January 9, 2K7, 07:30, early morn…

Clear blue sky, no wind, calm @ C…

Morning World! =)

Catatan Kapten: Sebenarnya ini adalah kejadian kemarin, tapi baru hari ini sempat nulis. Karena angin sedikit kencang kemarin sore, perahu layar Kido terombang-ambing di lautan, ombak bergelombang bergulung dan menghempas, air bah naik ke kapal, angin kencang menerbangkan barang2, geladak ikut terguncang, Kido harus bertahan pada kendali di buritan agar perahu ini tak terpelanting dan terguling, padahal baru beberapa puluh mil sejak meninggalkan daratan, yach, begitulah lautan, tidak bisa ditebak! ^^; Sekujur pakaian basah kuyup dan tubuhku lelah, bahkan kakiku gemetar. Kejadian itu berlangsung hingga hampir 2 jam. Tapi syukurlah di malam hari keadaan berangsur membaik. Angin pun kembali tenang. Bahkan terlalu tenang. Laut membisu. Tinggal badan pegal2. Aku rebahan di atas lantai kayu. Tengah malam langit kelam tapi cerah tanpa awan, bertabur jutaan bintang yang berkelap-kelip indah. Aku tidur tertelentang di geladak dengan senyuman terkembang. Aku sudah menetapkan kemana arah tujuan. Aku senang. Aku akan jadi Raja Bajak Laut! Dan tempat untuk raja bajak laut adalah di Grand Line! Tempat dimana orang2 terkuat sedunia berkumpul untuk menjadi yang terbaik! Aku sudah tahu apa yang harus kuperjuangkan, dan aku akan menuju ke sana, walau apapun taruhannya! Meski harus menanjak ke kaki langit, kan kulayari dengan gagah berani samudera, kuarungi cita2, hingga tiba di tepinya, jika memang lautan tanpa batas ada tepian, setelahnya? Atari maedaaa!! (Tentu saja!) Aku akan mendaki pelangi dengan perahuku, lalu terbang jauh tinggi ke angkasa! =D Ore wa Kaizoku Ou Ni Naru Otoko Daaaaa!! (Aku adalah lelaki yang akan menjadi Raja Bajak Laut!) ^___________^;v

[BACK 2 REAL WORLD] ^^;

Alhamdulillah, tahun baru 2K7 ini membawa harapan baru. Setelah badai berlalu, dan badai pasti berlalu, akhirnya langit malam kembali cerah. Laut tenang. Angkasa pekat namun bertabur bintang. Dua bulan terakhir, rasanya bagai dua tahun, bahkan lebih. Saat nyokap divonis menderita kanker paru2 dengan metastase (penyebaran) ke otak dan sudah stadium IV, jantung serasa berhenti berdetak, waktu bak berhenti bergulir, nyawa ini rasanya lepas, copot, mental terlempar dari tubuh. Siapa yang bisa bertahan? Begitu tiba-tiba! Tapi semua berpulang kepada-Nya. Dialah Yang Berkehendak, yang terbaik yang bisa QT lakukan adalah terbaik dalam menyikapi. Jika ini adalah musibah, sesungguhnya QT semua berasal dari-Nya dan pasti akan kembali pada-Nya. Jika ini adalah ujian, semoga QT diberi kekuatan untuk menetapi kesabaran dengan tak putus tetap senantiasa bersyukur penuh pada-Nya. Manusia sering tidak menyadari, khilaf, lupa, sakit parah berapa bulan lamanya, tidak lama dibanding anugerah kesehatan jiwa dan raga selama puluhan tahun sebelumnya! Adakah QT bersyukur? Mungkin lupa. Barangkali karena itu Dia sedikit menyentil untuk menegur QT. Agar QT kembali ingat pada-Nya. Oya, maaf ya Tuhan, saya belakangan kurang mensyukuri nikmat2-Mu. Semestinya demikian. Semoga Kido dan keluarga, juga temen-temen semua, dapat mengambil sikap yang terbaik yang diridhoi-Nya. Dan mohon do’akan kesembuhan untuk nyokap Kido. Jazaakumullah khairan katsiroo, semoga Allah memberi balasan yang berlipat ganda atas kebaikan teman-teman, terima kasih atas semua dukungan…

Salah satu kebaikan dalam mensyukuri nikmat adalah menampakkannya, walau dalam sisi lain merahasiakan jauh lebih baik. Tapi jika dengan menyampaikan ini bisa lebih bermanfaat, maka Alhamdulillah, berkat dukungan dan do’a dari teman-teman semua, sungguh, Tuhan tidak pernah mengingkari janji-Nya pada umat-Nya! Maka kabar gembira di tengah suasana duka itu pun akhirnya tiba! Alhamdulillah, terima kasih Yaa Allah, Engkau telah tunjukkan kuasa-Mu! Menerbitkan membuncah harapan baru. Sesungguhnya Engkau tidak pernah meninggalkan hamba-hamba-Mu, yang lebih sering adalah kami yang terlampau kerap melalaikan, melupakan, menepikan-Mu! Maafkan kami Yaa Allah! Yang baru teringat kepada-Mu di saat tertimpa musibah, dan amat jarang teringat di kala senang hidup penuh kemudahan dan berkelimpahan nikmat.

Demikianlah, setelah menetapi sikap terbaik, tetap berbaik sangka bahwa ada hikmah di balik musibah, kami sekeluarga menerima ini sebagai ujian keimanan dari-Nya, dan memutuskan tidak akan tertahan di tempat, hidup terus berjalan, dan jikapun sisa waktu yang bisa untuk bersama entah mungkin tinggal sedikit ataupun masih lama, dengan hikmah waktu ajal di tangan-Mu, kami sepakat tuk meneruskan langkah, justru musibah makin mendekatkan kami pada-Mu, bukankah itu hikmah yang Kau kehendaki kami petik Yaa Tuhan? Semoga Engkau meridhoi kami yang ikhlas menerima takdir dengan sabar, dan tetap mensyukuri nikmat-nikmat-Mu. Ya, betapa dengan hikmah Allah membuat nyokap, atau siapapun, orang yang QT cintai, menjadi jatuh sakit hingga kondisi yang parah, QT jadi lebih menghargai hidup! Betapa selama ini QT menyia-nyiakan nikmat hidup, baru terasa sekarang! Dan dampaknya, QT jadi tidak ingin kehilangan lagi sisa2 waktu yang mungkin masih ada tuk dimiliki! QT tidak tahu kapan QT mati, bisa masih lama, pun bisa jadi sebentar lagi, tapi justru karena itulah Allah menghendaki agar QT senantiasa mensyukuri tiap detik2 kehidupan yang dilalui dalam hari demi hari. Bertambah sayang QT pada orang yang dikasihi. Sedemikian pula bertambah sayang Allah pada QT hingga meridhoi dan Insya 4JJI memberikan balasan yang berlipat dan berlimpah!

"Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih." (Q.S. Ibrahim: 7)

Alhamdulillah! Betapapun beratnya masalah, hendaknya QT jangan putus asa dari rahmat Allah! Apalagi berburuk sangka pada-Nya! Allah menguji manusia dengan musibah bukan lantaran membenci QT, justru sebaliknya, ujian itu adalah tanda besar kasih sayang Allah! Karena dengan demikian Allah berkehendak untuk mengangkat derajat QT menjadi lebih mulia di sisi-Nya! Insya 4JJI! Dengan catatan, jika QT mampu menyikapinya dengan sikap terbaik yang diridhoi oleh-Nya, yaitu tetap berbaik sangka kepada-Nya, bersabar, dan tak putus bersyukur! Kanker paru2 dan otak? Stadium IV? So what?! Jika QT lemah iman, barangkali QT sudah menangis meraung2, meratapi, bahkan mengutuki Tuhan barangkali! Na’udzubillahi min dzalik! Jangan! =) QT tidak pernah tahu hikmah di balik takdir yang ditetapkan! Jika QT berburuk sangka hingga menghujat Tuhan, maka apa yang akan QT dapatkan? Sudah pasti yang sakit tak jadi lebih baik dengan sikap buruk QT itu, malah QT tambahi lagi dengan sakit di hati. Hati yang sakit, adalah hati yang kurang ikhlas, kurang mensyukuri karunia nikmat-Nya, hati yang keruh karena banyak tertutupi bercak2 noda hitam dosa, hati yang jauh dari banyak menemani lisan basah hanyut dalam dzikrullah, hati yang kering karena jauh dari percik kesejukan iman serta kasih sayang Allah. Jadi rugi dua kali! Inikah yang QT mau? Tentu tidak khan? =) Padahal, jika QT memilih tetap positive thinking, berbaik sangka kepada Allah, oh, ini ujian, oh, ini adalah kesempatan dari Allah, Alhamdulillah, ia masih menghendaki diri ini untuk diperbaiki, agar dapat kian dekat kepada-Nya. Boleh jadi akhir2 ini hati kian jauh dari mengingat Allah, inilah saatnya merebut kembali kasih sayang-Nya! Maka Insya 4JJI hati jadi tenaaang, ikhlas, lembut, tidak sakit, tidak berat beban, karena QT meyakini, bahwa musibah, penyakit itu datangnya juga dari Allah! Dialah yang menurunkan, Dia pula yang sanggup dengan mudah untuk mengangkatnya kembali dan membersihkan tubuh dari penyakit, sehat wal ‘afiat lagi! =) Perkara mudah bagi-Nya! Sesungguhnya tidak ada yang berat jika QT yakin penuh kepada Allah! Tentu saja! Dialah Yang Maha Kuat, Yang Maha Perkasa, lagi Maha Pengasih dan Penyayang pada hamba-hamba-Nya! Yakni hamba-hamba yang senantiasa berbaik sangka, bersabar, dan bersyukur kepada-Nya! =)

Karenanya, setelah mengingat ini, Alhamdulillah, hati kami sekeluarga pun menjadi tenteram. Awalnya memang berat. Sulit, terutama bagi nyokap yang harus mengalami sendiri. Tapi dengan terus memberi bimbingan, dorongan, dukungan dari keluarga, terus menanamkan agar menetapi kesabaran, bahwa Allah begitu sayang kepada nyokap, dan barangkali Allah cemburu karena bisa jadi akhir2 ini kami agak berpaling dan mulai menjauhi, wallahu a’lam, sungguh Allah Maha Pencemburu, karena itu disentilnya kami dengan peringatan, agar kami kembali dalam pelukan dan curahan nikmat, kasih dan sayang-Nya! Alhamdulillah! Bukankah ini indah? Jika dengan sakit ini nyokap dan kami sekeluarga jadi lebih dekat dengan Allah, apalah artinya sakit yang sebentar, dibanding masa sehat yang lebih lama sebelumnya, apalagi jika dibandingkan dengan balasan hidup abadi di sisi-Nya kelak di akhirat nanti? Janji yang diberikan kepada hamba-hamba-Nya yang bersabar serta bersyukur! Adakah QT mengharap sesuatu kebaikan yang lebih baik dari ini? Kebaikan dunia dan akhirat? SUBHANALLAH! =)

"Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya. Barang siapa menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala dunia itu, dan barang siapa menghendaki pahala akhirat, Kami berikan (pula) kepadanya pahala akhirat itu. Dan kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur." (Q.S. Ali ‘Imran: 145)

Meyakini firman Allah, memantapkan keimanan, meyakinkan kami untuk kian sabar dan bersyukur kepada-Nya! Insya 4JJI! Dan benarlah! Sungguh, Maha Benar Allah dengan segala firman-Nya! Setelah nyokap divonis demikian, dengan harapan hidup yang waktu itu bahkan dokter yang sudah profesor sendiri tidak berani untuk memastikan, nyatanya Allah menunjukkan tanda-tanda kekuasaan-Nya bagi hamba-Nya yang bersabar dan bersyukur, Insya 4JJI! Alhamdulillah, setelah dengan sabar menerima, menjalani hari2 dan hidup bersama kanker, nyokap sekarang jauh lebih mendekat kepada-Nya, begitu pula kami sekeluarga, Insya 4JJI! Semoga tetap istiqomah, konsisten di jalan-Nya! Selama dua bulan terakhir ini, terhitung sejak awal November saat diagnosa hingga vonis dijatuhkan, tindakan medis yang diambil adalah bahwa nyokap harus menjalani radioteraphy (penyinaran) untuk kanker di otaknya, dan kemoteraphy untuk kanker di paru2nya. Radioteraphy itu sendiri dijadwalkan dilakukan selama 20 hari, setiap hari kerja Senin sampai Jum’at, setiap hari, rutin dijalani. Alhamdulillah, walau bisa dibilang jadwal kehidupan kami sekeluarga menjadi bertabrakan kerepotan, tapi demi kesembuhan nyokap kami, tak ada yang lebih berharga, kami ikhlas jalani, AD Kido yang harus co-ass di Forensik UI - RSCM Salemba, tiap pagi Kido antar dulu pagi2 sekali, drop, baru balik putar lewat Menteng menuju ke kantor. Kadang sampai kantor sudah jam 9. Alhamdulillah, salah satu kemudahan, pertolongan dari-Nya, di kantor tidak ada masalah berarti, tidak sampai mengganggu pekerjaan, bahkan izin kelonggaran diberikan demi upaya kesembuhan nyokap, dimaklumi oleh atasan. Terima kasih sekali. Karena selama satu bulan Desember kemarin, padat jadwal rutin Kido tidak berhenti di situ. Tengah hari, Kido harus izin bekerja hanya setengah hari, karena harus menuju rumah sakit Pertamina, tempat dimana nyokap menjalani Radioteraphy, untuk menjemput nyokap, yang diantar bokap dari rumah, lalu berganti shift, Kido mengantar nyokap pulang ke rumah, sementara bokap berangkat ke kantor, bekerja setengah hari dari siang hingga sore. Begitulah hari2 padat yang kami jalani selama hampir 2 bulan terakhir. Alhamdulillah, ada saja jalannya. Itu semua tentunya tidak lepas dari kemudahan, pertolongan Allah. Begitu banyak hingga tak dapat Kido sebutkan satu-persatu. Syari’atnya lewat bantuan dari teman-teman juga, karena itu terima kasih yang tulus, hanya ini yang sanggup kami haturkan, semoga Allah yang berkenan tuk membalasnya. Adapun kemoteraphy, ditetapkan oleh profesor (Prof. Dr. Faisal Yunus, PhD. Sp.P(K)) dilakukan 6 seri, dimana tiap seri akan dikemo 2 kali, setiap 8 hari. Setelahnya jeda seminggu, lalu berlanjut seri baru lagi, hingga total kemo 12 kali. Alhamdulillah, sejauh ini nyokap telah menjalani dengan sabar hingga setengahnya, 3 seri (6 kali). Tinggal setengahnya lagi! Sabar ya Ma! =)

Dan inilah Insya 4JJI buah kesabaran nyokap dan kami sekeluarga. Setelah setengah jalan, dilakukan evaluasi atas perkembangan kemoteraphy. SUBHANALLAH! Saat hasil rontgen keluar, dan dibandingkan dengan rontgen saat awal kanker ditemukan, SUBHANALLAH! Inilah jawaban yang kami nantikan! Balasan kabar gembira dari Allah! Insya 4JJI, pada hamba2-Nya yang tidak berputus asa dari rahmat-Nya! Terima kasih juga atas do’a dari teman2 semua, Alhamdulillah, saat ditumpangtindihkan hasil foto rontgennya, nyata sekali betapa kanker yang semula sudah hampir menutupi paru2 kiri nyokap, 5×8cm pada mulanya, kini telah MENGECIL hingga hampir SETENGAH dari ukuran semula! SUBHANALLAH! WALHAMDULILLAH! WA LAA ILAAHA ILLALLAH! WALLAHU AKBAR!! =)

Saat mengetahui hal ini, Kido langsung bersujud bersyukur dalam shalat! Masih ingat, shalat Maghrib saat itu! Terima kasih Yaa Allah! Tak terasa berurai banjir tangis keharuan penuh bersyukur, air mata meleleh di pipi ini hingga dagu, dalam shalat. Alhamdulillah Yaa Allah! Tak ada kata yang lebih pantas terucap selain puji syukur kepada-Mu! Terima kasih, Kau telah tunjukkan Kuasa dan limpah rahmat-Mu! Anugerah serta balasan dari-Mu! Jawaban atas do’a2 kami ikhlas pada-Mu! Kami pun menangis dalam berpelukan. Nyokap jadi begitu mudah menangis dan tersentuh akhir2 ini. Semua ini karena-Nya! Alhamdulillah! =) Harapan itu selalu ada! Jika QT tahu "tempat" yang tepat untuk QT menggantungkannya! ;)

1. Katakanlah: "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa.

2. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.

3. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan,

4. dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia."

(Q.S. Al Ikhlash: 1-4)

1. Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak

2. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah

3. Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus.

(Q.S. Al Kautsar: 1-3)

SUBHANALLAH! WALHAMDULILLAH! WA LAA ILAAHA ILLALLAH! WALLAHU AKBAR! =)

Memang baru setengah jalan. Tapi Insya 4JJI yang setengah lagi akan kami arungi kini dengan semangat dan harapan baru. Dengan tetap bersabar, step by step, langkah demi langkah, semakin yakin untuk berbaik sangka dan Insya 4JJI kian banyak bersyukur kepada-Nya! Bukankah do’a kami telah dijawab? Bukankah Allah Maha mendengar do’a dan permohonan hamba-Nya? Bahwa tak ada yang sulit bagi Allah jika ingin mengubah suatu takdir. Dan bukankah Rasulullah Muhammad SAW telah bersabda bahwa kekuatan do’a sanggup mengubah takdir? Jadi mengapa QT masih belum meyakininya? Setelah QT mengalami sendiri dan menyaksikan bukti tanda2 kebesaran-Nya?! ;)

Jika Kido menulis di sini dengan tujuan agar QT dapat mengambil hikmah dari mensyukuri nikmat Allah dan bersabar atas ketetapan dan takdir dari-Nya, semoga yang kecil ini dapat bermanfaat untuk teman2, karena Kido tak sanggup membalas yang lebih baik dari ini, dan hanya Allah yang sanggup membalas semua kebaikan dan dukungan teman2 selama ini dengan balasan yang berlipat dan berlimpah, dan tulisan ini Insya 4JJI hanya dimaksudkan sebagai ungkapan syukur Kido atas nikmat dan karunia-Nya yang demikian besar yang telah kami sekeluarga merasakan sendiri! Semoga rahmat dan nikmat-Nya juga tercurah kepada teman2 pembaca sekalian atas kebaikannya selama ini. Shalawat dan Salam semoga selalu tercurah kepada junjungan QT Nabi Muhammad SAW., kepada keluarga, para sahabat2nya, dan Insya 4JJI sampai juga kepada QT umatnya hingga di akhir zaman…

Amiin Allahumma Amiin…

Sebagai penutup, bolehlah QT resapi sebuah hadits Qudsi riwayat Ibn Husain berikut di bawah ini. Mudah2an teman2 dapat mengambil sejenak waktu dan merenungkan. Isinya tentang firman Allah SWT. yang berbunyi:

"Demi kemuliaan dan kebesaran-Ku dan juga demi kemurahan dan ketinggian kedudukan-Ku di atas Arsy. Aku akan mematahkan harapan orang yang berharap kepada selain Aku dengan kekecewaan. Akan Aku pakaikan kepadanya pakaian kehinaan di mata manusia. Aku singkirkan ia dari dekat-Ku, lalu kuputuskan hubungan-Ku dengannya.

Mengapa ia berharap kepada selain Aku ketika dirinya sedang berada dalam kesulitan. Padahal sesungguhnya kesulitan itu berada di tangan-Ku dan hanya Aku yang dapat menyingkirkannya? Mengapa ia berharap kepada selain Aku dengan mengetuk pintu-pintu lain padahal pintu-pintu itu tertutup?  Padahal, hanya pintu-Ku yang terbuka bagi siapapun yang berdo’a memohon pertolongan dari-Ku.

Siapakah yang pernah mengharapkan Aku untuk menghalau kesulitannya lalu Aku kecewakan? Siapakah yang pernah mengharapkan Aku karena dosa-dosanya yang besar, lalu aku putuskan harapannya? Siapakah pula yang pernah mengetuk pintu-Ku lalu tidak Aku bukakan?

Aku telah mengadakan hubungan yang langsung antara Aku dengan angan-angan dan harapan seluruh makhluk-Ku. Akan tetapi, mengapa mereka malah bersandar kepada selain Aku? Aku telah menyediakan semua harapan hamba-hamba-Ku, tetapi mengapa mereka tidak puas dengan perlindungan-Ku?

Dan Aku pun telah memenuhi langit-Ku dengan para malaikat yang tiada pernah jemu bertasbih pada-Ku, lalu Aku perintahkan mereka supaya tidak menutup pintu antara Aku dan hamba-hamba-Ku. Akan tetapi mengapa mereka tidak percaya kepada firman-firman-Ku?

Tidakkah mereka mengetahui bahwa siapapun yang ditimpa oleh bencana yang Aku turunkan tiada yang dapat menyingkirkannya kecuali Aku? Akan tetapi, mengapa Aku melihat ia dengan segala angan-angan dan harapannya itu selalu berpaling dari-Ku? Mengapakah ia sampai tertipu oleh selain Aku?

Aku telah memberikan kepadanya dengan segala kemurahan-Ku apa-apa yang tidak sampai harus ia minta. Ketika semua itu Aku cabut kembali darinya, lalu mengapa ia tidak lagi memintanya kepada-Ku untuk segera mengembalikannya. Tetapi malah meminta pertolongan kepada selain Aku?

Apakah Aku yang memberi sebelum diminta, lalu ketika dimintai tidak Aku berikan? Apakah Aku ini bakhil, sehingga dianggap bakhil oleh hamba-Ku? Tidakkah dunia dan akhirat itu semuanya milik-Ku? Tidakkah semua rahmat dan karunia itu berada di tangan-Ku?  Tidakkah dermawan dan kemurahan itu adalah sifat-Ku?

Tidakkah hanya Aku tempat bermuaranya semua harapan? Dengan demikian, siapakah yang dapat memutuskannya daripada-Ku? Apa pula yang diharapkan oleh orang-orang yang berharap, andaikan Aku berkata kepada semua penduduk langit dan bumi, ‘Mintalah kepada-Ku!’ Akupun lalu memberikan kepada masing-masing orang, pikiran apa yang terpikir pada semuanya.

Dan semua yang kuberikan itu tidak akan mengurangi kekayaan-Ku meskipun sebesar debu. Bagaimana mungkin kekayaan yang begitu sempurna akan berkurang, sedangkan Aku mengawasinya?

Sungguh alangkah celakanya orang yang terputus dari rahmat-Ku. Alangkah kecewanya orang yang berlaku maksiat kepada-Ku dan tidak memperhatikan Aku serta tetap melakukan perbuatan-perbuatan yang haram seraya tiada yang malu kepada-Ku."

(Hadits Qudsi)

Kido Kamen =)