7 Days… N Start Countin’ Down!!
Uncategorized August 28th, 2006
<!–
@page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in }
P { margin-bottom: 0.08in }
–
What if 2day, when U wake
up in d’mornin’, U’re B-in’ told, or whispered by a winged
Angel… ^^; d@ U only F SEVEN DAYS(!!), left in Ur life… 2 live
b4, U R 2 DIE?!… @~*
7 days of countin’ down
beginnin’: 2DAY!!!… I’ll pick U nX Monday, KT Malaikat! T___T
U only F 7 days, 2 finish
whatFR U Fn’t done, 2 leave legacies! 2 do whatFR needs, 2 leave
last good impressions 2 people U all time love, U really care, U’d
surely miss, U’re gonna lost… Who R gonna lost n miss U? 1 they
care 2? 1 they love?… U?!
—
My Dearest Friends,
We’d NFR noe when will
we die! Could B 2day! Or 2molow, or nX 2 days, 2 weeks, 2 months? Nx
2 years? Nx 200 years?!… Or just within nX 2 hours (considerin’
U’d finish readin’ my blog 1st! ^^;) or faster!!… Within 2nds,
in Ds 2 minutes? @~*
We’ll NFR noe! But 1
thing is 4 sure… We DON’T live 4FR here, we WON’T! N we would
surely pass away! Leave this life, and all good there is…
So now d@ we noe all good
there is will B gone… Left 4FR… What Kn we Qp from d’remainin’
of it, is just memories we 1s shared… But still, when we die,
memories R left burried, n they R not goin’ with us! So, what use 2
hold on 2 past, d@ hold U from movin’ on 2 Ur future, while U still
F time?
GOTTA MOVE ON!!! B-)
—
Gw nulis gini bukan
karena gw dikasih tau umur gw tinggal 7 hari lagi! ^^; Heheh, not d@
sentimentil lah! ;p It’s just d@… Well, pernah ga sich, QT
sejenak merenung, jika benar, umur QT tinggal 7 hari lagi… Apa saja
yang akan QT lakukan? Yang belum dan yang ingin QT lakukan? Yang
perlu dan yang harus QT lakukan? Pasti banyak!
Sayang, QT tidak
punya banyak waktu, jadi segera putuskan prioritas dalam sisa penggal
waktu yang terbatas! =)
Ada berita menarik, dari
Berita Pajak, bahwa Direktur Jenderal Pajak, Pak Darmin Nasution
mematok harga mati bahwa bulan September (kurang lebih seminggu lagi)
Kantor Pusat DJP Insya 4JJI akan berubah struktur organisasi dan
menyusul gerbong lain dari Modernisasi Administrasi Perpajakan yang
telah lebih dulu meluncur pesat, menjadi unit Modern! Tentu dengan
segala konsekuensi perubahan yang bisa jadi RADIKAL!! Seperti saat
nyawa QT dicabut! Entah dengan kasar, dipaksa direnggut, atau dengan
lembut, perlahan dijemput, oleh malaikat maut… Dan QT meninggalkan
dunia fana dengan segala kisahnya, berpindah alam ke alam malakut
kesepian seorang diri sekian waktu lamanya dalam kegelapan sunyi dan
terhimpit alam kubur, sebelum menuju ke alam akhirat, tempat tinggal
nanti yang kekal abadi, entah di lembah kenikmatan di Surga, atau di
jurang penuh lecut siksa api Neraka! Na’udzubillahi min dzalik…
@~*
Maka jika “umur” QT
tinggal 7 hari lagi, gw ibaratkan dengan “umur” gw di unit kerja
sekarang, atau men-temen di kantor masing2, siap tidak siap, mau
tidak mau, QT tetap HARUS PINDAH!! Di-mutasi! Rotasi ke tempat lain!
Toh gw udah cukup lama diperbantukan di JICA, 4 tahun euyy! Tambah 4
tahun di Kepegawaian! Total 8 tahun di bawah instansi yang sama! ^^;
(Paling “tua” yach ternyata? ;p Ihikz, “dewasa” aja donk! ^^;
Dewasa itu relatif, tapi TUA dah ABSOLUT!! @~* Wakakaka =D) Tentu
butuh penyegaran! =) Walau masih ada kemungkinan gw tetap
dipertahankan di JICA, n gw sich seneng aja! ^^; Tapi khan unit
organisasi di DJP tempat gw bertanggung jawab berdasar nota dinas
penugasan dah berubah? Mungkin ga ada lagi Bagian Kepegawaian? Subag
Mutasi? Jadi gw tanggung jawab ke siapa donk nantinya? Masa jadi
pegawai siluman melulu? Tar yang gaji siapa? ^^; Paling nggak untuk
sementara khan gw harus “ngikut” kemana kereta ini meluncur? Walo
harus pindah gerbong! Di gerbong mana gw “ditempatkan”, itu biar
Wallahu (n Pak Dedi, Kabag Kepeg) a’lam! ^^; Yach, gw sich, selama
judulnya masih “JALAN2”, AYO AJA!! =) Hehehehe… ;p
Menurut isu berhembus
(resiko tanggung sendiri) ^^; Kepegawaian akan “dinaikkan”
statusnya jadi setara Eselon 2, Direktorat tersendiri. Dan nantinya
dibagi ke dalam 2 subdirektorat khusus, Operasional Pegawai dan
Pengembangan Pegawai. Itu juga katanya sich! ^^; Masuk akal,
mengingat beban kerja dan tanggung jawabnya berskala nasional.
Masalah gw nanti masuk yang mana, gw pasrahin aja ma “yang di
atas”, para pejabat2 yang berwenang, yang gw yakin keputusannya pun
ga bakal lepas dari peran “Yang Di Atas”!!
Selama QT tetap
yakin serta berserah diri dengan ikhlas, dimanapun ditempatkan,
selama QT tetap bersabar, bersyukur serta berbaik sangka pada Allah,
yang terbaik untuk QT yang menjadi pilihan-Nya! =) Insya 4JJI…
Nach, untuk
mengantisipasi berbagai kemungkinan akibat Modernisasi Kantor Pusat
ini, tentu QT harus mempersiapkan diri sendiri untuk menghadapi
konsekuensinya! Seperti QT sudah yakin setiap yang bernyawa pasti
mati, harusnya udah ga kaget kalo akhirnya tiba giliran QT! Yang aneh
kalo udah tau mo mati tapi lalai persiapkan bekal diri wat hidup
setelah mati! NT selama hidup NGAPAIN AJE??? ;p
Begitu pula halnya untuk
mutasi! Mulai dari siap untuk dipindah, entah ke unit lain di Kantor
Pusat, atau malah mental ke KPP, Kanwil, or tempat lain! Siap juga
untuk job description dan jenis pekerjaan berbeda, belajar hal baru
lagi, memperdalam ilmu baru, lingkungan dan tempat kerja, teman baru,
perilaku yang berbeda, beradaptasi dari semula, semua harus mulai
dari awal lagi… Buat gw pribadi sich ga masalah, I LOVE CHALLENGE!!
Kn Hardly Wait! ^^;v
Dan bagi unit kantor yang
ditinggalkan, tentu ada kesan terakhir yang baik yang ingin QT
sematkan dalam benak rekan2, memperbaiki dan pererat hubungan, saling
maaf-memaafkan atas kesalahan dalam pergaulan, disengaja atau tidak,
disamping tentunya pekerjaan-pekerjaan yang mendesak dan belum
selesai harus tetap QT selesaikan agar tidak menjadi hutang yang
dapat mengurangi kondite kinerja QT! Termasuk juga meninggalkan
“jejak langkah” yang bersih di ruangan, jangan mewariskan sampah!
;p Komputer yang penuh virus divaksinasi dulu donk (Iya iya! ^^; Ini
lagi dibersihin, gw install ulang aja sekalian! ;p Wekekeke) rapiin
donk itu meja! Buku2 yang bertumpuk (gw mesti mulai mengemas
“perpustakaan” yang gw boyong dari rumah ke kantor! Ada puluhan
buku euyy! Numpuk di ruang interview! Gotong-gotooong! ;p) laci2 dan
isinya, kalo perlu ruangan QT sapu n pel dahulu! Supaya yang datang
menggantikan QT bisa langsung memulai kisah baru dengan senyuman
terkembang, di tempat yang QT tinggalkan dengan bersih dan wangi, air
mukanya pun cerah dan berbinar, tempat barunya ternyata mengesankan,
hati senang melebihi lapang ruang, di benaknya timbul kesan terbaik
yang bagus2 tentang QT, walau baru saling kenal, dan akan QT
tinggalkan, tapi tak menghalangi terjalinnya awal baru
persahabatan… Indah bukan?
—
QT sendiri pun bisa pergi
dengan langkah ringan, tak lagi membawa beban, melenggang bernyanyi
riang, songsong tantangan hari baru ke depan yang gemilang
menjanjikan! Lanjutkan pengembaraan, bersiul lepas dan girang
(padahal ga bisa siul! ^^;), ditemani ceracau sapa anak burung
kutilang bersahutan, berkelebat pesat dengan ilmu meringankan tubuh,
menotol di dedaunan, tikkk! Embun pagi jatuh menitik, gw berpusing
lagi sebentar di udara, wiiinggg! Seperti gangsing putar, sebelum
menjejak karang, tap-dakkk!… Melesat ke awan… Terbang bebaaaas!
Wiiiiiyyyy! ^^; Gemulai melayang peragakan jurus indah! Tiba-tiba
tercium parfum mewangi, di sebelah kanan serombongan bidadari lewat!
(Nach, ini dia! Demen ya?) ;p~ Mencoba meraih, menjangkau, menggapai
ujung selendang bidadari, eits.. Eiittt.. Kagak kena juga!… ^^;
Menari elok dan menghias angkasa! Menyeberangi jembatan pelangi
seusai mandi di telaga, harum semakin menggila, di cakrawala baru
penuh pesona, kias biru nan mengharu, kerajaan langit yang luas
terbentang… Aku telah jatuh cinta! Tunggu Aqyuuuwwh!! ;p~ Gw kejar
bidadari, hup! Hop! Hiyaaaaa… Sedikit lagi… Aaaaats… Kerahkan
tenaga! Ciaaaat! =D Menjejak di awan! Tap-tap… Hup! Bruushhh!!! @~*
Ternyata jembatan pelangi
tak sekuat harapan! Lebih tipis dari kapas, lebih rapuh dari kayu,
lebih lemah dari jaring laba-laba, saat mencoba menjejak di 7 larik
warnanya, aku jatuh terperosok dari langit-langit langit, dan
meluncur dengan deras tak tertahan, tertarik kuatnya gravitasi bumi,
tegak lurus ke bawah! Wuuuuushhhh…!!! (Kedip… @_@ ??! … O-ow!
^^;) Dziiiinggg… (T__T …)
BYUUUURRRR!!!…
(Silent… Long pause…)
Blubuk3!… PUAAHHHH!!!
@~* Uhuk2! Berliter2 air keluar dari mulut! Tubuh gw ngapung, untung
aja jatuh di lautan! ^^; Hoeekkh, aschyinnn! ;p Gimana kalo jatuh di
atas tanah? Pasti bisa hancur remuk bodi gw, tulang patah-patah,
tempurungpun pecah! @~* Mana badan udah tipis kaya papan triplek
gini! ^^; Hihihihi… Lihat ke kiri dan kanan, sejauh mata memandang,
yang terlihat air lagi air lagi… Sigh!… Hidup susah amat yak?…
^^; Blubuk2…
Gw mencoba berenang…
Dengan tenaga tersisa… Masih tetap bersyukur sich, gw masih tetap
hidup… Cuma lemas aja… N ada 1 lagi masalah… (???)
Tangan KQ gw melemah…
Lama2 gw makin tenggelam… Wahahaha… =D Haepphh… Haeppphhh…
@~*
(Ujungnya sich: MATI
juga!!! ^^;)
—
Maka kembali ke sisa 7
hari…
Sebagai pegawai, saat SK
Mutasi menjelang diterbitkan, QT tak punya banyak waktu dan tak punya
kekuatan untuk tetap bertahan. Jika sesuatu tidak terhindarkan, tak
bisa lari darinya, maka satu-satunya pilihan untuk QT adalah bersiap
dengan persiapan terbaik, menyongsong datangnya yang telah pasti akan
datang! Jika gelombang setinggi pohon kelapa mencapai 7 meter,
Tsunami tiba-tiba datang menghempas dari laut setelah 7 menit
tertarik surut, maka QT yang telah mengenali gejala alam tersebut
tentunya tidak perlu takut! Sisa waktu 7 menit bisa digunakan untuk
berlari ke atas bukit dan menyelamatkan diri, memperingatkan
orang-orang terdekat, atau memilih untuk memakai pelampung? Atau
papan selancar? ^^; Atau mempersiapkan perahu karet dan bersiap
menanti datang gelombang dengan debar cemas, tegar tapi lemas… ^^;
Berpegangan dengan erat…
Adapun orang-orang yang
lalai dan disibukkan oleh dunia, mereka lengah tidak memperhatikan
tanda2 awan gelap kematian menggayut kian mendekat, burung2 camar
terbang melesat meninggalkan laut, mencari selamat jauh ke darat,
siap ga siap! Jika tiba-tiba datang gelombang yang menyapu bersih
memusnahkan semua, segenap impian dan harapan, bahkan masa depan,
terhempas dalam sekejap! Bahkan tidak sempat menyadari apa yang
terjadi, tiba2 tidak ada lagi nyawa! Hanya tubuh yang meregang kaku,
bisu, tanpa jiwa, tak sempat bertanya2! Terapung2 di laut saat badai
mulai tenang. Kematian datang mencerabut hingga akar ruh tanpa
tersisa! Siapapun yang terjemput pastilah akan dicabut, tanpa ada
kecuali, tanpa luput! Sudahlah! Pasrah, ikhlaskan! Semua telah
berakhir… Saatnya QT renungkan…
Sementara orang-orang
yang mewaspadai tanda2 zaman, berhasil meraih tempat tinggi dan aman
di atas bukit, ada pula yang masih mengapung setelah terhempas,
dengan izin Tuhan berpegangan papan, balok kayu, tertolong perahu
karet, tersangkut di dahan pohon, bayi di atas kasur, nenek di atas
genteng, atau keajaiban lainnya, hal-hal yang tak terjelaskan,
semuanya mudah saja bagi Tuhan jika ingin memberikan pertolongan dan
pelajaran bagi umat lainnya akan besar kuasa-Nya! Masjid yang tegak
berdiri dan tetap bersih sementara di sekelilingnya semua rata dengan
tanah dan tenggelam dalam lumpur, air seolah membelah saat melewati
Masjid, tak masuk di akal logis, tapi begitu faktanya! Bukti nyata
akan keberadaan-Nya! =) Semua yang selamat mengucap syukur dan memuji
pada Allah, walau hati remuk redam, sedih menyaksikan seisi desanya
hancur habis dilumat ganas Tsunami, mereka tak putus harapan untuk
kembali turun setelah air surut dan membangun desa kembali! Walau
harus diawali dari tugas mahaberat yang mungkin sulit dibayangkan
mulai dari mana, mengais2 puing2 tersisa, mengumpulkan yang terserak,
mencari wajah terkasih, membersihkan onggokan mayat yang
bergelimpangan dimana-mana, memakamkan dengan layak walau massal
jasad2 yang membusuk, merawat yang sakit, infeksi dan luka,
mendirikan lagi rumah, menegakkan tenda-tenda penampungan, mencari
makan dan air bersih untuk banyak orang, kehidupan baru diawali
dengan perjuangan, itulah esensi dari kehidupan! Tapi dalam kesulitan
seberat apapun, dalam badai yang tergelap, selalu Tuhan sisipkan
secercah harapan, beri celah kemudahan, karenanya bertahanlah!
Bangkit dan berusahalah! Dengan semangat dan do’a, kerja keras,
kerja cerdas, kerja ikhlas, yang optimal, tidak mengeluh, kerjakan
saja apa yang bisa QT kerjakan! Niat ikhlas, hasil akhirnya QT pasrah
dan tawakal, serahkan pada Tuhan untuk menyempurnakannya! Insya 4JJI
berpahala, ada nilai di sisi-Nya… =)
Jika QT sebagai pegawai
bisa mempersiapkan diri terutama mental menghadapi mutasi,
perpindahan, perubahan drastis yang akan terjadi (contoh terlampir,
kasus Modernisasi di Kantor Pusat DJP! ^^;) siap ga nech?! ;p Maka
sepantasnya pula QT sebagai seorang manusia, harus lebih menyadari,
lebih siap, dan lebih baik lagi dalam mempersiapkan diri dengan bekal
memadai, untuk menghadapi sesuatu yang bisa tiba-tiba, ujug-ujug,
sekonyong-konyong, datang menghampiri, yang pasti datang dan tak
mungkin dapat QT hindari… Tak peduli QT tengah melayang tinggi
mengejar harapan dan cita-cita yang selangit, jika telah tiba waktu,
tak akan dimajukan atau dimundurkan walau hanya sedetik! Jika saat
itu tiba, maka saat itu juga terputuslah sudah nafas dan hitungan
amal QT! Nyawa tercabut, usailah aktivitas apapun yang dilakukan,
seperti film dar-der-dor di TV atau permainan playstation pas lagi
seru-serunya, tiba-tiba sekring turun, stop kontak tercabut, or
listrik padam, PETT!! @~* Betapapun kecewa, tak dapat disesali lagi,
karena semuanya telah berakhir, atau telah diakhiri dengan paksa!!
Saat KEMATIAN QT tiba…
—
Mutasi memang belum tentu
terjadi dalam waktu dekat ini, walau kemungkinan itu tetap ada! ^^;
Tapi alangkah baiknya jika dari jauh-jauh hari QT telah persiapkan
diri! Siap mental, fisik, segala2nya! Setelahnya: Nothin’ 2
Lose!… =) Prinsip yang harus dipegang! QT harus sadari esensi dari
pekerjaan, tidak untuk selamanya! QT tidak mau selama puluhan tahun
bekerja di 1 tempat itu2 saja khan? Pasti jenuh dan tak akan
berkembang! QT butuh perubahan, penyegaran, kemajuan yang berarti!
Sebagai manusia QT butuh loncatan tantangan! Itulah yang bikin hidup
lebih “Hidup”! Begitu khan?…
Yang dicari dari roller coaster
itu khan sense thrill-nya?! Yang bikin QT naik lagi naik lagi walo
takut dan menjerit tapi ada kegembiraan dibalik ketakutan! =)
Percayalah, di tempat yang baru pun ada banyak kegembiraan, karenanya
tidak usah takut, walau dimanapun ditempatkan, jika niat QT bekerja
ikhlas semata mengharap ridho-Nya, tidak akan QT terlupa dan tersisih
oleh-Nya! Hanya mungkin QT sedikit diuji dengan kesabaran, sarana
untuk meningkatkan kualitas keimanan dan nilai QT, jadi makhluk
berharga di mata Tuhan! Itu jauh lebih membahagiakan! Daripada merasa
berharga di mata atasan, tapi lantas sakit hati karena dimutasikan ke
tempat yang tidak sesuai harapan! Berharap kepada makhluk, lelah!
Berharap kepada Tuhan, tidak pernah lelah! =) Boleh jadi atasan
ternyata iri, menutup mata dari berkilaunya potensi QT, justru
mengasingkan QT agar tidak terancam tergusur QT! Hehehehe bisa aja,
takut nich ye? ;p Walau kalau yang hijau2 langsung sigap, paling
cepat, awas dia melihat! Dan bahkan siap menjilat, atau menelan
ludahnya bulat2, yang penting tetap kecipratan dan dapat! ;p Manusia!
Padahal gw pake baju ijo lho! ^^; Wakakaka =D
Percayalah! =) Mutiara di
dasar lautan, kilaunya tak akan tertukar, menembus lumpur kepekatan,
menyorot tajam ke permukaan! Cemerlang prestasi QT, tak ayal, pasti
akan sedikit banyak memantulkan cahaya rembulan! Saat tertentu
gemerlap menyilaukan, hingga menarik perhatian atasan! Tak perlu QT
mencari kesempatan mendekati apalagi untuk menjilat atasan! (Loe mo
sampe basah dijilatin orang? =D Ga ada orang yang suka dijilat
terus2an! ;p Bleki aja malezzzz jilatin loe mulu!! Kering2 dah tuch
lidah! ^^;) Cukuplah, do what U must do!
Tak perlu putus harapan,
walau terkesan tak jua kunjung datang, teruslah saja mengasah potensi
diri, kemampuan, keahlian, kompetensi, diperkaya karakter yang teguh,
tangguh, tekun dalam bekerja! Tak perlu mengharap hingga mengemis
hanya untuk kursi, jabatan! Jika memang miliknya suatu saat pasti
merasakan juga, akan duduk di atasnya! Nggak pun, tiap hari duduk di
kursi! Jadi apalah bedanya? ^^; Apa sich enaknya menjadi pejabat? Apa
sich empuknya kursi? Kelamaan duduk juga ambeien!! ^^;
Jabatan itu sejatinya
hanya “seragam” yang QT kenakan lantaran mengemban tugas pada
suatu posisi! Jabatan itu amanah, jangan dianggap anugerah! Karena
hanya akan bikin “anu” QT gerah! ^^; Hati!… Maksud gw Hati! ^^;
(Ngeres aje! =D) Ga bakal tenang, gitu lho! ;p Jadi harus Hati-Hati!
=) Amanah itu titipan, yang akan diambil oleh pemiliknya di akhir
masa jabatan! Dan dipertanggungjawabkan!! @~* Jabatan disandang
berapa lama sich? Presiden aja cuma 5 tahun koq! Maksimal 10 tahun!
Abis itu, ga peduli loe keukeuh ga mau turun, cari pegangan yang
erat, tetap aja bakal diturunin paksa, dilengserin! Dijorokin dari
kursi!! =D
Gw kerja di JICA aja udah
lebih lama daripada SBY berkantor di Istana Merdeka! ^^; Dan gw sadar
“masa” gw di sini bisa jadi hampir habis, karenanya gw pun harus
siap untuk mempertanggungjawabkan! Semuanya!… Pekerjaan yang
tertinggal harus cepat dilunasi, barang-barang yang dipinjamkan
sebagai fasilitas, tetap saja milik kantor, walau selama ini bebas
leluasa dipakai, harus dikembalikan donk! ^^;
Jabatan hanya “seragam”,
jangan QT anggap kulit! Karenanya saat jabatan harus QT tanggalkan,
tak perlu merasa “sakit”! Ikhlas aja! Anggap aja ganti baju,
bukan lagi ganti kulit! Kaya lobster gw aja pake moulting (ganti
kulit)! ^^; Eh, kepiting! ;p Koq merah gitu muka loe? Bis direbus? =D
Wakakaka…
Nothin’ 2 lose! =)
Awalnya bukan milik QT, setelahnya pun QT kembalikan! Kenapa harus
merasa jabatan “milik” QT seumur hidup? ;p Harusnya QT yakini, ga
kan lama! Percaya dech! 5 taon itu cepet! Makanya cukup kerja aja
yang bener! Lha wong kerja bener aja 5 tahun belum tentu udah kelar
kerjaannya? Apalagi mo bertingkah macem2? ^^; Jadi kalo loe jadi
pejabat, jangan aneh2! Ga usah ngerasa tinggi, lebih hebat, jadi
sombong n mendongak, pantang menatap ke bawah, berubah, jadi ga gaul
ama QT2 lagi, memisahkan diri, banyak lagak, nempel n ngejilat ke
atasan, nutup mata ke bawahan, padahal kalo uda waktunya ntar juga
bakal gw susul, gw geser, loe bakal gw gantiin!! ;p N gw pun setelah
selesai bakal digantiin orang lain! ^^; Sesungguhnya kejayaan dan
kejatuhan itu dipergilirkan oleh Allah, untuk pelajaran bagi manusia!
Jadi, BIASE AJE DECH!! ^^;v Kaya prinsip Kido Kamen donk: HIGH
PROFIT, but LOW PROFILE!! Heyy, I M COOL!! B-) Hwakakakak =D
Jabatan cuma “seragam”!
Yang berganti pemakainya, tapi baju tetap itu2 juga, sampe lusuh,
lecek, the kill and the kumel! ^^; Jadi apanya yang harus
dibanggakan? ;p Yang membuat perbedaan, justru adalah prestasi
pemakainya selama mengenakannya! Dia yang akan dikenang dengan nama
yang harum! Meski tak lagi menjabat, atau telah pensiun, bahkan saat
telah berpulang! Adakah QT mengemban tugas2 sebagaimana mestinya dan
memberikan penyelesaian sebaik2nya? Hasil yang memuaskan luar biasa?
Atau yang biasa saja? Atau tidak memuaskan? Atau mengecewakan? Atau
malah merugikan? Bagaimana penilaian atas diri QT nanti? Saat tak
menjabat lagi? Karena “atasan” QT pasti terus mengamati, dan
setelah ini QT di-mutasi! ^^;
Mulailah ketir2 yang
tidak bersiap diri! Padahal harusnya sejak awal telah menyadari! PNS
tiap tahun dievaluasi, dinilai dalam Daftar Penilaian Pelaksanaan
Pekerjaan alias DP3! Walo nuansa subyektivitasnya kental melekat! ^^;
Tapi gpp, daripada ga ada! ;p Penilaian yang obyektif tentu bukan
hanya melihat keberhasilan ataupun kegagalan di detik2 akhir masa
jabatan, tapi adalah akumulasi dari keseluruhan perjalanan yang
panjang, prosesnyalah yang dinilai! Bagaimana QT melaksanakan
pekerjaan sesuai yang diamanatkan, itulah yang seharusnya jadi dasar
penilaian! Ini bicara ideal, tapi tak dipungkiri, kalo sudah sampai
“di atas”, seperti pohon yang semakin tinggi diterpa angin makin
kencang, tarik ulur kepentingan pun makin banyak digoyang! ^^;
Sebagai pegawai, QT ga
perlu memusingkan soal politik kepentingan! Cukuplah QT
mempersembahkan karya jerih payah yang terbaik, untuk bangsa dan
negara, bukan untuk siapa pemerintahnya, siapapun atasannya, dan
niatnya semata diikhlaskan untuk mengharap ridho Tuhan, bukan
menjilat atasan! Penilaian yang sejati cukup datang dari Allah! Tak
butuh pada makhluk-Nya! Jadi silakan aja mau di-mutasi kemana! Insya
4JJI siap aja! =) Tuhan Maha Tahu yang terbaik untuk hamba-Nya koq!
Pastilah ada hikmahnya…
—
Begitulah halnya
kehidupan QT! =) Sejatinya QT tengah diberi “jabatan” oleh Allah
sebagai khalifah, wakil Allah untuk memakmurkan bumi! Adakah
sepanjang “masa jabatan” hidup di dunia, QT telah melaksanakan
tugas2 yang diamanatkan oleh Allah sebagai pemilik dan penggenggam
tiap2 jiwa, pada QT? Sudahkah QT memelihara alam sekitar dan
memakmurkan penghuninya? Manusia, hewan, tumbuhan, lingkungan!
Menebarkan rahmat kebaikan dalam pesan kedamaian Tuhan? Ataukah QT
malah merusak bumi, mencemari lingkungan, menebang dan membakar
hutan, tanpa punya malu dan tak sedikitpun merasa bersalah? Padahal
tahukah NT bahwa 1 pohon yang tumbang di alam berarti merampas jatah
nafas untuk hidup 2 manusia di dunia? Sama dengan pembunuhan! Padahal
QT hidup di dunia memiliki tugas yang khusus dari Allah, QT makhluk
pilihan-Nya! Karena Allah menaruh kepercayaan kepada QT untuk
mengemban “jabatan” yang konon gunung saja tak sanggup untuk
menanggungnya lantaran berat bebannya! Akankah QT merusak nilai
kepercayaan yang begitu tinggi dari-Nya dengan tidak menjalankan
perintah, mengindahkan rambu2 dan menjauhi larangan-Nya? Ataukah QT
selama “menjabat” mengelola bumi dengan sesuka hati dan seenak
perut QT? Asyik mereguk kenikmatan maksiat, tenggelam berlarut2 dalam
perbuatan bejat, tanpa ingat atau menyempatkan untuk bertaubat,
hingga tidak lagi sempat! Mengira tak akan ada akhir masa, tiba-tiba
“masa jabatan” berakhir! Dan QT dicampakkan dari tahta
kepemimpinan di dunia! Tibalah saat dimana akan QT
pertanggungjawabkan semua tingkah polah QT selama hidup di dunia!
Adakah Tuhan sebagai “atasan” QT akan merasa puas serta senang
terhadap kinerja QT, ataukah kecewa, atau bahkan marah, hingga murka
karena kelalaian, kecerobohan, kebodohan, kesewenang2an, kejahatan
dan kerusakan yang QT perbuat selama hidup di dunia? Na’udzubillahi
min dzalik! @~*
Hari Akhir serta
penghitungan itu sungguh benar2 ada! Apakah NT percaya, bahwa QT
hanya hidup untuk mati, lalu habis cerita? Begitu aja? Ga lucu dech!
^^; Kalo begitu caranya, silakan aja berbuat kejahatan sesukanya, toh
takkan ada bedanya dengan orang yang selalu baik kepada sesama! Ga
adil donk? Ga mungkin khan?
Pasti ada penilaian akhir, yang akan
menentukan, setelah “masa jabatan” posisi Khalifah berakhir,
setelah ini kemana QT akan di-“mutasi” oleh Tuhan? Dipindahkan?
Ke tempat yang “basah” dan potensial-kah? Atau tempat “kering”,
jauh, ke pelosok yang terpencil, diasingkan? Tentunya Tuhan berlaku
sangat obyektif dan adil dalam memberikan penilaian terhadap
“prestasi kerja” QT, ga seperti kebanyakan makhluk-Nya yang
tengah diuji saat diberikan “jabatan” tapi diselewengkan. Tuhan
tidak mungkin akan mendzalimi, dengan tidak memberikan seseorang
sesuatu yang telah menjadi haknya! Tuhan Sungguh Maha Adil! Perbuatan
kebaikan pasti akan beroleh balasan baik! Kejahatan pun beroleh
keburukan! Semuanya telah dicatat di buku amal QT! Baik-buruk, adalah
hasil karya QT sendiri! Tuhan tidak mendzalimi! Apapun hasil
akhirnya, QT-lah sebenarnya yang menentukan, dari tingkah laku,
perbuatan QT, saat di dunia! Maka setelah usai “masa jabatan”
hidup QT di dunia, di kehidupan alam akhirat nanti, akan di-“mutasi”
kemanakah QT kira2?
Ke SURGA atau NERAKA??!
@~*
NT yang paling tau diri
sendiri, all up 2 U! Wish 4 us, luck!
—
Maka kembali ke topik…
Jika QT tahu QT tinggal
punya sisa waktu 7 hari untuk hidup, tentulah QT tak akan menyia2kan
lagi, tidak ada kesempatan lain lagi, setiap detiknya begitu
berharga, QT akan isi untuk memperbanyak timbangan amalan baik dan
mengumpulkan pahala, serta berupaya menghapuskan gugur dosa2,
bertaubat kepada-Nya! Jika QT tinggal punya sisa waktu 7 hari, dan QT
tak tahu apakah bobot kebaikan QT yang lebih berat ataukah keburukan
QT yang justru telah menggunung, menenggelamkan QT ke dalam sarat
timbunan dosa, bergelimang maksiat, bermandi nista, maka masihkah QT
akan bersantai2 dan tidak bersegera kembali pada-Nya, membersihkan
diri, memohon ampunan, bermunajat kepada-Nya, agar terangkat derajat
QT dari hina menjadi mulia?
Jika QT tinggal punya
sisa waktu 7 hari, tentu QT akan memperbaiki kualitas ibadah QT,
berwudhu dengan sempurna, shalat lebih tepat waktu, berjama’ah,
perhatikan rukun2 dan syaratnya, pahamilah pula arti bacaannya, dan
makna gerak-geriknya, luruskan niat, jangan cuma lurus dan rapatkan
shaf, hadirkan hati, berkomunikasilah! Shalat adalah sarana, untuk QT
berdialog! Dengan Tuhan! Waktu yang disediakan oleh Allah untuk QT
bisa curhat kepada-Nya! Melaporkan perbuatan baik buruk yang QT
lakukan antara penggalan waktu shalat yang satu ke waktu shalat
berikutnya! Juga menyampaikan harapan dan do’a, keluh kesah, gundah
gulana, mohon jalan keluar yang terbaik atas setiap masalah hidup QT!
Allah-lah tempat meminta dan memohon pertolongan! Allah-lah tempat
berlindung! QT-lah sesungguhnya yang butuh Allah! Karenanya datanglah
kepada-Nya dengan persiapan, penampilan terbaik! Dengan merendahkan
diri dan mengagungkan nama-Nya! QT tengah menghadap kepada Sang Raja
Diraja! Pemilik dan Penguasa Kerajaan Langit, Bumi, serta segala
sesuatu yang ada di dalamnya! Manakah yang lebih baik, pengemis yang
compang-camping tak karuan, asal saja sembarangan dan tidak tahu
aturan, yang mengetuk pintu rumah dan meminta dengan kasar; dengan
Kepala RT yang datang berpakaian rapi, walaupun sama tujuannya, ingin
minta sumbangan? ^^; Tentu QT lebih berkenan dan menerima maksud
kedatangan Kepala RT, walaupun Tuhan membuka pintu untuk siapa saja
termasuk pengemis paling hina sekalipun! Ini hanyalah kiasan, tapi
jika berkaca pada diri QT sendiri, coba tanyakan: Jika QT jadi
pengemis atau jadi Pak RT, dan QT butuh bantuan, datang sebagai yang
manakah kira2 lebih pantas dan lebih diterima dengan senang hati oleh
tuan rumah? Tentu saja yang rapi khan? Tuhan juga sama, lewat
Rasulullah, pernah seorang sahabat ditegur, karena rambutnya awut2an
ketika shalat, lain kali rambutnya yang gondrong itu disisir dan
dirapikan, Rasulullah pun tersenyum. Gondrong tak jadi masalah, Tuhan
suka kerapian… Makanya dianjurkan shalat pake peci/ kopiah! =)
Padahal QT bukannya
bertamu, tapi malah tengah diundang! Oleh Allah! Pencipta langit dan
bumi! Padahal mau ketemu Presiden aja susahnya bukan main! Harus
lewat bejibun protokoleran! Mau menghadap pejabat aja harus bikin
janji! Kadang pejabat menghindar dan tak mau menemui! Tapi Tuhan
begitu Maha Pemurah, dan begitu terbuka kepada QT! Bukan QT karena
tengah butuh baru datang menghadap Tuhan, walo seringnya begitu! ^^;
Tapi lebih parah ada pula yang enggan, belagak kagak butuh, sok
banget loe? Jual mahal ama Tuhan?! ;p Tapi justru QT yang diundang,
langsung! Oleh Tuhan! Untuk datang menghadap menemui-Nya! Luar biasa
bukan? QT diperlakukan dengan istimewa! Bahkan Tuhan berkehendak QT
menghadap minimal(!!) – bukan maksimal – sampai 5 kali dalam
sehari! Hingga jadi diwajibkan! Sebenarnya untuk kebaikan QT! Supaya
QT meminta segala macam kebutuhan pada-Nya! Dan hanya pada-Nya!
Karena Tuhan senang jika QT meminta kepada Dia Yang Maha Kaya dan
Maha Pemurah kepada hamba-Nya! Tuhan senang pada hamba yang tak
sombong dan tak enggan mengajukan permohonan dalam do’a, Tuhan
senang dan akan memberikan salah satu antara 3, entah dikabulkan
langsung, ditangguhkan dulu hingga satu masa yang terbaik diberikan,
atau diganti dengan yang lebih baik, karena Tuhan Maha Tahu yang
terbaik untuk QT, dan Tuhan menginginkan QT dapat yang terbaik!
Karenanya cukuplah jika QT hanya memohon kepada-Nya! Dan jangan sedih
jika permohonan belum terkabul, karena bisa jadi yang terbaik menurut
QT buruk bagi QT di pandangan Allah, dan yang buruk di pandangan QT
bisa jadi terbaik bagi QT dipilihkan oleh-Nya! Ikhlas saja menerima
apapun keputusan-Nya! Tetap sabar dan bersyukur, serta senantiasa
berbaik sangka pada Allah! =) Insya 4JJI QT akan selalu merasa cukup,
dan tak pernah kekurangan! Qana’ah! Itu kuncinya!
Ada di antara QT yang
bebas keluar masuk Istana Kepresidenan? Sampai 5 kali dalam 1 hari?
Besar kemungkinan tidak, malah bisa2 QT bakal digiring paspampres
lalu diinterogasi! Kurang kerjaan banget sich! ^^; Tapi jangan QT
heran jika Allah mempersilakan QT untuk tiap saat memasuki
“rumah”-Nya, di masjid2, mushalla, di manapun di bumi Allah yang
bersih dan suci, kapan saja, shalat sunnah 2 raka’at atau shalat
fardhu, dijamu oleh-Nya! Shalat wajib 5 waktu 1 hari, Subuh, Dzuhur,
Ashar, Maghrib, hingga Isya’, itu baru minimalnya! Dan jika QT
menambah dengan shalat2 sunnah, dan ibadah sunnah lain, puasa, zakat,
infaq, shadaqah, dzikir, serta membaca Al-Qur’an, tentulah QT akan
lebih dicintai oleh-Nya! Membaca Al-Qur’an ibarat QT mendengarkan
Tuhan bercakap pada QT, sementara shalat seperti QT berdialog kepada
Tuhan! Tidakkah QT ingin bisa bercakap dengan Tuhan? Tidakkah QT
ingin menjadi dekat, dicintai oleh Allah? Tuhan dari semesta alam?
Dan dicurahkan kasih, sayang, limpahan rahmat-Nya? Adakah QT tidak
merasa sebagai makhluk paling beruntung? Tidakkah merasa malu? Bahwa
QT telah begitu dipentingkan oleh-Nya? Tapi QT, jujur aja, justru
sering kali tidak pernah mementingkan arti penting datang
undangan-Nya! ^^; Hayo? Jujur! Masa? =O Udah shalat belom?!… ;p
—
Padahal jika saat ini QT
tiba2 menerima panggilan penting untuk menghadap ke istana Presiden,
tentu apapun yang tengah dilakukan buru2 ditinggalkan! Bergegas
pulang, mandi hingga bersih, ganti pakaian, buru2 menyanggupi, segera
datang menghadap! Jantung berdebar, saat pintu ruang kerja Presiden
terbuka, dan tangan ini bersalaman! Berjabatan tangan! Presiden
menyambut kehadiran QT dengan senyum! Saat berhadapan langsung
pandangan lekat tak lepas hanya menatap Presiden, di mata QT hanya
ada Presiden, tak berani teralihkan oleh ajudannya atau oleh pelayan
yang lewat! Pelayan pun mungkin tak boleh sembarang lewat di dekat
Presiden! ^^; Sangat berhati2 dalam bertingkah dan berucap,
mengendalikan pikiran serta lidah, memilih kata2 yang baik sebelum
terucap, memperhatikan pakaian yang dikenakan, mungkin terbaik yang
QT miliki, disemprotkan minyak wangi, tahu etika dan menempatkan
diri, serta sangat hati2 dalam bersikap dan merespon pertanyaan
Presiden! Itu baru mau menghadap Presiden! Begitu hebohnya persiapan
QT! Pernah?!… ;p Sekali aja? NT dipanggil ke Istana?…
Tiap 17
Agustus? Atau kapan aja, walo cuma sekali, pernah? Heheh, sekali2nya
masuk Istana Negara cuma pas upacara 17-an waktu SMP, antara tahun
‘92-93-an, Regu Elang Pramuka SMPN 105 Kembangan, mewakili
kontingen Jakarta Barat! ^^; Dulu kayanya bisa lihat langsung Pak
Harto udah keren banget! ;p~ Padahal mah sekarang biasa aja! Di
lembar duit juga ada senyumnya! ;p
Janganlah Presiden, jika
dipanggil oleh atasan saja, QT tentu segera meninggalkan pekerjaan
yang tengah dilakukan, apapun itu, walaupun tengah menjumpai tamu, QT
pasti mohon undur diri sebentar dan meninggalkan tamu demi memenuhi
panggilan atasan! Mau masuk, mengetuk pintu pun, periksa dulu, baju
sudah rapi dan masuk ke celana atau belum? Yang CW, dandanan
celemongan nggak? ^^; Lipstik? Gigi? Barangkali cabai selip habis
makan? ;p QT sebenarnya bisa dan amat sanggup berlaku demikian, walau
kepada Presiden, atau “sekedar” atasan! QT anggap itu perlakuan
pantas! Memang sudah semestinya! Tapi sungguh mengherankan, mengapa
acapkali QT justru mengabaikan panggilan sayang dari Tuhan???…
Waktu Adzan memanggil
untuk shalat tepat waktu dan berjama’ah, mengapa QT tidak segera
meninggalkan apapun yang tengah dikerjakan? Mengapa QT tidak buru2
berwudhu, mensucikan diri, segera membersihkan tubuh serta pakaian
QT, mencuci tangan, berkumur di sela gigi, membersihkan lubang
hidung, membasuh wajah, lengan, sela jari tangan dan KQ, membasahi
rambut, telinga, belakang kuping, tengkuk? Mencuci KQ, tumit, ke mata
KQ?… Bersikap khidmat dan santun sebelum mulai shalat, diawali
dengan do’a, menenangkan diri, menata hati dan niat sebelum QT
menghadap Tuhan, memahami apa yang QT lakukan dan ucapkan, mengapa QT
ruku, i’tidal, sujud, duduk? Apakah arti dari ayat2 yang QT baca?
Pernah QT perhatikan? Ataukah shalat QT hanya gerakan naik turun
tanpa makna, tanpa tuma’ninah serta tidak urut rukun pula? Hampa
tanpa mengerti apakah arti bacaannya? Bahkan hati pun tak hadir!
Memikirkan hal yang lain! Jadi sebenarnya QT tengah menghadap
SIAPA?!… @~* Bahkan pacar pun bisa sewot jika QT cuekin ato QT
ngomong di depan dia tapi mata jelalatan ngeliat CW lain lewat,
padahal dia terus menatap QT! Dasar loe buaya darat!! ^^;
Mengapa QT tidak malu,
Tuhan lebih QT rendahkan daripada Presiden atau atasan, bahkan pacar
QT? Tuhan dinomorduakan, bahkan nomor sekian-kan! Padahal yang
notabene sama2 makhluk ciptaan seperti halnya tamu, orang tua,
saudara, karib kerabat, sahabat, kekasih, pacar, gebetan,
selingkuhan, TTM-an ;p Tetemanan maksud gw, halah! ^^; Presiden atau
pengemis, atasan, rekan kerja, bawahan, office boy, cleaning service,
bahkan diri rendah QT sendiri, semua adalah makhluk ciptaan-Nya! Dia
yang seharusnya QT sembah lewat ibadah! Dia yang seharusnya
diprioritaskan, paling diutamakan! Karena QT telah diberi begitu
banyak kenikmatan-Nya! Fasilitas hidup yang lebih dari QT butuhkan
dan inginkan! Semua dipenuhi bahkan sebelum QT minta! Adakah QT
pernah ingat untuk mensyukurinya? Adakah QT telah berlaku pantas pada
Tuhan, sudahkah QT menyembah dengan layak sebagaimana QT mengaku
memposisikan Dia sebagai Tuhan QT?! Adakah Tuhan hanya di bibir saja?
Bahkan saat seharusnya beribadah menyembah-Nya, hati QT masih di
tempat lain, dan pikiran QT melayang, tak diam pijak di tempat, tak
bisa diikat walau hanya untuk beberapa saat shalat!!
Padahal Tuhan yang
berkenan untuk mengundang QT! Jadi tamu kehormatan! Selalu terbuka
pintu untuk QT menghadap-Nya, kunjungi setiap saat, ga pakai
protokoler dan appointment, ga perlu janji2an, Anytime GOD opens
widely 4 all of us! Tapi QT berani lancang menolak bahkan pura2 ga
dengar, tiap kali diundang! Padahal sampai 5 kali, tiap hari, Tuhan
memanggil QT dengan penuh kasih sayang! Adakah QT mendengar
seruan-Nya? Dalam tiap Adzan yang berkumandang memanggil Shalat?
Tidakkah QT merasa istimewa, dipentingkan, dan timbul rasa, keinginan
balas mementingkan-Nya, dengan bersegera dan bersukacita
menghadap-Nya, tiap masuk waktu shalat? Atau QT memilih menulikan
telinga dan menyibukkan diri dengan urusan dunia yang tak ada
artinya, hingga lalai, lalu lupa, tiba2 waktu shalat telah lewat? Dan
QT masih dengan ringannya meninggalkan tanpa rasa bersalah dan dosa?
Nyadar ga sich? Betapa rendahnya kelakuan QT? Pantaskah QT disebut
manusia? Kalo nyadar, kok gak malu?! ^^;
Bagaimana jika suatu saat
Tuhan memanggil QT tidak lagi dengan panggilan sayang? Bagaimana jika
telinga QT benar2 dibuat tuli oleh-Nya? Bagaimana jika mata QT dibuat
buta dan mulut QT dibisukan? Selamanya dalam kegelapan total!
Pernahkah QT bayangkan seperti apa rasanya? Pasti sangat kesepian!…
Bagaimana jika QT yang tak jua memenuhi panggilan-Nya, akhirnya
dipanggil paksa untuk menghadap pada-Nya? Saat ruh QT dicabut oleh
malaikat maut? Saat QT tak bisa lagi mengelak dan menghindar! Saat
perjumpaan QT dengan Tuhan dipastikan! Saat ruh QT dicabut, aktivitas
apapun yang QT lakukan tidak ada artinya! Pun sudah tak dapat
dilakukan lagi! Jadi mau apa lagi? Maka tidakkah lebih baik jika saat
ini, detik ini, selagi QT masih bisa dengan kesadaran sendiri
menyambut seruan-Nya, menghadap kepada-Nya di saat waktu shalat tiba,
QT lakukan dengan segenap jiwa, mengabaikan yang lainnya, seperti
menjawab panggil sayang Ibu, tentu QT tak sampai hati menolak
seruannya! Bagaimana jawaban QT atas seruan Tuhan yang menciptakan
dan telah mengasihi ibu QT? Juga menyayangi QT? =)
Maka segeralah penuhi
panggilan, persiapkan diri sebaik2nya untuk QT menghadap-Nya,
menghadirkan hati, ikhlas hanya mengharap ridho-Nya! Tanggal dan
tinggalkan segala atribut kedunawian yang membelenggu QT! Masa sich
ga juga sempat, cuma 5 menit aja?! Dari berjam2 kesibukan QT yang
bagai tak ada habisnya! Mau minta discount sampai berapa murah lagi
sich? Padahal dulu waktu Rasulullah menerima perintah shalat di
Sidratul Muntaha, sewaktu Isra’ Mi’raj, pertama kali shalat itu
diwajibkan LIMA PULUH kali lho, dalam satu hari!! Bayangin, betapa
Tuhan amat sayang pada QT, Rasul minta keringanan, dikabulkan!
Dikorting melulu, sampai tinggal cukup 5 kali satu hari! Masa masih
juga bilang nggak sempat?! Gimana kalo suatu saat QT memohon dengan
amat sangat, sesuatu yang penting dan mendesak bagi QT, penuh
pengharapan dan amat sangat QT inginkan, memohon kepada Tuhan, Tuhan
bilang, “Sorry, lagi KAGAK SEMPAT?!” ^^; (Nyesek ga loe! ;p)
Jika QT tahu Tuhan
tidaklah seperti itu, maka seharusnya QT jadi malu jika masih juga
berlaku begitu! Setelah NT membaca blog ini, heheh, awas loe, resiko
tanggung sendiri, kalo masih tidak memenuhi dan menjawab seruan
kasih-Nya! Heee-re, Kitty-Kitty-Kitty! ^^; Ya, manggil eloe juga Kit!
Wakakaka =D
“Hayyaa
‘alaashshalaaahh!!” Marilah QT Shalat…
Alhamdulillah!…
Bersamaan masuk waktu shalat Maghrib! Nulis blog pun harus rela
ditinggalkan! ^^; Shalat dulu ya men-temen! Nanti dilanjutin lagi,
Insya 4JJI… =)
—
(Setengah 7 malam, masih
di kantor, sedikit lagi, epilog, terus save ke external hard disk,
pulang, bawa ke warnet, copy paste, terus upload dech! ^^; Internet
di kantor masih bermasalah, tapi tulisan ini harus secepatnya
di-post, coz time is runnin’, 7th day nearly closes, 6th closin’
in, dusk oledi close its curtain, n our time is still countin’
down, it Qps runnin’…)
—
Begitulah…
Waktu terus bergulir…
Tanpa sadar semakin
mendekati akhir…
Dan saat semuanya harus
berakhir, sudahkah QT siap menghadapinya?
—
Jika QT tinggal punya
sisa waktu 7 hari, dalam waktu yang tersisa dan amat terbatas ini, QT
harus mampu sebaik-baiknya mengoptimalkan setiap detik waktu, desah
nafas, detak debar jantung QT, gelegak alir darah di nadi QT,
kesempatan untuk menutup lembaran kisah lama dengan ENDING yang
terindah! Seperti lirik lagu dari Jikustik, “Ketika s’lamanya pun
harus berakhir, akhirilah itu dengan indah… Kau harus relakan,
setiap kepingan, waktu dan kenangan”… Sebelum mulai awal yang
baru lagi dengan kehidupan yang tentunya QT harap akan lebih baik! Di
akhirat nanti! Semoga yach!
Insya 4JJI…
Jadi? “Jabatan” NT
tinggal 7 hari lagi nech! ^^; Harus siap2 dilepas! =D
QsCn is: RELA GA NECH???
;p
Udahlah! Ikhlasin aja! =)
Gw pun udah siap2
bebenah…
Bersiap songsong Mutasi!
Dimanapun ditempatkan
harus siap!
Oiiiii! Oiiii! =D
Saatnya kerja bakti!
Hikz… ^^;
MOVE! MOVE! WAKE UP!! B-)
G@ UP! L@’S GOOOO!! =D
GANBATTE YO!! Gdluck 4
ALL! CIA YOU 2x!! ^___________^;v
Tnx 4 re-Dn, F a gd rest,
nice sleep, sweet dreams…
—
Dan minggu beres2pun
dimulai… ^^;
—
Kido Kamen =)

August 28th, 2006 at 7:14 am
wadaw…..! kok berubah pisan gaya nulisnya euy….. baru ngeliat aje dah kerasa berat bacanya! mata ampe kunang-kunang ngeliat rentetan kata-kata bin kalimat yang segitu (amit-amit!) banyak buanget! hehehe… jam segini after a long office hours mah ga mampu dah beta baca blog ngana yang gaya tulisannya kaya’ gitu men!!! mana dari awal tau-tau dah ngomongin soal mati alias tewas bin pass away lagee! hiyy…..
lanjut besyok aja ahh…… wadugh…. jam segini maseh di kantor lembur nyusun anggaran ta 2007….. mana dah sepiw…. gelapz….. baca soal mati…. barusan denger cerita syerem about this office building dari temen se-lembyur se-perjuangan lagi…. hiyyy!?!?!? pulang ah….. kabur!!!!
piss!!!
August 28th, 2006 at 7:23 am
hehehe… baru di-post, tau-tau gaya tulisannya dah balik ke semula lagi…!?! kok tadi ga’ gitu ya?!?!?! gw yang dah error ngeliatnya atawa….. hiyyy……. kaburrrr!!!!!!
piss!!! (sempet-sempetnya…!)
August 29th, 2006 at 2:30 am
Wahhhhhhhhhhhhhhhhh
Kayaknya udah waktunya buat nulis n nerbitin buku nih
Ditunggu bukunya ya……..!!!!!!!
August 29th, 2006 at 4:01 am
2 Mbak Iva: Waaahhhhhhhh =D Hehehe, matur nuwun matur nuwunnn! ^^; Aduhh, malu ach kalo dibikin buku, lom bisa 100% mempertanggungjawabkan yang ditulis koq ^^; Namanya masih belajar, ini aja sesekali masih telat, ada aja, pas lagi di jalanlah, dan lain2, jadi ga bisa shalat berjama’ah di awal waktu T___T Ternyata istiqomah itu susah ya? ^^; Belajar untuk konsisten, hmmm Insya 4JJI, do’ain yaa, belajar sama2! ^^;v Matur nuwun mbak, salam kagem mas Anung, hehehehe ;p
—
2 Kid: Hehehehe wahhh loe masih di kantor ya jam 9? Ngapain tuww? ;p Lembur apaan? Emang kerja dimana? ^^; Iya, jam segitu gw baru ngepost blog di warnet deket rumah ^^; Tampilan pertama emang berantakan, ga da spasi gitu, nyambung terus, gw juga kaget! Pantes aja eloe puschyiink!! Wehehehe ;p Tapi trus gw edit lagi n tambahin foto sekalian biar narcist! ^^; Hihihihi…
How do I look? ;;) (Ting-ting! ^^;) GUBRAK!! @~* Wakakaka =D
Tnx! Jangan takut baca donk ;p Khan sekedar mengingatkan! =) Tar juga QT mati khan?
Tinggal masalahnya KAPAN?? ;p Loe apa gw duluan? Wakakaka =D
Karena seringkali QT itu, manusiawi, suka melenceng dari orientasi yang sejati! Bahwa hidup itu untuk beribadah kepada-Nya, harta adalah sarana yang bisa mempermudah QT mengumpulkan pahala! Jangan malah kebalik mengejar harta dan melupakan pahala tabungan akhirat kelak! ^^;
Karena itulah QT dianjurkan untuk saling mengingatkan! Kalo zaman dulu khan ada Nabi2 dan Rasul? =) Sekarang setelah Nabi Muhammad Rasul terakhir, zaman ini ya paling para ulama n antar sesama QT sendiri aja yang saling mengingatkan, ya ga? Yo’i!
(nanya dijawab sendiri ^^;) Hihihihi…
Masih lembur? =) Ada cerita apa di tempat kerja loe emangnya? Hehehehe ;p Di Gedung apa? Dimana? ;D Kikikikik… ^^;
Hayo, suara sapa tuww? Wakakaka =D “BAYANGAN” koq takut gelap! ^^; Hihihihi…
I sense EVIL!! ;p Saatnya BERUBAH!! ^_____^;v
KIDO KAMEN! HENSHIN!! ^^;v ZEI REDDO! ZEI CHANGER!! =D
Pip-pip-pip-pip…
Sisa pulsa Anda tidak mencukupi untuk Berubah… WAKKSS!! @~*
Wekekeke ;p
F Nc Ds All… =)
August 29th, 2006 at 5:21 am
hehehe… maklum, namanya juga “kuli”…. lembyur nyusun program plus anggaran buat taun depan. input datanya online via internet. jadi sekalian browsing dueh! (ssstt….!!! jangan bilang-bilang boss-ku ya, soalnya die dah bingung, curiga and bertanya-tanya kenapa kok leled banget koneksi internet di kantor waktu itu. kikikik…. jelas aja leled! wong lemburers-lemburers nya pada sambil browsing, chating plus downloading seh….. kakakakak!!!)
n e wei….. yup! salah satu resiko jadi pegawai negeri emang harus siap di”oper” sana-sini men…. tinggal gimana kita mensikapinya aje kali yee…. apa lagi ente nyang pegawe tingkat nasional bin departemen. bisa muter-muter se-indonesa tuh kaya’ paman gw. hehehe…. dyulu dakyu sering ke komplek keuangan luoh waktu paman ane pindah ke jakarta. muter-muter sekomplek itu juga pernah. cuma ga pernah ketemu aja sama ente, nadya, acoy alias cahyo (angkatan 93 seh sebenernya nih anak, tapi ga naek kelas tiga waktu itu ‘n jadinya lulus bareng ama anak angkatan 94), terus… mmm… sapa deh satu lagi anak enam lima ‘94 nyang orang batak itu… mmm…. bertha ya? hehehe…. sory sis! lupa namanya.
oke dueh pren…. time to go home neh…. tapi sebelomnya dima’em dulu ah ni nasi padang traktiran boss bwt para lemburers! nyam-nyam-nyam….. have a nice day buddy! ciao!
piss!!!
August 29th, 2006 at 4:59 pm
Pagiiii… =D
Heheh, sisa 5 hari! ^^; Waksss!! Nyantai Broer!
Sesuatu yg ga bisa dihindari, KT Bang Iwan Fals ya HADAPI SAJA!! B-)
Tentu saja dengan persiapan yang terbaik wat menghadapinya!
Wait 4 nX blog ya, hmmm start nulis lagi aaah… ^^;v
Lhah, gw kira loe tuch PNS juga? ^^; Di swasta tah? Hmmm, tnx, gw jadi ada ide buat sum1 like U
Da sarapan? F Nc Ds! Tnx! =D
August 29th, 2006 at 8:51 pm
hehehe…. lebih tepatnya “siluman” kali ya…. soalnya dibilang pns, bukan! dibilang swasta, kerjanya di kantor pemerintah. (garuk-garuk…) bener-bener “siluman” neh….. kikikikik…..
what do you mean about “Hmmm, tnx, gw jadi ada ide buat sum1 like U
Wait 4 nX blog ya, hmmm start nulis lagi aaah… ^^;v”??? ditunggu deh da next blognya! have a bright sunny day buddy! dadabubay!
piss!!!