COOL = BEAUTIFUL!! ;) #2
Uncategorized April 23rd, 2007COOL, yang diterjemahkan bebas jadi KEREN, memang mempunyai sisi keindahannya sendiri, yang pada momen yang tepat menjadikannya BEAUTIFUL @ d’same time! =) Di postingan sebelumnya, Kido menggunakan istilah BEAUTIFUL, sebagai padanan COOL yang lebih bersifat maskulin, bagi wanita agar lebih feminin. Adapun yang menjadikan seorang wanita dapat tercitrakan seperti COOL bagi pria, adalah apa yang lazimnya disebut INNER BEAUTY! Kecantikan yang terpancar dari dalam yang berasal dari keelokan jiwa pemiliknya. Sebenarnya Inner Beauty bukan mutlak hak prerogatif wanita, hanya mungkin QT jarang mendengar istilah Inner Handsome bagi laki2, tapi intinya sich sebenarnya sama! ^^; Mengacu kepada kebagusan bukan hanya fisik lahiriah, tapi lebih pada keindahan jiwa yang sehat, kuat, ulet, penuh semangat, teguh, tegar, bersih, sabar, jujur, tenang, terkendali, besar, lapang, tangguh, luhur dan berbudi! =) Tapi lebih dari semuanya, jiwa itu tidak liar, tapi jinak, patuh pada pemiliknya, sifatnya tidak ugal2an tapi tenang, tenteram, mudah dikendalikan sekehendak hati sesuai dengan situasi dan kondisi beradaptasi, serta condong pada kebaikan, karena itu QT istilahkan COOL! B-) Kalo dalam istilah Islam, jiwa yang tenang itu QT sebut nafsul muthma’innah! (Q.S. Al Fajr: 27)
Secara alamiah, QT tentu senang kepada orang yang memiliki sifat2 positif. Alangkah senangnya hati jika menjumpai orang yang sudah sedap dipandang, elok rupanya, cerdas serta tampan parasnya, elegan pembawaannya, tapi juga bisa rileks dan humoris, meski demikian tetap terkontrol tak berlebihan, santun tutur kata, budi bahasanya, ketambahan sifat2 kebaikan yang melekat di dirinya. Betapa hati terpanah, saat itu juga langsung terpikat dan terpesona. (Ini bukan lagi ngomongin Kido lho! ^^; Hihiyy, GUBRAK!! @~*) Sudah wajahnya menarik, pembawaannya pun murah senyum, ramah, rasanya tak pernah marah. Udah gitu, sifatnyapun ringan tangan, tanpa pamrih senang menolong orang terutama yang kesusahan, diulurkan kemudahan. Sesuatu yang keluar dengan spontan sebagai reaksi alami dirinya, yang terbentuk dari pembiasaan diri bersimpati dan berempati pada orang lain, tak berhenti hanya merasa kasihan, tapi juga turut merasakan langsung beban dan penderitaan orang lain, lalu sedapat mungkin berusaha meringankannya, seolah2 masalahnya sendiri! Sifat seperti ini tidak dapat direkayasa!! Sungguh!… Sebab jika pura2 akan dengan mudah kelihatan, hanya sebatas memasang mimik sedih, tapi tidak mau terjun langsung mengulurkan tangan. Bisa jadi hatinya hanya tersentuh sampai taraf bersimpati, belum berempati, atau juga sekedar basa-basi kasihan, kepura2an, yakni tidak ikhlas dalam beramal serta menolong orang lain, akan tampak tersirat dari keengganan dan beratnya seseorang melakukan kebaikan yang nyata. Orang yang benar2 tulus saat berbuat baik, sebaliknya, akan tampak jelas bisa dibedakan, dari pancaran jiwanya yang cemerlang! Menyorot dari dalam, hangat keluar, dapat dirasakan sampai ke hati penerima kebaikannya, dan dapat terlintas tampak dari ekspresi yang lepas, senyum yang terkembang tulus dan langsung mengena bagi yang melihat, lahir dari hati ikhlas lagi lapang, dengan tangan terbuka, lengan terbentang… =)
Mengapa orang bisa memiliki sifat mulia demikian? Jawabannya, sifat itu tidak datang besertanya dari lahir! Bukan bawaan orok lho! Siapapun bisa memiliki sifat yang mulia, jika memang ia memiliki keinginan dan berniat kuat untuk menjadi seperti apa yang ia bayangkan! Secara sederhana, pembentukan sikap mulia adalah akibat dari latihan pembiasaan yang kontinyu. Dengan dilatih dan dibiasakan berbuat baik, lambat laun spontanitas itu akan muncul dengan sendirinya — seperti belajar naik sepeda, awalnya jatuh bangun dulu, tapi kalo udah lancar, spontan tanpa mengatur keseimbangan lebih dulu, lepas tangan pun meluncur tenang aja — QT pun akan merasa kenikmatan dan kepuasan tersendiri saat melakukannya! =) Landasan yang menjadi alasan terkuat seseorang berbuat kebaikan, umumnya karena sudah jadi panggilan jiwanya! Itulah yang menyebabkan munculnya orang2 yang berjiwa pahlawan, berjiwa sosial, termasuk berjiwa besar dalam menerima takdir, ujian serta cobaan dari Tuhan!… =)
Orang berjiwa mulia, akan mencoba menempatkan dirinya di posisi orang lain, memahami kesulitannya, lalu berusaha memudahkannya. Satu contoh sederhana, seorang pegawai baru di suatu unit kerja tentu akan merasa kikuk, kaku pada awalnya. Apalagi tak seorangpun di kantor barunya yang ia kenal. Untuk memulai perkenalan, ada kekhawatiran takut dibilang sok akrab, SKSD, sok kenal sok deket, tapi pegawai lama di tempat itu pun sepertinya tak acuh tak mempedulikan kehadirannya, seolah2 bahkan tak menghendakinya. Sementara dirinya juga tak ingin hanya diam diri tanpa aksi menanti perintah, gak mau dibilang pasif, tapi mau inisiatif memulai bekerja pun takut jadi kesalahan, yang dibilang sok rajin-lah, cari muka-lah, halah! Koq serba salah?! @~* Situasi yang serba pertama kali macam ini tentu tidak mengenakkan. Maka jika QT adalah salah satu dari pegawai lama, QT tentu akan merasa kasihan dan mencoba memahami perasaan si pegawai baru, seperti pengalaman pertama kali QT dulu. Maka QT lalu berinisiatif memecahkan kebekuan, mencairkan suasana, breakin’ d’Is! =) Mendahului menghampiri, memperkenalkan diri, menyapanya dengan ramah, dan memulai percakapan. “Halo, gw Kido! ^^;v Kamu pegawai baru itu yach? Salam kenal! =D Selamat datang di sini! Jangan khawatir, men-temen di sini bae2 koq! Nggak gigit! ^^; Mulai sekarang QT teman, khan?” =)
Dengan memberinya kesan bahwa dirinya tidak lagi sendiri, dan kini ada seseorang yang menerima serta mendukungnya, teman baru pertama di tempat kerjanya yang baru, tentu pegawai baru itu menjadi lebih tenang dan merasa lebih aman. Kalo udah begitu, hampir bisa dipastikan selanjutnya suasana akan menjadi lebih rileks, tidak tegang lagi, lebih nyaman, bahkan menyenangkan, dan bisa bikin kerasan. Kehadiran pegawai baru yang memiliki kesan positif terhadap rekan kerjanya juga dapat menambah motivasi yang bersangkutan untuk memberi kontribusi positif kepada organisasi, yang diyakininya menerima keberadaannya dengan pantas. Ia pun bisa jadi akan lebih respek kepada QT, walau QT tak mengharapkannya. Biasa2 aja! ^^; Akhirnya manfaatnya berpulang pada keuntungan bersama khan? Jadi sebenarnya ga ada salahnya, tanpa perlu pake gengsi, mengawali perkenalan, perlakukan bagai teman, walau kepada junior paling muda sekalipun! =) (Lhah, gw khan belom tua!! =D) Bisa dibilang itu juga adalah salah satu ciri kematangan dan kedewasaan dalam bersikap, yang menambah kesan COOL, tentu saja! ^^; (Dewasa itu relatif… Tapi tua dah ABSOLUT!! T__T Wakakaka =D)
—
Baru2 ini ada pesan sponsor di TV yang menampilkan gocekan maut dan skill individu yang mumpuni dalam mengolah bola, dari 2 legenda sepakbola dunia, yakni Zinedine Zidane dan Ronaldo! Yang menarik, adalah pesan yang disampaikan, bahwa ternyata, setelah keduanya mengeluarkan bakat alami mereka yang mengagumkan dalam mempermainkan si kulit bundar, mereka justru menyatakan bahwa gerakan tubuh manusia yang paling indah adalah bukan keahlian KQ maestro sepakbola, melainkan ialah ULURAN TANGAN!… =) Ya, uluran tangan kepada sesama, dinyatakan sebagai gerak tubuh manusia yang paling indah! Ketika QT terenyuh, lalu mengulurkan tangan untuk memberi bantuan, saat itulah, tak peduli dari negara mana, suku apa, bangsa antah berantah, tanpa melihat latar belakang ras atau agama, dari kasta atau golongan apapun, sesungguhnya QT semua mengerti, memahami, ada bahasa yang lebih universal daripada Bahasa Inggris yang lazim diakui sebagai bahasa Internasional! Bahasa Cinta Kasih dan memberi pertolongan pada sesama…
Pernahkah QT menyaksikan, bagaimana senyum orang Afrika? Yang barangkali hanya terlihat gigi putih dari seluruh wajah bahkan tubuh, yang hitam mutlak legam? ^^; Atau senyum orang Indian, yang berwajah dicoreng-moreng dan berkulit merah? Senyum orang Cina yang bermata sipit dan berkulit kuning langsat? Senyum orang Eropa, berwarna mata biru serta warna kulit putih pucat? Atau senyum orang Asia yang kulitnya berwarna sawo matang, untung nggak sampe busuk? ;p Atau orang Timur Tengah yang berhidung mancung? Atau, bahkan dari golongan primata, simpanse, orang utan, kera, sampai gorilla sekalipun! Saat semua tersenyum, PERHATIKAN!… Darimanapun berasal, dari suku, agama, ras, kasta, golongan, dan spesies manapun! Apapun bahasa yang dipergunakan, bahkan saat QT tidak mengerti 1 kata pun dari bahasa mereka, QT selalu masih bisa mengerti dan memahami, bahasa alami yang memiliki makna terang yang mendalam dan berkesan menghunjam ke sanubari… Ialah bahasa ketulusan jiwa, yang terkandung di dalam sebuah SENYUM!!… =)
—
Seorang Arab badui, alias dusun, udik, kampung, ndeso, katro, kembali ke pohon, ups! Maksudnya ke laptop! Ooo! Tak sobhek2…!! ^^; Yang cuma bisa bicara dalam bahasa Arab totok, suatu ketika mengunjungi Indonesia. Dono, Kasino, dan Indro sedang berjalan b3 ketika sesosok hitam tinggi besar tiba2 mencegat dan menghentikan ke-3 sahabat QT! “Intadhir Lahdhoh!” (Tunggu sebentar – red. ^^;) Dono loncat ke belakang ke2 temannya, kecut! Yang lain terkejut, terkesiap, Kasino spontan memperagakan jurus silat! Heit! Set! Awas! Indro tidak kalah kaget, tapi mencoba tetap tenang, stay COOL(!!), walau harus menelan ludah, lutut lemas gemetaran. Si Arab berseru lantang, “Al-‘afwu! Ayyu thoriiq ilaal-mashrof?…” HAHHH??! =O Ke-3 sahabat QT celingukan, tak mengerti, saling melempar pandangan… Tak satupun dari mereka paham bahasa Arab, tapi melihat mimik bingung si Arab, “Maksudnya mau tanya yach?” =O “Kirain ngerampok! HUH! Hampir aja gw KEPRET loe!” Kasino udah siapkan bogem mentah, agak kesal. Indro berusaha untuk tetap tenang. “Sabar, Kas! Kayanya dia gak bermaksud jahat!” Orang Arab itu mengulangi kembali kata2nya. “Ayyu thoriiq ilaal-mashrof?” “Gimana Ndro?” Tanya Dono. “Kamu tau artinya, Kas?” =O Berpaling pada Kasino. Yang ditanya geleng2kan kepala, “Maaf Tuan, ane kagak ngatri!” T_T (Sebenarnya sich tuch orang cuma nanya, “Permisi Mas! Jalan ke Bank, yang mana yaa?” ^^;) “Aina mashrof? Mashrof!” (Dimana bank? Bank! =O) Ia kembali bertanya. “Eks…Kyus… Mi?” jawab Kasino dengan nada gagah yang terpatah2, tetapi tetap sok KEREN(!!), sambil memasang tampang COOL(!!), berharap si Arab mengerti bahasa Inggris sedikit2…
“Can… You… Speak… English… Sir?!”
Un42n8ly, he CAN NOT!! =D
“Ana uriid an ashrof ba’dho ad-duulaaraat!” (Saya mau menukar beberapa Dollar – red.) Sambil memperagakan menggesek bolak-balik jari jempol dengan telunjuk dan jari tengah, mengisyaratkan uang, tapi Kasino malah mengira tuww orang mau malak! Haiiit!! Kembali jurus Jampang dipajang! Disumpahinya serapah, “Daaasar kebo bunting, kadal buluk, sandal butut, b@b! n93p3t… (Bla-bla-bla dan seterusnya kena sensor… ^^;) DINOSAURUS!! @~* Belum pernah keselek sendal jepit ya?!” Orang Arab itu melihat tingkah Kasino jadi heran, garuk2 kepala yang gak gatel, tampaknya ia kebingungan, mencoba mencari cara menjelaskan. Ia lalu meraba saku celana, mengeluarkan dan membuka dompetnya! “Wahhh, gile Kas, Ndro! Rupanya dia takut! Jangan2 QT mau disogok, dikasih duit! Asyiiik! Cihuuyy!!” =D “Hush! Apa sich Don?” Jawab Indro menampik tangan Dono, sambil menyorongkan kepala mengintip isi dompet, Kasino menelan ludah kelametan! ;p~ Dalam dompet itu, ada sebundel tebal isinya, wahh pasti orang tajir nich! ^^; Orang Arab itu mengeluarkan 1 lembar uang 100 US Dollar! “Ndro, se… Seratus Dollar, Ndro!…” =O “e-Nolnya ada 2, Kas!” Dono gugup, belum pernah membayangkan, apalagi melihat uang bernilai sebesar itu! Ada segepok lagi!! Sekarang di depan mata! Orang itu menyodorkan uang kertas yang hampir langsung disambar dengan spontan oleh Dono, tapi tiba2 ditariknya lagi dan dimasukkan ke dompet. “Mashrof! Mashrof?” Melakukan gerakan menyodorkan dan menarik berulang2, Kasino dan Indro refleks turut mengulurkan tangan, tapi orang Arab itu menarik uang kembali, memasukkan dalam dompet, berharap ke-3 kawan QT mengerti maksudnya…
Indro garuk2 kepala botaknya, sepertinya dia hampir mulai paham. “Ooo, maksudnya mau nyeleng?” “Hah, Ndro! Siapa yang celeng?” Dono kaget! =O “Maksud gw mau nabung! Ke Bank, Mister? BANK… Rite?” Walau tak paham sama sekali yang dibicarakan, tapi sayup2 dia mendengar juga kata Bank, yang tentu saja adalah kata yang jamak dipakai istilah Internasional, “Oooh! Na’am! Bank! Bank! Yea, yea, BANK!!” =D Seketika paras orang Arab itu pun sumringah, senyum terkembang lebar memamerkan gigi2nya! Si Arab terlihat senang, bahkan mengacungkan jempol. Saat itu ia tak lagi terlihat seseram kesan pertama, bahkan tampak bersahabat! Trio Warkop DKI merasa lega, mereka balas tersenyum. “Jadi mau pergi ke bank? Ngomong donk Oom, dari tadi!” ^^; Utas senyum ketulusan yang saling bertemu, sanggup menjembatani perbedaan yang ada! Tiba2 saja Arab dan Jakarta bagai serumpun Betawi asli Condet. Walau tidak saling mengerti ucapan masing2, tidak menjadi masalah. “Potongannya aja serem, taunya cuma mau nanya jalan toh!” Untung tadi mereka dapat bersikap tetap tenang, just B-in’ COOL!! B-) Jadi tidak terjadi salah paham hingga bak-buk baku hantam yang sebenarnya tidak perlu… =D
Masalahnya sudah terang, tinggal cari solusinya… Tapi bingung juga sekarang, gimana cara memberitahu jalan ke Bank, yaa? ^^;
Di satu sisi, si Arab gak bisa bahasa Indonesia, di sisi lain, trio DKI juga gak bisa berbahasa Arab. Untung Indro teringat penggalan surat Al-Faatihah yang selalu dibaca setiap shalat. Pada ayat ke-6, “Ihdinash shirathal mustaqiim”, artinya “Tunjukilah kami jalan yang lurus.” Kebetulan arah ke Bank tinggal mengikuti jalan besar yang tengah dilalui mereka. Maka dengan PD-nya Indro menunjukkan arah pake isyarat, “Shirathal Mustaqiim, Mister!” yang maksudnya “Lempeng aja!” ato kalo dalam bahasa Bali (Halo Mas Made! ;p) “Kenceng ajaaaa!!” ^^; Telunjuk mengarah pada lampu lalu lintas: “Shirathal Mustaqiim!… Nach, bis entu… Shirathal Mustaqiim lagi!” Maksudnya lurus sampe di perempatan, ketemu lampu merah, jalan lagi masih lurus sampe perempatan kedua, nemu lampu merah lagi, persis di pinggir jalan di sudut perempatan itu terletak Bank yang dicari! =D Maka si Arab pun sepertinya paham, dengan mengangguk2 membungkuk dan menyalami tangan ke-3 teman QT sehingga terguncang2, orang Arab yang ternyata ramah dan tak sesangar tampaknya itu lalu berlalu seraya berseru, “Syukron katsiron! Syukron!” (Artinya, banyak2 terima kasih! ^^;) “Ya, ya, sim-sim!” (Maksudnya sich sama2! ^^;) Sampai di lampu lalu lintas pertama, orang Arab itu sempat celingukan. Maka Indro pun dari jauh teriak, “Walad dhaallliiinnn!!” yang diambil dari penghujung isi surat yang sama, yang artinya “Dan bukan jalan orang2 yang tersesat!” maksudnya sich, “Awas! Jangan tersesat”! “Shirathal Mustaqiim!” Lurus aja! “Walad dhaalliiin!” Jangan pake belengkak-belengkok!… =D Maka singkat cerita, sampailah orang itu ditempat tujuannya: BANK!…
Dasar!!… =D
“Bisa AJ loe, Ndro?!” ^^;
“Yach, little2 sich I caaan…” ;p
—
Maka belajar dari kasus di atas, adalah penting untuk menjaga diri tetap COOL… Lhoh?! ^^;
Kemarin2 QT telah belajar macam2 makna COOL. Juga bahwa COOL berhubungan juga dengan menjaga kondisi tubuh tetap dalam keadaan seimbang dan ideal, sehingga dapat berfungsi optimal dalam bekerja. Tidak terlalu panas, overheated, juga tidak menjadi kelewat cold waktu pendinginan. Stay warm, stay COOL! B-) Dalam konotasi lain, stay B-in’ COOL juga mempunyai makna yang terkait. Dengan QT tetap ja’im, tetap tenang, tidak grasa-grusu, tidak kagetan, tidak panikan, QT tentu akan lebih mudah melihat dan menempatkan setiap masalah yang tengah QT hadapi pada tempat dan sesuai proporsinya. Dengan QT tetap tenang, stay B-in’ COOL, QT akan jadi lebih mudah pula untuk melihat solusi masalah serta langkah pemecahan alternatifnya! =) Jika saat QT mengerjakan ujian di ceqola, karena kurang persiapan dan belum belajar, lantas QT jadi panik, kalang kabut, gugup, pusing, pikiran stuck, hampir bisa dipastikan 50% dari ingatan QT tersumbat! Terblokade! Oleh kepanikan yang sebenarnya tidak perlu harus terjadi. Dan QT jadi susah memanggil ulang memori betapapun kerasnya QT mencoba untuk mengingat! Akhirnya stress. 50% memori tertutup, 50% hampir pasti gagal. Pernah mengalami kejadian ini? Oya, sering!! ^^; Padahal coba kalau QT tetap tenang, tarik nafas yang dalam, tahan sejenak, lalu hembus perlahan, lakukan berulang2! Oksigen yang QT hirup akan dibawa oleh darah dan ditransportasi ke dalam otak! Dengan tambahan oksigen, otak mendapat supply energi baru bagi sel2 otak yang telah lelah dalam bekerja memilih serta memilah data2. Dengan oksigen pulalah, sirkulasi proses pencarian data jadi lancar dan terbuka, seperti pembuluh darah yang terbuka karena ada barisan kereta darah yang lewat, hingga informasi yang QT amat butuhkan sebagai jawaban dari soal berpeluang lebih besar segera QT temukan! Lho, ini ilmiah lagi!! Gak percaya? =D
Ada banyak manfaat of just B-in’ COOL!! B-)
Selain membuat gadis2 berteriak histeris dan tergila2, heheheh ;p Girls, Girls! Plis donk ach! Biasa aja lagi! ^^; (Loe tuch yang kagak biasa!!! =D) Oh ya, gw memang LUAR BIASA dari sononya! ^^; BLETAK!! @~* WATAAAAA!! =D
—
Maka setelah QT berjalan kesana kemari, kesimpulan yang bisa diambil, yang relevan dan signifikan dengan COOL = BEAUTIFUL… ^^;
1) Cool = Beautiful; jika dan hanya jika datang dari dalam jiwa yang tenang, terkendali dalam segala situasi dan kondisi, hingga tercitra dan terkesan indah.
2) Dalam menghadapi masalah, situasi dan kondisi apapun, usahakan tetap tenang, maka QT akan dapat menguasai keadaan dan melihat titik terang dalam gelap, jalan keluar dari setiap persoalan yang QT hadapi.
3) Cool = Inner Handsome + Outer, sebagaimana Beautiful = Inner Beauty + Outer; keindahan tampak luar sifatnya hanya bonus, esensinya adalah apa yang QT bentuk di dalam, keindahan jiwa jauh lebih penting dari kebagusan raga.
4) Stay Cool Outside, but Warm Inside
5) Jadi Cool itu gampang, tapi mempertahankan sikap tetap Cool dalam kondisi apapun tak segampang yang dikira, perlu latihan kontinyu, tapi sebenarnya bisa dilakukan! ^^;v
6) Jadikan Cool habit baru yang positif! =D Bisa banyak dapat manfaat juga lho! ;p
7) Setiap orang bisa tampil Cool = Beautiful, dengan menjadi dirinya sendiri apa adanya! Temukan jati diri sejatimu dan pancarkan pesonamu! =D U R d@ COOL!!
Most Important: Just B Urself, d’Who U R! B-)
KIDO KAMEN =)