DAILY COMBAT #09: (STILL) THE JUNGLE?! ^^;
Uncategorized 4 Comments »Oiii oiiii! Ga salah tuch? Koq masih Jungle juga sich? ^^; Btw, kemana aja dah seminggu nech?! Terusin ga Battle-nya? Kurang 2 minggu lagi! Seminggu muter2 masih lom nemu jalan keluar hutan nech! =D Hehehe, siapa yang bilang berhenti?
Cuma ganti strategi perang aja koq! ^^; Minggu ini bergerilya, hehehe (alasan aja! ^^;)
O-KIDO-Q! Langsung aja dech mulai!
Insert Coin… ^^; Plung!
[LOGIN]
Date: 9 Ramadhan/ 2 Oktober 2006
Day : Monday
SELECT PLAYER
Player 1: Kido Kamen [SELECT] * Tuling!
Player 2: Kid-the-Thief
NEW GAME
LOAD GAME [SELECT] * Tuling!
LEVEL 1: TUNNEL
LEVEL 2: JUNGLE [SELECT] * Tuling!
Loading….
JREEENGG!! =D
WELCOME 2 d’JUNGLE!! ^________^;v
—
BRIEF STRATEGY
[SKIP] 2 Directly Play…
Ada sejumlah alasan, mengapa Kido pakai strategi GERILYA untuk Game Minggu Ini =) Setelah seminggu kemaren Kido menjejali men-temen dengan postingan blog tiap hari, weleh2! ^^; Mungkin bagus dari 1 sisi, menepati janji, 1 post a day, seperti judul blognya Daily Combat, tapi di sisi lain mungkin terlalu cepat juga buat yang ga siap untuk nyusul main di Game ini, wat yang sempat ketinggalan, wat yang baru join, liat2, baru mo register, heyy ada apaan nich? Rame2? Gw ikut donk! ^^; Hard 2 catch up… I know d@ it takes time 2 read, n takes more time 2 understN n comprehend! d@’s my GOAL in writing Ds blogs! =) I 1 my fellow readers not only 2 read, but also aware, understN n comprehend what’s written along in my blog. Hopefully Kn help people 2 understN n comprehend more about Islam. Insya 4JJI…
Lagipula bakal kurang bermanfaat kalau akhirnya banyak hal yang terlewat gak dibaca, karena selain banyak n panjang, baru mau baca udah dihujani lagi postingan berikutnya! So strateginya diubah! =) Postingannya ga perlu panjang2, tapi dipecah menjadi beberapa Daily Combat, gpp khan? ^^; Hehehe bukan males nech! ;p Tapi biar intinya lebih mengena, yang dibahas tentang apa, esensinya bagaimana, pesannya delivered dengan benar sesuai maksudnya, seterusnya…
Esensi dari puasa ialah menahan diri. Maka gw juga belajar menahan diri untuk ga nulis lanjutan Daily Combat-nya dulu, sampai momen yang menurut gw tepat wat lanjutin. Nabi Muhammad dulu juga menjalankan strategi dakwah kurang lebihnya seperti ini. Variatif. Karena Nabi menyadari walau semangat belajar para sahabat sedang getol2nya saat baru masuk mengenal Islam, tapi ada batas hingga titik tertentu akan menjadi jenuh. Karenanya Nabi meniadakan pelajaran setelah beberapa hari, dan baru dilanjutkan lagi pada saat yang dirasakan tepat. Saat sahabat selesai mengunyah, menelan dan mencerna pelajaran terdahulu yang disampaikannya, dan saat sahabat mulai merasa terdorong dari dalam diri, keinginan sendiri untuk mencari, dahaga terhadap ilmu lanjutannya, maka itu adalah saat yang tepat untuk Nabi melanjutkan pelajaran, Insya 4JJI, metode seperti itu yang tengah QT terapkan, tentunya buat gw ini sich masih jauhlah disebut dakwah, wong QT cuma SHARE aja!
Sama2 belajar ya, QT saling mengingatkan! =)
About what I wrote in BATTLEFIELD RAMADHAN, siapapun boleh memutuskan baca atau tidak, fully Ur choice! =) Toh ini ditulisnya bukan di tempat umum, walau dipublish secara public, adanya khan diblog gw, di teras gw sendiri, yang emang sengaja ga gw pagerin, yang di halamannya gw tanam pohon jeruk yang tengah berbuah dengan ranum. Jadi silakan kalo ada yang tergiur pengen nyicipin jeruk, bisa mengambil manfaat atau pelajaran, monggo dipetik berapapun yang diinginkan, silakan, gw ikhlas koq! =) Karena ilmu itu semakin dibagi justru makin berlimpah dan malah ditambah lagi oleh Allah =) Harta dibagi bisa habis, ilmu tak pernah habis. Harta QT yang menjaga, siang malam susah tidur karena takut dicuri, sebaliknya, ilmu yang menjaga QT! Yang bisa menuntun QT agar tidak tergelincir dalam melangkah, atau tidak salah memilih tujuan dan arah, sebab tanpa QT tahu ilmunya, QT tidak bisa melakukan segala sesuatu dengan benar. Ilmu juga tak ada istilahnya bisa dicuri, walau zaman film Kungfu dulu mungkin banyak murid Shaolin yang diam2 mencuri ilmu, tapi pada hakikatnya ilmunya tidak hilang, sang guru tetap menguasai ilmunya walau sudah ditransfer, disampaikan kepada murid2nya! Walaupun QT malah membagi2kannya dengan royal, gratis, serta ikhlas, ilmu QT bukan hilang tetapi malah bertambah! ^^;v If U F 1 coin, n I F 1 coin, n we X-change, we H only F 1 coin! But if U F 1 knowledge, I F N-Otr, n we X-change, we H Kn F 2 or more nu knowledge 2 learn! Beruntung khan? =) Jadi dimana ruginya?
Alhamdulillah, senang bisa berbagi, dan mohon doakan agar bisa menjadi jalan pahala bagi gw juga, tentu dengan ikhlas, Amiin… ^^; Kalau ada yang merasa terganggu ya mohon maaf, kebetulan aja mungkin NT “lewat” rumah AY, kalo dirasa berhenti sejenak ga bermanfaat, silakan teruskan lewat, simply S d@, gitu aja, ga susah khan?…
Yang dibutuhkan untuk menerima pelajaran itu sebenarnya sederhana aja koq, masih inget khan cerita tentang Nan-In dan cangkir teh?
Nan-In adalah seorang guru Zen di Jepang yang hidup pada zaman Restorasi Meiji (1868-1912) Tanya aja ama Kenshin, mungkin kenal! ^^; NEway, suatu kali datanglah seorang dosen dari universitas yang ingin belajar dan mendapat pencerahan tentang Zen. Maka sesuai tata krama di Jepang, Nan-In pun mempersilakan tamunya masuk lalu menghidangkan teh. Sebuah cangkir kosong dituangkan air teh panas ke dalamnya, mengucur perlahan-lahan. Seperempat. Setengah. Tiga perempat. Dosen tamu kebetulan melihat ke dalam cangkir. Eh, lho! Penuh! Woiii! Woiii! Tapi Nan-In tak berhenti, terus saja menuangkan the ke dalam cangkir walaupun air the sudah tumpah beleberan hingga membasahi meja Nan-In hanya tersenyum sementara tamunya berteriak dengan panik. Sudah, cukup! Sudah penuh! Maka Nan-In pun berhenti. Anda ingin belajar tentang Zen, tapi saat datang kesini, Anda telah dipenuhi dengan gagasan dan spekulasi diri Anda sendiri. Anda sama seperti cangkir teh ini. Bagaimana mungkin saya bisa menunjukkan kepada Anda apa itu Zen, jika Anda tidak mengosongkan isi kepala Anda (cangkir) terlebih dulu?
Got d’Point?
—
Maka yang diperlukan untuk menyerap pelajaran sebenarnya sederhana saja. Jadilah spons (bukan SpongeBob! ;p) yang menyerap dan membiarkan air meresap ke dalam dirinya, tidak menolak serta-merta, diterima dahulu, diresapi, direnungkan, baru kemudian disaring, diperas, dan busa2 sabun yang kotor pun terpilah dengan sendirinya dan terbuang, tinggal yang bersih yang dipakai untuk mencuci piring. Piring kotor hanya bisa dibikin bersih jika busa pembersih yang dipakai tidak kotor. Jiwa QT hanya bisa dibuat bersih cemerlang jika QT hanya menyerap ilmu yang bersih saja, yakni ilmu yang benar dan memang bisa dibenarkan menurut logika rasional QT. Karena itulah Allah membekali manusia dengan akal, serta hati. Yang satu untuk menguji validasi kebenaran, yang lain fungsinya untuk membenarkan, atau menyalahkan, dengan cara benar…
Seringkali yang luput QT lakukan adalah QT tidak siap untuk membuka mata hati, tidak siap dan ga benar2 niat menerima pelajaran. Seseorang yang telah menanamkan niat saat pergi sekolah, dengan tujuan untuk menimba ilmu dan membawanya pulang sebanyak mungkin, tentu berbeda dengan yang hanya datang, duduk, diam, dengar, yang penting absensi nggak bolong, lalu pulang, begitu terus setiap hari dan sepanjang tahun, lalu apa yang didapat? =) Maka jika QT memang sungguh2 ingin mendapatkan ilmu, kosongkan dulu pikiran QT dari asumsi2, jangan biarkan mindset QT menciptakan blockade mental yang represif dan udah antipati duluan sebelum mengetahui apakah ilmu yang datang itu benar serta berrmanfaat atau tidak. Kosongkan dulu isi cangkir di dalam kepalamu! Maka QT siap untuk menerima pelajaran, Insya 4JJI…
Apapun yang disampaikan di sini hanya lantaran telah diwajibkan untuk disampaikan. Dan karena ada ancaman untuk orang2 yang menyembunyikan ilmunya! Setidaknya begitulah menurut keyakinan yang Kido anut. Sekedar menunaikan kewajiban, terima kasih atas kepermaklumannya… =)
—
“Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk, setelah Kami menerangkannya kepada manusia dalam Al Kitab, mereka itu dilaknati Allah dan dilaknati (pula) oleh semua (mahluk) yang dapat melaknati,
kecuali mereka yang telah taubat dan mengadakan perbaikan[105] dan menerangkan (kebenaran), maka terhadap mereka itulah Aku menerima taubatnya dan Akulah Yang Maha Menerima taubat lagi Maha Penyayang.”
(Q.S. Al Baqarah: 159-160)
[105]. Mengadakan perbaikan berarti melakukan pekerjaan-pekerjaan yang baik untuk menghilangkan akibat-akibat yang jelek dari kesalahan-kesalahan yang dilakukan.
—
Juga, yang menjadi pegangan adalah bahwa ilmu itu tidak memaksakan. Terserah yang mau mungut, kira2 ada manfaatnya nggak buat dia, ga dipungut juga kalo kata Cak Nun, Ga Patheken! ^^; Ga masyalah! ;p Tidak ada paksaan dalam belajar. Seperti halnya tidak ada paksaan dalam Islam. Pepatah kuno berkata, tak kenal maka tak sayang. Tak tahu maka tak kenal. Maka kalo belum tahu aja QT udah antipati, gimana bisa kenal? Gimana QT bisa sayang? Padahal Islam khan ajaran yang mengajarkan tentang kasih sayang. Lho masa belom tau sich? Makanya cari tahu donk, hehehe kenalan dulu!
“Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut[162] dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Q.S. Al Baqarah: 256)
[162]. Thaghut ialah syaitan dan apa saja yang disembah selain dari Allah s.w.t.
—
Yang tahu bermanfaat atau tidak adalah diri masing2. Maka seperti perumpamaan pohon jeruk tadi, kalau pengen ya monggo aja dipetik, berapapun NT mau, ilmu tidak akan habis. Tapi kalau dirasa tak bermanfaat pun cukup abaikan dan tinggalkan saja. Silakan menikmati beristirahat di teras taman yang sejuk, sambil megang2 jeruk ;p Gw mohon izin sebentar, mo shalat Jum’at dulu! Insya 4JJI bis shalat lanjutin lagi…
Yang benar datangnya hanya dari Allah, kesalahan dari yang besar hingga yang sekecil apapun asalnya dari diri yang lemah ini, mohon maaf pada NT dan ampunan dari Allah, selebihnya moga2 bermanfaat… Like orange tree in green garden, hope it’s fruitful…
F Nc vKn… ^__________^;v
Kido Kamen =)