N he comes home…
Uncategorized April 21st, 20063 kata yang berbeda, tapi homofon, sama kedengarannya
RELIEVE, RE-LIVE, REAL-LIVE… Bukan salah ketik seharusnya "life" lho, emang "live" koq =) Adalah 3 kondisi yang sedang Kido coba untuk alami saat ini… Pertama merasa lega, kedua mencoba untuk "hidup" lagi, dan ketiga "hidup" dengan benar2… Bismillah dan Insya 4JJI…
—
Udah lama ga nangis =) Hmm… Tadi waktu shalat Jum’at, tau2 aja sepanjang berdiri sejak takbiratul ihram sampai imam selesai melantunkan ayat2 panjang Al-Qur’an usai surat Al-Fatihah, tiba2 sesak di dada begitu saja pecah, dan air mata pun tumpah, perlahan, menetes basah, makin deras, mengalir, haru, dan sedih…
Haru, karena ga nyangka… Masih bisa menangis, kupikir selama ini hati ini telah mengeras… Walau tak sampai membatu… Sudah lama agaknya tidak aku baca Firman-Mu… Meresapi dan merenungkan kebenaran maknanya… Mengisi kosong di jiwa, mencari ketenangan dalam lantunnya… Mensyukuri segala nikmat dan berkah yang Kau berikan dalam tiap tetes embun, hangat terpa mentari, sapa cicit burung waktu pagi hari, gemericik air, segala nyanyian alam, yang seolah lama tak pernah lagi kudengar, terhimpit suara bising hiruk-pikuk klakson mobil ramai orang lalu-lalang, di tengah hari2 yang penuh dengan kesibukan, aku merasa kesendirian, keterasingan di keramaian, jiwa2 kesepian, hai, kemanakah hendak mencari kawan? Padahal semut dalam lubang di tanah pun tak luput Engkau berikan rezeki, anak burung yang belum bisa terbang Kau tanamkan kasih sayang pada induknya untuk mencarikan makan, bahkan harimau betina yang buas pun takkan tega menerkam buah hatinya, dan aku…? Segala nikmat yang Kau berikan padaku, nikmat sehat, nikmat keyakinan, iman, kecerdasan, kekuatan, kebagusan penampilan, kemuliaan, rezeki yang mengalir, dalam bentuk apapun, seperti air yang mengikuti apapun wujud wadahnya, sesungguhnya semua nikmat dari-Mu itu takkan sanggup aku menghitungnya… Betapa berlimpah, deras tercurah setiap saat, tapi mengapa lepas tak kurasakan? Luput dari perhatian? Apakah karena perasaanku saat ini sepenuhnya tengah tertumpah? Tercurah pada hal lain? Pikiranku terpusat, hatiku terpikat, pada sesosok makhluk cantik, indah, dalam setiap gemulai, luwes gesture, dan gerak-gerik tingkahnya, kecerdasannya, kepolosan sikapnya, matanya yang "hidup" sanggup berbicara lebih banyak dari yang ia katakan, kontras dengan pembawaan sifat diam dan dinginnya, ketika tersenyum ia terlihat begitu bening, cerah, ramah, bersahabat, hangat, panas, seperti sorot mentari yang jatuh di atas salju, melumerkan beku hati, mencairkan keraguan, menghangatkan suasana, membuatku menaruh hati padanya… Dunia dan seisinya, bahkan sampai penciptanya(!), kuabaikan, tak kuanggap, kunafikan, kutepikan, kulenakan, tampak kecil di mataku, karena di mataku hanya ada dia seorang! Sosoknya sepenuhnya sanggup membutakan hatiku, benar cinta itu buta, ia membuatku mereguk dan mabuk lupa segala2nya dalam cinta!…
Ah, kalau kusadari sekarang, betapa malunya… T__T
—
Padahal ga tau arti bacaannya, surat yang dibaca Imam, tapi lantunan yang syahdu dan kekuatan daya terobos dobrak ayat2 mengalirkan getar2, mengelus nurani kalbu, seperti cahaya yang menembus pekat, relung2 dalam hati dan jiwaku, hati yang tengah diliputi kesuraman dan gelap, bagai menemukan secercah pelita, jiwa yang tengah kering dan kosong bak terpuaskan rasa dahaga, seperti gelas hampa yang diisi air bening terus mengucur dituangi, naik, naik, bertambah sehingga penuh dan meluber keluar kemana2, krucuk-krucuk-krucuk-krucuk… Ada dorongan ingin meluap tumpah dari dalam, gelombang demi gelombang, naik turun, debar2 bergemuruh dalam dada, mendesak dan mendesak ingin keluar, bergerombol, bergulung2, bagai ledakan yang tak tertahankan, jebol! DHUAAARRRRRR!!!…
Lagi pengen nangis aja… Ternyata aku berhasil…
—
Sedih, karena aku sadar, dan malu, betapa aku kala letih dan lelah, hari2 belakangan, telah salah memilih untuk bersandar!… Semula aku kira aku bisa menaruh percaya, menggantungkan harapan pada makhluk cantik itu… Sosoknya yang menggetarkan, dalam kesederhanaan yang menjadi daya tariknya, aku tahu aku bukan hendak menuhankan dia, ga ada pikiran itu!! Keyakinanku tetap mantap pada-Mu! Hanya saja… Lihatlah, ia sungguh begitu indah, istimewa, Kau menciptanya dengan sentuhan begitu sempurna di mataku… Membuatku mengharap, berdebar2, dan rela untuk bersabar, menanti, hingga ia membuka diri, dan menyambut uluran hangat tanganku… Dan aku terus menanti, mencoba untuk percaya, suatu saat akan ia sadari, ada hadirku di sini, aku menanti untuk dapat bersanding bersamanya, mendampingi hari2 di dalam suka dan duka… Bertahan untuk tetap tegar tersenyum, dalam tulus, dalam kasih, dalam rindu, dalam getir, dalam malam2 panjang, dalam tangis diam2, dalam teriakan pedih dan panjang di dalam hujan, dalam ragu, kesangsian, kesepian, penantian yang bagai tiada akhir, yang pada akhirnya dengan berat kusadari harus kusendiri yang akhiri, dengan hampa, tangan kosong, tak mendapat apa2, tanpa hasil, segala yang kuberikan, kulakukan, hanya kesia2an…
—
Seindah apapun ternyata ia tetaplah makhluk, ciptaan yang tak pernah bisa sempurna, sesempurnanya ia di pandanganku, mata yang kugunakan untuk menatap ini pun hanya ciptaan, yang diciptakan banyak kelemahannya… Ia, gadis itu, nyatanya pun makhluk, yang juga punya harapan, cita2, cinta, rindu, yang ia gantungkan pada seseorang, mungkin aku… Mungkin juga bukan aku… Ia pun menanti, dan suatu saat mungkin lelah, lalu menyerah… Ia makhluk yang lemah, sama saja sepertiku…
Tempatku bersandar ternyata sama seperti aku, rapuh, goyah, labil, lemah… Selemah tongkat rapuh termakan rayap, saat kutekan untuk menahan berat, ia malah menjatuhkanku tersungkur… Terima kasih Tuhan telah kau kembalikan lagi kesadaran… Bersandar kepada makhluk, menggantungkan harapan kepada sesama yang menggantung harapan, makhluk, hanya membuatku terpuruk, sia-sia belaka… Seharusnya aku cukup hanya bersandar pada-Mu! Sang Khalik, Tuhan Yang menciptakan semua makhluk dalam sebaik2 bentuk, Yang tidak membutuhkan apa2 dari makhluk-Nya, sebaliknya Kau-lah puncak dan tempat menggantungkan harapan dari para makhluk… Bersandar pada Yang Maha Kuat adalah pilihan terbaik dan bijaksana, takkan lelah, takkan goyah, pastilah kuat dan kekal, yang harus kau yakin hanya, percayalah! Bersandarlah! Dan yang terbaik pun akan segera didatangkan-Nya, Insya 4JJI…
Ku ingin kembali padamu Yaa Allah… Ampunilah… Deras tangis ini makin membanjir usai kubersujud tuk yang terakhir kali, sebelum duduk tahiyat… Kedua mataku basah terbanjiri, semenurun lereng pipiku mengalir air mata kehangatan, sehangat batu yang retak lalu pecah oleh tetes2 penyesalan yang konsisten jatuh di satu titik yang sama, bertaubat kepada-Mu, air mata mohon ampun di hatiku, hati yang semula dingin hampir mati, kini menemukan lagi resapan basah dan cinta yang sejati, kehangatan, ketenangan, ketenteraman, hanya dengan kembali kepada-Mu… Hati yang cukup lama teronggok "mati", seolah mulai berdenyut, berdetak lemah, kembali hidup lagi…
Aku merasakan kedamaian yang tiada tara… Saat ini ketenangan begitu menyelimuti… Hati ini bagai lautan yang diam dalam sunyi, tanpa angin yang menggolakkan gelombang… Tak ada gerakan alam, sungguh tenang… Usai shalat, aku bergegas kembali ke ruangan, membuka dan memilah tumpukan tinggi buku2 koleksiku, akhirnya kutemukan, buku lama yang rasanya sudah berbulan2 tidak aku sentuh, apalagi aku baca, sedikit banyak berdebu di atasnya… "Samudera Al-Fatihah", karangan H. Bey Arifin… Kubuka dan kubaca lagi surat pembuka Kitabullah itu… Kurasakan getaran yang tenang di dalam kalbuku… Seraya kubaca dan kurenungkan lagi artinya, coba resapi maknanya… Seakan ini bacaanku yang pertama kalinya…
—
Bismillaahirrahmaanirrahiim…
Dengan menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih (lagi) Maha Penyayang…
—
Aku ingin belajar lagi, dari awal! Untuk mengenal-Mu lebih dekat dan bersandar pada keyakinan pada-Mu… Saat aku goyah, lelah, lemah, beri kekuatan… Saat aku lupa, lalai, lama tersesat, hanya berputar2, kebesaran kasih dan rengkuh sayang-Mu tetap sabar menanti dan menuntun hingga ku kembali pada-Mu…
Aku ingin pulang, mengetuk pintu-Mu… Bukakan pintu hatiku dan mudahkan aku untuk menerima dan meresapi lautan ilmu, samudera hikmah, pelajaran, petunjuk-Mu…
Bersandar kepada makhluk, sia2, makhluk juga mencari tempat sandaran, tempat bergantung dan menaruh harapan. Bersandarlah pada sang Pencipta makhluk, sang Pemilik yang menggenggam tiap jiwa, pasrahkan segala keyakinanmu hanya pada-Nya, dan kau akan menemukan, betapa Ia takkan pernah meninggalkanmu dalam sia2, tak akan mengecewakan, jika engkau sungguh ingin dan mencoba untuk kembali pada-Nya…
Aku ingin pulang…
Bismillah…
Semoga dengan ini aku dapat mengikhlaskan, merelakan segala bayangan, melepasnya pergi dengan hati lapang, dan senyum tetap terkembang…
I L@ U GO…
—
Dan semoga dalam perjalananku yang selanjutnya, akan kutemukan cinta yang sejati, yang layak kucintai sepenuh hati, dan mencintaiku sepenuh hatinya, yang tidak sampai membutakan hatiku, cinta sewajarnya saja, yang tidak mengalahkan besar cintaku kepada-Mu! Yang kucinta karena mencintai-Mu! Maafkanlah Yaa Allah, ampuni aku…
Astaghfirullahal ‘adziim…
Bismillah…
Do’akan yaa…
Aku melangkah…
—
Kido Kamen =)
April 21st, 2006 at 1:46 am
With many tnx 2 Heni =) Makasih ya buat bulbornya (Instan respon euy!^^;) Makasih juga tadi pagi ma Wiwied nemenin maen PNO, hehehe ;p F nc vKn n future life, n semoga ketemu ya “INUE”-nya! ^^; Qp fightin’ Girl! Go Go Go Go! =D
—
As posted By Heni, in Bulletin Board on Friday, April 21, 2006 2:15:00 PM
Subject: niy puisiny ^_^
—
Bila Aku Jatuh Cinta
Ya Allah,,
jika aku jatuh cinta,
cintakanlah aku pada seseorang
yang melabuhkan cintanya pada-Mu,
agar bertambah kekuatan ku untuk mencintai-Mu.
Ya Muhaimin,,
jika aku jatuh cinta,
jagalah cintaku padanya
agar tidak melebihi cintaku pada-Mu
Ya Allah,,
jika aku jatuh hati,
izinkanlah aku menyentuh hati seseorang
yang hatinya tertaut pada-Mu,
agar tidak terjatuh aku dalam jurang cinta semu.
Ya Rabbana,,
jika aku jatuh hati,
jagalah hatiku padanya
agar tidak berpaling dari hati-Mu.
Ya Rabbul Izzati, ,
jika aku rindu,
rindukanlah aku pada seseorang
yang merindui syahid di jalan-Mu.
Ya Allah, ,
jika aku rindu,
jagalah rinduku padanya ,
agar tidak lalai aku merindukan syurga-Mu.
Ya Allah,,
jika aku menikmati cinta kekasih-Mu,
janganlah kenikmatan itu melebihi,
kenikmatan indahnya bermunajat
di sepertiga malam terakhir-MU.
Ya Allah,,
jika aku jatuh hati pada kekasih-Mu,
jangan biarkan aku tertatih dan terjatuh
dalam perjalanan panjang
menyeru manusia kepada-Mu.
Ya Allah,
jika Kau halalkan aku merindui kekasih-Mu,
jangan biarkan aku melampaui batas
sehingga melupakan aku
pada cinta hakiki dan rindu abadi hanya kepada-
Mu.
Ya Allah
Engkau mengetahui bahawa hati-hati ini
telah berhimpun dalam cinta pada-Mu,
telah berjumpa pada taat pada-Mu,
telah bersatu dalam dakwah pada-MU,
telah berpadu dalam membela syariat-Mu.
Kukuhkanlah Ya Allah ikatannya.
Kekalkanlah cintanya.
Tunjukilah jalan-jalannya.
Penuhilah hati-hati ini dengan Nur-Mu
yang tiada pernah pudar.
Lapangkanlah dada-dada kami
dengan limpahan keimanan kepada-Mu
dan keindahan bertawakal di jalan-Mu.