Pernahkah engkau memperhatikan, orang yang mengembara, selalu berpindah tempat sepanjang tahun, menempuh perjalanan berjalan kaki, mengayun langkah hari demi hari terus berjalan, kemana kaki membawa, mengelilingi dunia, hanya berhenti sejenak di tempat2 peristirahatan melepas lelah isi perut reguk air hapus dahaga, untuk lanjutkan kembali perjalanan, menuju tempat tujuan, telah jauh berkelana, rindukan kembali ke kampung halaman?

Menerobos panas terik, bertahan di hari hujan, hempas badai, dingin malam. Lewati jalan2 terjal berliku, padang rumput, padang pasir, tanah lapang, setapak becek, licin lagi berbatu. Naik turun gunung, mendaki bukit, kitari lembah semenurun lereng curam, keluar masuk hutan, kota dan desa. Bahkan merenangi sungai, menyelam dalam telaga, menyeberangi selat, menjelajah benua hingga mengarungi luas tujuh samudera! Semua dilakoninya, semua dijalani dengan tekad membara dan semangat yang terus dipompa agar tetap terbakar pijar menyala! Meski letih, walau lelah, kendati lapar dan haus, impian dan cita2 yang diperjuangkan lebih besar nilainya, bayangan kampung halaman yang begitu diidamkan menanam harapan membuatnya sanggup dan bersedia bertahan! Terus maju dan melangkah, bersimbah peluh, air mata dan darah, tak mengapa, sedikit lagi, tinggal sebentar lagi! Kamu bisa! Kamu hanya harus berjuang sedikit lebih keras! Seringkali seseorang gagal dan memutuskan untuk berhenti, padahal keberhasilan sudah demikian dekat, tak jauh, selangkah lagi! Bertahanlah! Begitu tiap kali ia tiba di titik jenuh, dimana ia berdiri di ambang titik balik, batas untuk kembali atau terus melangkah, sudah kepalang tanggung, terus saja!

Dan ketika 11 bulan berlalu, demikian pula jarak perjalanan tak terasa telah 11/12 jauh ditempuhnya! Tidak dinyana tinggal lagi kurang dari sebulan, bahkan hanya dalam hitungan hari dalam seminggu, ia akan segera tiba di kota tujuan yang sepanjang tahun selalu terbayang dalam mimpi di tiap malam, terangan di awang2 kala siang, senantiasa tertanam di pikiran, terukir di dalam benak, terendam di dalam kalbu, terpatri di cita2, terkhayal di dalam tidur, dan terus dirindukan kala terjaga…

Orang2 yang tercinta dan amat dikasihinya! Sebentar lagi akan dengan sangat bersuka cita membentangkan tangan untuk memeluk dan menyambutnya! Oh betapa bahagia! Dapat kembali berkumpul bersama dengan keluarga yang telah sepanjang tahun ditinggal mengembara! Yang pergi telah kembali! Kekasih hanya pergi untuk kembali! Berpelukan, berangkulan, bertangisan, haru biru, berciuman, melepas rindu tertawa gembira, bersulang cawan! Duhai engkau pengembara, begitu jauh sudah kau berkelana, alami suka dan duka, jatuh bangun perjalanan, kadang berputar2 tak tentu arah, kau tersesat, mencari, terus mencari, apakah sebenarnya yang engkau cari? Jika akhirnya yang dituju hanya jalan kembali?!

Sesungguhnya manusia hidup di dunia laksana musafir yang terus melangkah untuk mengembara, setelah berhari2, berminggu2, bahkan berbulan2, akhirnya menemukan oase hijau di luasnya samudera padang pasir, sumber mata air segar sejuk bening, yang membasuh kerongkongan yang terbakar dan menawarkan dahaga, maka ia dapat mereguk dan minum, bahkan mandi dengan sepuas2nya! Memetik buah2an ranum matang menggiurkan, lalu makan hingga kenyang dan akhirnya kelelahan ketiduran. Selamat menikmati berkah karunia dari-Nya. Demikianlah perumpamaan kehidupan di alam dunia. Padahal sungguh kehidupan dunia itu hanya sementara, dan waktunya amat singkat! Seperti oase di padang pasir, hanya sekejap disinggahi. Satu-dua hari mungkin ia kerasan di sana. Namun hari berikutnya, kembali ia merindu dan merana. Karena sesungguhnya oase hanyalah tempat beristirahat sementara, bukan tempat berhenti yang jadi tujuan akhir yang sebenarnya! Sesungguhnya yang teramat didambanya hanyalah tempat berpulang yang sejati yakni di kampung halaman! Saat manusia mati dan meninggalkan dunia yang fana dan hina ini, negeri Akhirat adalah tempat kembali yang abadi yang harus dicari!

Masalahnya, di hamparan luas yang sejauh mata memandang hanya lautan pasir yang bak tanpa batas tanpa akhir, ke arah mana mesti QT melangkah? Yakinkah tak salah arah?… Agar jangan perjalanan susah payah sepanjang umur QT dihabiskan di dunia jadi terbuang sia2, tanpa berhasil menemukan dan mencapai negeri kembali, kampung Akhirat, tempat yang dilimpahi berkah kenikmatan dalam keabadian, yang diridhoi dan disediakan bagi mereka2 yang tak salah jalan mengarungi kehidupan, hingga berhasil menemukan jalan lurus yang langsung menuju-Nya; tentu selagi QT masih bersandar di bawah pohon di oase yang sejuk, selagi masih bernafas mengirup udara bebas, masih hidup di dunia, hendaknya QT mempersiapkan bekal secukupnya, yang memang bisa menolong dan layak untuk dibawa untuk memenuhi kebutuhan QT kala melanjutkan perjalanan kelak! Dan bukan hanya bekal, juga petunjuk! Penunjuk arah yang benar! Kompas, peta, dan alat2 navigasi lainnya. Dalam kehidupan beragama, tentunya petunjuk tersebut adalah Kitab Mulia, yakni petunjuk dari Tuhan! Bagi umat  Islam adalah Al-Qur’an, Hudallinnaas! Sesuai namanya, sesungguhnya Al-Qur’an adalah petunjuk bagi seluruh manusia! Hanya sayang sedikit sekali yang sadar dan mau memperhatikan dan mempelajarinya… Adapun bekal adalah amal kebaikan yang pundi2nya digantungkan di pundak dan pinggang QT. Pahala kebaikan yang dikumpulkan selama hidup di dunia adalah bekal saat QT menjelajah di alam setelah kehidupan di dunia, mencari tempat kembali yang abadi! Adakah QT menemukan surga-Nya atau jatuh tergelincir dan terlempar ke jurang siksa Neraka? Na’udzubillahi min dzalik!

Maka semasih bisa engkau membaca, jangan lagi tunda, bergegas kumpulkan bekal sebanyak2nya! Optimalkan kapasitas pundimu, tapi jangan pula asal membawa bekal! Tentu buah yang busuk tak ada gunanya dibawa! Begitu pula membawa kerikil dan batu memenuhi kantong2 QT, untuk apa? Pilihlah bekal terbaik, yang sarat dengan manfaat, seperti buah, pilihlah sesuatu yang berbuah, sehingga dapat berguna, karena sebaik2 manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesamanya, demikian Rasulullah Muhammad SAW pernah bersabda. Agar QT tidak kelaparan serta kehausan, dan senantiasa dinaungi awan di hari dimana terik matahari didekatkan sangat dekat di atas kepala QT, ketika peluh mengalir dan air mata membanjir, adalah amal manusia yang menjadi sahabat sejatinya, di kala setiap orang kesusahan, sibuk menangisi dan mengkhawatirkan nasib dirinya serta kesudahannya! Jadi, jangan salah pilih bekal! Jika QT punya banyak uang untuk beli barang, jangan beli barang yang hanya akan jadi barang usang teronggok dalam gudang dan nilainya mengalami penyusutan terus menyusut hingga tak lagi berharga, tak memiliki nilai! Pembeli yang cerdas memilih membeli aset2 yang berupa investasi jangka panjang! Yang dapat terus bertambah dan berkembang. Agar bahkan ketika QT sudah tak lagi sanggup bekerja untuk kumpulkan bekal amal, karena telah terputus nafas dan tercabut nyawa, habis masa hidup QT di dunia, keran pahala QT masih terbuka dan pipa yang QT bangun mengalirkan amalan2 segar investasi dari sumber mata air kebaikan langsung ke rekening QT di Akhirat, saldo tabungan QT terus bertambah dan berkembang, ah yang benar?! Mana bisa? Tentu saja bisa! Bukankah Rasulullah juga bersabda, “Jika meninggal anak Adam, maka terputuslah amalnya, kecuali tiga perkara: Anak shalih yang mendoakan dua orang tuanya, amal jariyah yang QT ikhlaskan di jalan Allah, dan ilmu yang bermanfaat!” Mengapa seakan QT tak pernah memperhatikan pesan yang jelas di atas? Smart investing! Berinvestasilah dengan ke-3nya!

1)      Anak shalih yang mendoakan dua orang tuanya. Betapa bahagianya dan tak sia2 QT hidup di dunia jadi orang tua, memiliki permata hati yang shalih dan shalihah, penyantun, sabar, penyayang, dan pemurah, yang pandai mensyukuri nikmat Tuhannya, berbakti pada kedua orang tua, agama, nusa dan bangsa, berguna bagi sesama, bermanfaat hidup di dunia dan bernilai kelak di Akhirat di sisi-Nya! Keberhasilan orang tua adalah ketika ia dapat mendidik anaknya dengan baik dan benar sehingga sukses mencetak generasi penerus yang berdaya guna optimal dan mengetahui tujuan hidupnya! Anak yang sejak kecil ditanamkan nilai2 luhur agama, Insya Allah akan tumbuh dan berkembang dalam nuansa yang penuh kedamaian, berperasaan halus, mudah bersimpati dan berempati pada orang lain, terlebih kepada dua orang tua. Salah satu balasan yang tak terkira adalah anak yang senantiasa mendoakan kebaikan bagi dua orang tuanya, baik selama masih hidup, terlebih yang QT butuhkan saat QT sudah tak lagi bersamanya alias meninggal dunia. Aliran do’a yang tak terputus dari anak dikirimkan dikonversi menjadi pundi2 bekal dan pelita di dalam kubur yang sangat QT perlukan, menambah berat timbangan amal QT yang semestinya tidak lagi bisa ditambah, ternyata ditransfer oleh anak cucu QT mengalir lewat do’a2 tulusnya, SUBHANALLAH! Betapa beruntung QT! Inilah investasi cerdas pertama!

2)      Amal jariyah yang QT ikhlaskan pada jalan Allah. Sedekah, infaq, zakat, dan pemberian kepada yang membutuhkan, sepanjang diniatkan lillahi ta’ala, hanya demi mengharapkan ridho-Nya, Allah sendiri yang akan membalas berlipat ganda. Manusia teramat sering terlupa, sibuk mengumpulkan dan menumpuk harta benda sebanyak2nya di dunia, padahal ketika mati tak sepeser pun dibawa, hanya selembar kain putih kafan yang membungkus tubuh QT terbujur kaku untuk segera dikubur dalam tanah, digerogoti ulat dimakan cacing! Padahal jika QT mengerti hakikat sejati dari harta, QT tidak akan terlalu tamak menyimpan dan begitu pelit dalam membagi2kan kepada yang berhak lagi membutuhkan! Khalifah Harun Al Rasyid (kalo gw nggak salah ^^;) ketika melakukan perjalanan di padang pasir, tiba di suatu oase yang dimiliki seorang badui, ia lalu menawar untuk membayar berapapun yang diminta asalkan ia dan rombongannya dapat minum sepuas2nya! Apa kata orang badui tersebut? Yaa Khalifah! Sanggupkah anda menukar segelas air dengan separuh dari seluruh kekayaan kerajaanmu? Mengingat amat sangat membutuhkan air untuk membasahi kerongkongannya yang terbakar di siang panas yang terik berjalan berhari2, dengan segera Khalifah menyanggupi! Namun orang badui itu malah menguji lagi, belum cukup katanya! Relakah khalifah membeli segelas air tersebut dengan seluruh harta kerajaannya? Saat itu di ambang kehausan yang amat mencekat sehingga hampir mati, bagi seseorang siapapun dia, segelas air bahkan jauh lebih berharga daripada dunia dan seisinya! Maka Khalifah pun menyanggupi! Orang badui itu lalu berkata, jika demikian seluruh harta kekayaan kerajaanmu yang demikian berlimpah tak lebih besar nilainya daripada segelas airku ini! Tersungkurlah Sang Khalifah menangis sesunggukan menyadari betapa tak berharganya segala kekuasaan dan kekayaan, saat ajalnya menjelang hingga maut menjemputnya! Pesan moral dari kisah ini, adalah bahwa teramat sering QT salah memandang dunia yang memang berkilau menyilaukan sehingga mengaburkan pandangan QT, tergiur akan berlimpah semu ragam kenikmatan, QT melupakan mengumpulkan bekal sesungguhnya yang bisa menyelamatkan QT dalam keterasingan dan kesengsaraan di perjalanan menuju kampong Akhirat! Bekal yang berupa timbangan pahala kebaikan, amal kebajikan yang QT kerjakan n kumpulkan semasa QT berjalan berkelana di dunia. Harta di dunia bak fatamorgana, fungsinya semata sebagai sarana, bukan tujuan akhirnya! Harta hanyalah sarana, yang dipinjamkan Tuhan kepada QT demi memudahkan menemukan jalan lurus yang diridhoi-Nya, dengan mengikuti rambu2 petunjuk-Nya di sepanjang perjalanan hidup, supaya jangan tersesat salah arah salah pilih jalan dan salah melangkah! Sembari mengumpulkan bekal sejati untuk perjalanan kembali pada-Nya, Dia Yang telah menciptakan manusia dengan penuh cinta, kasih dan sayang. Sungguh Maha Pengasih lagi Maha Penyayang Allah, Tuhan Yang Tak Ada Tuhan selain-Nya! Maka pantas berbudikah sebagai balasannya, QT berpaling dan menyembah justru pada selain-Nya?! Sadarlah hai manusia! Segera kembali kepada sejatinya Pencipta! Waktumu tak lama lagi, ajal QT boleh jadi sudah dekat, sepanjang apapun setua apapun umur QT di dunia sesungguhnya sangat singkat! Jadi jangan buang waktu, gunakan penuh manfaat! Beramallah! Jangan takut miskin dengan memberi derma, karena sesungguhnya pada tiap harta yang Allah berikan pada QT, ada titipan amanah yang harus diteruskan kepada yang membutuhkannya! Demikian cara Allah mengajarkan manusia untuk berbagi dan menolong sesama! SUBHANALLAH! Adakah Tuhan yang lebih baik dalam mengajarkan kebaikan? Tak usah khawatir bangkrut, justru Allah telah menjamin, sesungguhnya jika QT bersyukur Allah akan menambah nikmat-Nya, namun jika kufur dan mengingkari nikmat-Nya, maka azab yang pedih akan ditimpakan kepada QT! Na’udzubillah, tsuma na’udzubillah! Salah satu wujud syukur adalah dengan bersedekah! Tandanya QT menyadari tambahan harta yang memudahkan QT hidup di dunia semata hanyalah pemberian Allah, dan ujian atas harta adalah adakah bagian yang dititipkan pada QT diteruskan kepada yang berhak atau tidak! Hakikat harta sejatinya bak air dari mata air bersih yang tak berhenti mengalir! Jika harta ditimbun di satu tempat, seperti membendung sungai, akan merusak airnya! Perhatikan air di kubangan, lama2 busuk, rusak, berbau! Begitu pula harta! Jika harta ditahan, akan merusak penyimpannya! Tapi jika dibiarkan mengalir, yang diterima diteruskan, datang lagi dinafkahkan lagi, ikhlas saja, maka nikmatnya justru akan disempurnakan Allah, kekayaan QT kian ditambah sehingga makin berlimpah, seperti aliran debit air sungai semakin deras meninggi dan memakmurkan tanah di sepanjang lembah yang dialirinya! Bukankah begitu asal mula muncul peradaban di dunia? Yang berkah adalah yang tak terputus terus mengalir! Demikianlah perumpamaan harta, jadi jangan takut miskin dengan beramal, berderma, justru bersedekah membuka keran barokah dan menjadikan QT kaya dan dicintai oleh Allah, bukan hanya di dunia, tetapi juga berlimpah simpanan amal pahala di Akhirat! SUBHANALLAH! Apalagi yang QT inginkan? Adapun amal jariyah, walau tak mengecilkan amalan ibadah yang lain yang sungguh besar nilai di sisi Allah, namun ia lebih merupakan pilihan yang cerdas, jika QT mesti memilih, lagi2, untuk berinvestasi jangka panjang! Sama2 bersedekah, tapi jika yang QT santuni hanya orang per orang saja yang menikmati, mungkin tak lebih besar artinya dibanding jika senilai harta yang sama QT ikhlaskan untuk membantu pelebaran jalan umum, membangun sekolah, madrasah, atau mendirikan masjid tempat ibadah! Syukur2 mampu mewakafkan tanah, diikhlaskan dipakai di jalan Allah! Sangat mulia lagi banyak berlimpah Insya Allah balasan pahala yang amalnya akan terus mengalir masuk ke rekening Akhirat QT, seperti sungai abadi, sepanjang masih mendatangkan manfaat bagi umat, selama itulah kucuran pahala amal QT pun berlimpah! SUBHANALLAH! Tapi kembali lagi kepada landasan niatnya, jika tulus ikhlas hanya demi mendapat ridho kecintaan-Nya, dan bukan sekedar untuk cari nama, harum sesaat, cari muka, popularitas semu yang segera terlupakan, maka amalnya tak akan sia2 dan bernilai di sisi-Nya! Insya Allah…

3)      Sama mengalirnya sungai pahala Akhirat QT, adalah melalui pintu amal berupa ilmu yang QT sampaikan pada orang lain yang mendatangkan manfaat, baik bagi yang mendengar dan mengamalkan maupun bagi QT sendiri, karena Rasulullah pernah bersabda, barang siapa yang menunjukkan jalan kebaikan yang lalu dilalui oleh orang yang ditunjukkan, maka ia beroleh pahala yang sama besarnya dengan orang yang mengerjakan amalan kebajikan walau si penunjuk kebaikan itu tak melakukannya, sama berat timbangan amalnya tanpa dikurangi sedikitpun dari keduanya! SUBHANALLAH WALHAMDULILLAH! Maha Kaya Allah lagi Maha Penyantun pada hamba2-Nya! Maka sampaikanlah kebenaran walau pahit, dan sampaikan walau satu ayat, demikian lanjut Nabi, Insya Allah setiap tetes ilmu yang bermanfaat ada nilai yang besar di sisi Allah! Jika niat semata QT tujukan untuk mengharap ridho-Nya, jangan takut dicap sombong atau sok tahu, sok you know, sebagainya, sebab penilaian sejatinya hanya dari Allah, tak butuh dari makhluk-Nya! Wong sama2 dinilai koq malah sibuk menilai orang lain, diri sendiri belum tentu lebih baik berharga di mata-Nya! Lebih baik menyibukkan diri dalam perbaikan terus-menerus sembari mengerjakan kebaikan! Sungguh, Allah dan malaikat-Nya melaknat orang yang menyembunyikan ilmunya! Karena seperti sungai, ilmu harus diteruskan, amanat yang semestinya disampaikan, jangan disimpan tertampung penuh hingga rusak sia2 hanya di dalam satu kepala! Saat yang empunya otak meninggal, pengetahuannya turut terkubur bersama jasadnya! Sungguh sayang, sekiranya semasa hidup ilmu yang berlimpah dan kaya diteruskan, diajarkan ulang, ditransfer ke isi otak dan kepala orang lain, tentu justru akan lebih bernilai dan bermanfaat! Maka sungguh besar jasa para guru, betapapun kecil gaji di dunia tak sebanding dengan timbunan pahala amal dari ilmunya yang bermanfaat yang ia ajarkan dengan ikhlas kepada murid2nya, murid2 yang sejak kecil dididik hingga besar berpengetahuan berwawasan luas, guru adalah pencetak generasi penerus yang dapat dibanggakan umat! Terus belajar sepanjang hayat, gali, pelajari, bukankah ayat pertama Al-Qur’an yang diturunkan justru berbunyi, “BACALAH!” Ya, membaca adalah pintu gerbang dan bertanya adalah kunci pembuka perbendaharaan lautan keilmuan Allah yang luasnya tanpa batas meliputi segala sesuatu yang QT ketahui terlebih yang tidak QT ketahui! Jadilah pembelajar seumur hidup! Pelajari, lalu ajarkan kembali! Terimalah, lalu disampaikan lagi! Ingatlah prinsip sungai terus mengalir! Jadi jangan takut miskin jika QT kaya ilmu! Bukankah Allah yang menjamin rezekimu di antaranya lewatnya?! Insya Allah! Selamat berinvestasi dengan cerdas yang ketiga! Dan dalam melanjutkan pengembaraan, QT pun berangsur merasa aman, tenang dan nyaman, tak perlu membawa berjejalan harta ditumpuk di punggung unta, yang berisiko dirampok, habis, bangkrut, hilang musnah, sia2 segala jerih payah dan usaha yang dikerjakan, harta yang QT kumpulkan tak mesti berpindah tangan! Karena kini QT cukup hanya melenggang bebas dan melangkah ringan hanya dengan berbekal segenggam kartu kredit yang berlogo valid jaminan Akhirat, setelah mendaftar dan berpegang pada keselamatan di atas jalan Allah! QT tak perlu khawatir akan kehilangan harta di dunia, karena QT yakin akan jaminan kekayaan yang tersimpan di sisi-Nya, balasan pahala amal kebaikan yang diperuntukkan bagi hamba2 yang ikhlas beribadah serta bersedekah, semata hanya mengharapkan ridho kecintaan-Nya! Adakah kekayaan yang lebih berharga dan mulia lebih tinggi nilainya dibanding limpahan nikmat serta rahmat tak terhingga dimasukkan dalam kebahagiaan abadi tak terkira, di Surga-Nya? Mari berdo’a semoga QT termasuk golongan umat yang diselamatkan serta beroleh ridho dan ampunan-Nya, Amiin Yaa Rabbal ‘Aalamiin…

Maka ketika sudah dekat jalan untuk kembali, hanya tinggal beberapa kelok lagi, dan gapura gerbang kota telah dihias dengan megah dan indah, seperti berhiasnya mereka yang gembira siap menyambut kedatanganmu, dengan tetabuhan dan terompet untuk meramaikan dan lebih memeriahkan upacara penyambutan, apalagi yang kau tunggu? Jangan pula kau kecewakan mereka dengan tampilan yang lusuh seperti pejuang luka kalah perang! Engkau akan datang sebagai singa gagah pemenang! Maka tersenyum lebarlah! Mandilah kau di telaga tepi hutan sebelum masuk ke kota! Bergegaslah kau rapikan pakaianmu dan ganti dengan yang bersih, cukur dan sisir rambutmu, rapikan kumis jenggot serta cambangmu, bercerminlah, tataplah paras bersinar pantulannya, tengok depan belakang atas bawah seluruh tubuh, mematut yang pantas, berjalanlah mantap, datanglah layaknya raja yang pulang perang disambut dengan bahana gempita, sorak-sorai kemenangan yang gemilang! Kemenangan manusia yang berhasil lulus ujian Tuhannya dan akan memperoleh balasan setimpal dengan amal2 kebaikannya!

Demikianlah perumpamaan persiapan QT menyongsong masanya tiba di gapura yakni gerbang yang akan memisahkan QT dari kehidupan di dunia memasuki alam Akhirat, yakni saat kematian! Sudahkah QT mempersiapkan diri dengan sebaik2nya untuk menghadapi ajal dengan senyum kemenangan karena banyaknya bekal yang berhasil dikumpulkan kala hidup di dunia? Bekal yang tak sia2 karena dinyatakan lolos sensor melewati verifikasi, layak dan boleh dibawa serta naik pesawat dengan tujuan ke Akhirat! Tentunya usai QT sukses menjawab beberapa pertanyaan “imigrasi” alam kubur oleh malaikat Munkar serta Nakir, pertanyaan demi pertanyaan yang hanya bisa dijawab oleh manusia2 yang memegang “tiket” yang valid ke Surga! Lho, ada tah? Memang belinya dimana?

Semestinya pertanyaan2 ini menggelitik QT: Apakah tiket yang kini QT genggam adalah tiket yang sah atau dibeli dari calo? Apakah menjamin tempat duduk QT di pesawat, atau ternyata bentrok dengan penumpang lain yang bernomor sama? Jangan salah beli tiket! Kelak QT akan mengetahuinya! Tiket yang sah tentu di atasnya tertera informasi yang benar dan akurat, sehingga lancar QT saat menjawab pertanyaan dan tak pula salah arah di lorong2 bandara alam kubur karena punya pegangan, setelah ini masuk ke Gate berapa? Jadwal keberangkatan pesawat jam QT berapa, tempat duduk QT seat nomor berapa? Maka saat boarding menunggu berangkat, kala QT ditidurkan dalam kubur untuk beberapa lama hingga saat dibangkitkan pada Hari Kebangkitan, QT akan dilayani dengan baik dan diperlakukan penuh kenyamanan! Karena QT adalah penumpang resmi yang telah membayar harga tiket yang sangat mahal dengan timbangan pahala kebaikan yang lebih berat bobotnya daripada catatan keburukan semasa hidup di dunia. Maka beruntunglah orang2 yang lurus membeli keselamatan di counter resmi lewat jalan yang benar! Sebaliknya, jika tiket yang palsu yang QT pegang, jangan salahkan alih2 bisa naik pesawat yang menembus ke langit lapis ke tujuh, QT malah diseret dan digiring masuk penjara, dijebloskan ke dasar jurang yang berkobar jilat api Neraka! Diazab serta disiksa tanpa ampun karena coba menipu malaikat penjaga portal bandara, terhina dinistakan, terusir dan terlunta2! Na’udzubillahi min dzalik!!

Man robbuka? Siapa Tuhanmu? Jika pertanyaan pertama ini saja QT tidak bisa atau salah menjawab, segera azab kubur ditimpakan atas si mayit! Na’udzubillahi min dzalik! Itu baru pertanyaan yang mendasar! Bagaimana jika pertanyaan2 selanjutnya pun QT tidak dapat menjawab? Tak dapat dibayangkan betapa ngeri siksaan bertubi2 yang akan QT alami! Bukan salah siapa2, semata akibat kedurhakaan  diri QT sendiri! Lantaran selama hidup di dunia, QT tidak pernah benar2 kenal atau mau mencari tahu dan mengenal siapa Tuhan QT sesungguhnya, yang telah menciptakan QT dalam bentuk yang sebaik2nya, menjadikan QT hidup, bernafas, beraktivitas, lahir, bayi, tumbuh, anak, berkembang, jadi remaja, dan semakin dewasa sehingga tua, uzur dimakan usia, lalu wafat dan jasad dimakan tanah! Diciptakan dari tanah, kembali menjadi tanah! Jasad hanya pakaian yang dipinjamkan untuk manusia berinteraksi di alam materi dunia, hakikat sejati diri QT adalah ruh, jiwa yang kekal dan tidak mati, jiwa yang kelak akan melanjutkan perjalanan menuju kampung halaman yang abadi, akhirat nanti!

Jadi siapa Tuhanmu? Dia adalah Allah yang telah menganugerahi manusia, hewan, tumbuhan, bahkan segala sesuatu seisi semesta, dengan beragam karunia serta berkah nikmat-Nya! Secara khusus memberi manusia misi hidup di dunia, untuk apa? Pernahkah QT bertanya? Untuk apa QT hidup di dunia? Jika hidup hanya sekedar menanti untuk mati, alangkah tidak bermakna hidup ini! Segera akhiri saja! Toh cepat atau lambat QT semua akan mati! Daripada menjalani hidup penuh kesusahan, pikiran yang picik akan mengatakan langsung bunuh diri saja! Demikian pula halnya, jika tak ada bedanya orang yang sepanjang hidup terus berbuat kebaikan, banyak menolong orang, dengan orang yang bergelimang dosa dan nista selalu berbuat kejahatan merugikan orang lain, tentu QT akan bertanya, dimana diletakkan keadilan? Keadilan sesungguhnya kelak ada di sisi-Nya, di Hari Penghitungan dan Pembalasan! Ya, kelak QT semua akan dihadapkan kepada Tuhan untuk dipertunjukkan segala kilasan perbuatan yang besar hingga yang terkecil tanpa ada yang luput terkecuali, untuk dipertanggungjawabkan diberi penilaian! Maka keselamatan QT bergantung pada beratnya timbangan amal kebaikan QT! Yang selamat adalah yang pahala kebaikannya lebih berat dibanding kejahatannya! Tentu QT tidak terima jika disamakan dengan penjahat! QT merasa telah berbuat baik, karenanya QT ingin mendapat akhir yang baik di Akhirat, sebagaimana QT telah mengumpulkan bekal2 terbaik, menanam benih yang baik akan menuai hasil buah yang baik! Dan balasan untuk orang jahat adalah hukuman, semua tentu sependapat lagi sepaham, bukan? Maka cobalah dijawab: Mana yang lebih jahat dibanding QT yang setelah semua yang diterima dinikmati di dunia, lantas ingkar, tidak mau mengakui dan tak pula berterima kasih kepada Tuhan yang telah menciptakan QT, memberikan kehidupan lengkap dengan kenikmatan tak terhingga yang tak akan sanggup QT menghitungnya, dari hal yang terkecil sampai terbesar, bahkan yang terkadang dipandang sepele, namun sungguh sebenarnya merupakan karunia yang tiada bandingannya, udara bebas, gratis dihirup sepuas2nya! Air yang tak pernah habis karena dengan hikmah kebijaksanaan-Nya dapat terus mengalir walau harus berubah wujud dalam siklus, dari langit turun hujan jatuh membasahi bumi yang semula gersang dan kering kerontang, menghidupkan kembali bumi yang mati, lalu tumbuh subur tanam2annya, sayur dan buah2an, pohon2an yang hijau indah asri, air terus mengalir meresap masuk dalam tanah, muncul di mata air, mengalir lagi dari anak2 sungai ke muara bergerak seirama menuju laut, samudera bebas luas! Lalu masih dengan hikmah-Nya, diangkat kembali ke udara sebagai uap2 air, yang berkondensasi di ketinggian tertentu kembali berubah jadi titik2 air di dalam gumpalan awan, kian lama kian berat, akhirnya kembali jatuh ke bumi menjadi hujan! ALLAHU AKBAR! Adakah Tuhan lain yang sanggup berbuat sedemikian agung bijaksana? Pernah terpikir jika Tuhan menahan udara sebentar saja, megap2lah manusia seperti ikan keluar dari air! Sedikit lebih lama, mati QT! Sudah bebas, gratis pula! Apa jadinya jika bahkan udara lalu dikenakan pajak? Hanya orang kaya yang bisa bernafas! Begitu Maha Pemurah Tuhan pada manusia, namun mengapa malah berani QT mendustakan segala pemberian-Nya? Apakah tak kurang ajar setelah semua kasih dan sayang dilimpahkan-Nya pada QT, QT malah luput dan enggan bersyukur, bahkan dengan keji menolak menyembah Tuhan yang sebenarnya, malah terang2an menantang, mengakui dan mengangkat yang lain yang tak sebanding sebagai sesembahan yang jangankan menolong QT, menolong dirinya sendiri pun tak mampu, alih2 menjadi Sang Pencipta, dirinya sendiri berhala yang diciptakan tangan manusia! Dimana otakmu wahai Manusia? Na’udzubillahi min dzalik! Insyaflah! Segera sadari di bumi milik siapa KQ QT berpijak, dimana QT berdiri, bersenda gurau, bercanda tertawa, lengah, pongah, seakan QT akan hidup selamanya? Di bumi siapa pula kelak jasad QT hancur dimakan tanah yang selama ini diinjak2 dengan sombong, angkuh, seolah QT-lah yang paling gagah perkasa seperti selalu muda dan tak akan pernah tua! QT sungguh tak ada apa2nya di hadapan Tuhan Yang Maha Kuasa! Sadarilah Sahabatku! Jangan tunda lagi, segera kunjungi gerai resmi yang terdekat! Beli jalan keselamatanmu dengan mengucapkan 2 kalimat Syahadat! Asyhadu Allaa ilaaha illallah! Wa asyhadu anna Muhammadur Rasulullah! Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, dan Nabi Muhammad adalah utusan Allah! Genggam erat tiket yang kini di tangan, jangan sampai lepas lagi, karena itulah kunci meraih kebahagiaan abadi, tiket menuju keselamatan hidup di Akhirat, yakni agama yang lurus yang diridhoi oleh-Nya, pengantar untuk memasuki Surga-Nya! Insya Allah… =)

Maka hampir tiba saatnya bagi musafir pulang. Gapura pengampunan telah terbentang dan menjelang! Alhamdulillah, setelah 11 bulan berlalu, tanpa terasa sebentar lagi hanya dalam beberapa langkah QT akan memasuki gerbang bulan yang penuh rahmat, berkah dan ampunan-Nya! Ramadhan di ambang pintu! Mari sambut dengan penuh suka cita pengharapan dalam tunduk syahdu penuh kekhusyu’an. Inilah saatnya dibukakan pintu2 Surga, tertutup pintu Neraka! Sambutlah dengan gembira! Saatnya merendah di hadapan Tuhan Yang Maha Suci dan Maha Tinggi lagi Maha Gagah dan Maha Perkasa! Maha Agung lagi Maha Bijaksana! Saatnya menanggalkan atribut2 keduniawian yang gersang dan berselimut keserakahan, kepalsuan. Tanggalkan pula segala egoisme keangkuhan, keakuan, kesombongan. Tinggalkan di depan pintu, seperti engkau menanggalkan baju yang kotor dan meninggalkan sandal di luar pintu masjid. Bersihkanlah hatimu dan sucikanlah! Engkau hendak menghadap pada Tuhan Yang Maha Suci! Sungguh Maha Suci Allah, SUBHANALLAH! Ambillah air wudhu dan basuhlah dengan sempurna, shalatlah 2 raka’at, sujud syukur dan bersimpuh, duduk tepekur berlinang air mata, taubat mohon ampunan atas segala kesalahan dan dosa, selama 11 bulan bergelimang sadar atau tidak sadar di dalam kubangan nista nafsu rendah duniawi yang membuat QT larut dan terlena di dalamnya! Kini semua telah QT tinggalkan! Dengan tekad kuat dan niat yang bulat, menyongsong sambut Ramadhan, bulan yang penuh ampunan, besar harapan QT untuk mendapat maghfirah-Nya! Ini adalah kesempatan yang teramat berharga serta langka! Momen bersama Ramadhan sayang untuk dilewatkan! Maka bersiaplah dengan persiapan yang terbaik, mengawali hari demi hari yang sarat bonus pahala yang berlipat ganda dan tak terhingga nilainya, 10 hari pertama penuh dengan rahmat Allah, disusul 10 hari kedua berharap akan ampunan-Nya, hingga 10 hari terakhir yang jika sungguh2 menjalankan ibadah wajib puasa diiringi dengan banyak amalan kebaikan yang lainnya, Insya Allah QT beroleh jaminan dijauhkan dari siksa abadi api Neraka! Masih belum cukup, Allah Yang Maha Pemurah dan Maha Penyayang masih pula memberikan QT Grand Prize! Sebuah malam yang khusus hanya diberikan kepada mereka pilihan-Nya! Malam2 ganjil di 10 malam yang terakhir, yang jika berhasil QT jumpai lalu dapatkan, isi dengan ibadah yang wajib serta disunnahkan, maka barangsiapa mendapatkan malam tersebut, nilai pahalanya setara dengan jika ia ibadah non-stop selama 1000 bulan atau 84 tahun! SUBHANALLAH! WALHAMDULILLAH! WA LAA ILAAHA ILLALLAH! WALLAHU AKBAR!! Adakah Tuhan lain yang lebih pemurah sifatnya dari Allah? Siapa yang sanggup membalas pahala kebaikan tanpa batas dan tanpa sedikitpun Dia merasa kekurangan? Dialah Tuhan Yang Maha Kaya dan Maha Membalas kebaikan. Coba hitung, adakah umur rata2 manusia sekarang yang mencapai usia 80? Jikapun ada, tentu amat sedikit. Kemudian, adakah sepanjang itu seluruh umurnya dihiasi dengan ketaatan dan ketaqwaan, selalu beribadah kepada-Nya siang dan malam? Bisa dibilang mustahil! Impossible! Maka sungguh Lailatul Qadar atau Malam 1000 Bulan adalah anugerah luar biasa yang diberikan Tuhan pada hamba2-Nya yang benar2 berusaha untuk mencari dan menemui-Nya di bulan Ramadhan ini! Maka gerbang kemenangan berada di depan QT! Mari QT dengan penuh semangat berkorban demi ketaatan, kerendahan hati dan ketawadluan, serta ridho keikhlasan, menyambut suka cita Ramadhan dan mengisi dengan amalan2 penuh kebajikan. Menyongsong jalan kembali yang lapang lagi luas menuju keselamatan di dunia hingga kebahagiaan abadi kelak di Akhirat…

"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa." (Q.S. Al Baqarah: 183)

Marhaban Yaa Ramadhan! Kumandang kedatanganmu kami dengar, seruanmu kami sambut! Karena kami rindu menjadi hamba2 Allah yang beriman! Keberuntungan besar bagi kami dapat berjumpa dengan Ramadhan kembali! Bulan penuh rahmat dan bulan ampunan! Semoga tak berlalu Ramadhan dengan sia2! Selamat menunaikan ibadah puasa dan memperbanyak amalan lainnya di bulan suci Ramadhan 1428 H! Mohon maaf lahir batin! Yang benar datangnya hanya dari Allah, segala kekhilafan dan salah bermuara di diri hamba yang lemah ini. Semoga amal shalih ibadah QT diterima dan pahala QT dilipatgandakan, serta dosa2 QT dihapuskan, kesalahan diampuni oleh Allah SWT, hati QT dibersihkan, sehingga usai Ramadhan QT dapat kembali ke fitrah yang suci, bagai bayi yang baru dilahirkan, sebagai penghargaan Allah bagi manusia2 yang beriman dan lulus ujian bersegera menyambut memenuhi seruan-Nya! Insya Allah! Amiin Amiin Amiin Yaa Rabbal Aalamiin…

"Hai jiwa yang tenang.

Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya.

Maka masuklah ke dalam jama’ah hamba-hamba-Ku,

masuklah ke dalam syurga-Ku."

(Q.S. Al Fajr: 27-30)

Billaahi taufiq wal hidayah, wassalamu ‘alaikum Wr. Wb.

Kido Kamen =)