Life is like a Video Game… ^^; #1
Uncategorized July 27th, 2006WEW! Tulisan yang ke-3 dalam 2 hari ini! ;p Gara2 udah ga ujian lagi, banyak waktu luang, terbuang sayang, kerjaan juga agak lengang, yo wis, kebut nulis aja! ^^;v Hehehehe… Moga2 bermanfaat!
Gejes-gejes… J-jk-J-jk…
Eh salah!… ^^; Wuuushhhh!!!
QT masih naik kereta Shinkansen! =) Udah berapa ”jam” berlalu sejak QT jalani ”hidup” ini?
Kalo tadi diumpamakan perjalanan Jakarta-Surabaya memakan 12 jam, dan 1 jam perjalanan di kereta mewakili 5 tahun hidup di dunia nyata, maka jika sekarang umur QT katakan 25, ga terasa udah 5 jam berlalu! =O Tersisa 7 jam lagi!! Weleh! Dari total 12×5 = 60 tahun, usia ekspektasi rata2 QT hidup dalam dunia! (Yang belum tentu bisa selama itu! T__T)
25 dari 60 atau 5 dari 12, sudah hampir setengah perjalanan lho!! Harusnya udah banyak poin2 dan item2 serta hasil transaksi yang dikumpulkan dalam ”permainan” hidup! NT dah dapet ”berapa”?! Ask 2 Urself: QT dah ngapain aja?!…
Apa aja yang udah QT lakukan, n belum QT lakukan? Apa yang seharusnya QT lakukan n tidak QT lakukan?! Dari waktu ke waktu, apakah yang QT lakukan?! Kalau QT tidak bisa menjawab pertanyaan2 di atas, maka patut diragukan ”kesiapan” QT menjalani kehidupan!!… =) Wakks! Udah setengah jalan, dah nyampe Purwokerto nech! NT di sini ngapain?! Ini kereta jurusan Surabaya!! =D Kalo mau ke Bogor, Pakuan aja! ^^;
Udah kelewat lagian! Wakakaka =D
—
Life is like a video game! =)
We play our parts, control our life S a player, collecting points and items, fighting against enemies, visible and invisible ones! Run through stages, pursuing and achieving goals, until certain level and time…
When Game’s Over…
—
Yang “GA LUCU” adalah, QT sudah setengah jalan memainkan “permainan” kehidupan QT di dunia ini, di atas “kereta” ini, tapi bahkan misi atau tugas QT di “Game” ini untuk apa aja QT belum tahu?! @~* Oalah Leeee!! ^^; Koen ki urip opo oraaaa???…
Ibarat berpetualang tanpa selembar pun peta! BUTA! BLANK!! Ga tau menuju kemana, ga akan kemana2!! Kalo di game2 RPG, biasanya selalu disediakan ”MAP” (peta) yang bisa di-scroll, geser kanan atau kiri, atas bawah, yang menunjukkan posisi QT berdiri sekarang, mungkin juga posisi musuh yang datang, lokasi yang QT tuju, letak item tertentu, kunci, senjata, sebagainya, kondisi keadaan sekitar QT! QT semua butuh ”peta”! Panduan dalam hidup! Yang menuntun langkah QT agar tidak tersesat dan salah jalan, salah arah, salah langkah, salah kaprah, hingga gagal mencapai titik tujuan!
Rata2 men-temen khan umurnya sama ma gw? ;p Ya, QT udah hampir menghabiskan SETENGAH dari perjalanan hidup QT!! (Dengan asumsi, ya kalo umur QT nyampe 60 tahun!! Kalo nggak?!… ^^;) Tentunya QT ga ingin hidup QT ini berakhir begitu saja dengan sia2 tanpa hasil apapun! Bahkan ketika QT pikir QT telah melakukan banyak kebaikan dalam hidup QT, QT tak kan pernah tahu, apakah kebaikan2 itu dapat ”diterima” sebagai item2 yang ”sah” dikumpulkan, saat dinilai oleh ”dewan juri”, dalam ”Penghitungan Hari Akhir” nanti?!
Hmm, mungkin banyak yang bingung, tentu saja! Pada ga berpedoman pada peta sich! ^^; Padahal khususnya men-temen yang muslim, QT udah diberikan Guide Book lengkap! Panduan, pedoman menjalani hidup dengan baik dan benar, sesuai tuntunan Ilahi! Yakni Al-Qur’an dan Hadits Rasulullah SAW! =) Bukankah Nabi sendiri pernah bersabda, bahwa umatnya tak akan tersesat dalam hidup selama QT berpegang teguh pada 2 pedoman di atas? QT lupa, ga perhatiin, apa ga pernah baca?!… ;p
—
Life is like a video game! =)
Sayangnya, hidup BUKANLAH permainan! T__T Konsekuensi akhir yang harus QT tanggung begitu berat serta mengikat, apapun yang QT lakukan semasa QT hidup akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat! Apa pula akhirat? GUBRAK!! @~* Jadi NT naik ”kereta” ini dengan asumsi NT akan seumur hidup (tak pernah mati???) duduk enak nyaman di dalam kereta? =( Dan tidak pernah berpikir suatu saat HARUS turun di stasiun pemberhentian akhir?! Yakni saat perjalanan berakhir, n QT harus meninggalkan hidup ini, saat ajal tiba, saat QT ”MATI”? T__T
Saat kereta berhenti, dan perjalanan berakhir, maka QT akan mendapati QT berada di alam ”lain”, yang berbeda dari keadaan di ”dalam” kereta! QT kini ada di alam terbuka, ada di ”dunia nyata”! Alam akhirat yang merupakan ”kehidupan” QT sesungguhnya! Dan hidup di alam dunia ini sejatinya bagaikan mimpi, yang mana mimpi itu selalu singkat, hanya sekejap, saat QT terlelap, hingga mata QT mengerjap, terbangun!! Baru sadar, mendapati kenyataan! Yang bisa jadi tidak seindah mimpi…
Maka kembali, saat QT tiba di Surabaya, keluar dari stasiun, keluar dari kereta yang ber-AC sejuk nyaman, menyongsong teriknya panas matahari, n masih harus melanjutkan perjalanan sedikit lagi untuk tiba di kampung halaman… Mungkin QT memilih berjalan KQ, atau naik delman, atau naik becak, atau naik ojeg, atau naik mobil, atau naik helikopter, atau naik pesawat jet? Semua itu pilihan, tapi pilihan itu tergantung pada banyaknya ”uang” yang QT miliki khan?!
Dengan kata lain ”poin” pahala kebaikan yang dikumpulkan, apakah mencukupi untuk membayar fasilitas yang QT inginkan agar lekas tiba? Ke tempat nenek tercinta menunggu QT di kampung?! =)
Tentunya QT pahami, semua fasilitas penjemput itu tersedianya juga tergantung besar kecilnya amal perbuatan semasa QT hidup di dunia! Kalo pahala kebaikan sedikit, sama seperti ongkos tinggal sedikit, cuma cukup bayar becak, ga cukup wat naik ojeg! Apalagi montor mabur! ^^; Kalo pahala QT kian menipis, terbebani sarat dosa, mungkin QT ga kuat bahkan untuk berjalan KQ! Keletihan, kepayahan, memikul beban maksiat, akhirnya harus ngesot, beringsut, lemot! @~* Tentu makan waktu lama, hingga tiba di tujuan! Ibaratnya, mau masuk ”surga”, tapi kampung nenek masih jauh, tersiksa dulu untuk beberapa saat, menerobos hutan, melewati dusun yang lain, ngesot pula! ^^; Baru setelah beberapa hari (yang 1 hari di akhirat bisa relatif = 50.000 tahun masa di dunia! @~*) mungkin QT akhirnya dengan susah payah mandi bersimbah darah merangkak baru berhasil membuka pagar bambu pekarangan rumah nenek! Kampung halaman idaman! Tanah surga… Oooh, akhirnyaaa!!!… T______T
—
J-jk-J-jk… Gejes-gejes… Aku menerawang keluar jendela… Kereta berbelok bagai ular di atas jembatan, panjang, jauh, ke belakang… Masa lalu yang berlalu, tak mungkin dapat diulang… Dan sekarang pun tak ada gunanya aku terus merenungi masa lalu yang tak mungkin akan kembali! Sementara waktuku terus berlalu, meninggalkanku, akankah aku berdiam diri tetap di sini? Tentu tidak! Banyak yang masih harus aku lakukan, banyak amal kebaikan yang harus aku kumpulkan, untuk bekal aku mengarungi perjalanan hidup selepas turun dari ”kereta” kehidupan di dunia ini!! Aku tak boleh hanya diam di sini! Aku harus terus berjalan! Melangkah! Jauh! Lari!! Aku bangkit dan berdiri! Otakku berpikir keras, mulai terasah lagi, menata langkah dan menyusun strategi…
J-jk-J-jk… Gejes… Tuuuut-tuuuuuttttt…
(Kebiasaan naik Matarmaja sich! ^^; Gejes-gejes… Ga bisa Wuuusshhh!!!… ;p)
(Bersambung deeyyy… ^^;)
—