Maka setelah QT menyeberangi sungai yang memisahkan JUNGLE dan SAVANNAH, kini QT telah berada di padang rumput yang datar dan luas. Beberapa langkah berjalan, seperti tampak dalam Scene QT dapati sejumlah binatang ternak tengah merumput dengan damainya. Seolah tidak terusik oleh kedatangan QT. Ada sekumpulan domba, juga kuda. Entah siapa yang punya?

Savannah2

.

.

.

.

Menyaksikan padang rumput yang terbentang hijau asri, pandangan QT jadi terkagum2, dan tanpa sadar QT memutuskan untuk istirahat sejenak, menikmati suasana, duduk di tepian sungai. Sambil melepas pakaian yang basah saat menyeberangi sungai, dijemur di atas batu, QT lantas berbaring rebah di rumput, dan menatap langit cerah pagi ini. Matahari menyilaukan, sejenak mata terpejam. Tapi QT tidak tidur. Sambil membayangkan padang rumput, ingatan QT melayang jauh ke belakang, ke masa silam, ke masa ratusan, tidak ribuan tahun silam! Sekitar 2000 tahun yang lalu, tepatnya 2006 jika memang benar kalender Masehi diawali dari tahun kelahiran Nabi Isa Alaihissalam…

QT jadi teringat akan Scroll yang ditemukan saat pertama kali keluar dari Jungle memasuki Savannah, ada di Scene sebelumnya. Perlahan QT keluarkan dan QT baca lagi:

"Dan telah Kami jadikan (Isa) putera Maryam beserta ibunya suatu bukti yang nyata bagi (kekuasaan Kami), dan Kami melindungi mereka di suatu tanah tinggi yang datar yang banyak terdapat padang-padang rumput dan sumber-sumber air bersih yang mengalir." (Q.S. Al Mu’minuun: 50)

Ya, di tempat padang rumput dengan sumber air bersih yang mengalir seperti tempat inilah, Nabi Isa dilahirkan. Tepatnya di Palestina. Negeri yang menjadi rebutan 3 agama Samawi (agama yang mengajarkan keesaan Tuhan dan berasal dari Allah) yakni Yahudi, Nasrani, serta Islam. Negeri yang hingga detik ini masih menjadi salah satu sumber pertikaian yang tak pernah usai di Timur Tengah. Di tempat itulah Nabi Isa Alaihissalam dilahirkan. Umat Kristiani menyebutnya dengan Yesus Kristus. Dan ibunya, Maryam, disebut dengan Bunda Maria. Terlepas dari perbedaan lafal dan bahasa yang diucapkan (Bani Israil, nenek moyang bangsa Yahudi dan Nasrani menggunakan bahasa Ibrani, sedang Islam memakai bahasa Arab) QT tahu bahwa yang tengah dibicarakan adalah orang yang sama. Maka setelah membaca perlahan dan meresapi bunyi Scroll (ayat) di atas, ada beberapa hal yang dengan kemampuan AKAL QT setelah memperoleh Sword kini, bisa QT ketahui…

Disebutkan, bahwa Isa dan ibunya Maryam "dijadikan" oleh Allah sebagai bukti yang nyata akan kekuasaan-Nya. Dijadikan artinya diciptakan. Artinya Isa dan Maryam adalah makhluk juga, bukan Tuhan. Karena hanya Tuhan Yang Maha Pencipta yang bisa menciptakan. Dan Tuhan Yang Menciptakan tentu Maha Kuasa menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Maka, terkait dengan "keajaiban" Nabi Isa, yang terlahir hanya dari rahim Ibu yang masih suci tanpa ada ayahnya (buat yang lom tau aja ^^;) Itulah yang dimaksud dengan "Bukti Nyata" Kekuasaan Allah! =) Supaya manusia berpikir tentang penciptaan! Apakah hal yang aneh bagi Allah yang telah menciptakan manusia dari berpasang2an, ada ayah ada ibu, semua manusia normalnya terlahir begitu, hasil dari pembuahan sel sperma yang bertemu dengan sel telur di dalam rahim wanita, melebur menjadi zigot, cikal-bakal manusia, yang terus membesar dan mewujud di dalam kandungan ibu QT, hingga akhirnya QT siap untuk dilahirkan ke muka bumi! Yang menciptakan QT dengan penuh kasih sayang sedemikian, adalah Allah yang sama yang juga telah menciptakan kakek moyang manusia, Nabi Adam Alaihissalam, manusia pertama, yang langsung diciptakan-Nya dari tanah, lalu ditiupkan ruh-Nya, bahkan tanpa ada orang tua, ibu atau ayah!… Bukankah penciptaan Nabi Adam berarti lebih hebat daripada Nabi Isa? Pernahkah QT bandingkan? Sesungguhnya tidak ada yang susah bagi Allah! Nabi Isa, seperti halnya Nabi Adam, diciptakan demikian adalah hal yang mudah bagi Allah, hanya dengan 1 kata: "KUN"! Jadilah, maka Jadilah! Tuling! Nach, muncul Scroll baru! =)

"Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: "Jadilah" (seorang manusia), maka jadilah dia." (Q.S. Ali ‘Imran: 59)

Exactly! =) Maka, apakah menurut QT pantas ataukah aneh, jika sesuatu atau seseorang yang statusnya "diciptakan", lantas menjadi sejajar dengan Dia Yang telah menciptakannya? Apakah boneka sama dengan pembuat boneka? Jika Pinokio hidup, apakah ia sama dengan Gepetto? Bahkan gerak-gerik patah2 dan garis2 kayu di kulitnya dalam cerita masih belum bisa dihilangkan, untuk membedakannya dengan manusia biasa. Dalam dongeng saja, manusia masih implisit tidak rela dipersamakan dengan boneka kayu yang dibuatnya! Padahal "hidup"nya Pinokio adalah akibat kemurahan Ibu Peri. Padahal Ibu Peri itu sebenarnya tak ada. Hanya dongeng, rekayasa, khayalan ide manusia. Karena manusia tidak punya kemampuan untuk "menghidupkan" sesuatu yang mati. Hak tersebut mutlak hanya milik Tuhan! Kecuali siapa yang diberi izin oleh-Nya, seperti Nabi Isa yang diberi mukjizat dapat menghidupkan orang mati. QT akan bicara tentang mukjizat Nabi Isa ini nanti, Insya 4JJI! Tapi tetap, pada dasarnya itu adalah kemampuan yang diberi Tuhan, sebagai ujian keimanan bagi para umat pengikutnya, yakni dari kalangan Bani Israil, yaitu umat Yahudi dan Nasrani.

Hanya lantaran QT menganggap kejadiannya luar biasa, juga dengan mukjizat2 yang dimilikinya, lalu QT persamakan dan angkat Nabi Isa menjadi Tuhan?! T__T Bahkan mengada2kannya sebagai anak Tuhan? Jadi yang mana yang benar?! =O Jadi Isa itu Tuhan? Begitukah? Tapi dia Anak Tuhan? Jadi siapa Tuhan yang sebenarnya? ^^; Tuhan Bapa? Apa Tuhan punya anak? Menikah dengan siapa? Bunda Maria? Bukankah dalam Injil bahkan Al-Qur’an sendiri membenarkan perihal kesuciannya? Bahkan Al-Qur’an menghormati Maryam dengan memberikan satu surat di dalam Al-Qur’an mempergunakan namanya? Surat Maryam? Lantas apakah QT pikir Tuhan Yang Maha Suci dari apa2 yang QT sifatkan, mau merendahkan diri-Nya dengan melakukan perbuatan layaknya seorang makhluk-Nya? Atau begitu rendah anggapan QT terhadap-Nya? Lantas dimana bedanya Tuhan dengan manusia? Dimana pengagungan yang QT alamatkan, Keagungan yang hanya milik-Nya? Na’udzubillahi min dzalik! @~* SUBHANALLAH! Sungguh Maha Suci Allah dari apa yang mereka sifatkan serta ada2kan itu! T____T

Padahal Allah, Tuhan Yang Maha Esa, bukan sekedar sebutan, atau istilah dalam Sila Pertama Pancasila! Tapi memang Allah itu ESA! Tunggal! Yakni tak ada duanya! Apalagi tiga, empat, tak terhingga! Hanya ada 1 Tuhan! LAA ILAAHA ILLALLAH!! Tidak ada Tuhan lain di sisi-Nya, hanya ada Allah! Dia tidak beranak dan tak pula diperanakkan! Karena beranak-pinak atau berkembang biak adalah sifat dari makhluk! Maha Suci dan Maha Terpuji Allah dari disamakan dengan makhluk yang diciptakan-Nya!

Tuling! Tuling! Tuling! Wahh! Muncul hujan Scroll! ;) Semoga bisa makin jelas dengan muncul petunjuk. Camkanlah ayat2 berikut ini:

1. Katakanlah: "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa.

2. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.

3. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan,

4. dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia."

(Q.S. Al Ikhlash: 1-4)

Tidak layak bagi Allah mempunyai anak, Maha Suci Dia. Apabila Dia telah menetapkan sesuatu, maka Dia hanya berkata kepadanya: "Jadilah", maka jadilah ia. (Q.S. Maryam: 35)

116. Mereka (orang-orang kafir) berkata: "Allah mempunyai anak." Maha Suci Allah, bahkan apa yang ada di langit dan di bumi adalah kepunyaan Allah; semua tunduk kepada-Nya.
117. Allah Pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak (untuk menciptakan) sesuatu, maka (cukuplah) Dia hanya mengatakan kepadanya: "Jadilah!" Lalu jadilah ia.
(Q.S. Al Baqarah: 116-117)

Dan katakanlah: "Segala puji bagi Allah Yang tidak mempunyai anak dan tidak mempunyai sekutu dalam kerajaan-Nya dan Dia bukan pula hina yang memerlukan penolong dan agungkanlah Dia dengan pengagungan yang sebesar-besarnya." (Q.S. Al Israa’: 111)

68. Mereka (orang-orang Yahudi dan Nasrani) berkata: "Allah mempunyai anak." Maha Suci Allah; Dia-lah Yang Maha Kaya; kepunyaan-Nya apa yang ada di langit dan apa yang di bumi. Kamu tidak mempunyai hujjah (bukti nyata) tentang ini. Pantaskah kamu mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?
69. Katakanlah: "Sesungguhnya orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tidak beruntung."
70. (Bagi mereka) kesenangan (sementara) di dunia, kemudian kepada Kami-lah mereka kembali, kemudian Kami rasakan kepada mereka siksa yang berat, disebabkan kekafiran mereka.

(Q.S. Yunus: 68-70)

…..

Kido Kamen =)