7) REVIVAL #1!! ^^;v
Uncategorized No Comments »Hampir 1 bulan sudah… Awalnya tak banyak yang menyadari, dunia tetap sibuk dengan hiruk-pikuk lalu-lalang dan kesemrawutannya sehari2, tapi satu2, lama2 orang mulai bertanya2, kasak-kusuk bertebaran di udara, ada apakah gerangan? Apa yang terjadi? Menghilang kemana? Ada yang pernah melihat? Mengapa tak ada kabar beritanya? Raib tanpa jejak, bagaikan amblas ditelan bumi…
M.I.A (Missing in Action) Ada apa dengan Kido?
—
Sementara, nun jauh di perut bumi, anak kecil bertopeng si Kido Kamen yang sudah melepas topeng, merasakan kebebasan hidup, berlarian, berenang, bersuka ria mengejar kupu2 lincah liar, bertelanjang bulat (jangan dibayangin!! ^^;) menyelam di telaga bening yang dingin menusuk luar biasa, hiyaaaaa… JBURRRR!!! Menjalani hari2 penuh tawa yang sejenak membuatnya larut dalam kegembiraan dan melupakan kesedihan, kepedihan hidup di dunia atas sana, tawa yang betapapun kerasnya ia gemakan hanya memantul kembali ke dasar jurang, dan hanya bisa didengarkan olehnya, dan kupu2 tentunya! Tawa getir dalam kesendirian di “surga kecil” dasar jurang!
—
Dan akhirnya aku pun merasa lelah…
S@ D8 n Tym…
Hmm, sudah 2 minggu lagi, sejak aku menemukan “surga kecil” ini. (Yg belom tau baca kisah Kido di blog sebelumnya ya? ^^;) Walau tidak bisa dibilang keadaan lebih baik dari jurang “sebelah” tempat aku terperosok pertama kali, namun setidaknya dasar jurang ini bagaikan taman firdaus dibandingkan padang tandus. Di sini aku tidak lagi merasa takut akan kelaparan, buah2an tumbuh dengan lebatnya, air berlimpah untuk mandi dan minum di telaga, selama hampir 2 minggu aku di jurang ini, aku telah mengumpulkan hampir seluruh tenagaku yang hilang setelah ancaman kelumpuhan total akibat patah tulang saat terjatuh dan mati oleh kelaparan, payah oleh kehausan…
NRG check…
Loading…
Status: 74%
Kurang sedikit lagi. Oya, aku belum cerita, selama 2 minggu ini, disamping melatih tenaga dalamku (cerita lho! ^^;) aku juga telah menelusuri tiap pelosok jurang ini, dan aku menemukan banyak hal menarik di sini. Di antaranya buah2an, yang ranum dan segar, seperti apel tetapi lebih kecil, bak buah pir tetapi berwarna merah. Aku sendiri tak tahu apa nama buah ini, tapi rasanya hmmm… Lezaaat! Dan yang mengagumkan, cukup mengenyangkan! Aku tak lagi harus bertahan hidup dengan makan dedaunan seadanya. Dan tanpa aku sadari, sejak mengonsumsi buah ini, pemulihan tenaga dalamku jadi lebih cepat! Selain Gwa-Kang (tenaga luar)ku bertambah kuat, Lwee-Kang (tenaga dalam)ku pun meningkat dengan pesat! Di sudut lain jurang ini, terdapat taman bunga, entah siapa yang merawatnya, tapi taman itu tumbuh begitu alami, dan yang menarik, di taman bunga ini selalu dipenuhi kupu2 berwarna kuning, jumlahnya sampai ratusan barangkali. Jika sedang jenuh, aku bermain berlari2 mengejari kupu2, setelah lelah, aku berbaring dan tertawa2. Saat itu baru aku menyadari, bahwa sebelum ini pun, sebelum aku terperosok jatuh ke dalam jurang, di dunia atas sana, sebenarnya sama saja; untuk sekian lamanya aku tak menyadari bahwa selama itu aku bagaikan tengah mengejar kupu2…
Kupu2…
Yang keindahannya terletak dalam kebebasannya, di kala ia menari, saat ia berseri di taman hati, yang pesonanya malah surut meredup, saat kita mencoba tuk menangkapnya. Aku tak pernah bisa mengerti tapi memang begitu adanya… Kupu2 yang sempat singgah lama dalam hatiku… Kupu2 satu itu… Bibi guru? ^^;
Hmmm??!… =?
Aneh…
Beberapa hari ini aku juga baru saja menyadari. Belakangan, efek racun bunga cinta tak lagi bekerja seperti lazimnya. Biasanya, baru saja ingatanku melayang mengingat “dia”, efek kejut luar biasa akan menggelitiki tubuh ini (WAKAKAKA!! ^^;) hingga aku pingsan karena lemasnya! (Hosh… Hosh… ^^; Sama sekali tak lebih baik dari efek aslinya yang langsung muntah darah ^^;) Apakah karena…
Mungkin karena… Aku merasa… Sudah tak ada harapan lagi… Bagiku untuk keluar dari tempat ini? Dari dasar jurang ini? Dimana aku telah terperangkap hampir sebulan? Dan dunia luar sana tentu kini telah mulai menyadari hilangnya kepergianku? Dan media massa tentu telah mendapatkan berita heboh untuk diekspos besar2an pada judul headline-nya? (I’m d’artist!… Of my own life! ^^;) Tapi aku tak peduli… Persetan semua itu! Sejak terjatuh di sini aku telah menanggalkan semua topeng palsuku! Menemukan jati diri sejatiku! Sedangkan yang terjadi di luar sana bukan lagi urusanku! Satu2nya yang kupikirkan saat ini hanyalah…
Adakah ia pun merasa kehilangan diriku?…
—
Ahhh…
“Dia”…
Mengingatnya, berarti menelusuri kembali jejak rekam peristiwa penyebab aku sampai jatuh terperosok ke jurang sedalam ini. Waktu itu, sebulan yang lalu, tidak, 2 bulan lalu… Segalanya masih baik2 saja. Sedikit kesalahpahaman dalam hubungan soal biasa khan? Lagipula dia selalu tak mau ambil pusing. She’s all that phlegmatic cold, yeah… Seperti biasa, akulah yang selalu membesar2kan keadaan ^^; Sedikit perubahan dalam sikapnya bisa membuatku kalut, kalang kabut, dan kebingungan sendiri. Mungkin berlebihan baginya, tapi aku merasa itu respon wajar, karena sikapnya yang selalu dingin seperti itulah, yang membuat orang lain sulit meraba apa maksudnya sebenarnya…
Wanita memang makhluk peka, mereka berbicara dengan bahasa perasaan halusnya, memakai simbol2, kode2 rumit yang kompleks, yang harus diterjemahkan tak semudah membaca syntax bahasa C++ ataupun Java (walau C++ dan Java juga emang ga mudah khan? ^^;) berkalimat metafora, yang menyimpan penafsiran2 yang tidak melulu bisa diseragamkan artinya. Berbeda dengan lelaki! Kami makhluk sederhana, pada dasarnya pemalas ^^; (Tapi dia pernah bilang aku ini “pejuang” lho! ^^;v Yeah, C’s d’re-Zn I fought 4…) Lelaki pada umumnya enggan bersusah payah mengkodetifikasi pesan2 intrinsik yang dikirimkan via satelit pemancar gerakan non verbal yang konon 80% lebih memaparkan kondisi sebenarnya dibanding bahasa verbal yang seringkali bertentangan yang diucapkan dengan yang sesungguhnya diinginkan, oleh makhluk cerdas ekstra terrestrial yang bernama wanita…
Bagi kami, lelaki, makhluk primitif yang meski sederhana tapi tak lekang oleh zaman, melampaui uji waktu, bahasa yang kami kenal sesimpel bahasa Biner! Pilih 1 atau 0? ON atau OFF, YA or TIDAK?! Mau ama gw? Bilang!! Kalo ga mau ya udah!! ^^;
Agaknya kami memang datang dari 2 dunia yang berbeda… Men R from Mars, Women R from Venus; n Earth is just perfect comfort place 2 lay eggs, wakakaka =D BLETAK!! @~* Sensor!! ;p~ Hehehehe…
Antara aku dan dia memang seperti Yin dan Yang… Bertolak belakang, tapi saling melengkapi, saling membutuhkan… (Maunya tuch! ^^;) Tidak terlalu dekat, tapi juga tak kuasa tuk berjauhan (eloe aja kaleee!! ^^;) Seperti yang pernah aku bilang, agaknya aku telah kena kutukan, untuk selalu ada di sekitarnya, hehehehe ;p (Kayanya dia dech yang jadi ngerasa kena kutuk, ini orang kok “ngider” melulu kaya lalat aja? PLAK!! @~* Hiks, WATAAA!! =D) Bagai terikat oleh gaya tak terlihat, ikatan gravitasi, atau takdir? ^^; Yang membuat aku selalu saja tak bisa pergi, betapapun berusaha, lagi2 kembali lagi padanya…
Ada hubungan yang unik yang tak bisa dijelaskan dengan kata. Dia pendiam, aku bawel katanya! ^^; Dia tenang bak telaga, aku gemuruh bak gelombang samudera. Dia fokus, aku selalu berubah menyesuaikan ketajaman lensanya, walau sama2 dinamis, tapi dia lebih terukur pasti, sementara ketidakpastian selalu menyertaiku bagai sepasang sayap yang gelap, atau mendung yang bergayut memayungi langit kelam. Dia adalah nukleus, inti atom, sementara aku adalah elektron yang selalu mengitarinya tanpa lelah di setiap waktuku…
Dia pekerja keras, aku sebenarnya pemalas! (Sifat dasar lelaki?… BAH!! ^^;) Tapi sejak mengenalnya, aku menjadi beru… BAH!! ^^;v Aku belajar, bercermin kepadanya, dan ajaib!! Aku seolah menemukan diriku!! Di matamu ada aku! Di mataku ada kamu! ^^; Ga percaya? ;p U ga pernah mencoba memberanikan diri menatap mataku sich! Hehehe ;p Napa? Takut jatuh cinta?!
Wakakaka
Sejak aku mengenalnya, aku jadi terpacu, bersemangat untuk belajar dan bekerja lebih giat! Lebih keras! Waktu kuliah di Binus, membaca namanya terpampang dengan IP 4.00 di papan pengumuman, adalah lecutan keras untuk aku membuktikan, bahwa namaku juga bisa sejajar bersanding dengan namanya, di atas papan yang sama!! (Dan menjelang semester akhirnya, usaha kerasku pun terbukti! Hiks, senangnya… ^^;v Sayang kenalnya baru semester 6! Coba kalo dari awal! Khan jadi ada motivasi belajar?! =D)
Soal prestasi, aku cukup lumayan! =) Aku adalah spesies pembelajar dengan tipe superior yang membutuhkan tantangan, rivalitas, untuk maju! Jika tak ada tantangan, aku cenderung menganggap remeh lawan di depanku, dan tidak bersungguh2, walau tanpa bersungguh2 pun aku masih dapat mengalahkannya (ceilee! ^^; Emang gitu koq kata psikolog waktu gw tes IQ di umur 4 taon, dapet 133, gara2 ngotot pengen masuk SD tapi belom cukup umur, abis bosen di TK! Gitu aja, ga da tantangan! ^^;) tapi bukankah akan lebih baik lagi hasilnya jika aku mencurahkan segenap daya upaya untuk meraih hasil akhir terbaik? Sebaik yang aku sebenarnya mampu?! (Padahal dulu juara umum waktu SMU lho! ;p)
Motivasi. Aku menyadari, itulah kuncinya! Itulah yang lama hilang, dan baru kutemukan lagi, setelah aku mengenal dirinya. Gadis itu… Dialah pembangkit motivasi di dalam diriku. Ignition key, generator yang menyalakan kembali mesin diesel. Darinya aku menemukan sejatinya diriku. Setidaknya dia telah mengembalikanku ke track yang benar setelah mungkin sempat hilang pegangan banting setir lepas kemudi, akibat ngaco racing asal2an, ga pake peta pedoman, ga ada gambaran, asal ngebut, yang penting nge-track coyyy! =D Padahal mah salah arah, berlawanan, eleuh2… ^^; NGUEEENGGG… Ihiks! T_T Balik kanan bubar jalan! ^^;
Karena dia; dengan hanya menjadi dirinya, keberadaannya sejak kumengenalnya; telah membantuku menemukan kepingan2 dalam diriku yang hilang. Sebab itulah aku merasa sangat berterima kasih dan berhutang padanya. Meski ia tak pernah merasa telah berbuat demikian, menurutnya aku yang melebih2kan, tapi aku harus mengatakan hal ini padanya! I O U much! Dan sebersih niat tulusku padanya, aku merasa tak mungkin dapat membalas kebaikannya kecuali dengan satu2nya cara yang aku tahu, yakni dengan mencurahkan segenap perasaanku yang terdalam kepadanya…
“RASA CINTA…”
—
“Yang dulu t’lah hilang, kini bersemi kembali…” BGM: Ada Band – MASIH (SAHABATKU KEKASIHKU) Ai! Ini gw sendiri yang maen PNO 4 U lho! Z U 1 2 C me play? ^^; Met listenin’… =) Meanwhile, 2 B Kontinyut yee! ;p