As posted in Bulletin Board on Thursday, 23 August, 2007 7:14 PM

A DWM’s Own PNO Compo-CCn… ^^;

Abis Maghrib, sambil nunggu 3 in 1,
bingung mau ngapain…

Nyetel Total Video Player, playin’ A
DWM’s OWN PNO Compo-CCn, kumpulan
aransemen PNO ciptaan gw sejauh ini
yang dah gw rekam, live maen PNO di
aula kantor!! ^^; Dengerin semuanya
diputer ulang, rasanya udah lama
banget ga denger, jadi kangen men PNO
lagi… ;)

Mudah2an besok aula kantor buka
seperti biasa tiap Jum’at, jadi gw
bisa melepas kerinduan untuk menarikan
jemari yang gatal melincah lagi di
atas tuts, mengalir bersama irama
melodi, bergoyang bersama daun
terhembus semilir angin, berayun
seringan kapas, mengikuti bebas lepas
kata hati, tanpa beban, hanya ingin
berekspresi, menuangkan gejolak yang
selama ini tertahan, menumpahkan
perasaan, menguraikan kekalutan,
meredam kekecewaan, membasuh luka,
menyembuhkan dan melapangkan dada,
larut mengikhlaskan jiwa…

A DWM’s Own PNO Compo-CCn:
————————–
Love’s in d’Air
After the Rain
Bye2 Lullaby
Memorable Pathways
Missin’ U
Relief
Sunflower’s Tale
Rainy Nite in Tokyo
Persian Dance
Ubud’s Terrace
Sorrow Whisper
Wave Blows
Wind Race
White Sandy Coast
Merindumu…

Dah lama juga ga bikin lagu baru ^^; I
mean music! ;p Hmmm, tar malem coba
cari2 melodi baru pake gitar ahhh,
petik lirih tengah malam, dalam hening
kesunyian, lagi2, melepaskan
kerinduan, dalam desah, kepada siapa
entah, hatiku yang telah patah, tetap
kukirimkan juga, lewat hembus angin
malam, menyapa lewat kerlip bintang
kecil di langit kelam, semuram wajah
yang lelah, namun tetap penuh harap
tertengadah, barangkali di kaki
langit, di belahan lain bumi yang
sama, ada seseorang di sana, yang juga
menatap bintang yang sama, sambil
merindukan belahan jiwanya, yang kini
entah dimana, entah bersama siapa,
bahkan ia tak lagi tahu merindukan
siapa…

Bersandar di sayap-sayap patah yang
tinggal sebelah, mencoba tetap tegak
bertahan meski telah kalah…

Malam makin larut, selarut ia yang
membiarkan dirinya pasrah terlumat
mengawang kembara angan, melempar
harapan, melepas impian…

Ada yang pernah menjadi inspirasi…

Sebentar lagi mo ultah…

N gw bingung mo hadiahin apa?

Kenapa gw ngerasa justru ini mungkin
hadiah terakhir…

Kado salam perpisahan…

Yang pantas ia terima…

Karena ia pantas menerimanya…

Sepantas ia pernah anggun hadir dengan
senyum menghias tahta lubuk hati…

Bersemayam dalam jiwa…

Berharap setangkup cinta ini untuk
selamanya…

Namun ternyata di dunia ini, tak ada
yang abadi…

Bahkan cinta pun harus berakhir…

Ada yang pernah menjadi inspirasi…

Kini tinggal menyisakan tanya tak
berjawab, menggantung misteri…

Sampai kapan, entah, mungkin tak akan
pernah terungkap…

Biarlah menjadi tanya yang abadi…

Berawal darinya, berakhir dengannya…

Satu kisah hampir usai…

Tiba saatnya menutup tirai kisah…

Dan esok pagi membuka lembar baru yang
semoga lebih indah…

Seiring fajar merekah…

Menatap masa depan bersinar cerah…

Hari baru…

Hati baru…

Semestinya…

Namun senja baru beranjak temaram,
malam baru hendak membentangkan layar,
selimut kelam yang merengkuh memeluk
kepedihan, menyelimuti duka, menggerus
luka, melumat kesedihan, gilas
nestapa, roda waktu yang tak berhenti
untuk sekedar iba, melabrak segala,
memporak-poranda, bahkan runtuhkan
keping puing harapan yang tersisa…

Gilas saja!!

Lumat saja!!

Biar semuanya sirna…

Biar semua berakhir…

Malam yang terus bergulir…

Sementara tengah memikirkan cara,
membungkus kenangan dengan sesuatu
yang mungkin tak terlupakan…

Karena ia pernah begitu indah…

Menjadi penggalan kisah…

Jika ketulusan cinta dapat terbaca
dengan jelas di sana…

Kuingin ia menjadi kisah yang terukir
abadi, walau hanya pantas untuk
dikenang…

Tersimpan di dalam hati…

Karena aku harus berjalan lagi…

Berpisah, melangkah, pergi…

Baik-baik, jaga diri…

Sampai nanti…

Aku pergi…

KIDO KAMEN B-)

Stillqpit_1