Renungan Ramadhan #2: MANUSIA PILIHAN DAN POTENSI YANG ISTIMEWA =)

Uncategorized 1 Comment »

Bismillahirrahmaanirrahiim…

Alhamdulillah, puasa di hari pertama Ramadhan telah sama2 QT lalui, Insya Allah, dengan sukses n memuaskan. Mari jadikan Ramadhan tahun ini tidak sekedar berlalu tanpa makna, bukan sekedar ritual tahunan belaka n ikut2an, apalagi sampai merasa terpaksa, ikhlas saja! Karena jika QT memahami esensi diwajibkannya puasa yang adalah demi kepentingan n kebahagiaan QT sendiri, tentulah QT justru akan jadi makin terpacu untuk mengisi hari2 Ramadhan yang singkat jadi bernilai dengan mengoptimalkan amal n ibadah sebagai bekal QT menggapai ridho kecintaan-Nya! Hari ini Insya Allah QT akan bersama coba mengupas hakikat diwajibkannya berpuasa yang diserukan kepada orang2 yang beriman, dilandaskan pada bahasan kemarin setelah QT memahami sifat Rahmaan n Rahiim-Nya, betapa Maha Pengasih lagi Maha Penyayang Allah, Tuhan QT semua… =)

”Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (Q.S. Al-Baqarah: 183)

Gaya bahasa Al-Qur’an memang unik. Dan sesungguhnya jika QT tergerak menelaah n mengupas lebih dalam, QT akan temukan betapa setiap pilihan kalimat, pilihan kata, bahkan huruf, semua telah diatur, punya arti, punya makna, yang spesifik, berbeda, jelas mempunyai tujuan tertentu. Satu contoh, sering QT jumpai kalimat seruan yang khas, “Yaa AyyuhanNaas” atau Wahai Manusia, “Yaa Ayyuhal Muslimuun” Wahai orang2 Muslim atau “Yaa AyyuhanNabiyyu” Wahai Nabi, n sebagainya. Seruan itu ada yang bersifat umum, ada pula yang khusus yang berjenjang lagi bertingkat. Maka menarik disimak, mengapa untuk perintah diwajibkannya PUASA, Allah memilih menggunakan seruan khusus “Yaa Ayyuhalladzinaa Aamanu!” yang mana artinya “Wahai orang-orang yang beriman”? Mengapa yang disapa hanya orang2 beriman? Yang tidak beriman nggak “Hai”?… ^^; Tentu ada alasannya!

Mari QT coba kupas kulit bawang selembar demi selembar… =)

Dalam Al-Qur’an seringkali digunakan kata ganti kelompok yang spesifik merujuk pada sifat2 dalam kelompok itu. An-Naas adalah golongan manusia. Artinya semua manusia, apapun agamanya, tergolong ke dalam kelompok ini. Adapun istilah Insaan lebih tertuju pada manusia sebagai seorang pribadi. Kualitas tiap pribadi berbeda2, dan Allah tidak melihat seseorang dari rupanya, atau derajat pangkat n jabatannya semasa hidup di dunia, atau kekayaannya, atau pendidikannya, atau dari suku bangsa mana dirinya berasal, bagi Allah semua itu bukan ukuran penting n bernilai! Penilaian di sisi Allah lebih mengukur kedalaman hati manusia, yakni seberapa takwanya ia kepada Allah SWT. Jadi Al-Insaan lebih spesifik daripada An-Naas. Kualitas pribadi seorang manusia sebagai individulah yang lebih menentukan mengangkat derajatnya dibanding sesama manusia lain, n ukuran kualitas pribadi itu dalam penilaian Allah adalah tingkat KETAKWAAN QT! Bukankah Allah berfirman:

“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (Q.S. Al Hujuraat: 13)

“Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat diantara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu.” (Q.S. Al Maa’idah: 48)

Demikianlah Allah telah menjelaskan tujuan diciptakan manusia yang sesungguhnya adalah umat yang satu, namun dengan hikmahnya dari satu orang tua laki-laki yakni Nabi Adam Alaihissalam n istrinya seorang perempuan yaitu Hawa, Allah memperbanyak keturunan manusia berkembang n terus bertambah menyebar di muka bumi, sehingga menjadi berbangsa2 n bersuku2 yang berlainan rupanya. Untuk apa? Supaya QT saling kenal-mengenal! Lalu memahami adanya perbedaan, n semoga dapat menuntun untuk merenungkan mengapa Allah menetapkan sunnah-Nya demikian. Dijelaskan pada ayat di bawahnya, bahwa tujuan dijadikan QT berbeda2 ialah untuk menguji manusia terhadap pemberian Allah, adakah QT ingat berterima kasih n menjadi hamba-Nya yang selalu bersyukur kepada-Nya, atau QT malah kafir, mengingkari atas segala nikmat yang telah dilimpahkan Allah pada QT! Inilah yang dimaksudkan dengan ujian ketakwaan, yang mana menjadi satu-satunya dasar penilaian Allah kepada manusia untuk menentukan tingkat kemuliaan kelak di sisi-Nya. Adapun tingkatan2 ini disifati Allah dalam sejumlah golongan manusia, yaitu: Muslimin (orang2 yang berserah diri kepada Allah, dengan masuk ke agama yang diridhoi Allah yaitu Islam), setingkat di atasnya ada Mukminin (orang2 yang beriman, yang meyakini bahwa tiada tuhan yang lain selain Allah, Nabi Muhammad adalah utusan-Nya, juga meyakini bahwa Al-Qur’an sebagaimana kitab2 terdahulu adalah wahyu dari-Nya, yang dibawa n disampaikan oleh Nabi2 n Rasul2 pilihan-Nya, juga yang mengimani hal2 ghaib yang diberitahukan-Nya kepada QT seperti adanya malaikat, pembalasan surga serta neraka, adanya takdir n ketetapan Allah, serta meyakini Hari Akhir yang terkemudian, kemana QT menuju!) Nach, ternyata di atas Mukminin masih ada tingkatan yang lebih tinggi lagi, itulah mereka yang didekatkan dengan kasih-Nya, orang2 yang terpilih, yang telah lulus ujian yang berat menjalaninya dengan ikhlas lagi mengharap ridho-Nya, merekalah yang mendapat derajat Muttaqiin, yakni orang2 yang bertakwa!

Maka jika QT cermati ayat 183 dari Surat Al-Baqarah di atas, pahamlah QT mengapa Allah tidak menyeru ”Wahai Manusia”, atau ”Wahai Umat Islam” saja? Lebih spesifik, Allah menyeru hanya bagi ”orang2 yang beriman” untuk menjalankan kewajiban ibadah puasa yang adalah ujian-Nya, untuk apa? Karena Allah berkenan mengangkat derajat QT! Setelah diangkat dari manusia kebanyakan (An-Naas) dengan diberi hidayah Islam (Al-Muslimun) yang beriman kepada-Nya, meyakini n percaya kepada Allah dengan sepenuh hati, lalu mengikuti petunjuk-Nya dengan mengerjakan segala perintah-Nya n menjauhi larangan-Nya (Al-Mukminun), kini pada jamuan yang istimewa di bulan Ramadhan ini, Allah berkenan mengundang QT lagi untuk mengikuti ujian kenaikan tingkat yang lebih tinggi agar lebih mendekat kepada Allah Tuhan Yang Maha Tinggi, dengan menerapkan keislaman QT pada tiap2 sendi n pondasi, bukan hanya taat beribadah sebagai ritual, tapi yang terpenting mengaplikasikan ajaran-Nya ke dalam kehidupan sehari2, menebar salam kedamaian, menanamkan kepedulian kepada sesama, bukan sekedar simpati namun juga berempati n langsung terjun menolong, menjadi contoh teladan n panutan, tidak menjadi ancaman bagi orang lain, menjadikan aman n nyaman siapa saja yang berada di dekatnya, yang akhirnya mewujudkan citra Islam sebagai agama yang menjadi rahmat bagi seluruh semesta, dimanapun QT berada, rahmatan lil ’aalamin… Insya Allah! =)

Mereka inilah yang kelak pantas menyandang predikat orang2 BERTAKWA! Yang diridhoi lagi dicintai-Nya! Dan ujian ketakwaan yang disediakan oleh Allah di bulan Ramadhan bagi orang2 yang beriman adalah dengan PUASA! Bagaimana QT diajarkan untuk bukan sekedar iba atau kasihan kepada fakir miskin, pengemis, anak yatim, yang berhari2 menahan lapar karena tak mampu beli makanan, yang menahan haus, yang tak punya sanak famili, yang terlupakan, yang tidak terperhatikan. Dengan QT berpuasa, QT jadi turut langsung merasakan apa yang mereka rasakan, kelaparan, kehausan, letih lelah, sehingga timbullah empati QT untuk meringankan penderitaan saudara QT, berbagi rezeki yang sejatinya memang Allah titipkan sebagian pada QT untuk dinafkahkan di jalan-Nya, diberikan kepada mereka yang membutuhkannya! Berbagi, saling memberi, memberikan pertolongan, meringankan beban, saling mencintai, peduli pada sesama, adalah segayung dari sebegitu luas lautan hikmah dari puasa yang sungguh besar manfaat bagi umat manusia. Maka Allah Yang Maha Pemurah jauh lebih Pemurah daripada orang2 yang bermurah hati di bulan ini! Kebaikan Allah melebihi keikhlasan orang yang berbuat baik beriring senyuman. Itulah Allah, Tuhan Yang Paling Baik. Sebagai balasan bagi orang2 yang beriman n patuh kepada perintah wajib untuk puasa, Allah memberi pahala yang besar berlipat ganda! Betapa nilai perbuatan kebaikan yang dilakukan pada bulan ini diberi pahala hingga 10 kali lipatnya dari bulan2 lain. Amalan yang sunnah jadi senilai dengan yang fardhu! Ibadah yang fardhu setara dengan 70 kali nilai biasanya di bulan lain! Subhanallah! Dan bukan hanya itu saja! Yang utama Allah menjanjikan rahmat-Nya berupa janji Surga, serta ampunan-Nya atas dosa2 QT betapapun banyaknya asal QT bertaubat pada-Nya, Insya Allah QT akan terhindar n diselamatkan dari siksa Neraka! Subhanallah! Walhamdulillah! Wa Laa ilaaha illallah! Wallahu Akbar! Bukankah Allah Tuhan Yang Maha Pemurah kepada hamba2-Nya?

”Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.”

(Q.S. Al Baqarah: 261)

Maka tujuan akhir dari diwajibkan puasa sebagai sarana penggemblengan n pelatihan QT selama sebulan penuh dalam bulan Ramadhan, untuk mengaplikasikannya pada 11 bulan berikutnya, adalah mengangkat derajat orang2 beriman, supaya mendapatkan ridho n kecintaan Allah, sehingga dapat beroleh predikat sebagai orang yang BERTAKWA! =)

Manusia adalah makhluk pilihan. Allah mengabadikan kata yang berarti manusia sebagai nama salah satu surat di Al-Qur’an, yakni surat terakhir dalam susunan, ke-114, Surat An-Naas! Sebuah surat pendek yang mengajarkan cara manusia berlindung dari godaan syaithan yang terkutuk, yang berasal dari jin n manusia, yakni dengan bersandar kepada Allah SWT! Jadi yang disebut Syaithan sebenarnya bukan mengacu spesifik kepada satu golongan makhluk tertentu yang sering digambarkan berwujud seram n menakutkan, tapi Syaithan sebenarnya adalah predikat yang disematkan kepada jin maupun manusia, yang menyesatkan sesamanya dari mengikuti petunjuk Tuhan.

Kata An-Naas adalah istilah yang mensifati golongan manusia secara umum sebagai bangsa atau umat. Maka Surat An-Naas di dalam Al-Qur’an bisa QT interpretasikan bahwa, siapapun dia, manusia, apapun suku bangsa maupun agamanya, jika ingin selamat hidup di dunia hingga akhirat kelak, bila ingin terhindar dari godaan syaithan dengan banyak macam tipu dayanya, Allah memberitahukan kepada manusia, yakni dengan cara berlindung kepada-Nya! Dialah Allah, Tuhannya manusia, raja serta sembahan manusia yang paling pantas untuk disembah, tempat bergantung serta memohonkan pertolongan! Karena memang tidak ada daya n upaya melainkan dengan pertolongan dari-Nya…

”Katakanlah: ’Aku berlindung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia.

Raja manusia.

Sembahan manusia.

Dari kejahatan (bisikan) syaithan yang biasa bersembunyi,

yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia,

dari (golongan) jin dan manusia.’”

(Q.S. An-Naas: 1-6)

Sungguh manusia makhluk istimewa yang diistimewakan-Nya. Bahkan ternyata Allah tak cukup memuliakan manusia hanya dengan 1 surat pendek saja! Kembali dengan istilah yang lain yang juga berarti manusia, Al-Insaan, manusia diangkat derajatnya lagi dalam Al-Qur’an diabadikan sebagai nama surat ke-76, yakni surat Al-Insaan dengan 31 ayat, yang isinya mencakup hal: penciptaan manusia, petunjuk2 untuk mencapai kehidupan sempurna yakni antaranya dengan menempuh jalan yang lurus, memenuhi nazar, memberi makan orang miskin n anak yatim serta orang yang ditawan karena Allah, takut kepada hari kiamat, mengerjakan shalat, juga shalat tahajjud, n bersabar dalam menjalankan hukum2 Allah. Juga di dalamnya diterangkan ganjaran terhadap orang yang mengikuti petunjuk n ancaman terhadap orang yang mengingkarinya. Demikianlah Allah memberi petunjuk kepada manusia! =)

Sampai di sini bolehlah QT GR, jika QT mengartikan Allah begitu memuliakan makhluk berspesies manusia. Bukankah faktanya sampai 2 kali dimuliakan dengan 2 kata yang berarti manusia, dijadikan nama surat di Al-Qur’an?! Baik manusia sebagai pribadi (Al-Insaan) maupun umum (An-Naas) sebagai kelompok bangsa2 atau umat. Bahkan QT sampai dibanggakan-Nya di hadapan para malaikat tatkala hendak menciptakan Nabi Adam Alaihissalam, yakni manusia pertama n bapak moyang QT semua! Subhanallah!!

“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi." Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui." (Q.S. Al-Baqarah: 30)

Bandingkan dengan makhluk lain yang juga diciptakan-Nya hidup bersama manusia di bumi, yaitu golongan Jin! Ya, jin dan manusia sesungguhnya hidup berdampingan di atas bumi yang sama, hanya berbeda alam. Mereka jauh lebih dulu ada dari manusia, tercipta dari nyala api, sementara manusia diciptakan dari saripati tanah. Itulah mengapa jasad manusia sifatnya material, secara fisik QT bisa disentuh, namun bangsa jin tidak dapat terlihat, walau sesungguhnya mereka berkeliaran di sekitar QT. Adapun Iblis yang dari golongan Jin merasa dirinya lebih mulia atas dasar penciptaannya dari Adam, karenanya ia menolak sujud memberi hormat kepada Adam yang dipilih oleh Allah menjadi khalifah di muka bumi. Khalifah adalah pemimpin, yang dipercaya n diberi amanat mengelola n memakmurkan bumi-Nya. Adapun amat boleh jadi yang dimaksud pada ayat di atas oleh malaikat dengan orang yang gemar berbuat kerusakan serta menumpahkan darah di bumi sebelum ada manusia, adalah dari golongan Jin yang memang telah ribuan tahun lebih dulu ada di bumi! Perhatikan ayat2 di bawah ini:

“Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: "Sujudlah kamu kepada Adam," maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir.” (Q.S. Al-Baqarah: 34)

“Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: "Sujudlah kamu kepada Adam, maka sujudlah mereka kecuali Iblis. Dia adalah dari golongan jin, maka ia mendurhakai perintah Tuhannya. Patutkah kamu mengambil dia dan turunan-turunannya sebagai pemimpin selain daripada-Ku, sedang mereka adalah musuhmu? Amat buruklah iblis itu sebagai pengganti (dari Allah) bagi orang-orang yang zalim.” (Q.S. Al Kahfi: 50)

Malaikat khawatir bahwa manusia yakni makhluk yang baru ini tidak akan jauh berbeda dari bangsa Jin yang berbuat kerusakan n amat gemar berperang di dunia. Karena itu mereka mengajukan keberatan, atau lebih tepatnya mempertanyakan, padahal malaikat selalu bertasbih memuji n mensucikan Allah setiap saat, senantiasa patuh apapun yang diperintahkan Allah kepada mereka, mengapa sampai harus menciptakan makhluk baru yang lain lagi, barangkali begitulah pertimbangan malaikat waktu itu, karena memang malaikat yang diciptakan dari Nur (Cahaya) tidak diberi hawa nafsu oleh Allah, walaupun diberi akal. Mereka diciptakan untuk selalu patuh n mengerjakan apapun yang diperintahkan. Ini berbeda dengan golongan jin n manusia, yang diberi akal, juga hawa nafsu! Sedangkan hewan hanya diberi hawa nafsu, tapi tidak dikaruniai akal, walaupun secara fisik mempunyai otak! Nach, tidakkah ini saja menjadi pikiran bagi orang2 yang berakal? Inilah Insya Allah yang dimaksud-Nya ketika Allah berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui." Allah mempunyai rahasia n hikmah besar di balik penciptaan manusia!

Dengan potensi yang QT miliki yakni akal n hawa nafsu, Allah hendak menguji apakah QT manusia pantas jadi makhluk yang dibanggakan-Nya, dapat mencapai kualitas derajat ketaqwaan malaikat lantaran kepatuhannya, ataukah menjadi pembangkang seperti Iblis dari golongan Jin, atau malah hanya memperturutkan hawa nafsunya seperti binatang? Bahkan jauh lebih rendah lagi? Na’udzubillahi min dzalik!

“Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.” (Q.S. Al-A’raaf: 179)

Perhatikan! Bacalah berulang2! Renungkanlah isi ayat di atas n resapilah…

Malaikat diabadikan dalam Al-Qur’an pada 1 surat yang spesifik menceritakan tentang mereka n tugas2nya, yakni Al-Mursalaat, yang artinya Malaikat2 yang diutus. Jin juga diabadikan oleh Allah, mendapat 1 tempat dalam Al-Qur’an, yakni pada surat Al-Jin. Adapun Manusia diabadikan Al-Qur’an di 2 tempat: Surat Al-Insaan n Surat An-Naas… Ini saja semestinya menjadi renungan, betapa Allah amat memuliakan manusia, baik secara pribadi, maupun sebagai umat! Dua kali dilebihkan dari makhluk-Nya yang lain, baik dari golongan jin, malaikat, bahkan hewan! Ya! Hewan khususnya binatang ternak yang dijadikan lambang sesat oleh Allah di ayat di atas, ternyata juga, ajaibnya lagi, diberi penghargaan oleh Allah! Dijadikan nama 1 surat di dalam Al-Qur’an! Antara lain lantaran manfaat binatang ternak yang amat banyak bagi kehidupan manusia di muka bumi. Daging n lemaknya sebagai makanan, susu sebagai minuman menyehatkan, kulit n bulu dijadikan pakaian, binatang ternak juga bisa dijadikan hewan peliharaan, digembala dimanfaatkan untuk membajak sawah, bisa juga ditunggangi dijadikan kendaraan untuk menempuh perjalanan jauh supaya manusia tidak sampai mati kelelahan! Bayangkan jika QT harus pergi dari 1 kota ke kota lain dengan melintas padang pasir, membawa barang2 dagangan yang semua QT pikul sendiri di pundak? Oh, alangkah repotnya! Hampir bisa dipastikan tak seorangpun sanggup melakukannya tanpa memakai bantuan. Maka Maha Penyantun lagi Maha Bijaksana Allah yang telah menjadikan binatang ternak sebagai hikmah pelajaran bagi manusia. Karenanya mereka juga mendapat tempat, diabadikan tersendiri di dalam Al-Qur’an yakni di dalam surat Al-An’aam, artinya Binatang Ternak! Subhanallah!

“Dan sesungguhnya pada binatang-binatang ternak, benar-benar terdapat pelajaran yang penting bagi kamu, Kami memberi minum kamu dari air susu yang ada dalam perutnya, dan (juga) pada binatang-binatang ternak itu terdapat faedah yang banyak untuk kamu, dan sebagian daripadanya kamu makan,

dan di atas punggung binatang-binatang ternak itu dan (juga) di atas perahu-perahu kamu diangkut.” (Q.S. Al-Mu’minuun: 21-22)

“Dan Allah menjadikan bagimu rumah-rumahmu sebagai tempat tinggal dan Dia menjadikan bagi kamu rumah-rumah (kemah-kemah) dari kulit binatang ternak yang kamu merasa ringan (membawa)nya di waktu kamu berjalan dan waktu kamu bermukim dan (dijadikan-Nya pula) dari bulu domba, bulu onta dan bulu kambing, alat-alat rumah tangga dan perhiasan (yang kamu pakai) sampai waktu (tertentu).” (Q.S. An-Nahl: 80)

“Dan sesungguhnya pada binatang ternak itu benar-benar terdapat pelajaran bagi kamu. Kami memberimu minum dari pada apa yang berada dalam perutnya (berupa) susu yang bersih antara tahi dan darah, yang mudah ditelan bagi orang-orang yang meminumnya.” (Q.S . An-Nahl: 66)

Supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan atas rezki yang Allah telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak. Maka makanlah sebahagian daripadanya dan (sebahagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara dan fakir. (Q.S. Al Hajj: 28)

Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzkikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah),

(yaitu) orang-orang yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, orang-orang yang sabar terhadap apa yang menimpa mereka, orang-orang yang mendirikan sembahyang dan orang-orang yang menafkahkan sebagian dari apa yang telah Kami rezkikan kepada mereka.

(Q.S. Al Hajj: 34-35)

Lho? Katanya Surat Al-An’aam? Tapi koq yang berbicara tentang binatang ternak malah tersebar pada banyak surat2 yang lain? Rupanya ada juga yang cermat memperhatikan! ;) Bagus! Juga betul sekali! Ini juga keunikan Al-Qur’an dibanding kitab terdahulu, baik Injil Nabi Isa, Taurat Nabi Musa, maupun Zabur Nabi Daud. Penamaan surat2 di dalam kitab Al-Qur’an yang tak mengikuti kaidah tertentu, sepintas terkesan asal comot, kabur tak bermakna, nggak nyambung. Bahkan isi

surat

bisa beragam dari perintah, larangan, kisah, kabar gembira atau peringatan, bahkan catatan sejarah, yang tak mesti berkaitan dengan judul

surat

! Namun justru itulah kelebihan Al-Qur’an! =) Semestinya hal demikian menggelitik QT untuk menyimak n membaca untuk mengkaji isinya, ada apa ini? Kenapa begini? Apa maksud Allah membuat QT mengerut kening, walaupun hanya sesaat? Hendaknya QT merenung untuk mencari jawabnya! ;)

Mengapa “binatang ternak”, n bukan hewan yang lain, yang spesifik dipilih-Nya sebagai perlambang sesat? Karena tanpa ada gembala yang menuntun mereka, binatang ternak akan mudah bingung, hilang arah n tersesat! Akhirnya terpisah dari kawanan, masuk hutan jadi mangsa binatang buas. Binatang ternak diumpamakan hewan yang tak punya pendirian. Hanya mengikuti kata pimpinannya. Jika tak ada penuntun, mereka limbung tidak punya pegangan. Mereka itu bodoh, seperti kerbau yang dicucuk hidung. Jika kerbau sedikit lebih pintar, tentu tak akan mau dibodohi manusia untuk membajak sawah, besar badan tak menjamin isi kepala! ^^; Begitu juga domba n biri2, dijadikan Allah berakal terbatas hanya sebatas naluri alamiah. Patuh dituntun oleh penggembalanya, tanpa menyadari nasib yang menanti, digiring ke tukang jagal untuk disembelih lehernya, tubuh dipotong2, lalu dikuliti! Begitulah Allah menjadikan binatang ternak, ditundukkan-Nya untuk kepentingan umat manusia! Adakah QT bersyukur?

Berbeda dari binatang buas, yang walau sama2 hewan diberi nalar yang terbatas (n bukan akal seperti manusia), naluri binatang buas diciptakan lebih tajam sehingga lebih dapat bertahan hidup di alam bebas mandiri cari makan. Salah satu hikmah-Nya juga bahwa binatang buas tidak diberi-Nya akal, sebagai gantinya mereka diberi senjata berupa cakar atau taring yang tajam untuk merobek mangsa maupun mempertahankan diri. Apakah jadinya jika harimau, singa, ular, buaya, juga diberi kecerdasan seperti spesies manusia? Tentu spesies QT umurnya tidak akan lama, tak bisa sampai beribu tahun bertahan hidup, segera punah, musnah, diburu, dibunuh! Subhanallah! Atas hikmah-Nya juga hewan predator selalu melahirkan dalam jumlah sedikit dibandingkan dengan hewan yang ada di mata rantai lebih rendah jadi makanannya! Sungguh Allah telah menciptakan segala sesuatunya dengan perhitungan yang cermat lagi teliti. QT memang tak memiliki senjata alamiah seperti cakar n taring, namun sebagai gantinya Allah membekali manusia dengan senjata yang jauh lebih dahsyat jika QT mampu untuk mengoptimalkannya, yakni AKAL! =)

Namun seperti pisau bermata dua, AKAL jika digunakan untuk kebaikan n kemaslahatan bagi umat, dapat menghasilkan potensi optimal. Adapun jika dimanfaatkan untuk tujuan2 buruk, ia juga bisa menjadi senjata mematikan yang bukan hanya membahayakan satu dua jiwa, namun bisa merusak bahkan menghancurkan dunia hanya dengan satu sentuhan tombol peluncur hulu ledak nuklir! Maka inilah yang dulu amat dikhawatirkan malaikat! Dengan potensi luar biasa berupa AKAL serta HAWA NAFSU, manusia berpeluang menjadi khalifah yang adil n memakmurkan bumi, atau menjadi sang penghancur peradaban dunianya sendiri, sebagai makhluk yang gemar melakukan kerusakan serta pertumpahan darah, layaknya golongan jin yang terdahulu! Jika demikian, kemuliaan manusia yang dilebihkan atas golongan yang lain, jadi turun derajatnya serta jatuh nilainya di mata Allah! Bukan hanya QT tak dapat mencapai derajat kepatuhan malaikat-Nya, QT anjlok mengikuti pembangkangan Iblis dari golongan jin, sesat seperti binatang ternak, bahkan jauh lebih sesat lagi! Karena mereka tidak diberi akal n hati, sedang manusia dilengkapi dengan keduanya, namun tak dipergunakan untuk memahami ayat2 Allah, maka jadilah QT disebutkan jauh lebih sesat dari binatang ternak, artinya derajat QT lebih rendah dari hewan! Na’udzubillahi min dzalik!!

Maka salah satu hikmah lain dari diwajibkan berpuasa, adalah agar manusia belajar mengendalikan dirinya, menekan n mengekang hawa nafsu, meluruskan pemikirannya, membersihkan pikiran2 kotor, seiring dengan mensucikan HATI-nya! Supaya akalnya yang dahsyat dapat diarahkan, dikendalikan, difungsikan optimal untuk tujuan kebaikan dengan berlandaskan bisikan nuraninya yang jernih. Pada akhirnya permasalahan kembali kepada HATI manusia sebagai indikator, bisikan nurani manusia yang lembut sebagai pengingat, agar manusia mengendalikan hawa nafsunya! Hawa nafsu tak bisa dibunuh, tetapi bisa dikendalikan. Dan puasa mengajarkan QT menundukkan hawa nafsu agar dapat patuh dikendarai menuju tempat yang QT inginkan. Supaya tidak menjadi makhluk yang hina n dihinakan Allah kelak di Akhirat di siksa di dalam Neraka-Nya, lantaran QT selama hidup tidak mengindahkan seruan-Nya, melemparkan ke belakang ajaran-Nya, sombong, ingkar, berpaling dari petunjuk2-Nya! Lalai n sesat seperti binatang ternak. Akhirnya digiring n diseret masuk Neraka! Na’udzubillahi min dzalik! Maka nantikanlah adzab dari Tuhan, kelak pasti QT akan merasakan!

”Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; ’Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya adzab-Ku sangat pedih.’” (Q.S. Ibrahiim: 7)

”Maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada.” (Q.S. Al Hajj: 46)

Rasulullah SAW pernah bersabda:

”Ketahuilah di dalam jasad ada segumpal daging (mudghah), bila ia sehat maka sehatlah seluruhnya, dan bila ia rusak maka rusaklah seluruh tubuhnya. Ketahuilah bahwa itu adalah hati.” (H.R. Bukhari-Muslim)

Dalam tubuh manusia, ada segumpal daging yang menentukan keseluruhan baik maupun buruk dirinya. Jika hatinya bersih, keselamatan menantinya. Jika hatinya kotor, busuk, n rusak, kebinasaan yang telah menunggunya. Itulah HATI manusia yang menjadi satu2nya indikator penilaian Allah atas diri manusia yang akan terus diuji, yakni berdasarkan tingkat ketakwaan kepada-Nya. HATI-lah yang membedakan serta dapat meninggikan derajat manusia di mata Tuhan, HATI pula yang dapat tergelincir menghempaskannya ke jurang terdalam siksaan abadi di Neraka! Maka jagalah hatimu n bersihkanlah selalu…

Semoga dengan menjalankan ibadah puasa sebulan penuh di dalam bulan Ramadhan, hati QT yang semula selama 11 bulan sebelumnya telah terkotori, terkontaminasi, tertutup n terselimut oleh sekat2 noda2, noktah2 nista, terlumur gelimang dosa, yang telah dengan atau tanpa QT sadari membaluti tubuh ini, dengan di-BAKAR dalam tungku Ramadhan (baca postingan kemarin ^^;) selama sebulan penuh, Insya Allah kerak2 yang mengeras itu dapat secuil demi secuil berangsur luruh akhirnya rontok, sehingga cahaya hati yang memancarkan kebenaran Ilahi dapat menembus keluar dengan jelas n terang-benderang cahayanya, sebagaimana juga cahaya petunjuk yang datang dari luar dapat dengan mudah diterima masuk dalam hati untuk direnungi, dibenarkan, lalu diamalkan dalam kehidupan sehari2, menjadi maslahat mendatangkan manfaat, baik bagi dirinya sendiri, juga orang lain, berguna bagi sesama. Itulah sebaik2 manusia, seperti sabda Rasulullah, sebaik2 manusia adalah yang paling banyak manfaatnya bagi sesamanya. Semoga dengan latihan ketahanan, kesabaran, keikhlasan, digembleng dalam Ramadhan, QT dapat keluar dari tungku n dibersihkan, menjadi pribadi2 berkualitas mumpuni, yang bersinar lagi dicintai n diridhoi-Nya! Beroleh sertifikat jaminan Surga, dapat predikat Muttaqiin! Insya Allah…

Dalam asahan Ramadhan, selamat berjuang membersihkan hati… ;)

Kido Kamen =)

Renungan Ramadhan #1: TUNGKU RAMADHAN MEMBAKAR KERAK2 DOSA!!

Uncategorized 3 Comments »

Bismillahirrahmaanirrahiim…

Alhamdulillah! Puji syukur ke hadlirat Allah SWT. Atas rahmat, karunia serta ridho perkenan-Nya, QT masih diberi anugerah kesempatan berjumpa kembali dengan bulan Ramadhan, syahrul rahmah, maghfirah, wa idkum minannaar. Bulan yang QT rindukan, telah lama dinantikan, kini datang di hadapan! Sambutlah dengan hati lapang, suka cita, senyum lebar terkembang n tangan terbentang. Inilah bulan yang penuh berkah, rahmat dan ampunan, dari Yang Maha Pengampun, Pengasih lagi Penyayang, Pengabul do’a2 yang dimohonkan, harapan yang dipanjatkan, serta Pemberi anugerah yang teramat QT hajati n senantiasa munajati, yakni janji balasan tertinggi Surga bagi hamba2 yang sungguh2 beriman n beramal saleh, berupaya untuk menggapai n mengharapkan ridho n kecintaan-Nya, beroleh genggam jaminan dijauhkan dari siksaan pedih azab Neraka! Subhanallah! Walhamdulillah! Adakah Tuhan lain yang demikian Maha Pemurah n Penyayang selain Allah? Wa Laa ilaaha Illa Allah! Wallahu Akbar! Maka sepantasnyalah QT bersyukur yang mendalam, atas limpahan kasih sayang-Nya yang tak terukur n tak terhingga, rahmat-Nya begitu luas, sedemikian sehingga tidak mungkin dapat QT menghitungnya, ”Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?”

Dengan hikmah-Nya, Allah mensifati diri-Nya dengan sifat Ar-Rahmaan dan Ar-Rahiim, Maha Pengasih n Maha Penyayang. Ke-Rahmaan-an Allah meliputi semua makhluk2-Nya seisi alam semesta tanpa ada kecuali, bahkan hingga yang terkecil tak satupun yang luput tidak terliput! Matahari, bintang, bulan, bumi, planet, galaksi, nebula, cluster, tata surya. Dari alam makrokosmos mahaluas hingga zirah atom debu2 kosmik mikrokosmos. Manusia, hewan, tumbuhan, cacing tanah, semut, bakteri n virus pun diberi rezeki, ada jatah makanannya! Bahkan jin n Iblis yang terang2an membangkang n menentang-Nya sekalipun tetap kebagian makan! Gunung, sungai, laut, hutan, sawah, tanah, bebatuan. Yang tegar berdiri kokoh maupun yang tergelincir. Yang bersyukur, yang beriman, yang mengikuti petunjuk n pedoman. Yang kafir, yang berdosa berbuat nista, yang terlupa, yang membangkang, yang mengingkari nikmat-Nya sekalipun, masih diberi-Nya rezeki tanpa sedikitpun ditahan atau dikurangi! Semua dilimpahkan-Nya. Dia Yang Maha Kaya mencukupkan nikmat-Nya bagi segala kebutuhan makhluk2-Nya tanpa kecuali tanpa pilih2! Keumuman kecintaan ini adalah sifat mutlak Rahmaan-Nya. Agar hamba2-Nya mengetahui, memahami, menyadari, tahu berterima kasih, n semoga menjadi hamba yang pandai n ahli dalam bersyukur! Sementara nama-Nya yang satu lagi, Ar-Rahiim, lebih dikhususkan pada hamba2 kesayangan-Nya, pilihan-Nya, yakni mereka2 yang beriman n bertaqwa, yang mau mendengar seruan cinta penuh kasih-Nya, mau tunduk berserah diri pada-Nya, ikhlas patuh mengikuti petunjuk n ajaran-Nya, berjalan di atas jalan lurus yang diridhoi-Nya, bersegera menuju ampunan n keridhoan-Nya! Mereka2 inilah yang paling dicintai! Tak ada balasan yang lebih baik bagi hamba2 yang patuh selain kenikmatan hidup dalam keabadian, selamanya dalam Surga! Dimana mereka dapat sepuasnya mereguk jamuan kelezatan yang berlimpah n tiada tara tanpa batas, tanpa pantangan, semua halal n diridhoi-Nya, sebagai balasan bagi hamba2 yang beriman n beramal shalih! Subhanallah! Walhamdulillah! Wa laa ilaaha illallah! Wallahu Akbar! Inilah di antara kabar gembira yang Allah janjikan:

”Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Setiap mereka diberi rezki buah-buahan dalam surga-surga itu, mereka mengatakan: ’Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu.’ Mereka diberi buah-buahan yang serupa dan untuk mereka di dalamnya ada isteri-isteri yang suci dan mereka kekal di dalamnya.” (Q.S. Al-Baqarah: 25)

”Sesungguhnya Allah memasukkan orang-orang beriman dan mengerjakan amal yang saleh ke dalam surga-surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai. Di surga itu mereka diberi perhiasan dengan gelang-gelang dari emas dan mutiara, dan pakaian mereka adalah sutera.” (Q.S. Al Hajj: 23)

”Diedarkan kepada mereka piring-piring dari emas, dan piala-piala dan di dalam surga itu terdapat segala apa yang diingini oleh hati dan sedap (dipandang) mata dan kamu kekal di dalamnya." (Q.S. Az-Zukhruf: 71)

”Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu berada dalam surga (taman-taman) dan (di dekat) mata air-mata air (yang mengalir).” (Q.S. Al-Hijr: 45)

”Dan mereka berkata: ’Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan duka cita dari kami. Sesungguhnya Tuhan kami benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.’” (Q.S. Faathir: 34)

Demikian di antara kenikmatan yang bakal diterima oleh hamba2 yang diridhoi Allah untuk dimasukkan ke dalam surga-Nya, yang disediakan bagi orang2 yang beriman n beramal shalih. Lebih indah n mendetil lagi gambaran kenikmatan di Surga terpapar gamblang dalam Surat Al-Insaan yang berarti ”Manusia”, yang tentunya adalah suatu penghargaan besar bagi umat manusia hingga sampai diabadikan sebagai surat dalam Al-Qur’an! Buat pe-er, coba check Q.S. Al-Insaan: 11-22! ;)

”Dan sesungguhnya Tuhanmu benar-benar mempunyai kurnia yang besar (yang diberikan-Nya) kepada manusia, tetapi kebanyakan mereka tidak mensyukuri(nya).” (Q.S. An-Naml: 73)

Sayangnya, seperti disebutkan di ayat di atas, kebanyakan manusia tidak mensyukuri nikmat karunia yang diberikan Tuhan-Nya! Aduhai tak perlu celingak-celinguk melihat kiri n kanan, tanyakan saja pada diri sendiri, bercerminlah dengan jujur, sudah pantaskah QT dimuliakan sedemikian rupa? Adakah QT termasuk umat yang tahu berterima kasih serta bersyukur pada-Nya? Atau lalai, atau lupa, atau justru malah sombong lagi ingkar? Sungguh malu n tak layak QT jadi manusia jika sampai demikian! Sesungguhnya Allah adalah Tuhan Yang Maha Mensyukuri! Maha Mensyukuri Allah berarti ajaran agung pada manusia bagaimana seharusnya mensyukuri nikmat2 yang diberikan-Nya! Dengan kemurahan-Nya, Dia mencontohkan bagaimana mensyukuri nikmat-Nya. Jika Allah saja Maha Mensyukuri, bagaimana dengan QT yang menikmati apapun yang diberikan-Nya? Jangankan meminta-Nya mengabulkan yang QT minta, bahkan sebelum terlintas hendak QT minta pun Allah telah terlebih dulu melimpahkan pemberian n mencukupkan segala kebutuhan makhluk-Nya! Diciptakan bumi n segala sesuatu di atas serta dalamnya dimudahkan serta ditundukkan bagi umat manusia! Udara, air, hujan, binatang ternak, makanan, minuman n buah2an! Diilhamkan QT membuat pakaian, perapian, perumahan, cara memasak n mengolah makanan, hidup berkelompok, bersuku2, berbangsa2, saling kenal-mengenali, berkelana, melakukan perjalanan, diajarkan memberdayagunakan akal pikiran, sehingga manusia sanggup bertahan hidup bahkan akhirnya dapat tegak bangun berdiri peradaban! Inilah fungsi manusia sebagai khalifah Allah di bumi! Memakmurkan sesuai petunjuk Tuhan! Wujud pengabdian serta ungkap rasa syukur QT, berupa ibadah ikhlas kepada-Nya! Maka perhatikanlah betapa besar curahan rahmat n karunia-Nya kepada QT? Segala nikmat, kemudahan, pertolongan, sesungguhnya tiada daya n upaya melainkan dengan pertolongan dari Allah! Dialah Yang mencukupi kebutuhan manusia n menundukkan segala sesuatu, bahkan bulan, bintang serta matahari, bagi kehidupan QT!!

Dia-lah, Yang telah menurunkan air hujan dari langit untuk kamu, sebahagiannya menjadi minuman dan sebahagiannya (menyuburkan) tumbuh-tumbuhan, yang pada (tempat tumbuhnya) kamu menggembalakan ternakmu.

Dia menumbuhkan bagi kamu dengan air hujan itu tanam-tanaman; zaitun, korma, anggur dan segala macam buah-buahan. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memikirkan.

Dan Dia menundukkan malam dan siang, matahari dan bulan untukmu. Dan bintang-bintang itu ditundukkan (untukmu) dengan perintah-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memahami (nya),

dan Dia (menundukkan pula) apa yang Dia ciptakan untuk kamu di bumi ini dengan berlain-lainan macamnya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang mengambil pelajaran.

Dan Dia-lah, Allah yang menundukkan lautan (untukmu), agar kamu dapat memakan daripadanya daging yang segar (ikan), dan kamu mengeluarkan dari lautan itu perhiasan yang kamu pakai; dan kamu melihat bahtera berlayar padanya, dan supaya kamu mencari (keuntungan) dari karunia-Nya, dan supaya kamu bersyukur.

Dan Dia menancapkan gunung-gunung di bumi supaya bumi itu tidak goncang bersama kamu, (dan Dia menciptakan) sungai-sungai dan jalan-jalan agar kamu mendapat petunjuk,

dan (Dia ciptakan) tanda-tanda (penunjuk jalan). Dan dengan bintang-bintang itulah mereka mendapat petunjuk

Maka apakah (Allah) yang menciptakan itu sama dengan yang tidak dapat menciptakan (apa-apa) ?. Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran.

Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

(Q.S. An-Nahl: 10-18)

Begitu sayangnya Tuhan pada umat manusia. Bahkan sejak kalimat pertama penciptaan! Kun!! QT senantiasa terperhatikan. Mulai dari nutfah yang dipancarkan n melekat di dalam rahim. Awal mula kejadian, air mani dari tubuh laki2 memasuki medan asing di dalam tubuh wanita! Bukanlah perkara mudah! Seperti tentara yang diterjunkan di medan perang di negara lain yang sama sekali asing, dalam sunyi gelap malam, tentu harus siap jadi martir tewas tiap saat!! Begitu pula hikmah penciptaan mengapa Allah menjadikan begitu banyak sel sperma tersembur di satu waktu? Ada milyaran sel sperma yang diberi tugas untuk misi sama! Karena dalam perjalanan misinya menemukan sel telur di tubuh wanita ada begitu banyak rintangan, sel2 lokal tubuh wanita yang menggempur sang pendatang, satu-persatu sel sperma pun berguguran. Bisa dibayangkan jika hanya 1 prajurit sel sperma yang dikirim? Sudah pasti misi langsung gagal! Pembuahan tak akan pernah terjadi, dan QT tak akan pernah tercipta n dilahirkan! Subhanallah! Pernahkah QT renungkan? Milyaran sel sperma sprint tersemprot deras bersamaan, lalu berenang2 demi mencari hanya sebutir(!!) sel telur dari trilyunan sel lain dalam tubuh! Pernah terpikir bagaimana mereka mendeteksi, mengenali, membedakan? Dalam rahim yang gelap pekat gulita tak setitikpun cahaya? Bagaimana menemukan? Adakah sel punya akal? Tentu tidak! Jika demikian, lantas siapa yang mengilhami, menuntunnya? Sehingga misi berhasil dituntaskan, salah satu dari jutaan sel sperma yang tersisa adalah yang paling beruntung bisa bercampur dengan sel telur, jadi pemenang! Dimana percampuran adalah syarat dasar bagi terjadinya pembuahan! Maka terbentuklah gumpalan darah menjadi daging, daging jadi tulang, yang terbungkus lagi dengan daging, lalu terbentuklah janin yang dijamin penjagaannya dalam kandungan ibu, mulai menampakkan bentuk, diberi makan bergizi n nutrisi lewat tali pusar, air susu ibu, kenyang, nyaman, tidur pulas, terlindung dalam tempat yang lentur namun kokoh yakni dalam rahim! Subhanallah! Siapa yang mengatur semua itu bagi QT? Hingga akhirnya saat keluar dari perut ibu, telah sempurna fisiknya berupa bayi yang mungil tak berdaya, menghadapi kejamnya dunia fana, respon pertamanya spontan menangis, karena hanya itu yang baru bisa ia lakukan! Namun perhatikanlah, hanya dengan bayi menangis, ia sudah merebut begitu banyak perhatian. Dengan tangisan serta serba ketakberdayaannya, Allah menanamkan rasa cinta kasih serta iba pada hati manusia yang melihatnya sehingga tergerak untuk menyayangi bayi! Subhanallah! Bahkan sejak manusia dalam perut ibunya tak sedikitpun Tuhan lalai, tak sedetikpun QT terluput dari perhatian! Subhanallah! Adakah Tuhan lain yang sedemikian Pemurah, Pengasih lagi Penyayang yang mampu berbuat seperti Allah pada makhluk-Nya?

Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah.

Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim).

Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik.

(Q.S. Al-Mu’minuun: 12-14)

Sejenak cobalah QT perhatikan. Ilmu kedokteran khususnya ilmu bedah, kebidanan (obstetri) n kandungan (gineakologi), baru berkembang n dikenal oleh manusia paling awal sekitar abad ke-19, lebih kurang 150 tahun terakhir! Adapun Al-Qur’an telah diturunkan di abad ke-7, yakni 1200 tahun lebih mendahului zamannya, jika ditilik dari sudut pandang ilmu medis. Adakah QT tak tergelitik untuk mempertanyakan, bagaimana mungkin seorang Muhammad yang buta huruf, tinggal di padang pasir, jauh dari peradaban, bisa mengungkapkan fakta ilmiah dalam kandungan yang baru terbukti proses bahkan urutan mendetil tepat benar dalam ilmu kedokteran yang baru diketahui 12 abad kemudian, pada saat itu, dalam kegelapan masa kebodohan, Jahiliyyah, 14 abad silam?… Jika bukan karena petunjuk kebenaran dari Tuhannya yang mewahyukan Al-Qur’an kepada Rasul pilihan-Nya melalui perantaraan malaikat yang terpuji n terpercaya, yakni Jibril alaihissalam?!… Maka apakah QT masih tidak mau menerima benderang kebenaran yang sedemikian gamblang? Ataukah justru semakin keras QT menentang, bahkan menantang? Ingkar, sombong, keras kepala membatu, enggan untuk mengakui bahwa hanya Allah yang sanggup berbuat demikian? Bahwa hanya Allah satu-satunya Tuhan yang pantas disembah n dimohonkan pertolongan?

Dan apakah manusia tidak memperhatikan bahwa Kami menciptakannya dari setitik air (mani), maka tiba-tiba ia menjadi penantang yang nyata! (Q.S. Yaa Siin: 77)

”Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?” (Q.S. Ar-Rahmaan, berulang2 di banyak ayat)

Jangan sampai QT menjadi makhluk yang tidak punya malu, tidak tahu diri, lupa jati diri, besar kepala, keras kepala, sombong lagi mengingkari siapa yang memberi QT rezeki, melimpahi QT dengan kenikmatan hidup di dunia yang hanya sebentar, sebagai ujian, adakah QT ingat untuk mensyukuri atau malah mengkufuri-Nya? Na’udzubillahi min dzalik…

”Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan.”

(Q.S. Al-Mursalaat, berulang2 di banyak ayat)

“Maka siapakah yang lebih dzalim daripada orang yang membuat-buat dusta terhadap Allah dan mendustakan kebenaran ketika datang kepadanya? Bukankah di Neraka Jahannam tersedia tempat tinggal bagi orang-orang yang kafir?” (Q.S. Az-Zumar: 32)

Dunia yang fana hanya sementara, semata hanya ujian bagi hamba2 yang benar beriman, atau bagi mereka yang mengingkari kebenaran, betapapun sudah jelas datang pembawa kabar keselamatan di hadapan, maka wajah mereka berpaling lantaran kebenciannya. Maka tak ada lagi yang mereka nantikan melainkan tempat kembali kesudahannya saat tirai disingkapkan, hijab dunia yang semu disampirkan, n kehidupan sejati yang abadi ditampakkan. Kemana ia menuju bergantung pada apa yang diyakini di dunia!

Dan apa saja yang diberikan kepada kamu, maka itu adalah kenikmatan hidup duniawi dan perhiasannya; sedang apa yang di sisi Allah adalah lebih baik dan lebih kekal. Maka apakah kamu tidak memahaminya?

Maka apakah orang yang Kami janjikan kepadanya suatu janji yang baik (surga) lalu ia memperolehnya, sama dengan orang yang Kami berikan kepadanya kenikmatan hidup duniawi; kemudian dia pada hari kiamat termasuk orang-orang yang diseret (ke dalam neraka)?

(Q.S. Al-Qashash: 60-61)

Maka hanya ada 2 pilihan tempat kembali: Surga, atau Neraka-Nya. Sebagaimana pilihan bagi QT: Untuk dicintai-Nya atau dimurkai oleh-Nya?! Tentunya yang amat sangat QT harapkan adalah ampunan-Nya, menyadari betapa diri yang hina ini tak luput dari lumur nista gelimang dosa yang terus-menerus berulang QT perbuat di sepanjang hayat! Hanya atas kemurahan n rahmat-Nya QT bisa terampunkan n terselamatkan, dijauhkan hingga terbebas dari siksa pedih azab Neraka! Maka 1-1nya jalan selamat adalah dengan menjadi makhluk yang diridhoi n dicinta-Nya!

Bagaimana cara QT menggapai hingga mendapat ridho n kecintaan-Nya? Yakni dengan menjalankan perintah-Nya, menjauhi larangan-Nya, n selalu berbaik sangka pada-Nya, sebab yakinlah bahwa apapun yang diperintahkan n dilarang itu semata demi kebaikan QT juga, para hamba-Nya! Karena Allah adalah Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang pada semua umat-Nya. Tidakkah QT ingin dicintai-Nya? Ikutilah petunjuk-Nya! Perintah n larangan tak ubah seperti rambu2 n marka jalan bagi kehidupan! Petunjuk yang jika diikuti akan menuntun QT pada keselamatan hingga QT tiba di tempat tujuan! Dan tujuan akhir QT adalah kembali kepada Dia Yang telah Menciptakan QT, dengan hati ikhlas, lapang, puas, lagi diridhoi! Ingin bertemu dengan-Nya? Sekali lagi, ikuti petunjuk-Nya! Maka bukti kecintaan QT kepada Allah adalah dengan menjalankan perintah-Nya, menjauhi larangan-Nya!

Dan taatilah Allah dan Rasul, supaya kamu diberi rahmat.

Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa,

(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema’afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.

Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.

Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal.

(Q.S. Ali ‘Imran: 132-136)

Subhanallah! Sungguh Allah Maha Pengampun! Dan sifat Maha Pengampun Allah makin terbuka menjadi2 di bulan Ramadhan ini! Syahrul Maghfirah! Bulan Pengampunan yang menjadi sarana bagi hamba2-Nya yang ingin bertaubat n kembali kepada-Nya! Sungguh bulan ini adalah kesempatan emas yang sangat besar lagi langka! Jangan disia2kan! Boleh jadi QT tidak akan mendapatkan kesempatan lain, selagi nafas belum terhenti, jantung belum berhenti berdetak, nyawa belum tercabut n ruh belum terpisah dari jasad QT, segeralah bertaubat, bersih n sucikan diri dari gelimang lumuran, berenang dari genangan, keluar dari kubangan, sambut bulan pembakaran kerak2 dosa2 yang membatu keras melumuti hati yang sekarat hingga hampir mati, sulit menerima kebenaran! Segera sembuhkan hatimu! Selamatkan dirimu!

”Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (Q.S. At-Tahrim: 6)

Maka jalan selamat adalah dengan mengikuti jalan lurus yang menuju kepada-Nya. Itulah ajaran yang diridhoi-Nya. Dan mengikuti ajaran kebenaran, yakni dengan mematuhi perintah-Nya, menjauhi larangan-Nya, supaya QT bisa selamat sampai di tujuan. Salah satu perintah-Nya yang utama di bulan Ramadhan ini adalah PUASA… =)

”Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (Q.S. Al-Baqarah: 183)

Salah satu nikmat yang terbesar bagi umat Islam adalah saat datang bulan Ramadhan. Dari akar kata Ramadh, yang artinya Pembakaran! Ramadhan bak tungku pembakaran yang besar lagi panas berkobar, menjilat segala arah, menyala sebulan penuh, bagaikan kawah Chandradimuka yang bergolak terus bergejolak di puncak Jonggringsalaka. Ramadhan dijadikan Allah sarana membersihkan manusia dari kotoran yang mengendap keras terlampau banyak n terlalu lama hingga mengerak n menyelimuti dirinya. Kyaaaa!! Jangan api! Ampuun! Tidaaak! Khan panas?! @~* Mengapa harus dibakar? Ya, karena itulah cara paling efektif menghilangkan kerak!! Noda yang tak lagi bisa dihilangkan cukup dengan dikucek, direndam, dicuci, bilas memakai air, saat air yang suci tak lagi bisa digunakan membersihkan, terpaksa api dipakai membakar terus-menerus hingga dapat meluruhkan, menggugurkan dosa2!

Satu perumpamaan yang sederhana. Tahun ajaran baru, QT sebagai siswa dengan bangga mengenakan seragam terbaru, kemeja harum wangi dan putih bersih. Sepulang sekolah, masih dikenakan, QT pakai bermain sepakbola bersama teman2 di lapangan yang becek seusai reda hujan, apa yang terjadi? Tidak dapat dihindari, saat harus melompat gigih menjangkau dan menangkap bola sebagai peran penjaga gawang, QT menjatuhkan diri ke atas rumput berkubang penuh lumpur! Cproott!! Bukan lagi hanya kecipratan, baju putih bersih itu seketika bermandikan coklat kotor, tercelup dalam kubangan! Saat bermain bola QT tak begitu memperhatikan karena terlena larut dalam kesenangan dan sukacita tawa kegembiraan! Baru saat pertandingan berakhir, timbul perasaan bersalah dan menyesal, menatap baju putih yang sebelumnya dicuci dengan lembut dan disetrika ibu QT dengan penuh kecintaan, kini hampir seluruhnya belepotan warna coklat tanah basah! Ciut takut kena marah, terpaksa QT tetap pulang ke rumah. Beruntung sampai di rumah, ibu yang sabar n bijaksana penuh kasih sayang ternyata tidak marah, malah tersenyum, lalu dengan ikhlas menyambut baju kotor QT n mencucinya kembali direndam dalam air yang berbusa sabun, sejenak kemudian melarutkan noda melekat mengembalikan warna sejati yang putih bersih lagi menawan! Lumpur adalah perumpamaan dosa yang tanpa sadar atau disengaja QT perbuat, yang beruntung cepat QT sadari lalu segera bertaubat, minta maaf, mohon ampun, menyadari kesalahan, janji tidak mengulangi, taubat adalah seumpama air bening yang QT pergunakan mencuci seragam hingga kembali tersucikan, fitrah jernih, putih bersih.

Tapi namanya manusia, seperti anak kecil yang kerap lalai dan lupa, berbuat khilaf, salah, berlaku dosa, lagi2 tak dapat menahan nafsu memperturuti keinginan menggebu, kembali bermain bola tak peduli lapangan masih becek n penuh lumpur memasuki musim hujan! Lagi2 pulang baju penuh bercak, berkalang tanah, berkubang coklat lumpur. Lama2 karena kebiasaan, tiap sepulang sekolah main bola di lapangan, QT jadi keenakan n malas mengeluarkan sedikit usaha lebih untuk mencuci sendiri baju QT yang berlumpur, toh besok kecelup lagi, nanti saja sekalian cuci seminggu sekali! Toh masih ada kemeja putih yang lama, begitu pikir QT. Lama2 tak cukup seminggu, bahkan sampai sebulan kemeja yang kotor belum dicuci, teronggok di sudut ruang! Bahkan kini setiap hari diakali, sekolah pakai baju putih yang lama, pulang sekolah main bola pakai baju yang tidak lagi putih kini coklat melekat! Bisa dibayangkan apa yang terjadi dengan baju yang terus tercelup lumpur, sebulan tidak dicuci? Itu adalah perumpamaan dosa2 yang kian menumpuk tanpa sedikitpun terlintas atau diniatkan QT taubat! Bisa dibayangkan jika sampai berbulan2, bahkan setahun? Seperti apa jadinya baju QT? Dosa2 menahun seperti lumpur yang mengeras di baju, menjadi kerak yang menyelimuti hati n merusak jiwa QT! Sehingga nurani terselimut kerak, yang semula hanya noktah2 hitam dibiarkan makin lama makin banyak menutupi n mengeras! Hati yang keras membatu, tidak lagi peka bisa berefleksi n bercermin dengan jernih! Akibatnya hati jadi sulit menerima cahaya petunjuk kebenaran! Jika sudah demikian, walaupun dicuci n dibasuh dengan air bersih, meski disikat hingga berkali2, tetap susah dihancurkan kerak2 membatu di hati QT! Satu2nya cara hanya bisa dengan dibakar! Ya, DIBAKAR!!

Tungku Ramadhan efektif untuk meleburkan noktah2 dosa yang dari hari ke hari, setitik demi setitik, makin lama berubah jadi gumpalan, mengotori cermin bening hati QT. Gelimang noda n dosa sepanjang tahun melekati hati sampai meliputi sebagian besarnya, bahkan sampai seluruhnya? Na’udzubillahi min dzalik! Jika demikian hati QT bukan lagi sakit, bahkan jangan2 mati?! Hati yang terkotori, jika dibiarkan, semakin lama akan makin terliputi noda, terbungkus, terselimuti, kian keras bahkan sampai berkerak hitam membatu! Jika demikian, jangankan menerima cahaya dari luar, dari dalam hatinya sendiri cahaya sulit untuk menerobos keluar! Maka satu2nya cara untuk membuka celah n menghancurkan kungkungan kerak noda, adalah dengan membakar dosa2! Mencairkan nista yang melumur tubuh, rendam dalam air panas yang mendidih, kipasi di tungku api, sekarang saat api telah menyala! Jangan takut, sambutlah dengan gembira! Yakinlah n hadapilah berat ujiannya, gemblengan didikan, pelatihan kesabaran, ketahanan, dengan sebulan penuh berpuasa n beribadah demi mengharap ridho-Nya! Jangan sedih! Jangan gentar! Karena api Ramadhan adalah api yang akan membebaskan n mengembalikan QT ke fitrah yang putih bersih bagai seragam yang baru, suci jernih bagai kaca cermin bening yang jujur memantulkan apapun yang jatuh atasnya! Sehingga QT dapat menghadap Allah dengan hati yang bening selembut n setulus kapas, lunak tidak lagi keras, berbinar cemerlang indah mempesona oleh keagungan cahaya hidayah! Insya Allah… =)

Mari mantapkan niat, bulatkan tekad, sambut gembira, SEMANGAT! ^____^;v

Menyambut jamuan istimewa Tuhan, sudah siap terjun ke tungku RAMADHAN?! ;)

Kido Kamen =)

Musafir di Ambang Pintu Jalan Pulang…

Uncategorized 3 Comments »

Pernahkah engkau memperhatikan, orang yang mengembara, selalu berpindah tempat sepanjang tahun, menempuh perjalanan berjalan kaki, mengayun langkah hari demi hari terus berjalan, kemana kaki membawa, mengelilingi dunia, hanya berhenti sejenak di tempat2 peristirahatan melepas lelah isi perut reguk air hapus dahaga, untuk lanjutkan kembali perjalanan, menuju tempat tujuan, telah jauh berkelana, rindukan kembali ke kampung halaman?

Menerobos panas terik, bertahan di hari hujan, hempas badai, dingin malam. Lewati jalan2 terjal berliku, padang rumput, padang pasir, tanah lapang, setapak becek, licin lagi berbatu. Naik turun gunung, mendaki bukit, kitari lembah semenurun lereng curam, keluar masuk hutan, kota dan desa. Bahkan merenangi sungai, menyelam dalam telaga, menyeberangi selat, menjelajah benua hingga mengarungi luas tujuh samudera! Semua dilakoninya, semua dijalani dengan tekad membara dan semangat yang terus dipompa agar tetap terbakar pijar menyala! Meski letih, walau lelah, kendati lapar dan haus, impian dan cita2 yang diperjuangkan lebih besar nilainya, bayangan kampung halaman yang begitu diidamkan menanam harapan membuatnya sanggup dan bersedia bertahan! Terus maju dan melangkah, bersimbah peluh, air mata dan darah, tak mengapa, sedikit lagi, tinggal sebentar lagi! Kamu bisa! Kamu hanya harus berjuang sedikit lebih keras! Seringkali seseorang gagal dan memutuskan untuk berhenti, padahal keberhasilan sudah demikian dekat, tak jauh, selangkah lagi! Bertahanlah! Begitu tiap kali ia tiba di titik jenuh, dimana ia berdiri di ambang titik balik, batas untuk kembali atau terus melangkah, sudah kepalang tanggung, terus saja!

Dan ketika 11 bulan berlalu, demikian pula jarak perjalanan tak terasa telah 11/12 jauh ditempuhnya! Tidak dinyana tinggal lagi kurang dari sebulan, bahkan hanya dalam hitungan hari dalam seminggu, ia akan segera tiba di kota tujuan yang sepanjang tahun selalu terbayang dalam mimpi di tiap malam, terangan di awang2 kala siang, senantiasa tertanam di pikiran, terukir di dalam benak, terendam di dalam kalbu, terpatri di cita2, terkhayal di dalam tidur, dan terus dirindukan kala terjaga…

Orang2 yang tercinta dan amat dikasihinya! Sebentar lagi akan dengan sangat bersuka cita membentangkan tangan untuk memeluk dan menyambutnya! Oh betapa bahagia! Dapat kembali berkumpul bersama dengan keluarga yang telah sepanjang tahun ditinggal mengembara! Yang pergi telah kembali! Kekasih hanya pergi untuk kembali! Berpelukan, berangkulan, bertangisan, haru biru, berciuman, melepas rindu tertawa gembira, bersulang cawan! Duhai engkau pengembara, begitu jauh sudah kau berkelana, alami suka dan duka, jatuh bangun perjalanan, kadang berputar2 tak tentu arah, kau tersesat, mencari, terus mencari, apakah sebenarnya yang engkau cari? Jika akhirnya yang dituju hanya jalan kembali?!

Sesungguhnya manusia hidup di dunia laksana musafir yang terus melangkah untuk mengembara, setelah berhari2, berminggu2, bahkan berbulan2, akhirnya menemukan oase hijau di luasnya samudera padang pasir, sumber mata air segar sejuk bening, yang membasuh kerongkongan yang terbakar dan menawarkan dahaga, maka ia dapat mereguk dan minum, bahkan mandi dengan sepuas2nya! Memetik buah2an ranum matang menggiurkan, lalu makan hingga kenyang dan akhirnya kelelahan ketiduran. Selamat menikmati berkah karunia dari-Nya. Demikianlah perumpamaan kehidupan di alam dunia. Padahal sungguh kehidupan dunia itu hanya sementara, dan waktunya amat singkat! Seperti oase di padang pasir, hanya sekejap disinggahi. Satu-dua hari mungkin ia kerasan di sana. Namun hari berikutnya, kembali ia merindu dan merana. Karena sesungguhnya oase hanyalah tempat beristirahat sementara, bukan tempat berhenti yang jadi tujuan akhir yang sebenarnya! Sesungguhnya yang teramat didambanya hanyalah tempat berpulang yang sejati yakni di kampung halaman! Saat manusia mati dan meninggalkan dunia yang fana dan hina ini, negeri Akhirat adalah tempat kembali yang abadi yang harus dicari!

Masalahnya, di hamparan luas yang sejauh mata memandang hanya lautan pasir yang bak tanpa batas tanpa akhir, ke arah mana mesti QT melangkah? Yakinkah tak salah arah?… Agar jangan perjalanan susah payah sepanjang umur QT dihabiskan di dunia jadi terbuang sia2, tanpa berhasil menemukan dan mencapai negeri kembali, kampung Akhirat, tempat yang dilimpahi berkah kenikmatan dalam keabadian, yang diridhoi dan disediakan bagi mereka2 yang tak salah jalan mengarungi kehidupan, hingga berhasil menemukan jalan lurus yang langsung menuju-Nya; tentu selagi QT masih bersandar di bawah pohon di oase yang sejuk, selagi masih bernafas mengirup udara bebas, masih hidup di dunia, hendaknya QT mempersiapkan bekal secukupnya, yang memang bisa menolong dan layak untuk dibawa untuk memenuhi kebutuhan QT kala melanjutkan perjalanan kelak! Dan bukan hanya bekal, juga petunjuk! Penunjuk arah yang benar! Kompas, peta, dan alat2 navigasi lainnya. Dalam kehidupan beragama, tentunya petunjuk tersebut adalah Kitab Mulia, yakni petunjuk dari Tuhan! Bagi umat  Islam adalah Al-Qur’an, Hudallinnaas! Sesuai namanya, sesungguhnya Al-Qur’an adalah petunjuk bagi seluruh manusia! Hanya sayang sedikit sekali yang sadar dan mau memperhatikan dan mempelajarinya… Adapun bekal adalah amal kebaikan yang pundi2nya digantungkan di pundak dan pinggang QT. Pahala kebaikan yang dikumpulkan selama hidup di dunia adalah bekal saat QT menjelajah di alam setelah kehidupan di dunia, mencari tempat kembali yang abadi! Adakah QT menemukan surga-Nya atau jatuh tergelincir dan terlempar ke jurang siksa Neraka? Na’udzubillahi min dzalik!

Maka semasih bisa engkau membaca, jangan lagi tunda, bergegas kumpulkan bekal sebanyak2nya! Optimalkan kapasitas pundimu, tapi jangan pula asal membawa bekal! Tentu buah yang busuk tak ada gunanya dibawa! Begitu pula membawa kerikil dan batu memenuhi kantong2 QT, untuk apa? Pilihlah bekal terbaik, yang sarat dengan manfaat, seperti buah, pilihlah sesuatu yang berbuah, sehingga dapat berguna, karena sebaik2 manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesamanya, demikian Rasulullah Muhammad SAW pernah bersabda. Agar QT tidak kelaparan serta kehausan, dan senantiasa dinaungi awan di hari dimana terik matahari didekatkan sangat dekat di atas kepala QT, ketika peluh mengalir dan air mata membanjir, adalah amal manusia yang menjadi sahabat sejatinya, di kala setiap orang kesusahan, sibuk menangisi dan mengkhawatirkan nasib dirinya serta kesudahannya! Jadi, jangan salah pilih bekal! Jika QT punya banyak uang untuk beli barang, jangan beli barang yang hanya akan jadi barang usang teronggok dalam gudang dan nilainya mengalami penyusutan terus menyusut hingga tak lagi berharga, tak memiliki nilai! Pembeli yang cerdas memilih membeli aset2 yang berupa investasi jangka panjang! Yang dapat terus bertambah dan berkembang. Agar bahkan ketika QT sudah tak lagi sanggup bekerja untuk kumpulkan bekal amal, karena telah terputus nafas dan tercabut nyawa, habis masa hidup QT di dunia, keran pahala QT masih terbuka dan pipa yang QT bangun mengalirkan amalan2 segar investasi dari sumber mata air kebaikan langsung ke rekening QT di Akhirat, saldo tabungan QT terus bertambah dan berkembang, ah yang benar?! Mana bisa? Tentu saja bisa! Bukankah Rasulullah juga bersabda, “Jika meninggal anak Adam, maka terputuslah amalnya, kecuali tiga perkara: Anak shalih yang mendoakan dua orang tuanya, amal jariyah yang QT ikhlaskan di jalan Allah, dan ilmu yang bermanfaat!” Mengapa seakan QT tak pernah memperhatikan pesan yang jelas di atas? Smart investing! Berinvestasilah dengan ke-3nya!

1)      Anak shalih yang mendoakan dua orang tuanya. Betapa bahagianya dan tak sia2 QT hidup di dunia jadi orang tua, memiliki permata hati yang shalih dan shalihah, penyantun, sabar, penyayang, dan pemurah, yang pandai mensyukuri nikmat Tuhannya, berbakti pada kedua orang tua, agama, nusa dan bangsa, berguna bagi sesama, bermanfaat hidup di dunia dan bernilai kelak di Akhirat di sisi-Nya! Keberhasilan orang tua adalah ketika ia dapat mendidik anaknya dengan baik dan benar sehingga sukses mencetak generasi penerus yang berdaya guna optimal dan mengetahui tujuan hidupnya! Anak yang sejak kecil ditanamkan nilai2 luhur agama, Insya Allah akan tumbuh dan berkembang dalam nuansa yang penuh kedamaian, berperasaan halus, mudah bersimpati dan berempati pada orang lain, terlebih kepada dua orang tua. Salah satu balasan yang tak terkira adalah anak yang senantiasa mendoakan kebaikan bagi dua orang tuanya, baik selama masih hidup, terlebih yang QT butuhkan saat QT sudah tak lagi bersamanya alias meninggal dunia. Aliran do’a yang tak terputus dari anak dikirimkan dikonversi menjadi pundi2 bekal dan pelita di dalam kubur yang sangat QT perlukan, menambah berat timbangan amal QT yang semestinya tidak lagi bisa ditambah, ternyata ditransfer oleh anak cucu QT mengalir lewat do’a2 tulusnya, SUBHANALLAH! Betapa beruntung QT! Inilah investasi cerdas pertama!

2)      Amal jariyah yang QT ikhlaskan pada jalan Allah. Sedekah, infaq, zakat, dan pemberian kepada yang membutuhkan, sepanjang diniatkan lillahi ta’ala, hanya demi mengharapkan ridho-Nya, Allah sendiri yang akan membalas berlipat ganda. Manusia teramat sering terlupa, sibuk mengumpulkan dan menumpuk harta benda sebanyak2nya di dunia, padahal ketika mati tak sepeser pun dibawa, hanya selembar kain putih kafan yang membungkus tubuh QT terbujur kaku untuk segera dikubur dalam tanah, digerogoti ulat dimakan cacing! Padahal jika QT mengerti hakikat sejati dari harta, QT tidak akan terlalu tamak menyimpan dan begitu pelit dalam membagi2kan kepada yang berhak lagi membutuhkan! Khalifah Harun Al Rasyid (kalo gw nggak salah ^^;) ketika melakukan perjalanan di padang pasir, tiba di suatu oase yang dimiliki seorang badui, ia lalu menawar untuk membayar berapapun yang diminta asalkan ia dan rombongannya dapat minum sepuas2nya! Apa kata orang badui tersebut? Yaa Khalifah! Sanggupkah anda menukar segelas air dengan separuh dari seluruh kekayaan kerajaanmu? Mengingat amat sangat membutuhkan air untuk membasahi kerongkongannya yang terbakar di siang panas yang terik berjalan berhari2, dengan segera Khalifah menyanggupi! Namun orang badui itu malah menguji lagi, belum cukup katanya! Relakah khalifah membeli segelas air tersebut dengan seluruh harta kerajaannya? Saat itu di ambang kehausan yang amat mencekat sehingga hampir mati, bagi seseorang siapapun dia, segelas air bahkan jauh lebih berharga daripada dunia dan seisinya! Maka Khalifah pun menyanggupi! Orang badui itu lalu berkata, jika demikian seluruh harta kekayaan kerajaanmu yang demikian berlimpah tak lebih besar nilainya daripada segelas airku ini! Tersungkurlah Sang Khalifah menangis sesunggukan menyadari betapa tak berharganya segala kekuasaan dan kekayaan, saat ajalnya menjelang hingga maut menjemputnya! Pesan moral dari kisah ini, adalah bahwa teramat sering QT salah memandang dunia yang memang berkilau menyilaukan sehingga mengaburkan pandangan QT, tergiur akan berlimpah semu ragam kenikmatan, QT melupakan mengumpulkan bekal sesungguhnya yang bisa menyelamatkan QT dalam keterasingan dan kesengsaraan di perjalanan menuju kampong Akhirat! Bekal yang berupa timbangan pahala kebaikan, amal kebajikan yang QT kerjakan n kumpulkan semasa QT berjalan berkelana di dunia. Harta di dunia bak fatamorgana, fungsinya semata sebagai sarana, bukan tujuan akhirnya! Harta hanyalah sarana, yang dipinjamkan Tuhan kepada QT demi memudahkan menemukan jalan lurus yang diridhoi-Nya, dengan mengikuti rambu2 petunjuk-Nya di sepanjang perjalanan hidup, supaya jangan tersesat salah arah salah pilih jalan dan salah melangkah! Sembari mengumpulkan bekal sejati untuk perjalanan kembali pada-Nya, Dia Yang telah menciptakan manusia dengan penuh cinta, kasih dan sayang. Sungguh Maha Pengasih lagi Maha Penyayang Allah, Tuhan Yang Tak Ada Tuhan selain-Nya! Maka pantas berbudikah sebagai balasannya, QT berpaling dan menyembah justru pada selain-Nya?! Sadarlah hai manusia! Segera kembali kepada sejatinya Pencipta! Waktumu tak lama lagi, ajal QT boleh jadi sudah dekat, sepanjang apapun setua apapun umur QT di dunia sesungguhnya sangat singkat! Jadi jangan buang waktu, gunakan penuh manfaat! Beramallah! Jangan takut miskin dengan memberi derma, karena sesungguhnya pada tiap harta yang Allah berikan pada QT, ada titipan amanah yang harus diteruskan kepada yang membutuhkannya! Demikian cara Allah mengajarkan manusia untuk berbagi dan menolong sesama! SUBHANALLAH! Adakah Tuhan yang lebih baik dalam mengajarkan kebaikan? Tak usah khawatir bangkrut, justru Allah telah menjamin, sesungguhnya jika QT bersyukur Allah akan menambah nikmat-Nya, namun jika kufur dan mengingkari nikmat-Nya, maka azab yang pedih akan ditimpakan kepada QT! Na’udzubillah, tsuma na’udzubillah! Salah satu wujud syukur adalah dengan bersedekah! Tandanya QT menyadari tambahan harta yang memudahkan QT hidup di dunia semata hanyalah pemberian Allah, dan ujian atas harta adalah adakah bagian yang dititipkan pada QT diteruskan kepada yang berhak atau tidak! Hakikat harta sejatinya bak air dari mata air bersih yang tak berhenti mengalir! Jika harta ditimbun di satu tempat, seperti membendung sungai, akan merusak airnya! Perhatikan air di kubangan, lama2 busuk, rusak, berbau! Begitu pula harta! Jika harta ditahan, akan merusak penyimpannya! Tapi jika dibiarkan mengalir, yang diterima diteruskan, datang lagi dinafkahkan lagi, ikhlas saja, maka nikmatnya justru akan disempurnakan Allah, kekayaan QT kian ditambah sehingga makin berlimpah, seperti aliran debit air sungai semakin deras meninggi dan memakmurkan tanah di sepanjang lembah yang dialirinya! Bukankah begitu asal mula muncul peradaban di dunia? Yang berkah adalah yang tak terputus terus mengalir! Demikianlah perumpamaan harta, jadi jangan takut miskin dengan beramal, berderma, justru bersedekah membuka keran barokah dan menjadikan QT kaya dan dicintai oleh Allah, bukan hanya di dunia, tetapi juga berlimpah simpanan amal pahala di Akhirat! SUBHANALLAH! Apalagi yang QT inginkan? Adapun amal jariyah, walau tak mengecilkan amalan ibadah yang lain yang sungguh besar nilai di sisi Allah, namun ia lebih merupakan pilihan yang cerdas, jika QT mesti memilih, lagi2, untuk berinvestasi jangka panjang! Sama2 bersedekah, tapi jika yang QT santuni hanya orang per orang saja yang menikmati, mungkin tak lebih besar artinya dibanding jika senilai harta yang sama QT ikhlaskan untuk membantu pelebaran jalan umum, membangun sekolah, madrasah, atau mendirikan masjid tempat ibadah! Syukur2 mampu mewakafkan tanah, diikhlaskan dipakai di jalan Allah! Sangat mulia lagi banyak berlimpah Insya Allah balasan pahala yang amalnya akan terus mengalir masuk ke rekening Akhirat QT, seperti sungai abadi, sepanjang masih mendatangkan manfaat bagi umat, selama itulah kucuran pahala amal QT pun berlimpah! SUBHANALLAH! Tapi kembali lagi kepada landasan niatnya, jika tulus ikhlas hanya demi mendapat ridho kecintaan-Nya, dan bukan sekedar untuk cari nama, harum sesaat, cari muka, popularitas semu yang segera terlupakan, maka amalnya tak akan sia2 dan bernilai di sisi-Nya! Insya Allah…

3)      Sama mengalirnya sungai pahala Akhirat QT, adalah melalui pintu amal berupa ilmu yang QT sampaikan pada orang lain yang mendatangkan manfaat, baik bagi yang mendengar dan mengamalkan maupun bagi QT sendiri, karena Rasulullah pernah bersabda, barang siapa yang menunjukkan jalan kebaikan yang lalu dilalui oleh orang yang ditunjukkan, maka ia beroleh pahala yang sama besarnya dengan orang yang mengerjakan amalan kebajikan walau si penunjuk kebaikan itu tak melakukannya, sama berat timbangan amalnya tanpa dikurangi sedikitpun dari keduanya! SUBHANALLAH WALHAMDULILLAH! Maha Kaya Allah lagi Maha Penyantun pada hamba2-Nya! Maka sampaikanlah kebenaran walau pahit, dan sampaikan walau satu ayat, demikian lanjut Nabi, Insya Allah setiap tetes ilmu yang bermanfaat ada nilai yang besar di sisi Allah! Jika niat semata QT tujukan untuk mengharap ridho-Nya, jangan takut dicap sombong atau sok tahu, sok you know, sebagainya, sebab penilaian sejatinya hanya dari Allah, tak butuh dari makhluk-Nya! Wong sama2 dinilai koq malah sibuk menilai orang lain, diri sendiri belum tentu lebih baik berharga di mata-Nya! Lebih baik menyibukkan diri dalam perbaikan terus-menerus sembari mengerjakan kebaikan! Sungguh, Allah dan malaikat-Nya melaknat orang yang menyembunyikan ilmunya! Karena seperti sungai, ilmu harus diteruskan, amanat yang semestinya disampaikan, jangan disimpan tertampung penuh hingga rusak sia2 hanya di dalam satu kepala! Saat yang empunya otak meninggal, pengetahuannya turut terkubur bersama jasadnya! Sungguh sayang, sekiranya semasa hidup ilmu yang berlimpah dan kaya diteruskan, diajarkan ulang, ditransfer ke isi otak dan kepala orang lain, tentu justru akan lebih bernilai dan bermanfaat! Maka sungguh besar jasa para guru, betapapun kecil gaji di dunia tak sebanding dengan timbunan pahala amal dari ilmunya yang bermanfaat yang ia ajarkan dengan ikhlas kepada murid2nya, murid2 yang sejak kecil dididik hingga besar berpengetahuan berwawasan luas, guru adalah pencetak generasi penerus yang dapat dibanggakan umat! Terus belajar sepanjang hayat, gali, pelajari, bukankah ayat pertama Al-Qur’an yang diturunkan justru berbunyi, “BACALAH!” Ya, membaca adalah pintu gerbang dan bertanya adalah kunci pembuka perbendaharaan lautan keilmuan Allah yang luasnya tanpa batas meliputi segala sesuatu yang QT ketahui terlebih yang tidak QT ketahui! Jadilah pembelajar seumur hidup! Pelajari, lalu ajarkan kembali! Terimalah, lalu disampaikan lagi! Ingatlah prinsip sungai terus mengalir! Jadi jangan takut miskin jika QT kaya ilmu! Bukankah Allah yang menjamin rezekimu di antaranya lewatnya?! Insya Allah! Selamat berinvestasi dengan cerdas yang ketiga! Dan dalam melanjutkan pengembaraan, QT pun berangsur merasa aman, tenang dan nyaman, tak perlu membawa berjejalan harta ditumpuk di punggung unta, yang berisiko dirampok, habis, bangkrut, hilang musnah, sia2 segala jerih payah dan usaha yang dikerjakan, harta yang QT kumpulkan tak mesti berpindah tangan! Karena kini QT cukup hanya melenggang bebas dan melangkah ringan hanya dengan berbekal segenggam kartu kredit yang berlogo valid jaminan Akhirat, setelah mendaftar dan berpegang pada keselamatan di atas jalan Allah! QT tak perlu khawatir akan kehilangan harta di dunia, karena QT yakin akan jaminan kekayaan yang tersimpan di sisi-Nya, balasan pahala amal kebaikan yang diperuntukkan bagi hamba2 yang ikhlas beribadah serta bersedekah, semata hanya mengharapkan ridho kecintaan-Nya! Adakah kekayaan yang lebih berharga dan mulia lebih tinggi nilainya dibanding limpahan nikmat serta rahmat tak terhingga dimasukkan dalam kebahagiaan abadi tak terkira, di Surga-Nya? Mari berdo’a semoga QT termasuk golongan umat yang diselamatkan serta beroleh ridho dan ampunan-Nya, Amiin Yaa Rabbal ‘Aalamiin…

Maka ketika sudah dekat jalan untuk kembali, hanya tinggal beberapa kelok lagi, dan gapura gerbang kota telah dihias dengan megah dan indah, seperti berhiasnya mereka yang gembira siap menyambut kedatanganmu, dengan tetabuhan dan terompet untuk meramaikan dan lebih memeriahkan upacara penyambutan, apalagi yang kau tunggu? Jangan pula kau kecewakan mereka dengan tampilan yang lusuh seperti pejuang luka kalah perang! Engkau akan datang sebagai singa gagah pemenang! Maka tersenyum lebarlah! Mandilah kau di telaga tepi hutan sebelum masuk ke kota! Bergegaslah kau rapikan pakaianmu dan ganti dengan yang bersih, cukur dan sisir rambutmu, rapikan kumis jenggot serta cambangmu, bercerminlah, tataplah paras bersinar pantulannya, tengok depan belakang atas bawah seluruh tubuh, mematut yang pantas, berjalanlah mantap, datanglah layaknya raja yang pulang perang disambut dengan bahana gempita, sorak-sorai kemenangan yang gemilang! Kemenangan manusia yang berhasil lulus ujian Tuhannya dan akan memperoleh balasan setimpal dengan amal2 kebaikannya!

Demikianlah perumpamaan persiapan QT menyongsong masanya tiba di gapura yakni gerbang yang akan memisahkan QT dari kehidupan di dunia memasuki alam Akhirat, yakni saat kematian! Sudahkah QT mempersiapkan diri dengan sebaik2nya untuk menghadapi ajal dengan senyum kemenangan karena banyaknya bekal yang berhasil dikumpulkan kala hidup di dunia? Bekal yang tak sia2 karena dinyatakan lolos sensor melewati verifikasi, layak dan boleh dibawa serta naik pesawat dengan tujuan ke Akhirat! Tentunya usai QT sukses menjawab beberapa pertanyaan “imigrasi” alam kubur oleh malaikat Munkar serta Nakir, pertanyaan demi pertanyaan yang hanya bisa dijawab oleh manusia2 yang memegang “tiket” yang valid ke Surga! Lho, ada tah? Memang belinya dimana?

Semestinya pertanyaan2 ini menggelitik QT: Apakah tiket yang kini QT genggam adalah tiket yang sah atau dibeli dari calo? Apakah menjamin tempat duduk QT di pesawat, atau ternyata bentrok dengan penumpang lain yang bernomor sama? Jangan salah beli tiket! Kelak QT akan mengetahuinya! Tiket yang sah tentu di atasnya tertera informasi yang benar dan akurat, sehingga lancar QT saat menjawab pertanyaan dan tak pula salah arah di lorong2 bandara alam kubur karena punya pegangan, setelah ini masuk ke Gate berapa? Jadwal keberangkatan pesawat jam QT berapa, tempat duduk QT seat nomor berapa? Maka saat boarding menunggu berangkat, kala QT ditidurkan dalam kubur untuk beberapa lama hingga saat dibangkitkan pada Hari Kebangkitan, QT akan dilayani dengan baik dan diperlakukan penuh kenyamanan! Karena QT adalah penumpang resmi yang telah membayar harga tiket yang sangat mahal dengan timbangan pahala kebaikan yang lebih berat bobotnya daripada catatan keburukan semasa hidup di dunia. Maka beruntunglah orang2 yang lurus membeli keselamatan di counter resmi lewat jalan yang benar! Sebaliknya, jika tiket yang palsu yang QT pegang, jangan salahkan alih2 bisa naik pesawat yang menembus ke langit lapis ke tujuh, QT malah diseret dan digiring masuk penjara, dijebloskan ke dasar jurang yang berkobar jilat api Neraka! Diazab serta disiksa tanpa ampun karena coba menipu malaikat penjaga portal bandara, terhina dinistakan, terusir dan terlunta2! Na’udzubillahi min dzalik!!

Man robbuka? Siapa Tuhanmu? Jika pertanyaan pertama ini saja QT tidak bisa atau salah menjawab, segera azab kubur ditimpakan atas si mayit! Na’udzubillahi min dzalik! Itu baru pertanyaan yang mendasar! Bagaimana jika pertanyaan2 selanjutnya pun QT tidak dapat menjawab? Tak dapat dibayangkan betapa ngeri siksaan bertubi2 yang akan QT alami! Bukan salah siapa2, semata akibat kedurhakaan  diri QT sendiri! Lantaran selama hidup di dunia, QT tidak pernah benar2 kenal atau mau mencari tahu dan mengenal siapa Tuhan QT sesungguhnya, yang telah menciptakan QT dalam bentuk yang sebaik2nya, menjadikan QT hidup, bernafas, beraktivitas, lahir, bayi, tumbuh, anak, berkembang, jadi remaja, dan semakin dewasa sehingga tua, uzur dimakan usia, lalu wafat dan jasad dimakan tanah! Diciptakan dari tanah, kembali menjadi tanah! Jasad hanya pakaian yang dipinjamkan untuk manusia berinteraksi di alam materi dunia, hakikat sejati diri QT adalah ruh, jiwa yang kekal dan tidak mati, jiwa yang kelak akan melanjutkan perjalanan menuju kampung halaman yang abadi, akhirat nanti!

Jadi siapa Tuhanmu? Dia adalah Allah yang telah menganugerahi manusia, hewan, tumbuhan, bahkan segala sesuatu seisi semesta, dengan beragam karunia serta berkah nikmat-Nya! Secara khusus memberi manusia misi hidup di dunia, untuk apa? Pernahkah QT bertanya? Untuk apa QT hidup di dunia? Jika hidup hanya sekedar menanti untuk mati, alangkah tidak bermakna hidup ini! Segera akhiri saja! Toh cepat atau lambat QT semua akan mati! Daripada menjalani hidup penuh kesusahan, pikiran yang picik akan mengatakan langsung bunuh diri saja! Demikian pula halnya, jika tak ada bedanya orang yang sepanjang hidup terus berbuat kebaikan, banyak menolong orang, dengan orang yang bergelimang dosa dan nista selalu berbuat kejahatan merugikan orang lain, tentu QT akan bertanya, dimana diletakkan keadilan? Keadilan sesungguhnya kelak ada di sisi-Nya, di Hari Penghitungan dan Pembalasan! Ya, kelak QT semua akan dihadapkan kepada Tuhan untuk dipertunjukkan segala kilasan perbuatan yang besar hingga yang terkecil tanpa ada yang luput terkecuali, untuk dipertanggungjawabkan diberi penilaian! Maka keselamatan QT bergantung pada beratnya timbangan amal kebaikan QT! Yang selamat adalah yang pahala kebaikannya lebih berat dibanding kejahatannya! Tentu QT tidak terima jika disamakan dengan penjahat! QT merasa telah berbuat baik, karenanya QT ingin mendapat akhir yang baik di Akhirat, sebagaimana QT telah mengumpulkan bekal2 terbaik, menanam benih yang baik akan menuai hasil buah yang baik! Dan balasan untuk orang jahat adalah hukuman, semua tentu sependapat lagi sepaham, bukan? Maka cobalah dijawab: Mana yang lebih jahat dibanding QT yang setelah semua yang diterima dinikmati di dunia, lantas ingkar, tidak mau mengakui dan tak pula berterima kasih kepada Tuhan yang telah menciptakan QT, memberikan kehidupan lengkap dengan kenikmatan tak terhingga yang tak akan sanggup QT menghitungnya, dari hal yang terkecil sampai terbesar, bahkan yang terkadang dipandang sepele, namun sungguh sebenarnya merupakan karunia yang tiada bandingannya, udara bebas, gratis dihirup sepuas2nya! Air yang tak pernah habis karena dengan hikmah kebijaksanaan-Nya dapat terus mengalir walau harus berubah wujud dalam siklus, dari langit turun hujan jatuh membasahi bumi yang semula gersang dan kering kerontang, menghidupkan kembali bumi yang mati, lalu tumbuh subur tanam2annya, sayur dan buah2an, pohon2an yang hijau indah asri, air terus mengalir meresap masuk dalam tanah, muncul di mata air, mengalir lagi dari anak2 sungai ke muara bergerak seirama menuju laut, samudera bebas luas! Lalu masih dengan hikmah-Nya, diangkat kembali ke udara sebagai uap2 air, yang berkondensasi di ketinggian tertentu kembali berubah jadi titik2 air di dalam gumpalan awan, kian lama kian berat, akhirnya kembali jatuh ke bumi menjadi hujan! ALLAHU AKBAR! Adakah Tuhan lain yang sanggup berbuat sedemikian agung bijaksana? Pernah terpikir jika Tuhan menahan udara sebentar saja, megap2lah manusia seperti ikan keluar dari air! Sedikit lebih lama, mati QT! Sudah bebas, gratis pula! Apa jadinya jika bahkan udara lalu dikenakan pajak? Hanya orang kaya yang bisa bernafas! Begitu Maha Pemurah Tuhan pada manusia, namun mengapa malah berani QT mendustakan segala pemberian-Nya? Apakah tak kurang ajar setelah semua kasih dan sayang dilimpahkan-Nya pada QT, QT malah luput dan enggan bersyukur, bahkan dengan keji menolak menyembah Tuhan yang sebenarnya, malah terang2an menantang, mengakui dan mengangkat yang lain yang tak sebanding sebagai sesembahan yang jangankan menolong QT, menolong dirinya sendiri pun tak mampu, alih2 menjadi Sang Pencipta, dirinya sendiri berhala yang diciptakan tangan manusia! Dimana otakmu wahai Manusia? Na’udzubillahi min dzalik! Insyaflah! Segera sadari di bumi milik siapa KQ QT berpijak, dimana QT berdiri, bersenda gurau, bercanda tertawa, lengah, pongah, seakan QT akan hidup selamanya? Di bumi siapa pula kelak jasad QT hancur dimakan tanah yang selama ini diinjak2 dengan sombong, angkuh, seolah QT-lah yang paling gagah perkasa seperti selalu muda dan tak akan pernah tua! QT sungguh tak ada apa2nya di hadapan Tuhan Yang Maha Kuasa! Sadarilah Sahabatku! Jangan tunda lagi, segera kunjungi gerai resmi yang terdekat! Beli jalan keselamatanmu dengan mengucapkan 2 kalimat Syahadat! Asyhadu Allaa ilaaha illallah! Wa asyhadu anna Muhammadur Rasulullah! Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, dan Nabi Muhammad adalah utusan Allah! Genggam erat tiket yang kini di tangan, jangan sampai lepas lagi, karena itulah kunci meraih kebahagiaan abadi, tiket menuju keselamatan hidup di Akhirat, yakni agama yang lurus yang diridhoi oleh-Nya, pengantar untuk memasuki Surga-Nya! Insya Allah… =)

Maka hampir tiba saatnya bagi musafir pulang. Gapura pengampunan telah terbentang dan menjelang! Alhamdulillah, setelah 11 bulan berlalu, tanpa terasa sebentar lagi hanya dalam beberapa langkah QT akan memasuki gerbang bulan yang penuh rahmat, berkah dan ampunan-Nya! Ramadhan di ambang pintu! Mari sambut dengan penuh suka cita pengharapan dalam tunduk syahdu penuh kekhusyu’an. Inilah saatnya dibukakan pintu2 Surga, tertutup pintu Neraka! Sambutlah dengan gembira! Saatnya merendah di hadapan Tuhan Yang Maha Suci dan Maha Tinggi lagi Maha Gagah dan Maha Perkasa! Maha Agung lagi Maha Bijaksana! Saatnya menanggalkan atribut2 keduniawian yang gersang dan berselimut keserakahan, kepalsuan. Tanggalkan pula segala egoisme keangkuhan, keakuan, kesombongan. Tinggalkan di depan pintu, seperti engkau menanggalkan baju yang kotor dan meninggalkan sandal di luar pintu masjid. Bersihkanlah hatimu dan sucikanlah! Engkau hendak menghadap pada Tuhan Yang Maha Suci! Sungguh Maha Suci Allah, SUBHANALLAH! Ambillah air wudhu dan basuhlah dengan sempurna, shalatlah 2 raka’at, sujud syukur dan bersimpuh, duduk tepekur berlinang air mata, taubat mohon ampunan atas segala kesalahan dan dosa, selama 11 bulan bergelimang sadar atau tidak sadar di dalam kubangan nista nafsu rendah duniawi yang membuat QT larut dan terlena di dalamnya! Kini semua telah QT tinggalkan! Dengan tekad kuat dan niat yang bulat, menyongsong sambut Ramadhan, bulan yang penuh ampunan, besar harapan QT untuk mendapat maghfirah-Nya! Ini adalah kesempatan yang teramat berharga serta langka! Momen bersama Ramadhan sayang untuk dilewatkan! Maka bersiaplah dengan persiapan yang terbaik, mengawali hari demi hari yang sarat bonus pahala yang berlipat ganda dan tak terhingga nilainya, 10 hari pertama penuh dengan rahmat Allah, disusul 10 hari kedua berharap akan ampunan-Nya, hingga 10 hari terakhir yang jika sungguh2 menjalankan ibadah wajib puasa diiringi dengan banyak amalan kebaikan yang lainnya, Insya Allah QT beroleh jaminan dijauhkan dari siksa abadi api Neraka! Masih belum cukup, Allah Yang Maha Pemurah dan Maha Penyayang masih pula memberikan QT Grand Prize! Sebuah malam yang khusus hanya diberikan kepada mereka pilihan-Nya! Malam2 ganjil di 10 malam yang terakhir, yang jika berhasil QT jumpai lalu dapatkan, isi dengan ibadah yang wajib serta disunnahkan, maka barangsiapa mendapatkan malam tersebut, nilai pahalanya setara dengan jika ia ibadah non-stop selama 1000 bulan atau 84 tahun! SUBHANALLAH! WALHAMDULILLAH! WA LAA ILAAHA ILLALLAH! WALLAHU AKBAR!! Adakah Tuhan lain yang lebih pemurah sifatnya dari Allah? Siapa yang sanggup membalas pahala kebaikan tanpa batas dan tanpa sedikitpun Dia merasa kekurangan? Dialah Tuhan Yang Maha Kaya dan Maha Membalas kebaikan. Coba hitung, adakah umur rata2 manusia sekarang yang mencapai usia 80? Jikapun ada, tentu amat sedikit. Kemudian, adakah sepanjang itu seluruh umurnya dihiasi dengan ketaatan dan ketaqwaan, selalu beribadah kepada-Nya siang dan malam? Bisa dibilang mustahil! Impossible! Maka sungguh Lailatul Qadar atau Malam 1000 Bulan adalah anugerah luar biasa yang diberikan Tuhan pada hamba2-Nya yang benar2 berusaha untuk mencari dan menemui-Nya di bulan Ramadhan ini! Maka gerbang kemenangan berada di depan QT! Mari QT dengan penuh semangat berkorban demi ketaatan, kerendahan hati dan ketawadluan, serta ridho keikhlasan, menyambut suka cita Ramadhan dan mengisi dengan amalan2 penuh kebajikan. Menyongsong jalan kembali yang lapang lagi luas menuju keselamatan di dunia hingga kebahagiaan abadi kelak di Akhirat…

"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa." (Q.S. Al Baqarah: 183)

Marhaban Yaa Ramadhan! Kumandang kedatanganmu kami dengar, seruanmu kami sambut! Karena kami rindu menjadi hamba2 Allah yang beriman! Keberuntungan besar bagi kami dapat berjumpa dengan Ramadhan kembali! Bulan penuh rahmat dan bulan ampunan! Semoga tak berlalu Ramadhan dengan sia2! Selamat menunaikan ibadah puasa dan memperbanyak amalan lainnya di bulan suci Ramadhan 1428 H! Mohon maaf lahir batin! Yang benar datangnya hanya dari Allah, segala kekhilafan dan salah bermuara di diri hamba yang lemah ini. Semoga amal shalih ibadah QT diterima dan pahala QT dilipatgandakan, serta dosa2 QT dihapuskan, kesalahan diampuni oleh Allah SWT, hati QT dibersihkan, sehingga usai Ramadhan QT dapat kembali ke fitrah yang suci, bagai bayi yang baru dilahirkan, sebagai penghargaan Allah bagi manusia2 yang beriman dan lulus ujian bersegera menyambut memenuhi seruan-Nya! Insya Allah! Amiin Amiin Amiin Yaa Rabbal Aalamiin…

"Hai jiwa yang tenang.

Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya.

Maka masuklah ke dalam jama’ah hamba-hamba-Ku,

masuklah ke dalam syurga-Ku."

(Q.S. Al Fajr: 27-30)

Billaahi taufiq wal hidayah, wassalamu ‘alaikum Wr. Wb.

Kido Kamen =)


Theme & Icons by N.Design Studio.
Entries RSS Comments RSS Log in