Mengenal CHENG HO… =)
Uncategorized August 16th, 2007As posted in Bulletin Board on Thursday, 16 August, 2007 2:48 PM
Mengenal CHENG HO… #1
—
Di Masjid Pintu Selatan kota Kunming,
Prop. Yunnan tdpt catatan berukir: Han
Yang Wang Fu Dian Gong Ji (Jasa Raja
Han Yang dlm Menjaga Prop. Yunnan) n
mukadimah yg ditulis sarjana2 Liu
Faxiang n Sun Renlong thn 1684. Mnrt
cttn tsb, Sayidina Syafii sbg Raja Han
Yang tnyt adlh keturunan ke-25 Nabi
Muhammad SAW. Pd thn Xi Ning ke-3
(1070 M) Dinasti Song, Syafii
mengungsi ke Kerajaan Song bersama dgn
adiknya Ai-Li-Sa n anak cucunya krn
diserang negara tetangga. Kpd Kaisar
Song disampaikan upeti n Syafii
diangkat oleh Kaisar sbg pejabat
tinggi yg kmdn berjasa mengamankan
perbatasan, hingga diangkat jadi Raja
di Han Yang. Krn itu ia n keturunannya
amat dihormati oleh Kaisor Song Shen
Zong.
Raja Han Yang alias Syafii inilah yg
mjd nenek moyang Cheng Ho a.l
menurunkan Sai Dian Chi/ Sayid Ajall/
Sayidina Syamsuddin -> Na Su La Ding -
> Bai Yan -> Mi Di Na/ Haji -> Mi Li
Jin -> Ma Haji, lalu Ma He alias Cheng
Ho! =)
Prof. Haji Lie Shihou dlm
bukunya "Bukti2 Baru dr Mukadimah
Silsilah Marga Cheng n Silsilah Sayid
Ajall" menguraikan dugaan silsilah
turun-temurun Cheng Ho sjk Nabi
Muhammad sbb:
Muhammad -> Ali (bin Abu Thalib) ->
Husain bin Ali (Hou Sai Ni) -> Yi-Bu-
Lai-Xi-Mo (Ali Zainal Abidin) -> Yi-Si-
Ma-Ai-Le -> Xie-Xin -> E-Le-Hou-Sai-
Ni -> Ye-Ha-Ya -> E-Ha-Mo-De -> Li-Sha-
Shi (Kaisar kerajaan Mi-Si-Le) -> She-
Li-Ma -> Mu-Lu-Ye-Mi -> Ya-Xin -> Lu-
Er-Ding -> Yi-Si-Ma-Xin -> Ha-San ->
Gu-Bu-Ding -> Mu-Xie -> Hu-Fu-Ding ->
Wu-Ma-Nai-Ding -> Wu-Ma-Er -> Cha-Fa-
Er -> Zhe-Ma-Nai-Ding -> An-Du-Er-Yi -
> Suo-Fei-Er (Sayidina Syafii!!) ->
Sai-Yan-Su-Lai-Gong-Na -> Su-Sha-Lu-Gu-
Cong-Yue/Su-Zu-Sha -> Kan-Ma-Ding-Yu-
Su-Pu -> Ma-Ha-Mu-Ke-Ma-Nai-Ding ->
Sai-Dian-Chi (Sayid Ajall/Sayidina
Syamsuddin) -> Na-Su-La-Ding -> Bai-
Yan -> Mi-Di-Na/ Haji -> Mi-Li-Jin/ Ma
Haji -> MA HE (CHENG HO!!)
JREEENGGGG!! ^^;v
Menarik ditelusuri lbh lnjt buktikan
kebenarannya!
Bisa tebak padanan
nama dlm bhs Arab?! =D
—
Hubungan Cheng Ho dgn Semarang n
Kelenteng Sam Po Kong:
Ketika armada Cheng Ho berlayar di
pantai utara Jawa, Wang Jing Hong (Ong
King Hong), tgn kanannya mendadak
sakit keras. Atas perintah Cheng Ho,
armada itu singgah di pelabuhan
Simongan (kmdn bernama Mangkang),
Semarang. Stlh mendarat, Cheng Ho n
awaknya menemukan sebuah gua yg
dijadikan tangsi smtr. Dibuat pondok
kecil di luar gua sbg tempat istirahat
n pengobatan bg Wang. Cheng Ho sndri
yg merebus obat tradisional utknya.
Wang mulai membaik. 10 hari kmdn Cheng
Ho mlnjtkn pelayaran ke barat
meninggalkan 10 awak utk menjaga
kesehatan Wang bersama sebuah kapal n
perbekalan. Ttp stlh sembuh, Wang Jing
Hong mlh betah tinggal di Semarang. 10
awak diajak membuka lahan n membangun
rumah. Kapal digunakan utk usaha
perdagangan di spnjg pantai. Berturut2
awaknya menikah dgn wanita setempat.
Berkat jerih payah Wang, kawasan sktr
gua mjd ramai n makmur, smkn bnyk org
Tionghoa datang n bertempat tinggal
bercocok tanam di sana…
Sbgmn laksamana Cheng Ho, Wang Jing
Hong pun seorg muslim yg saleh. Dia
giat menyebarkan agama Islam di klgn
msyrkt Tionghoa n penduduk setempat
disamping mengajarkan mereka bercocok
tanam, berdagang dsb. Utk menghormati
jasa Cheng Ho, pnduduk n Wang
membangun patung Cheng Ho di gua
tempat pertama mereka berlabuh. Saat
Wang Jing Hong meninggal di usia 87
tahun, ia dikuburkan di Semarang
secara Islam. Atas jasanya, Wang
diberi julukan Kiai Juru Mudi Dampo
Awang, krn posisinya sbg Juru Mudi
armada Cheng Ho. Makam ini terletak di
kompleks Kelenteng Sam Po Kong.
Sayangnya, stlh meninggal, entah mulai
kapan, makamnya mulai dikeramatkan
oleh warga Tionghoa di situ n para
pribumi Jawa yg msh menganut aliran
kejawen dsb. Walau ada yg meyakini bhw
makam di Semarang adlh makam Cheng Ho,
tapi yg lbh bsr kemungkinannya adlh
itu makam Wang Jing Hong alias Sang
Dampo Awang…
(Bersambung!!! =D)
—
As posted in Bulletin Board on Thursday, 16 August, 2007 2:55 PM
Mengenal CHENG HO… #2
—
Diduga, sakit, menetap hga wafatnya
Wang Jing Hong tjd pd pelayaran
terakhir ke-7 dlm perjlnn brgkt armada
Cheng Ho dgn rute Campa, Malaka, Siam,
Jawa, Palembang, Samudera Pasai, Lide,
Nakur, Aru, Lambri. Ceylon, Calicut,
Bengal, kepulauan Maldive, Quilan,
Cochin, Combay, Cail, Mekah(!!),
Jofar, Rasa, Aden, Mogedoxu
(Mogadishu), Brawa, smp Ormuz. Saat
sakit keras ia ditinggalkan di
Semarang, smtr Cheng Ho n armada
besarnya melanjut pelayaran.
Adapun dlm prjlnn plg dr Afrika,
giliran Cheng Ho jatuh sakit n
akhirnya meninggal di Calicut
(Calcutta), India. Sbg org besar,
tentu armadanya ingin memakamkan Cheng
Ho di negara asalnya! Namun mengingat
pelayaran masa itu memakan waktu
berbulan2, n secara muslim jasad hrs
sgra dikubur, akhirnya kmgknan stlh
berlayar diputuskan dimakamkan sblm
busuk jasad Cheng Ho saat melintas
Semarang dlm perjalanan pulang. Adapun
yg dimakamkan di Nanjing hny pakaian
kebesaran n kuncir rambutnya sj, dmkn
menurut sjmlh pakar peneliti…
Smp skrg tdpt perselisihan pndpt ttg
dimana sbnrnya makam Cheng Ho. Apakah
di bukit Niushou (kepala sapi)
Nanjing, China, atau di Semarang? Yg
meyakini makamnya di Semarang a.l.
Zheng Yijun, sarjana Tiongkok menulis
sbb:
"Pd thn 1433 Cheng Ho wafat di
Calicut, India dlm prjlnn plg.
Armadanya singgah di Jawa. Brhbg
panasnya hawa di kawasan tropis, adlh
mustahil utk memelihara jenazah Cheng
Ho dlm waktu lama agar dpt dikuburkan
di Tiongkok. (Krn Cheng Ho muslim
jasadnya scra Islam hrs dikubur, bkn
dibakar - red.) Maka jenazah Cheng Ho
dimakamkan di Semarang, Jawa Tengah.
Pd waktu itu Semarang tdk dsbt sbg San
Bao Long dlm bahasa Tionghoa. Justru
utk memperingati Cheng Ho (alias San
Bao), Semarang diterjemahkan oleh
masyarakat Tionghoa di Indonesia sbg
San Bao Long."
Se-Ma-Rang = San-Bao-Long, hmmm ^^;
Slh 1 keturunan Cheng Ho abad ini, Ma
Zhouru jg mengatakan bhw yg dimakamkan
di Bukit Kepala Sapi di Nanjing itu cm
sepotong taucang dr jenazah Cheng Ho.
Mgkn yg jd perdebatan, utk ukuran org
besar spt CHENG HO, bgmn mgkn makamnya
n kisah akhir hayatnya tdk jelas shg
jd rebutan pengakuan letak makam
sesungguhnya. Mgkn bisa dianalisis dr
kondisi politik di Cina masa itu.
Sbgmn diketahui, pelayaran Cheng Ho
dilakukan pd thn Yong Le, tepatnya
pelayaran pertama thn Yong Le ke 3
(1405), kedua Yong Le 5 (1407), ketiga
Yong Le 7 (1409), keempat Yong Le 11
(1413), kelima Yong Le 15 (1417),
keenam Yong Le 19 (1421), n terakhir
dilakukan tahun Xuan De ke 6 (1431)!
Atau 10 tahun stlh pelayaran yg ke-6!
Knp bisa begitu? Krn thn 1424 Kaisar
Yong Le mangkat, Zhu Gao Chi naik
tahta sbg kaisar Hong Xi, n ia mencela
usaha pelayaran2 ke Samudera Barat,
krn dianggap gagal n merugikan
keuangan negara scr besar2an. 1 thn
kmdn, ia digantikan oleh Zhu Zhanji
sbg Kaisar Xuan De, n dimulailah tahun
Xuan De. Cheng Ho diangkat sbg
panglima garnisun Nanjing. Namun
hasrat melautnya msh menggebu, hingga
akhirnya thn Xuan De ke-6 ia
memutuskan berlayar lg…
50 thn stlh wafatnya Cheng Ho, akhir
abad 15, Zhu You Cheng mjd kaisar
dinasti Ming. Tjd perdebatan sengit
ttg pelayaran2 besar yg dilakukan
Cheng Ho, ada yg membenarkan n
menyalahkan. Bendahara Liu Da Xia
berpendapat pelayaran Cheng Ho gagal n
kerugian jauh lebih besar dr
keuntungan. Krn bnyknya pendukung
pndpt ini, akhirnya bnyk arsip
pelayaran Cheng Ho beserta cttn
silsilah keluarga sang laksamana
hilang, rusak, n dibakar sirna, shga
QT yg menelusuri sejarahnya di abad
ini mjd kesulitan menemukan fakta yg
sbnrnya, trmsk cttn dmn ia dimakamkan.
Bhkn thn wafatnya jg jd perdebatan,
apakah 1433, 1434 atau 1435. Beruntung
msh tersisa cttn2 perjalanan yg
dibukukan oleh 3 anggota rombongan
pelayaran yg termasyur: Ma Huan, Fei
Xin & Gong Zheng dlm buku mereka: Ying
Ya Sheng Lan (Pemandangan Indah di
Seberang Samudera), Xing Cha Sheng Lan
(Menikmati Pemandangan Indah dgn Rakit
Sakti) n Xi Yang Fan Guo Zhi (Cttn ttg
Negara2 Samudera Barat), jd QT bisa
tahu sdkt lbh bnyk =)
—
Sumber: MUSLIM TIONGHOA CHENG HO =)
—
