Tik!… Tik!… Tik!…

Mmmhh? Lamat2, dalam kesunyian senyap, serta kepekatan gelap dini hari, pergerakan jarum detik yang berjingkat memutari jam di dinding kamar mengetuk lembut dari jauh ke telingaku, membangunkan aku dari tidur lelap. Sssssh! Brrrrr! Kok dingin banget sich? Kutarik selimut lagi dan menutupi tubuhku… Tapi suara itu masih terdengar. Tidak!… Kali ini suara yang lain…

Dag-dug… Dag-dug… Dag-dug…

Kali ini lebih dekat. Suara berdetak, rupanya itu debaran jantungku sendiri! ^^; Uuuhh, jam berapa sich ini? Kuusap bekas tidur wajahku, rapikan rambutku. Kuraba2 dan raih handphone tak jauh di atas kepalaku, dengan satu sentuhan light on menampakkan angka digital 03:50, hmmhh belum lagi jam 4. Shubuh masih setengah jam dan 10 menit lagi… Tik! Sekarang 03:51… Aku menarik nafas, mengumpulkan kesadaran sejenak sambil mengerjap2kan mata, membiasakan melihat dalam gelap. Ya, aku biasa mematikan lampu waktu tidur, bagus untuk mengendurkan syaraf dan menenangkan jiwa, pikiran serta tubuh, sehingga bisa benar2 fresh waktu bangun tidur. Maka kurentangkan KQ dan tangan, mengulat seperti kucing, mmmmmhhh… Mornin’ Princess! ;) Sudah hari baru ya?! =) Saatnya bersyukur pada Tuhan atas kesempatan menjalani kehidupan 1 hari lebih lama! Hayo masih pada inget khan do’anya? ;p Diajarin waktu SD, do’a waktu bangun tidur? Mari baca sama2… ;)

“Alhamdulillaahiladzii ahyaanaa ba’da maa amaatanaa wa ilaihinnusyuur…”

“Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami, setelah Dia mewafatkan (menidurkan) kami, dan kepada-Nya kami dibangkitkan.” (H.R. Bukhari)

Perlahan bangkit terduduk, kucek2 mata, lalu berdiri dan berjalan keluar dari kamar, menuju ke kamar mandi. Setelah mata cukup beradaptasi melihat dalam gelap tanpa KQ harus terantuk, buka pintu kamar mandi, tentu saja sekarang lampu boleh dinyalakan… Byaaarr!! @_@ Mulai mengambil air wudhu’, menyucikan diri. Eitts! Sikat gigi dulu donk! ^^; Dan ga lupa khan tadi baca do’a waktu masuk ke kamar mandi? Oya, jelas ada do’anya juga donk! ^^; Begitu juga do’a waktu keluar. Kalo gitu rewind, adegan mundur ya? Sebelum melangkah masuk kamar mandi, baca dulu… ;p

Do’a masuk kamar mandi: “Allahumma innii a’udzubika minal khubutsi wal khobaits.”

“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari godaan syaithan laki-laki dan syaithan perempuan.” (Muttafaq ‘alaih).

Kenapa? Karena kamar mandi dan tempat2 yang kotor adalah tempat tinggal favorit syaithan2! Makanya QT diajarkan berdo’a untuk mohon perlindungan dari Allah supaya jangan diganggu oleh syaithan. Dan juga disunnahkan masuk dengan kaki kiri, keluar dengan kaki kanan. Jangan kebalik ya! ^^; Ini pengecualian. Kalo mengerjakan hal2 yang baik, memang disunnahkan dahulukan yang kanan lebih dulu! Tapi berhubung QT mo buang hajat, mengeluarkan kotoran, isi perut, ya sama seperti membersihkan dengan tangan kiri, sepantasnya masuk kamar mandi dengan KQ kiri daripada KQ kanan. Ini untuk menghargai sisi kanan tubuh QT yang merupakan perlambang kebaikan. Nach sekarang, cuci muka dulu boleh, biar melek dan terbuka mata QT. Bersihkan mata dari sisa kotoran. Usap wajah. Lalu ambil sikat gigi. Bersiwak itu disunnahkan, dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW.

“Adalah Rasulullah SAW apabila bangun malam, ia membersihkan mulut dengan bersiwak.” (Muttafaq ‘alaih)

Mulailah menyikat gigi dengan pasta, perlahan tapi konsisten untuk bersihkan sela2 gigi dari sisa makanan yang mengendap saat tidur. Atas, bawah, samping, jangan ketinggalan! Setelah berkumur untuk membersihkan, hingga hawa mulut QT segar dan gigi QT bersih, putih dan kuat, kini tersenyumlah! =) Sapalah wajah cemerlang yang memamerkan gigi di depan cermin dengan tidak kalah ramah! =D Haloooo! ^_______^;v

Lalu nyalakan kran air, QT mulai berwudhu’, membasuh telapak tangan dan sela2 jemari 3x, awali dengan membaca Basmalah, Bismillaahirrahmaanirrahiim, diniatkan berwudhu’ dengan sempurna. Setelahnya Madhmadhah atau berkumur. Ingat, 3x juga! Wrrrrlrlrlrlrlrlrbbb… Phuahh!! ^^; Setelah kumur, lalu QT Istinsyaq, yaitu memasukkan air ke dalam hidung lalu menghirupnya dengan sekali nafas sampai ke rongga paling dalam, rasakan kesegarannya! Kemudian Ber-Istintsar, yakni mengeluarkan atau menyemburkan air dari hidung sesudah QT hirup dalam Istinsyaq. Ulangilah 3x! 2… Dan sekali lagi! Ini bagus untuk membersihkan serta menyegarkan rongga pernafasan QT. Lagipula dicontohkan demikian oleh Rasul!

“Apabila seorang di antara kalian bangun tidur, maka ber-istintsarlah tiga kali, karena sesungguhnya syaithan bermalam di batang hidungnya.” (Muttafaq ‘alaih).

Hiiyyy! @~* Ternyata ada juga syaithan yang tidur di dalam hidung QT! T__T Syaithan itu diciptakan dari api. Usir dengan air! Hush! Byurrr! ^^; Caranya dengan Instinsyaq dan Istintsar, hirup air ke dalam hidung sampai ujung… Hmfff… Dan sembur keluar… Hufff! hisap lagi… Lalu hembus lagi! Diulangi 3x. Nach, pernafasan QT lebih segar khan? ;) Setelah tangan, mulut, hidung, kemudian urutan wudhu’ QT berikutnya, sapukan air ke seluruh wajah sehingga segar berseri dan bercahaya! Usap 3x juga! Basuh lengan hingga siku, kanan, kiri, kanan, kiri, kanan dulu baru kiri. Kemudian basahi kepala serta sela2 rambut QT, usap dari depan ke belakang dan ke depan lagi. Basuh rongga hingga belakang telinga, lakukan gerak memilin dengan poros telunjuk di rongga dan jempol memutar di belakang, ini juga 3x, usap tengkuk. Lalu basuh KQ hingga mata KQ dan sela2 jemari hingga bersih. Dahulukan yang kanan dari yang kiri. Alhamdulillah, semoga dengan mensucikan diri lewat wudhu’, bersamaan dengan luruhnya kotoran oleh air, demikian pula gugur dosa2 QT dari tubuh, Amiin! Karena Rasulullah pernah bersabda:

“Barangsiapa berwudhu’, lalu ia sempurnakan wudhu’nya, niscaya akan keluar dosa2nya dari tubuhnya, sampai keluar (dosa2 tersebut) dari bawah kuku2 jarinya.” (HR. Muslim)

Setelah selesai jangan lupa ucapkan 2 kalimat Syahadat dengan ucapan sebagai berikut:

“Asyhadu Allaa ilaaha illallah wahdahu laa syariikalah, wa asyhadu annaa Muhammadan ‘abduhu wa rasuuluh.”

“Aku bersaksi bahwa tidak ada Ilah (Tuhan) yang berhak diibadahi selain Allah, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba-Nya dan utusan-Nya.”

“Tidak lain balasannya kecuali pasti dibukakan baginya pintu-pintu Surga yang berjumlah delapan, lalu ia masuk dari pintu mana saja yang ia sukai.” (H.R. Muslim)

Haahhh!! Berwudhu’ saja bisa masuk Surga? Dari pintu mana saja? SUBHANALLAH! ^^;v Tentu saja, karena Surga itu tempat yang suci, bebas dari hadats, najis, kotoran dan noda dosa, yang diperuntukkan bagi orang2 yang beriman, patuh pada perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya selama ia hidup di dunia. Ketaatan tentu beroleh ganjaran, sama halnya pembangkangan, pelanggaran rambu2 peraturan, tentulah mendapat sanksi dan hukuman. Allah adalah Tuhan Yang Maha Adil. Allah juga Maha Indah serta amat mencintai keindahan. Karenanya Allah menyukai orang2 yang senang membersihkan dan mensucikan dirinya, memperhatikan kerapian dan kepantasan sebelum datang setiap kali dalam shalat menghadap-Nya. Karena itulah berwudhu’ sempurna saja, jika ikhlas diniatkan hanya demi Allah, Insya 4JJI beroleh ganjaran demikian indah! Sebab Allah Tuhan Yang Maha Pemurah, tidak kikir atau pelit untuk memberi balasan kebaikan yang berlimpah kepada hamba2-Nya. Maka saat melangkah keluar dari kamar mandi, tutup dengan do’a: “Ghufronaka!” yang artinya “Aku mohon ampun kepada-Mu.” Supaya Tuhan menghapuskan sisa2 kesalahan yang tentu masih ada, mengampuni dosa2, buah kelalaian dan kekhilafan QT sebagai manusia… =)

Selesai dech ritual berwudhu QT! =) Terus sekarang ngapain?… Tidur lagi? Hayah! ^^; 04:00. Teng!… Shubuh is still 30 minutes away! Sembari menanti Shubuh, gimana kalo QT shalat Sunnah, yuk? ;) Sunnah adalah sesuatu kebaikan yang jika dikerjakan akan mendapat pahala, jika tidak dikerjakan juga ga ada masalah, tak berdosa. Tapi jika ada kesempatan meraup pahala, mereguk nikmat-Nya sejak dini hari pagi buta, mestinya, mengapa tidak? ;) Minimal dua raka’at. Ringan dikerjakan, berat lagi besar pahalanya. Sebab sabda Rasulullah:

“Barangsiapa berwudhu’ seperti wudhu’ku ini, kemudian ia mengerjakan shalat dua raka’at yang ia tidak berkata-kata (yang jelek) kepada dirinya, maka akan diampuni dosanya yang telah lalu.” (HR Bukhari & Muslim)

“Barangsiapa di antara kalian berwudhu’ kemudian membaguskan wudhu’nya lalu ia bangkit untuk shalat dua raka’at yang ia hadapkan hati dan wajahnya (kepada Allah), maka pasti ia akan mendapat Surga dan dosa2nya diampuni.” (HR. Muslim)

SUBHANALLAH! Masa sich QT gak mau diampuni dosa2? Masa sich QT ga percaya dengan janji dimasukkan ke Surga? Rasulullah Al-Amin, Yang Terpercaya, sendiri yang mengucapkan! Dialah kekasih Allah. Kejujurannya tak diragukan lagi. Seberapa beratnya sich QT bangun sedikit lebih awal lalu mengerjakan shalat sunnah, dibandingkan dengan ganjaran pahala yang bakal QT terima? QT ini kadang aneh! =) Padahal jalan ke Surga terbentang luas dan mudah, bahkan gratis serta bisa kapan saja dan dimana saja boleh dikerjakan! Tapi QT bersantai2, malas, acuh dan enggan. Sementara pintu2 Neraka penuh maksiat dilalui, perbuatan bejat, sesat dijalankan, kehidupan dunia yang sementara, QT reguk dengan sepuas2nya, padahal tahu akan QT tinggalkan! Atau mungkin justru karena tahu bahwa dunia akan ditinggalkan itu yach? Makanya QT berlomba2 dan meraup sebanyak2nya sebelum akhirnya mati? Weleh2, takut gak kebagian nich ceritanya? ^^; Na’udzubillahi min dzalik! Bukan begitu caranya! =)

QT ini lucu! Shalat itu ringan, tidak berat, kecuali bagi orang yang munafik. Bumi Allah itu luas, dan dimana saja QT boleh shalat, asalkan tempatnya bersih. Dan yang pasti, gratis dan tak perlu bayar sepeser pun! Tiap saat QT boleh menghadap-Nya, mengadukan curah isi hati QT, panjat permohonan dalam do’a QT, berharap dikabulkan-Nya, Dia Yang Maha Mendengar do’a dan permohonan hamba2-Nya. Jika QT memohon diberikan dunia dan segala isinya pun hal yang mudah bagi Allah untuk mengabulkan! Bahkan Dia bisa menambahkan sebesar itu lagi atau yang jauh lebih besar daripada itu, bumi, langit, seluas alam semesta sekalipun, ringan saja diberikan, tanpa berkurang kekayaan Allah Yang Maha Kaya sedikitpun! Dan di atas janji-Nya bagi orang2 yang beriman kepada Allah dan banyak beramal shalih kala di dunia, adalah balasan kehidupan abadi di Surga, serta kenikmatan puncak dapat melihat wajah-Nya, yang besar nilai kenikmatannya tak terukur, jauh tak terkira tingkatan kepuasannya dan tak dapat terbayangkan oleh akal, mata, dan pikiran QT di dunia! SUBHANALLAH! =)

Yang gratis aja, dan nggak pake lama, paling cuma lima menit tiap shalat, dan cuma lima kali yang diwajibkan, 5 x 5 = 25 menit, kurang dari setengah jam, dibandingkan waktu 1 hari penuh, dari pagi sampai malam, 24 jam = 24 x 60 menit = 1440 menit, nikmat karunia Allah, QT masih nggak mau! Tapi mengapa, berfoya2, suka ria, pesta di siang hari, dugem di malam hari, ajang ini, event itu, yang persiapannya aja harus beli baju ini, memborong setelan itu, pake sepatu dan tas merk tertentu, pake dirias ke salon atau mandi lulur dulu, tak lupa manicure, pedicure, spa, pijat sekalian, biar fresh waktu berangkat, parfum mahal biar wanginya dikenal, kendaraan mewah supaya dilihat orang keren waktu datang, perhiasan berkilau segede Bagong (emangnya Bagong gede ya? Emang Bagong itu apa? ^^; Hihihi ga taunya dia ga tau! ^^; Ehmm!! Siapa dulu yach? ;p) segala sesuatu pernik dunia yang QT kira dapat membuat orang berdecak kagum dan jadi “memandang” siapa QT, bahkan HTM ratusan ribu hingga jutaan pun, itu baru bayar buat masuk aja, belum nanti di dalamnya beli makan, minum, lain sebagainya, beli gengsi, menipu diri sendiri, supaya dibilang gaul serta trendy, dari malam sampai pagi, waktu berjam2 terbuang sia2, ibadah sudah gak ingat, pergaulan bebas, pamerkan aurat, mabuk2an, minum2an keras, bahkan mengkonsumsi obat2an terlarang bukan masalah, siapa takut? Berani coba! QT punya uang kok! Merogoh kocek atau ATM gesek, rela ga rela, demi status dan terlihat “berada”, QT bayarkan juga! Hikz! Hanya untuk mereguk kenikmatan semu sesaat, yang menipu, melalaikan, dan pasti menjerumuskan! Tanpa disadari, QT tengah menggali dan memilih lubang tempat kubur QT sendiri, yakni tempat peristirahatan yang abadi kelak di Akhirat. Kira2 pantasnya QT dapat kavling yang mana kalo gitu? Di Surga atau Neraka?!… ;)

Ya, QT semua pasti akan mati! Dan di Akhirat QT akan dibangkitkan kembali untuk menjalani hidup yang abadi sesungguhnya! Buah dari amal perbuatan QT di dunia. Dunia ini hanyalah sementara. Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati. Begitu firman Allah, Q.S Adz-Dzariyaat ayat 56. Janji Allah itu benar! Dan pertemuan dengan-Nya itu benar. Firman-Nya benar. Surga itu benar. Neraka itu benar. Para Nabi itu benar. Nabi Muhammad itu benar. Dan ia benar2 utusan Allah. Kiamat itu benar. Dan di atas segalanya, Allah adalah Tuhan Yang Maha Benar. Kebenaran itu datang dari Allah. Jadi mengapa QT masih diliputi kecemasan, galau dan keraguan? Bersegeralah menyongsong rahmat dan menyambut ampunan dari-Nya! Bersujud, bersimpuh, mengharapkan ridho, diterima, direngkuh dalam cinta, kasih sayang-Nya, serta terhindar dari adzab murka-Nya! Sahabatku, QT tidak pernah tahu akankah QT masih dibangunkan hidup kembali esok pagi? Atau jangan2 sisa masa hidup QT tidak sampai sore hari ini? Jika tak ada yang tahu dengan pasti kapan ia akan mati, cepat atau lambat, jauh atau dekat, jarak kematian dengan lembar tipis nyawa QT, maka apakah QT masih mau menyia2kan waktu yang tersisa QT miliki saat ini, untuk hal2 tak berguna yang tiada bermanfaat, dan membuang kesempatan emas mendulang besar ganjaran pahala di depan mata QT? Kalau QT cerdas dan tahu benar nilai berharga dari WAKTU serta HIDUP…

YA JELAS, NGGAK LAGI DONK!! ^________^;v

Tik!… 04:10. 20 menit menuju waktu Shubuh…

“Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajjudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.” (Q.S. Al Israa’: 79)

Shalat Sunnah malam, Tahajjud, Qiyamul Lail, jika QT mampu, jadikan ritual harian QT setiap malam. Insya 4JJI, jika dapat terpelihara, bagus untuk makin mendekatkan diri QT kepada Allah… Kido juga baru mau belajar wat konsisten nich! Do’akan ya! QT semua belajar, mari niatkan bersama! ^^; Minimal 2 raka’at bangun tidur. Ingin lebih? Lebih baik. Dalam keheningan malam, di dalam kesendirian, dalam tafakkur bersujud, rasakan tetesan2 nikmat anugerah-Nya, resapi mengalir deras, tak putus, terus-menerus, yang menyelimuti diri, dalam tiap hela hembus nafas QT, debar pacu detak jantung, aliran darah di dalam tubuh QT. Tiap detik, menit, dan jam, dalam hari2 yang QT jalani, bulan demi bulan, dan tahun berganti, kesempatan mengarungi kehidupan, hingga entah sampai kapan, tapi yang pasti minimal hari ini QT masih mendapatkan tambahan karunia-Nya, karenanya jangan sia2kan, dan jangan lupa disyukuri…

Shalat adalah wujud rasa bersyukur QT atas karunia dari Allah. Karena tidak ada cara lain yang pantas untuk mengungkapkan rasa terima kasih sebagai makhluk yang tahu membalas budi, setelah QT tahu bahwa segala sesuatu di alam semesta ini adalah wujud kasih dan sayang Allah, diperuntukkan bagi hamba2-Nya. Bumi, langit, dan segala isinya ditundukkan-Nya, agar dapat dikelola dan dimanfaatkan sebesar2nya bagi sebaik2 kepentingan umat manusia di bumi. Karena QT adalah khalifah yang ditunjuk-Nya untuk memakmurkan bumi. Maka sudahkah QT melaksanakan tugas QT hari ini?

Shalat adalah stasiun waktu yang minimal dalam satu hari 5x wajib QT kerjakan, sebagai sarana laporan pada Allah. Shubuh, Dzuhur, Ashar, Maghrib, Isya’. Melaporkan amal perbuatan QT, baik buruk, yang telah QT kerjakan antara 1 stasiun waktu dengan yang lainnya. Sudahkah waktu QT optimalkan untuk melaksanakan amanah yang dibebankan pada QT, yakni untuk memakmurkan bumi dan menyejahterakan penghuninya sebagai manifestasi wujud ibadah QT pada Allah? Ataukah QT malah berbuat kerusakan di bumi dan melalaikan tanggung jawab QT? Mengeruk isi perut bumi, mengambil manfaat dan kekayaan untuk kepentingan diri QT sendiri, tidakkah QT malu? Bagaimana kelak QT saat tidak lagi bisa lari dan harus dipanggil dengan paksa menghadap-Nya? Yakni saat QT mati?! Bagaimana pertanggungjawaban QT atas tak terhingga fasilitas nikmat yang diterima selama QT hidup di dunia? Di akhir masa jabatan hidup jadi manusia? Pernahkah sejenak QT merenungkan?…

Tentu saja yang bisa memahami hanyalah hamba2 Allah yang beriman kepada-Nya, dan orang2 yang mendapat petunjuk, hidayah-Nya. Ucapkan Alhamdulillah! Betapapun QT tidak akan pernah sanggup untuk jangankan membalas semua kebaikan yang berlimpah dari-Nya, bahkan untuk menghitung jumlah nikmat yang tak terkira pun QT tidak akan mampu! Maka adalah suatu kewajaran, kepantasan, jika tak ada yang lain yang bisa QT lakukan, melainkan QT merendahkan diri, duduk bersimpuh dan sujud di hadapan Yang Maha Agung lagi Maha Kuasa, mengakui Dialah Yang Maha Besar atas segala2nya! Dalam keterbatasan dan ketidakmampuan QT, dalam segala kelemahan dan keringkihan QT, menyatakan kepasrahan bulat total dalam keheningan malam, berserah diri pada-Nya, mengakui bahwa tak ada daya dan upaya melainkan dengan pertolongan dari-Nya. Karena hanya Dialah Yang pantas untuk disembah dan dimohon pertolongan. QT yang rapuh dan segera binasa, Dialah Yang Maha Kuat lagi Gagah dan Perkasa. QT adalah hamba-Nya. Dialah Tuhan Yang menciptakan QT dan tak lalai dari memenuhi segala kebutuhan rezeki hidup QT! Tuhan Yang Maha Pengasih, Penyayang lagi Pengampun ada di hadapan QT! Jadi jangan pake malu atau segan lagi untuk bersegera bertaubat kepada-Nya, memohon rahmat dan ampunan dari-Nya, supaya selamat QT hidup di dunia dan selamat pula di Akhirat…

Maka dalam gelap malam, di kala orang lain tengah terlelap, dan QT telah terjaga, saat tak ada orang lain di sekeliling QT, tak ada yang mengganggu, dalam kekhusyu’an, yang ada hanya harmoni QT dengan Sang Khalik, berduaan aja, itulah momen terbaik untuk mengungkapkan isi hati QT! Menumpahkan perasaan yang sarat, menyatakan keinginan serta harapan, memanjatkan do’a QT. Menyiratkan ketulusan, ekspresikan kejujuran, bebas dari kesombongan, topeng riya’ yang kerap QT kenakan saat ada orang lain beredar sekitar QT! Itulah saat QT bisa jadi diri sendiri, berhadapan dengan Tuhan! Melepaskan diri dari segala atribut kepalsuan duniawi yang fana, semu dan melelahkan. Saat berasyik-masyuk dengan Sang Kekasih adalah saat QT larut dalam sujud dan tenggelam dalam do’a2, it is the moment of true honesty and truth, kedekatan yang amat terasa khidmat dan syahdunya, hingga tanpa sadar air mata tak lagi hanya merebak dan menetes, tapi juga sudah membanjiri pipi hingga dagu QT, dalam sungkur sujud isak tangis QT, saat QT berjumpa dengan Tuhan, tak ada lagi yang lain, tak ingin lagi terpisahkan! Itulah saat romantis dan menyentuh, dimana tak ada jarak antara seorang hamba dengan Tuhan yang telah menciptakannya…

“Saat yang paling dekat antara seorang hamba dengan Rabb (Tuhan)-nya adalah ketika dia sedang sujud (kepada Rabb-nya), maka perbanyaklah do’a dalam sujud kalian.” (HR. Muslim)

Itulah, Sahabat, di antara sebab mengapa shalat Tahajjud di penghujung waktu malam itu sangat dianjurkan! ;) Karena Allah berkenan turun ke langit dunia dalam sepertiga malam yang terakhir. Meski QT meyakini bahwa tentu saja Allah Yang Maha Besar jauh lebih besar daripada bumi, langit, semesta alam yang diciptakan oleh-Nya, sehingga segala sesuatu di jagad raya ini tak ada yang tidak diliputi-Nya; kalimat “turun ke langit dunia” adalah kiasan implisit yang mengandung makna dalam, supaya mudah manusia menangkap ilustrasi, bahwa Allah senang mendekat kepada hamba2-Nya yang sangat ingin untuk mendekatkan dirinya kepada Allah! =)

Ya, jika shalat wajib yang lima waktu adalah wujud pengabdian QT kepada Allah, sudah sepantasnya sebagai ungkapan syukur QT; maka shalat sunnah sebagai tambahan amal yang QT kerjakan, adalah wujud kecintaan QT yang lebih besar pada Allah! Ibarat perlakuan QT pada kekasih hati, “dia” yang QT cintai dan sayangi, jika memberi nafkah dan perlindungan, kenyamanan, keamanan, adalah memang sudah kewajibannya, seperti shalat yang fardhu (diwajibkan); maka memenuhi hari2 kekasihnya dengan perhatian2 kecil, lebih dari semestinya, kata2 cinta, tingkah laku dan perbuatan yang menunjukkan rasa sayang, di-SMS sering2, ditelepon, tanya kabar, kamu udah makan belom? ^^; Kasih surprise kadang2, beri pujian dan ucapan selamat, bagaimana mungkin tak bertambah mendalam cinta sang kekasih kepada QT? =) Sesuatu yang tak harus QT lakukan, tapi QT memutuskan untuk melakukannya, lantaran QT ikhlas, tulus, murni, sayang padanya? Itu yang disebut “Sunnah”. QT senang mengerjakan dan ingin berbuat menyenangkan “dia”, ingin memberikan yang “lebih” dan mengambil hati-“nya”… =)

Jika manusia saja bisa berbuat begitu, apalagi Allah Yang menciptakan manusia dan menanamkan benih rasa cinta, kasih, serta sayang dalam di lubuk hatinya? Tuhan, Yang “Maha Pengasih” dan “Maha Penyayang” adalah nama-Nya?… ;) Jika QT ingin lebih mendekat lagi pada-Nya, di antaranya dengan menambahkan amalan sunnah di samping ibadah wajib yang mesti QT lakukan, antara lain dengan shalat Tahajjud, tentu saja Allah lebih berhak untuk lebih menyambut cinta QT yang tulus hanya mengharap ridho-Nya, Allah akan mencintai QT melebihi dari yang lainnya! SUBHANALLAH!! =)

Karena itu bagi orang2 yang rela bangun tengah malam, merelakan sepenggal waktu tidurnya dikurangi, mengangkat tulang rusuknya, untuk berdiri dan sujud, duduk menyepi berdua dan mendekatkan diri kepada Allah; seolah2 Allah sampai memerlukan untuk turun ke langit di dunia dari langit yang tertinggi, hanya untuk menyambut QT yang berharap dapat menemui-Nya! SUBHANALLAH!! Adakah Tuhan lain yang sedemikian besar cinta-Nya kepada hamba-Nya?!… ;) Maka tidak malukah QT jika tidak menyambut curah kasih dan sayang-Nya dalam segala kenikmatan hidup yang dilimpahkan pada QT? Tahukah QT untuk berterima kasih pada-Nya? Sadarkah QT telah sebegitu dicintai-Nya? Sudahkah QT membalas dan menyambut seruan lembut sayang-Nya dalam tiap adzan yang memanggil mengingatkan QT untuk shalat? Atau, sebentar lagi ah? Nanti dulu, masih sibuk, ntar aja, akhirnya kelewat lagi? ^^;

Cobalah ambil waktu barang sejenak untuk meresapi dan renungkan ini, mumpung fajar belum datang, langit masih gelap malam, pagi masih dini buta…

04:20…

Mari bersimpuh tepekur (asal kata tafakkur ^^;), bersujud dalam ber-Tahajjud…

Sungguh indah bukan?… ;)

Halooo?!… ^^;

NT ga tidur lagi khan?… ;p

KIDO KAMEN =)