FREEZE A Moment… =)
Uncategorized April 24th, 2006Waktu adalah dimensi ke-4, setelah panjang, lebar, tinggi (3 dimensi) yang besarannya merupakan selisih jarak antara satu titik posisi atau momen ke titik posisi atau momen yang lain, yang dihitung ke dalam satuan waktu (detik, menit, jam, hari, minggu, bulan, tahun, abad, dsb.) Waktu adalah relatif, tergantung dari siapa yang mengalami pergeseran posisi atau momen. Waktu tiap orang tak ada yang sama. Pada blog sebelumnya Kido pernah mengulas tentang perbedaan "waktu", "masa", "saat", "momen", masih ingat?
Perbandingannya begini. QT tahu apapun dan siapapun di dunia ini dari yang berwujud 1, 2 dan 3 dimensi, tentu terikat pada dimensi lebih tinggi, dimensi ke-4 yakni waktu. Dimensi yang lebih rendah berada di dimensi yang lebih tinggi. Misal, QT melihat selembar kertas, pipih, saking tipisnya bisa dianggap tidak punya ketebalan. Maka dimensi yang QT lihat ada pada kertas hanyalah 2 dimensi, punya panjang serta lebar. (Lho tinggi khan ada juga?) Ya, boleh panjang dan tinggi! ^^; Tapi lebarnya jadi nggak punya khan? Atau lebar dengan tinggi, just name it! Tapi kemana pun yang ada memang hanya ada 2! Yang membuat ia menjadi benda 2 dimensi, bukan 3… Itu dari sudut pandangnya aja lho! Tentu QT tahu kertas pun benda 3 dimensi, secara fisik, tapi yach… Susah juga jelasinnya! He4 ^^;
Segala sesuatu di alam semesta ini terus bergerak. Pergerakan partikel2 atom, yang terus beresonansi dan bergetar, dalam satu mikron selisih jarak saja, sudah memiliki selisih waktu… Apalagi QT, manusia, yang terbentuk dari trilyunan tak terhitung partikel atom yang saking cepatnya bergetar menimbulkan kerapatan yang tinggi sehingga membentuk "benda padat" tubuh QT (padahal sebenarnya QT tuch "berongga" lho! Mulai dari pori2 sampai jaringan ikat sel yang terkecil!), perbedaan zat padat, cair dan gas adalah pada kerapatan! Yang diperoleh dari kecepatan getar partikel… Makanya kalo pernah nonton Star Trek dengan teknologi transporter yang mengurai partikel atom di tubuh manusia, memindahkan, dan menyusun kembali seperti sedia kala, itu bukan mustahil! Cuma memang resikonya sangat tinggi, karena mesti memperhitungkan berapa massa yang hilang pada saat pembakaran, penguraian, pemindahan, dan penyusunan kembali, energi yang terpakai, pasti amat besar sekali! Apalagi teknologi memisahkan "roh" atau jiwa, dan jasad (tanpa harus mati lho ya? ;p) dan mengembalikan hingga hidup lagi, sampai sekarang belum bisa ketemu, makanya kayanya sich repot banget dech! ^^; Tentang ini benar2 pernah dilakukan penelitian lho! Mengurai dan memindahkan lalu menyusun kembali partikel2 menjadi wujudnya yang semula! Cuma memang belum berhasil mengembalikan jasad utuh sesediakala! Hehe, jadi kalo NT mo coba di-transport terus tau2 hidung hilang, kuping hilang, ato malah berubah jadi bentuk gak normal lain, jangan salahin operator transporter ya? ;p Tentang ini ada buku bagus "Fisika Star Trek" yang benar2 membahas secara ilmiah mungkin atau tidaknya teknologi2 mutakhir yang digunakan dalam film Star Trek (phaser, photon, transporter, dll.) terwujud di dunia nyata, tinjauan dari sudut pandang Fisika! COOL! Real gr8 book! Wat yang minat… ^^;
NEway, balik lagi… Maka tubuh QT sendiri pun tanpa QT sadari, di tiap satuan waktunya melakukan getaran, pergerakan, pergeseran posisi, yang menyebabkan muncul selisih jarak yang bisa dihitung dalam satuan waktu. Nach, bicara soal waktu, bisa disimpulkan bahwa "WAKTU" adalah kumpulan atau keseluruhan dari rangkaian2 penggalan waktu yang teralami secara sekuensial (harus donk?) atau bisa bersamaan tapi tetap ukuran terjauhnya adalah jarak terjauh (atau terlama) yang ditempuh oleh setiap gerakan di dalam "kereta" waktu… Bingung ga sich? ^^; Bayanginnya gini aja… Ada gerbong kereta. Di dalamnya duduk berpuluhan penumpang. Saat kereta yang cuma satu gerbong (tanpa lokomotif dech biar gampang ngebayanginnya!) berjalan di atas rel dari stasiun A ke stasiun B, katakanlah yang berjarak 5 kilometer, dengan kecepatan 60 km/jam, QT tau rumus kecepatan adalah jarak dibagi waktu, velocity = span (distance) / time (v = s/t), maka keseluruhan "WAKTU" tempuh gerbong tunggal itu adalah t = s/v, atau 5 km : 60 km/jam = 1/12 jam, atau dalam satuan menit = 60 menit x 1/12 jam = 60/12 menit = 5 menit!
Ini adalah waktu total yang QT sebut "WAKTU"!
Nach sekarang QT bicara ke penggalan2 dari waktu. Ada yang di sebut masa, saat, momen, ini menurut definisi Kido lho! ^^; Selama 5 menit waktu tempuh total tersebut, di dalam gerbong, tentu manusia2 penumpang tak hanya diam saja! Ada yang berbicara dengan sebelah, bergerak menggaruk2, berjalan2 (asumsi kondektur yang minta karcis) atau hanya mengangguk2 mengantuk bahkan kedip periodik mata yang alami saja… Setiap gerakan terkecil mempunyai waktunya masing2! Waktu di dalam "WAKTU". Tapi perhatikan! Semua kegiatan yang menghasilkan waktu sendiri itu, tak melebihi "WAKTU" tempuh maksimal 5 menit, terjadi dalam perjalanan gerbong dari stasiun A hingga B!
Nach, waktu masing2 itu, penggalan dari waktu tempuh total, ada yang QT sebut masa, saat, momen, tergantung sudut pandang pemakainya ataupun yang melihatnya! Manusia hidup, hingga mati, QT sering menyebutnya "masa". Product life cycle, juga disebut "masa". Life span, adalah definisi sederhana termudah dari "MASA". Manusia lahir, hidup, lalu mati. "MASA"-nya telah habis, tapi "WAKTU" terus berjalan! Dan sepanjang "WAKTU" masih bergulir, "MASA"-"MASA" hidup manusia lain masih ada yang berjalan belum berakhir, pun "MASA" QT berakhir! Jadi waktu masing2 dari tiap pelaku gerak itu yang QT sebut dengan "MASA"…
Nach, "SAAT" lebih spesifik lagi, dan biasanya rentang waktunya lebih pendek dari "MASA". Saat aku dilahirkan, saat aku menangis, saat aku lapar, saat aku mulai belajar berjalan, saat aku mulai masuk ceqola, saat… Bisa dibilang adalah titik awal dari 1 masa… Bisa juga hanya diartikan dengan "TITIK" saja! ^^; "SAAT" itu… Hanya itu… Yang spesifik menunjuk pada suatu kejadian, yang tentu menandakan suatu awal dari pergeseran posisi, atau pergeseran itu sendiri…
Apa bedanya dengan "MOMEN"? Setiap titik bisa jadi "SAAT", tapi belum tentu itu satu "MOMEN"!
Momen bisa dikatakan sebagai suatu saat yang "BERNILAI"! Memiliki arti khusus, tertentu, punya makna, ada nilainya! Momen2 mengharukan, "saat" wisuda, juga "momen" wisuda! "Saat" pertama kali ku melihatnya, juga bisa dibilang "momen" pertama… Penentuan nilai momen sangat subyektif sifatnya, tergantung yang merasakan! Satu "SAAT" bisa punya arti khusus bagi si A, hingga jadi satu "MOMEN" yang spesial, tapi bagi B mungkin biasa saja, seperti "SAAT"-"SAAT" yang lain di dalam hidupnya…
Nach, sekarang QT ngomongin segala "WAKTU", "MASA", "SAAT", "MOMEN", kenapa sich?
Untuk "menyeragamkan" pemahaman aja sebenarnya ^^; Sebelum QT beranjak ke "MOMEN" berikutnya… Udah siap? Boleh break 1/2 menit, hela nafas, ambil minum, jalan2, stretchin’ a bit… ^^;
V-lin’ b@r? =) Good! QT mulai lagi ya…
—
Apa yang terjadi jika QT menghentikan waktu?…
Ya, tentu "WAKTU", jam BESAR di alam semesta akan terus berdetak, bergulir, yang Kido maksud adalah waktu "QT"…
Pernahkah QT mencoba sejenak menghentikan segala macam aktivitas, coba menghentikan "waktu" diri QT? Ngapain? Ya, diem aja! Dan merenung… Lho, merenung pun udah makan "waktu" khan? Iya sich! ^^; Tapi itu "waktu" yang lain… ;p
Maksudnya, "jam" diri QT… Copot dulu baterainya! Mari QT hanya duduk, diam, tak bersuara, tak melakukan apa2… Atur nafas yang teratur… Relaksasi… Meditasi… Tenang… Hembuskan perlahan… Tarik dengan sewajarnya… Dengarkan detak jantung dalam dadamu… Menjauh dari bising di sekitarmu… Cukup hanya mendengar isi hatimu… Tutup mata jika perlu… Asal jangan ketiduran! ^^;
Menghentikan "waktu" diri sejenak, sepenggal saat, menyelami kembali perjalanan "WAKTU" sepanjang "masa" QT, dimana runtutan waktu QT berjalan dalamnya, coba ingat2 lagi, bayangkan, hadirkan kembali dalam ingatan QT, sejelas seperti terjadi kemarin! Apa2 saja yang sudah QT lakukan, sejauh ini? Apakah bermanfaat, atau sia2? Apakah ada artinya, ataukah hampa tanpa makna? Apakah waktu yang terus berlalu meninggalkan QT, mendekatkan QT ke akhir "masa" hidup QT, telah QT isi dengan perbuatan2 baik, bernilai, bermaslahat, ataukah QT banyak melakukan kerusakan, tindak keji, kotor, nista, gelimang dosa, "saat"nya introspeksi diri, berkaca… Bertanya lurus menghunjam dalam kalbu, dan QT jawab sendiri dengan jujur apapun yang diucap lantang oleh hati nurani, yang biasanya hanya berbisik lirih cenderung QT abaikan!
Inilah saatnya jujur pada diri… Mengakui segala kelemahan dan kekurangan, QT bagai ditampakkan semua perbuatan sepanjang "waktu" diri QT, adakah hal2 yang QT sesali, adakah yang QT syukuri? Adakah yang berlalu begitu saja tanpa arti? Sia2? Berapa banyak waktu tersia2? Hampa, kosong, tanpa makna?
Sudah saatnya QT berintrospeksi, menyadari… Menghentikan langkah sejenak, untuk meluruskan niat dan arah, mengukur jarak, strategi, sebelum melangkah lagi, kali ini dengan langkah lebih mantap serta pasti! Jelas arah dan tujuan, dan bergegas mendekat tuk menggapainya! QT tidak tahu akhir "masa" QT, bisa jadi sudah dekat, atau mungkin masih jauh… Waktu selalu relatif… Hanya orang2 yang bisa mengatur, mengolah, dan memanfaatkan waktu dirinya dengan sebaik2nya-lah, yang akan sukses saat harus mengakhiri hidupnya! Jadilah orang yang sukses! Kelola, manfaatkan waktumu sebaik2nya! Isi dengan kegiatan positif yang bermanfaat dan mendatangkan maslahat bagi umat! Hindari perbuatan keji, kotor, hina, kosong, dan sia2! Mulailah belajar dan terus belajar! Perbaiki diri, jadi pribadi yang lebih baik, mulia, menawan hati! Tingkatkan kualitas keimanan, gali potensi, luruskan niat, sempurnakan ikhtiar, dan bersandar bertawakal hanya pada-Nya semata! Bersandar kepada 4JJI, percayalah! Tidak akan pernah lelah!
Manusia selalu berlindung kepada yang kuat, yang lebih kuat darinya! Tapi di atas langit masih ada langit, di atas yang kuat masih ada yang lebih kuat! Yang kuat mengalahkan yang lemah, yang lebih kuat mengalahkan yang kuat, sudah hukum alam! Karenanya, mengapa harus berlindung kepada yang lemah, jika QT bisa bersandar kepada Yang Maha Kuat, Tuhan Yang Maha Perkasa, Maha Agung Kebesaran-Nya?!
Maka mari QT kembalikan niat ikhlas QT semata hanya mengharapkan ridho-Nya! Bukan mengharap yang lain, perhatian, kasih sayang, jika menoleh pun tidak, bukankah hati QT menjadi sakit? Karenanya, berpalinglah dari yang lain, kembali pada Allah! Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang! Yang Menyayangi umat-Nya dengan rahmat, karunia, hidayah dan inayah-Nya! Bicara tentang ridho-Nya, perumpamaan yang sederhana adalah seperti orang yang bekerja pada suatu kebun yang luas. Dunia dan seisinya QT umpamakan kebun. Allah, Tuhan, adalah pemilik kebun. Dan QT, manusia, adalah para pekerja2 yang ditugaskan mengelola kebun (dalam bahasa Al-Qur’an menjadi khalifah fil ‘aard, kepercayaan Allah untuk mengelola dan memakmurkan bumi!) yang dipekerjakan hingga satu waktu, hingga habis "masa" kerja QT, hidup di dunia…
Sebagai pekerja, tentunya jika kerja QT baik, merawat kebun, menanam sehingga menghasilkan, sang pemilik kebun pasti akan senang! Dan jika pemilik kebun telah senang, maka bukan hanya gaji pokok QT, bahkan bonus melimpah pun diberikan! Dalam realisasinya, jika QT menuruti aturan2 Allah selama hidup di bumi, dan menjalankan perintah2-Nya, tugas yang diamanatkan untuk QT selesaikan, menjauhi larangan-Nya, maka Allah pun akan "RIDHO" kepada "kerja" QT! Dilimpahkanlah bukan hanya pahala, tapi juga beroleh ampunan, rahmat, petunjuk-Nya! Bahkan di akhirat nanti, telah dijanjikan limpahan kenikmatan berada dalam surga! Inilah kiasan hidup di dunia…
Tapi jika QT bekerja asal2an saja, tidak merawat kebun yang dipercayakan kepada QT, dibiarkan saja, daunnya kering kerontang sebab tak pernah disiram, buahnya busuk2 dimakan codet, kualitas buah buruk, itu adalah perlambang buruknya perilaku dan perbuatan QT hidup di dunia! Padahal Tuhan mempersilakan QT mengambil sepuasnya dan secukupnya kebutuhan hidup QT di dunia, silakan makan buah2an segar ranum masak dalam kebun, segala kebutuhan hidupmu telah dipenuhi, tercukupi, asalkan kau tidak lalai dan lupa pada tugasmu, merawat, memakmurkan bumi, untuk engkau wariskan pada anak cucu nanti!
Jika QT bekerja dengan tidak becus dan serabutan, serampangan saja, tentu logikanya pemilik kebun akan kecewa, tidak berkenan, mungkin marah, bahkan memecat QT! Udah dipecat, nggak dapet pesangon, gaji dipotong, lebih parah lagi, nggak dibayar! Rugi berlipat2! Sengsara hidup di dunia, tersiksa api neraka di akhirat! Na’udzu billahi min dzaliik…
Beruntunglah bahwa Allah, Tuhan QT, sungguh Maha Pengasih lagi Penyayang… Kemurahan-Nya mengalahkan murka-Nya… QT masih bisa dimaafkan, diampuni, direngkuh kembali dalam curahan rahmat-Nya, jika QT mau mendekatkan diri, dan kembali kepada-Nya! Dengan apa? Tentunya dengan taubat… Jujur kepada nurani, dengan ikhlas bersimpuh dan merendahkan diri, mengakui diri ini lemah, kecil, banyak salah, kerdil, dan Allah Yang Maha Besar, Maha Benar, Maha Perkasa dan Maha Bijaksana… Air mata pun menetes, seketika wajah ini basah, mandi, mencucurkan air mata, sesunggukan dalam sujud, mengakui kesalahan, kekhilafan, kelalaian, menyadari segala kekeliruan, kedzaliman yang telah QT perbuat, barangkali QT pernah menganiaya dan menyakiti hati orang lain, atau bahkan kepada diri sendiri! Maafkanlah! Mohon ampun! Astaghfirullahal ‘adziim… Lalu dengan gelora debar di dada, gemuruh QT kelola menjadi tekad yang kuat untuk berupaya sungguh2 perbaiki diri, meninggalkan perbuatan buruk, berjanji tak akan mengulangi! Tentu jika seorang manusia, pemilik kebun, menjumpai pekerjanya menangis seperti ini, ia takkan sampai hati, mulai luluh, tak jadi marah dan memecatnya, malah memberikannya kesempatan kedua, kesempatan yang tentunya tak boleh disia2kan untuk QT buktikan, bahwa QT tak ingin mengecewakan untuk kedua kalinya! Jika manusia saja punya sifat welas asih seperti itu, apalagi TUHAN, KHAN??? YANG MAHA PENGASIH DAN MAHA PENYAYANG…
Karenanya, sudahkah QT ambil "waktu" QT barang sejenak, untuk merenungkan semuanya ini?… Perjalanan hidup hingga detik ini, penggalan demi penggalan, seperti memilah track dalam DVD, terlihat jelas semua peristiwa masa lalu, apa yang QT perbuat, apa yang QT lakukan, sudahkah mendekatkan QT pada-Nya? Ataukah malah menyeret QT ke jurang kemaksiatan, membawa QT kian menjauh? Dari Tuhan? Dari Allah?… Adakah upaya QT untuk kembali pada-Nya? Untuk memperbaiki kesalahan2 yang diperbuat, meninggalkan perbuatan2 dosa, nista, mengisi sisa hidup dengan kegiatan bernilai sarat makna, sebelum tiba akhir dari kontrak kerja, "masa" QT bernyawa di dunia? Saat ajal menjemput, dicabut Malaikat Maut?…
Renungkanlah Saudaraku…
Belum tibakah waktunya?
Mari kembali pada-Nya…
—
Semoga tulisan sederhana ini sedikitnya bisa menggugah, sekedar percik air pagi buta, cukup untuk mengerjap2kan mata, sebelum bangun dari tidur yang panjang, untuk sadar, waktu Subuh hampir tiba! Syukur2 lalu bangun, ambil wudhu, shalat sunnah fajar, adzan berkumandang! Seruan Hayyaa ‘alaashshalaaah!… Marilah QT shalat! Bermakna kembali pada-Nya… Lalu Hayyaa ‘alal falaah! Yang berarti marilah QT menuju kemenangan! Ya, kemenangan dunia dan akhirat! Sukses hidup di dunia, dan selamat di akhirat! Maka setelah QT dengan khusyu’, tuma’ninah, menyelesaikan shalat Subuh, bersiaplah menyongsong datang sang fajar, kokok ayam pagi hari, memulai kegiatan hari baru hidup di dunia, menyambut gembira kesempatan untuk beramal shalih, menebar kebaikan, menolong pada sesama, bermanfaat dan hidup dengan terhormat bermartabat! Sebelum menutup mata untuk selama2nya…
Moga ada manfaatnya, yang benar datangnya hanya dari Allah, segala kesalahan bermuara kembali pada diri ini, kesalahan di luar dari tanggungan percetakan! ^^; Mari luruskan niat, sempurnakan ikhtiar, mulai melangkah, dan bersandar ketika lelah hanya kepada Allah! Teruskan perjalananmu! Hingga ke akhir "masa"-mu! Jadikan hidup QT yang hanya sekalinya ini bermanfaat, bermaslahat bagi umat, berguna bagi sesama, bermakna bagi dunia, bernilai di akhiratnya! Gapai SUKSES gemilang hidup di dunia, dan Insya 4JJI SELAMAT juga di akhirat nanti!
Amiin Allahuma Amiin…
—
(N of part 1)
Kido Kamen =)
PS: Dah pada sarapan?
Nc breakfast n F nc Ds yach! ^^;v
April 26th, 2006 at 3:22 am
Wawancara Michio Kaku tentang Parallel Universes di BBC Homepage Science:
“Teori-M mendefinisikan 11 dimensi ruang dan waktu, terdiri dari 10 ruang dan 1 dimensi waktu. Jika kita berbicara quantum parallel universes, maka barangkali ada alam yang “mirip” dengan alam semesta kita. Semua dimensi “bergetar” dan membuat alam semesta kita ikut “bergetar”. “Getaran” tersebut tampak seperti cahaya. Alam semesta manusia berada di 4 dimensi (3 dimensi ruang + waktu), sisanya (di luar itu) hyper-space yang terdiri dari 7 lapis dimensi ruang. Alam semesta yang terdekat hanya berjarak kurang dari 1 mm saja. Uji coba akan dilakukan di Geneva beberapa tahun mendatang, untuk pengembangan selanjutnya.”
(Sumber: Arifin Muftie, Matematika Alam Semesta, Kiblat, 2004, hal. 95)
—
Dalam “Memahami Al-Qur’an” karya Muhammad Abdul Halim, atau “The Religion of Islam” buah pena Maulana Muhammad Ali, dijelaskan tentang ‘Arsy, yakni kursi (singgasana) Allah, di dalam ayat Al-Qur’an, yang bermakna power and authority dominion, “Majelis Langit”, atau “Wilayah Pemerintahan Kosmos”.
Di sisi sains, ‘Arsy adalah wilayah hyperspace, dimensi lebih tinggi dari alam semesti kita yang dikenal. Isi alam semesta, 5% objek angkasa seperti bintang dan planet-planet, 25% dark matter, dan sisanya 70% adalah dark energy. Elemen kimia, hidrogen, unsur air melimpah ruah (99,9%), karena H2 adalah elemen paling ringan. Bintang baru mengubah hidrogen menjadi elemen kimia yang lebih berat, Helium. Baca Encyclopedia Outerspace dari David Darling atau keterangan ahli kosmos Sir Martin Rees dan ahli Fisika Teori Dr. Michio Kaku: Our Cosmic Habitat dan Parallel Universes.
—
“Katakanlah: ‘Siapakah Yang Empunya langit yang tujuh dan Yang Empunya ‘Arsy yang besar?’” (Q.S. Al Mu’minuun: 86)
“Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezkinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh mahfuzh).” (Q.S. Huud: 6)
“Dan Dia-lah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, dan adalah singgasana-Nya (sebelum itu) di atas air, agar Dia menguji siapakah di antara kamu yang lebih baik amalnya, dan jika kamu berkata (kepada penduduk Makkah): “Sesungguhnya kamu akan dibangkitkan sesudah mati”, niscaya orang-orang yang kafir itu akan berkata: “Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata.”
(Q.S. Huud: 7)
“Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas ‘Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam.”
(Q.S. Al-A’raaf: 54)
—
Tambahan fakta aja sich, supaya lebih ilmiah!
Mudah2an bisa menambah keyakinan QT… Jadi bukan gw ngayal! Hehehehe ;p
April 26th, 2006 at 4:41 am
Jadi, kemungkinan, BENAR! =)
Berdasarkan penelitian yang diungkap Michio Kaku di atas, bumi QT berada di 3 dimensi ruang + 1 dimensi waktu, dan telah ditemukan dari “getaran” dan lapisan cahaya yang dihasilkan, bahwa sangat mungkin terdapat Parallel Universes! Bertumpuk di atas QT, atau QT yang berada di dalamnya! Masih ingat tentang perumpamaan Kido, dimensi 2 dunia semut di dalam dimensi 3 dunia QT?
Dimana di atas 4 dimensi yang meliputi alam QT (3 dimensi ruang + 1 dimensi waktu), masih ada 7 lapis dimensi yang lebih tinggi, atau dengan kata lain, ada 7 lapis langit di atas semesta QT…
Total jadi 4 + 7 = 11!
—
QT yang muslim biasa diajarkan berdzikir Subhanallah, Walhamdulillah, Wallahu Akbar, dalam kelipatan 11!
Umumnya 33 = 3 x 11!
Lalu membaca Laa ilaaha illallah 3x! Baru bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW, setelahnya QT memohon do’a kepada Allah…
Shalat Tarawih + Witir = 8 + 3 = 11 raka’at = 1 x 11!
Asma’ul Husna atau nama2 yang indah dari Allah ada 99, yakni 100 - 1! 99 = 9 x 11! =)
Kalimat “Al-Asma’ul Husna” sendiri jika diurai per huruf Arab terdiri dari 11 huruf!
Selisih kalender Masehi yang berdasarkan peredaran matahari dengan kalender Islam Hijriyyah yang didasarkan peredaran bulan adalah 365 - 354 hari = 11 hari!!
Penjelasan ilmiahnya, baca NASA edu:
http://liftoff.msfc.nasa.gov/news/2000/news-newyear.asp
Coincidence?
—
OK! Sekarang QT konsen ke 7 lapis langit! =)
Simak bagaimana Al-Qur’an memberi penjelasan…
—
“Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah menciptakan tujuh langit bertingkat-tingkat?” (Q.S. Nuh: 15)
“… dan Kami bina di atas kamu tujuh buah (langit) yang kokoh,” (Q.S. An-Naba’: 12)
“Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi. Perintah Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwasanya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan sesungguhnya Allah ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu.” (Q.S. Ath-Thalaaq: 12)
“Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa. Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.” (Q.S. Fushshilat: 12)
“Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?” (Q.S. Al-Mulk: 3)
—
Di dalam Al-Qur’an berulang2 Allah tekankan bahwa di atas QT terdapat 7 lapis langit!
Karena bumi itu bulat, maka logikanya QT yang berdiri di atasnya seperti semut yang menempel di bola! (Kebayang khan? ^^;) Seandainya bola itu QT masukkan ke dalam kontainer ruang hampa sehingga jadi mengapung, maka kemanapun QT menengadah, ruang hampa yang mengelilingi bola tentu QT anggap “atas”! Masuk akal?

Sekarang jika kontainer dimasukkan ke dalam kontainer lebih besar, lalu berikut isinya dimasukkan ke dalam kontainer yang lebih besar lagi, dan begitu seterusnya, menjadi lapisan kontainer, maka jadi kebayang khan? Kalo ada 7 kontainer yang semakin besar hingga semua kontainer yang lebih kecil masuk di dalamnya, seperti apa lapisan-lapisan langit di atas bumi QT?
—
Sekarang gw jadi lebih “nyambung” yang dimaksud dengan tujuh lapisan langit!! =)
Dulu anggapan gw 7 lapisan itu adalah 7 lapis atmosfir! Bisa juga sich! ^^; Tapi terlalu simpel!
7 itu angka unik! QT umumnya biasa mendengar istilah 7 lapis langit, 7 lapisan atmosfir, bahkan 7 lapisan kulit elektron! Dari perbandingan terbesar hingga yang paling kecil! Sungguh bukan “KEBETULAN”!
Melainkan “KEBENARAN”!
Kenapa ada 7 hari seminggu?
7 warna pelangi! Me-ji-ku-hi-bi-ni-u, ROY-G-BIV, kata orang Londo sich! ^^; 7 bidadari Kahyangan, hehehe, mulai ngaco! ^^;
—
Sungguh Al-Qur’an itu bagai sumber mata air yang tak ada habis2nya, semakin digali semakin banyak permata yang QT temui, lautan kaya ilmu yang luas, samudera yang memendam pengetahuan yang tak terbatas! Yang harus QT lakukan hanya seperti wahyu yang pertama kali diturunkan:
“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam (tulis baca), Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.” (Q.S. Al-’Alaq: 1-5)
—
Kitab-Nya tentu saja adalah panduan yang lengkap, komprehensif, sempurna dan paripurna, berfungsi segala zaman! Seperti buku panduan waktu beli handphone baru! Tinggal ikuti instruksi untuk mengoperasikan! Semua ada di sini, syaratnya sederhana aja, asalkan QT mau membaca dan mengkajinya! Perintah pertama kepada manusia: “Bacalah!”
Bukan sekedar membaca yang tersurat, tapi juga yang tersirat, tanda2 kebesaran dan keberadaan Allah, melalui ciptaan-Nya yang terserak bertaburan di alam sekitar QT bahkan pada diri QT sendiri lho!
Maka ibarat beli Communicator yang kaya fitur dan teknologi mutakhir, tapi ternyata cuma dipake buat telpon ama SMS! Halah! ^^; What a waste of resource! Udah beli mahal2! ;p Begitu juga Al-Qur’an! Udah tinggal baca aja, sayang kalo ga digali!
—
“Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh laut (lagi) sesudah (kering)nya, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (Q.S. Luqman: 27)
—
Kalimat Allah maksudnya ilmu Allah, yang diajarkan kepada QT sebagai ilmu pengetahuan.
—
“Dan sesungguhnya Kami telah berikan kepadamu tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang dan Al Quran yang agung.” (Q.S. Al-Hijr: 87)
—
7 ayat yang dibaca berulang2, lagi2 ketemu 7 lagi khan! ^^; 7 ayat tersebut adalah surat pembuka Al-Qur’an, yakni Al-Fatihah! Selalu dibaca di dalam tiap raka’at shalat! =)
Harusnya QT sadar, masa udah dibaca berulang2 masih ga ingat2 (atau pura2 lupa) juga ama Allah?
Malu donk ach! ^^;
—
“Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun.” (Q.S. Al-Israa’: 44)
—
Jika bahkan benda mati dan makhluk hidup lainnya pun punya cara sujudnya masing2 pada Allah, tasbih memuji nama-Nya, bagaimana dengan QT?
Yang mengaku punya Kitab, umat Islam?! Ehm2! ^^; Koq NT senyum2 Mas?
Jadi kapan terakhir buka Al-Qur’an? T__T