkan untuk menjadi ksatria lelana. Karenanya tunggu saja semuanya! Saatnya Kido kembali!! =D Dan saat tawaku datang menggema di kejauhan, semua telinga terjaga, mata akan terbuka, bersiaplah menerima…

Jurus Dewa Kunang2 akan menggemparkan Kang-Ouw!! ^__________^;v

WAHAHAHA =D WUAAAHAHAHAHAAA… =D

Kido Kamen =)

(Mas, bangun Mas! ^^; Filmnya habis, bersambung episode berikutnya!)

Oh iya ya?! ;p~

8) REVIVAL #2!! ^^;v

Uncategorized No Comments »

The hardest part 4 me Ds days is 2 rediscover myself. Entah apa sebabnya, sejak 2 bulan yang lalu, tiba2 saja dia bagaikan menarik diri dari peredaran, tidak lagi berkelana di dunia Kang-Ouw (persilatan ^^;), jagoan silih berganti, menghiasi wajah bumi, sementara namanya bagai menguap tak berjejak, menghilang begitu saja, tak pula tertinggal hembus wangi harum semerbaknya, bau Zwitsal, bedak bayi, bis mandi ya? ;p~ Wakakaka =D

Dan aku seperti Kwee Siang, puteri bungsu Kwee Ceng & Oey Yong, di penghujung kisah Return of the Condor Heroes, sekaligus awal kisah To Liong To; mencari jejak Yo Ko yang namanya harum di seluruh negeri setelah membunuh Raja Muda Mongol dengan sentilan maut, mengalahkan Hakim Roda Mas dengan jurus Tapak Duka Nestapa, tapi kemudian ia dan istrinya Siauw Liong Lie, sepasang Pendekar Rajawali tiba2 raib dan tak pernah muncul lagi. Hingga setelah usia 40 tahun, tak jua bertemu, Kwee Siang akhirnya memutuskan berhenti mencari Kakak Yo dan mendirikan perguruan silat Go-Bi Pay yang terkenal itu!

Kalo dipikir2, penantian Yo Ko yang 16 tahun di mulut jurang di Lembah Putus Cinta, sampai akhirnya kembali bertemu “bibi guru”-nya, Siauw Liong Lie, ternyata tak selama penantian Kwee Siang yang malangnya bak gayung tak bersambut. Walaupun hingga setengah umur telah dihabiskan, tetap tak dapat menemukan keberadaan Yo Ko. Akankah penantianku pun berakhir menyedihkan?

Sebenarnya ada kesamaan antara aku dan Kwee Siang. Selain sifat keras kepala ^^; Nach, kalau ini sich “dia” juga punya! Malah kesanku QT seringkali beradu keras adat, walau ga sampai harus adu kepala, emang kambing? ;p Beradu “isi” kepala, mungkin itu lebih tepat. Susahnya, orang seperti dia susah ditebak apa isi di kepalanya! ^^; Dan jujur aku akui, kalau dia sudah diam, maka tak seorangpun, siapapun, agaknya bisa membuka lagi mulutnya. Berarti kepalanya lebih keras dari aku ya? ^^; NEway, aku dan Kwee Siang… Mungkin sebenarnya kami juga tahu, bahwa walaupun bertemu, tetap tak akan mengubah keadaan. Garis ceritanya sudah ditetapkan. Seperti Kwee Siang yang mengagumi Yo Ko yang sedihnya harus ia ikhlaskan berjodoh dengan Siauw Liong Lie, agaknya aku pun sadar bahwa aku mungkin selamanya tak akan bisa menyandinginya sebagai kekasih hati ^^; Begitu banyak dinding perbedaan yang kami bentur, yach, pokoknya, sebenernya dari aku sendiri sich ga masalah! Aku lelaki gitu loch! I’m born STRONGER!! Bon Jovi Z, “if d@’s what it takes, d@’s what I do!” ^^;v Hmm… Cuma memang kasihan kalau wanita harus menghadapi beban seberatku, etnis, budaya, agama, aku sadar kami datang dari 2 dunia yang mencolok perbedaannya, karena itu jadi susah buat U, begitu khan?… =)

Meski aku tak bosannya meyakinkan, tak ada beban yang berat jika bisa kita lalui berdua, cieileee ^^; Mari menggabungkan jurus! Pedang Hati Gadis Suci & Tapak Duka Nestapa! Combo! Attack!! RATATATA… DZIIIINGG!! BLEDHAAARRR!!! =D Wekekeke…

Yang sulit adalah jika hati tak bisa bertaut. Karena jurus gabungan dahsyat ini hanya bisa digunakan oleh dua hati yang telah menyatu! Karenanya akan sulit jika salah satu hatinya meragu. Bukan aku! Apa kamu? Entah, kini aku jadi ikut ragu… ^^;

Luv Kn’t B 4rcd… I noe! =) I NFR 4rcd U 2 luv me, luv is, ac2LE, N option d@ I gave 2 U… U Kn choose 2 love me, or not… I NFR 4rcd, coz I don’t 1 2 C butterfly dies in palm, b’coz I hold on it 2 strong… I just 1 U 2 noe, d@ U F d’chNs 2 live around me, w/o F-in’ 2 B feared or worried 4 I will always shower U w/ care, patience, n luv… 2 C U fly, dance happily, is more dN nuff 4 me, Ur smile brightens my day, Kn’t hoped from U NE B@r… 4 me S long S U’re happy… 2 C U cheers, whatFR makes U happy, I wld B S well happy 4 U… Should F known d@ long time ago, cNs U noe me…

4 me, d’way I luv U is very unconDCNL… Luv is S long S I Kn give… NFR Xpect much in return… But if U Kr, d@ would B bless n bliss 4 me, N U noe I’m gr8ful 4 d@… So, Y R U? Still? When U will?… ;)

Begitulah… Siang di dasar jurang aku lewatkan dengan bermain mengejar kupu2. Malam aku merenung. Banyak berpikir. Tentang hari2 yang aku lewati, telah kujalani. Kadang aku merasa ada hikmahnya juga aku bisa sampai jatuh terperosok masuk jurang ini. Barangkali jika aku masih tetap “gentayangan” di atas sana, aku bakal seperti orang linglung berjalan tak tentu arah, mengejar kupu2 yang telah lama pergi, mencari tanpa aku tahu lagi apa yang aku cari, sigh…

Aku menghela nafas…

Kontemplasi. Ternyata di tempat terasing, sunyi sepi sendiri, aku jadi bisa berpikir, mencerna dengan jernih. Bebas dari kekalutan, kebisingan sekitarku. Aku meruntun lagi, mengurai peristiwa demi peristiwa, memilah memori di dalam otakku, membuka lembaran sejarah hidupku, menguraikan benang kusut yang melilit pikiranku. Dan lambat laun aku mulai menemukan pencerahan baru… Seperti malam yang gelap gulita, tetapi tiba-tiba seekor kunang2 muncul memberi kerlip cahaya di kegelapan…

Hai!…

Indahnya… ^^;

Kemudian muncul seekor yang lain! Cling!… Lalu muncul seekor lain lagi! 3, 4, 8, 10… 15, 25, wuaaa! Jadi banyaaak! Makin banyaaaak! ^^;v Dan tiba2 malam tak lagi gelap! Karena langit jadi benderang oleh kelap-kelip yang menyanyi dan menari beterbangan di udara, terlukis bak goresan di atas kanvas, keceriaan tarian kunang2! =)

Tiba2 aku seperti mendapat ilham! Aku langsung berdiri dari tidurku!… Membayangkan gemulainya kunang2, aku segera menggubah gerakan ke dalam jurus! Hiyaaa! Lincah dan menari! Set! Set! Tanganku membentuk lingkaran, berputar dan mengalir! Bergerak sesuka hati! Hahahaha! Aku merasa gembira memancar deras dalam adrenalinku! Aku melangkah ringan, berdansa riang, meliuk luwes, larut dalam tarian, melompat berjumpalitan, hiyaaaa! Tap! Tap! Aku terbaaaang! =D Tiba2 saja aku merasa seringan kapas, selincah kunang2 yang tanpa beban! Menotol di dedaunan! Tap! Berjalan di sisi tebing! Tap-tap-tap! Hanya ingin melayang, menari dan menyanyi, berkelap-kelip, tertawa dalam kepekatan gelap malam! Pencerahan!… Aku mengerahkan lwee-kang, dan seeeet!! Hiyaaaaaa… Tubuhku berputar2, bagai gangsing! Siiiiing! Sekejap aku telah melayang tinggi membubung di udara! UHUYYY!! YIHAAAA!!! =D Turun lagi… Tap! Melesat! DZIIIING…

HAHAAA!! =D HAHAHAHA =D HAHAHAHA =D Aku berlonjakan, salto jumpalitan! HAHAHAHA =D Mendarat di atas ranting dengan ilmu meringankan tubuh yang kini berkembang pesat, mematahkan sepucuk, menggubah jadi jurus pedang! Set! Set! Set! Tap!! Berulang kali melesat dan mendarat dengan gerakan gemulai elok lincah langkah ringan! HUAHAHA =D Dengan ranting aku melakukan gerak bak menggores kaligrafi di dinding tebing yang tinggi! Set-set-set! “WO SHE CEN TE CEN TE HEN AI NI”! HAHAHAHA =D Aku tak pernah merasa sedemikian gembira! WAHAHAHA =D Sret! Sret! Sret! Sret! Dan tiba2 saja aku telah selesai menorehkan gurat kaligrafi di sepanjang dinding! Tulisanku melesak sedalam 1 inci menembus di batu! Aku sendiri tak percaya, HAH!! Sungguh mengagumkan! Hampir serupa guratan di tebing jurang yang lain, yang kulihat beberapa hari setelah aku jatuh ke dasar! Tap! Aku menotol lagi! HAHAHAHA =D Berjumpalitan dengan gila, DZIIING! Melompat melesat kesana kemari, kesetanan! HAHAHAHA =D WUAAHAHAHAHA =D Betapa girang dan puasnya hatiku! Tawaku menggema keras membahana menggetarkan tebing jurang!!!

Dalam keheningan malam tanpa bintang, dengan sadar aku telah menggubah jurus silat baru yang kelak akan menggetarkan dunia persilatan! (Walah! ^^;) Ya! Benar! Jurus Dewa Kunang2!! ^^;v JRUEEENNGG!!! =D (Pembaca: GUBRAK dech! @~*)

Wakakaka… Wahahaha… HUAAAHAHAHAHAAA… =D

Sementara QT tinggalkan dulu Kido dengan “kegilaan”nya, pssst… Biarin dech, jangan diganggu, kasian! Hihihi… Akankah Kido berhasil keluar dari dasar jurang yang dalam, setelah menggubah jurus silat baru, jurus Dewa Kunang2?! ^^; Nantikan kisah selanjutnya di blog berikutnya yaa! ^^;v Hehe… Bersambung lagi Choyy!! ;p


Theme & Icons by N.Design Studio.
Entries RSS Comments RSS Log in