Apa kabar Yogyakarta? Sudah Senin baru lagi… Kami di sini sudah kembali dalam kesibukan sehari2 di awal minggu ini, rutinitas penuh penat, yang membuat jadwal kami demikian padat hingga mungkin perhatian kepadamu sedikit tertepi, terlalaikan, atau mungkin bahkan sudah tidak terpikirkan lagi… Seolah kejadian dahsyat yang telah menimpamu, hanya santapan pagi yang menghiasi headline dari surat kabar, Headline News di Metro TV, maaf, kami sibuk sekali, hingga niat menyisihkan sebagian rezeki untuk membantu saudara2 QT yang tertimpa musibah gempa, walau sejak dulu sudah diniatkan, ditunda2 dan tidak jadi2 diberikan, padahal habis gajian, dari tanggal 1, hingga hari ini, tanggal berapa tho ini?… ^^;

Astaghfirullah! T____T Sudah sedemikian parahkah nurani QT? WOIIIII!!! WOIIII!!! X-( Berhenti sejenak!!… I Z: "SETOOOOOPPPPPHHH"!!!!…..

Kalau NT punya cukup waktu untuk membaca tulisan ini… Tentu tak ada alasan bagi NT untuk tidak bisa menyisihkan 1 menit saja, untuk kembali merenungi serta mengingat lagi… Bayangkan penderitaan korban gempa! Rasakan kepedihannya! Mencoba turut merasakan kesedihan saudara2 QT, bersyukurlah! Bukan QT sendiri yang harus langsung mengalaminya!… Apa jadinya jika segala sesuatu yang QT miliki, dalam sekejap direnggut, tak lagi QT miliki?… Tak ada pekerjaan! Tinggalkan itu semua! Tidak ada uang gajian! Tak punya sepeser pun! Tak selembarpun yang tersisa di kantong! Rumah pun kini tak punya, hanya dalam 1 menit… Telah rata dengan tanah!! Tinggal puing2 bersemukan debu…

Mungkin QT kehilangan 1-2, atau bahkan lebih anggota keluarga! Meninggal!… Orang yang QT sayangi! Yang kemarin masih bercanda, tertawa dengan QT?! Sekarang QT harus menangisi kepergiannya? Belumkah QT percaya, jika kenyataannya di depan mata? Tubuh yang terbujur kaku, terkubur, diam membisu… Tak akan kembali, untuk selamanya?! Pernahkah QT bayangkan?…

Sementara keadaan QT sendiri tak kalah menyedihkan, baju tinggal yang melekat pada badan, tubuh berbalut perihnya luka, perut kelaparan, berhari2 tak makan, waktu malam kedinginan, berjalan puluhan kilometer mencari pengganjal perut, mengais selimut, mengharap datang bantuan!… Akankah ada yang membantu?… Atau orang2 di luar sana sudah sibuk dengan urusannya masing2, tak lagi peduli?!…

Apa yang QT rasakan, jika QT harus mengalami dan mengetahui, bahwa mereka di luar sana, tak pernah benar2 peduli?… Sedih? Kecewa?… Pedih? Merana?… Perih?… Luka?…

Maka tanyakan pada nurani, Kawan! Apakah QT telah menjadi seperti "mereka"?! Jangan katakan hatimu telah mati! Mengeras, membatu! Kemana perginya simpatimu? Empatimu?! Bagaimana jika kamu yang menjadi korban? Ya, kamu!…

Ya!… Kamu!?…

Maka setelah QT bersyukur bahwa kondisi QT pagi ini masih jauh lebih baik daripada saudara2 QT di Yogyakarta, di Bantul dan sekitarnya, pertanyaan kedua adalah, sebagai orang yang masih punya nurani, apa yang sudah QT perbuat untuk meringankan beban mereka yang menjadi korban gempa?…

Simpati dan Empati, apa bedanya? =) QT bersimpati, bisa berarti merasa kasihan kepada orang lain, atau bisa juga kagum, tapi dalam konteks ini mungkin QT pakai makna yang pertama… Hanya sampai taraf simpatikah QT? Sekedar merasa kasihan, setelah itu apa? Berselang sekian hari, menipis dan lupa lagi?!… T___T

Gimana dengan empati? Empati selangkah lebih baik lagi! Tak sekedar merasa kasihan, tapi juga turut "merasakan" kepedihan orang lain, sebagai kepedihan QT sendiri, 2 stand in someone else’s shoes, istilahnya. Mencoba "mengalami" penderitaan orang lain seolah2 itu adalah penderitaan QT sendiri… Dengan demikian diharapkan muncul kesadaran, terketuk nurani QT dan tergerak, tersimpul bahwa tertimpa musibah memang tak enak, hingga QT memutuskan bahwa sepantasnya, dan memang sudah semestinya, QT "berbuat" sesuatu!… Ya, QT "dapat" berbuat sesuatu! QT mampu! Masalahnya: QT "mau"??!…

Inilah yang dalam hadits Rasulullah SAW dikatakan sebagai ciri orang beriman sesungguhnya! =)

"Tidak beriman seseorang di antaramu hingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri" (HR. Bukhari)

Sudahkah QT mencintai saudara2 QT (mereka saudara2 QT juga lho!) yang tertimpa gempa di Yogyakarta dan kota lain di sekitarnya? Jika hanya di mulut saja sich mudah diucapkan! Men-temen yang wanita aja, ga semudah itu percaya kata cinta dari laki2, mana dulu donk buktinya? ^^; Pertanyaannya, dalam wujud apa cinta itu QT berikan?…

Padahal Rasulullah pernah bersabda, bahwasannya Allah berfirman:

"Jika bermaksud hamba-Ku dengan satu kebaikan dan tidak dikerjakannya, maka Aku tetapkan baginya sebagai satu kebaikan. Dan jika dikerjakannya maka Aku tulis (tetapkan) dengan sepuluh kebaikan hingga 700 kali. Dan jika bermaksud untuk melakukan keburukan dan tidak dikerjakannya maka Aku tidak menetapkan baginya satu keburukan. Maka jika dia mengerjakan keburukan itu maka Aku tetapkan baginya dengan satu keburukan." (HR. Bukhari - Muslim)

Luar biasa!! Bahkan Allah telah memberikan QT motivasi! Tuh lihat! Baru niat mo nolong aja, udah dicatat dan dapet pahala 1 kebaikan! Padahal baru niat! Apalagi kalo QT laksanakan, pahalanya pun berlipat! Mulai 10 kali hingga 700 kali! Kurang baik apa coba?! Sungguh Allah Tuhan Yang Maha Pemurah! Apa QT nggak malu? ;p Kadang2 QT begitu pelit, menyisihkan 2,5% aja dari penghasilan QT, QT enggan! Padahal 2,5% itu sebenarnya adalah "HAK" orang lain, yang Allah titipkan melalui QT, untuk QT sampaikan, supaya tersebar rasa kasih sayang sesama QT, rasa syukur bagi yang diberi kelebihan harta, juga terwujud solidaritas sosial dengan peduli kepada sesama, fakir miskin, anak yatim dan terlantar, mereka yang membutuhkan! Supaya tidak terbentang jarak di antara QT! Juga supaya tidak tumbuh iri, dengki, dendam, amarah mereka menyaksikan betapa kikir QT! Inilah ajaran Allah! Indah bukan? ;) Pernahkah QT renungkan?…

Sekarang 2,5% dari gaji QT berapa sich?… Katakanlah, gaji sejuta sebulan! (Pasti lebih donk? ;) Kaya ga tau aja! ;p) 2,5/100 x Rp. 1.000.000 = Rp.25.000,-! Cuma dua puluh lima ribu perak!… Itu juga buat sebulan! Masa sich masih berat? Paling duit segitu juga buat beli majalah atau komik sedemikian entengnya bisa QT keluarkan?! Langsung habis! Ini adalah ujian dari Tuhan! Seberapa pekakah nurani QT? Seberapa sadar QT, bahwa tidak semua jerih payah QT berarti milik QT seluruhnya?! Kalau QT masih berpandangan picik begitu berarti QT akan tumbuh jadi manusia2 individu yang tak peduli pada sesama! "Ini kerja keras gw koq, kenapa eloe minta?!" X-( Astaghfirullah! Tuhan tidak menghendaki QT menjadi demikian! Jangan sombong dan takabur! Kalau Tuhan menghendaki, hanya dalam sekejap, bahkan lebih cepat dari 1 menit gempa di Yogya, semua yang QT miliki Dia ambil kembali!… T____T Kalo udah gitu, QT mau apa?…

"Maka apabila manusia ditimpa bahaya ia menyeru Kami, kemudian apabila Kami berikan kepadanya nikmat dari Kami ia berkata: "Sesungguhnya aku diberi nikmat itu hanyalah karena kepintaranku." Sebenarnya itu adalah ujian, tetapi kebanyakan mereka itu tidak mengetahui." (Q.S. Az Zumar: 49)

Karena harta sebenarnya titipan, amanat yang harus QT sampaikan, sebagian kepada keluarga QT, kewajiban menafkahi anak istri, memberi makan, memberi pendidikan dan penghidupan yang layak, sebagian mungkin pada sanak saudara yang lain, tetangga, masyarakat sekitarnya, dan orang yang membutuhkan yang juga memiliki secuil hak untuk diminta! Yang kepada QT Allah titip untuk diberikan! Ujian dari Allah banyak bentuknya! Keikhlasan hanyalah salah satu diantaranya…

Karenanya bersyukurlah, dan ingatlah untuk menyisihkan sedikit rezeki, sedekahlah! =) Sedekah ga bikin miskin koq! Bahkan rezeki QT akan dilipatgandakan oleh Allah! Semakin banyak beramal, semakin ditambah lagi harta QT! Supaya makin giat lagi beramal, dan dilimpahi lagi semakin banyak, semakin getol beramal tanpa henti! Begitulah seterusnya! Jadi dimana yang rugi?! ;)

"Dan tidakkah mereka mengetahui bahwa Allah melapangkan rezki dan menyempitkannya bagi siapa yang dikehendaki-Nya? Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang beriman." (Q.S. Az Zumar: 52)

"Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih." (Q.S. Ibrahim: 7)

Ini Allah sendiri lho yang berjanji! Jadi kenapa masih gak percaya? Kesempatan besar terbuka di depan mata! Fastabiqul khoirot! Berlomba2 di dalam kebaikan! Saudara2 QT tengah membutuhkan uluran bantuan! Ini bukan lagi sekedar ajang amal dan menuai pahala untuk QT, tapi juga kewajiban! Sudahkah QT beri bantuan, meringankan beban?…

Mereka masih menunggu! Jadi bergegaslah! Tunggu apa lagi? ;)

Hanya sedikit catatan, mungkin perlu diingat, layak disimak…

"Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan." (Q.S. Al Baqarah: 271)

Menampakkan sedekah disini dimaksudkan agar dicontoh oleh orang lain supaya mengikuti perbuatan kebaikan. Itu bagus, tapi lebih bagus lagi jika kita sembunyikan, tidak perlu ditampakkan, tak harus dilihat orang, supaya lebih bersih niat QT, tulus dan ikhlas, hanya mengharap ridho-Nya, tidak menimbulkan riya’ (pamer) bagi si pemberi, dan tidak menyakiti si fakir (yang membutuhkan), yakni orang yang menerima sedekah QT, dikarenakan menjadi malu atau tersinggung, karena saat QT menyumbang di sorot TV, misalnya… ^^;

Ikhlas saja! Bukankah Allah Maha Melihat dan Maha Mengetahui apa saja yang QT kerjakan? ;) Yang membalas pahalanya juga Allah! Yang dibalas adalah amal yang ikhlas! Jadi sudah bersedekah atau belum, cukuplah Allah yang tahu… =)

Selamat ikut berlomba! ;)

Kido Kamen =)

(Nanti bersambung lagi aahh… ^^;)