7) REVIVAL #1!! ^^;v

Uncategorized No Comments »

Hampir 1 bulan sudah… Awalnya tak banyak yang menyadari, dunia tetap sibuk dengan hiruk-pikuk lalu-lalang dan kesemrawutannya sehari2, tapi satu2, lama2 orang mulai bertanya2, kasak-kusuk bertebaran di udara, ada apakah gerangan? Apa yang terjadi? Menghilang kemana? Ada yang pernah melihat? Mengapa tak ada kabar beritanya? Raib tanpa jejak, bagaikan amblas ditelan bumi…

M.I.A (Missing in Action) Ada apa dengan Kido?

Sementara, nun jauh di perut bumi, anak kecil bertopeng si Kido Kamen yang sudah melepas topeng, merasakan kebebasan hidup, berlarian, berenang, bersuka ria mengejar kupu2 lincah liar, bertelanjang bulat (jangan dibayangin!! ^^;) menyelam di telaga bening yang dingin menusuk luar biasa, hiyaaaaa… JBURRRR!!! Menjalani hari2 penuh tawa yang sejenak membuatnya larut dalam kegembiraan dan melupakan kesedihan, kepedihan hidup di dunia atas sana, tawa yang betapapun kerasnya ia gemakan hanya memantul kembali ke dasar jurang, dan hanya bisa didengarkan olehnya, dan kupu2 tentunya! Tawa getir dalam kesendirian di “surga kecil” dasar jurang!

Dan akhirnya aku pun merasa lelah…

S@ D8 n Tym…

Hmm, sudah 2 minggu lagi, sejak aku menemukan “surga kecil” ini. (Yg belom tau baca kisah Kido di blog sebelumnya ya? ^^;) Walau tidak bisa dibilang keadaan lebih baik dari jurang “sebelah” tempat aku terperosok pertama kali, namun setidaknya dasar jurang ini bagaikan taman firdaus dibandingkan padang tandus. Di sini aku tidak lagi merasa takut akan kelaparan, buah2an tumbuh dengan lebatnya, air berlimpah untuk mandi dan minum di telaga, selama hampir 2 minggu aku di jurang ini, aku telah mengumpulkan hampir seluruh tenagaku yang hilang setelah ancaman kelumpuhan total akibat patah tulang saat terjatuh dan mati oleh kelaparan, payah oleh kehausan…

NRG check…

Loading…

Status: 74%

Kurang sedikit lagi. Oya, aku belum cerita, selama 2 minggu ini, disamping melatih tenaga dalamku (cerita lho! ^^;) aku juga telah menelusuri tiap pelosok jurang ini, dan aku menemukan banyak hal menarik di sini. Di antaranya buah2an, yang ranum dan segar, seperti apel tetapi lebih kecil, bak buah pir tetapi berwarna merah. Aku sendiri tak tahu apa nama buah ini, tapi rasanya hmmm… Lezaaat! Dan yang mengagumkan, cukup mengenyangkan! Aku tak lagi harus bertahan hidup dengan makan dedaunan seadanya. Dan tanpa aku sadari, sejak mengonsumsi buah ini, pemulihan tenaga dalamku jadi lebih cepat! Selain Gwa-Kang (tenaga luar)ku bertambah kuat, Lwee-Kang (tenaga dalam)ku pun meningkat dengan pesat! Di sudut lain jurang ini, terdapat taman bunga, entah siapa yang merawatnya, tapi taman itu tumbuh begitu alami, dan yang menarik, di taman bunga ini selalu dipenuhi kupu2 berwarna kuning, jumlahnya sampai ratusan barangkali. Jika sedang jenuh, aku bermain berlari2 mengejari kupu2, setelah lelah, aku berbaring dan tertawa2. Saat itu baru aku menyadari, bahwa sebelum ini pun, sebelum aku terperosok jatuh ke dalam jurang, di dunia atas sana, sebenarnya sama saja; untuk sekian lamanya aku tak menyadari bahwa selama itu aku bagaikan tengah mengejar kupu2…

Kupu2…

Yang keindahannya terletak dalam kebebasannya, di kala ia menari, saat ia berseri di taman hati, yang pesonanya malah surut meredup, saat kita mencoba tuk menangkapnya. Aku tak pernah bisa mengerti tapi memang begitu adanya… Kupu2 yang sempat singgah lama dalam hatiku… Kupu2 satu itu… Bibi guru? ^^;

Hmmm??!… =?

Aneh…

Beberapa hari ini aku juga baru saja menyadari. Belakangan, efek racun bunga cinta tak lagi bekerja seperti lazimnya. Biasanya, baru saja ingatanku melayang mengingat “dia”, efek kejut luar biasa akan menggelitiki tubuh ini (WAKAKAKA!! ^^;) hingga aku pingsan karena lemasnya! (Hosh… Hosh… ^^; Sama sekali tak lebih baik dari efek aslinya yang langsung muntah darah ^^;) Apakah karena…

Mungkin karena… Aku merasa… Sudah tak ada harapan lagi… Bagiku untuk keluar dari tempat ini? Dari dasar jurang ini? Dimana aku telah terperangkap hampir sebulan? Dan dunia luar sana tentu kini telah mulai menyadari hilangnya kepergianku? Dan media massa tentu telah mendapatkan berita heboh untuk diekspos besar2an pada judul headline-nya? (I’m d’artist!… Of my own life! ^^;) Tapi aku tak peduli… Persetan semua itu! Sejak terjatuh di sini aku telah menanggalkan semua topeng palsuku! Menemukan jati diri sejatiku! Sedangkan yang terjadi di luar sana bukan lagi urusanku! Satu2nya yang kupikirkan saat ini hanyalah…

Adakah ia pun merasa kehilangan diriku?…

Ahhh…

“Dia”…

Mengingatnya, berarti menelusuri kembali jejak rekam peristiwa penyebab aku sampai jatuh terperosok ke jurang sedalam ini. Waktu itu, sebulan yang lalu, tidak, 2 bulan lalu… Segalanya masih baik2 saja. Sedikit kesalahpahaman dalam hubungan soal biasa khan? Lagipula dia selalu tak mau ambil pusing. She’s all that phlegmatic cold, yeah… Seperti biasa, akulah yang selalu membesar2kan keadaan ^^; Sedikit perubahan dalam sikapnya bisa membuatku kalut, kalang kabut, dan kebingungan sendiri. Mungkin berlebihan baginya, tapi aku merasa itu respon wajar, karena sikapnya yang selalu dingin seperti itulah, yang membuat orang lain sulit meraba apa maksudnya sebenarnya…

Wanita memang makhluk peka, mereka berbicara dengan bahasa perasaan halusnya, memakai simbol2, kode2 rumit yang kompleks, yang harus diterjemahkan tak semudah membaca syntax bahasa C++ ataupun Java (walau C++ dan Java juga emang ga mudah khan? ^^;) berkalimat metafora, yang menyimpan penafsiran2 yang tidak melulu bisa diseragamkan artinya. Berbeda dengan lelaki! Kami makhluk sederhana, pada dasarnya pemalas ^^; (Tapi dia pernah bilang aku ini “pejuang” lho! ^^;v Yeah, C’s d’re-Zn I fought 4…) Lelaki pada umumnya enggan bersusah payah mengkodetifikasi pesan2 intrinsik yang dikirimkan via satelit pemancar gerakan non verbal yang konon 80% lebih memaparkan kondisi sebenarnya dibanding bahasa verbal yang seringkali bertentangan yang diucapkan dengan yang sesungguhnya diinginkan, oleh makhluk cerdas ekstra terrestrial yang bernama wanita…

Bagi kami, lelaki, makhluk primitif yang meski sederhana tapi tak lekang oleh zaman, melampaui uji waktu, bahasa yang kami kenal sesimpel bahasa Biner! Pilih 1 atau 0? ON atau OFF, YA or TIDAK?! Mau ama gw? Bilang!! Kalo ga mau ya udah!! ^^;

Agaknya kami memang datang dari 2 dunia yang berbeda… Men R from Mars, Women R from Venus; n Earth is just perfect comfort place 2 lay eggs, wakakaka =D BLETAK!! @~* Sensor!! ;p~ Hehehehe…

Antara aku dan dia memang seperti Yin dan Yang… Bertolak belakang, tapi saling melengkapi, saling membutuhkan… (Maunya tuch! ^^;) Tidak terlalu dekat, tapi juga tak kuasa tuk berjauhan (eloe aja kaleee!! ^^;) Seperti yang pernah aku bilang, agaknya aku telah kena kutukan, untuk selalu ada di sekitarnya, hehehehe ;p (Kayanya dia dech yang jadi ngerasa kena kutuk, ini orang kok “ngider” melulu kaya lalat aja? PLAK!! @~* Hiks, WATAAA!! =D) Bagai terikat oleh gaya tak terlihat, ikatan gravitasi, atau takdir? ^^; Yang membuat aku selalu saja tak bisa pergi, betapapun berusaha, lagi2 kembali lagi padanya…

Ada hubungan yang unik yang tak bisa dijelaskan dengan kata. Dia pendiam, aku bawel katanya! ^^; Dia tenang bak telaga, aku gemuruh bak gelombang samudera. Dia fokus, aku selalu berubah menyesuaikan ketajaman lensanya, walau sama2 dinamis, tapi dia lebih terukur pasti, sementara ketidakpastian selalu menyertaiku bagai sepasang sayap yang gelap, atau mendung yang bergayut memayungi langit kelam. Dia adalah nukleus, inti atom, sementara aku adalah elektron yang selalu mengitarinya tanpa lelah di setiap waktuku…

Dia pekerja keras, aku sebenarnya pemalas! (Sifat dasar lelaki?… BAH!! ^^;) Tapi sejak mengenalnya, aku menjadi beru… BAH!! ^^;v Aku belajar, bercermin kepadanya, dan ajaib!! Aku seolah menemukan diriku!! Di matamu ada aku! Di mataku ada kamu! ^^; Ga percaya? ;p U ga pernah mencoba memberanikan diri menatap mataku sich! Hehehe ;p Napa? Takut jatuh cinta?! ;) Wakakaka

Sejak aku mengenalnya, aku jadi terpacu, bersemangat untuk belajar dan bekerja lebih giat! Lebih keras! Waktu kuliah di Binus, membaca namanya terpampang dengan IP 4.00 di papan pengumuman, adalah lecutan keras untuk aku membuktikan, bahwa namaku juga bisa sejajar bersanding dengan namanya, di atas papan yang sama!! (Dan menjelang semester akhirnya, usaha kerasku pun terbukti! Hiks, senangnya… ^^;v Sayang kenalnya baru semester 6! Coba kalo dari awal! Khan jadi ada motivasi belajar?! =D)

Soal prestasi, aku cukup lumayan! =) Aku adalah spesies pembelajar dengan tipe superior yang membutuhkan tantangan, rivalitas, untuk maju! Jika tak ada tantangan, aku cenderung menganggap remeh lawan di depanku, dan tidak bersungguh2, walau tanpa bersungguh2 pun aku masih dapat mengalahkannya (ceilee! ^^; Emang gitu koq kata psikolog waktu gw tes IQ di umur 4 taon, dapet 133, gara2 ngotot pengen masuk SD tapi belom cukup umur, abis bosen di TK! Gitu aja, ga da tantangan! ^^;) tapi bukankah akan lebih baik lagi hasilnya jika aku mencurahkan segenap daya upaya untuk meraih hasil akhir terbaik? Sebaik yang aku sebenarnya mampu?! (Padahal dulu juara umum waktu SMU lho! ;p)

Motivasi. Aku menyadari, itulah kuncinya! Itulah yang lama hilang, dan baru kutemukan lagi, setelah aku mengenal dirinya. Gadis itu… Dialah pembangkit motivasi di dalam diriku. Ignition key, generator yang menyalakan kembali mesin diesel. Darinya aku menemukan sejatinya diriku. Setidaknya dia telah mengembalikanku ke track yang benar setelah mungkin sempat hilang pegangan banting setir lepas kemudi, akibat ngaco racing asal2an, ga pake peta pedoman, ga ada gambaran, asal ngebut, yang penting nge-track coyyy! =D Padahal mah salah arah, berlawanan, eleuh2… ^^; NGUEEENGGG… Ihiks! T_T Balik kanan bubar jalan! ^^;

Karena dia; dengan hanya menjadi dirinya, keberadaannya sejak kumengenalnya; telah membantuku menemukan kepingan2 dalam diriku yang hilang. Sebab itulah aku merasa sangat berterima kasih dan berhutang padanya. Meski ia tak pernah merasa telah berbuat demikian, menurutnya aku yang melebih2kan, tapi aku harus mengatakan hal ini padanya! I O U much! Dan sebersih niat tulusku padanya, aku merasa tak mungkin dapat membalas kebaikannya kecuali dengan satu2nya cara yang aku tahu, yakni dengan mencurahkan segenap perasaanku yang terdalam kepadanya…

“RASA CINTA…”

“Yang dulu t’lah hilang, kini bersemi kembali…” BGM: Ada Band – MASIH (SAHABATKU KEKASIHKU) Ai! Ini gw sendiri yang maen PNO 4 U lho! Z U 1 2 C me play? ^^; Met listenin’… =) Meanwhile, 2 B Kontinyut yee! ;p

Lagu Kapas & Trivia To Liong To

Uncategorized 2 Comments »

As posted in Bulletin Board on Tuesday, April 04, 2006 12:25:00 PM

Lagu Kapas… ^^;

Bgtu gw nybutnya! =) Mksdnya nyanyian ringan tnp beban, bagai kapas, nadanya riang gembira, seolah tak pny sedih, walau liriknya jk direnungkan pnh arti n pny bobot tersendiri. Ga tau nadanya sich, tp nemu lagu ini dr novel Golok Pembunuh Naga karya Chin Yung yg terkenal itu (trilogi ke-3 stlh Legenda Pendekar Rajawali & Kembalinya Pendekar Rajawali — Kwee Ceng & Yo Ko, masa ada yg ga kenal? ^^;) tepatnya buku ke-4 dr 7, hlmn 274-276, ada yg pny jg? ^^;

Lg iseng aja, stlh mgu2 ujian yg berat berlalu, pgn refreshin’, baca buku apa yaa? Akhirnya buka2 lg perpustakaan rumah n koleksi buku lama, oya! Gara2 ngeblog ga jelas yg nyerempet2 Sin Tiauw Hiap Lu (kisah Yo Ko & Siauw Liong Lie) ^^; akhirnya pgn baca ulg lg komiknya smp tamat (Sia Tiauw Eng Hiong & Sin Tiauw Hiap Lu gw pny komiknya smp tamat lho! ^^;v), tp ahh, kynya lbh seru baca novel, n yg gw pny dlm bentuk novel itu I Thian To Liong (Pedang Langit & Golok Pembunuh Naga), yg klo di film serial TV-nya dulu yg jd Thio Bu Ki sang tokoh utamanya itu adlh Tony Leung! Tp teteuph! Kharisma Andy Lau sbg Yo Ko tak tertandingi he4 ;p GUBRAK!! @~* Gw msh NORMAALLL! ^^; Buktinya msh ngejar2 Siauw Liong Lie ;p Eh bkn dink! Hny gadis bermarga Kwee, secerdas Oey Yong, secantik n sedingin Siauw Liong Lie, siapa ya? ^^;

Lg pgn nyanyi aja! ^^;v Tnp beban, ringan, riang, bagai kapas, bergembira, seperti Thio Sam Hong (Thio Kun Po) tertawa lepas saat menemukan ilmu Tai Chi-nya yg terkenal! Dsrnya ilmu Bian-Ciang atau Pukulan Kapas, mnrt hikayat lain dia terinspirasi dr waktu mengolah tahu, ato menyaksikan pertarungan gagak dgn ular, ato kalo versi Jet Lee itu wkt jd gila main2 bola dicelup di air n main boneka apa dah namanya yg dipukul berkali2 tp ga bisa jatuh balik lg balik lg? ^^; Yach, apapun, he was a maestro in martial arts n what he left is a masterpiece! =)

NEway, just 1 2 share, krn mnrt gw lirik lagu ini bagus n visualisasinya indah, khas puisi d zaman Tiongkok kuno; jg bisa menghilangkan sedih, duka, patah hati, or apalah! ^^;v Dinyanyikan oleh Siao Ciao buat Bu Ki wkt mrka kekurung hmpr tnp hrpn di lorong rahasia di dlm Kong-Beng-Teng =) Wkt itu drpd jengkel atau bermuram durja krn tak dpt keluar n kmgknan slmanya terkubur hdp smp mati, Siao Ciao memilih menyanyi utk menghilangkan sedih…

Syg ga tau nadanya, ini hnylah lagu rakyat zmn dahulu kala, ada yg mo aransemen? ^^; Bgnilah nyanyiannya =)

Bersandar di goa,
Membuat gubuk,
Biar melarat tetap bahagia,
Di tepi sungai berbincang dengan pencari kayu bakar,
Di gunung mencari sahabat lama,
Di angkasa berkawan dengan burung Ho,
Dia berhasil,
Dia menertawakan kita,
Dia gagal,
Kita menertawakan dia…

Di sungai membunuh Kauw, (thing like Dragon)
Di angkasa membunuh Tiauw, (like Eagle)
Di perbatasan memutar golok.
Dia berhasil,
Dia menertawakan kita,
Dia gagal,
Kita menertawakan dia…

Perubahan di dunia silih berganti,
Manusia harus menyesuaikan diri.
Nasib memutuskan kemakmuran atau keruntuhan,
Dalam kebahagiaan bersembunyi kecelakaan,
Dalam kecelakaan bersembunyi kebahagiaan.

Mana ada kekayaan abadi?
Dari angkasa, sang surya tenggelam ke Barat,
Dari bundar, sang rembulan somplak sebelah,
Di langit dan di bumi tiada yang sempurna.

Hilangkan kerutan alis,
Hentikan permusuhan remeh,
Paras muka di hari ini,
Lebih tua dari kemarin,
Yang lama pergi, yang baru datang,
Semua tak terlolos,
Yang pintar, yang bodoh,
Yang miskin, yang kaya,

Pada akhirnya badan manusia,
Tak bisa lari dari hari itu,
Hari ini ada kesenangan,
Nikmatilah kesenangan itu.
Siang dan malam seratus tahun,
Yang berusia tujuh puluh sudah jarang ada,
Sang waktu mengalir bagaikan air,
Gelombang demi gelombang.

Hari ini selagi ada kesenangan,
Nimatilah kesenangan itu.
Hari ini bila bisa berlatih,
Berlatihlah hari ini…

Yaa benar! ^^;v Bergembiralah! Tertawalah! Suka2! Huahaha! HUAHAHAHAHA! =D (N gw pun menikmati tawa yg semenggema tawa besarnya Thio Sam Hong! ^^;)

Kido Kamen =D

As posted in Bulletin Board on 07 April 2006 19:04:00

Trivia To Liong To ^^;

1. To Liong To?
Golok Pembunuh Naga, judul aslinya I Thian To
Liong, Pedang Langit & Golok Pembunuh Naga,
trilogi ketiga hits terlaris Chin Yung setelah
Legenda Pendekar Pemanah Rajawali (Sia Tiauw
Eng Hiong - Kwee Ceng, Oey Yong) & Kembalinya
Pendekar Rajawali (Sin Tiauw Hiap Lu - Yo Ko,
Siauw Liong Lie)

2. Jagoannya?
Thio Bu Ki, putera Bu Tong Ngo-Hiap Tio Chui San
& In So So dari Peh-bi Kauw, anak angkat Kim-mo
Say Ong Cia Sun

3. Inti cerita?
Perjalanan hidup Bu Ki dari nestapa terlunta2
masa kecil setelah kemelut yg menyebabkan
kedua orang tuanya yg berasal dari aliran
berlawanan (bapak bersih, ibu sesat) bunuh diri,
terkena tapak racun dingin Hian-Beng, dst. hingga
memperoleh secara tak terduga ilmu silat tertinggi
yg beratus tahun hilang, Kiu Im Cin Keng,
berturut2 Kian-Kun-Tay-Lo-I, jurus tertinggi Beng
(Mo) Kauw, dan ilmu Seng-Hwee-Leng dari Beng-
Kauw pusat di Persia, yg ujungnya menuntun Thio
Bu Ki sebagai Beng-Kauwcu pemersatu Beng-
Kauw yg terpecah belah, dan terakhir pemersatu
semua jagoan di Tionggoan untuk melawan tentara
Goan Mongol! Di latar belakangi perebutan Golok
Pembunuh Naga yg terakhir dikuasai Cia Sun
ayah angkat Bu Ki, perlambang Bu Lim Ci Cun (yg
terhebat di kolong langit), kecuali jika I-Thian-Kiam
(Pedang Langit - dipegang Biat Coat Su-thay dari
Go-Bi Pay) yg hanya 1-1nya yg bisa menandingi
telah keluar!

Quiz
1. Nama 7 Pendekar Bu-Tong
Song Wan Kiauw, Ji Lian Ciu, Ji Thay Giam, Thio
Siong Kee, Thio Cui San, In Li Heng, Boh Seng
Kok

2. Nama guru besar pendiri Bu-Tong-Pay
Thio Sam Hong (Thio Kun Po), sapa lagi? ;)

3. Nama ketua Beng-Kauw yg lama hilang?
Yo Po Thian

4. Nama 4 Ketua Petinggi Beng-Kauw
Ci San Liong Ong (Taykis), Peh Bi Eng Ong (In
Tian Cheng), Kim Mo Say Ong (Cia Sun) & Ceng
Ek Hok Ong (Wi It Siauw)

5. Nama 2 Wakil Ketua Beng-Kauw
Kong-Beng Ya Su (Yo Siauw), Kong-Beng Co Su
(Hoan Yauw)

6. Nama 4 Ketua Siauw Lim Pay
Kong Bun, Kong Ti, Kong Seng, Kong Kian

7. Nama otak jahat dibalik semua peristiwa besar
dalam To Liong To
Hun Goan Pek Lek Ciu alias Tapak Geledek,
Seng Kun!

8. Nama 4 wanita di kehidupan Thio Bu Ki
Tio Beng, Ciu Ci Jiak, In Lee, Siao Ciao

9. Akhirnya Bu Ki jadi ama siapa? ^^;
Tio Beng! ;) Alias Ming-Ming Temur, puteri raja
muda Mongol, Ji Lam Ong

10. Apa benang merah To Liong To dengan
prekuelnya?
Golok Pembunuh Naga & Pedang Langit dibuat
oleh Kwee Ceng & Oey Yong saat beberapa lama
setelah seri Yo Ko selesai, ketika kota Siang-
Yang semakin terdesak, dan mereka sepakat siap
mengadu jiwa di pertempuran terakhir. Rahasia I
Thian To Liong adalah pada disembunyikannya
Kitab Perang Gak Bu Bok & jurus Kiu Yang Cin
Keng di dalam keduanya, dimana cara
mendapatkannya harus saling menghantam
keduanya! Kwee Siang puteri Kwee Ceng adalah
pendiri Go Bi Pay, bersahabat dengan Thio Kun
Po pendiri Bu Tong! Selain itu menjelang akhir
cerita muncul gadis berbaju kuning misterius yg
menguasai jurus2 zaman Kwee Ceng & Yo Ko
serta berhubungan erat dengan Kay Pang warisan
Ang Cit Kong, bermarga Yo(!), memecahkan
misteri yg masih tersisa dan meninggalkan
pesan "di balik Gunung Ciong-Lam-San terdapat
Kuburan Kuno, sepasang Pendekar Rajawali tak
keluar lagi ke dunia persilatan"
, tebak2, siapa
yaa? ^^;

11. Ngapain nulis bulbor ini?
Abis tamat baca novel To Liong To, 7 seri, 3 hari,
tiap malem tidur sampe jam 2-an! (Abis seruuu!!!
^^;v) masih terngiang2 semua alur & nama2
bertebaran dalam kepala, ischyenk, pengen nulis
aja! ^^; Bahkan jurus2nya pun masih hafal!!
Wakakaka =D Apaan siyy? ^^;

Da ah! Pulang! In about time… Tnx 4 re-Dn, F nc
vKn semuanya! =D

Kido Kamen =)

6) LITTLE HEAVEN…

Uncategorized No Comments »

Aaaargghhh!! PLAK!! @~*

Aku kontan terbangun saat merasakan sakit di leherku! Sesuatu menggigitku! Refleks aku mengebatkan tangan dan menampar sesuatu, plakplakplakplak! Sesuatu hitam cukup besar terbang kelimpungan, menabrak dinding, lalu mengepak lagi dan menjauh, segera hilang di kegelapan malam dalam gua… Kelelawar!!

Seakan belum cukup cobaan, apa lagi ini? @_@ Tiba2 darahku serasa merosot, kepalaku pusing berkunang2, syuuuuut… Aku meraba leherku, ahhh sakit! Berdarah! Darah segar masih menetes dari bekas luka yang ditinggalkan, 2 titik kecil bolong menganga di leherku, yang bener aja! Masa… Kelelawar… Vampire?? T___T

Aku segera bersila, mengatur pernafasan dan mengerahkan Lwee-Kang (tenaga dalam), memusatkan di tantian, dan menghembuskan nafasku berirama, kusalurkan hawa prana menutup celah lukaku, rasanya agak mendingan, hangat, tapi bagian bekas tertancap taring itu membuatku merasakan gatal bersangatan… Selain itu kepalaku makin bertambah pusing, kurasakan kesadaranku berkurang…

Akhirnya aku pun tahankan diri, jatuh pingsan…

Krucuk3… Zaaaashhh… Zaaassshh…

Aku terbangun oleh suara lamat2 di kejauhan… Suara apa ini? Gelap… Agaknya aku masih di dalam gua, belum sampai ke nirwana, setidaknya masih lebih baik daripada di neraka, begitu pikirku. (Yeah, like Bn there? @~*)

Mulanya kupikir itu suara perutku yang kosong minta diisi lagi… Beberapa hari ini, well 2 minggu dan 2 hari, hingga terakhir saat aku tersadar, sejak aku jatuh terperosok dalam jurang bawah tanah yang dalamnya tak terkira, setelah berhasil berangsur2 menyembuhkan tubuhku yang hampir sekujur tulang patah dengan sedikit ilmu tenaga dalam yang (ceritanya ^^;) kumiliki, walau tak banyak membantu tapi setidaknya cukup untuk menghindarkanku dari kelumpuhan total, selama itu pula aku hanya bertahan hidup dari memakan dedaunan yang tumbuh liar di dasar jurang di sekitarku, dan minum dari tetes rembesan air yang untungnya walau perlahan tapi terus menetes tiap hari. Selama itu aku terus berupaya memulihkan kondisi dengan menerapkan Jurus Hati Gadis Suci yang kupelajari dari Bibi Guruku, bukan Siauw Liong Lie ^^; Aku juga bukan Yo Ko, nantilah, panjang ceritanya…

Kutajamkan pendengaranku, krucuk3…

Itu…

Itu…

Bunyi air?…

Dan Zaaaasshhh… Zaassshhh…

Apa aku tidak salah dengar? Dari gemuruh di kejauhan, sepertinya, itu bunyi…

Air terjun?

Seketika sepotong harapanku mencuat lagi. Airrrr!! Terjun!! Sungguh berlimpahan! Sudah 2 minggu aku tidak mandi! Seketika terbayang segarnya mandi dan minum air segar sepuasnya di air terjun! Sesaat aku terlupa pada sakit di leherku, dan segera tertatih mencoba bangkit dan berjalan, mencari sumber suara, arahnya keluar dari ceruk ini… Di suatu tempat di dalam lorong gua yang luas dipenuhi stalagtit dan stalagmit berusia entah, mungkin ribuan tahun?

Aku masih agak limbung, kepalaku nyut2an, ditambah lapar di perutku, ahh berapa lama tadi aku pingsan? Jangan2 berhari2? Tapi siang atau malam sudah tak berarti lagi bagiku. Sejak aku tersekap di dasar jurang hampir hilang harapan bisa keluar, hampir2 aku tak bisa membedakan siang dan malam, detik demi detik yang kujalani terasa sangat panjang, waktu seakan berhenti, meninggalkanku sendiri, terlupakan, terperosok di jurang kehampaan tiada arti. Meninggalkan tanda tanya yang hingga kini tak bisa kumengerti. Mengapa aku harus mengalami semua ini?…

Aku berjalan sambil meraba2 dinding gua dalam gelap. Mungkin sudah sepeminuman teh lamanya aku berjalan, kuterus merayap. Harapanku mulai timbul, karena semakin lama suara zaaaasshhh zaaaasshhh itu kian jelas datang dari suatu tempat yang tidak jauh lagi dari sini. Tertatih2 kupercepat langkahku seraya terus meraba dinding gua. Gua itu sendiri berliku2, kadang naik kadang turun. Terakhir turunannya semakin curam, aku sedikit mencengkeram dinding dan berpegangan, untungnya tekstur batu di dinding tidak beraturan, sehingga di sana-sini terdapat tonjolan2 yang bisa sekedar tuk berpegangan. Jalan turun semakin licin, sedikit kukerahkan tenaga dalamku untuk menahan berat serta laju tubuhku agar tidak tergelincir. Aku menapak, terus, semakin jauh…

Sejenak aku berpikir… Menurun sejauh ini, setelah aku bersusah payah mengumpulkan tenaga dalamku dalam 2 minggu ini dan mencoba Gin-Kang (ilmu meringankan tubuh) jurus Elang Terbang, nyatanya aku setelah mengerahkan hampir semua tenaga hanya mampu “terbang” hingga setengah tinggi jurang dimana aku telah terperosok jatuh. Beruntung pada tinggi ¼ tebing, ada semacam ceruk landai yang cukup besar tempat aku bisa berpijak dan istirahat sejenak. Jika langsung mengerahkan gin-kang untuk melompat ½ tinggi, aku mungkin keburu terputus nafas kelelahan… Aahhh, nasibku!

Tapi kembali berpikir, setelah berhasil naik hingga sepinggang jurang, ternyata aku menemukan gua yang ternyata dalamnya luas dan panjang penuh liku dan misteri ini. Namun kini, demi mengikuti rasa penasaranku dan keinginan untuk memuaskan dahagaku, mendengar suara air terjun dari kejauhan, aku menyusuri liku dalam gua yang terus menurun hingga kuperkirakan saat ini aku kembali sejajar dengan tinggi ¼ dari keseluruhan tinggi jurang! Ahhh, apa yang kupikirkan?! Lagipula mana mungkin ada air terjun di dalam tanah, di tengah gua yang tampaknya masih perawan tak pernah dijamah manusia seperti ini?!

Aku mulai sangsi, jangan2 berhalusinasi… Apa mungkin ini efek dari gigitan kelelawar saat aku tertidur? Kelelawar di gua ini gemuk2 dan besar, mungkin hampir sebesar anak kelinci! Terbang pula! Bergidik aku membayangkan digigit dan dikeroyok ribuan kelelawar dengan besar rata2 seperti itu, dalam sekejap saja aku mungkin sudah mati bolong2 serta kehabisan darah!! Membayangkannya aku langsung merinding… Bisa dibilang aku masih beruntung, hanya seekor saja yang menggigitku!

Tapi efeknya saja sudah begini menyeramkan… Tiba2 saja aku merasa ada cahaya tak jauh dari tempatku! Dalam gelap pekat ini, menemukan cahaya seperti bangun dari mimpi! Kukucek2 mataku, ahhh redup lagi! Apa aku bermimpi? Tampaknya kumulai berhalusinasi, tanpa sadar aku mengelus 2 titik lubang bekas gigitan di leherku, bulu kudukku berdiri. Tapi tekadku lebih kuat, aku harus dapat keluar dari tempat ini, ku melanjutkan langkahku…

Mungkin ada 3 bakaran hio lamanya aku berjalan terantuk2 dalam gelap, semangatku kembali menyala saat bunyi deras gemuruh itu terdengar kian dekat… Hingga akhirnya aku tiba di sebuah cekungan cukup besar, another cave! Aku merayap masuk ke dalam, suara itu semakin jelas… Aku percepat langkahku! Air! Aku harus minum!

Betapa kecewa aku ketika aku dapati, akhirnya aku tiba di ujung penantianku… Another dead end!! Jalan buntu!! T_____T UAAAAAHHH!!! Kesal pada langit, aku memukul2 dinding gua yang tebal sejadi2nya! Menumpahkan kemarahan, tanganku mengepal meninju2 menggunakan sedikit tenaga Kang (keras), Broolll! Broolll! Tanganku berdarah, tapi batu juga pecah! Aku tidak tahan lagi! Berteriak sekencang2nya, SIAAAAAAALLLLLLLLL!!!! Di puncak amarahku, aku mengumpulkan sisa energiku, menarik nafas dan mengerahkan salah satu jurus pukulan yang pernah kupelajari dengan otodidak, dari kitab peninggalan Kay-Pang (Partai Pengemis) yang tak sengaja kudapatkan di perpustakaan kuno di Halifax Public Library di Canada dulu (Hah? Ga nyambung banget! Ga mungkin kali yee? ^^; Biarin ah! Namanya juga cerita? ;p)

Jurus Sesal sang Naga dari Han-Liong-Sip-Pat-Ciang (18 Tapak Naga) ciptaan Ang Cit Kong, tetua Kay Pang, yang sempat menjadi jurus legenda saat digunakan oleh Kwee Ceng dari zaman Song Selatan untuk mempertahankan kota Siang-Yang dari gempuran tentara Kim dan Mongol. Sounds familiar? ^^; Iyalah, masa sich ga pernah nonton the Legend of Condor Heroes? ;p

Namanya juga cerita! ^^; Wakakaka… Da’ach! Lanjut! ;)

HUUUFFFSSHHH!! Aku mendorong sekuat tenaga dan HUAHHHHH!!! BLEDHARRRR!!! BROOOLLLLLL!!! Seketika dinding batu tebal di sudut buntu di dalam gua di depanku hancur lebur berantakan! Dan betapa terkejutnya aku saat mendapati… Di balik dinding itu…

ZAAAASSSHHH!!! ZZZAAAASHHHH!!!

Luar biasa!

Aku bagai berada di alam lain!

Nun di balik kegelapan dinding gua, terdapat sebuah ruang besar yang sangat luas, bagai sebuah lembah tersendiri di dasar jurang, lebih luas dari dasar jurang tempat aku terjatuh! Dan ajaibnya, tempat itu begitu asri, penuh tanaman hijau, dengan air terjun mengalir deras dari atas bergemuruh dan telaga luas hanya 5 meter di bawahku! Dan yang lebih mengherankan lagi, di atasku langit terbuka begitu cerah! Dan matahari bersinar dengan terik! Akhirnya aku melihat lagi alam bebas yang tak pernah kukira akan kulihat lagi! Aku sampai memicingkan mataku karena silau! Ahhhhh! Tuhan! Kau sungguh adil! Setelah berhari2 terbenam di kerak bumi, bagai di perut neraka, kali ini aku bak tiba di surga!!

Tak kuasa menahan kegembiraan yang meluap, aku segera berteriak sekencang2nya “TERIMA KASIH TUHAAAANN!!” dan melompat terjun bebas, BYUUUUUURRRRRR!!!!!…

Aku seketika membelah air dan meluncur deras ke bawah telaga yang dinginnya luar biasa! Uaahhhhh!! Pyuk! Pyuk! Begitu kepalaku keluar dari air dan kuapungkan tubuhku, berenang, aku menggigil! GILAAAA!! DINGIN BANGETTTT!! Tapi rasa dingin itu seolah terkalahkan oleh kepuasan tidak terkira saat kumengira aku telah berada di surga! Lupa oleh segalanya, aku berulang kali menyelam dan meminum air dingin sebanyak2nya…

Dua jam kemudian, aku sudah telanjang dada hanya memakai celana, terlentang membentang tangan dan kakiku, menatap ke langit lepas, kelelahan, dan tertawa… Hahahaha… Hahahaha…

Rasanya sudah lama aku tidak tertawa selepas ini! Sejenak aku lupa akan semua kesusahanku, segala penderitaan! Hingga perutku menggerus usus bagai mengingatkan… Ah ya, aku belum makan! ^^;

Seperti yang aku bilang, tempat ini bagaikan surga kecil di tempat sangat terpencil di perut bumi! Di sisi telaga, tumbuh tanaman dan buah2an dengan aneka rupa! Aku baru menyadari saat memperhatikan sekeliling dengan seksama, akibat tadi terlalu larut dalam kegembiraan dan hanya ingin segera berenang dan meminum air sebanyak2nya! ^^;

Bergegas aku bangkit dan memetik buah merah yang ranum, segar, menggiurkan. Bentuknya seperti apel, tapi lebih kecil, seperti buah pir, tapi warnanya merah. Aku bahkan tak sempat memikirkan buah apa itu, tampaknya begitu lezat, aku langsung menggigitnya, KRAUUSSS…

Benar!! ^^; Ahhh segar sekali! Seperti orang gila yang kelaparan berhari2 belum makan (memang betul khan? ^^;) aku bagai kesetanan memakan habis buah dalam sekejap, lalu memetik lagi, makan lagi, habis, dan memetik lagi, begitu terus, sampai aku merasa kenyang, dan tertidur terlentang dengan senyuman membentang…

Ini kali pertama dalam 2 minggu aku merasa kenyang! Tuhan sungguh baik, ternyata aku tidak dilupakan oleh-Nya! Hahahaha… Hahahaha…

Sekejap saja aku jatuh terlelap dalam ekstasi berlebihan bercampur kelelahan…

Hmm, Y don’t we l@ “me” F my abundant joys n total rest 4 awhile now? NEway tnx 4 re-Dn, enjoy d’scene, will continue soon! ;) NEway how’s Ur long vKn? Nu D, Nu hope, NFR lose hope! F nc Ds dN! =) Dah sarapan? ;)

Bersambung yee… ^^;v


Theme & Icons by N.Design Studio.
Entries RSS Comments RSS Log in